Min'naa! Saya kembali lagi! xD *siapalu?* maaf kalau update telaatt.. Flash Disk saya di bawa terus sama kakak saya.. Dx
Lalu, saya bikin fic ini numpang di kom-chan sodara.. sedih.. T3T
Oh ya, didalam fic ini, mungkin ada sedikit romance-nya.. hahaaa.. 8DD jangan lupa RnR ya!
Here you go~
My Friends are my Power! and I'm theirs!
Chap 3: kecelakaan
Pair: Sora & Roxas
Genre: Friendship, and Humor
Rate: T
Hari itu hari Selasa, mereka bilang, pemenang akan diumumkan hari itu juga. Terlihat Sora sedang melamun di kelasnya. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Tiba-tiba ada seseorang yang menegurnya. "Woi! Pagi-pagi sudah melamun saja!" ucap orang itu. Sora agak terkejut. Dilihatnya prempuan yang agak tomboy sedang mengenakan Earphonenya. "Eng..enggak kok! Cuma, agak ragu.." ujar Sora polos. Kun meletakkan tasnya. "Ragu karena takut enggak menang ya?" tanyanya seraya mengeluarkan MP3 playernya.
"Eh.. enggak kok.. aku ragu karena perlombaan band di Hollow Bastion.." ucap Sora lalu melanjutkan acara melamunnya. "Hmm.. lomba band ya.." gumam Kun. "Oh ya.. nanti, hubungi ketua OSIS untuk informasi pemenangnya.." tambahnya lalu berjalan keluar kelas. Hmm.. Chan ya.. gumam Sora dalam hati lalu menatap kearah langit. Tiba-tiba, "eh.. baru sendirian ya?" gumam sebuah suara yang terdengar sangat familiar di telinga Sora. "Tidak.. Kun tadi baru keluar, Roxas.." ucap Sora. "Ya.. aku sudah tau.. ngg.. nanti latihan ya.." ucap Roxas. Sora menghela nafas. "Kemarilah.." ujarnya. Roxas berjalan menuju Sora. "Hmm.. hari ini.. Class meet ya.." gumamnya. Sora mengangguk. "Woi! Ngumpul di taman belakang yuk!" ucap Ventus yang tiba-tiba memunculkan batang hidungnya di depan pintu. Sora mengangguk lalu berdiri.
Setibanya di taman belakang,
"Nih!" ucap Vanitas sambil memegang 4 buah eskrim lalu memberikan 3 kepada Ventus, Sora, dan Roxas. "Class meet memang membosankan ya!" gumamnya sambil duduk disebelah Ventus. Yang lain hanya menganggukan kepalanya. "Andaikan aku bawa kartu domino.." gumam Vanitas sambil mengigit es krimnya. "Wah! Kalian rupanya disini ya!" ucap seseorang. Mereka berempat menoleh keasal suara. "Riku?" pekik Sora. "Huuh! Dicari kemana-mana enggak ada!" ucap Riku dengan kesal. "Kan tempat nongkrongnya disini.." celetuk Vanitas. Riku mengabaikan perkataan Vanitas lalu merebahkan tubuhnya kererumputan hijau. "Oi, Sora, Roxas!" panggil seseorang. Sora dan Roxas menoleh. "Demyx.." gumam Riku. "Eh! Kemarin kau kemana? Kok enggak kelihatan?" tanya Sora. Demyx duduk disebelah Riku yang sedang berbaring.
"Kemarin aku sakit.." jawab Demyx. "Sakit apa?" tanya Roxas yang baru membuka mulut.
"Hanya.. sakit panas.." jawab Demyx lagi. "Eh.. kalian berdua dipanggil sama Kazama-san.." ucapnya. "Untuk apa?" tanya Roxas.
"Entahlah.." jawab Demyx. Sora dan Roxas langsung berjalan ke ruang OSIS. "Menurutmu, mereka menang lomba itu?" tanya Vanitas.
"Menurutku sih iya.." jawab Demyx. Ventus melotot kearah Demyx. "Lalu, kalau Sora menang, nasib kelas kita gimana?" tanyanya kepada Vanitas.
"Lah? Kok tanya kepadaku? Enggak tau ah.." jawab Vanitas lalu memakan Es krimnya. "Kok aku enggak dibagi es?" celetuk Demyx. "Beli aja sendiri! Lagian telat datang sih!" ujar Riku. Demyx mencibir kepada Riku lalu membeli es krim untuk dirinya sendiri.
-Beberapa menit kemudian..-
"Hei! Itu Sora sama Roxas!" pekik Riku. "Kalian kenapa dipanggil oleh Chan?" Tanya Ventus.
"Ah.. dia punya kabar untuk anak band.. bahwa lombanya akan diadakan tanggal 23 September.." jawab Sora. Semua kecuali Sora dan Roxas—karena mereka sudah kecewa duluan di dalam ruang OSIS—terlihat kecewa. "Kok diundur lagi?" gumam Vanitas lalu melempar stik esnya kedalam tempat sampah yang didekat sana. "Tempatnya juga berbeda.. diadakan di Traverse Town.." timpal Roxas. Semua terkejut. "Makin jauh dong?" pekik Riku. "Kita kesana naik apa?" Tanya Ventus.
"Kita bias menaiki Gummy Ship.. kurasa, itu masih bekerja.." jawab Sora. "Kau masih bisa mengendarainya, Sora?" Tanya Roxas khawatir.
"Tentu! Aku masih bisa.." jawab Sora. "Jangan ngebut ya!" pesan Riku. "Hei! Memangnya aku pernah ngebut?" Tanya Sora jengkel.
"Bukankah.. waktu itu kau ngebut ya?" gumam Roxas. Sora langsung mengacak-acak rambutnya. "Ah.. benar juga.." ujarnya. Semua tertawa. "Hei! Class Meet-nya kapan selesai?" Tanya Demyx.
"Dua jam lagi.. kalau mau pulang, pulang saja.. kita tidak ada keptingan disini.." jawab Sora. "Aku pulang ya.." ucap Vanitas. "Heh? Sekarang baru jam 8 nih!" gumam Riku. "Main kerumahku yuk!" ajak Ventus. Sora mengangguk. "Aku ikut.. lagi pula, dirumah mungkin aku sudah disuruh-suruh kakak.." ujarnya. "Aku juga.." ucap Riku dan Demyx bersamaan. "Kau tak ikut, Roxas?" tanya Sora kepada Roxas yang dari tadi diam saja.
"Ah.. tidak usah.. aku ada tugas untuk melanjutkan ceritaku.." jawab Roxas. "Hmm.. cerita lagi.. udah deh.. refreshing dulu.. biar dapet ide banyak.." ucap Sora. "Memang Roxas itu author?" tanya Vanitas.
"Err.. tidak! Aku hanya mengumpulkan cerita ke guruku!" jawab Roxas. Sora merangkul Roxas. "Sudahlah.. ikut saja.." ucapnya. "Soal cerita, akan kubantu deh!" tambahnya. Roxas terlihat bingung sementara yanglain—Ventus, Vanitas, Riku, dan Demyx—sedang berharap kalau-kalau dirinya ikut. "Baiklah.." ucap Roxas pada akhirnya.
.
.
~Rokuso~
.
.
Keesokan harinya, Sora datang lebih awal dari sebelumnya. "Jam 6:30.. hmm.. mana yang lain?" gumamnya sambil menaruh tasnya di dekat pintu. "Sora!" seru seseorang sehingga Sora loncat dari tempat dia berdiri. Dia menoleh keasal suara. "Ouh.. Roxas.. buat kaget saja.." ucapnya. Roxas menyengir. "Biasanya kau datang pas-pasan bel mau masuk.. kenapa sekarang jadi cepat?" tanyanya.
"Eh.. aku hanya ingin datang pagi-pagi kok!" jawab Sora. Roxas meletakkan tasnya di bangku belakang, dekat tempat duduk Sora. "Ketempat biasa yuk!" ajak Sora sambil merangkul—atau lebih tepatnya hampir mencekik—Roxas. "Uhh.. ya!" ucap Roxas yang tak bisa menolak ajakan sang ketua kelasnya yang agak keras kepala dan terlalu periang. Setibanya di tempat biasa para personil band kita, terlihat seorang pemuda berambut silver pendek. "Riku?" panggil Sora. Pemuda itu menoleh. "Oh! Kalian sudah datang rupanya!" ucapnya. "Yap!" ucap Sora singkat sambil—hampir—mencekik Roxas. "Le..lepaskan aku!" pinta Roxas sambil meronta-ronta. Dia hampir kehabisan nafas. "Ups! Maaf!" ucap Sora sambil melepas Roxas. "Aku bisa mati.." gumam Roxas sambil memegangi lehernya. "Mana duo V—Ventus, Vanitas—sama Demyx?" tanya Riku.
"Entahlah.." jawab Sora sambil mengangkat kedua bahunya. "Hari ini masih Class Meet ya?" tanyanya. Riku mengangguk. "Pertandingan Basket.." ucapnya. "Kurasa, 8-4 menang.." ucap Sora. "Kenapa?" tanya Roxas.
"Kan ada Hayner, si jago basket.." jawab Sora sambil menopang kepalanya di kedua tangannya yang diletakkan dibelakang kepala. "Kelas kita juga ada yang jago basket.." ucap Roxas. "Siapa?" tanya Sora. Roxas berbisik ke Sora sehingga membuat Riku tak nyaman. "Oh.. kau tau dari mana?" tanya Sora lagi.
"Teman sekelasnya.." jawab Roxas enteng sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Tiba-tiba, duo V datang. Ya, mereka selalu bersama karena rumah mereka berdekatan. "Jiah.. mereka berdua lagi.." dumel Riku. "Kalian sudah dapat kabar belum?" tanya Ventus. Roxas, Sora, dan Riku menggeleng. "Pemenang audisi gombalnya itu Sora! Trus, yang kedua itu Vanitas, yang ketiga itu Roxas!" ucap Ventus. "Vanitas pemenang kedua?" pekik Riku. Vanitas mengangguk. "Sejak kapan kau ikut?" tanya Sora kepada Vanitas.
"Aku peserta nomor satu.." jawab Vanitas. "Kalian tau darimana?" tanya Sora tak percaya.
"Aku lihat di pintu ruang OSIS.." jawab Ventus. "Ayo kesana, Roxas!" ajak Sora lagi sambil menarik lengan Roxas lalu melesat seperti kilat menuju ruang OSIS. Ventus, Vanitas, dan Riku hanya bersweatdrop saat melihat tingkah laku Sora. "Sora kenapa sih?" tanya Vanitas.
"Entahlah.. dari tadi, Roxas jadi incarannya terus.." jawab Riku. "Mungkin Sora suka sama Roxas.." celetuk seseorang. "Demyx?" pekik mereka bertiga. Demyx berjalan mendekati Ventus. "Tadi, di dekat ruang OSIS kenapa ramai sekali?" tanyanya.
"Pengumuman pemenang lomba audisi G.." jawab Riku. Demyx hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
~SKIP TIME!~
"Akh! Capek!" keluh Sora saat dirumah Roxas. Dia sudah berjanji untuk membantu Roxas mengerjakan ceritanya. "Hei.. masih 100 kata lagi tuh!" ucap Roxas. "Masih banyak? Ah! Aku capek sekali Roxy!" keluh Sora lagi. "Waktu itu, siapa yang suruh aku ikut kerumah Ven?" tanya Roxas.
"Ah.. ya, aku salah! Aku yang mengajakmu! Puas?" tanya Sora jengkel sambil melanjutkan mengetik cerita Roxas. Roxas tertawa. "Setelah ini, kita makan! Tenang saja!" ucapnya sambil berdiri dari bangkunya lalu berjalan keluar ruang kerjanya. "Berat juga ya.." gumam Sora. Dia menatap ke sekeliling uang kerja Roxas lalu melanjutkan tugasnya. Tiba-tiba Roxas masuk kedalam ruang kerjanya. "Sudah selesai?" tanyanya. Sora mengangguk. "Sudah dari tadi.."ucapnya sambil bangkit dari duduknya. "Sudah 3,000 kata tuh.. capek banget!" tambahnya. Roxas tertawa. "Kan jatahnya sudah 1,500 kata per orang.." ucapnya. Mereka berdua diam sejenak. "Err.. sudah di save?" tanya Roxas. Sora mengangguk. "Tuh.. ada makanan dibawah.. kau makan dulu.." ucap Roxas. "Kau?" tanya Sora.
"Ada yang harus di bereskan.." jawab Roxas lalu duduk di meja kerjanya. Sora berjalan kearah Roxas. "Memang apa?" tanyanya. Roxas mendorong Sora. "Sudahlah.. kau makan dulu sana!" ucapnya. Sora langsung keluar dari ruang kerja Roxas.
~Beberapa menit kemudian~
"Akhirnya.. sudah 40,000 kata.." ucap Roxas lega. Sora menutup buku tulis milik Roxas. "Cepat sekali.." gumam Sora. "Huh! Jelas! Aku tidak seperti kau! Ngetik aja lama.." cibir Roxas. Sora mengalihkan pandangannya dari Roxas menuju jam dinding. "Eh? Sudah jam 8 malam! Aku harus pulang!" pekik Sora lalu mengambil tasnya. "Sampai jumpa Roxy~" ucapnya sambil keluar dari ruang kerja Roxas. "Ah! Terima kasih ya!" teriak Roxas dari luar jendela. Tapi Sora tak mendengar ucapan terima kasih Roxas.
-keesokan harinya-
"Hoaahh! Enggak nyangka.. ternyata bosenin banget.." keluh Riku sambil mengutak atik bass-nya. Mereka sedang latihan dirumah Roxas. "Iya.. Roxas kemana sih?" gumam Vanitas sambil memainkan stik drumnya. "Dia bilang, mau mengambil catatan lagunya di kamar.." ucap Ventus sambil duduk meringkuk di lantai—ngapain dia?—. "Sebentar lagi.. mungkin dia kembali.." hibur Demyx. Dia sibuk dengan dirinya sendiri. "Tuh Roxas!" ujar Sora sambil menunjuk seorang pemuda berambut blonde. "Nih! Kalian foto copy sendiri-sendiri saja ya!" ucap Roxas sambil menyerahkan buku catatan musiknya. "Hah? Kita nyanyi ini? Kau serius Roxas?" tanya Ventus. Roxas mengangguk. "Hei hei! Bukankah lagu ini terlalu cepat temponya?" keluh Sora. Roxas menatap Sora. "Yang akan menyanyi siapa?" tanyanya jutek.
"I-iya.. maaf.. Roxas!" ucap Sora. "Pssstt.. kenapa Roxas sekarang jadi jutek begitu ya?" tanya Ventus kepada Sora.
"Aku tidak tau.." jawab Sora. Ventus menatap Roxas. "Sudahlah.. kita menurut saja.." ucapnya. "Oke.. kita mulai latihan.." ucap Roxas. Sora, Ventus, Vanitas, Riku, dan Demyx terkejut. "Sekarang?" tanya mereka serentak.
"Ya.." jawab Roxas enteng. "O-oke.. Roxas.." ucap Ventus yang mewakili jawaban Sora, Vanitas, Riku dan Demyx.
Pulangnya di rumah Sora,
"Aku pulang.. nee-chan.." ucap Sora. "Hore!" teriak Yuu dari belakang Sora sehingga Sora meloncat karena terkejut. "Grrr.. jangan mengagetkan orang dong, nee-chan!" ucap Sora. Yuu tertawa. "Siapa suruh kau pulang dengan wajah lesu?" tanyanya.
"Ukh.. maaf deh.. Sora lagi capek nih!" jawab Sora. "Loh, capek kenapa?" tanya Yuu.
"Tadi, saat latihan, tidak enak.." jawab Sora. "Loh, kenapa latihannya enggak disini saja sih?" tanya Yuu lagi.
"Huh.. Roxas tidak mau.." jawab Sora sambil berlalu. Dia berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, membuka pintu kamarnya, menutupnya, lalu merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk. "Akh.. Roxas kenapa ya.." gumam Sora sambil menatap langit-langit kamarnya. Dia menatap layar HPnya. Tiba-tiba,
Dream Rocker, my killer, my lover.. I I I will battle for the sun..
"Eh? Roxas menelfonku?" gumam Sora. Diambilnya hp yang tergeletak di meja kecil dekat kasurnya, lalu diangkat telfon dari Roxas.
"H-halo.. ini Sora kan?" tanya suara di sebrang.
"Ya.. Roxas.. ini aku.. ada apa?"
"Aku mau minta maaf.."
"Untuk apa?"
"Tadi.. saat latihan.. aku kelihatan jutek.. ngg.. apa yanglain kesal tadi?"
"Ventus bilang, 'kenapa Roxas menjadi jutek kayak gitu?'.."
"oh.."
"Roxas.. aku mau tanya sesuatu.. boleh?"
"Hm! Tentu! Tanyalah!"
"Kau kenapa jutek banget sih tadi?"
"Ngg.. aku lagi marahan sama nii-chanku.. jadi.. saking kesalnya, tak sengaja, aku menjadi jutek kepada kalian.."
"Oh.. apa sekarang kalian sudah baikan?"
"Ya! Mungkin saja.."
"Kok mungkin? Masih marahan kah?"
"Tidak.. hanya saja.. nii-chan masih meledekku.."
"Sudahlah.. abaikan dia.."
"Terima kasih ya, Sora.."
"Eh, untuk apa?"
"Telah membolehkanku..curhat sedikit.. hehee.."
Aku tersenyum saat mendengar itu. "Hm.. tidak apa-apa.."
"Kalau begitu.. sampaikan kepada yang lain ya.. aku minta maaf.."
"Tentu saja.. hanya itu?"
"Hmm.. kurasa ya.. terima kasih ya.. Sora.."
"Ya.. sama-sama.."
PIK!
"Ternyata hanya marahan.." gumam Sora. Dia berjalan menuju jemuran handuk lalu mengambil handuknya dan bergegas mandi. Setelah mandi, dia mecium sesuatu. "Hmm.. mentega.. kelihatannya enak deh.." gumamnya lalu berjalan menuju ruang makan. Dia melihat Yuu, kakaknya, tengah masak daging dan kentang goreng. "Oh, Sora! Ayo makan!" ucap Yuu sambil meletakkan daging di atas piring dan menatanya sedemikian rupa sehingga kelihatan seperti masakkan berbintang lima. Yuu menuang saus daging diatas daging dengan hati-hati sehingga membuat Sora agak jengkel dan ingin langsung menumpahkan saus itu. "Silahkan makan!" ucap Yuu. Sora tersenyum tipis. "Terima kasih.." ucapnya. "Sama-sama!" ucap Yuu lalu duduk disebelah Sora lalu memakan makanannya. Setelah kenyang dan mencuci piring, Sora langsung naik ke kamarnya. Ditatapnya layar HP Samsung Galaxy S III-nya. "Eh? 8 panggilan tak terjawab? Siapa itu?" gumamnya lalu membukanya. Dia hampir melempar HPnya saking terkejut karena Roxas memanggilnya sebanyak 7 kali dan Ventus memanggilnya 1 kali. "A-ada apa ini?" ujarnya panik. Dia langsung menelfon keduanya. "Roxas dulu.." gumamnya. Tapi tidak ada jawaban. "Akh.. yah.. Ventus saja deh.." ucap Sora.
"Halo?"
"Halo.. ini Ventus 'kan?"
"Yap! Eh, Sora! Kau kenapa ku telfon tidak bisa?"
"Ngg.. maaf.. aku lagi makan malam dengan nee-chanku.."
"Huh! Kita lagi nungguin kau!"
"Egh? Ada acara apa nih?"
"Udah deh! Datang aja ke Twilight Station clock tower!"
"Oh.. o-oke.."
"Datang ya! Awas kau!"
"I-iya.. dah.."
Sora POV
Akh! Gawat nih! Masa jam segini disuruh ke Twilight Station clock tower? Kurang kerjaan banget deh! Aku langsung mengganti bajuku, tak lupa memakai jaket karena udaranya sangat dingin, lalu belari keluar kamar dan meraih sepatu andalan—yang mudah dipakai—ku. "Hei hei! Kau mau kemana?" tanya Yuu-neechan.
"Ah! Aku buru-buru! Sampai jumpa, nee-chan!" jawabku sambil meraih kunci motorku lalu menyalakan mesin motor, dan melesat pergi menuju Twilight Station. Setibanya, kulihat Ventus, Roxas, Vanitas, dan Riku berada di clock tower. Tanpa basa-basi, aku langsung menuju ke atas. Setribanya, aku disambut oleh Vanitas. "Ouh.. ini orangnya datang!" ucapnya sambil menunjukku. "Ah.. gomen.." ucapku. Kulihat Roxas berjalan kearahku. Tiba-tiba dia memelukku. "Eh.. Roxas?" pekikku. Dia melepas pelukannya. Wajahnya memerah. "Uhh.. maaf ya.." ucapnya. Aku bingung. Untuk aa dia meminta maaf? Memang dia salah apa padaku? Tiba-tiba dia mencium bibirku sekilas. Aku terkejut. Yang lain menyoraki Roxas. Apa yang dia lakukan barusan itu? Untuk apa? "Ah, dia juga punya kabar, kalau dia ingin kerumahmu untuk mel—mmhh!" perkataan Ventus terpotong karena bibirnya di bungkam oleh Vanitas. "U-untuk apa?" tanyaku.
"Untuk melihat peralatan band barumu!" jawab Vanitas. "Oi! Aku kehabisan nafas!" ucap Ventus sambil mendorong Vanitas. "Hei hei.. jangan dorong-dorongan! Nanti jatuh!" ucap Riku. "Hei Riku! Bagaimana kabar kakakmu?" tanyaku.
"Oh.. Rikku-neechan.. pakaiannya tidak berubah.." jawab Riku sambil melipat tangannya didepan dadanya. Aku tertawa. "Nee-chanku bilang, dia punya sesuatu untuk Rikku-neesan!" ucapku. Riku menghela nafasnya. "ya.. nanti kuberitau dia.." ucapnya. "Hei.. bagaimana kalau setiap pentas, kita pakai peralatan band milik Sora?" usul Roxas. Ventus dan Vanitas yang tadi sedang kejar-kejaran layaknya kucing mengejar tikus, sekarang diam dan berpikir. "Ide bagus!" ucap Riku. Duo V juga mengangguk-anggukan kepala mereka*a/n: author lagi males ngetik nama mereka berdua.. kelibet-libet.. -_-a /dzig*. "Tapi, seperti apa?" tanya Vanitas.
"Hmm.. bagaimana kalau besok kerumahku untuk mengetahuinya?" usulku. Semuanya mengangguk. "Pasti keren.." gumam Ventus. "Ya lah! Kan Townsed-neechan yang memberikannya untuk Sora!" ucap Riku. Ah, aku malu saat Riku mengatakan itu. Aku jadi merasa anak terkaya kedua setelah Roxas. Padahal yang kaya itu bukan aku maupun nee-chan. Melainkan ibu dan ayahku. Aku heran, darimana Yuu-nechan mendapatkan uang sebanyak itu? Dari ayah dan ibu? Ah, tidak mungkin! Mana mungkin! Ayah dan ibu sudah pergi keluar kota selama 2 tahun! Terkadang pulang, tapi kembali lagi pergi pada keesokan harinya. "Eh, aku pulang duluan ya! Nanti, aku takut kalau nee-chanku mencariku!" ucapku. "Aku ikut!" ucap Roxas. "Sampai jumpa!" ucap duo V dan Riku kepada kami. "Ya!" balasku. Setibanya dibawah, aku naik motor ninja-ku lalu menyalakan mesinnya. Setelah mesin dinyalakan, aku menyuruh Roxas untuk naik. Setelah semua siap, aku menjalankan motorku dan mengantar Roxas pulang. Entah kenapa, mengapa Roxas hari ini begitu berbeda. Aku heran. Heran sekali.
Setelah aku mengantarkan Roxas pulang, aku tiba dirumahku. Ya, rumahku dan Roxas tidak jauh dan tidak berdekatan. Saat aku membuka pintu rumah, kulihat nee-chan sedang duduk di sofa sambil membaca buku tebal. "Heh.. kemana saja kau?" tanyanya.
"Ngg.. a-aku.. baru pulang dari Twilight Station.." jawabku. Nee-chan menatapku. Dia menghela nafas. "Sudahlah.. tidur sana!" perintahnya. Aku mengangguk lalu bergegas menuju kamarku yang berada dilantai dua. Sesampainya, aku langsung melepas jaketku dan mengganti bajuku. Sebelum tidur, aku sempatkan untuk menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang. "Ah.. andaikan dia ada disini.." gumamku. Kupejamkan mataku. Hei, bila kau disini, menatap bintang-bintang, apa yang akan kau katakana padaku?
"Ah! Aku harus tidur!" ucapku pada diriku sendiri lalu tidur di kasurku yang empuk.
~Paginya~
-Normal POV-
BYUR!
"Huaa!" jerit Sora. Dia terdiam sejenak saat tau kalau orang yang mengguyurnya adalah kakaknya. "Ah.. hentikan nee-chan!" ucap Sora. "Kalau tidak seperti ini.. kau akan telat.. So-chan.." ledek Yuu. "Jangan panggil aku dengan sebutan So-chan.." ucap Sora. Yuu tertawa. "Udah jam 7 lewat tuh!" ujarnya sambil menunjuk jam dinding. "HAAAHH?" pekik Sora kaget. "Waduh! Aku telat!" tambahnya lalu belari menuju kamar mandi. Sora langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan. "Aku berangkat!" ucapnya sambil menyalakan mesin motornya lalu pergi dengan kecepatan penuh. Yuu hanya menggelengkan kepalanya. "Padahal, masih jam 6 lewat 35 menit.. ah.. biarlah.. kali ini aku sukses sudah mengerjainya.." gumamnya lalu tertawa lepas-author: maaf, dia rada gila.. -a-. setibanya disekolah, Sora hanya melihat 4 anak di kelasnya. "Eh.. Sora.. tumben kau cepat datang ke sekolah.. biasanya telat.." gumam Kun. "Eh? Cepat? Sekarang jam berapa?" tanya Sora.
"Jam enam lewat lima puluh satu menit.." jawab Kun sambil melihat jam tangannya. "Hah? Tapi.. kata nee-chan sudah jam tujuh lewat.." gumam Sora. tiba-tiba Kun tertawa. "Apa yang lucu?" tanya Sora.
"Tidak ada.. mungkin, nee-chanmu itu mau kalau kau masuk lebih cepat!" jawab Kun. Dia berhenti tertawa. Sora meletakkan tasnya di dekat pintu masuk. "Hei.. aku dapat kabar.. kalau hari ini Roxas, Riku, dan Ventus tidak masuk.." ucap Kun. "Kenapa?" tanya Sora lagi.
"Loh.. bukankah kau temannya? Mereka akan latihan untuk lomba band di dekat Twilight Station.." jawab Kun. Sore melotot. Tunggu! Sepertinya, Roxas tidak memberitahuku! pikir Sora. dia langsung mengecek HP-nya sambil belari keluar kelas lalu menelfon Roxas.
"Halo?"
"Ah! So..ra? baru saja ingin ku telfon.."
"Eh! Kau ini! Mau ada lomba kok aku tidak diajak?"
"Hehee.. maaf.. emm.. sampaikan kepada Terra juga ya.."
"Oh.. oke lah.."
"Kutunggu di rumahku.."
"Ocee.." ucap Sora lalu tertawa kecil. Sora lalu belari menuju kelas-nya Terra. Setibanya, dia tak melihat Terra. Melainkan teman sekelasnya, Wakka yang sedang bermain blitzball. "Wakka!" panggil Sora. Wakka menengok kearah Sora. "Yo! Sora!" sahutnya. Sora belari kearahnya. "Kau melihat Terra?" tanyanya.
"Egh.. dia tidak masuk hari ini.." jawab Wakka. Sora kaget. "Kenapa?"
"Aku dengar kabar dari ibunya, bahwa dia kecelakaan.." jawab Wakka lagi. Sora melotot kea rah Wakka. "Ka-kau serius?" tanyanya.
"Ya.." jawab Wakka.
Sora P.O.V
Aku tak percaya. Sungguh kah Terra kecelakaan? Tunggu! Bukankah, selama Class meet Terra tidak pernah kelihatan? Ada benarnya, dia ku telfon. Aku mencari nama Terra dari 363 kontak di Hp-ku. Setelah ketemu, aku langsung menelfonnya.
"Ah, hallo?" tanya suara di sebrang. Ini suara Terra! Pikirku.
"Terra?"
"Oh.. Sora.. ada apa?"
"Kau ada dimana?"
"Dirumah sakit.. oh ya, maaf kalau aku belum memberitaumu kalau aku kecelakaan.."
"Seharusnya, kau juga memberitau Roxas dan yang lain.." kudengar Terra tertawa.
"Maaf.. aku akan memberi taukannya sekarang.."
"Kenapa kemarin-kemarin tidak?"
"Maaf.. kemarin aku tak sempat karena aku sering tidur.."
"Oke.."
"Apa aku masih bisa ikut band?" tanya Terra dengan suara sedih.
"Tentu!"
"Trims ya.. sampai jumpa.."
PIK!
Aku agak lemas saat mendengar hal itu. Aku segera mengambil ranselku lalu pergi menuju rumah Roxas. Setibanya, aku disambut oleh Roxas. "Sora! Kau sudah dengar semuanya?" tanyanya.
"Tentang Terra? Tentu aku sudah.." jawabku. Roxas menatapku sebentar. "Oh.. okelah.. ayo masuk!" ajaknya lalu menarik tanganku ke rumahnya. "Roxas, bukankah hari ini jadwal untuk latihan?" tanyaku.
"Ya.. tapi, kami akan diskusi dulu.." jawab Roxas. "Untuk apa?"
"Hari Minggu nanti, kita akan menjenguk Terra.." jawab Roxas lagi.
-To be Continue-
Piuh, akhirnya selesai.. setelah berbulan-bulan, saya mengidap WB(?) dan pada akhirnya sekarang baru menerbitkan cerita.. dengan ini, part saya selesai.. berikutnya dilanjutkan oleh kak Erza.. TT^TT
Koneksi abal,
Lepi udah Lowbat,
Speedy sempat bermasalah, TT^TT
Review, min'na? :3
