wOy Bocah Lanang comeback!

Karena Bocah Lanang merasa FF ini gak ada waktu buat dilanjutin, jadi Bocah Lanang bikin sequel dari ch pertama itu ya, mian, hehe

Ehem, sebenernya ini bukan sequel sih, lebih semacam suatu flashback yang sebenarnya terjadi pada ch pertama. Karena ada adegan-adegan yang Bocah Lanang potong biar seolah mereka benar-benar tidak peduli, ehehe..

EXO12-XLKSLBCCDTKS: Iya, ini cerita aslinya, hehe

Aliyya: Tak Peduli, hehe

BabyWolfJonginnie'Kim: BocahLanang bukan mengaretkan ff, tapi melumutkan ff(?) hehe, mungkin besok mau mem-fermentasikan ff(?) thanks for support!

Tikha Semue RyeoLhyun: Iya, mereka blowjob satu sama lain.. keke

Mizukami Sakura-chan: next

Cute: Iya, Sehun sok bangeet orangnya..

Rofi. Mvshawol: malem hukuman? Ch 3 mungkin..

Afnikimni001: TBC kok, hehe

KaiNieris:Iya, Istri yang cocok.. hehe

Miszhanty05: sip!

Joy Wu. 94: Kai dihukumnya di ch 3 kok

Hadisya. Aghenia: Pasti bro!

Ainurulnaf: Sweet HunKai! Yey!

Sniiwy07: Itu semua dilakukan semata-mata demi kelangsungan hubungan mereka, hehe

Novisaputry09: yey! Hijau!

Dejong13: iya, Cherry Blossoms nanti Sehun menggalau -_-

Ayu schoen: 88Ninja Fault keserempet ff baru sih, hehe

Jongkwang: O.o aku tak peduli.. hehe

Thanks all udah review, kesannya positif dan pada minta sequel, jadi Bocah Lanang kasih secret yang sebenarnya terjadi pada hari itu, sebenarnya mereka mesra-mesraan di sekolah loh.. Cuma scene so sweet itu sengaja Bocah Lanang skip jadi kelihatannya HunKai musuhan yah? Hehe

So this is Sequel! Yey! Ayo teriak HunKai Jjang!

So, inilah yang sebenarnya terjadi!

When you When me

UN-CUT!

WHEN YOU WHEN ME

Pair: Oh Sehun (seme) x Kim Jongin/Kai (uke)

..

.

.

.

This is..

WYWM

Tak Peduli

"Mau sampai kapan disitu Kkam.." suara itu terdengar amat mengejek. Sial, Kai sungguh tak punya masalah dengan ketua OSIS berwajah pangeran berkata tajam menusuk itu.

Chanyeol sunbae lah yang memulai sejak awal tadi! Kai merutuki dirinya yang tidak menyadari bahaya buruk tadi.

"Aku segera kesitu" Kai berjalan tertatih.

Bruk..

Kai menjatuhkan tasnya asal di meja Sehun.

Sreeet..

"Duduklah" Sehun menyiapkan kursi untuk Kai. Mereka memang satu kelas dan satu bangku.

Sudah begitu sejak taman kanak-kanak. Dan ciuman pertama Kai diambil Sehun saat taman kanak-kanak juga.. huft, benar-benar pervert namja albino itu.

"Tidak bisakah kita berdamai sehari saja?" Kai sejenak memandang namja tampan disampingnya. Kedua mata Kai memberi tatapan puppy eyesnya. Kai benar-benar tidak mau mendapat hukuman nanti malam. Bisakah sehari ini-sampai esok pagi-ia berdamai?

"Apa pedulimu?" Sehun ikut menatap Kai. Pandangan yang berbeda. Mata tajam Sehun seolah ingin menelanjanginya. Ingat! Menelanjangi, bukan menguliti. Sungguh pervert tunangannya itu.

"Cih.. aku tak peduli.. tentusaja kau tetap akan melakukan 'itu' padaku setiap malam" Kai memalingkan wajahnya takut Sehun melihat pipinya yang kembali bersemu, dan bel pelajaran berbunyi setelahnya.

Mereka, Oh SeHun dan Kim JongIn.. dua namja tampan yang selalu banyak dikejar oleh namja maupun yeoja. Sayangnya mereka adalah rival sejati sejak kecil.

Padahal, jika mereka berdua berteman, mungkin mereka bisa menjadi partner yang serasi. Sama-sama terkenal dan tampan.

Itu hanya pandangan dari luar saja bukan?

Jelas saja mereka memang harus ditakdirkan bersama. Yang manis seperti Kai memang pantas bersanding dengan yang tampan seperti Sehun. Begitupun sebaliknya.

Bahasa dan perilaku mereka membuktikan bahwa tak ada pertengkaran sehari saja.. sungguh.. pertengkaran dalam ranjang maksudku.

02.30 PM..

"Baikah, anak-anak, jangan lupa dua hari lagi kumpulkan makalah biologi, kalian bebas memilih temanya, kelompok sepasang sesuai undian tadi" seonsaengnim segera keluar kelas dan siswa mulai riuh bersemangat pulang.

"Kenapa aku harus satu kelompok denganmu.. ini tidak adil" Kai menggerutu memandangi namja albino yang baru masuk kelas dengan wolesnya saat jam pelajaran hari ini usai. Sehun memang tidak main-main dengan ucapan 'tidak bisa mengikuti pelajaran hari ini karena sibuk di ruang OSIS'.

Nyatanya, namja putih itu masih sibuk dengan kertas-kertas kinerja OSIS yang berserakan.

"Aku sibuk, kau saja yang buat" Sehun masih menata berkas ditangannya.

"Tak akan kucantumkan namamu dalam makalahnya" Kai mengancam dengan nada lemas. Kepalanya ia jatuhkan pada tas diatas mejanya. Mata sayunya mengamati wajah tampan serius tunangannya itu.

"Kau masih mengantuk?" Sehun betanya dengan nada yang bahkan seolah terpaksa bertanya (Tidak ada niat bertanya), karena kalau memang Kai mengantuk, maka acaranya menghukum Kai nanti malam bisa berakhir dengan Kai yang tertidur duluan.

"Itu karenamu, tuan Oh Yehet.. aku membencimu" Kai menatap sengit namja tampan yang bahkan tak meliriknya sama sekali.

"Aku tak peduli.. aku juga mencintaimu" Sehun memasukkan semua berkas itu kedalam map hingga rapi.

"Aku ada janji dengan Chanyeol sunbae sore ini, jangan merindukanku" Kai menatap remeh Sehun. Kai memang suka memanas-manasi seme tampannya itu.

"Jika aku rindu, aku tinggal menhajarmu, nanti malam" Sehun beranjak dari kursinya. Memakai tasnya dan menjinjing map biru tua itu.

"Kenyataannya.. hanya aku yang memenuhi ruang hatimu kan?" Sehun berujar lirih ditelinga Kai. Kalimat itu sukses membuat mata Kai melebar.

"Se-Sehun-Kau.." Kai menatap ragu wajah cool yang kini amat dekat dengan wajahnya.

"Ya, aku tak peduli.. hanya ada aku dihatimu" Sehun menampilkan senyum miringnya. Menahan seringainya.

Sehun memberikan pukulan telak pada pelipis Kai lalu pergi dengan santai menuju ruang OSIS.

Meninggalkan Kai seorang diri.

Kai tidak bergerak. Bukan, Kai masih sadar. Pukulan itu tentu bukan pukulan biasa. Pukulan dipelipis itu menggunakan cinta, ya.. ciuman di pelipis dari Sehun itu bagaikan pukulan mematikan bagi Kai. Benar-benar manis yang polos..

Perlakuan ketua OSIS tadi membuatnya membatu untuk beberapa detik sebelum detik berikutnya ia berlari mengejar waktu menuju parkiran.

At Parking Lot..

"Maaf Chanyeol sunbae.. aku terlambat.. hosh.. hoshh" Kai sedikit mengatur nafasnya karena berlari kencang.

"Kau bisa berlari? Bukannya tadi pagi kakimu terkilir?" Chanyeol menatap takjub.

"Ah, seseorang sudah mengobatinya, lihat" Kai melepas sepatunya. Kai memang tak pernah pakai kaos kaki dan terlihat dipergelangan kaki Kai yang terkilir. Sudah dibalut dengan kain khusus yang mencegah pembengkakan karena terkilir.

"Apa sudah dibenarkan?" Chanyeol turun dari motornya. Meraih kaki Kai tersebut dan mengelusnya pelan.

"Sudah ditarik dan dipijat kok tadi" Kai berkata jujur dan itu terlihat imut. 'tentu saja! Albino pervert itu menyusulku ke UKS dan membantuku mengobati, tapi setelahnya dia meminta imbalan.. keterlaluan..' Kai merutuk dalam hati.

"Baiklah, kau bisa berlari begitu, berarti memang sudah lebih baik" Chanyeol memberikan senyuman terbaiknya.

.

FlashBackOn..

"Saem, bolehkah aku mengobati kakiku?" Kai merasa kakinya sudah sangat berdenyut sakit dan untuk mengangkat saja sangat nyeri.

"Astaga! Ada apa dengan kakimu Jongie?" Baekhyun yang duduk didepan Kai terkejut melihat mata kaki Kai yang membiru. Tidak hanya Baekhyun, seluruh siswa dikelas terlihat amat cemas. Namja semanis Kai tidak boleh terluka.

"Arraseo, kau boleh ke UKS bersama Baekhyun, dan jangan coba kabur dari sekolah" Kwon Saem mengijinkan Kai.

"Apa itu artinya-" Kai berimajinasi cukup panjang.

"Ya. Kau boleh bolos jam pelajaran, tapi tidak untuk keluar sekolah" Kwon Saem tahu apa yang ada dipikiran siswa badboynya itu.

"Yes!" Kai bersorak senang.

"Hanya sampai istirahat kedua dan setelahnya kau kembali, kalau kau tidak ada di kelas pada jam ke enam dan ke tujuh, skormu bertambah" Kwon Saem berkata mutlak dan segera melanjutkan pelajarannya.

"Apa?! Aniyo.. huwee" Kai merengek namun segera sadar saat semua teman sekelasnya memandang antusias dan beberapa mengatakan dirinya 'cute' dan sebagainya. Segera ia tarik Baekhyun untuk memapahnya dan keluar menuju ruang UKS.

Cklekk..

"Baek, dimana petugas UKSnya?" Kai yang sudah duduk di ranjang UKS mengamati sekeliling ruang cukup luas berisi sepuluh ranjang putih dengan sekat gorden putih yang semuanya terlipat rapih. Tidak ada orang lain selain mereka berdua disana.

"Entah. Biar aku saja yang mengobatimu" Baekhyun mengambil kotak obat dan perban. Setelahnya Baekhyun duduk di pinggir ranjang. Membuka satu persatu sepatu Kai.

"Uh.. kau memang manis sejak awal Jong.." Baekhyun makin percaya bahwa Kai itu uke setelah melihat kaos kaki hijau pororo yang dikenakan Kai.

"Ini milik adikku Byun!" Kai membela dirinya. Merutuki dirinya yang tidak melepas sendiri sepatunya.

"Kau tidak punya adik, manis.." Baekhyun selesai melepas kedua sepatu dan kedua kaos kaki Kai, meletakkannya rapih di lantai.

"Jong, bolehkah aku.. Ehem.. menciummu?" Baekhyun membingkai pipi Kai, menatap lurus dengan penuh perasaan.

"Aku-"

"Byun Baekhyun. Pelecehan tidak dibenarkan di sekolah ini. Sebaiknya kau keluar sebelum aku bertindak lebih" suara dingin mengancam itu tepat dibelakang Baekhyun. Kai bahkan tidak menyadari kedatangan namja itu.

"A-a.. aha.. Sehun-sii, mian, aku tidak bermaksud melakukan itu. Hehe, peace.. Gyaa!" Baekhyun segera berlari. Menutup pintu dan terdengar langkah larinya dengan cepat menjauh. Bisa babak belur dia ditangan Sehun yang pernah menghajar Siwon saem sampai pingsan. Sampai saat ini sekolah belum tahu apa yang membuat keduanya baku hantam, dan Siwon saem kini terlihat takut dan enggan menjawab saat ditanyai perihal perkelahian itu. Yah.. tentusaja, karena Siwon saem meremas butt Kai saat menghukum Kai didepan kelas.

Sehun kembali ke pintu untuk melihat keadaan diluar lalu mengunci pintu UKS.

Jujur Kai sangat ketakutan sekarang.

"Oh JongIn.." Sehun menaiki kasur dan Kai semakin beringsut dengan susah payah karena kakinya tidak bisa mendorong tubuhnya menjauh.

"Sehun, aku bisa jelaskan-ah!" Kai langsung terjatuh dari duduknya. Terlentang di kasur dengan Sehun yang menindihnya.

"Haruskah sekarang aku memasukimu agar kau tidak melirik yang lain?" Sehun mengecupi pipi Kai, turun ke leher Kai.

"Ani, Baekhyun hanya diperintahkan Kwon Saem untuk mengantarku ke UKS karena aku sulit berjalan-akh!" Kai memekik ketika Sehun berhasil membuat sebuah kissmark di leher jenjangnya.

"Pembohong manis. Mana ada menghantarkan sampai hampir menciummu begitu, hm?" Sehun menyeringai melihat mata Kai yang bergerak gugup.

"Tapi sungguh aku-"

Sreet..

"Sudahlah. Aku mengerti. Kemarikan kakimu" Sehun segera menjauhkan tubuhnya dari atas Kai dan duduk memangku kaki kanan Kai yang memerah dan biru terlihat menyakitkan.

"Gwenchana, sekarang malah terasa mati rasa" Kai mencoba menenangkan Sehun yang terlihat sangat kahwatir dibalik wajahnya yang menatap tajam kaki kanannya.

"Tahan. Ini akan sedikit sakit" Sehun memegang pergelangan kaki Kai dan telapak kaki Kai.

"Sudah kubilang itu sudah mati rasa jadi-"

Krak!

"AAAAA..!" Kai menjerit hebat dan hampir saja menampar Sehun yang kurangajar menarik kaki Kai hingga berbunyi.

"Ini memang harus dibenarkan sayang.. tahan. Aku akan memberi obat penghilang lebam dan membalut kakimu" Sehun segera mengambil salep dari kotak obat dan hati-hati mengoleskannya pada pergelangan kaki Kai.

Melihat itu, Kai jadi tersenyum dan mengusap jejak air mata yang tersisa. Sehun sangat perhatian padanya.

"Tidak sakit kan?" Sehun selesai mengoleskan obat dan mulai membalut pergelangan kaki Kai dengan kasa seadanya, sangat hati-hati. Kai berpikir keras, kenapa sekarang bisa halus tapi diranjang bisa sangat kasar?

"Karena aku bernafsu saat diranjang, sayang" Sehun menjawab dengan sangat tepat pemikiran Kai. Kai sampai shock dan melotot kaget.

"Kau bergumam cukup keras di ruangan sepi ini" Sehun menjawab Kai lagi.

"Gomawo.." Kai dengan takut-takut mengamati wajah Sehun yang masih menunduk menyelesaikan simpulnya.

"Jangan menatapku seperti itu, atau aku akan memperkosamu disini" Sehun selesai memerban kaki Kai dan mencium pergelangan kaki yang sudah dibalut kasa putih itu cukup lama. Pipi Kai makin bersemu merah melihat betapa romantisnya Sehun.

"Ah, ne" Kai menjawab seadanya.

"Jangan pakai kaos kakimu dulu, nanti bisa menghambat aliran darah dikakimu" Sehun mengambil kaos kaki hijau pororo Kai dari sepatu di bawah lantai dan memasukkannya di saku celananya.

.

.

.

"Sehun.." Kai menatap Sehun yang sudah duduk disampingnya kini. Kedua tangan Kai kemudian memegang pundak kokoh Sehun. Sang namja pucat kemudian mengangkat tubuh tunangannya dengan mudahnya untuk duduk dipangkuannya.

Brugh..

Sehun menjatuhkan tubuhnya sehingga Kai terhuyung dan terjatuh di dada bidang Sehun.

Pluks-pluks-pluks..

"Se-Sehun.." pipi Kai sudah sangat merah kini melihat Sehun dibawahnya berhasil melepas kemejanya sehingga bahu tannya terekspose. Bibir ipi situ kemudian menjelajahi setiap inci kulit tan manis Kai. Disesapnya dan ditinggalkannya kissmark pada kulit mulus Kai.

"A-ahn.. Hunh.." Kai meremat rambut Sehun sensual. Matanya terpejam dan bibirnya mendesahkan namja dibawahnya yang meremas kencang buttnya.

"Keluarkan-ahn-tanganmuh.. dari celanaku-aangh~" Kai menggeliat dalam rengkuhan Sehun.

"Aku ingin mencicipimu sekarang, chagiya" Sehun segera meraup bibir penuh Kai, melumatnya rakus.

Kai itu miliknya.

Hanya milik Oh Sehun seorang.

FlashBackOff..

.

"Chanyeol sunbae, pakaikan sepatuku~" Kai merajuk imut.

"Tentu, em.. kau imut sekali Kai-ya.." Chanyeol suka sekali melihat Kai yang imut begitu.

"Aku tidak imut! Aku tampan!" Kai cemberut dan makin imut.

"Sudah.." Chanyeol selesai memakaikan sepatu Kai.

"Gomawo sunbae.. Kita mau kemana?" Kai pasrah ditarik Chanyeol untuk naik ke motor gede berwarna biru gelap itu.

"Kita akan berkencan tentusaja" Chanyeol memakaikan helm pada Kai dan untuknya sendiri.

"Ke-kencan?" pipi Kai bersemu. Ia teringat sesuatu. 'Ya Tuhan.. aku masih ingin berangkat sekolah besok pagi.. hiks, jangan biarkan Sehun menghukumnya semalam suntuk..' Kai merengek dalam hati.

11.21 pm..

Rumah mewah yang paling elit diantara jejeran rumah mewah lainnya itu masih terang. Padahal sudah amat malam. Seorang namja berpakaian seragam SHS dengan kulit tan dan rambut silver masuk kedalam rumah itu lalu menguncinya kembali. Langkahnya sungguh berat.

Ya, itu namja manis bernama Kai/Kim Jong In..

Kai berjalan lemas menuju kamarnya. Sungguh, hari ini ia lelah.

Waktu juga tak menunggunya untuk sekedar menikmati sunset.

Kini hampir tengah malam.

"Kau dari mana saja? Ini terlalu larut" sebuah suara dingin namja menyapa pendengaran Kai. Tentusaja Sehun sudah menunggunya sedari tadi di depan komputernya.

"Apa pedulimu?" Kai meletakkan tas sekolahnya asal di lantai.

"Ya, aku tak peduli, kau harus pulang dengan keadaan tetap utuh" namja yang duduk didepan computer itu beralih merebahkan tubuhnya di kasur satu-satunya kamar itu.

"Aku mau mandi, tidur saja dulu" Kai mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi dan bunyi shower terdengar tak lama setelahnya.

Namja yang ada dikasur itu menatap kosong siluet tubuh Kai yang sedikit terlihat dari kaca kamar mandi yang ber-embun.

Tubuh itu indah tanpa sehelai benangpun, meski hanya siluet sekalipun.

Cukup lama menunggu membuat suasana makin hening.

"Kau bermain apa saja hari ini?" namja itu bertanya pada Kai.

"Pikir saja sendiri, apa pedulimu?" Kai selesai mandi dan menggunakan bathrobenya, ia tali asal lalu mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.

"Sudah bersih?" namja itu masih mengamati Kai yang berjalan menuju meja nakas.

"Aku selalu mandi dengan amat bersih untuk tidur" Kai menyisir rambutnya perlahan.

"Aku tahu" namja itu sedikit menyingkir dari kasur itu, menyisakan tempat yang pas untuk Kai.

"Jangan pandangi aku seperti itu. Aku tahu apa maksudmu" Kai selesai menyisir rambutnya. Sebenarnya jantungnya sudah berdegup amat kencang kini.

"Kau mengerti? Kalau begitu kemari" namja tampan itu mendudukkan tubuhnya dan menepuk pahanya seolah menyuruh Kai untuk duduk dipangkuannya.

"…" Kai tak membalas perkataannya namun tubuhnya memenuhi perintah itu.

"Kau wangi sekali, hm" namja itu membenamkan kepalanya diceruk leher jenjang Kai. Jemarinya perlahan meraba turun mencari tali bathrobe Kai.

"Jangan dibuka, aku tidak pakai apa-apa" Kai menahan tangan namja yang hampir saja menarik tali bathrobenya.

"Aku tak peduli.. tubuhmu milikku" namja itu menarik bathrobe Kai. Kai hanya diam saat namja itu perlahan menurunkan bathrobenya hingga pinggang.

"Hm.. masih utuh" namja itu tersenyum tipis melihat tubuh tan sexy Kai yang ada dipangkuannya.

Cpk!

"Akh!" Kai merintih sedikit mendesah ketika namja itu menggigit leher jenjangnya. Memberi tanda kebiruan. Tidak hanya satu, mungkin sampai namja itu puas mencicipi hingga ke bahunya.

"Kau sudah kutandai lagi" namja itu menjilat tanda-tanda buatannya dengan puas.

"Kau sudah menandaiku tadi saat istirahat, kenapa sekarang menandaiku lagi huh?" Kai memeluk tubuh namja tampannya itu.

"Aku harus menandaimu setiap hari" namja itu mencoba membuat tanda baru di bahu Kai yang kini seolah terhidang didepannya.

"Karena ini aku tidak bisa ikut ekstra renang! Huft!" Kai mendengus imut.

"Angh! Sudah cukup!" Kai mendesah lalu menjauhkan tubuhnya. Menatap sengit namja yang memangkunya itu.

"Kau bertambah manis dan imut, hehe" namja putih itu mengacak rambut Kai.

Kai menampik tangan putih itu dengan sebal.

Tangan namja itu hendak melepas seluruh bathrobe Kai namun Kai menahannya.

"Nanti aku kedinginan bodoh.." Kai hendak memakai lagi bathrobenya namun namja itu malah menanggalkannya dan membuang bathrobe itu jauh.

"Aku yang menghangatkanmu" namja itu menarik selimut tebal tunggal di kasur tersebut.

"Kau tidak adil" Kai menarik-narik kaos hitam yang dipakai namja itu.

"Oke, kau tiduran dulu" namja itu merebahkan dengan perlahan tubuh naked Kai.

"Jangan lihat aku, bisa merona pipimu nanti" namja itu menanggalkan kaos hitam dan celana boxernya.

"…" benar saja. Kai hanya mampu diam tak berkedip dengan wajah memerah melihat namja itu naked didepannya.

"Kajja, tidur" namja itu menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh mereka berdua.

"Ti-tidak jadi?" Kai mengrenyit heran. Biasanya Sehun tidak pernah bisa menahan nafsunya.

"Aku tidak akan mampu melakukannya saat kau terluka, baby" Sehun membelai perlahan pipi halus Kai. Membuat senyuman manis terukir disana.

"Gomawo.." Kai mengecup kilas bibir tipis namja tampan yang merengkuh erat pinggangnya kini.

"Aku akan mengantarmu ke rumah sakit besok.. seharusnya tadi" Sehun sedikit melirihkan suaranya diakhir.

Kai kini tahu apa alasan mengapa jaket merahnya tersampir indah di sofa depan serta syal kesayangannya juga disana. Sehun mempersiapkan semua yang harus dipakainya untuk menuju ke rumah sakit di hari yang agak dingin ini. Pasti Sehun sudah menunggu kepulangannya sejak jam satu siang tadi.

"Mi-mian.." Kai menunduk bersalah.

"Gwenchana, aku selalu menunggumu" Sehun mengangkat dagu Kai dan mencium bibir Kai. Kedua tangan Kai kemudian mengalung di leher Sehun. Ciuman mereka cukup lama hingga Sehun terpaksa melepas panggutan itu karena Kai yang memukul pelan dadanya menandakan sesak. Benang saliva yang menautkan keduanya akhirnya terputus dan Sehun menjilat lelehan pada bibir Kai.

"Sehun, peluk aku. Dingin~" Kai menatap imut namja itu.

Ya, namja itu Sehun, tunangannya.

"Kemari" Sehun memberikan lengannya dan Kai segera tidur dilengan putih berotot tak sempurna itu.

"Sehun, kau nyaman" Kai memeluk pinggang Sehun dan membenamkan kepalanya di dada bidang Sehun.

"Peluk aku sesukamu, akan kuberi kenyamanan" Sehun memeluk Kai juga.

"Sehun, aku tak peduli.. I'm yours.." Kai mencium kilas pipi Sehun.

"Hm, aku tak peduli , cintaku selamanya untukmu.. JongIn" Sehun mencium dahi Kai lama sekali.

"Ya, ku tak peduli.. cintaku selamanya juga untukmu.. Sehun" Kai mengeratkan pelukannya.

Detik mengiringi nafas mereka yang makin teratur dan malam perlahan membawa Kai menuju mimpi.

"Kau tahu, aku tak peduli.. kau dekat dengan namja maupun yeoja manapun karena.. kau sudah menjadi Tunanganku.." Sehun tersenyum dan mencium kilat ujung bibir Kai, lalu ikut memejamkan matanya.

Keduanya selalu saling memimpikan. Sesuatu yang manis bersama.

Tak Peduli - end

++-TBC-++

Hheehehe..

Wohoho.. *ketawa santa yang gak jadi

Bocah Lanang akhirnya mengupdate ff ini secara keseluruhan! Yey! Ch 1 itu sengaja dihapus bagian-bagian tertentu biar kelihatan kalo HunKai itu kayak musuhan, padahal aslinya ini ff Romantis sekali, hehe

Jangan berpikir mereka udah malam pertama(?) oke?

Mereka masih SHS, rencananya di akhir FF ini baru mereka bakal melakukan ehem-ehem itu.

Aku mau bikin ni FF jadi romantis aja, nyerempet M gak apa apa sih tapi gak sampe 'itu'.

Thanks :D

Review ya!