Love in Mixi © Hezlin Cherry

.

Inspired by That Guy was Splendid

(Guiyeoni)

.

RATE : M (For Save)

.

Sasuke Uchiha X Sakura Haruno

.

Romance, Hurt / comfort

.

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

.

.

.

Summary : Karena keisengannya mengomentari status seseorang dari Sekolah lain di sosmed 'Mixi', Haruno Sakura harus berurusan dengan Uchiha Sasuke si ketua Geng Taka. Hingga suatu hari ia juga tak sengaja mencium bibir sang Uchiha, membuatnya semakin jauh terjebak dalam masalah, kala ketua Geng Taka tersebut meminta pertanggung jawaban lebih padanya. Sejak saat itu pula, hidup Sakura menjadi penuh kejutan.

.

.

.

WARNING: Alur muter2 gajeness, AU, OOC, TYPO, gak sesuai EYD!?

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

.

(^▽^)↗Happy Reading↖(^▽^)↗

.

.

.

"Kita Menikah!" Titah Sasuke final seraya bangkit lalu menepuk-nepuk bokongnya yang kotor karena debu yang menempel.

"E-eeehhhh!?"

Hening sejenak

Sakura dan Ino bahkan seluruh anggota Geng Taka yang ada di situ mematung. Bahkan rasanya nyawanyapun ikut meluap mendengar perkataan pria penuh kejutan dihadapannya ini.

"I-Ino pig, dia bilang apa tadi?" Dengan nyawa yang sisa setengah, Sakura kembali bertanya pada Ino yang kini berdiri di sebelahnya.

"Dia bilang ... Menikah ... Denganmu." Jawab Ino yang juga masih mematung tak bergeming.

'Me ... nikah?!'

Lagi-lagi inner Sakura menjerit histeris mendengar satu kata yang paling sakral baginya telah diumbar oleh pria paling mempesona yang sialnya begitu menakutkan sekaligus menyebalkan dihadapannya ini.

"Teme, kau gila ya? Lihat wajahnya sampai memucat kaget begitu..." Pria kuning jabrik bernama Naruto itu menepuk bahu Sasuke sambil berbisik nyaring. Entah disengaja atau memang suara cemprengnya yang sangat nyaring walaupun sedang berbisik.

Sasuke mengelap bibir tipisnya dengan punggung tangannya, mencoba menghapus jejak tak kasat mata yang baru saja tercipta pada bibir perawan miliknya. "Ck, mau bagaimana lagi! Dia sudah menciumku!"

DOENG!

Inner Sakura serasa terjatuh dan tertimpa batu besar saat tak sengaja mendengar pria dihadapannya berbisik nyaring. 'Konyol sekali! Dia ini bodoh atau polos!'

"Hei! Kenapa aku harus menikah denganmu!?" Sentak Sakura tak terima akan keputusan sepihak tersebut.

"Karena kau telah menciumku!" Jawab Sasuke cepat.

"Che, hanya karena itu?" Balas bungsu Haruno itu, Sasuke manggut-manggut meng'iya'kan. "A-aku sudah punya pacar!" Sakura kembali memutar otak untuk lepas dari masalah konyol ini.

"Hn, aku tak peduli!"

"I-ini benar-benar konyol! Tak masuk akal!" Pekik gadis musim semi itu lagi.

Sakura masih sibuk menyanggahnya sedangkan Sasuke tak lagi menanggapinya melainkan sibuk mengalihkan pembicaraan pada anak buahnya dengan pembicaraan seputar geng yang Sakura sendiri tak mengerti.

"Aku harus pergi." Kata Sasuke sebelum berbalik dan pergi meninggalkan Sakura dan Ino yang masih menatapnya tak percaya. "Aa, telepon aku malam ini!" Tegasnya lagi sebelum berbalik.

"Apa? Aku?" Tanya Sakura bingung.

"Ya, kau pinky! Awas tak meneleponku!" Sergah Sasuke geram, "nomorku masih yang malam itu!" Lanjutnya lagi.

"Ugh! Be-beneran mau menikah?" Lagi-lagi Sakura memberanikan diri mengulangi perkataan sang Uchiha.

Ino masih terdiam sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan memperhatikan interaksi aneh bin ajaib dari sahabatnya dan pria tampan di sana.

"Dasar bodoh! Nanti kalau sudah lulus! Che, Kalau saja kau tak menciumku! Sial!" Sasuke kembali menjelaskan sambil menahan geraman kekesalannya, "ngapain lompat dinding segala sih?!" Sembur Sasuke.

"Kau juga! Ngapain sembunyi dibalik pagar, hah?" Bukannya menjawab, Sakura justru balik bertanya.

"Ck, sudahlah!" Decak sang ketua geng tersebut tajam, "intinya kalau tak ingin mati, malam ini kau harus menelponku!" Putusnya final sambil melenggang pergi tanpa mendengar jawaban gadis pinky yang telah menjadi tawanannya sekarang.

"HUH! BAKAAA!" Sakura berteriak nyaring sebelum gerombolan Geng Taka tersebut menghilang dari pandangannya.

"Hei, forehead... Tadi itu Uchiha Sasuke ketua Geng Taka yang itu ya?" Ino tiba-tiba bertanya antusias dan dibalas delikan tak suka oleh Sakura. "Ternyata dari dekat dia lebih tampan yaa~ biasanya aku hanya melihatnya sepintas saja sih, hehe wahh beruntungnya kau forehead~" Cerocos gadis pecinta bunga itu panjang lebar sambil menepuk-nepuk bahu Sakura keras.

"HUWAAAAA~ Beruntung apanya pig! Bagaimana nasibku kedepannya~ hiks~" Sakura menjerit histeris meratapi nasibnya.

"Hei, tenanglah forehead~ jalani saja dulu, siapa tau dia pria baik yang bersembunyi dibalik nama besar gengnya," kali ini perkataan Ino benar-benar bijak dan tak ada salahnya diikuti, pikir Sakura.

"Aku juga pernah dengar kalau dia memang sensitif terhadap sentuhan badan, jadi kau beruntung bisa menyentuhnya bahkan menciumnya, kyaaaa~ tunggu sampai aku menceritakannya pada Karin~" Lanjut gadis pirang ponytail itu lagi seraya memekik genit membayangkannya dan itu membuat Sakura sweatdrop seketika. Rugi dia telah memuji perkataan sahabat blondenya itu sedetik yang lalu kalau ujung-ujungnya begini. Desah Sakura pelan.

Begitulah, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Tentunya selama perjalanan pulang pun obrolan mereka seputar Geng Taka dan kejadian konyol barusan yang menimpa Sakura.

.

.

Sampainya di rumah, Sakura segera beristirahat dan memejamkan matanya untuk membayar waktu tidur malamnya yang berkurang. Dan ia pun terlelap sampai malam, hingga melupakan kewajibannya untuk menelpon pria penuh kejutan yang baru saja mengajaknya menikah tadi siang. Tapi ia tak peduli, lagi pula pria bernama Sasuke itu juga tak menghubunginya, jadi hubungan mereka mungkin hanya sebatas omongan dan gertakan sesaat.

Dan pimikiran tersebut terhenti saat Sakura telah sepenuhnya terbangun dari tidurnya, lalu melihat sebuah status dari pria yang memenuhi pikirannya akhir-akhir ini.

Ya, saat ini gadis musim semi itu tengah berbaring di ranjang kesayangannya sambil tengkurap memeluk boneka strawberry besar miliknya. Ia sedang mencoba online dan melihat perkembangan terbaru dunia maya yang telah lama ia tinggalkan. Saat baru saja login masuk ke dalam sosmed terpopuler saat ini -Mixi- dirinya dikejutkan oleh sebuah status.

Uchiha Sasuke ; 09.35 PM

"Huh! Kenapa harus pinky kepala gulali?!"

Sebuah status absurd dari seorang ketua Geng Taka yang menyita perhatiannya. Jelas saja, status itu seolah menyindir dirinya.

"Che! Apa-apaan statusnya itu?" Decak Sakura kesal. Ia menekan opsi komentar dan melihat beberapa komentar di status tersebut yang berisi candaan tentang tanggapan dari status sialan itu.

Sakura terus menggerutu kesal sembari membaca satu persatu komentar yang ada di sana.

"Itu 'kan keputusanmu sendiri teme~ kenapa tiba-tiba meminang si pinky? Haha~"

-Naruto si Ramen boy-

Sebenarnya Sakura geram melihat komentar dari pria kuning jabrik kumis kucing tersebut yang malah mentertawakannya. Tapi entah mengapa dirinya malah ingin tertawa saat melihat nickname aneh Naruto.

Dan komentar berikutnya pun juga membuat Sakura mendengus geli membacanya.

"Hn, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera, lalu dikaruniai banyak anak berambut pink."

-Rei Gaara-

Sebuah komentar singkat yang sangat menusuk itu seolah menyatakan bahwa Sakura telah menikah.

"Ppfftt, haha apa-apaan pria bernama Gaara ini? Aku 'kan belum menikah, huh benar-benar mereka semua konyol..." Gumam Sakura seraya tertawa aneh membayangkan hal tersebut hingga perhatiannya teralihkan saat ada sebuah pemberitahuan jika ada seseorang yang mengirim sesuatu di kronologi akun Mixi miliknya. Dengan cepat Sakura melihat seseorang yang mengiriminya pesan terbuka itu.

The Queen of Flowers Haruno Sakura

"Forehead, tadi Sai menghubungiku... Kau disuruh menelponnya segera!"

Ternyata Ino yang mengirim pesan terbuka tersebut, belum sempat Sakura membalasnya tiba-tiba muncul sebuah komentar dari seseorang yang selalu memenuhi pikirannya akhir-akhir ini.

"Siapa itu Sai?!"

-Uchiha Sasuke-

Mata Sakura langsung melotot melihat sebuah komentar tajam dari Sasuke yang tiba-tiba muncul di sana. Ia tak habis pikir. Dari kata-katanya seolah dirinya tertangkap basah sedang berselingkuh. 'Ck apa-apaan dia?'

"Oke pig~ aku akan menghubunginya nanti. Dan untuk U.S, bukan urusanmu!"

-Haruno Sakura-

Sakura tersenyum puas telah membalas komentar Sasuke seolah ia tak peduli. Oke, sekarang yang harus dilakukannya adalah menghubungi Sai -sahabat kecilnya yang pindah ke Amerika. Dengan cekatan jemari lentiknya menekan nomor sahabat lamanya yang baru saja dikirimi Ino via inbox Mixi. Dan seketika ia berdecih saat mendapati ponsel kesayangannya itu tak bisa digunakan untuk menelpon. Apa pulsanya habis? Atau ponselnya yang error ya? Pikirnya.

Tak mau ambil pusing. Sakura langsung bergegas menuju kamar sang kakak untuk numpang nelpon di sana.

"Nii-chan~" Serunya seraya membuka pintu kamar kakak lelakinya dan menampilkan sesosok pria berhelai merah acak sedang duduk menatap layar komputernya. Seperti biasa, kakaknya itu pasti sedang bermain game, pikirnya.

Dengan malas Sasori menyahut. "ada apa?" Tanpa mengalihkan pandangannya dari game kesayangannya.

Sakura langsung memasang raut wajah imut sembari tersenyum manis merayu sang kakak. "Pinjam ponselnya ya? Aku mau telpon nih~"

"Tidak!" Tolak Sasori cepat.

"Kenapa?"

"Kau tak membuatkanku nasi goreng tadi siang!" Sasori mengemukakan alasan konyolnya membuat Sakura sweatdrop seketika.

"Tadi siang 'kan aku ketiduran...!"

"Tetap tidak!" Sasori keukuh dengan perkataannya.

"Huh! Dasar si pelit yang rakus!" Ejek bungsu Haruno itu sebelum keluar dan membanting pintu kamar pria babyface itu kesal.

Sakura yang hanya mengenakan jampsuit pendek tanpa lengan itu segera menyambar rompi jeans tanpa lengan miliknya untuk sekedar menutupi bagian dadanya dan melenggang pergi mencari telepon umum di depan gang rumahnya.

Sekarang masih jam 10, jadi sepertinya tak apa jika dia keluar sejenak untuk berusaha menelpon sahabat lamanya itu. Walaupun bibirnya masih menggerutu tak jelas memaki kelakuan kakaknya barusan.

"Sial! Kalau sampai terjadi sesuatu padaku ... Itu semua salahmu, Haruno Sasoriiii!"

Makian Sakura terhenti saat tak terasa ia telah berjalan selama sepuluh menit dari rumahnya dan menemukan telepon umum. Segera saja ia memasuki bilik telepon umum yang terletak diantara gedung apartemen yang tampak sepi tersebut.

Baru saja Sakura hendak memasukkan koin untuk mengaktifkan telepon umum tersebut, tapi ada seorang om-om yang mengetuk keras kaca bilik tempat Sakura saat ini.

"Tok! Tok!"

'Huh apaan sih om-om ini?' Batin Sakura kesal. Ia tak menggubris mencoba tetap menekan deretan angka dihadapannya.

"TOK! TOK!"

Kali ini suara ketukan itu lebih keras. Sakura mendelik tak suka menatap pria yang terlihat berumur 30 tahunan lebih itu.

"Om, antri dong! Saya masih mau nelpon nih!" Pekik Sakura dari dalam, tapi pria tersebut malah terkekeh.

"Hehe, panggil kakak saja ya? Jangan panggil om. Aku masih muda kok~" Rancau pria tersebut lalu mendekatkan wajahnya dengan kaca bilik dan itu membuat Sakura melihat jelas wajah beringas dengan kumis tebal maupun bulu hidung yang mencuat keluar itu membuatnya bergidik ngeri.

'Hii masih muda apanya? Lihat kumis dan bulu hidungnya mengerikan!' Jerit innernya shock.

"Ayolah gadis manis~ kakak akan menghiburmu~ jadi ayo ikut ke mobil kakak~" bisik pria itu lagi membuat Sakura semakin risih.

"Huh! Aku sedang menunggu kekasihku!" Sakura berbohong agar om-om mengerikan ini segera enyah dari hadapannya.

Tapi dugaannya salah. Pria berkumis itu malah menerobos, membuka paksa pintu yang membatasi mereka dan merangkul bahu mungil Sakura dengan paksa.

"Ayo ikut kakak ke mobil!"

"Om apa-apaan sih!? Aku tak mau!" Dengan kasar Sakura menepis tangan pria itu tapi percuma karena tenaganya kalah besar

"Sudah, jangan berisik~!" Desis pria tersebut lalu menggiringnya menuju sebuah mobil truk yang terpakir tak jauh dari situ.

"Tidak! Lepaskan aku sialan!" Lagi-lagi Sakura memekik histeris. Membuat pria tersebut malah menggendongnya dibahu dan membawanya paksa menuju truk. "KYAAAAAA TOLOONGGGGH! Tak ada cara lain selain berteriak meminta tolong.

Pekikan kencang Sakura terdengar oleh beberapa kumpulan pria tak jauh dari sana yang sepertinya sedang nongkrong menikmati angin malam.

"Jangan berteriak begitu dong~ malu didengar orang!" Bisik pria itu masih membawa tubuh Sakura yang tampak pasrah, lalu dengan cepat ia menjatuhkannya dikursi penumpang truknya.

BRUK!

"Akhh! Om! Tolong jangan culik dan bunuh saya!" Pekik Sakura bercampur dengan permohonannya sehidup semati.

"Hoho~ aku tak akan membunuhmu kok~" Jawab pria tersebut seraya memasuki truknya dan mulai memegang kemudi untuk menyalakan truk tersebut.

BRUMM!

Sakura semakin panik saat mendengar deru mesin yang telah menyala. Ia kembali berteriak walau tak ada yang menolongnya, tapi setidaknya tak ada salahnya kembali memcoba, bukan?

"KYAAAA TOLONG... AKU DICULIK PRIA HIDUNG BELAAANNGGG!

Teriakan nyaring Sakura membuat pria yang hendak menjalankan truknya itu geram sambil menutup telinganya yang sakit mendengarnya.

"Jangan berteriak hei sial-!"

PRAANGGG!

"ARGHHH~!" Geraman pria tersebut berubah menjadi rintihan kesakitan.

Sakura yang refleks memejamkan mata erat langsung membuka matanya dan terkejut saat melihat ada sebuah batu yang terlempar kearah pria hidung belang itu mengakibatkan pendarahan yang sangat banyak pada keningnya. Karena batu sebesar genggaman tangan tersebut telah menembus dan memecahkan kaca truk tepat di depan pria asing tersebut.

"BRENGSEK! SIAPA ITU HAH?!" Sambil menahan luka dikepalanya, pria itu keluar dari truk bermaksud mendatangi pelaku pelemparan batu.

Sakura hanya memandang cemas keadaan, ia takut untuk keluar dari truk ini. Tapi ia terkejut saat mendengar geraman pria itu kembali terdengar bersamaan dengan suara pukulan dari beberapa orang di sana.

BAK! BUK! BAK! BUK!

"UUGHH~!"

Suara seseorang yang sedang dipukuli itu terdengar mendominasi. Dengan kalut, gadis musim semi itu segera bergegas pergi dari truk dan mendatangi sumber suara. Semoga saja ada yang menolongnya, batinnya.

Tap... Tap... Tap...

Sakura berlari kecil menuju tempat tersebut. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat pria bertubuh tegap dibalut oleh jaket hitam dan celana hitam panjang dengan rambut emo mencuatnya membuat pria itu tampak sangat keren malam ini. Juga beberapa teman-temannya telah menghajar pria hidung belang itu sampai babak belur.

'Dia... U-Uchiha Sasuke menyelamatkanku...'

Dengan terharu dan berlinangan air mata, Sakura refleks menjatuhkan diri duduk bersimpuh di lantai yang dingin. Lalu ia refleks memekik karena telah diselamatkan oleh pria menyebalkan yang baru-baru ini dikenalnya.

"Huwaaaa~ Uchiha Sasuke... Demi aku... Kau..."

Perkataan Sakura terputus-putus tak jelas karena ia memekik dan bergumam bersamaan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia benar-benar lega sekaligus bersyukur karena dirinya bisa lolos dari pria hidung belang tersebut.

Sasuke yang mendengar pekikan tertahan gadis yang baru dikenalnya itu langsung berbalik dan menatap Sakura tajam. Namun tiba-tiba ia menyeringai seraya mendengus geli akan tingkah gadisnya.

"Huh, bodoh."

CTAK!

Perempatan siku langsung tercetak di jidat lebar Sakura yang tertutupi poni. Ia mendadak menghentikan tangis harunya tapi masih terdiam dengan posisi wajah tertutup tangan.

"Sudah penakut, malah keluar malam..." Cibir Sasuke yang kini sudah berdiri tegak dihadapan gadis pinky yang masih duduk bersimpuh, "bodoh ya? Ngapain juga naik truk?"

'Sialaannn! Jika ingin menyelamatkanku, kenapa mesti mengejekku sih?! Shannaroooo!' Nurani Sakura semakin geram. Tapi masih ia tahan, bagaimanapun juga dirinya bukanlah gadis bodoh tak tahu terima kasih.

"Sudahlah teme, kau kejam sekali mengatainya bodoh berkali-kali..." Naruto turut bersuara. Ia kasian dengan gadis pink dihadapan sahabat Uchihanya yang masih menutupi wajahnya gemetar. Mungkin masih shock, batinnya.

"Sasuke, kekasihmu menangis tuh~" Celetuk Suigetsu menimpali. Dan perkataannya itu sontak membuat terkejut beberaoa orang selain Geng Taka yang juga sedang ada di sana.

"Apa?"

"Kekasihnya Sasuke?"

Tanya beberapa orang tersebut. Terlebih diantaranya juga ada seorang gadis bersurai indigo panjang yang langsung memasang ekspresi tak suka mendengar hal tersebut. Bibir mungilnya masih terkatup rapat tapi tatapan matanya menatap tajam gadis pinky yang barusan diselamatkan oleh ketua Geng Taka itu.

"Bagaimanapun juga ... terima kasih..." Akhirnya Sakura bersuara seraya mendongakkan kepalanya dan perlahan bangkit dari duduknya.

"Suigetsu, Gaara dan Shikamaru. Kalian bereskan orang mesum ini beserta truknya!" Titah sang ketua Geng sambil menunjuk jijik pria hidung belang yang nyaris menculik Sakura.

"Siap bos!" Seru Suigetsu lantang.

"Hooamm~ mendokusai..." Jawab pria berambut nanas bernama Shikamaru yang merupakan kekasih dari Ketua OSIS di sekolah Sakura itu malas.

"Baiklah." Jawab pria berambut merah acak seperti kakak lelaki Sakura tapi bedanya ia memiliki tato 'Ai' di keningnya. Dan pria bernama Gaara itu sukses mengambil alih perhatian Sakura.

'Oh, jadi ini toh pria bernama Gaara yang juga ikut komentar di Mixi tadi... hihi dia sangat tampan~' Inner Sakura sudah cekikikan menatap wajah tampan Gaara. 'Benar-benar tipeku~ hehe~' Lanjutnya lagi sambil cekikikan dalam hati dan itu juga refleks terlihat dari pancaran mata Sakura yang menatap Gaara penuh harap. Hingga membuat Sasuke yang juga memperhatikannya langsung mendengus kesal.

"Huh, cari mati ya?" Seru Sasuke tiba-tiba.

"Eh, apa?" Sakura yang baru kembali dari lamunannya menjadi bingung.

"Kenapa senyum-senyum sendiri dengan tatapan aneh begitu?"

Sakura sedikit menyeringai dan menghela napas sejenak sebelum menjawabnya, "huh, bukan urusanmu! Lagipula aku tak tersenyum karenamu!" Balasnya sinis.

"Che! Sudah ditolong malah sombong!" Sungut Sasuke kesal, "dan kenapa kau tak menelponku, hah? Kau ingin melarikan diri ya?" Perkataan telak yang paling ingin dihindari Sakura, akhirnya keluar juga.

"I-itu~ emm..." Sakura bingung harus mencari alasan apalagi. Saat ini otak cerdasnya serasa menumpul seketika.

"Sasuke-kun, ayo pergi ... Aku takut berlama-lama di sini..." Ujar satu-satunya gadis cantik dalam gerombolan itu menyela perkataan Sakura.

"Hn, kau duluan saja dengan yang lainnya Hinata." Sasuke menjawab tanpa mengalihkan perhatiannya dari Sakura.

Hal itu membuat gadis yang dipanggil Hinata tadi cemberut. "Kenapa?" Tanyanya kesal.

"Karena kalau kutinggal, nanti si kepala gulali ini kabur lagi!" Tegas Sasuke dan dibalas decihan kecil oleh Sakura yang tak terima dikatai gadis gulali.

Sedangkan Hinata hanya menatap Sasuke dengan tatapan sulit diartikan sebelum sebuah tangan berkulit tan merangkul bahu mungilnya dan mengajaknya pergi.

"Teme, tak usah buru-buru... Kami tunggu di Izanagi Bar ya~" Seru Naruto seraya berbalik merangkul Hinata yang masih belum melepas pandangannya dari Sasuke dengan Sakura disampingnya.

"Ya." Jawab Sasuke singkat.

Sakura sadar akan tatapan gadis bernama Hinata itu. Tatapan memuja yang ditujukan pada Sasuke dan tatapan benci yang secara terang-terangan ditujukan padanya.

Gerombolan Geng Taka itu telah menghilang dari pandangan emerald Sakura. Sekarang hanya tinggal mereka berdua.

Hening.

Sasuke berdehem sejenak, "em... Dimana rumahmu?" Dengan lirih ia bertanya.

"Hah?" Tentu saja Sakura tak mendengarnya.

"DIMANA RUMAHMU!" Kali ini pria Uchiha yang sangat ditakuti itu meninggikan suaranya dan terdengar membentak gadis Haruno disebelahnya. Sontak saja Sakura terkejut.

"KENAPA HARUS TERIAK-TERIAK SIH?! RUMAHKU ADA DIBELOKAN GANG INI. MASUK TERUS KE DALAM, RUMAH PALING UJUNG!" Refleks Sakura juga ikut memekik kencang menanggapinya.

"Ayo." Dengan santai Sasuke kembali bersuara.

"Kemana? Hosh..hosh..." Tanya Sakura terengah, telah memekik panjang lebar begitu membuatnya kehabisan napas. Dengan ganas ia meraup oksigen.

"Ck, aku antar kau pulang!"

"Hah! Kau gila ya? Aku bisa pulang sendiri!" Sakura masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Sudah jangan cerewet!" Desis Sasuke yang sudah melangkahkan kaki lebih dulu.

"Tidak perlu!" Balas Sakura seraya mengejar langkah besar pria onyx tersebut.

"Turuti saja kata-kataku!" Sahut Sasuke final.

Sakura bungkam dan hanya bisa menghela napas malas tapi tetap juga berusaha mengimbangi langkah Sasuke. Sebenarnya ia tak ingin sampai Sasuke tahu rumahnya. Bisa gawat nanti, batinnya. Tapi sudah terlanjur... ya sudah apa boleh buat.

Langit malam kota Konoha yang dipenuhi bintang dan cahaya rembulan itu menerangi perjalanan keduanya. Mereka berjalan berdampingan dalam sunyi. Suara langkah tegap Sasuke dan langkah mungil Sakura terdengar jelas memecah keheningan malam karena keduanya hanya berdiam diri tanpa berucap satu sama lain. Terlebih gang yang mereka lewati memang sudah sangat sepi dan gelap.

Dalam hati, Sakura berpikir bahwa dirinya berani juga keluar melewati gang sepi dan seram ini sendirian selama ini. Ia baru sadar akan hal itu.

Emerald Sakura bergerak-gerak gelisah mengamati keadaan sekitar yang sangat mencekam. Hingga emeraldnya terhenti saat mendapati wajah tampan Sasuke yang tampak tenang tanpa ekspresi. Ia hanya meliriknya sejenak dan kembali membuang pandangannya tak ingin Sasuke mengetahui kalau ia sempat mengagumi wajah tampan bak malaikat tersebut. Walau diam-diam bibir mungilnya tampak tersenyum tipis.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka pun sampai di depan rumah keluarga Haruno yang sederhana namun tampak asri dengan berbagai tumbuhan menghiasi halamannya.

"Sudah sampai." Gumam Sakura memecah keheningan, seraya membuka pintu pagar rumahnya pelan.

"Hn, setelah masuk nanti kau harus menelponku." Titah Sasuke datar.

"Kenapa?"

"Pokoknya telpon!"

"Humm, ponselku agak error, entahlah aku rasa pulsanya atau mesinnya aku tak tahu..." Gumam gadis pink tersebut dengan tangan mengelus-elus dagu runcingnya tanda berpikir.

"Ck, alasan macam apa itu?" Sasuke berdecak sebal mendengar alasan Sakura yang seolah-olah selalu menghidarinya.

"Huh! Aku tak bohong! Mungkin pulsanya habis karena aku sudah lama sekali tak pernah mengisi pulsa ponselku."

"Apa kau semiskin itu? Sampai tak mampu membeli pulsa?" Cibir ketua Geng Taka tersebut.

"Bukan seperti itu!" Sanggah Sakura emosi, "tukang jual pulsa di sini jauh tau! Aku juga jarang berkomunikasi dengan orang lain, makanya jarang beli pulsa!" Cerocos Sakura menjelaskan.

"Hn, makanya mulai sekarang kau harus rajin membeli pulsa karena kau herus menghubungiku! Dan aku juga akan menghubungimu!"

Sakura blushing berat pada bagian ini. Ia merasa Sasuke sudah seperti kekasih yang cinta mati dan over protektive padanya. Tapi, mereka 'kan baru kenal. Jadi ditepisnya jauh-jauh pemikiran seperti itu.

"Baiklah." Desahnya pelan.

"Masuklah, lain kali jangan keluyuran malam-malan sendirian!" Titah Sasuke lagi.

Sakura nyengir kuda menanggapinya, "Ah, baiklah... Terima kasih ya... daaahh~" Ujarnya seraya berjalan menuju pintu rumahnya dan meninggalkan Sasuke yang masih berdiri di depan pagar.

"Awas kalau tak menelponku! Kau akan-!"

"Iya iya... Aku akan menelpon~" Sela Sakura cepat.

"Aku pergi ya?" Sasuke kembali berseru sebelum berbalik dan pergi.

"Hemm, hati-hati di jalan...!" Balas Sakura seraya menatap punggung tegap pria yang perlahan mulai menempati tempat tersendiri di pikirannya itu dengan tatapan sulit diartikan. Tapi seketika senyuman manis berkembang di wajah cantiknya.

'Ternyata dia ... Tak seburuk dan sejahat yang kukira...' Batinnya seraya tersenyum tipis.

.

.

~to be continued~

.

.

Hei minaaaa,,,

Ketemu lagi nih... Kebetulan ide lumayan nongol di fict ini, kalo fic yg satux kadang2 mentok, jadi selagi semangat, Hezlin updte yg ini dulu deh hehehe

#Nyengir_kuda ╮(╯▽╰)╭

Oh iya. Gomen kalau kali ini belum sempet bales review kalian, tapi Hezlin udh baca semua kok reviewnya dan itu benar2 membuatku semangat 45 nih hehehe... Nanti kalau senggang akan nyicil balas review.

.

Sekali lagi makasih yaa untuk kalian yang udh mendukung diriku, dan juga yang udah RnR, fav dan follow ╮(╯▽╰)╭

Special thanks to:

mikahiro-shinra, Amaya no Katsumi, bandung girl, SashUchiha, Yukiyamada, KuroNeko10, isa alby, Sasara Keiko, Gue, Horyzza, Laras921, SHL7810, wind-chan, hanazono yuri, respitasari, ayuniejung, Kakaru S.S, Azuma Sarafine, OntokkiRoyLee, yepiapi, IndahP, GaemSJ, syauQy-chan, jey sakura, Tachibana Koyuki, Sakura's lover, azhuichan, phaniechan98, misakiken, yantif390, , Lhylia Kiryu, NethyTomatocherry, Uchiharuno Sierra, ikalutfi97, Niwa-chann, nuniisurya26, Zalfaa 'Jenong' Candhani, Eunike Yuen, virinda, hanna, Dark heiji, Younghee Lee, sami haruchi 2, dep, kana, rara haruno, The Deathstalker, Uchi, aihara, pink cherry, yukis-savers, ayakaharuno, A.f, Yuie, yume miku, rereuchiha, the autumn evening, ToruPerri, Uchiha Pioo, Harukichi629, savira, chibiu, suniajeng, nekonade, dianarndraha,septemberstep, mia-chan, YashiUchiHatake, nurvieee-chan, Guest, alzenardsmr, uchiha della, Diah cherry.

Mind to RnR again?

(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯