"Lu, kau nanti mau kuliah dimana?" Kris bertanya pada Luhan setelah orang tersebut duduk dikursi yang berada tepat didepannya dan berharap mereka bisa bersama disatu universitas dan satu kelas dengan jurusan yang sama pula

"Dia akan kuliah sama dengan kami" Sehun tidak suka karena pagi - pagi sudah melihat Luhannya diganggu sama Kris, itu sangat menjengkelkan

"Aku bertanya pada Luhan bukan padamu" Kris kesal karena semua pertanyaan yang diajukan pada Luhan justru Sehun yang menjawab

"Jangan berdebat. Aku memang akan kuliah ditempat Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun berada" Luhan mengatakan apa yang dikatakan Sehun adalah kebenaran

"Dan satu hal lagi yang perlu kau tahu. Kau tidak usah repot - repot mencari perhatian Luhan karena sekarang dia adalah milikku" Sehun mengatakannya sambil tersenyum sinis kearah Kris yang cukup terkejut dengan perkataannya

"Tidak mungkin" Kris mengalihkan perhatiannya dari arah musuhnya Sehun ke Luhan orang yang sangat dicintainya

"Tanya saja sendiri sama Luhan" Sehun membalas cuek sambil memainkan handphonennya dan menunggu reaksi Luhan untuk menjelaskan secara baik dan benar pada Kris

"Apa benar Lu yang dikatakan Sehun"

Kris menatap Luhan dengan mata memohon untuk menyangkal apa yang dikatakan Sehun karena dirinya tidak merelakan Sehun bersama Luhan.

"Yang dikatakan Sehun... Benar"

Luhan meminta maaf dalam hati karena sudah membuat pria sebaik dan setampan Kris sakit hati pada saat ini, namun dirinya tidak mungkin berbohong dan menyakiti keduanya.

"Hah..." Kris merasa hatinya seperti diremas karena jawaban Luhan yang menyetujui perkataan Sehun

"Aku minta maaf"

"Tidak apa" Kris menjawab sekilas kemudian kembali memposisikan dirinya untuk belajar dengan tenang mengingat sebentar lagi guru akan masuk kedalam kelas mereka

"Lu" Sehun memeluk kekasihnya untuk memberikan kekuatan karena kekasihnya sangat mudah tersentuh dan tidak mau menyakiti orang lain namun semuanya harus dilakukan

..

..

..

Sesampainya dirumah, Sehun cs langsung menemui Heechul Eomma karena sesuai dengan pesan yang disampaikan Eommanya bahwa mereka ingin membicarakan sesuatu.

"Mereka siapa Bu?" Sehun heran karena mengapa diruang tamu mereka terdapat dua orang asing

"Duduk dulu nak"

Mereka semua duduk sesuai dengan permintaan Heechul Eomma, namun pandangan mereka tidak lepas dari dua orang yang sudah berumur tersebut.

"Luhan, mereka adalah orang tuamu" Heechul memberitahu kebenaran dan yang lainnya tidak percaya dengan yang dikatakan Eomma mereka

Sehun menatap kedua orang tua Luhan dengan pandangan tidak percaya karena selama tujuh belas tahun mereka tidak menemui Luhan namun sekarang justru mencarinya.

"Mereka adalah kedua orang tua Luhan"

Pernyataan yang diberikan Heechul sontak membuat semuanya terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Kalian orang tuanya?" Sehun bertanya dengan nada sombong dan nada dinginnya

"Iya Tuan" Eomma Luhan menjawab dengan sedih sedangkan Sehun menatapnya dengan sinis

"Kenapa kalian kembali lagi disaat Luhan sudah menginjak umur tujuh belas tahun?"

"Sehun..." Luhan terkejut dengan semuanya ditambah nada dingin Sehun pada kedua orang tuanya menandakan ketidak sukaannya atas kehadiran dua orang tersebut

"Maafkan kami Tuan, pada saat itu kami sedang krisis keuangan" Eomma Luhan mengatakannya dengan tangisan sebagai seorang Ibu yang menyesal atas perbuatan tidak bermoralnya

"Bagaimana pun kalian tidak boleh membuang anak kalian mau dalam kondisi apapun, kalian adalah orang tua yang kejam datang ketika anak kalian sudah tumbuh dewasa" Sehun sangat tidak menyukai kehadiran dua orang yang dikatakan sebagai orang tua Luhan

"Maaf Tuan, saya benar - benar sangat bersalah atas kejadian tersebut"

"Sekarang kalian mau apa kemari?"

"Ka.. Kami ingin menjemput Luhan untuk pulang kerumahnya yang asli"

"Tidak" Sehun tidak ingin berpisah jauh dari kekasihnya karena selama ini mereka selalu bersama

"Hun, kau tidak boleh egois" Luhan bagaimana pun tidak ingin berpisah lagi dari orang tuanya karena sudah cukup selama tujuh belas tahun dirinya tidak mengenal orang tua

Sehun memijit keningnya karena rasa pusing menyerangnya ketika Luhan mengatakan dirinya egois. Dirinya bisa saja mengijinkan Luhan untuk pulang bersama kedua orang tersebut namun rasa percayanya masih belum ada untuk menjamin Luhannya baik - baik saja dengan orang tersebut.

"Baiklah, apa yang bisa membuktikan kalau kalian adalah orang tua kandung Luhan?"

"Luhan memiliki tanda lahir disisi kanan perutnya, dua dibagian dalam paha kiri dan tiga dilengan kananmu. Dan kami membuangnya didepan panti asuhan"

Sehun menatap Luhan untuk bertanya apakah yang dikatakan wanita tersebut benar atau hanya sebuah kebohongan.

"Semuanya benar" Luhan tidak menyangka jika yang didepannya sekarang adalah orang tua kandung yang selama ini dia rindukan

"Kapan kau bisa kembali pada kami nak?" Eomma Luhan bertanya dengan lembut pada putri semata wayangnya

"Aku..."

Luhan bingung ingin mengatakan apa karena dirinya sudah dibeli dan diangkat menjadi anak angkat dari keluarga kekasihnya.

"Minggu depan" Sehun memberikan usulan jika kekasihnya boleh kembali dengan orang tuanya

"Kenapa lama sekali Tuan" orang tua Luhan tidak terima karena itu sangat lama untuk menunggu

"Itu sudah keputusanku, suka tidak suka aku sudah memutuskannya" Sehun beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya sedangkan yang lain menatap iba pada Sehun yang masih belum bisa berpisah jauh dari Luhan

"Maafkan kelakuan kekasihku Bu" Luhan sangat ingin bersama kedua orang tuanya namun dirinya tidak bisa meninggalkan keluarga barunya begitu saja apalagi Sehun yang selama ini sudah banyak membantunya

"Ya tidak apa nak, mungkin minggu depan kami akan menjemputmu. Kami ingin pamit"

Kedua orang tua Luhan pamit, Luhan dengan berlari kekamar kekasihnya untuk menenangkan kekasihnya yang sedang stres.

..

..

..

Sesampainya dikamar, Sehun langsung mengambil handphone canggihnya dan menelepon seseorang untuk meminta tolong.

"Hallo, tolong nanti ikuti kedua orang tersebut yang mungkin sebentar lagi akan keluar dari rumahku. Tolong ikuti dia dan rekam semua pergerakan serta pembicaraaan mereka tentang Luhan"

"Baik Bos"

Sehun mematikan telepon dan dirinya merasa sedikit tidak menerima keadaan jika Luhan akan berpisah jauh darinya. Kenapa orang tuanya muncul ketika mereka sudah berhubungan.

CLECK

"Hun"

Luhan mendekati Sehun yang sedang berbaring dan menatap langit - langit dengan pandangan datarnya.

"Hei" Sehun bangun dari tidurnya karena tidak ingin membuat kekasihnya menangis dan kecewa kepadanya

"Apa kau merelakanku pada mereka?" Luhan bertanya karena jawaban dari Sehun adalah sumber utama karena dirinya sudah dibeli oleh keluarga Sehun sehingga sang anak bisa saja menuntut untuk tidak merelakan dirinya dikembalikan pada orang lain yang merupakan kedua orang tua kandungnya

"Kau mau jawaban yang jujur atau bohong?" Sehun merapikan anak rambut Luhan yang berantakan

"ARGH..."

Luhan kesal dan mencubit pinggang kekasihnya dan membuat Sehun tidak menyangka jika Luhan mencubit sangat sakit.

"Makanya jangan bercanda" Luhan kesal dan menggembungkan pipinya membuat Sehun semakin mencintai kekasihnya yang sangat imut ketika merajuk apalagi ini adalah kejadian langkah yang pernah dilihatnya

"Wow... Sudah berani ya sekarang padaku"

Sehun hanya bercanda saja mengerjai kekasihnya dengan mengatakan sudah berani sedangkan Luhan sadar jika apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan besar.

"Aku minta maaf Hun" Luhan menunduk karena sudah lancang menyakiti saudaranya sekaligus kekasihnya

"Hei aku cuma bercanda"

Bersamaan dengan ucapan Sehun maka Luhan mengangkat kepalanya dan menatap kekasihnya dengan tatapan tajam seolah dirinya tidak suka dipermainkan walaupun cuma bercanda dan dirinya berniat memberikan capitan kepiting dipinggang Sehun untuk kedua kalinya.

"Jangan main cubit, itu sakit" Sehun bergerak mundur karena takut kena cubitan kedua dari kekasihnya

"Kenapa kau takut" Luhan sudah tidak mau mengjahili kekasihnya karena dia merasa kasihan setelah mendengar bahwa itu sangat sakit secara langsung dari mulut kekasihnya

"Bukan takut, aku cuma tidak suka jika ada yang mencubit badanku dan itu sangat sakit"

"Baiklah" Luhan pasrah dan memeluk kekasihnya sebagai permintaan maaf sudah mencubit pinggangnya sedangkan Sehun hanya menikmati moment bersama kekasihnya

"Aku masih belum bisa merelakanmu Lu" Sehun mengatakannya dengan lirih sedangkan Luhan hampir menangis karena dirinya juga tidak ingin berpisah dari Sehun dan yang lain

"Cobalah perlahan - lahan Hun" Luhan tidak bisa mengatakan hal lain karena dirinya juga tidak bisa berpisah jauh lagi dari orang tuanya

"Hm" Sehun hanya mengangguk saja namun dalam hati ingin berteriak bahwa Luhan hanya miliknya, dan mata - mata sewaannya harus mendapatkan informasi yang berguna

"Ayo turun makan siang Hun" Luhan dan Sehun turun untuk makan siang dengan yang lainnya

..

..

..

CLECK

"Hai" seseorang menyapa orang yang baru saja memasuki cafe tersebut

"Hai juga" orang yang disapa menyapa balik dengan senyum manisnya

"Bagaimana rencanamu, apakah berhasil?" Eunjung bertanya pada sahabatnya tentang rencana yang dikerjakannya hari ini

"Semuanya berhasil Eonni, tapi kekasihnya Sehun sangat tidak menyukai keberadaan kami" Jiyeon menjadi kesal mengingat cara bicara Sehun padanya sangat tidak sopan

"Sudah lah, semuanya sudah berhasil sesuai rencana kita berdua" Eunjung merasa senang karena rencana yang dia susun bersama Jiyeon berhasil

"Benar, aku berniat mengambil anakku Luhan untuk dijual pada kolongmerat yang haus akan sex"

Jiyeon tersenyum karena jika menjual putrinya yang sangat cantik tersebut maka dia akan hidup mewah daripada yang sekarang.

"Bagus, lanjutkan aktingmu sedikit lagi" Eunjung senang karena semuanya akan berjalan dengan pantauan mereka

"Hm, aku merasa bahwa Luhan akan sangat mempesona karena dia sangat cantik dan kuharap dia bisa memuaskan nafsu semua pelanggannya yang akan memberikan uang pada kita"

"Sial" seseorang merekam dan mendengar secara langsung apa yang dikatakan oleh wanita yang mengaku sebagai orang tua Luhan

Joshua yang disewa Oh Sehun sebagai mata - mata keluar dari cafe tersebut dan masuk kedalam mobil untuk menelepon bosnya dan memberikan kabar baik atau bisa dibilang buruk. Joshua mengeluarkan handphone terbarunya Iphone x pemberian dari bosnya untuk melepon sang pemberi handphone tersebut.

"Hallo Bos"

"Ada apa Joshua?" Sehun berbicara dengan suara kecil disebrang telepon

"Aku sudah menemukan buktinya dan semua rekamannya. Besok kita bertemu didepan sekolah Bos saja" Joshua tidak mungkin kerumah bosnya karena takut ketahuan dengan yang lainnya

"Baiklah" Sehun tersenyum puas karena selama ini Joshua adalah orang kepercayaannya untuk menjalankan suatu misi

PIP

..

..

..

"Kalian pulang duluan ya, aku mau kerumah temanku" Sehun memberitahu Luhan dan yang lainnya bahwa dirinya tidak akan ikut pulang bersama

"Hm, Baiklah" Luhan merelakannya walaupun dirinya masih ingin berdekatan dengan kekasihnya

"Awas kau jadi gay" Chanyeol meledek sepupunya yang memasang wajah super datar karena ucapannya

"Idiot" Sehun tidak mungkin memukul Chanyeol karena selama ini mereka tidak pernah main fisik jika berkelahi

"Sehunku tidak mungkin jadi gay"

Luhan membela kekasihnya didepan saudaranya yang lain sedangkan Sehun memeluk pinggang Luhan dengan mesra

"Bye"

Sehun pergi menuju mobil yang baru saja datang menjemputnya dan langsung masuk kedalam mobil sahabatnya yang juga merupakan mata - mata sewaannya.

"Bos, ini semua bukti yang kudapat"

Joshua memberikan sebuah handphone lengkap dengan headset pada bosnya sedangkan Sehun menerimanya dengan cepat karena penasaran dengan data yang ada didalam handphone tersebut. Joshua membuka sebuah video dan memutarnya sedangkan Sehun menatap fokus pada video tersebut.

FLASHBACK

CLECK

"Hai" seseorang menyapa orang yang baru saja memasuki cafe tersebut

"Hai juga" orang yang disapa menyapa balik dengan senyum manisnya

"Bagaimana rencanamu, apakah berhasil?" Eunjung bertanya pada sahabatnya tentang rencana yang dikerjakannya hari ini

"Semuanya berhasil Eonni, tapi kekasihnya Sehun sangat tidak menyukai keberadaan kami" Jiyeon menjadi kesal mengingat cara bicara Sehun padanya sangat tidak sopan

"Sudah lah, semuanya sudah berhasil sesuai rencana kita berdua" Eunjung merasa senang karena rencana yang dia susun bersama Jiyeon berhasil

"Benar, aku berniat mengambil anakku Luhan untuk dijual pada kolongmerat yang haus akan sex"

Jiyeon tersenyum karena jika menjual putrinya yang sangat cantik tersebut maka dia akan hidup mewah daripada yang sekarang.

"Bagus, lanjutkan aktingmu sedikit lagi" Eunjung senang karena semuanya akan berjalan dengan pantauan mereka

"Hm, aku merasa bahwa Luhan akan sangat mempesona karena dia sangat cantik dan kuharap dia bisa memuaskan nafsu semua pelanggannya yang akan memberikan uang pada kita"

FLASHBACK END

Setelah video tersebut berakhir, Sehun membuang nafas kesal karena sangat murka dan jijik dengan kedua orang tua Luhan yang sangat tidak manusiawi.

"Kerja yang bagus Joshua, bayarannya nanti akan ku transfer kerekeningmu" Sehun sangat senang karena kerja Joshua sangat memuaskan dan cukup sebagai bukti untuk tidak memberikan Luhan pada orang tuanya yang bejat

"Terima kasih Bos, saya antar Bos pulang sekarang" Joshua memberikan handphone yang berisi video tersebut pada bosnya karena bayaran yang diberikan Sehun sangat cukup untuk membeli sepuluh iphone baru

"Hm" Sehun juga tidak memiliki kendaraan pribadi sehingga menerima tawaran Joshua

..

..

..

CLECK

"Kau darimana nak?" Heechul bertanya setelah anaknya baru sampai dirumah dan menuju ruang makan

"Habis dari rumah teman Eomma" Sehun mengambil piring dan mengambil semua lauk kedalam piringnya

"Tumben kau kerumah teman?" Chanyeol yang selama ini akrab dengan Sehun sangat jarang melihat Sehun bermain kerumah teman

"Bukan urusanmu"

"Chan, jangan ganggu dia"

Luhan menasehati Chanyeol untuk tidak menggangu Sehun yang kelihatannya sedang tidak mood, padahal tadi pagi masih biasa - biasa saja sedangkan yang lain tersenyum karena Luhan sangat perhatian pada kekasihnya Oh Sehun.

Selesai makan siang Luhan menghampiri Sehun didalam kamar kekasihnya yang sedang tiduran.

CLECK

"Sehun"

Luhan mendekati ranjang Sehun sedangkan yang dipanggil langsung bangun dari tidurnya dan tersenyum lembut kearah kekasihnya.

"Ayo duduk" Sehun menepuk tempat yang kosong diranjangnya

"Hm" Luhan masih malu dengan cara Sehun memperlakukannya sebagai kekasih

"Aku ingin bertanya tapi aku takut kau marah"

Luhan menunduk karena dirinya sangat tidak mau membuat mood Sehun menjadi sangat berantakan hari ini sedangkan Sehun tersenyum lembut sambil mengusak rambut halus Luhan.

"Ingin tanya apa sayang?"

"Itu... Itu masalah tentang apakah kau sudah mencoba merelakanku untuk pergi bersama kedua orang tuaku"

Sehun langsung menunjukkan ekspresi datar sedangkan Luhan yang melihatnya hanya langsung memeluk kekasihnya untuk menenangkan sang kekasih dari rasa tidak suka.

"Tunggu saja satu minggu kedepan Lu"

Sehun tidak bisa mengatakan ya atau tidak karena biarkan minggu depan semuanya akan terbongkar dengan sendirinya.

"Hm, aku percaya padamu" Luhan memeluk Sehun karena selama ini dirinya sudah banyak bergantung pada Sehun dan saat ini juga merupakan keputusan yang dibuat kekasihnya

"Aku tidak akan membiarkanmu menjadi wanita yang rusak dan kupastikan jika kau menjadi pelacur maka kau harus menjadi pelacurnya Oh Sehun seorang saja" Sehun sangat egois untuk kali ini namun keputusannya juga merupakan penentu masa depan kekasihnya

..

..

..

One Week Later

CLECK

"Bagus, kalian semua sudah berkumpul"

Sehun dan yang lainnya baru saja pulang sekolah langsung berkumpul diruang tamu untuk membicarakan masalah Luhan akan kembali kepada orang tuanya.

"Apakah kami sudah bisa membawa putri kami sekarang?"

Jiyeon yang sebagai Eomma Luhan bertanya lembut dan bernada sedih pada Sehun yang merupakan tuan besar dirumah tersebut.

"Jawabanku... TIDAK"

Sehun menggantung jawabannya dan kemudian berteriak mengatakan tidak dengan kuat dan membuat semuanya terkejut termasuk Luhan yang sangat terkejut dengan nada marah kekasihnya.

"Ke.. Kenapa Hun" Luhan menatap kekasihnya dengan tatapan meminta penjelasan

"Saya Ibunya dan anda tidak berhak mengaturnya"

Jiyeon emosi dengan tingkah keegoisan kekasih anaknya yang bisa merusak semua rencana mereka yang sudah mendekati sempurna.

"KAU" Sehun menunjuk Jiyeon dengan emosi dan membuat semuanya tidak percaya bahwa Sehun sangat kejam jika sudah marah besar

"KAU BERENCANA MENGAMBIL ANAKMU DARI SISIKU DAN KAU MENJUALNYA BAGAIKAN PELACUR PADA KOLONGMERAT YANG AKAN HAUS SEX"

"Apa? Tidak mungkin saya menjual anak saya satu - satunya" Jiyeon tergagap karena tidak menyangka jika Sehun mengetahui rencananya

"Sehun, kau bicara apa nak" Heechul tidak mengerti dengan jalan pemikiran anaknya yang bisa membuat kesimpulan seperti itu

Sehun tidak bicara lagi dan memulai video tersebut dengan menggunakan layar proyektor sedangkan yang lain menatap video tersebut dengan fokus kecuali Jiyeon yang ketakutan karena pertemuannya dengan Eunjung tersebar dan rencananya bisa gagal.

CLECK

"Hai" seseorang menyapa orang yang baru saja memasuki cafe tersebut

"Hai juga" orang yang disapa menyapa balik dengan senyum manisnya

"Bagaimana rencanamu, apakah berhasil?" Eunjung bertanya pada sahabatnya tentang rencana yang dikerjakannya hari ini

"Semuanya berhasil Eonni, tapi kekasihnya Sehun sangat tidak menyukai keberadaan kami" Jiyeon menjadi kesal mengingat cara bicara Sehun padanya sangat tidak sopan

"Sudah lah, semuanya sudah berhasil sesuai rencana kita berdua" Eunjung merasa senang karena rencana yang dia susun bersama Jiyeon berhasil

"Benar, aku berniat mengambil anakku Luhan untuk dijual pada kolongmerat yang haus akan sex"

Jiyeon tersenyum karena jika menjual putrinya yang sangat cantik tersebut maka dia akan hidup mewah daripada yang sekarang.

"Bagus, lanjutkan aktingmu sedikit lagi" Eunjung senang karena semuanya akan berjalan dengan pantauan mereka

"Hm, aku merasa bahwa Luhan akan sangat mempesona karena dia sangat cantik dan kuharap dia bisa memuaskan nafsu semua pelanggannya yang akan memberikan uang pada kita"

Setelah video berakhir, semuanya menatap kearah Jiyeon seolah bertanya tentang video tersebut yang sangat menjijikkan.

"Tidak mungkin" Luhan tidak menyangka jika Ibunya sangat kejam dan ingin menjualnya pada kolengmerat seperti yang dikatakan Sehun

"Tidak, itu pasti bohong" Jiyeon menolak keras bahwa bukan dirinya yang didalam video tersebut

"TIDAK ADA KEBOHONGAN DAN UNTUKMU AKAN KUPASTIKAN MEMBUSUK DIPENJARA BERSAMA KEDUA ORANG LAINNYA. TENTANG LUHAN AKAN MENJADI PELACUR HANYA AKAN MENJADI IMAJINASIMU KARENA DIA MILIKKU DAN JIKAPUN DIA MENJADI PELACUR MAKA DIA AKAN MENJADI PELACURKU SEORANG DIRI, OH SEHUN. KAU HARUS TAHU ITU"

Sehun sangat marah sedangkan Luhan menangis tidak percaya dengan semua perbuataan Ibunya didalam tayangan video tersebut. Sehun menjentikkan tangannya dan keluarlah polisi dengan jumlah banyak untuk menangkap Jiyeon.

"Lu, aku Ibumu nak. Tolong lepaskan Ibu" Jiyeon meminta pada anaknya untuk membebaskan dirinya dari polisi

"Kau Ibunya tapi kau membuang anakmu dan sekarang kau mengambilnya tetapi ingin menjadikannya sebagai pelacur untuk menghasilkan uangmu. Kau pakai otakmu dulu berpikir, dimana sisimu sebagai seorang Ibu, DIMANA. KAU LEBIH RENDAH DARIPADA BINATANG"

Sehun yang awalnya bicara dengan nada sinis menjadi emosi karena melihat tingkah Jiyeon yang seperti binatang sedangkan Luhan memeluk kekasihnya untuk menenangkan.

"Kau tenang saja Lu" Sehun mencium kening kekasihnya untuk memberikan ketenangan

"BAWA DIA" seorang kepala polisi menyuruh anak buahnya untuk membawa tersangka yang dilaporkan oleh Sehun

"Terima kasih atas bantuannya"

"Sama - sama dek, kami pamit dulu"

Heechul yang mengantar poilisi untuk keluar dari rumahnya sedangkan anaknya Sehun masih sibuk memeluk Luhan untuk memberikan ketenangan karena kekasihnya masih terisak didalam pelukannya.

"Sekarang dan kedepannya, kau cuma milik keluarga Oh dan yang boleh memasukimu hanya Oh Sehun. Kau haru ingat"

"Hm" Luhan pasrah karena didunia ini cuma Sehun dan keluarganya lah yang mau menampung dan merawatnya dengan baik, Luhan kecewa kenapa dunia ini sangat kejam padanya karena Ibu kandungnya mau menjual dirinya untuk menghasilkan uang

"Ayo kita kekamar" Sehun membawa kekasihnya kedalam kamarnya untuk menenangkan kekasihnya dari tangisan yang sedari tadi tidak berhenti

BLAM

Luhan dengan cepat memeluk Sehun dan membuat Sehun terkejut karena tidak ada yang perlu ditakutkan lagi karena semuanya sudah masuk penjara.

"Kenapa sayang?" Sehun ingin membalikkan badannya untuk menatap wajah kekasihnya namun tangan Luhan sangat erat dipinggangnya sehingga membuatnya kesulitan untuk membalikkan badan

"Hiks... Terima kasih untuk semuanya Hun"

Luhan tidak mampu berkata - kata selain terima kasih pada kekasih serta keluarga kekasihnya yang sudah merawatnya bagaikan anak sendiri serta melindunginya dari berbagai masalah seperti saat ini.

"Hm, aku juga tidak mau kekasihku menjadi orang yang rusak" Sehun menepuk tangan kekasihnya untuk memberi ketenangan

"Hei ayo makan, yang lain sudah menunggu kita dibawah"

Luhan melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang masih ada diwajahnya sedangkan Sehun tersenyum melihat kekasihnya.

"Kau tetap cantik walaupun menangis"

Sehun menggoda Luhan sedangkan Luhan yang ingin memukul Sehun batal karena kekasihnya sudah berlari ketakutan takut dicubit seperti yang sebelumnya.

"Eh? Luhan mana nak?"

Heechul dan yang lainnya heran karena biasanya Sehun dan Luhan akan selalu bersma namun kali ini Sehun sendiri ditambah Sehun menghirup udara dengan rakusnya

"Luhan" Baekhyun heran karena Luhan datang kemeja makan dengan santai berbeda dengan Sehun yang seperti dikejar setan

"Lu, Sehun kenapa?" Heechul lebih baik bertanya pada Luhan daripada anak kandungnya sendiri

"Tidak ada kenapa - kenapa Eomma, Sehun cuma ketakutan saja" Luhan menceritakan singkat saja sedangkan Sehun menatap kekasihnya dengan pandangan aneh

"Benarkah? Ternyata Sehun bisa juga ketakutan" Chanyeol tidak menyangka jika sepupunya yang sangat datar itu bisa ketakutan

"Hm, sama rusa apalagi rusa betina" Sehun menjawab sambil makan sedangkan Luhan tidak ambil pusing karena selama ini Sehun sudah biasa memanggilnya rusa betina

"Rusa saja kau takut" Chanyeol tidak menyangka jika Sehun sangat lemah karena takut dengan rusa apalagi rusa betina

"Kau ingin mencobanya?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol yang menatap jengkel Sehun

"Hm" Chanyeol mengangguk sombong sedangkan yang lain menatap Luhan seolah mengatakan lakukan saja

Luhan mendekati Chanyeol yang masih tersenyum sombong dan mencubitnya tepat dipinggang dengan tenaga hampir sama dengan yang dia berikan pada Sehun.

"ARGH..."

Chanyeol kesakitan sedangkan yang lainnya ketawa karena Chanyeol terkadang banyak gaya tapi tidak bisa menepati kata - katanya.

"Itu sangat sakit Lu..." Chanyeol mengelus pinggangnya yang baru saja jadi korban dari rusa betina yang baru saja diketahuinya bahwa Luhan adalah rusa betina yang dibicarakan

"Makanya dengar orang katakan dan jangan sombong" Sehun melanjutkan makannya setelah selesai membully Chanyeol

..

..

..

Chanyeol didalam kamar merasa bingung dengan perasaan yang dimiliki saat ini karena dia tidak suka melihat Baekhyun tersenyum pada orang lain. Chanyeol melamum hingga tidak sadar saat seseorang masuk kedalam kamarnya

CLECK

"Yoda" Sehun memanggil Chanyeol dengan ejekan seperti biasa

"Kau..." Chanyeol tersadar dan terkejut karena Sehun masuk kedalam kamarnya

"Jangan bertanya kenapa aku tidak mengetuk pintumu, karena jawabannya adalah kau sendiri yang melamun sehingga tidak menyadari pintu diketuk" Sehun memotong perkataan Chanyeol yang pastinya akan memarahi dirinya masuk tanpa mengetuk pintu

"Hah.. Kau mau apa" Chanyeol tidak bisa mengatakan apa - apa karena Sehun benar dirinya sedang melamun sehingga tidak menyadari kehadiran sepupunya

"Tidak ada, hanya ingin melihatmu. Kau sedang memikirkan apa Chan sampai harus melamun?" Sehun sangat heran dengan sikap Chanyeol beberapa hari ini yang lebih suka menyendiri dan melamun

"Tidak ada"

"Jangan berbohong karena aku tahu kau menyembunyikan sesuatu" selama tujuh belas tahun, Sehun sangat mengenal kepribadian Chanyeol dengan baik dan begitu juga sebaliknya Chanyeol sangat paham dengan kepribadian Sehun

"Hah... Aku bingung dengan perasaanku sendiri Hun" Chanyeol bercerita pada sepupunya karena selama ini mereka saling menguatkan

"Kenapa?" Sehun heran karena selama ini Chanyeol tidak terlalu berdekatan dengan wanita

"Aku merasa tidak suka saja ketika melihat Baekhyun lebih banyak tersenyum pada orang lain"

"Kau cemburu"

"Hei. Aku tidak cemburu" Chanyeol membantah tuduhan Sehun padanya

"Jika tidak cemburu maka kau tidak akan memikirkan masalah itu dan yang paling utama kurasa kau sudah jatuh cinta pada Baekhyun"

"Apakah kau seperti itu ketika menyukai Luhan?" Chanyeol sangat bingung dengan perasaan yang dimilikinya

"Hm, aku selalu cemburu jika dia berdekatan dengan Kris dan paling parahnya aku sangat sakit hati ketika melihat Luhan menangis"

"Jadi maksudmu aku menyukai Baekhyun?" Chanyeol menatap Sehun untuk meminta arahan

"Bisa jadi, tapi kau harus membuktikannya juga" Sehun juga tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Chanyeol menyukai Baekhyun

"Dengan cara apa agar kita tahu bahwa kita menyukai orang tersebut"

"Dengarkan kata hatimu"

"Hm, terima kasih atas sarannya" Chanyeol menepuk punggung Sehun karena sudah sedikit membantunya

"Tidak masalah"

TOK TOK TOK

"Chanyeol, kawanmu datang" Baekhyun berteriak dari balik pintu karena dia masih belum berani untuk masuk kedalam kamar Chanyeol maupun Sehun

"Baik, kami akan keluar"

"Ayo" Chanyeol mengajak Sehun untuk turun kebawah dan melihat siapa yang datang dan mengaku sebagai temannya

Sesampainya dibawah, Sehun cukup terkejut dengan orang yang datang karena yang datang adalah orang yang pernah disukai Chanyeol ketika masih kecil.

"Hai Chanyeol" seorang wanita tersenyum ramah kepada Chanyeol yang masih terkejut dan mematung ditempatnya

"Kau..." Chanyeol mencoba untuk mengingat siapa wanita yang didepannya ini karena rasanya dia tidak pernah bertemu dengan orang tersebut

"Aku Nana, sahabat kecilmu dulu" Nana memperkenalkan dirinya karena dia juga sudah lama tidak berhubungan dengan Chanyeol yang merupakan sahabatnya dulu ketika masih sangat kecil

"Ada apa kemari Nana?" Chanyeol bertanya lembut pada teman lamanya atau bisa juga dikatakan orang yang pernah disukainya ketika masih kecil

"Aku kemari ingin menerima tawaranmu yang sudah sangat lama" Nana dengan tidak tahu malu menagih dan menerima tawaran Chanyeol yang sudah sangat lama

"Tawaran apa?" Chanyeol sudah lupa dengan tawaran yang pernah dia katakan karena mereka masih sangat kecil

"Tentang kau mau melamarku menjadi istrimu"

Sontak membuat Chanyeol membulatkan matanya karena sangat terkejut dengan penawaran yang pernah dia katakan pada Nana.

"Ngh... Maaf Nana karena itu adalah masa lalu dan aku masih terlalu kekanakan untuk mengatakan hal seperti itu" Chanyeol dengan sangat minta maaf untuk mengatakan hal jahat tersebut pada wanita karena dia tidak mencintai Nana

"Kenapa? Dulu kau mencintaiku" Nana terisak sedih karena dirinya ditolak mentah - mentah

"Karena..." Chanyeol tidak bisa mengatakan apapun karena dia masih binggung

"Apa?" Nana mendesak

"Aku sudah memiliki seseorang yang spesial"

Chanyeol mengatakannya dengan tegas sedangkan Baekhyun dan Luhan cukup terkejut karena selama ini Chanyeol sering bercerita pada mereka.

"Siapa yang sudah berani mencuri hati Chanyeolku" Nana marah karena seseorang sudah berani mengambil posisinya dihati Chanyeol

"Baekhyun" Chanyeol menatap kesal pada Nana karena sudah terlalu ngotot sedangkan Baekhyun tidak tahu bahwa selama ini Chanyeol menyukainya

"Apa hebatnya Baekhyun Hah?" Nana kesal dan menunjuk Baekhyun dengan tidak sopan

"Dia spesial bagiku, dia wanita yang lembut dan sangat perhatian"

PLAK

"Aku kecewa padamu" Nana menampar Chanyeol kemudian keluar dari rumah tersebut dengan buru - buru karena rasa kecewa sudah sangat besar pada orang yang sudah disukainya

"Benarkah kau mencintaiku?" Baekhyun ingin mengetahui kejelasan dari perkataan Chanyeol barusan

"Hm" Chanyeol mengangguk dan mendekati Baekhyun

"Apakah kau mau menjadi kekasihku?" Chanyeol menembaknya dengan cara biasa dan tidak romantis

"Apakah kita bisa menjadi sepasang kekasih karena kita adalah saudara?" Baekhyun juga menyukai Chanyeol namun tidak berani mengambil langkah lebih jauh

"Hm, selagi kita bukan saudara kandung maka semuanya bisa terjadi"

"Aku mau denganmu" Baekhyun memeluk Chanyeol dengan erat sedangkan Chanyeol merasa terkejut dan tidak menyangka jika cintanya terbalaskan

"Terima kasih Baek" Chanyeol memeluk Baekhyun erat karena bersyukur kekasihnya sudah menerima dirinya

..

..

..

Three Years Later

CLECK

"Lu.." Sehun mencari kekasihnya didalam ruangan manager karena kekasihnya sudah naik menjadi manager dikantor yang dimiliki Appanya

"Apa?" Luhan menatap kesal kekasihnya yang menjabat sebagai CEO beberapa bulan yang lalu

"Hei, kenapa ngambek" Sehun mendekati kekasihnya yang sedang ngambek parah dimeja kerjanya yang sedang bekerja dengan wajah ngambek

"Kau masih bisa bertanya kenapa aku ngambek padahal kekasihnya sendiri yang melakukannya" Luhan kesal karena Sehun lebih membela seketarisnya yang jelas - jelas melakukan kesalahan daripada dirinya yang sudah bertahun – tahun selalu bersamanya

"Aku minta maaf Lu" Sehun memeluk kekasihnya agar tidak marah padanya karena masalah tadi yang juga merupakan kesalahannya karena membela seketarisnya dibandingkan kekasihnya seorang manager

"Kau peluk dia saja, jangan peluk aku" Luhan semakin kesal mengingat wajah dingin dan nada dingin yang diberikan Sehun padanya

"Hei! Mana bisa begitu, yang menjadi kekasihku kan kau bukan Krystal" Sehun tidak terima ketika dirinya disuruh memeluk Krystal yang merupakan cuma seketarisnya saja dan bukannya ada hubungan keluarga dengan yeoja bernama Krystal tersebut

"Yaudah, pacaran aja. Tidak susah" Luhan yang masih bete hanya bicara asal – asalan tanpa menyaring kata – kata pedasnya tersebut pada sang kekasih

"Hei, apa kau mau kalau aku dengannya" Sehun menggoda kekasihnya yang sedang merajuk

"TIDAK~!" Luhan dengan sedikit berteriak tidak terima jika kekasihnya bersama wanita lain

"Makanya jangan sembarangan bicara" Sehun gemas pada kekasih rusanya yang sedang merajuk dan mencubit hidung Luhan dengan sedikit kuat

"Ish... Aku masih kesal padamu" Luhan menjauhkan tangan Sehun dari hidungnya dan tanpa sengaja sikunya mengenai daerah sensitif Sehun sebagai pria

"ARGH..."

Sehun mundur dan melepaskan cubitannya pada hidung Luhan dan mengurus selangkangannya yang terkena serangan mendadak.

"Aku minta maf Hun" Luhan menyesal sudah menyakiti kekasihnya walaupun tidak sengaja

"Hun, aku minta maaf" Luhan mendekati Sehun yang sedang memegang selangkangannya karena kesakitan

"Iya" Sehun menjawab sekilas dan masih menahan rasa sakit pada selangkangannya

"Hun, bolehkah aku memegang selangkanganmu" Luhan masih polos dan berniat ingin menyembuhkan selangkangan Sehun kekasihnya

"Jangan" Sehun menjauh dari Luhan karena Luhan masih polos dalam hal begituan

"Kenapa?" Luhan heran kenapa Sehun menolak dan menjauh darinya

"Lu, kau masih terlalu polos untuk mengetahui bahwa jika seseorang memegang selangkangan laki - laki dan laki - laki tersebut akan menyerangmu jika dia terangsang"

"Ah, aku mengerti" Luhan mengerti namun tidak terlalu paham dengan semuanya

"Tapi aku adalah kekasihmu jadi jika kau menyerangku saat ini juga itu bukan masalah besar"

"Luhan, kumohon jangan bertindak bodoh. Kau bisa hamil dan yang kedua kau sudah tidak perawan lagi" Sehun masih tidak mengerti dengan jalan pemikiran kekasihnya

"Kenapa? Kau yang kemarin mengatakan jika aku adalah pelacurmu" Luhan mendekati Sehun dan membelai kenjantanan kekasihnya yang masih tertutup celana

"Shh..." Sehun kenikmatan dengan belaian Luhan dan lupa dengan niat awalnya ingin menolak Luhan namun sentuhan Luhan sangat memabukkannya dan tidak ingat dengan tujuan awalnya yang ingin menolak semua sentuhan Luhan padanya

"Lu, jangan" Sehun melarang tangan nakal Luhan yang niat masuk kedalam resleting celananya dan mengeluarkan penisnya namun rencananya menahan Luhan gagal karena Luhan lebih gesit memasukkan tangannya kedalam celana kekasihnya yang ketat

"Biarkan aku menjadi pelacurmu Hun" Luhan meremas penis kekasihnya dengan lembut dan membelai dua pelir Sehun dari balik celana

"ARGH... BUKA SAJA LU" Sehun kenikmatan dengan tangan nakal kekasihnya dan tanpa sadar memberikan aba – aba untuk membuka celananya

"Tapi ini dikantor Hun" Luhan baru sadar jika mereka bermain dikantor, dan apa yang dikatakan orang tentang mereka nanti jika ketahuan

Sehun bangun dari posisi duduknya dan berjalan kearah pintu sedangkan Luhan yang mengira Sehun marah hanya menundukkan kepala tanda menyesal.

CLICK

"Eh?" Luhan bingung kenapa bunyi pintunya jadi berubah

"Sudah beres, kita bisa bermain dan juga ruangan ini kedap suara"

Sehun hanya mengunci pintu agar tidak ada yang berani menggangu aktifitas mereka sedangkan Luhan hanya mengangguk karena dirinya juga sudah terbakar nafsu untuk memberikan service pada penis kekasihnya.

"Silahkan dinikmati Nyonya"

Sehun kembali duduk disofa dan langsung dihadiahi cubitan manis oleh kekasihnya Luhan yang menatap sebal padanya.

"Shh... Kau kenapa mencubitku"

Sehun kesakitan ketika capitan kepiting kekasihnya mengenai pinggangnya sedangkan Luhan masih memasang wajah sebalnya.

"Jangan memanggilku Nyonya karena aku belum menikah dan perlu kuingatkan padamu Oh Sehun bahwa aku masih perawan"

Luhan sangat tidak terima jika dipanggil Nyonya karena dirinya belum menikah dan belum melepaskan keperawanannya sedangkan Sehun hanya ketawa hambar karena sudah tahu penyebab kekasihnya ngambek.

"Baiklah, aku minta maaf" Sehun menyatukan kedua tangannya didepan dada untuk meminta maaf pada kekasihnya

"Hm" Luhan hanya bergumam dan langsung mendorong dada kekasihnya untuk bersandar dan dirinya akan melanjutkan service yang tertunda tadi

"Shh..." Sehun kenikmatan ketika selangkangannya disentuh dengan jari lentik kekasihnya

"Aku buka ya" Luhan meminta izin pada kekasihnya untuk membuka celana hitam super ketat tersebut

"Hm" Sehun tidak bisa mengatakan kata lain karena sudah melayang ke surga karena sensasi yang diberikan Luhan pada penisnya

"Wah... Punyamu besar sekali Hun"

Luhan cukup terkejut dengan ukuran penis kekasihnya dan ini pertama kali dirinya melihat penis dan itu pun punya kekasihnya sendiri.

"Hahaha... itu punyamu juga Lu"

Sehun gak nyangka jika Luhan sangat polos dan jujur, membuatnya sangat gemas pada sang kekasih namun niatnya ingin mencubit pipi Luhan harus tertunda karena tangan nakal kekasihnya

"AH..." Sehun kelepasan mendesah ketika Luhan menggetarkan penisnya sedangkan Luhan menatap lurus penis besar kekasihnya

"Penismu besar, telurmu juga besar. Semuanya serba besar Hun" Luhan meraba penis dan testis Sehun dengan bangga karena semuanya diatas ukuran rata – rata

"Ya begitulah, apalagi aku tampan. Sangat sempurna bukan" Sehun menyombongkan dirinya yang memang tergolong sempurna sebagai pria

"Hei~ tidak perlu sombong" Luhan tidak suka dengan sikap sombong kekasihnya karena yang memuji diri kita adalah orang lain bukan kita sendiri

"Ya, aku minta maaf" Sehun menyadari kesalahannya dan meminta maaf daripada Luhan batal memberikan service pada penisnya yang sudah meminta untuk dimanjakan

"Hm" Luhan hanya mengangguk dan meraba penis suaminya yang sudah bangun

"Lu, bolehkan aku minta tolong padamu"

Sehun menatap Luhan dengan mata membara karena sudah dikuasai oleh nafsu sedangkan Luhan menatapnya dengan polos seolah tidak mengerti dengan permintaan yang akan diajukan oleh kekasihnya.

"Apa?"

"Bisakah kau cepat memberikan service pada penisku karena setengah jama lagi aku akan rapat dengan seketarisku"

"Kenapa kau tidak meminta tolong sama seketarismu untuk memberikan service pada ini" Luhan hanya bercanda sambil meremas penis Sehun

"Hei, aku serius.. ARGH..." Sehun yang awalnya kesal karena kekasihnya masih sempat menggodanya disaat genting seperti ini harus terendam oleh suaranya sendiri yang kenikmatan ketika Luhan kekasihnya memasukkan benda panjangnya kedalam mulut hangat tersebut

"ARGH..." Sehun kenikmatan walaupun service yang diberikan Luhan tergolong lambat untuk memblowjow namun Sehun tidak bisa memprotes hal tersebut karena Luhan masih polos dan belum mengerti tempo untuk memblowjow penis pria

"LEBIH CEPAT LU... ARGH..."

Sehun kenikmatan namun Luhan merasa aneh dengan rasa sesuatu yang memasuki mulutnya, rasanya asin dan sulit untuk dijelaskan.

"Kenapa berhenti?" Sehun bertanya kepada kekasihnya yang menghentikan kegiatan memberikan service pada penisnya

"Aku merasa ada sesuatu yang masuk kedalam mulutku dan rasanya sangat aneh Sehun" Luhan mengambil air putih diatas mejanya dan meneguknya dengan cepat karena rasa aneh yang masuk kedalam mulutnya sangat menggangu dirinya

Sehun hanya tersenyum saja melihat tingkah Luhan yang polos namun masih niat ingin memberikan service pada penisnya.

"Kenapa tersenyum?" Luhan bingung kenapa kekasihnya tersenyum seharunya dirinya khawatir bukan tersenyum melihat tingkahnya

"Tidak ada" Sehun menjawab sekilas kemudian memegang penisnya dengan santai

"Dasar tidak mesra, kau bukannya peduli padaku" Luhan kesal karena Sehun nyatanya lebih peduli pada penisnya daripada kekasihnya

"Hei!" Sehun berjalan dengan penis menegang kearah kekasihnya yang sedang merajuk

"Apanya Hei!, aku punya nama" Luhan kesal karena Sehun memanggilnya dengan kata Hei, tolong ingatkan pada Sehun bahwa dirinya merupakan kekasih dari Oh Sehun

"Jangan merajuk begitu cantik" Sehun mengusak rambut Luhan namun Luhan masih diam saja

"Aku bukan tidak peduli padamu namun tadi Kua merasakan namanya percum" Sehun sangat gemas dengan kekasihnya yang sangat imut ketika merajuk

"Percum? Maksudnya?" Luhan tetap lah anak yang polos dan tidak mengerti banyak hal tentang sex dan mengoral penis

"Percum itu adalah cairan yang muncul ketika seorang laki – laki sedang terangsang secara seksual" Sehun menjelaskannya dengan santai

"Oh, aku tidak tahu tentang percum. Yang kuketahui hanya tentang sperma saja" Luhan memang tidak tahu banyak tentang hal dewasa

"Sperma akan keluar jika aku merasa puas setelah mendapat service"

"Baiklah, aku ingin melanjutkan" Luhan tidak mungkin membiarkan penis kekasihnya bangun seperti itu, dan apa kata orang nanti jika penis kekasihnya membengkak dibalik celana

"Yakin?" Sehun ragu karena takut Luhan tersedak spermanya nanti

"Hm, ayo" Luhan membawa kekasihnya kesofa tadi sebelumnya dan langsung menghadapkan mulutnya kearah penis Sehun dan dengan satu gerakan Luhan langsung memblowjow penis kekasihnya

"ARGH..."

"Lebih cepat Lu" bersamaan dengan permintaan Sehun, Luhan mencoba untuk memeprcepat kulumannya pada penis Sehun yang semakin basah karena air liurnya yang membasahi penis besar tersebut

"Ngh.." Luhan tergangu aktifitasnya diakibatkan sesuatu yang masuk kedalam giginya

"Kau kenapa Lu" Sehun sadar dari dunianya karena Luhan berhenti memberikan blowjow pada penisnya

"Bulu kemaluanmu menggangu aktifitasku Hun" Luhan sebal pada bulu kemaluan Sehun yang menggangu aktifiatsnya memanjakan penis Sehun kekasihnya

"Nanti akan kupangkaskan" Sehun merelakan bulu kemalaunnya menjadi lebih pendek dari yang sekarang namun Luhan menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju

"Jangan Hun" Luhan tidak terima jika bulu kemaluan kekasihnya dipangkas

"Kenapa?" Sehun heran kenapa Luhan jadi plin plan, padahal dia yang mengatakan jika bulu kemaluannya sangat menggangu aktifitas kekasihnya untuk memberikan blowjow

"Nanti kau tidak sexy lagi jika bulu kemaluanmu kau pangkas"

"Jadi kau mengakui kalau aku sexy" Sehun menggoda kekasihnya yang sedang memerah karena malu

"Jangan menggodaku" Luhan sebal karena digoda

"Hm, Baiklah. Kuanggap kau memujiku sexy" Sehun tidak ambil pusing karena sudah banyak mengakui ketampanan dan kesexyannya

"Mau dilanjutkan atau tidak? Aku sudah mau rapat sepuluh menit lagfi" Sehun bertanya karena waktunya sudah sangat mepet untuk rapat

"Hm, aku mau lanjutkan" Luhan memasukkan benda tersebut kedalam mulutnya dan memberikan service dengan tempo cepat agar kekasihnya bisa mengikuti rapat tanpa penis yang berdenyut untuk dimanjakan

"AH..." Sehun mendesah dan itu merupakan melody terindah yang pernah didengar Luhan

"ARGH... LEBIH CEPAT LU... ARGH... AKU MAU KLEUAR" Sehun juga terkejut karena dirinya akan orgasme hanya dalam lima menit saja

"ARGH... AKU KELUAR" Sehun sudah memberikan aba – aba namun Luhan tidak mengerti dan tetap menggenyot penis Sehun bagaikan mengulum lolipop

"UHUK.. UHUK..." Luhan terbatuk karena terkejut dengan sesuatu yang tiba – tiba masuk kedalam mulutnya

"Sehun.." Luhan mencoba memanggil kekasihnya yang sedang menghirup udara dengan rakusnya

"Lu, kau baik – baik saja?" Sehun mengambilkan air diatas meja kekasihnya dan memberikan gelas tersebut

Luhan meminum dengan rakus karena sesuatu yang lengket masuk secara tiba – tiba kedalam mulutnya. Selama ini Luhan sangat jarang merasakan sesuatu yang lengket ditenggorokannya sehingga cukup terkejut dengan situasi tersebut.

"Itu tadi apa?" Luhan bertanya setelah reda dari tersedak sperma kekasihnya

"Tadi kau meminum spermaku?" Sehun menjelasknnya dengan simpel sedangkan Luhan hanya menggeleng – gelengkan kepala tanda tidak mengerti dengan perkataan kekasihnya

"Tadi aku sudah mengatakan kalau aku keluar, dan itu artinya bahwa aku akan orgasme sedangkan kau tidak mendengarkannya dengan baik sehingga semua spermaku masuk kedalam mulutmu dan kau tersedak oleh spermaku" Sehun menjelaskannya dengan sabar

"Rasanya aneh" Luhan kurang suka dengan rasa sperma yang asin dan sulit untuk dijelaskan lebih lanjut

"Nanti kau juga akan ketagihan dengan spermaku" Sehun merapikan selangkangannya terlebih dahulu dikamar mandi Luhan dan keluar dari kamar mandi diruangan kekasihnya setelah lima menit dan dengan keadaan yang sudah rapi

"Kau akan rapat?" Luhan bertanya pada kekasihnya

"Hm, aku duluan ya. Kau bekerja lah sayang" Sehun mencium bibir Luhan kemudian keluar dari ruangan kekasihnya

Luhan menuju mejanya untuk bekerja kembali karena kerjaannya juga menumpuk sama seperti Sehun. Luhan senang karena pengalaman pertamanya bersama Sehun kekasihnya bukan bersama orang lain aplagi Ahjussi yang haus sex. Luhan merasa beruntung memilik Sehun yang segalanya bagi dirinya.

~TBC~