Kuro Hitsuji
Kuroshitsuji by Yana Toboso
Fanfiction by BlackKiss'Valentine
A/N : Chapter 3 yang menceritakan klimaks… Baca saja sebelum 2012 tiba.
Warning : Kalo review dapat free tanda tangan dari BKV lho #sowhat
Akhir-akhir ini butler dodol gosong kita nampak lesu nan pucat (eh,emang udah pucat ya?). Kerjaannya cuma kerja (?) sambil bengong, matanya tak menyiratkan kehidupan. Kalo ngelap piring basah setelahnya di lempar ke keranjang baju kotor, kalo ngarit rumput rumputnya dikantongin. Nggak jelas banget, 'kan?
Rasanya ngeliat Maylene salah nyeterika gorden pake mesin pemotong rumput lebih baik daripada ngeliat Sebastian anemia kayak gitu.
"PMS, 'Bas?" tanya Ciel yang sedang membaca 1SR6 [1] melihat Sebastian terus-terusan nuangin teh ke cangkirnya sampe ngeluber tapi gak sadar-sadar juga. Sebastian mengangguk lemah, matanya berkaca-kaca *wadde?* dan Ciel bertanya lagi, "Memangnya ada apa?"
"Kalo bisa saya pingin liburan."
Ciel diem. Tanya lagi, "Kamu capek? Ato kekuatanmu udah ilang? Dan kamu mau nyari Dragon Ball buat ngembaliinnya, jadi minta liburan?"
Sebas miringin alisnya, 'Bocchan kebanyakan baca komik neh.'
"Nggak. Cuma pengen bebas sehariii aja."
Ciel ngelus-elus dagunya yang gak berjenggot (yaiyalah bulu keteknya aja belum tumbuh). "Hmm… Apa jadinya kalau butler keluarga Phantomhive mendadak minta cuti? Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya."
"Lha? Apa jadinya kalo butler keluarga Phantomhive yang udah gak pernah bobo', gak di gaji, selalu di suruh-suruh dan dikejar-kejar fans gak pernah bisa menikmati liburan barang satu hari selama hidupnya? Think Smart dong, my lord… Derajat aja ada 360 masa my lord cuma mikir dari salah satu sisi?" stress Sebas sambil geleng-geleng megang kepala, nyanyi-nyanyi Disturbia-nya Rihanna.
Seram bagi Ciel ngeliat butlernya yang biasa nari striptease bareng Tanaka di siang hari malah jadi ngomongin filsafat tentang 360 derajat. Ciel udah pernah liat Sebas pake rok Hawaii dan topi Sombrero sewaktu natalan, yang ngeledakin BB terbaru cuma buat cari tombol menu, ato yang ketahuan curcol ke Finny tentang entah-siapa-yang-di-sebut-sebagai-Keti… Tapi! Kalo Sebby yang itu mendadak gemulay-ahay-ahay kayak shinigami hombreng cap tomat bernama Grell sambil bilang 'Eike pengen bebas, kayak burung keluar dari celana—ups!' ?Geez… Kiamat makin deket aja…
Gak apa-apa lah. Toh akhir pekan ini Ciel berencana silaturrahim sama calon mertuanya di Palembang, maem pempek kapal selam sekaligus ngapelin darling Lizzy yang katanya punya Nintenbo XD terbaru.
"Kamu liburannya di Manor House aja sambil ngejagain Alexander. Bard, Maylene, Tanaka dan Finny suruh pulang 2ampong biar gak ganggu. Aku ntar ke Palembang bareng sepleton densus 88, jadi kamu gak perlu khawatir."
Bagai ngeliat Ranchhodas Shyamaldas Chhanchad [2] versi bocah Inggris, Sebas langsung nangis di kaki bocchannya itu dengan lebe. So, di akhir pekan yang ceria itu, Ciel dan semua pelayan keluar dari pintu Manor House sambil mengucapkan selamat tinggal pada Sebas. Sebas juga dadah-dadah a la miss Universe sambil ngejerit-jerit 'ntar bawa oleh-oleh yaa~' dan kemudian (ketawa-tawa) menuju ke halaman belakang, tempat biasa si Keti main.
Dan yang ada diatas pagar tempat kucing gosong itu bertengger adalah adegan pertarungan antara The Rock dan John Cena [3] *coret* … Si Keti dan Alexander. Tampaknya, Alexander yang di tinggal Ciel kemudian mencari tempat nemplok baru dan yang dipilihnya adalah pagar wilayah kekuasaan Keti. Keti ngaung-ngaung dan bulu punggungnya berdiri, ngancam-ngancam Alexander yang cuek dan tetep tiduran-tiduran.
"Sialan lo, ngerebut tempat ngaso gw! Nantangin, yah! ?" tanya Keti setelah author terjemahkan meong-annya pake kamus bahasa Arab.
"Aah… Berisik sampeyan iki. Mbok jangan pelit to… Kulo kan cuma pengen bobo'-bobo' siang mriki. Gak bakal suwe kok. Yang suwe kan ora jamu… [4]" balas Alexander dalam mbeek-annya yang fantastis (karena bisa nyambung sama si Keti, tentu. Fantastis, bukan?). Eh, Alexander kok medhok ya?
Sebas sih gak ngerti mereka ngomong apaan… Tapi kalo gak ngerti, ntar ficnya tamat. Jadi author bikin dia paham-paham dikit soal itu. Itung-itung nambah kelebihannya Sebastian Michaelis biar tambah mutakhir aja tuh makhluk. Baik kan, author ini? Ayo, cium saya! #diasingkan #dipenggal
"Err… Anu, anak-anak… Jangan berkelahi disini, ya? Tenang, tenang. Ambil napas yang dalam, jangan dibuang. Mampet deh lo—Eh, maksud saya, kalian jangan emosi dulu. Sabar ya, yang sabar," kata Sebas berusaha melerai kedua belah pihak yang sama hitamnya itu (trio item dah). Keti membuang muka dan Alexander melompat ke pelukan Sebastian.
Iya, lompat. Ke pelukannya Sebas. P-E-L-U-K-A-N. Ngiri gak lu?
"Kiyaaa~ Sebastian Sugiono~!" mbeek Alexander, guling-guling di dada bidang Sebastian. Sebastian cuma bisa cengo, nanya ke author pake kode morse : 'kok jadi gini sih?'.
Author ngebalas pake semaphore : "Udah lanjutin aja. Senangkan pembaca demi aku, Sebby."
Bagai sinetron Cinta Vikri season kemarau, terjadi Love Triangle. Ato bahasa Ethiopia-nya : Cinta Segitiga (ah, author jadi kepikiran apakah cinta segitiga itu bisa di ukur pake rumus phytagoras ato nggak). Antara siapa? Aku, Kau, dan Dia? Salah. Antara Sebas, Alexander, dan Keti doang. Author mah ogah ikut-ikutan.
Keti si kucing gosong melihat kearah Butler dodol gosong kita yang sedang memeluk Domba gosong, menggosongkan diri *coret*. Keti memasang wajah seakan berkata, 'cih, aku kecewa padamu, 'Bas. Hubungan kita putus sampai disini saja.'—tapi tentunya yang merasa demikian hanya Sebby. Dia memandang nanar pada sosok kecil yang kemudian melenggang pergi, meninggalkan dirinya dan Alexander.
'Gajah di pelupuk matanya hampir keluar'—sebuah kalimat hiperbola yang cocok untuk menggambarkan keadaan Sebastian Michaelis yang menahan tangisnya.
Sebentar, sebentar. Mari tenangkan pikiran kita sekalian.
'Kenapa Alexander dibawa-bawa?'
Merasa curiga, Sebas langsung membalikkan badan Alexander, menarik ekornya dan…
"Jack, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, Rose."
Dan Titanic pun tenggelam pada tanggal 12 april 1912. Dari lebih 2000 penumpang, yang selamat hanya 500, sementara sisanya hanya menjadi kenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Tahlilan untuk memperingati 98 tahun tenggelamnya Titanic akan diadakan di-bla-bla-bla…
Kira-kira seperti itulah gambaran yang muncul dibelakang Sebastian yang mematung, mengutuk keberadaan dirinya sendiri. Kalo si jidat lapangan terbang William T. Spears punya Death Note, Sebastian yakin dia bakal minjam dan nulisin namanya sendiri ke dalamnya saat itu.
"OMGANJROT$!&%*piiip*XXD!"
Apa yang disaksikan oleh Sebastian Michaelis? Panu author kah *hei!* ? Yah. Author rasa kali ini para readers bisa nebak apa yang di lihat sama butler dodol gosong kita. Gak apa. Kita lanjutin di chapter 4 aja… Bye!
Index Pemahaman :
[1] 1SR6 itu komik yang di bikin sama senpai saia, dan saia ikut membantunya sebagai asisten. Promosi? Setengah iya, setengah nggak. Soalnya, kalo gw tulis 'ngebaca koran' jadinya biasa banget.
[2] Ranchhodas Shyamaldas Chhanchad : karakter utama di film India '3 Idiot', seorang pemuda bijaksana yang mengajarkan betapa pentingnya untuk 'hidup jangan menyesal' dengan cara yang jenaka. Bagi yang belum nonton padahal ngakunya doyan komedi, silakan menonton. Ini film bagus, bukan cuma bikin ketawa :D
[3] The Rock dan John Cena : pegulat Smackdown yang sekarang lagi asyik jadi aktor. Khukhukhu…. Author suka tuh sama the Rock terutama pas main di film 'The Game Plan'.
[4] Translated into a good Indonesian : "Aah… Anda ini berisik. Jangan pelit, dong… Saya kan cuma pengen bobo'-bobo' siang disini. Gak bakal lama (suwe) kok. Yang suwe kan ora jamu…" Bagi yang gak tau (siapa!) bagian akhir itu plesetan sama lagu 'Suwe Ora Jamu'.
Mungkin ada yang ngerasa kalo fic ini pendek banget. Maaf, ya. Mikirin lelucon kayak gini susah tauk, lebih susah daripada menemukan pelaku yang doyan ngempesin dompet author *author bego*. Lagian, author eneg sendiri kalo ngeliat fic yang lebih panjang dari 4-6 halaman Word. Author takut yang baca bosan, fic garing gini... Jadi, lebih baik sambung ke chapter berikutnya kan? Siip~ Review!
