Shadow's Sky


Summary: semi-AU. Kehidupan Sawada Natsuki termasuk normal. Itu kalau kamu mau menghiraukan ayahnya adalah boss CEDEF, ibunya adalah anak dari sebuah keluarga mafia terkenal dari Amerika, Bloody Rose, kakaknya adalah penerusnya, dan dirinya adalah penerus mafia terkenal dari Itali, Vongola? Yup, pretty normal.

Fandom: Katekyo Hitman Reborn!

Rating: T

Warning(s): OOC(s). Typo(s). OC(s). Multi-language.

Disclaimer: Not own anything, except my OC(s). No more, no less.

Target 3: About school


-page break-


Last Target:

"Good, kau boleh duduk sekarang," kata Kurogami-sensei kepada Tsuna.

Setelah Tsuna duduk, guru itu langsung memulai pelajaran, "buka buku kalian! Aku ingin kalian berdiskusi pada halaman 198.."


-page break-


Now:

"..aku akan melakukannya.."

"..untuk adikku.."


-page break-


Natsuki menguap lebar begitu pelajaran selesai.

"Jangan lebar-lebar mulutnya, gak cocok untuk seorang lady," ejek Kira.

Natsuki langsung menutup mulutnya, "ah, cerewet lo,"

"Sawada-san, aku dengar kamu punya kakak, ya?" tanya teman mereka. Ia berambut coklat panjang dan memakai kacamata.

Natsuki menatap temannya, "iya. Kok tahu?"

"Aku tadi mendengar percakapan antar guru dikoridor," jawab temannya.

"Argh!" teriak Kira tiba-tiba.

"Ada apa?" tanya Natsuki kaget.

"Miu-chan! Aku pinjem buku Geografimu donk!" melas Kira kepada temannya yang memakai kacamata tersebut.

"Ogah," jawab 'Miu-chan'.

"Ayolah, Miu-chan~" rengek Kira.

"Kamu kan bisa minjam Sawada-san!"

"Dia pelit~ Lagian dia payah dalam pelajaran geogarfi~" jawab Kira.

"Ueda-san, dia tidak akan meninggalkanmu sampai kamu mau meminjamkannya, loh," kata Natsuki kepada temannya itu.

Ueda Miu hanya menghela nafas, "fine,"

"Yeiy~ Miu-chan baik, deh~" kata Kira sambil memeluk Miu.


-page break-


"Sawada-san," panggil seseorang dari samping Tsuna.

"Ya?"

"Saya Kurokawa Hana, Ketua Kelas 2-4, bagaimana kalau saya ajak mengelilingi sekolah?" ajak Hana.

"Tentu, Kurokawa-san," jawab Tsuna sambil berdiri.

"Mari saya ajak ke kantin sekolah ini," kata Hana.

"Jika kau tidak membawa bekal, dan atau kau ingin membeli sesuatu dari kantin, kau harus melakukannya dengan cepat," kata Hana begitu sampai di kantin.

Kantin itu dipenuhi oleh anak-anak kelaparan. Banyak yang berteriak "saya beli roti melonnya satu!" ada juga yang berteriak "susu stroberinya dua!".

"Wow," adalah jawaban Tsuna begitu melihat kekacauan yang terjadi di kantin.

"Kau bawa bekal?" tanya Hana.

"Yeah,"

"Good," kata Hana sambil mengangguk, "ayo kita lanjutkan,"

"Di SMP Namimori, kami memiliki dua jenis klub," kata Hana menjelaskan.

"Yaitu klub olahraga dan klub kebudayaan. Klub olahraga terdiri dari sepak bola, basket, voli, baseball, badminton, tenis, kendo, boxing, dan masih banyak lagi. Lalu untuk klub kebudayaan terdiri dari berkebun, drama, paduan suara, memasak, dan masih banyak lagi.

Ketua OSIS disini adalah Takahiro Takeda, kakak kelas kita. Dia dikelas 3-2. Dan Ketua Komite Kedisiplinan adalah Hibari Kyoya, yang juga kakak kelas kita. Dia dikelas 3-1. Saranku adalah, jauhi dia,"

"Kenapa?" tanya Tsuna penasaran.

"Sebenarnya, Takahiro-senpai dan Hibari-senpai bisa dibilang yang mengontrol sekolah ini. Tetapi yang paling menonjol adalah Hibari-senpai, karena ia tidak hanya menguasai sekolah, tapi seluruh kota,"

Mulut Tsuna membentuk huruf O besar selama beberapa detik sebelum menutup kembali.

"I..see.."

"Dikoridor ini adalah ruang untuk klub kebudayaan. Yang disebelah kiri adalah ruang untuk klub memasak, yang dihadapannya adalah ruang menjahit. Disebelahnya adalah ruang musik, dihadapannya adalah ruang drama, dan masih banyak lagi. Kau bisa mengeceknya sendiri.

Nah, bagian koridor ini adalah ruang ganti untuk klub olahraga. Ini adalah tempat terlarang. Karena di koridor ini hanya khusus perempuan. Siswa laki-laki mengganti baju mereka di ruang klub mereka. Jadi, jangan coba-coba untuk memasukinya, got it?" ancam Hana. Tsuna hanya mengangguk mengerti.

"Oh, hampir lupa. Di gedung utama kita memiliki empat lantai. Lantai dasar adalah hall. Seperti yang kau ketahui, jika kau belok kekiri, kau akan menemukan ruang Kepala Sekolah. Nah, jika kau kekanan, kau akan menemukan ruang guru.

Lalu lantai satu adalah lantai untuk kelas 1. Kelas 2 dilantai dua. Dan kelas 3 dilantai tiga. Setiap kelas terdiri dari 8 kelas. Kelas 1 adalah Regular Class. Sedangkan kelas 2 dan kelas 3 memiliki dua tipe kelas. Yaitu Advanced Class dan Regular Class,"

"Aku baru tahu.."

"Kau baru tahu?" tanya Hana dengan nada tidak percaya. Tsuna mengangguk.

"Ugh..boys.."

Hana menghela nafas pelan-pelan sebelum melanjutkan, "Advanced Class memiliki 4 kelas. Begitu juga dengan Regular Class. Advanced Class terdiri dari kelas 2-1 sampai kelas 2-4. Dan Regular Class dari kelas 2-5 sampai kelas 2-8. Begitu juga dengan kelas 3.

Untuk menentukan apakah kamu akan dikelas AC -singkatan untuk Advanced Class-, atau di RC -Regular Class-, kau akan dites khusus di ujian akhir kenaikan kelas. Bahkan kau masih dites lagi begitu kau akan naik ke kelas tiga,"

"Tesnya seperti apa?"

"Maaf, itu rahasia. Setiap murid tesnya berbeda-beda,"

"Oh,"

"Lalu untuk atap sekolah. Kau tidak boleh kesana. Karena atap sekolah adalah tempat berkumpulnya orang-orang penting. Seperti Ketua OSIS, Ketua Klub, Ketua Komite Kedisiplinan, dan lain-lain,"

"Dengan kata lain atap sekolah adalah untuk orang yang memiliki kekuasaan, ya?"

"Ya," jawab Hana.

"Tetapi karena kau bilang yang paling menonjol kekuasaannya adalah Hibari-senpai, dengan kata lain atap sekolah juga termasuk tempat terlarang, kan?"

"Kecuali kau mendaptkannya ijin darinya. Jika kau berhasil mendapatkan ijin darinya, berarti dia mengakuimu,"

"Hm.."

"Ah, Sawada-san," panggil Hana tiba-tiba.

"Ya?"

"Kau bilang kalau kau baru tahu ada dua tipe kelas," Tsuna mengangguk, "kalau begitu, kenapa kau bisa memasuki kelas 2-4, kelas AC?"

"Tadi kau bilang kita dites untuk memasuki kelas AC atau RC, kan?" sekarang gantian Hana yang mengangguk, "tadi pagi di Ruang Kepala Sekolah, aku disuruh menjawab beberpa pertanyaan, setelah itu mereka mengatakan kalau aku akan dikelas 2-4,"

"Oh, begitu.."


End of Target 3


-page break-


Huuuuuaaaaaa! *nangis*

Maaf saya telat update! *makin keras nangisnya*

Tapi..

Terima kasih banyak yang sudah mau: membaca fanfic ini, me-review, men-favorite-kan, bahkan meng-alert-kan fanfic ini! *happy tears*

Sampai jumpa di Target 4 berikutnya! *kasih permen kepada Readers*

JackFrost14