Kau Kembali Lagi

.

.

.

.

Disclaimer : Starry Sky © HoneyBee

Karakter yang ada disini ingat bukan punya Yuka-chan, kalaupun punya Yuka-chan udah kaya dari dulu Hahahahaha *jatuh kesandung*

Wkwkwkwkw, hehehehe maafkan Yuka-chan karena sudah mengganti judul fanfic yang sebelumnya "You are Comeback Again" menjadi - "Kau Kembali lagi" jadi mungkin ada beberapa perbedaan judul di fanfic sebelumnya membuat para readers kebingungan.

Harap maklum karena Yuka-chan banyak dosah dan banyak tekanan akan status Yuka-chan *pundung* apalagilah kalo gak jomblo.

Huhuhuhuhu, padahal Yuka-chan sering membaca, menonton, menulis cerita romantis tapi tidak sekalipun pernah mengalami namanya digoda atau ditembak cowok. Dan hanya berangan-angan dalam imajinasi Yuka-chan saja. Sedih saya.

Walah malah curhat lagi di awal fanfic. Oke karena waktu tidak bisa berhenti berjalan daripada menyimak awal fanfic yang tidak berfaedah ini langsung saja kalian discroll kebawah dan silahkan menikmati hidangan fanfic ini...

Salam Sakyong

Peringatan : TYPO, Cerita Karakter Gaje, Salah Kata, OOC, Salah EYD

.

.

GOOD READING

.

.


"Begini Suzuya-kun, jadi, ..." Miyaji menyimak serius perkataan Yahisa yang sempat tertunda karena Yahisa sempat bersin sebentar.

"Jadi..., aku akan masuk sekolah sama denganmu" jawabnya senang seraya ia bangkit dan memeluk Miyaji yang dikira Suzuya dengan erat. Miyaji sempat tertegun sebentar lalu kaget dalam hati karena tiba tiba Yahisa memeluknya sampai kesadarannya kembali.

Setelah kesadarannya sudah kembali, Miyaji menggelengkan kepalannya, menamparnya sekali. Lalu tersenyum pada Yahisa dengan senyuman khas Suzuya, "Benarkah, aku senang kita bisa bersama lagi" tanggap Miyaji berusaha mengembalikan keadaan semula apalagi ia tadi sempat bermuka merah dan hampir mau pingsan karena syok.

"Yeeee..., kita akan semakin dekat dan apalagi nanti kau akan membawa bekal makananmu yang enak setiap hari ke sekolah, jadi tidak sabar nih" ujar gadis bersurai cokelat tersebut senang

Miyaji memandang gadis disampingnya, juga turut senang. Sampai ia tidak berhenti menatapnya namun tatapannya tajam tapi menyentuh di hati ( Haduh jadi inget adegan di anime saat mereka sedang cuci tangan bersama kemudian Miyaji memandang Yahisa *mulai nih jiwa fangirl author muncul )

Melihat Miyaji yang memandangnya membuat wajah Yahisa memerah dan terdiam di tempat. Jantung keduanya berdegup kencang seperti kecepatan motor GP. Gadis itu mendongak ke wajah Miyaji yang semakin dekat, ia menelan ludahnya sendiri, Semakin dekat...semakin dekat... dekat...dekat... dekat

"Hwaaaaaa..." kedua remaja itupun jatuh ke tanah karena Miyaji tiba tiba ia sadar dengan apa yang ia lakukan ini. Ia menjadi terkejut, kehilangan seimbangan, lalu mereka berdua jatuh tersungkur dengan indahnya ke tanah dengan posisi Miyaji diatasnya berusaha tidak menimpa tubuh Yahisa.

Miyaji sangat malu saat itu dan berharap Yahisa tidak marah dan lebih buruknya ia akan digosipi yang nggak nggak olehnya ( Author : Heh Mie haji, elu masih jadi Suzuya tahu *geleng geleng kepala* ). Membayangkan saja membuat pikiran Miyaji kacau. Segera Miyaji langsung bangkit dan membungkuk beberapa kali meminta maaf pada Yahisa yang masih duduk di tanah dan cengo di tempat.

Tidak sengaja mata Miyaji melihat luka Yahisa di sikunya, "Woaah, kau terluka Yahisa" Miyaji segera menutupi luka Yahisa dengan tissue di sakunya agar tidak iritasi. Saat Miyaji menutup luka Yahisa, gadis itu tertawa geli sambil menunjukan senyum khasnya. Membuat laki laki tsundere yang sedang menyamar disampingnya ini heran.

"Wkwkwkw, Suzuya-kun, aku tidak percaya kau melakukan hal itu tadi, kau akhirnya menjadi cowok berani juga rupanya" kekeh Yahisa membuat Miyaji lega karena gadis ini tidak marah padanya. Namun, Miyaji tetap menutup luka Yahisa.

"Aku sudah tidak apa apa kok Suzuya, lagipula ini cuman luka kecil" ujar Yahisa menenangkan Miyaji yang sudah berkeringat banyak karena kuatir sampai keringatnnya membasahi keningnya. Ini bukan sandiwara dari sifat Suzuya yang memang peduli tapi ini memang niat Miyaji sendiri.

Laki laki beriris silver tersebut tidak mengindahkan omongan Yahisa dan tetap mengelap luka sekaligus membersihkan rumput rumput menempel di tangan gadis tersebut. Yahisa memandang Miyaji hanya bisa pasrah karena sahabat cowoknya ini yang tidak mendengarkan perkataannya

Ia juga heran biasanya Suzuya saat mengobati lukanya akan menceritakan kisah lucu atau sesuatu yang bisa membuat Yahisa lupa akan lukanya ini. Tetapi, sekarang Suzuya tidak mengatakan apa apa padanya. Yahisa berpikir apa yang terjadi pada sahabat sehidup sematinya ini.

"Sudah selesai" ucap Miyaji setelah mengikat beberapa tissue menggandengkannya satu sama lain ke lengan Yahisa yang terluka. Meskipun sederhana setidaknya bisa menghentikan luka yang keluar sedikit. Untung saja Miyaji sering memperhatikan tim kesehatan mengobati pemain sepakbola yang sedang terluka karena bertanding jadi ia bisa mempratekkannya pada Yahisa.

"Terima kasih banyak Suzuya-kun" jawab Yahisa setelah Miyaji membuyarkan lamunannya dan bangkit berdiri diikuti Miyaji selanjutnya.

"Tidak masalah Yahisa-chan" ucap Miyaji sambil tersenyum ia hampir saja lupa bersandiwara menjadi Suzuya dan sempat melakukan beberapa kesalahan tadi. Laki laki itu berharap Yahisa masih mengira dirinya Suzuya.

"Wah sudah tengah malam, kelihatannya acaranya sudah hampir selesai" ujar Yahisa memperhatikan jam tangannya mengalihkan topik pembicaraan.

"Kurasa sebaiknya kita kembali ke halaman depan daripada membuat lainnya kuatir terutama orang tuaku" ajak Yahisa seraya menggandeng tangan Miyaji. Dalam hati Miyaji ia benar benar lega dan seakan lututnya lemas karena Yahisa belum menyadari keanehan dirinya.

Perjalanan kesana, Yahisa berujar bahwa ia sangat menantikan pertemuan besok dengan Suzuya, Miyaji mendengarnya menjadi penasaran dengan pertemuan besok antara Suzuya dan gadis ini. Ia berpikir akan menanyakannnya pada Suzuya jika bertemu dengannya. Ya meskipun ia merasa bukan haknya ikut campur urusan orang seperti ini, tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa tidak enak hatinya.

Angin malam bertiup kencang membuat rambut kedua remaja tersebut berterbangan mengikuti arah angin. Rasa dingin juga mengelimuti keduanya terutama Yahisa yang hanya menggunakan long dress tanpa lengan. Melihat gadis yang ia taksir kedinginan, segera Miyaji melepaskan jaket dan menaruh jaketnya di badan Yahisa dari belakang. Yahisa membalasnya dengannya senyuman.

.

.


.

.

Sesampai di tempat pesta, terlihat para sudah sebagian pada pulang namun beberapa tamu masih mengobrol. Miyaji melihat Yahisa lega melihat orang tuanya masih mengobrol dengan tamu lain dan tidak mencari dirinya. Katanya orang tua Yahisa sangat over protektif jika anaknya tiba tiba menghilang.

Miyaji mengamati pemandangan sekitar, seorang laki laki berambut putih, berpakaian jas yang tadinya rapi menjadi agak berantakan, memperlihatkan wajah emosinya pada kedua orang di depannya.

"Hoooi, kalian berdua...kemari" teriak laki laki itu yang tak lain adalah Kanata sendiri dengan langkah gotai ia mendekati Miyaji dan Yahisa tertegun melihat penampilan Kanata yang dipenuhi cream, cokelat, dan juga basah kuyup terkena air sirup.

"Kanata-kun, kau tidak apa apa?" kuatir Yahisa mendekati Kanata seraya menyingkirkan beberapa cream dari baju Kanata yang sudah tidak terbentuk yang lebih patut ia habis diapa-apain sama seseorang.

"Tidak apa apa katamu, lihatlah yang terjadi padaku, Huaaaaa" sekarang laki laki berwajah sok preman itu menangis. Yahisa berusaha menenangkan salah satu sahabatnya ini dan bertanya apa yang terjadi padanya. Miyaji yang melihatnya tidak percaya kalau laki laki yang dikira garang ini ternyata cengeng.

"Ini semua gara gara kau Suzuya-kun, kau meninggalkanku sendirian di daerah anak anak, mereka mengerjaiku karena aku kalah memukul pinata, dan mereka melempariku dengan beberapa kue dan minuman sirup" jawab Kanata mengalahkan semuanya pada Miyaji.

Sebetulnya Miyaji tidak sakit hati disalahkan seperti ini, lagipula toh diakan sekarang menyamar menjadi Suzuya jadi dosa dan kesalahannya akan dilimpahkan pada Suzuya yang asli *sambil ketawa jahat dalam hati*. Mendengarnya Miyaji tersenyum lalu tidak disangka ia malah tertawa keras melupakan bahwa dirinya masih menyamar.

Dalam pikirannya ia tidak menyangka bahwa mempunyai teman yang berbuat konyol dan kena sial akan selucu ini. Biasanya Miyaji bersama teman selalu dibayangi atau dikelilingi suasana serius. Namun, sekarang ia bisa melepaskan bayangan serius dan bebas tertawa.

"Apa-apaan kau Suzuya-kun, kau kejam sekali huhuhuhu" kesal Kanata melihat tanggapan Suzuya. Ia mengira Suzuya akan mohon maaf padanya sambil bersujud di hadapannya karena Suzuya memang orangnya tidak suka meninggalkan kawan dan mudah kasian.

"Hahahahaha, maafkan aku Kanata-kun, tapi kau Hahahaha lucu banget" Miyaji tidak bisa menghentikan tawanya sambil ia membungkuk dan memegang perutnya. Membuat kedua orang di depannya ikut tertawa juga

"Sudah...sudah..., lagipula ini salahku juga, aku mengajak Suzuya pergi mengobrol sebentar di taman tadi" kata Yahisa sambil berusaha menahan gelak tawanya

"Huh, jadi kau ternyata juga terlibat rupanya" ujar Kanata dengan muka manyunnya mendengar jawaban Yahisa sambil memandang Miyaji yang masih tertawa.

"Sudah selesaikah?" tanya Kanata marah sambil melipat tangannya kesal melihat Miyaji tertawa mengejeknya.

"Hahahaha, baiklah Kanata-kun" jawab Miyaji menghentikan tawanya.

"Dasar, kayaknya aku harus segera mengganti pakaianku, ternyata dingin juga memakai pakaian basah di tengah malam begini" ujar Kanata memeluk dirinya sendiri yang kedinginan, Yahisa tersenyum

"Aku akan meminjami pakaian ayah dulu, Kanata-kun tunggu disini ya dan Suzuya kau temani dia oke" suruh Yahisa seraya meninggalkan dua mahkluk berbeda warna rambut tersebut. Miyaji mengangguk tersenyum seperti akting biasanya.

.

.


.

.

"APA?! Kau juga akan sekolah di SMA Seigetsu?" tanya Kanata tidak percaya mendengar jawaban Yahisa. Ditemani angin malam dan suara jangkrik, tiga remaja baru lulus SMP ini sedang bercakap cakap di depan gerbang rumah. Setelah Kanata mengganti pakaiannya, dia dan Miyaji memutuskan untuk pamit pulang, Yahisa ikut menemani mereka keluar gerbang.

"Iya aku juga sudah mengatakan ini pada Suzuya tadi" ucap Yahisa

"Hehehehe, aku tidak menyangka akan satu SMA lagi dengan kalian, semoga kita sekelas ya" cengir Kanata gigi putihnya tampah seperti warna rambutnya. Miyaji seperti biasa berakting menjadi Suzuya akan tersenyum jika kedua orang di dekatnya ini saat mereka memandang ke arahnya.

"Waduh aku sudah di SMS mamaku suruh pulang sekarang, hahahaha kalian tahukan mamaku sangat kuatir padaku, baiklah ayo Miyaji" ujar Kanata setelah menatap layar ponselnya tersebut dan mengajak Miyaji segera masuk ke mobilnya yang sudah menjemputnya.

Sebelum Miyaji masuk mobil tiba tiba Yahisa menarik tangannya lalu mencium pipinya. Tentu saja Miyaji kaget namun ia segera menyembunyikan rasa kaget dengan tersenyum pada Yahisa lalu masuk ke mobil dan pingsan tanpa diketahui Kanata yang duduk di kursi depan. Sampai Kanata sadar Miyaji pingsan setelah mereka sampai diapartement.

.

.


.

.

Terdapat masanya anak muda atau remaja mengalami rasa tertarik pada lawan jenisnya dan tentu saja ada rasa gembira, menginginkan, juga kegundahan hati. Sebelum mereka pacaran dan saling dekat satu sama lain biasanya mereka akan saling mengobrol dan terus bersama sampai mereka saling mengungkap perasaan mereka satu sama lain.

Seperti halnya Miyaji yang kini sedang dilanda kegundahan hati, untuk laki laki yang sama sekali belum pernah merasakan cinta, ia dipenuhi pikiran kacau namun ia juga senang. Kacau karena ia melakukan sesuatu yang memalukan di depan Yahisa dan senang karena dengan sengaja gadis itu mencium pipinya.

Laki laki itu tidak bisa melupakan kejadian tersebut, ia berusaha melupakannya malah ia makin teringat dan malah galau lagi. ( *harap maklum bagi cowok yang baru pertama kali mengalami first kiss* Ya meskipun gak dibibir sih )

Miyaji tidak berhenti menggulingkan diri sendirinya diatas kasur. Jantung berdegup kencang saat ia mengingat wajah Yahisa tersenyum padanya membuatnya blushing.

"Perempuan itu, kenapa aku tidak bisa melupakannya ya, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, kenapa saat aku mengingat wajahnya, jantungku selalu berdegup kencang ya" mungkin kayaknya Miyaji harus lebih sering membaca novel romantis

Pagi hari yang cerah ini setelah kemarin pesta malam ulang tahun adiknya Yahisa, Miyaji di kamarnya tidak bisa tidur karena mengingat ciuman pipi yang diberi Yahisa kemarin. Namun karena ia manusia butuh makan, perutnya keroncongan memelukan asupan gizi. Tubuhnya bergerak sendiri dari kasur menuju dapur meskipun Miyaji sendiri sebetulnya masih ingin malas malasan di kasur. Matanya sampai sembab dan sesekali menguap.

Di dapur sambil membuat mie instans, ia teringat perkataan Yahisa kemarin, soal dia akan melanjutkan pendidikan ke SMA Seigetsu yang menurut perkataan Suzuya dulu SMA itu adalah SMA mempelajari khusus menjurus ke perbintangan dan astronomis. ( Ya kalau di Indonesia biasa disebut SMK )

Sebetulnya Miyaji juga ingin masuk SMA Seigetsu itu, apalagi kedua teman barunya dan tentu saja gadis yang telah menarik hatinya ini juga akan masuk kesana. Miyaji agak sedikit kuatir apakah ia dapat belajar disana, jujur ia bahkan tidak menahu soal bintang. Ia malah terlalu fokus menjadi bintang olahraga.

Namun, ia teringat soal perkataan Suzuya tentang dirinya bisa masuk dengan piagam olahraganya yang bisa menjadi tambahan nilai dan bahan pertimbangan sekolah, "Kurasa aku bisa masuk ke Sekolah itu dengan piagam itu" ujar Miyaji setelah menuangkan mie kuahnya ke atas mangkok.

Tidak lama kemudian terdengar suara bel pintu bersamaan dengan Miyaji akan memakan mienya ke mulutnya. Mau tak mau Miyaji menunda makannya dan pergi ke pintu depan. Ia penasaran siapa yang pagi pagi begini datang ke tempatnya.

"Hah, pasti tukang koran kalau nggak pasti Suzuya yang mau meminjam uangku" sambil menahan kantuknya ia membukaan pintu. Ia sudah menduga siapa lagi yang datang selain Suzuya.

"Halo Miyaji-kun, selamat pagi" ucap Suzuya sambil tersenyum ia terlihat mengenakan kaos biru muda dan celana jeans panjang.

"Selamat pagi, ada perlu apa kemari" meskipun dulu Miyaji sedikit malu malu berada di dekat Suzuya dan Kanata, namun sekarang semenjak ia tahu sifat Suzuya yang ternyata ramah ramah tukang ngutang membuatnya percaya akan peribahasa jangan melihat orang dari senyumannya (*dalam konotasi negatif*)

"Tidak apa apa cuman ingin berkunjung dan bertanya soal pesta kemarin. Sekalian aku juga membawa kue manis dan uang hutangku" jawab Suzuya sambil tersenyum

Awalnya Miyaji ingin mengusir laki laki di depannya tiba tiba langsung berubah pikiran dan mempersilahkan Suzuya masuk ke dalam apartement bak raja. Setelah mendengar hutangnya akan dikembalikan ditambah kue kue manis kesukaannya, perjuangannya kemarin tidak sia sia.

Sambil menikmati kue dan menerima uangnya, Miyaji memberitahu situasi di pesta kemarin dari makanan, kontes menyanyi, dan pembagian hadiah juga Kanata yang dibully sama anak kecil. Tentu saja tanpa ada bagian ia tidak sengaja membuat Yahisa terjatuh karena menurutnya bagian itu sangat memalukan apalagi diceritakan pada sahabat dekat Yahisa ini. Bahkan ia tidak cerita pada Kanata. Bisa bisa ia dibabat habis sama Suzuya meskipun ia belum pernah melihat Suzuya marah.

"Aku tidak menyangka Kanata diperlukan seperti itu, wah andai saja aku ada disana pasti lucu sekali" ujar Suzuya sambil membayangkan sahabat akrabnya tersebut penuh dengan cream dan cokelat.

"Iya.." ucap Miyaji mengingat kejadian itu. Rasanya ingin tertawa lagi tapi ia berusaha menahannya di depan Suzuya. ( biasalah harga diri seseorang laki laki yang memiliki wajah judes )

"Oh ya bagaimana dengan Yahisa, bagaimana dia di pesta kemarin" tanya Suzuya penasaran. Miyaji sudah menduga Suzuya akan menanyakan ini apalagi dia teman masa kecilnya. Ia menelan ludahnya sambil menyembunyikan wajah merahnya

"Yahisa ya, kemarin aku melihatnnya sangat bersemangat, selalu tersenyum dan ramah pada semua orang. Ia menyambutku dan Kanata disana dengan penuh hangat. Yahisa baik baik saja" jawab Miyaji tidak sengaja ia memuji gadis itu.

Suzuya diam sebentar mendengar jawaban Miyaji, ia menghela nafas lalu tersenyum lagi, "Syukurlah dia tidak apa apa, meskipun kami sering bersama tapi entah kenapa aku selalu kuatir padanya" ujar Suzuya sambil memandang langit dari balkon apartement Miyaji. Pemilik kamar apartemet ini mendengarnya, merasa bahwa Suzuya sangat peduli dengan sahabatnya ini.

"Aku, Kanata, dan Yahisa sangat dekat. Terutama aku dan Yahisa. Dia satu satunya perempuan di kelompok kami jadi aku harus selalu melindunginya" perkataan Suzuya tersebut membuat lawan mainnya tertegun mendengarnya. Karena Miyaji belum pernah merasakan jatuh cinta jadi ia juga belum pernah merasakan cemburu.

"Akan tetapi, sampai sekarang aku selalu dianggap sebagai ibu olehnya hanya karena aku selalu membawa bekal makanan untuknya, padahal aku ingin hubunganku dengannya lebih dari itu huhuhuhu" tanpa aba aba laki laki berambut cokelat itu menangis galau membuat Miyaji yang awalnya terpana jadi sweetdrop di tempat.

Sebagai sesama sobat lelaki, Miyaji menangkan teman barunya ini dengan mengelus punggungnya, sebetulnya dalam hatinya ia kasian pada teman disampingnya ini yang hanya dianggap tidak lebih dari ibu oleh Yahisa. Meskipun dalam hatinya ia setuju dengan Yahisa karena sifat Suzuya yang ramah dan kadang sok keibuan. Sampai ia melupakan mie instans yang sudah dingin dan lembek di dapur.

.

.

.

.


Orang berbakat akan kalah sama orang yang pantang menyerah

Orang yang pantang menyerah akan kalah sama orang yang beruntung

Namun, Orang yang beruntung akan menyesal karena hanya mengandalkan keberuntungan dan tidak bisa menunjukkan bakat atau perjuangannya.

Walah malah ceramah soal orang orangan wkwkwkw,

Selesai juga chapter tiga ini, entah kenapa Yuka-chan kalo menulis fanfic yang ini selalu panjang. Ya mungkin karena harus mengikuti alur cerita yak wkwkwkw.

Karena sudah kepanjangan dan Yuka-chan sudah mulai capek jadi kalian bisa simpulkan sendiri chapter kali ini yak. Intinya Miyaji selesai menjalankan tugasnya dan ia berkeinginan untuk masuk SMA Seigetsu. Bagaimana kelanjutannya...

Ehm penasarankah kalian, tunggu saja di chapter 4 nanti yak.

Sudah sekian dari saya, juga jangan lupa favorite dan follow fanfic + authornya juga yak

Dan review nih fanfic, Baiklah sampai ketemu lagi. Arigatou minna.