FREDOM

Chapter 3 : Pengorbanan

" PERHATIIAAAN….!" teriak Komandan Pixis yang saat ini berada di atas dinding Trost kepada seluruh prajurit yang ada bagian dalam. " sekarang aku akan menjelaskan rencana perebutan wilayah trost kepada kalian ! Tujuan kita kali ini adalah menutup gerbang yang telah hancur " lanjut Pixis. Para prajurit terlihat kaget dengan perkataan Pixis.

" menutupnya? Bagaiman caranya?" tanya para prajurit, tentu saja hal itu cukup mustahil untuk dilakukan apa mereka ingin menjadikan para prajurit menjadi timbal, begitulah kira-kira apa yang ada di pikiran mereka.

" orang yang akan menutupnya, pertama-tama akan kuperkenalkan dulu, dari pasukan kadet... Eren Jaeger!" ucap Pixis. " Eren?! " ucap Conny yang sedikit terkejut begitupun yang lain.

" dia adalah hasil eksperimen transformasi titan yang kami lakukan secara rahasia... dia dapat memakai tubuh titan dan mengendalikannya" lanjut Pixis.

" hee.. hei, barusan aku tak mengerti dengan yang komandan katakan, ini bukan karena aku bodohkan ?" tanya Conny.

" jangan berisik, baka" balas Ymir.

Disaat Pixis sedang menjelaskan rencananya banyak dari mereka yang merasa ketakutan dan membuat keributan. Tujuan mereka hanya satu, yaitu melarikan diri agar dapat bertemu dengan keluarga mereka.

" Dengarkan perintahku! Bagi yang akan membangkan saat ini, tidak akan dihukum!. Setelah kalian mengalah pada ketakutan akan titan, kalian takan bisa bertarung dengan mereka lagi! Bagi yang menyerah pada teror titan sebaiknya pergi saja! Selain itu bagi yang ingin teror tersebut terjadi pada keluarga, teman dan orang terdekat kalian sebaiknya pergi saja " teriak Pixis.

Para pembangkan tadi akhirnya dengan berat hati menuruti rencana tersebut, karena bagaimanapun mereka tak ingin orang yang mereka kasihi sampai mengalami teror oleh para titan itu. " kita bicarakan apa yang terjadi 4 tahun lalu tenteng operasi perebutan Dinding Maria, tak perlu lagi di ingatkan kepada kalian, menyebutnya 'operasi perebutan' itu hanya untuk pemanis belaka, itu hanya keputusan untuk membuang pengungsi pengangguran dan tak bisa di beri makan, semuanya setuju hanya untuk satu alasan, dengan mengirim mereka keluar kita bisa bertahan hidup di tembok yang sempit ini, dosa itu di tanggung oleh semua umat manusia termasuk aku, konflik tak sampai terjadi karena penduduk dinding maria adalah kaum minoritas, akan tetapi jika dinding rose sampai tertembus hanya dengan membuang seperlima umat manusia tak akan cukup, karena dinding sina hanya dapat menampung setengah populasi umat manusia jika begitu, kepunahan manusia terjadi bukan karena serangan titan tetapi karena kita saling membunuh satu sama lain, oleh karena itu jika kalian memilih tempat untuk mati, matilah disini " ucap Pixis.

'aku tak tau apakah aku bisa melakukannya atau tidak, tapi aku mengerti peranku, karena itu bagaimanapun aku harus berhasil, aku harus menjadi harapan bagi semuanya' batin Eren.

Pasukan elite yang di tunjuk untuk mengawal Eren telah di putuskan. Mereka adalah Ian laki-laki dengan perawakan tinggi berambut pirang kecoklatan, Riko perempuan berkacamata berambut coklat sedikit putih, Mitabi pria berbadan besar denga wajah yang di hiasi jenggot yang tebal, mereka adalah tim elite dari kesatuan Garnisun, selain mereka ada juga kadet yang ikut menjadi pengawal Eren mereka adalah Mikasa, Naruto berserta 3 anggota timnya.

" Namikaze Naruto untuk seorang kadet aku yakin kau dan tim yang baru kau buat ini memiliki level jauh diatas tim elit dari kesatuan garnisun, " puji Pixis.

" terima kasih dan aku ada saran ketimbang kita harus berlari di atas sini menuju rute terdekat dari batu, lebih baik kita ber manuver langung dari sini" ucap Naruto.

" kau gila tujuan kita adalah menyelesaikan misi ini dengan mengasilkan korban sedikit mungki, karena itu kita harus berlari diatas sini menuju rute terdekat ke batu untuk mengurangi resiko" tolak Riko.

" tetapi musuh kita tak hanya para titan itu tapi juga waktu, jika kau menghawatirkan jatuhnya korban, aku akan menjamin tak ada satupun dari kita yang akan tewas selama kita bisa berkerja sama dengan baik, dan aku akan bertanggung jawab jika ter jadi sesuatu yang tak di inginkan " bujuk Naruto

" tak ada pilihan lain aku akan menyetujuinnya " ucap Riko pasrah

" terima kasih... kalau begitu Riko-san anda membantu saya di bagian depan, Ian-san anda di sisi kanan dengan Ren, Mitabi-san anda di sisi kiri dengan Soma, Mikasa kau di bagian belakang dengan Alisa, dan untukmu Eren kau berada di tengah dan tak perlu turun tangan untuk membunuh titan karena itu adalah tugas kami" jelas Naruto dan di balas anggukan oleh mereka.

Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan, tak ingin membuang waktu Eren mulai merubah dirinya menjadi titan. Namun saat mereka mulai menjalankannya operasi tersebut mengalami kegagalan . Hal tersebut di karenakan Eren yang kehilangan kendali dan malah mencoba menyerang Mikasa.

Kelompok yang tidak ikut dalam pengawalan Eren kini sedang memancing para titan di sudut dinding. " kita berhasil memancing sebagian besar dari mereka menuju pojok kota ini, meski kita telah menghindari pertempuran sebisa mungkin, tetapi kita telah kehilangan seperlima dari pasukan kita " ucap salah satu bawahan dari Dot Pixis. Seperti itulah keadaannya meskipun mereka telah mencoba menjaga jarak dengan titan saat bergantung di sisi dinding tetap saja, ada beberapa titan yang berhasil menangkap banyak dari mereka, ada yang harus kehilangan salah satu anggota badan mereka bahkan nyawa mereka.

" kita tidak kehilangan mereka, mereka tidak mati begitu saja, mereka mati karena perintahku, sekarang adalah saat terpenting dalam pertahanan umat manusia, jika itu berarti mempertahankan umat manusia, aku tak keberatan di panggil pembunuh masal " balas Pixis.

Kembali ke tempat Naruto dan yang lain. Mikasa saat ini sedang mendekat ke wajah Eren yang sedang menjadi titan guna menyadarkannya. Tetapi, usahanya tersebut sia-sia karena Eren malah mencoba menyerang Mikasa beruntung ia sempat menghindar sehingga serangan Eren tadi malah mengenai dirinya sendiri yang membuatnya tak sadarkan diri.

' rencananya gagal, sejak awal memang sudah jelas kalau senjata rahasia itu tidak ada ' batin Riko sambil menembakan suar berwarna merah yang menandakan misi telah gagal.

Armin yang melihat itu dari sudut kota pergi menyusul para tim elite karena ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Sedang prajurit dan kadet yang lain cukup putus asa karena tampaknya kematian teman-teman mereka sia-sia. Berbeda dengan para kapten yang nampaknya menginginkan untuk menarik mundur para pasukan. Tetapi, Pixis menolaknya " kita tak boleh membiarkan kematian rekan kita sia-sia, karena itu kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan". Ucap Pixis

" ian ada dua raksaksa mendekat dari depan, mereka setinggi 10 meter dan 6 meter, lalu ada lagi setinggi 12 meter dari belakang, ian berikan perintahmu! Kita harus mundur, tak ada yang menyalahkanmu, kita terpaksa meninggalkannya disini" ucap Mitabi dan di setujui oleh Riko. Dengan sedikit penjelasan dari Ian dan di bantu Naruto dengan berat hati mereka menurutinya.

" tampaknya tak hanya ke-3 titan itu saja yang mendekat kesini tetapi beberapa titan yang berhasil di pancing ke sudut kota tampaknya juga kesini sepertinya mereka lebih tertarik dengan Eren dari pada dengan mereka, kalian bisa berjaga di pintu masuknya titan karena sepertinya saat ini kemunculan titan dari tempat itu tak terlalu banyak dan mencegah bertambahnya titan yang masuk kedinding, biar aku, mikasa dan timku yang menjaga Eren " saran Naruto.

" kau gila, menjaga dia hanya dengan lima orang, sebagian dari timku akan membantumu, dan aku menyetujui saranmu... baik mari kita jalankan apa yang dia katakan " ucap Ian sambil pergi bersama yang lain.

" terima kasih, yosh... mikasa dan prajurit dari regu ian-san tetap disini! aku dan tim ku akan menghabisi para titan itu" ucap Naruto

" berhati-hatilah" ucap Mikasa dan hanya di balas seringaian dari Naruto.

" sudah saatnya bagi serigala yang kelaparan untuk membunuh mangsanya cepatlah kalian!" kata Naruto kepada timnya dengan bersemangat.

Armin yang baru saja tiba ke tempat Eren beradapun menanyakan keadan Eren pada Mikasa. Armin yang kelihatanya mengerti keadaanya mengeluarkan pedangnya. " dari punggung sampai tengkuk leher,tinggi 1m lebar 10cm, mikasa kau lindungilah kami! Aku akan mengeluarkan eren, sebelumnya dia keluar dari titik lemah titan, itu pasti ada hubungannya dengan misteri tubuh titan" ucap Armin sambil menancapakan pedangnya dan berusaha agar tak memberi luka serius kepada tubuh asli Eren. " Graaaargh...!" teriak kesakitan dari titan Eren. Sedangkan Armin mencoba bertahan. Saat titan Eren telah tenang Armin mulai mencoba berbicara dan menyemangatinya untuk bangkit dan berjuang agar mereka dapat bebas dan melihat lautan bersama-sama.

Di tempat lain di Kota Trost banyak prajurit yang telah di makan. " tampaknya sekarang kita harus bergerak sendiri!" ucap Annie kepada Jean dan Conny saat melihat ketua regu mereka tewas di makan titan. saat yang lain sedang menjauhi para titan tapi naas untuk Conny, saat ini dia sedang mengalami situasi hidup dan mati, kawat baja yang di tembakannya tidak menancap saat ada titan yang mendekatinya. Beruntung, karena Jean berhasil mengalihkan perhatian titan kepadanya sehingga Conny memiliki kesempatan untuk kabur.

' kali ini tak akan kubiarkan seseorang tewas di bawah tanggung jawabku lagi... apa! Sial kenapa harus sekarang ' batin Jean panik saat pelatuk untuk pelontar kawat bajanya tidak berkerja sedangkan keadaan bertambah buruk karena dari belakang muncul titan lainnya.

Jrashh...!

Beruntung Naruto datang dan menebas salah satu titan yang menghadang Jean.

" Naruto! Terima kasih kau menyelamatkanku" ucap Jean. " berterima kasihlah saat kita semua selamat, sekarang ikuti aku! Aku akan berlari kebelakang titan tersebut dan menebas bagian otot di telapak kaki bagian belakang untuk menjatuhkannya, saat berhasil kau harus cepat menebas tengkuknya! " perintah Naruto. " aku mengerti mari kita lakukan " ucap Jean.

Naruto yang mendengar hal tersebut tak membuang banyak waktu dan mulai berlari menuju titan itu. Dengan skill yang tak diragukan lagi Naruto berhasil menebas otot kaki titan tersebut yang membuatnya terjatuh. Jean yang sudah tau akan tugasnya segera menebas titan tersebut sebelum beregenerasi.

" kenapa kau tidak segera pergi ke tempat yang aman bersama Conny dan yang lain? " tanya Naruto.

" pelatukku untuk menembakan kawat sedang rusak, dan bukannya akan lebih mudah membunuh titan tadi jika kau memakai manuvermu " ucap Jean balik menanyai Naruto.

" karena aku terlalu besemangat memburu para titan aku tidak sadar gasku sudah habis aku sedang mencari perlengkapan manuver miliki orang lain yang tewas dan berharap banyak gas yang tersisa di dalamnya, karena kau sepertinya punya masalah pada manuvermu kita bisa mencarinya bersama sama " jawab Naruto.

" itu bukan ide yang buruk, untuk sekarang kita bisa saling melindungi " balas Jean.

Gerbang Trost.

Banyak pasukan garnisun yang telah meregang nyawa saat berusaha menghalau titan yang ingin masuk ke dalam.

DUMM...! DUMM...! DUMM...!

Saat mendengar debuman yang keras tersebut para prajurit yang ada di dekat gerbang mengalihkan pandangan mereka ke asal suara tersebut. " Eren!" ucap Mikasa saat melihat titan Eren yang sedang membawa batu besar. Berat batu tersebut memberi tekanan saat Eren melangkah sehingga menimbulkan debuman yang keras.

" tampaknya dia sudah bisa mengendalikannya... Kalian semua! Pancinglah perhatian para titan itu untuk membuka jalan agar eren dapat menutup gerbangnya tanpa di ganggu titan" perintah Ian pada para prajurit yang berjaga di sana.

' tubuhku rasanya akan hancur... armin.. mikasa.. kalian.. kenapa berlari dibawah sana para titan bisa menyerang kalian' batin Eren yang sedang mengangkat batu dalam wujud titannya. Banyak prajurit yang di makan saat mencoba mengalihkan perhatian para titan dari Eren, bahkan tim elite dari garnisun seperti Ian dan Mitabi yang harus meregang nyawa.

" LAKUKAN EREEEN...! " teriak Armin

" GRHUAAAAH...! " teriak Eren yang berhasil menutup dindingnya.

" Pengorbanan rekan kami tidak sia-sia " ucap Riko yang berlinang air mata. Air mata yang bercampur sedih dan senang. Sedih karena harus kehilangan para rekannya dan senang karena pengorbanan mereka tidaklah sia-sia.

" Pada hari ini untuk pertama kalinya, umat manusia menang melawan titan" ucap Riko sambil menembakan suar kuning yang menandakan misi berhasil.

" Suar kuning telah di tembakan misi telah berhasil " ucap bawahan Pixis dari atas dinding yang di sambut dengan perasaan haru oleh para prajurit.

" Segera kirim bala bantun! Tolong tim elite! "

Tetapi, moment itu harus dirusak dengan kedatangan 4 titan kearah mereka. Armin dan Mikasa dengaan di bantu Riko berusaha untuk mengeluarkan Eren dari tubuh titannya belum sempat mereka memanjat dinding titan tadi semakin mendekat.

Jrasshh..Jrasshh..Jrasshh..Jrasshh...!

Beruntung, datang 2 orang yang menyelamatkan mereka. " huh.. tadi hampir saja, mikasa apa kalian baik-baik saja " ucap Naruto yang berhasil menebas 2 titan tadi. " kami baik-baik saja terima kasih Naruto-kun" ucap Mikasa.

" Oi bocah sebenarnya apa yang terjadi disini? " ucap seorang laki-laki berambut hitam memakai mantel yang di bagian belakangnya bersimbol sayap kebebasan laki-laki tersebut bernama Revaille salah satu kopral dari Scout Legiun.

Setelah itu, Scout Legiun dan ahli mesin dari Garnisunpun datang, Dinding Rose pun sekali lagi terbebas dari titan. Untuk membasmi para titan yang tejebak di dalam Trost, memakan waktu seharian penuh. Pada hari itu meriam artileri terus menembakan pelurunya. Selagi peluru peledak memusnahkan sebagian titan. Para Scout Legiun di bantu seorang kadet berhasil membersihkan titan yang tersisah dan menangkap titan kelas 4m dan 7m. Namun, 207 prajurit dinyatakan tewas/hilang, 897 luka berat. Meski itu adalah kemenangan pertama umat manusia dalam melawan titan. Tetapi, harus dibayar dengan banyaknya nyawa yang melayang.

2 Hari Kemudian...

Meskipun sudah 2 hari berlalu sejak kejadian itu para kadet masih sibuk untuk mengumpulkan para korban. Jean saat ini juga di tugaskan untuk mengumpulkan para mayat dan tak sengaja menemukan mayat orang yang di kenalnya dalam keadaan separuh tubuhnya telah di makan titan.

" kadet apa kau mengenalnya? Jika iya segera beritahukan namanya, hal ini bisa saja menimbulkan wabah menular, kia juga harus bersiap jika ada musibah susulan, kita masih belum memiliki waktu untuk berduka atas kematianrekan kita, apa kau mengerti " ucap seorang perempuan berpakaian khas medis yang nampaknya sedang bertugas untuk mendata para korban.

" pasukan pelatihan ke-104, ketua regu 19, Marco Bodt " ucap Jean yang masih dalam keadaan shock.

Beberapa menemukan muntahan para titan. Para mayat yang sudah di data segera di bakar guna mencegah munculnya wabah penyakit.

" gomenasai...gomenasai " ucap Annie dengan raut yang susah di artikan.

" meminta maaf tak akan merubah segalanya, kita harus segera mengistirahatkan mereka, cepatlah chibi onna (gadis pendek) " ucap Naruto.

Entah sejak kapan Naruto selalu memanggil Annie ' Chibi Onna' dan sudah tak pernah memanggil Annie dengan nama aslinya. Meskipun mereka berdua di kenal sebagai penyendiri tetapi mereka sering terlihat bersama sehingga banyak yang mengira mereka memiliki hubungan dan biasanya Annie akan langsung marah kepadannya saat di panggil begitu tetapi saat ini bukanlah saat yang untuk bertengkar.

Penjara Bawah Tanah.

Eren saat ini sedang di borgol dan di letakan dalam sel di bawah tanah. Di tempat tersebut terdapat seorang yang merupaka ketua dari Scout Legiun, Erwin Smith dan bawahannya yang berpangkat kopral bernama Revaille. Pada saat itu Eren terus di introgasi oleh Erwin.

Selepas kejadian itu Eren bersiap menjalani pengadilan. Hal tersebut tak lain untuk memutuskan Eren harus di serahkan kepada Scout Legiun atau Military Police. Jika di serahkan ke Military Police Eren akan di lenyapkan dan di jadikan bahan penelitian. Jika di serahkan ke Scout Legiun dia akan di jadikan bagian dari pasukan tersebut untuk merebut dinding Maria dengan kekuatan titannya. Apa yang akan terjadi dengannya? Di serahkan kepada Military Police dan di lenyapkan atau menjadi anggota Scout Legiun yang di impikannya dan merebut dinding Maria dengan kekuatan titannya.

To Be Continued...

Yo minasan semoga fic kali ini dapat membuat kalian terhibur. Jika anda bertanya kenapa di bagian chap 2 ada yang mirip dengan fic sebelah, saya sih gak ada maksud buat itu anda sendiri saja yang nilai. Dan mohon maaf karena saya tidak bisa update terlalu sering