Ada yang rindu aku? #hening#
Onyu-chan is back #dilemparin beling#
Ini saatnya MBS mengudara lagi. di chapter ini aku buat ceritanya sedikit mirip dengan Drama Master of The Sun (ah drama itu benar-benar sesuatu) Maaf banget nih minggu kemarin (?) aku gak update dengan waktu yang udah di janjikan karena baru-baru ini _ aku patah hati dan ngegalau sambil keramasan di bawah sower selama seminggu #curcol# ah memang tahun baru yang (ah udahlah jangan dipikirkan kisah ini) T_T
Di tambah lagi, dari dua minggu yang lalu aku gagal melulu akses ke fanfiction makanya fanfic ini ketunda melulu update annya. Tapi berkat doanya Sasuke akhirnya aku bisa update fanfic LAGIII…! #kosidahan menggema#
Nah sebagai permintaan maaf, hari ini aku update 2 chapter sekaligus. *jenk jenk jenk* tadinya sih mau update 3 chapter sekaligus karena tiga minggu ke depan, aku UAS. Doain aku dong Der! Tapi karena chapter 5 nya belum selesai, jadi gak jadi deh. Hohoho
Cekidot
Disclaimer: Masashi Kisimoto
Genre: romance, humor
Pairing: SasuSaku
Rate: T
Warning: no Ninja world, penulisan masih jelek, OOC banget
My Boyfriend is a Spirit
Chapter 3
Capcus
.
.
.
.
.
"kenapa kamu masih mengikutiku?" kata Sakura kesal karena terus diikuti si Teme (Authornya ribet bilang hantu itu lah, hantu amnesia lah, hantu tampan lah. Hoho #maaf ya Sas?) yang tepat berada dibelakang Sakura.
"aku tidak mengikutimu. Kebetulan aku mau jalan ke arah sana juga" sahut si Teme beralasan. Sakura hanya menatapnya tajam setajam pedang Samehada.
Tiba-tiba pandangan Sakura beralih pada suara teriakan histeris dari segerombol siswa perempuan di belakang. Mereka terlihat sedang berkumpul dibelakang seorang siswa laki-laki yang tampan nan manis dan satu siswa laki-laki ganteng yang kulitnya putih yang besar kemungkinannya ia sering luluran atau apalah sehingga kulitnya seputih moci.
Usut punya usut ternyata mereka adalah salahdua dari cowok terpopuler di sepanjang sejarah sekolah SMP Konoha. Cowok-cowok popular itu adalah Uzumaki Naruto dan Sai Steven (aku ngarang), salah satu anak-anak paling kaya se Konoha.
Profil Uzumaki Naruto:
Nama lengkap Uzumaki Naruto, nama panggilannya Naru atau Bep. Setingkat lebih kaya dari keluarga Sai. Ayahnya Minato seorang pengusaha Kris sekaligus Lurah Konoha dan ibunya Kusina pemilik salon paling terkenal terutama dikalangan ular-ular peliharaan Orochimaru(?). Kapten basket di SMP Konoha, pemegang rekor makan mie ramen sambil kayang. Baik hati, tidak pernah membeda-bedakan orang karena kebetulan dia sering lupa sama nama orang, rajin dan suka menolong karena kebetulan dia adalah ketua karang taruna.
Profil Sai Steven:
Nama lengkap Sai Steven Bakti Simbabwe (?), biasa dipanggil Sai atau Maling jika penyakit ngambil jemuran tentangga kambuh lagi. Orangtuanya pengusaha Lulur mandi. Ketua club lukis di sekolah. Hati orang akan panas dingin jika melihat kehebatan melukisnya, namun tidak bagi Haji Muhidin. Ketampanannya tidak kalah dengan Naruto yang bisa membuat orang yang melihatnya menjerit-jerit histeris, namun terakhir diketahui orang-orang itu menjerit karena kesurupan massal.
-profil end-
kilauan-kilauan cahaya terang, bunga-bunga, bulu-bulu sayap malaikat, kulit pisang(?), kulit rambutan dan suara teriakan gadis-gadis bertebaran disekeliling mereka. Suasana ini sudah seperti berada di drama Boy Before Flower dimana Naruto dan Sai adalah F4.
Sakura sudah sukses mimisan karena pasalnya dia sangat tergila-gila dengan mereka berdua terutama pada Naruto.
"wah pria yang sangat tampan" Si Teme pun ikutan kagum melihat pria itu. (lu lebih tampan lagi, Sas :3)
Ketika rombongan besan itu (?) sudah dekat dengan posisi berdiri Sakura, tiba-tiba Naruto menyapa Sakura yang buru-buru lap mimisannya pake baju si Teme.
"ohayo Sakura!" sapa Naruto yang dimana disetiap kata-katanya itu dipenuhi dengan nada-nada cinta yang merdu bagai nyanyian-nyanyian malaikat pembawa kebahagiaan (Naruto: et dah lebai banget)
Wajah Sakura sukses memerah kaya buah rambutan, soalnya diketahui tumbuh rambut juga (?)
"o o ohayo Naruto" Sakura terbata-bata tersemen-semen, batu-batu dan akhirnya buka toko matrial #plak#
"bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kepalamu sudah sembuh? Aku benar-benar khawatir loh kemarin"
DEG_
Saat itu juga jantung Sakura berdetak lebih kencang dari biasanya, ia merasa sedang terbang melayang-layang di atas genteng sekolah mendengar perkataan Naruto tadi. Sebenernya sih wajar saja Naruto menanyakan keadaannya karena Naruto teman sekelas Sakura. Sakuranya aja yang kegeeran #dibasoka Sakura# namun dalam fanfic ini ceritanya Naruto menyukai Sakura, tapi tidak berani bilang karena takut nanti para fansnya memusuhi Sakura, secara dia kan siswa terpolular di sekolah.
"maaf membuatmu khawatir. Sekarang aku sudah baik-baik saja kok" jawab Sakura yang sedari tadi sudah ingin mandi besar karena melihat Naruto itu sangat menggoda iman.
"syukurlah. Lain kali kamu harus berhati-hati. Jangan sampai jatuh lagi. ^_^ klo begitu sampai bertemu di kelas ya" kata Naruto lalu menunjukan senyuman termanisnya.
"iya Sakura. kamu harus hati-hati ya!" kata Sai lalu menunjukan senyuman palsunya namun terlihat manis.
"iya. Makasih Naruto, Sai. Aku akan lebih berhati-hati lagi"
Naruto dan Sai pun pergi menuju kelas karena rombongan jamaah haji(baca:fans) ini sudah membludak sampai bundaran HI.
"kamu menyukai pria itu ya?" Tanya si Teme di sela-sela kebahagiaan Sakura.
"suka banget _" sahut Sakura penuh dengan kilauan-kilauan gigi guru gai. Dan si Teme manyun-manyun gak jelas.
.
.
.
.
.
… ruang club basket…
Sakura POV
"na nani? Aku yang menggantikan Sion?" kata ku sangat terkejut.
Hari ini tim basket putri di sekolah kami akan bertanding dengan tim putri SMP Kirigakurei. Tapi tadi pagi Sion, salah satu anggota tim basket dari kami sakit setelah memakan Rengginang buatan Tenten. Rengginang itu memang berbahaya.
Sekarang Sion tidak bisa bertanding padahal ini pertandingan final dan Tim kami kekurangan anggota. Oleh karena itu mereka mengajakku ikut bertanding padahal aku bukan bagian dari club basket. Walau seperti itu, permainan basketku tidak terlalu buruk, namun masalahnya aku takut dengan lapangan basket karena disana ada banyak hantu yang bergentayangan. Konsentrasiku pasti akan terganggu dengan kehadiran mereka apalagi jika mereka muncul tiba-tiba.
Parahnya teman-temanku terus memaksaku dengan menawari imbalan yang tinggi yaitu semangkok Batagor Mang Kisame.
Dan dari acara penawaran yang terjadi lumayan cukup lama ini, dari sinetron Tukang Haji Naik Bubur episode ke 1 sampe episode ke 1000, akhirnya menuai kesimpulan bahwa aku memutuskan untuk ikut bertanding walau mungkin ini akan membahayakan jiwa ragaku. Ini demi persahabatan, persaudaraan dan kemakmuran, AYO TURUNKAN HARGA INDOMIE!
.
.
.
.
.
Teme POV
sekolah ini sih hantunya bukan banyak lagi tapi super banyak. Hampir semua tempat di sekolah ini sudah berpenghuni hantu, dan mereka tidak mau berbagi tempat denganku. Sekalinya ada yang mau berbagi, malah hantu tante-tante girang. Aku mana mau sama yang begituan. Aku tidak tahu harus kemana lagi. (tinggal aja di rumah Author)
Aku sudah sangat capek berkeliling di sekitar sekolah. Aku pun duduk di kursi panjang yang berada di depan sebuah kelas.
Tapi tiba-tiba beberapa siswa sangat heboh membicarakan sesuatu sambil pergi berbondong-bondong ke sebuah aula yang membuat rasa ingin tahu ku muncul. Maka dari itu, ku ikuti siswa-siswa itu masuk ke aula.
.
.
.
.
.
Ternyata ada pertandingan basket. Aku pun berinisiatif untuk menonton ini sebentar lalu duduk di bangku penonton. Itu pertandingan basket Sakura dan teman-temannya. Aku pun buru-buru berdiri lalu teriak-teriak di atas kursi penonton sambil mengumandangkan adzan subuh, eh mengumandangkan yel yel untuk menyemangati Sakura.
Aku mulai panik ketika Sakura hendak menshot bola ke rink, tepat di depan Sakura ada sepucuk (?) hantu yang akan mengganggu nya dan kemungkinan akan membuat konsentrasinya terganggu. 'ini buruk' pikirku.
Author VOP
Layaknya Iron Man dengan gaya rambut pantat ayam, si Teme memberanikan diri berlari ke arah Sakura lalu langsung memukul hantu yang diketahui sangat alai itu dan Wuss_ hantu itu pun menghilang. Sakura sangat terkejut dan tanpa sadar bola yang ditangannya terlempar kearah rink dengan prediksi bahwa bola itu takkan bisa sampai kedalam rink karena kurang tinggi padahal ini adalah kesempatan terakhir demi mendapatkan three point dalam waktu yang sudah sangat limit.
Melihat keadaan seperti itu si Teme langsung menangkap bola itu lalu melakukan Slam dunk yang tentu saja tidak bisa dilihat orang-orang kecuali Sakura.
Para penonton mulai cemas sambil gigit sepatu masing-masing karena belakang diketahui mereka belum makan 2 minggu gegara kantinnya tutup untuk merayakan sehari tanpa Sepongebob. Terkecuali Guru Gai yang sedari tadi terus mengeluarkan api semangat. Menyemangati tim Basket Sakura.
Para pemain juga cemas kecuali Sakura yang terkejut dan takjub melihat si Teme, hantu amnesia yang ngeselin lahir batin itu tiba-tiba terlihat sangat keren melakukan slam dunk dan BERHASIL MENCETAK ANGKA.
Tim Sakura akhirnya mendapatkan three point di detik-detik terakhir pertandingan walau sebenarnya itu bukan three point. Tapi berkat si Teme tim Sakura keluar sebagai pemenang.
.
.
.
.
.
… gerbang sekolah…
"Teme, arigato karena sudah melindungiku dari hantu itu"
"ah itu bukan apa-apa kok." kata si Teme sambil menunjukan senyum sepuluh jari (lebar banget)
"ngomong-ngomong kamu sudah dapat tempat tinggal disini?"
"tentu saja_ belum" jawab si Teme yang dimana dalam kata 'belum' nya itu diberi nada sedih.
"hantu di sekolah ini terlalu banyak. Aku rasa aku tidak akan tinggal disini"
"Kamu tahu? Sebenarnya aku sering gak tega melihat orang kesusahan. Jadi aku gak keberatan jika kamu mau tinggal di rumahku lagi, walau kamu bukan orang"
"BENARKAH?" kata si Teme sumringah.
"iya. Tapi ingat ya hanya sementara sampai kamu menemukan tempat tinggalmu sendiri"
"baiklah. Aku mengerti" kata si Teme sambil menunjukan senyuman termanisnya. Sakura ikut tersenyum sehingga sukses membuat kedua pipi si Teme memerah lalu menundukan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya itu. kelakuannya itu membuat Sakura gemas sampai-sampai ingin sekali menonjok si Teme.
"kau tahu? Kau terlihat cantik ketika tersenyum." Kini kedua pipi Sakura yang memerah.
Angin sore berhembus sepoi-sepoi menyegarkan, meniupkan beberapa daun kering yang telah berguguran. Matahari mulai tenggelam dan menyembunyikan sinar-sinarnya untuk disisakan besok hari lagi. Itu semua adalah baghround yang terindah bagi Sakura dan Teme saat itu.
"ayo pulang! Mang Tobi sudah nunggu tuh." Kata Sakura sambil melangkahkan kaki ke arah mobil dan si Teme hanya mengikutinya dari belakang seperti anak ayam.
Tiba-tiba hantu penghuni pohon mangga muncul didepan Sakura yang membuatnya sangat ketakutan dan refleks memeluk si Teme. Hantu itu langsung pergi entah kemana. Wusss_
"Sakura tenang. Hantu itu sudah pergi kok" kata si Teme. Sakura pun melepas pelukannya.
Sakura merasakan sesuatu yang berbeda ketika menyentuh si Teme. Ia merasa tenang dan aman berada disisinya. Ia berpikir apa hantu itu pergi karena ia menyentuh si Teme? Ia masih ingat persis ketika hantu alai di lapangan basket tiba-tiba langsung lenyap ketika si Teme memukulnya.
Untuk membuktikannya, Sakura lihat hantu yang selalu berdiri didekat pintu gerbang sekolah dan ketika melewati gerbang itu Sakura pun langsung memegang tangan si Teme. Dan Bravo, hantu itu juga langsung menghilang.
"hantu-hantu yang kulihat akan menghilang ketika aku menyentuh si Teme?"
.
.
.
.
.
TBC
Weh…
Yang masih kuat silahkan klick Next ^^
