Bad Romance
Author: Park Hyesung
Pairing: YeWook (Yesung x Ryeowook), KyuWook (Kyuhyun x Ryeowook)
Genre: Romance, and other
Rate: M
Warning: YAOI, Typo(s), EYD tidak sesuai, alur kecepatan dll
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita. Tak suka dengan pairing ini? Tinggal keluar dari halaman ini kok
Caramel milik seorang namja mungil membulat seketika. Begitupun pada hatinya yang tadi sangat senang kini tersakiti oleh tusukan pisau ilusi. "Ma-maldo andwaeyo..." gumamnya menyakinkan diri namun apa yang dilihatnya adalah sebuah kenyataan.
Yesung berdekatan dengan seorang yeoja di depan kamar hotel yang biasa di pakai Ryeowook dan Yesung untuk melakukan hal intim. Namja yang merupakan produser di entertaimentnya itu mengunci pergerakkan yeoja cantik tersebut.
Membisikkan sesuatu di telinga sang gadis kemudian menciumnya dalam. Lalu membawa gadis itu masuk kedalam kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Bruk!
Ryeowook kehilangan keseimbangannya. Kakinya gemetar hebat, dan matanya ingin mengeluarkan cairan tapi ditahan olehnya. Tangannya menepuk-nepuk dada kiri yang terasa amat sakit.
Awalnya namja ini berpikir untuk merayakan kesuksesannya bersama Yesung atas kemenangan artis pendatang baru tahun ini. Tapi dia malah mendapatkan kejadian yang tak diinginkan. Hatinya tersakiti, memang seharusnya dia tak mudah jatuh cinta pada Yesung.
"Pabboya… Apa yang aku harapkan, Ryeowook? Dia hanya menyukai tubuhmu.." lirih Ryeowook pada dirinya sendiri. Dia pikir dia bisa mengambil hati Yesung perlahan. Dia pikir sikap kekanakan dan baik Yesung padanya emang atas dasar suka. Yah, memang suka. Suka terhadap tubuhnya saja.
"Ryeowook-sshi? Kau kenapa disini?"
Merasa namanya dipanggil, Ryeowook menoleh cepat. Dirinya kembali dikejutkan oleh seseorang. "Kyuhyun?"
.
.
.
Ryeowook mengaduk-aduk kopinya dengan wafer, sedikit bosan karena namja tinggi dihadapannya tak mengajaknya berbicara. "Seharusnya kita tidak di café, melainkan di restoran saja." Gumam namja bernama Kyuhyun tersebut sembari menumpukan kepalanya diatas tangan yang telah berada diatas meja.
Ryeowook tersenyum kikuk, "Karena aku menang? Tak perlu, kopi cukup membuatku lebih baik." Balasnya pelan. Diseruputnya air pahit tersebut perlahan. Merasakan panas yang mengaliri lehernya. "Hei, kau tidak main curangkan? Seharusnya aku yang menang dalam acara tadi."
"Tentu saja tidak!" Ketus Ryeowook malah membuat Kyuhyun terkekeh. "Baguslah, aku juga tidak berpikir seperti itu. Suaramu memang lebih bagus dariku." Kyuhyun meminum kopinya dengan tenang sedangkan kening namja manis itu berkerut.
"Jeongmal?" Pasti Ryeowook. Setahunya, Kyuhyun ini sering dikatakan sebagai musuh bebuyutannya dalam dunia hiburan oleh para netizen. Lagipula, Kyuhyun juga terkenal akan sifatnya yang dingin tapi kenapa namja itu bisa tertawa sesenang itu dihadapannya?
"Geuchi! Ya, apa kau tidak percaya padaku?" Jawab Kyuhyun dengan suara marah yang dibuat-buat. "Memang tidak. Kau berbeda seperti yang dikatakan oleh netizen." Kata Ryeowook polos.
Kyuhyun tersenyum lembut. "Geurae. Aku berwajah dua sepertinya. Oh ya, sedang apa kau di hotel tadi?"
Namja bersuara tenor itu rasanya tak ingin menjawab, tapi merasa tidak enak juga pada Kyuhyun. "Hm, jika tidak mau beritahu juga tak apa. Aku juga sudah tahu kok. Aku tinggal disana, jadi tentu tahu kau selalu melakukan apa dengan Yesung."
Wajah Ryeowook langsung memerah padam, dirinya tak menyangka jika Kyuhyun tinggal disana. "Makanya aku bilang suaramu bagus. Desahan dan lengkinganmu itu bisa terdengar sampai keluar kamar." Ryeowook menundukkan kepalanya malu saat mendengar Kyuhyun tertawa.
Dirinya di kerjain oleh si namja pucat ini. "Apalagi saat kau sering memohon pada Yesung itu. Aku tahu namanya karena teriakan mu itu. Ckck, aku heran dengan anusmu yang setiap malamnya di masuki orang itu. Lalu..."
"Hajima! Aku malu mendengarnya!" Potong Ryeowook sambil menutup wajahnya. Ya Tuhan, betapa malunya namja manis ini mendengar Kyuhyun membeberkan segala yang dia dengar.
Kembali, Kyuhyun tertawa senang. Dari awal melihat Ryeowook diacara Music Bank, di tahu sekali jika Ryeowook pasti sangat polos. Mudah untuk digoda dan untuk diajak bercanda. Alasan inilah yang membuat Kyuhyun berani mengajaknya pergi dan berbicara seperti ini. Walaupun tidak memakai bahasa formal dalam pembicaraan, sepertinya Ryeowook juga tidak masalah.
Menurutnya, Ryeowook itu manis. Pasti banyak namja maupun yeoja suka padanya. 'Pantas saja namja itu sering memakainya.' Batin Kyuhyun. Tapi tak bisa dipungkiri jika dia tidak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan namja bernama lengkap Kim Ryeowook ini.
"Aku mengerti! Sudah jangan menutup wajahmu atau aku akan menggodamu lagi." Ancam Kyuhyun sukses membuatnya mengembungkan pipi.
"Dasar pengancam!" Seru kecil Ryeowook. "Enak saja. Kalau aku pengancam, mungkin aku lebih baik menjadi perampok." Balas Kyuhyun.
"Hng, perampok? Hei, kau lebih cocok menjadi paranormal sejak MV Trap keluar. Tampilanmu disana benar-benar aneh." Ejek Ryeowook. "Tapi aku suka dengan suaramu disana. Sebagai pendatang baru, kau featuring dengan Henry, sang soloist terkenal. Ckckck, kau lebih hebat dariku." Lanjutnya dengan pujian.
"Jadi ini sebuah ejekan atau pujian eoh?" Tanya Kyuhyun tersenyum. "Pujian~ Suaramu saat tiba-tiba muncul benar-benar keren. Sungguh pas liriknya denganmu."
"Denganku atau denganmu? Kau yang terjebak, Ryeowookie." Ujar namja berambut ikal tersebut. Ryeowook terdiam, sakit hati kembali datang. "Dua-duanya. Sudahlah, jangan bicarakan itu lagi. Hei, kau memanggilku seperti itu. Kita baru ngobrol beberapa menit yang lalu tapi kau sudah memanggilku seperti itu."
"Tidak senang? Kan biar tambah akrab. Aku sudah lama menganggumimu lho padahal. "
"Jinjja? Waktu debut kita juga tidak berbeda jauh bukan?"
"Ne, tapi suaramu begitu menarik. Cobalah sekali-sekali kita berduet, mungkin album kita bisa menembus angka satu bahkan puluhan jutaan copy."
Untuk beberapa jam kedepan, tawa mereka di cafe yang cukup sepi penghuni itu menggema kemana-mana. Ryeowook merasa terhibur sekali atas pertemuannya dengan Kyuhyun. Mereka bercanda dan saling bertukar cerita layaknya teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
Setidaknya untuk beberapa saat, Ryeowook bisa melupakan soal Yesung
.
.
.
Helaan nafas yang panjang keluar dari seorang pria tampan. Entah ini sudah keberapa kalinya dia menghela nafas karena harus bekerja di ruangan kantornya. Memikirkan nasib-nasib para artis dari entertainment yang menjadi tempat kerjanya.
"Aish, bagaimana grup ini akan comeback jika leadernya sedang mendapat isu seperti ini?" kesal Yesung sambil memerhatikan dokumen. "Girlband ini juga harusnya debut bulan ini tapi kenapa lagunya belum ada? Ya Tuhan, aku bisa gila!"
Yesung mengacak rambutnya hingga berantakan, tapi karena memang style rambutnya berantakan jadi tidak masalah bagi penampilannya. Pria bersuara baritone ini sungguh lelah. Apalagi habis dari kegiatannya semalam, bermain dengan lima yeoja cantik untuk dijadikan girlband nantinya.
Sulit mendebutkan mereka mengingat harus mencari single baru. "Argh, seharusnya aku tidak terlalu gegabah untuk mendebutkan mereka."
Kini pria ini memijit keningnya sembari menyandar dengan nyaman di kursi. "Harus mencari hiburan kalau seperti ini. Bisa mati duluan kalau memikirkan ini semua. Sebaiknya aku mencari seseorang sebagai asisten nanti."
Yesung mengobrak-abrik isi mejanya yang penuh akan kertas dokumen. Seingatnya tadi ada koran pagi yang diletakkan diatas meja. "Nah ini dia!" Tubuhnya menegang begitu saja saat melihat 'Hot News' dari koran itu.
'Ternyata pikiran netizen sangat salah untuk pasangan Kyuhyun dan Ryeowook. Mereka kemarin malam, tepatnya beberapa jam setelah acara MAMA, mereka didapati berada di suatu café. Dan tentu saja mereka satu meja, dan terlihat sangat senang oleh pembicaraan mereka. Jika dilihat sekilas, mereka seperti orang yang sedang berkencan. Apakah memang mereka berpacaran namun tertutupi karena jadwal debut yang begitu padat awalnya? Beberapa netizen berkomentar….'
Cengkraman pada kertas koran tersebut begitu keras hingga membuat kelecekan terhadap sisi kertas. Emosinya meningkat seiring terus membaca kalimat-kalimat yang tercetak jelas di koran tersebut. Bahkan sampai ada foto yang menjadi bukti jika Ryeowook benar-benar bersama Kyuhyun semalam.
"Kim Ryeowook… Apa kau cari mati?" geramnya menahan amarah. Dia tak akan mengijinkan siapapun dekat dengan Ryeowook. Alasannya sudah pasti, dia cemburu berat pada namja itu.
Saat pertama kali melihat Ryeowook, Yesung sudah mulai menyukai namja manis itu. Cinta tumbuh seiring waktu berjalan. "Malam ini kau akan memohon padaku. Lihat saja nanti."
.
.
.
"Ryeowook-ah~" Merasa terpanggil, namja manis itu menoleh cepat ke asal suara. Senyum tercetak dibibirnya dan sedetik kemudian dia berjalan ke arah namja berambut ikal tersebut. "Sedang apa kau disini? Dan kenapa bisa masuk kedalam apartemenku seenaknya?" Tanyanya.
"Hm, aku mengikutimu waktu itu. Aku menghafal passwordnya dengan mudah." Kyuhyun menyengir lebar lalu duduk diatas sofa. "Whoa, kau benar-benar cocok jadi perampok."
"Tapi aku lebih suka menjadi penyanyi daripada perampok. Apa kau tidak tahu kalau merampok itu dosa? Tidak? Pergi ke gereja sana!" Belum saja menjawab, Kyuhyun sudah menceramahinya seenak jidat.
Ryeowook memutar caramelnya bosan, memilih kembali kedapur dan membuatkan minuman padanya. "Oh ya, tumben kau tidak bersamanya malam ini." Kata Kyuhyun ketika Ryeowook kembali keruang tamu dengan juice ditangannya.
Namja mungil itu terdiam. Sejak semalam, Ryeowook malah banyak cerita terhadap Kyuhyun. Entah kenapa dia terasa nyaman juga senang dengan Kyuhyun. Pria bersuara bass itu sudah dianggap seperti kakaknya padahal baru kenal kemarin malam.
"Ya, jawab aku! Aku menjadi penasaran. Apa dia memintanya lalu kau tolak? Jika seperti itu aku takjub akan itu."
"Dia tidak memintanya. Mungkin sedang sibuk dengan temanku yang belum debut." Balas Ryeowook datar lalu minum.
Kyuhyun mengangguk, sudah cukup membuat namja manis ini badmood. "Kalau begitu lubangmu akan menjadi ketat dan tambah sempit. Bagaimana jika kita main?" Tanya Kyuhyun asal dengan smirk di bibirnya.
"Omo, kau sedang tidak menjebakku kan?" Ryeowook menggeser duduknya menjauhi Kyuhyun. Tawa keras terdengar di seluruh ruangan, Kyuhyun benar-benar menyukai momentnya dengan Ryeowook.
Sudah diperkirakan oleh Kyuhyun sejak dulu jika Ryeowook adalah orang yang polos dan manis. Sungguh childish dan akan terus membuat orang gemas akan sifatnya. Benar-benar seseoarng yang sangat ceria sekali. Tapi dia tak menyangka jika Ryeowook begitu cepat menerimanya.
Bagaikan kereta api keluar dari mulutnya, Ryeowook menumpahkan segala keluh kesahnya yang sudah menumpuk dalam hatinya semalam. Namja bersurai madu ini membutuhkan sandaran, teman untuk curhat.
"Tentu saja tidak! Aku hanya bercanda. Bagaimana kalau kita bermain game? Apa disini ada playstation?" Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. "Tidak ada. Aku bukan anak kecil juga bukan maniak game sepertimu." Balas Ryeowook sok dewasa.
Kyuhyun merengut, "Hello? Tubuhmu saja lebih kecil dariku. Sudahlah, bagaimana kalau kita pergi bermain ke game center saja? Lumayan buat hiburan." Namja berkulit pucat itu bangun dari duduknya, meminum kilat minuman yang disediakan Ryeowook tadi.
"Kaja~ Aku sudah tidak sabar bermain game denganmu!" Ajak Kyuhyun dengan sedikit rengekan. Ryeowook tertawa hambar, awalnya dia ingin menolak tapi melihat Kyuhyun yang begitu bersemangat, hatinya jadi tidak tega. Baginya namja yang tengah berdiri ini seperti anak kecil yang kesepian.
"Aku mengerti! Tunggu diluar, aku akan segera ganti baju."
.
.
.
Sebuah ruangan apatermen sedang dimasuki pria yang berpakaian serba hitam, membuat orang mengira pasti itu adalah seorang perampok namun kenyataanya tidak ada yang melihat orang itu masuk kedalam ruangan itu.
Begitu mudahnya ia masuk, sangat hafal nomor password kamar itu seperti pemiliknya saja. Setelah menutup pintu dengan cepat dia melangkah kearah kamar. Bibirnya mengeluarkan decakan kesal saat melihat ponsel tertaruh diatas meja nakas.
"Pantas saja kutelpon tidak diangkat. Kemana anak itu? Apa jangan-jangan sedang bersama Kyuhyun?" Gumam sang namja bersuara husky. "Cih, dasar namja kegatelan. Apa dengan diriku saja tidak cukup eoh? Sampai-sampai mencari namja seperti Kyuhyun." Lanjutnya lagi.
Karena sedikit lelah, dia memilih duduk di tepi ranjang. Mata bulan sabitnya menatap kembaran bulan di atas langit lewat celah jendela. "Aku tidak akan memaafkanmu untuk kali ini."
Sedangkan ditempat lain, Kyuhyun berjalan beriringan dengan Ryeowook. Mereka berdua tidak memakai penyamaran yang cukup banyak mengingat ini sudah lewat tengah malam. Keduanya memakan es krim diselingi candaan.
Mereka telah melewatkan hampir lima jam di game center hanya untuk bermain game dan pergi pulang dengan berjalan kaki. "Kyuhyun-ah, kau pulang saja dulu. Tidak perlu mengantarku." Ujar Ryeowook saat menyadari pria disebelahnya terus berjalan menuju apartemennya.
"Membiarkanmu dijalanan seperti ini? Apa kau ingat kau ini artis? Nanti kalau diculik gimana? Kasihan nanti boss mu diminta uang tebusan. Lalu kau ini namja manis, nanti kalau di perkosa sama ahjussi bagaimana? Hilang dong keperjakaanmu." Balas Kyuhyun lancar.
Awalnya Ryeowook ingin membalas, 'Ya! Apa kau pikir aku ini anak kecil? Perlu dijaga olehmu?' Namun tidak jadi karena mendengar pujian Kyuhyun yang sedikit melenceng pada akhirnya. Wajahnya menjadi memerah malu.
"Kok diam? Wah, coba kau angkat wajahmu! Pasti merah gara-gara ucapanku tadi!" seru Kyuhyun bersemangat. Ryeowook menggeleng keras. "Dalam mimpimu, Cho Kyuhyun jelek!"
"Kalau aku jelek, mungkin aku tidak akan menjadi artis. Dasar anak kecil!"
Akhirnya Ryeowook benar-benar diantar pulang oleh Kyuhyun. Tentu saja mulut mereka masih tetap saling mengejek walaupun sudah sampai di depan apartement Ryeowook. "Sudah sana pulang! Gara-gara kau, aku harus tidur tengah malam!" Usirnya sebelum Kyuhyun mengikutinya lagi hingga kedalam.
"Yakin? Tidak akan merasa kehilanganku nih?" Goda Kyuhyun dengan kepercayaan diri yang besar. "Kehilangan? Dalam game-mu!" Ryeowook mendorong Kyuhyun ke arah lorong menuju lift. "Pulang sana!"
"Fuh~" Kyuhyun meniup poninya badmood. "Arraseo, anak kecil. Oh ya, lain kali kita pergi main lagi ne? Melihat wajah kalah-mu itu benar-benar menghibur." Ledek si namja pucat kemudian berlari sebelum dia mendapatkan sepatu di kepalanya. "Aish, awas kau Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun tertawa mendengarnya. Sepanjang koridor dia hanya tersenyum tipis. "Apa dia tidak lihat koran pagi? Atau memang sudah lihat tapi pura-pura tidak tahu? Kukira tadi dia akan menolak ketika kuajak pergi." Gumamnya.
"Tapi, ayolah Kyuhyun. Tidak butuh pendekatan lebih lama untuk mendapatkan hatinya. Cepat atau lambat ini semua akan menjadi lebih mudah jika dia terus bersamamu." Ujarnya menyemangati diri.
Semoga cinta Cho Kyuhyun pada Ryeowook tidak bertepuk sebelah tangan.
.
.
.
Ryeowook membuka pintu apartementnya dengan pelan. Rasa lelah sudah melekat dalam dirinya sejak tadi. Kalau bukan Kyuhyun yang mengajaknya bertarung lidah tadi, mungkin dia tidak akan selelah ini. Membalas perkataan namja iblis itu memaksa otaknya bekerja keras.
"Apa di kulkas masih ada minuman? Aku benar-benar lelah." Ujarnya segera menuju dapur setelah melepaskan jaket tebalnya ke sofa. Mencari sesuatu dalam kulkas dan beruntung dirinya menemukan cola yang di simpannya sejak lama.
"Cih, jadi insomnia gara-gara dia. Apa yang harus kulakukan kalau begini?" Yup, sekarang dia tidak bisa tidur. Mungkin karena keasikkan bermain dengan Kyuhyun tadi jadi insomnianya juga kumat.
Kakinya mulai melangkah kearah kamar, mendengar lagu ballad di kamar bisa membuatnya tidur.
Kret
"Annyeong, baby." Jantungnya serasa mau jatuh ketika mendengar suara ini. Pikirannya menolak apa yang hatinya katakan. Yesung dikamarnya? Apa mungkin?
Karena ruangan begitu gelap tanpa ada lampu yang menyala, Ryeowook jadi susah untuk memastikannya. Apa itu hanya dugaan saja? Akhirnya Ryeowook memilih untuk menyalakan lampu.
"Hei, kau tak menjawab sapaanku, Slave." Ujar namja tersebut ketika Ryeowook berhasil menyalakan lampu. Dan kali ini dia benar-benar yakin jika Yesung berada dikamarnya. Berbaring diatas tempat tidurnya dengan posisi tubuh bagian atas bersandar pada kepala ranjang
Namja manis yang tengah ketakutan tersebut menelan ludahnya dengan paksa. "Ye-Yesung? Ke-kenapa bisa disini?" Tanyanya terbata dan langsung dijawab oleh Yesung dengan melempar-lempar ponsel milik namja manis tersebut. "Kau lupa membawa ponselmu." Jawab sang pria tampan dingin.
"Apa kau pergi dengan Kyuhyun tadi?" Tanya Yesung balik. Ryeowook mengangguk kikuk. "Oh… Pergi sampai selarut ini? Apa yang kalian lakukan? 'Bergerumul' diatas ranjangkah?" Tanyanya beruntun. "Ani!" Seru Ryeowook. Bagaimana bisa Yesung mengatakan hal seperti itu? Kyuhyun hanyalah seorang teman baginya.
"Ani?" Yesung tertawa hina. Berjalan mendekati Ryeowook dan mengunci pergerakannya. Menaruh tangannya di kedua sisi kepala dan mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.
"Apa kurang 'bermain' bersamaku eoh? Sampai kau harus mencari namja seperti Kyuhyun?" Ryeowook menggeleng pelan. Tatapan mata Yesung pada caramelnya seolah ingin membunuh. "Anio, Master…"
"Apa kalian berpacaran?" Lidah Yesung kini mulai membasahi bibir keringnya. Terasa sangat manis untuk Yesung, mungkin karena rasa manis es krim, atau bibir namja bersuara tenor itu memang masnis.
Tubuhnya tak bisa bergerak, untuk bernafas saja sulit. Posisinya tidak menguntungkan. Ingin sekali dia mendorong Yesung jauh-jauh. Bibirnya menjadi hangat akibat saliva milik 'Master'nya.
"Kenapa kau tak menjawab eoh? Apa benar kalian berpacaran?" Kini lidah Yesung beralih pada pipi tirus yang memerah padam. "Anio, Master!" Seru Ryeowook kegelian saat merasa bagian bawahnya dielus tangan mungil Yesung.
Pria tampan tersebut memundurkan wajahnya, menatap tajam Ryeowook yang berdiri dihadapannya. "I'm trust your answer, Slave." Dan setelah itu, Yesung segera meraup bibir manis milik Ryeowook. Memberikan lumatan-lumatan kasar namun memiliki kenikmatan tersendiri bagi Ryeowook.
Sepertinya, malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk Ryeowook.
.
.
.
Wajah manis penuh peluh tersebut bersembunyi dalam bantal putih. Dirinya meredam desahan yang terus meluncur keluar dengan mudah dari kedua belah bibirnya. Tangannya tak bisa bergerak bebas akibat tali pinggang yang mengikat.
Bagian dadanya jatuh ke atas ranjang empuk sementara bagian bawahnya tengah menungging. Holenya terus terasa basah akibat permainan liar lidah Yesung. "Akh! Angghh… Unggghhh…" Desahan keras terdengar hingga seluruh ruangan, lidah pria tampan itu berhasil masuk kedalam hole merah miliknya.
Ujung lidah itu terus membasahi seluk beluk hole sempit Ryeowook sementara tangannya bermain dengan penis yang mengancung bebas di antara selangkangan. Terus dinaik turunkan tangannya, menggesek lubang kejantanan Ryeowook dengan jari telunjuknya. Tangan kirinya meremas-remas butt disamping kepala besarnya.
Ransangan yang Yesung berikan membuat Ryeowook ingin merasakan hal lebih. "Anghh… Master.. Ohhh…." Yesung senang mendengar budaknya itu mendesah. Diremasnya kuat benda keras dan panjang ditangannya, menaik turunkan tangannya semakin cepat.
"Akkhh… A-aku… Ahhh!" Cairan kental nan lengket mengalir keluar membasahi sprei putih yang sudah kusut. Yesung melenguh kecil, hole Ryeowook menghimpit lidahnya yang masih bekerja di dalam sana. Dengan cepat Yesung menarik keluar lidahnya.
Berganti menjilati tangannya yang dipenuhi sperma putih Ryeowook. Sementara Ryeowok mengambil oksigen dengan rakusnya, Yesung memijit penisnya sendiri.
"Ukh!" Caramelnya membulat sempurna ketika penisnya kembali digenggam kuat. "Kau pikir kau akan lepas dariku? Kita belum selesai, jadi jangan pernah berpikir kalau kau akan bebas setelah aku puas." Yesung menuntun juniornya di depan hole yang sedari meminta untuk dimasuki.
"Arghhhh…. Sakit! Keluarkan! Ukh…" Dalam sekali hentakan junior Yesung berhasil masuk walaupun tak sepenuhnya. Mutiara kelam itu menutup pelan, merasakan kenikmatan lubang Ryeowook memijit-mijit penisnya.
Yesung menarik juniornya hingga menyisakan ujungnya saja, "Kau…" Dengan disertai suara berat, Yesung menyodok kasar lubang sempit Ryeowook.
"Ahhhh…. Ohhhhh…." Prostatnya berhasil ditumbuk ujung penis Yesung.
"Jangan pernah bertemu dengan Kyuhyun lagi…"
"Ungghhhh…. W-wae.. Akkhhh…"
"Tidak peduli apapun alasannya…. Eumhh… Jangan pernah bertemu dengan Kyuhyun lagi…"
"Kyaa…. Asshhh…."
"Tubuhmu…Dan hatimu… Hanya akan menjadi milikku!"
"Ohhh! Oh yeah… M-moreee…"Desah Ryeowook tak terkendali disetiap tusukan kasar Yesung dalam manholenya. Air mata tak berhenti mengalir dari pipinya, akibat kenikmatan yang terus menumbuk prostatnya terasa sampai kerongkongannya.
Pria bersuara baritone itu tanpa segan terus mempercepat gerakan pinggulnya, "Kau dengar aku? Kau… tak boleh bertemu Kyuhyun lagi!"
"Anngghh.. Aku mengerti…Nggaahhh… A-aku…. Mmhh… Keluar!"
Sedetik kemudian, Ryeowook menumpahkan klimaksnya untuk kesekian kalinya. "Nghh… Ssshh…" Lenguh pria tampan itu keenakan. Rectum namja manis dibawahnya mengetat akibat klimaks. Menghimpit juniornya yang berkedut ingin memuntahkan sperma dalam manhole ketat itu. Yesung masih terus menggerakan pinggulnya walaupun sedikit sulit, hingga tak lama kemudian dirinya juga klimaks.
Rasa hangat, panas, lega dan senang bercampur aduk dalam hati pemilik namja manis ini. Dia cukup senang dengan pernyataan Yesung beberapa waktu lalu. Setidaknya pria itu masih mengklaim dirinya adalah milik Yesung.
Bruk!
Ryeowook ambruk kebawah. Dirinya tak mampu menungging lebih lama lagi. Yesung juga ikut ambruk di samping namja manis miliknya tanpa mengeluarkan penisnya terlebih dahulu.
"Angh... Hahh.. Hah…" Ryeowook kepalanya seperti diputar-putar. Pandangannya kabur entah kemana. "Ukh…" Desah Ryeowook ketika merasa sesuatu yang basah menyergap leher mulus miliknya. Ternyata bibir Yesung asik memberikan kissmark pada leher bawahannya tersebut.
Menjilatnya dengan gerakan pelan, menggigitnya keras dan menghisap darah yang mengalir keluar sampai Ryeowook mendesah lebih keras. "Angh…. Master… Hen-hentikan…" Matahari mulai memancarkan sinarnya namun Yesung sepertinya masih enggan untuk mengakhiri permainannya.
Pinggulnya kembali bergerak perlahan namun sangat keras hingga kembali menusuk prostat Ryeowook lagi. Desahan kembali mengalir dari bibir kissable tersebut. "Master…. Hentikan…" Racau Ryeowook kelelahan.
Tubuhnya sudah basah akan keringat dan lengket akan sperma. Dia tak mau menambah ronde permainan lagi. "Satu kali lagi saja…" Ujar Yesung pelan tepat ditelinganya. Dalam sekali gerakan, Yesung mengubah posisi mereka. Ryeowook duduk diantara paha Yesung. "Bergeraklah…" Pria tampan itu kemudian menyusul duduk, menarik tengkuk Ryeowook dengan gerakan cepat. Menyatukan kedua bibir mereka.
Yesung langsung melumatnya ganas. Menghisap bibir bawah pasangannya seperti sedang menghisap permen. Sementara itu, Ryeowook melakukan permintaan Yesung sebelumnya. Menaik turunkan tubuhnya dengan cepat agar semuanya selesai.
"Angghhh!" Yesung langsung memasukkan lidahnya ketika Ryeowook memekik. Menjelajahi rongga mulut Ryeowook. Lidah mereka kini saling beradu, menciptakan banyak saliva yang mengalir keluar.
Yesung melepaskan tautan mereka karena merasa Ryeowook sudah akan kehabisan nafas. Tangannya mengangkat pinggul Ryeowook dan melepaskannya begitu saja. "Ukkh!" Ujung junior Yesung terus menyentil daging kenyal di dalam sana.
"Apa kau tidak bisa lebih cepat dari ini eoh? Apa kau sengaja agar kita tidak berhenti bermain sampai malam kembali menjemput?" Goda Yesung kembali bermain di leher Ryeowook. Sepasang caramel milik namja manis terpejam erat sambil menggeleng. Dia ingin menghentikan semua ini tapi apa daya jika dia telah kehilangan banyak energi.
"Huft, baiklah orang lemah." Yesung membaringkan namja manis itu kembali. Membuka lebar paha Ryeowook dan meremas junior yang penuh precum pada ujungnya. Yesung meng-in out juniornya semakin cepat sementara tangannya bekerja.
"Uhhh… Akkkhhhh… Ohhh.." Nafas Ryeowook menjadi tersegal. Entah sudah berapa banyak saliva yang ia keluar kan malam ini hingga bantalnya basah seperti itu. Ia menutup bibirnya yang mengeluarkan desahan erotis dengan tangannya.
"Ya! Siapa yang menyuruhmu untuk berhenti mendesah?" Karena kesal, Yesung memasukkan juniornya begitu keras. Menghantam prostatnya sekeras yang ia bisa. "Kyaaa…. Ungghhh…" Ryeowook tiba-tiba saja klimaks. "Sem-shempith…" Yesung meringis keenakan, karena tiba-tiba saja hole Ryeowook juga langsung menyempit. Tak lama kemudian dia juga klimaks setelah beberapa tusukan.
Yesung menjilati perut Ryeowook yang dipenuhi sperma, membuat Ryeowook tertawa geli. Setelah mengeluarkan juniornya, Yesung langsung memeluk Ryeowook erat. Namja manis ini tercengang, kenapa Yesung seperti ini? "Jangan temui dia jika kau tidak mau karirmu hancur begitu saja." Ujar Yesung dingin.
Ryeowook terdiam, masih heran dengan pernyataan Yesung. "Baiklah.." Namun namja berparas cantik tersebut tetap mengikuti kemauannya. "Tidurlah. Kita hampir berjaga semalaman." Yesung menarik selimut yang terkapar sejak tadi di lantai. Menyelimuti kedua tubuh polos mereka.
Namja bersuara tenor tersebut mulai memejamkan matanya dan pergi kealam mimpi mendahului Yesung. Mendengar dengkuran halus, Yesung mulai tersenyum tipis kemudian menyusul tidur.
"Jaljayo, Kim Ryeowook."
The End
Or
The And
Bingungkah? Baiklah, saya jelaskan sedikit. Yesung dari awal liat Ryeowook emang udah suka, tapi dia gak berani bilang blak-blakan. Cuman beran mainin (?) perasaan Ryeowook doang. Kyuhyun emang udah jatuh cinta ke Ryeowook saat pertama kali ketemu .-.
