Disclaimer : Love Stage (based on comic) sepenuhnya milik Eiki Eiki mel Cuma nge-translate dan pakai hampir semua bagian dari komiknya sebagai acuan, serta YunJae milik mel #PLAK #digampar reader

Rate : T to M

Genre : Romance and Drama *mel tak yakin sama genrenya jadi terserah kalian aja yang menentukan ne .. ^^

Pair : Yunjae, and other menyusul ~

Warning : Typo,Gaje, BoysXboys, OOC, EYD yang tidak sesuai, dan pastinya ceritanya pasaran~

.

~o0o~ Love Stage ~o0o~

.

SEBELUMNYA ..

Kangin hyung pun menatapku kembali dan kedua mata kelam kami bertemu "Itu karena.."

.

.

Aku tatap wajah Kangin Hyung yang tidak menampakan ekspresi sedikit pun membuatku semakin penasaran alasan Hyung juga membenci Jung Yunho.

"Itu karena gara-gara dia aku jadi susah mendekati Teuki"

Teuki? Nuguya? Apa hubungannya dengan Jung Yunho? Aku semakin bingung dengan jawaban hyung kesayanganku ini. "Teuki siapa hyung? Dan apa hubungannya dengan Jung Yunho?"

"Dia manajer dari Boyband yang di naungi oleh Yunho cs, aku sudah menyukainya saat pertama kali ketemu dengannya tapi saat aku ingin mendekatinya Yunho cs malah mengganggu kami berdua"

Manajer? Mengganggu? Wah Jung Yunho kau benar-benar mencari masalah dengan Kim ya. sampai-sampai Hyungku pun kau buat seperti sekarang? Tak akan kubiarkan kau Jung. Aku ambil satu tangan hyungku yang bebas, mengapitnya dan menatap kedua mata hitam hyungku dalam "Tenang hyung, Joongie janji akan membantu hyung mendapatkan Teuki Noona dengan segala cara dan usaha yang Joongie punya jadi Hyung tenang saja ne" ucapku mantap. Dalam hatiku, aku akan berusaha untuk membantu Hyung kesayanganku ini.

"Noona? Joongie kau seharusnya memanggilnya Hyung bukan Noona"

Hyung? Kenapa aku harus memanggilnya hyung? Apa jangan-jangan.. aku membulatkan mataku setelah mensinkronisasi segalanya, aku masih menatap hyungku tapi kali ini dengan tatapan tak percaya kepadanya yang kini malah menganggukan kepalanya mungkin hyungku ini sudah tau kalau aku sudah dapat bayangan seperti apa sosok seorang Teuki. "Dia seorang namja Joongie, namanya Park Jung Soo atau biasa dipanggil Leeteuk, menurutku dia adalah seorang namja yang sangat manis dan mungkin sedikit ceroboh, bayangin aja Joongie dia.."

Aku sudah tidak mendengarkan penjelasan hyungku tentang seorang Teuki ketika aku terlalu shock mendapati bahwa orang yang disukai hyungku adalah seorang namja. Kalian bayangin aja namja? Kenapa harus namja sih hyung? Apa kau tidak tau banyak yeoja yang mengejarmu diluar sana? Apa kau sudah buta hyung?. Otakku terus mengeluarkan berbagai pertanyaan sungguh aku sangat tidak percaya akan perkataan atau mungkin bisa kita sebut pernyataan dari seorang Kim Yong Won, seorang musisi yang sedang naik daun sama dengan boybandnya Yunho yang bernama Reales kepanjangan dari reges orientales yang artinya Raja Timur. Aku tidak tau kenapa nama boybandnya seperti itu. Aneh. Itulah yang kupikirkan saat pertama kali mengetahui namanya.

"Ngie.. Joongie.." aku tersentak dari lamunanku setelah melihat tangan hyungku melambai-lambai di hadapanku dan memanggil-manggil namaku. "Kau kenapa melamun?"

"Joongie tidak melamun kok hanya saja.." aku tidak melanjutkan perkataanku sambil sesekali melirik hyungku dengan tatapan aneh. "Hanya apa?" tanyanya yang sepertinya mengetahui tatapan aneh yang kulancarkan kepadanya. Dengan terpaksa aku harus jujur kepadanya, hyungku ini memang sangat mengerti apa yang tengah kurasakan, maybe karena dirinya selalu menjaga diriku dari kecil saat Appa dan Umma meninggalkan kami sendirian jadi dia selalu berhasil mengetahui apa yang tengah kurasakan, apapun itu. "Hanya saja Joongie tidak percaya kalo hyung suka dengan namja padahal hyung tau kan banyak yeoja diluar sana yang mungkin lebih cantik yang bisa hyung dapatkan dengan mudahnya"

"Hahaha jadi hanya itu? Joongie asal kau tau ya hyung tidak melihat seseorang dari fisiknya tapi hyung melihat seseorang dari sini" ucapnya sambil menunjuk dadanya dengan telunjuknya "Hyung melihat mereka dari hati mereka dan kau akan merasakan hal yang sama seperti hyung jika kau menemukan seseorang yang bisa membuatmu melupakan segala hal, baik itu status dan bahkan jenis kelamin mereka" lanjutnya yang menatapku serius. Aku tidak pernah melihat hyungku seperti ini.

Teuki hyung kau sungguh merubah hyungku, merubah hyungku yang dulu bisa dibilang liar. Mulai dari kebiasaanya sampai sifatnya yang saat ini berubah sangat dewasa. Aku akan merestui hubungan kalian berdua jika kalian benar-benar jadian, aku tidak akan menghujat kalian, ini tulus dari hatiku.

Aku menghembuskan nafasku dan mulai beranjak dari ayunan yang tengah kududuki saat ini, meninggalkan hyungku yang tengah terbengong akan sikapku yang tiba-tiba meninggalkannya sendirian.

"Joongie kau mau kemana?" teriaknya ketika aku sudah sampai setengah jalan dari tempat hyungku yang masih terduduk manis di ayunannya.

"Tentu saja Joongie mau pulang, Hyung" jawabku tanpa berbalik yang sangat kuketahui selanjutnya pasti Kangin Hyung akan menyusulku dan benar saja. Kudengar hyungku memanggilku dan suara tapakan kaki hyung yang sedang berlari terdengar, kini Kangin hyung sudah ada di sampingku dan kembali mengacak-acak rambut hitamku "Dasar kau ini mau meninggalkan hyung sendirian, Hah"

"Aissh hyung jangan mengacak-acak rambut Joongie, Joongie tidak suka tau" desisku.

"Hahahaha.. tapi sayangnya hyung akan selalu melakukan ini" ucapnya yang lagi-lagi mengacak rambutku dan mulai berlari dari hadapanku. Aku yang tidak terima segera mengejarnya "HYUNG"

.

.

"Jadi kau akan menandatangi kontrak ini?"

Aku mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Heechul Hyung yang sudah menarikku ke ruang keluarga untuk membicarakan masalah kontrak ketika aku dan Kangin hyung sampai di rumah.

"Baguslah kalau gitu kau tanda tangani kontrak tersebut dan ingat jangan LARI lagi seperti tadi, kau MENGERTI" ucapnya sambil menekankan beberapa kata yang sangat kumengerti maksudnya.

"Iya Hyung" aku mengambil Map yang tergeletak di meja beserta sebuah pulpen di atasnya dan menandatangani di bagian dimana terdapat dua tanda tangan Appa dan Ummaku. Aku menggoreskan tinta pulpen tersebut di atas kertas putih itu dan kini kehidupanku akan benar-benar berubah detik ini juga.

.

.

"Nah Joongie sekarang kau duduk di sini dan diam saja saat mereka medandanimu, jangan melawan kau mengerti"

Aku hanya mengerucutkan bibirku mendengar perintah dari Heechul hyungku. Kalian tau dimana aku sekarang? Baiklah akan kujelaskan, aku sedang duduk di depan meja rias dengan kaca yang di pinggirannya banyak lampu sungguh mampu membuat mataku merasakan silau yang dipancarkan lampu-lampu tersebut. atau mungkin kalian masih belum mengerti dimana aku? baiklah akan kujelaskan lebih detail lagi, tepatnya kini aku berada di sebuah ruang rias yang di khususkan untukku selama syuting iklan yang akan kubintangi nanti bersama Jung Yunho. Aku kesal karena baru di beritahu oleh manajer dadakanku ini, Heechul hyung. Kalo aku akan syuting tepat hari ini dimana baru kemarin aku menandatangi kontrak tersebut. Gila bukan? Aku yang seharusnya hari ini kuliah malah terpaksa bolos hanya demi sebuah syuting iklan ini. Aku yakin nilaiku pada semester ini akan hancur, sudah kemarin aku di keluarkan oleh dosenku sendiri dan kini aku malah membolos. Kalau bukan karena aku sudah tanda tangan dan tentunya tawaran dari Kangin hyung, aku Kim Jaejoong tidak akan mau ada disini, di ruangan ini bersama 3 namja jejadian yang berdandan layaknya seorang yeoja. Apa lagi yang akan kualami hari ini?.

"Aigoo anak ini Yeoppo sekali" sebuah cubitan mendarat di salah satu pipiku setelah mendengar seruan salah satu dari 3 namja jejadian yang kuceritakan tadi.

"Eumm bener banget Jess, anak ini sudah Yeoppo bahkan tanpa perlu kita dandani lagi" kali ini cubitan di sebelah pipiku yang belum dicubit kembali menjadi korban lagi.

"Sudah.. Sudah Jess, Shin ah jangan mencubitnya seperti itu, kalian tidak liat kedua pipinya kini sudah memerah tanpa perlu kita pakaikan blush on" ucap salah satu dari 3 namja jejadian lainnya yang sepertinya bos dari 2 namja jejadian ini.

"Baiklah Mandy" seru 2 namja jejadian yang mencubit pipiku dengan kompak. Mereka mulai memolesiku dengan berbagai alat make up di wajahku yang putih, menggunting dan mencat rambutku yang hitam dengan warna yang tidak kuketahui, serta jari-jari tangan dan kakiku yang entah sedang diapakan oleh mereka. Aku hanya bisa pasrah karena Heechul hyung mengawasi segalanya dengan duduk di sebuah sofa berwarna hitam yang tidak jauh tempatku dihias. Aku jadi tidak bisa berkutik.

.

.

Satu Jam Kemudian..

Aku kembali mengerucutkan bibirku, melihat apa yang kulihat saat ini di depan cermin. Aku memakai sebuah gaun pernikahan berwarna putih tulang dengan corak yang sederhana namun tetap terlihat anggun dan elegan ketika aku memakainya, rambutku yang ditutupi oleh sebuah Wig hitam panjang yang sedikit diikat kebelakang dengan sebuah pita berwarna senada dengan gaun yang tengah kupakai, jangan lupakan sebuah sepatu hak tinggi berwarna senada serta kain tpis yang membungkus tanganku sampai siku berwarna putih dan riasan tipis di wajahku semakin membuatku seperti Yeoja yang sebenarnya.

"Aigoo Yeoppo" seru ketiga namja jejadian yang menandaniku barusan. Aku tidak peduli yang penting sekarang jangan sampai ada orang yang mengenalku sebagai Kim Jaejoong melihatku seperti ini. Tunggu kenapa Heechul hyung tidak bersuara? Aku membalikkan badanku dan kini kedua tanganku sudah di genggam erat oleh Heechul Hyung "Joongie kurasa kau sudah layak menikah dan namja yang mendapatkanmu akan sangat beruntung sekali, Kau sangat Cantik Joongie" ucapnya langsung.

TWITCH

"YA ! Joongie namja tulen Hyung, Joongie akan menikah dengan Yeoja bukan Namja dan Joongie Tampan bukan Cantik, T-A-M-P-A-N" sergahku.

KRIET

"Kau sangat cantik, Hero"

Aku segera mengarahkan pandanganku begitu mendengar sebuah suara bass menyapa nama artisku yang diberikan oleh Umma sedang berada di bibir pintu ruang riasku yang terbuka. Dia kenapa ada disini? Kulihat seorang namja tampan berwajah kecil yang menjadi ciri khasnya kini mulai menghampiriku dengan sebuah buket bunga Lily di tangan kanannya. Aku terdiam melihatnya berdiri tepat dihadapanku, aku menelan ludahku secara paksa melihatnya memakai sebuah tuxedo hitam dengan hitam panjangnya yang mampu membuat semuanya terpesona termasuk diriku, kenapa ada namja tampan seperti dirinya? Kenapa bukan aku saja yang dilahirkan seperti dirinya? Kenapa aku malah dilahirkan berwajah cantik seperti seorang Yeoja sih?.

"Hero ini bunga untukmu, kudengar kau menyukai bunga Lily makanya aku memberikanmu ini, kuharap dengan memberikanmu ini kita bisa berhubungan baik seperti sebelumnya ya" ucapnya lembut mampu membuatku segera tersadar.

"Ah I-iya" ucapku gugup yang langsung mengambil bunga Lily yang tengah disodorkannya kepadaku. "Gomawo Yunho ssi" lanjutku yang sudah bisa mengendalikan rasa gugupku.

Dia hanya tersenyum yang semakin membuatku bingung harus bersikap seperti apa?. Apa jangan-jangan penampilanku tak menampilkan seorang Yeoja asli? Oh God, Please Help me !.

TOK.. TOK..

Ketukan di pintu ruang rias yang terbuka membuat semua yang ada di ruangan itu termasuk aku dan namja dihadapanku ini, langsung mengalihkan pandangannya ke arah seorang kru yang memegang sebuah skrip di tangannya. "Semua pemain bersiap-siaplah 10 menit lagi syutingnya akan di mulai"

Syuting? Bagaimana ini aku masih belum siap.

.

.

Aku berjalan di belakang Heechul hyung yang menuntunku serta jangan lupakan namja yang tadi tiba-tiba nongol di ruang riasku kini sedang berada tepat di sampingku. Kami bertiga tengah memasuki sebuah studio yang di tata apik seperti sebuah gereja yang merupakan tempat suci dimana sepasang jiwa akan mengikrarkan janji sehidup sehati. Bangku-bangku panjang yang dihiasi pita serta bunga di tiap-tiap pinggirannya, tempat mengikrarkan janji juga tak luput dengan hiasan yang sama, seluruh studio itu benar-benar di hias dengan yang aslinya. Aku terkagum melihat tiap detail yang dikerjakan oleh kru syuting ini, mereka sangat teliti di tiap bagiannya.

"Yunho dan Hero kemarilah" panggil seorang Yeoja berumuran sekitar 28an dengan baju putih dimana dua garis di tengahnya serta rambutnya yang di cepol ke atas memperlihatkan dirinya seorang yang bekerja keras dalam bidangnya memanggilku beserta namja yang ada di sampingku ini. Aku dan Yunho segera menghampirinya.

"Waeyo?" tanya Yunho yang sangat tidak sopan sekali begitu kami ada dihadapan Yeoja ini.

"Aku Cuma ingin mengingatkan, nanti kau" ucap Yeoja tersebut sambil menunjuk diriku "Harus masuk secara perlahan-lahan sambil menunjukkan raut muka bahagia dan begitu sampai di tengah jalan kau sedikit berlari bahagia ke arah Yunho lalu kalian be-"

"AAAKKH"

Aku dan yang lainnya kaget akan teriakan barusan dengan segera Kami bertiga menoleh ke arah suara yang berteriak tadi, ternyata yang berteriak tadi adalah Heechul Hyung. "Hehehe Mianhae tadi ada tikus lewat" WHAT? Ada tikus di studio yang Elit ini? Cih Hyung kalo mau bohong jangan pake alasan yang mustahil gitu apa? Malu-maluin aja nih.

"Gwenchana disini memang banyak tikus yang berkeliaran maklum studio ini termasuk jarang dipakai" HAH, jadi beneran sering ada tikus disini? OMG bagaimana nanti kalau tikus itu muncul dan menghampiriku? ANDWAAEE !.

"Hero kau sudah mengerti apa yang kukatakan tadi?"

Sontak aku mengangguk ditanya seperti itu oleh Yeoja yang ada dihadapanku ini. "Baguslah kalau gitu kita mulai aja sekarang, Jiroo semuanya sudah siap" teriak Yeoja tersebut kepada sang namja yang berumuran sekitar 30an yang tengah duduk di kursi bertuliskan sutradara.

"Baiklah semuanya kita mulai sekarang" teriak namja yang bernama Jiroo kepada semua kru yang ada di studio tersebut.

"Nah Hero kau keluarlah dan nanti kalo sudah di hitungan ketiga dan ada teriakan action kau langsung buka pintu putih tersebut ya, ingat jangan sampai salah, kau mengerti" ucap Yeoja dihadapanku ini yang malah terlihat mengancam kepadaku.

"Ne" Aku melangkahkan kakiku ke pintu putih yang di tunjuk Yeoja tersebut. Samar-samar kudengar kata-kata 'Hwaiting' dari mulut hati milik Yunho. Tapi aku malas memastikannya jadinya kucuekin aja.

.

.

"Scene One, Recording"

"1"

"2"

"3"

"Action"

Aku membuka pintu putih yang ada dihadapanku, aku melangkahkan langkah pertamaku memasuki studio yang dihias semirip mungkin dengan gereja, kini telah diisi oleh beberapa orang yang sudah dibayar serta adanya Appa dan Ummaku yang duduk di deretan paling depan. Aku perlahan-lahan melangkahkan kakiku..

BRUGH

Aku terjatuh ke depan atau bisa dibilang nyungsep dengan sangat memalukan. OMG apa yang kulakukan? Kenapa kakiku bisa nyangkut tadi, duh malu sekali.

"CUT"

Kudengar teriakan CUT dari sutradara menggema di studio itu, tapi aku masih belum berdiri akibat malu akan insiden tadi. "Kau tidak apa-apa?" aku mengangkat kepalaku, terlihat Yunho berdiri di hadapanku dengan tangan yang terulur serta sebuah senyuman manis yang diberikannya. Tunggu senyumannya itu kok malah lebih terlihat meremehkanku ya? cih jadi kau meremehkanku Jung.

PLAK

Kutepis tangannya yang terulur ke arahku "Aku tidak apa-apa, Aku tidak butuh bantuanmu" ucapku menolaknya sambil berusaha berdiri dari tempat ku jatuh.

"Benarkah? Tapi tadi Sepertinya kau jatuhnya keras sekali, kau benar-benar tidak apa-apa?"

Bawel sekali sih Namja ini. "Aku tidak apa-apa, sudahlah pergi sana" usirku begitu aku berdiri. Aku segera berbalik dan berjalan kembali menuju pintu putih untuk mengulang adegan tadi, namun aku berhenti begitu sebuah tangan yang sedikit besar dari tanganku menangkap tanganku membuatku harus berbalik kembali menghadap namja yang tengah menggenggam tanganku dengan sangat erat. "Waeyo, Jung?"

Dia lagi-lagi tersenyum sambil mengambil sebuah kalung salib yang tergantung di lehernya dan menaruhnya tepat di tanganku yang mungil "Ini untukmu"

Aku menggeleng namun dia malah lebih keras kepala lagi "Ayolah anggap aja ini tanda permintaan maafku atas kejadian 10 tahun yang lalu, lagian kalung ini kudapatkan dari nenekku yang mengatakan kepadaku kalau kita berdoa kepada tuhan maka tuhan akan selalu ada dihatimu untuk menenangkan hatimu yang gelisah karena itu kumohon kau berdoalah dengan kalung pemberian nenekku ini" ucapnya lirih.

Aku tidak mungkin menolak pemberiannya ini, itu berarti aku tidak menghormati keyakinan yang diyakini oleh neneknya. Aku pun menerimanya dan menaruh kalung itu tepat di dadaku, menutup mataku serta berdoa dalam hatiku agar hatiku ini kembali tenang.

WUUSHH

Sebuah angin menerpa wajahku dan seketika itu juga hatiku kembali tenang, tidak ada beban apapun juga. Perlahan-lahan kubuka mataku, kuedarkan pandanganku ke seluruh studio tersebut dan entah kenapa segalanya berbeda saat pertama kali aku memasuki studio ini. Rasa gugupku menghilang, kutarik bibir mungilku ke atas, menunjukkan sebuah senyuman yang terpempang manis di wajahku. "Gomawo Yunho ssi yang kau katakan benar, aku tidak merasa gugup dan malah segala rasa gugup, cemas dan khawatir menghilang semuanya, yang ada hanya sebuah rasa hangat di dadaku, Gomawo Yunho ssi."

"Baguslah nah sekarang kau pakai terus saja kalung itu dan berdoalah jika kau merasakan hal yang menggelisahkan, kuharap pemberianku ini membantumu, aku harus kembali ke tempatku, kau juga kembalilah" ucapnya lembut yang mulai meninggalkanku, aku tatap punggungnya.

Sungguh aku tidak menyangka aku bisa salah paham padanya yang jelas-jelas baik kepadaku, Aku pun kembali ke arah pintu putih.

.

.

"ACTION"

KRIET

Kubuka pintu putihnya, berjalan secara perlahan memperlihatkan aura elegan dan anggun yang terpancar dari seorang pengantin wanita. Begitu kurasa sudah ada di pertengahan jalan, aku lajukan sedikit kakiku dengan berlari bahagia ke arah namja yang tengah menungguku. Kuangkat tanganku bermaksud memeluknya dan dirinya mengerti, terlihat dirinya ikut mengangkat tangannya dan menangkap tubuhku yang berlari kecil ke arahnya. Kami berdua tertawa bahagia dan selanjutnya kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Aku membulatkan mataku tak percaya apa yang tengah terjadi. Aku berciuman dengan Yunho. OH GOD WHAT'S HAPPENED?.

.

.

.

TBC

Mianhae mel gak bisa bales reviewnya. Gomawo buat yang review, fav, and follow fic ini serta para silent readers juga. Oh iya mel juga mengucapkan selamat atas Konsernya dan tato kupu-kupunya ya Jaemma. Yah walaupun Yunppa langsung kembali ke korea tak apa-apa toh yang penting dah di susul sampai ke Jepang. So Sweetnya .

REVIEWnya ^^