Ice: Halo, akhirnya bertemu lagi setelah sekian lama. Sebelumnya, saya mohon maaf karena update yang sangat terlambat. Oh iya, terima kasih untuk reviewnya ya! Selamat membaca!
Disclaimer :Harvest moon. Kecuali Joshua AP dan Virginnia AP
Ch 2
Jack POV
Sejenak, aku tenggelam dalam perasaan itu. Tiba-tiba waktu terasa sangat lambat dan keheningan menyelimuti kami. Entah kenapa, sekarang aku merasa sangat nyaman dan tenang.
"Hah? Apa... apa yang kulakukan?" kataku sambil melepaskan pelukanku darinya. Jantungku berdebar-debar dan wajahku bersemu merah. 'Ukh!
Apa yang kulakukan sih? Dasar BODOH!' batinku sambil mengacak-acak rambutku sendiri.
"Mmh. Hmm...?" Elli mengusap kedua matanya. "Eh? Maaf, tadi aku tertidur di...," ucapnya panik. Wajahnya pun memerah.
"Ah! Ti... tidak apa. Hahahahaha" potongku.
"Ta... tapi..." balasnya gugup.
"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan," potongku (Silver: lagi-lagi "motong". -_-' -Holy: Kan kamu yang bikin! =P)
Elli hanya mengangguk pelan.
Ahh... sebentar lagi aku akan tiba di Desa Mineral. Sebenarnya, aku juga sudah rindu pada kakek dan nenekku. Kira-kira, bagaimana ya reaksi mereka saat melihatku datang? "Hihihi... Pasti mereka kaget," kataku tanpa sadar.
"Uhm... Jack? Kau tidak apa-apa?" tanya Elli yang ternyata sejak tadi melihatku dengan tatapan aneh.
"Ah? Hahaha! Maaf, maaf. Aku sedang memikirkan sesuatu. Tidak perlu dipedulikan. Mungkin... aku terlihat aneh ya?" jawabku dengan terburu-buru.
"Ohh... Hihihi. Tidak apa-apa. Eh... apa yang sedang kau pikirkan, Jack?" katanya.
"Umm? Aku sedang menebak-nebak, apa reaksi kakek dan nenekku saat aku tiba di kebun mereka," balasku
"Memangnya... kamu tidak memberi tahu mereka kalau kamu akan datang ya?"
"Tidak," jawabku sambil menggelengkan kepala. "Kan supaya jadi kejutan~," ujarku sambil tersenyum licik.
"Wah... sepertinya seru ya?" ucapnya sambil tersenyum.
"Iya!"
"Kapal akan segera tiba di Desa Mineral! Penumpang harap segera bersiap-siap! Pastikan tidak ada barang anda yang tertinggal!" seru awak kapal.
Beberapa menit setelah aku selesai bersiap-siap, kapalpun tiba di Desa Mineral.
"Nah, aku turun duluan ya, Elli. Nanti aku pasti akan mengunjungimu! Sampai jumpa!" seruku.
"Iya! Sampai jumpa!" balasnya.
Lalu aku berjalan ke arah lapangan luas di dekat pantai.
'Eh? Ngomong-ngomong kebunnya dimana ya? Kalau tahu aku akan tersesat seperti ini, lebih baik tadi aku minta tolong Elli mengantarkanku. Tapi...masa laki-laki minta tolong ke perempuan? Apa lagi baru juga kenalan. Bisa-bisa "dicap" jadi cowok payah,' Batinku
"Hei, anak muda!" Seseorang yang tak kukenal menyapaku.
'Kelihatan berwibawa tapi, tubuhnya kok cebol seperti kurcaci begitu ya? Apa lagi hidungnya seperti hidung badut,' pikirku.
"Hei! Kau laki-laki yang disana! Apa kau bisa mendengarku?" teriaknya dengan suara yang sangat keras
'Wah... cebol-cebol tapi, suaranya keras sekali,' pikirku lagi sambil menutup kedua telingaku.
"Iya! Aku ke sana!" teriakku sambil berlari menghampirinya
Ketika aku sudah berada di depannya...
"Halo! Kau orang baru kan? Aku adalah walikota disini. Orang-orang biasa memanggilku Mayor Thomas. Siapa namamu?" sapanya.
"Oh... jadi anda orangnya. Namaku Jack." jawabku sambil bersalaman dengannya.
"Salam kenal, Jack!" katanya riang.
"Salam kenal! Begini Mayor, sebenarnya aku adalah cucu dari pemilik kebun Wonderful Farm. Dan aku datang untuk mengunjungi mereka dan tinggal untuk beberapa saat," jawabku.
"Hah?" teriaknya kaget. "Ka... kau, cucu pemilik kebun itu?" lanjutnya sambil menunjuk ke arahku dengan wajah terkejut.
"Iya benar. Kenapa?" tanyaku penasaran.
"Eh... umm... itu... ah...," gumamnya terbata-bata.
"Hei, ayolah Mayor Thomas. Ada apa sih sebenarnya?" kataku tambah penasaran.
Lalu tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sedih.
'Hei, hei, ayolah. Aku jadi semakin tidak mengerti nih,' batinku.
"Nak, ikutlah denganku. Dengan begitu kau akan tahu sendiri jawaban dari pertanyaanmu itu," ujarnya masih dengan raut wajah sedih. Dan akupun mengikutinya.
"Mayor, kita mau kemana sih?" tanyaku setelah cukup lama berjalan.
"Kau akan tahu sendiri nanti," jawabnya singkat.
'Hmm... mencurigakan,' kataku dalam hati. Setelah beberapa saat, aku melihat sebuah bangunan di depanku. 'Sepertinya itu gereja,' pikirku.
Tiba-tiba dari dalam gereja itu keluar seseorang. Mungkin pastor, karena dia membawa Alkitab di tangannya.
"Hai Mayor Thomas! Ada apa? Tumben kesini," sapa orang itu.
"Iya. Ada penduduk baru," balasnya.
"Oh ya. Jack, aku yakin kamu sudah tahu kalau ini gereja. Orang itu adalah pastor di gereja ini. Namanya Carter," jelasnya kemudian.
"Oh... hai Carter. Aku Jack, cucu dari pemilik kebun Wonderful Farm disini. Salam kenal!" kataku ceria.
"Kau? Cucu mereka? Oh... begitu," ujarnya dengan wajah sedih.
'Oh tidak. Tidak lagi. Lagi-lagi orang terkejut begitu mendengarku cucu mereka. Lalu tiba-tiba jadi sedih. Haah... apa yang salah ya? Apa mungkin karena kakek dan nenek bukan orang yang baik dan dibenci penduduk desa, jadi mereka bersikap begini terhadapku?' batinku.
"Hei, Mayor! Coba kesini sebentar!" panggil Carter.
"Iya!" sahutnya.
"Jack, kamu tunggu sebentar ya disini," kata Mayor Thomas.
"Ya," ucapku.
Lalu kulihat mereka pergi menjauhiku dan berbisik-bisik membicarakan sesuatu. Aku tak bisa mendengarnya karena mereka terlalu jauh. Tapi, bisa kulihat dari sini sepertinya mereka membicarakan sesuatu yang sangat penting karena raut wajah mereka sangat serius. 'Apa yang mereka bicarakan? Oh ya, Sementara mereka sibuk berbicara sesuatu yang rahasia begitu, aku lihat-lihat gereja ini dulu ah...,' pikirku.
Lalu aku melihat-lihat beberapa nisan di halaman gereja. Ada sepasang nisan yang membuatku tertarik untuk melihatnya. Dan disana terukir dua nama yang bagiku tak asing lagi. Inilah nama-nama yang terukir disana.
21-02-1967
Beristirahat dengan damai
Joshua AP
Pasangan dari
Virginnia AP
"I... ini... mustahil..." Aku terperangah melihat kenyataan kalau mereka berdua ternyata sudah meninggal.
Ice :Yei! Chapter ini selesai! Maaf kalau kurang memuaskan. Kalau boleh, aku minta komentar dan saran kalian ya! Review, please.
