Chapter 3 [This Is Me]
.
.
.
.
.
Sekarang, Hakyeon dengan terlarut dalam mimpinya. Tiba-tiba, ada bayangan yang lewat di jendela kamar Hakyeon. Walaupun mata tertutup, Hakyeon merasakan itu. Mengetahui hal itu, Hakyeon perlahan-lahan membuka matanya dan terbangun. Bayangan orang itu berjalan sambil membawa suatu benda yang bertumpuk. Melihat itu, Hakyeon merasa takut.
Lalu, perlahan-lahan Hakyeon melangkahkan kakinya ke jedela untuk mengetahui siapa orang itu. Memegang ujung jendela, dan
"Siapa itu?!"
"Ah! Kau membuatku terkejut.", ucap orang itu yang ternyata deliverer terhadap perkataan Hakyeon
"Apakah kau pencuri?", tanya Hakyeon kepada sang deliverer
"Tidak. Aku hanya mengantar pesana.", jawab deliverer
"Apa?", ucap Hakyeon menjadi kesal
"Barbeque, sashimi (sejenis makanan jepang), yangnyeom tongdak (ayam goreng), pizza, ramyeon,..", ucap Hakyeon melihat tumpukan makanan yang dipesan oleh penginap dilantai dua tersebut
"Huft, bagaimana laki-laki itu memakan makanan sebanyak ini dengan sendirinya?.. Aish aku benar-benar terbangun sudah..", ucap Hakyeon sangat kesal dan hampir marah
"Permisi, Silahkan anda tarik.", ucap sang deliverer kepada yang memesan
Mendengar itu, pemesan langsung menarik tanpa takut salah satu dari makanannya terjatuh. Melihat itu, Hakyeon hanya memasang wajah kesal sambil terus menghela napasnya.
.
.
.
.
.
Setelah Wonshik menerima pesanannya,
"Permisi.", ucap seseorang dari belakang dengan suara yang tidak pernah terdengar oleh Wonshik sendiri
Ketika Wonshik berpaling..
"Siapa kau?"
Dan ternyata, seseorang itu adalah Sanghyuk. Ia diam-diam masuk ke kamar Wonshik ketika Wonshik sedang mengambil pesanannya.
.
.
.
.
.
"Sanghyuk-ah!", panggil Hakyeon sambil naik kelantai dua setelah matahari sudah terbit
"Sanghyuk-ah!", panggil Hakyeon lagi
Sambil memanggil nama Sanghyuk, Hakyeon mendekat ke kamar Hongbin dan membukanya.
"Han Sanghyuk!", panggil Hakyeon kepada Sanghyuk yang ternyata masih tertidur dikasur milik Hongbin itu
"Aish! Menganggu saja..", ucap Sanghyuk informal menjawab panggilkan Hakyeon
"Apa? Kepa akau berbicara banmal (informal)?", balas Hakyeon sambil menjitak kepala Sanghyuk yang membuat Sanghyuk langsung terduduk
"Arassoyo..", ucap Sanghyuk yang masih mengantuk
"Ku masih untung ini hari minggu. Kalau hari senin, kau sudah ku seret ke kamar mandi. Cepatlah mandi!", ucap Hakyeon sambil keluar dari kamar Hongbin yang ditempati Sanghyuk itu
.
.
.
Setelah menyelesaikan perintah Hakyeon, Sanghyuk kembali ke kamar hyung nya dan mengambil ponselnya.
"Website Hongbin hyung..", ucap Sanghyuk sambil menekan tombol huruf untuk menuju ke alamat website-nya Hongbin
"Coba kita lihat.. Whoa, banyak sekali foto-foto yang Hongbin hyung ambil.", ucap Sanghyuk sambil menggeser layar kebawah untuk melihat foto yang lainnya
Ketika Sanghyuk melihat-lihat foto-foto yang Hongbin ambil, tiba-tiba saja Hongbin menelponnya. Melihat itu, Sanghyuk langsung mengangkatnya.
"Yeoboseyo?"
"Sanghyuk-ah!", panggil Hongbin yang berada diseberang sana
"Hongbin hyung. Hyung sudah ada dibandara ya?", tanya Sanghyuk langsung
"Di bandara Incheon. Apa kau dirumah?", tanya Hongbin kepada adiknya
"Tidak. Saya dikamar kontrakan hyung.", jawab Sanghyuk dengan jujur
"Eh? Kenapa kau ada disitu? Ah..", balas Hongbin yang sudah langsung tau alasan Sanghyuk
"Hehehe hyung tau kan.. Oh iya, apakah hyung naik taksi?", tanya Sanghyuk
"Iya. Hyung ingin ke gedung agensi dulu.", jawab Hongbin
"Ah begitu ya. Oh iya, malam ini ada acara makan bersama. Kata sajangnim, ada orang baru yang masuk. Jadi kita perlu menyambutnya hyung.", uca Sanghyuk memberitahu
"Oh, iyakah? Siapa itu?", tanya Hongbin langsung penasaran
"Tidak tau. Jadi, sebaiknya hyung kesini saja dulu. Ahjumma kan juga ingin melihat hyung. Apalagi Hakyeon hyung.", jawab Sanghyuk
"OK baiklah. Hyung kesana ya.", pamit Hongbin langsung menutup telponnya
"Ne. Hati-hati dijalan hyung."
.
.
.
.
.
Namanya Lee Hongbin. Namja yang sangat tampan dan memiliki senyum yang begitu manis. Seorang photographer yang baru saja berjelajah di Milan sekitar 1 minggu lamanya dan kembali lagi ke Korea Selatan. Ia menjadi seorang photographer, hanyalah dari sebuuah hobby biasa. Hongbin sangat menyukai pemandangan-pemandangan yang segar dilihat oleh mata.
Dan sekarang, Hongbin mendarat dari Milan ke Korea Selatan. Membawa koper coklat, ia berjalan keluar bandara untuk menunggu taksi. Setelah dapat, Hongbin masuk dan menuju rumah kontrakan dahulu untuk memberitahu kedatangannya kembali ke Korea.
.
.
.
.
.
Matahari sudah mulai menghilangkan sinarnya dari luasnya dunia. Sesuai dengan janji, Wonshik harus datang ke gedung agensi atas panggilan kemarin malam. Tak lama duduk dikursi taksi, Wonshik sudah sampai didepan gedung agensi. Setelah keluar dari taksi, ia melihat seorang wanita yang begitu stylish dimata Wonshik. Lalu, Wonshik memutuskan untuk mendekati wanita itu.
"Permisi.", sapa Wonshik kepada wanita itu
"Eh?", jawab wanita itu
"Apakah, anda yang menelpon saya kemarin?", tanya Wonshik memastikan terlebih dulu
"Oh iya. Kau Kim Wonshik ya?", tanya wanita itu juga
"Iya. Annyeonghaseyo.", sapa Wonshik sambil membungkuk
"Senang berkenalan dengan kau. Sekarang, ikut aku dulu ke ruang sajangnim.", ajak wanita itu kepada Wonshik
Mendengar itu, Wonshik langsung menurut.
.
.
.
.
.
Hongbin baru saja sampai didepan rumah kontrakan setelah berlama-lama dimall untuk membeli barang yang dijadikan oleh-oleh.
"Ahjumma!", panggil Hongbin kepada ahjumma
"Hmm? Apa tidak ada orang?", ucap Hongbin sambil berjalan masuk ke ruang televisi
"Hakyeon hyung! Sanghyuk-ah!", panggil Hongbin kepada yang lain
Sanghyuk dan Hakyeon sedang berada dikamar Hongbin. Mereka berdua sedang asyik mengotak-atik ponsel masing-masing. Terlebih sambil mendengarkan lagu.
"Hakyeon hyung! Sanghyuk-ah!"
Mendengar panggilan itu, Sanghyuk dan Hakyeon langsung bertatap.
"Siapa itu hyung?", tanya Sanghyuk membuka mulutnya
Tanpa menjawab pertanyaan dari Sanghyuk, Hakyeon langsung meloncat dari kasur Hongbin dan berlari kecil menuju lantai bawah. Melihat itu, Sanghyuk langsung mengikuti Hakyeon.
"Hyung, tampaknya itu suara Hongbin hyung..", ucap Sanghyuk memberitahu Hakyeon ketika menuruni tangga
Setelah menuruni tangga dan tiba dilantai bawah..
"Oh, Hongbin-ah!", ucap Hakyeon begitu keras ketika melihat Hongbin datang sambil berlari dan memeluk Hongbin
"Hyung!", panggil Sanghyuk kepada Hongbin yang juga ikut memeluk Hongbin layaknya Hakyeon
"Tch, sebegitunya kalian berdua merindukanku..", ucap Hongbin sambil tertawa kecil kepada Hakyeon dan Sanghyuk
Mendengar balasan dari Hongbin, Hakyeon dan Sanghyuk langsung melepas pelukannya dan Hakyeon tertawa.
"Ya, kan kau tau itu hehehe.", ucap Hakyeon sambil merangkul Hongbin
"Whoa hyung. Kau bawa apa aja? Banyak sekali.", ucap Sanghyuk ketika melihat kedua tangan Hongbin yang penuh dengan bawaan
"Ya, hyung dan Sanghyuk kan tau. Sebagai oleh-oleh hehehe..", ucap Hongbin sedikit bercanda kepada Hakyeon dan adiknya
.
.
.
.
.
"Wonshik-ssi. Aku mendengar lagu dan musik buatanmu, sangat menarik dan liriknya pun sangat berbeda. Jadi aku putuskan kau menjadi rapper di agensi ini.", ucap sajangnim kepada Wonshik yang ada dihadapannya
"Gamsahamnida.", balas Wonshik sangat senang
"Malam ini, aku akan mengadakan pesta untukmu. Ini adalah sebuah kebiasaan di agensi ini.", ucap sajangnim kepada Wonshik memberitahu
"Menyambut orang baru?", tanya Wonshik menebak
"Iya. Ini.", jawab sajangnim sambil memberikan sesuatu kepada Wonshik
"Alamat rumah. Malam ini, jam 20.00 tepat, jangan sampai kau terlambat.", ucap sajangnim menjelaskan dengan rinci
"Ne.", jawab Wonshik mengerti
.
.
.
.
.
Jam 16.00
Wonshik baru sampai dirumah kontrakan dan langsung berjalan secepat mungkin menuju kamarnya. Ketika ia menaiki tangga, Wonshik berpapasan dengan Hongbin yang lagi menuruni anak tangga. Berlalu layaknya angin berhembus. Tak memperdulikan yang lain, Wonshik dan Hongbin fokus ke urusannya masing-masing. Setiba didalam kamar dan mengunci pintu, Wonshik langsung duduk didepan komputernya. Memeriksa barang-barang diatas mejanya kalau saja ada yang hilang.
Ternyata, ada satu benda yang hilang.
"Huh? Dimana cincin keberuntunganku?", ucap Wonshik menjadi panik sendiri
"Aku tidak memakainya kan?", ucap Wonshik bertanya pada dirinya sendiri
"Aish dimana letaknya ya..", ucap Wonshik sambil mencari-cari cincinnya tersebut
Karena tak mendapatkannya dikamarnya sendiri, kemudian Wonshik turun ke lantai bawah
.
.
.
.
.
Hongbin yang sudah sampai dilantai pertama, kemudian ia melepaskan cincinnya dan meletakkannya diatas meja makan. Begitupun dengan jaket yang ia pakai. Karena ia ingin ke kamar mandi.
Begitu Wonshik sudah tiba dilantai bawah, Hongbin sudah masuk ke kamar mandi. Dan langsung saja Wonshik mencari cincin keberuntungannya. Tiba-tiba, ia menemukan sesuatu diatas meja makan yang membuatnya terkejut.
"Ah ini dia..", ucapnya yang telah menemukan cincinnya yang berbentuk petir atau listrik itu
"Kenapa ada disitu ya..", ucap Wonshik menjadi bingung
Setelah menemukan cincinnya, Wonshik kembali ke kamarnya. Ketika Wonshik sudah tidak ada dilantai pertama, Hongbin sudah selesai dari kamar mandi. Ia langsung saja berjalan menuju meja makan. Mengambil jaketnya.
"Huh? Kemana cincinku?", ucap Hongbin tidak menemukan cincinnya yang ia letakkan diatas meja makan itu
"Apakah ada yang mengambilnya?", ucap Hongbin yang terdengar seperti menebak
Karena itu adalah benda yang sangat berharga bagi Hongbin, ia langsung merasa panik.
"Hakyeon hyung! Sanghyuk-ah!", panggil Hongbin sambil berlari cepat ke kamarnya yang terdapat Hakyeon dan Sanghyuk
"Apa kalian melihat cincinku?", tanya Hongbin langsung didepan pintu kepada Hakyeon dan Sanghyuk
Mendengar pertanyaan dari Hongbin, Hakyeon dan Sanghyuk langsung melatakkan ponselnya. Kemudian, mereka berdua dengan serempak mengangkan tangannya agak tinggi yang menampilkan punggung tangannya. Beberapa detik kemudian, mereka membalik tangan mereka dan menampilkan telapak tangan mereka berdua. Yang berarti mereka tidak mengambil atau menyimpan cincin milik Hongbin.
Setelah itu, Hakyeon dan Sanghyuk mengambil ponselnya kembali dan asik dengan urusan sendiri. Melihat jawaban dari Hakyeon dan Sanghyuk yang berupa gerakkan itu, Hongbin langsung menghela napasnya.
"Hey! Kau meletakkannya dimana?", ucap Hakyeon bertanya kepada Hongbin
"Diatas meja makan hyung. Tapi, setelah saya keluar dari kamar mandi, cincin itu sudah hilang. Pasti orang disini juga yang mengambilnya.", jawab Hongbin dengan jelas dan padat kepada Hakyeon
"Eeeyy.. Hyung ceroboh sih..", ucap Sanghyuk membalas
.
.
.
.
.
"Sajangnim. Saya sudah sampai didepan rumah anda", ucap Wonshik pada jam 20.00 didepan rumah sajangnim
"..."
"Baiklah", balas Wonshik
Setelah itu, Wonshik berjalan ke arah rumah sajangnim yang cukup besar.
.
.
.
.
.
"Hey, emang ada apa sajangnim menyuruh kita datang kerumahnya jam segini?", tanya Hongbin kepada Hakyeon yang sudah dalam perjalanan menuju rumah sajangnim menggunakan taksi
"Katanya ada orang baru diagensi", jawab Hakyeon kepada Hongbin
"Ah, apa kategorinya?", tanya Hongbin
"Kau maunya apa?", tanya Hakyeon balik
"Sanghyuk-ah, kau maunya kategori apa?", tanya Hongbin melempar pertanyaan dari Hakyeon ke Sanghyuk
"Rapper?", jawab Sanghyuk
"Geurae. Kita kan belum punya artis dari kategori rapper.", balas Hongbin kepada Hakyeon
"Benarkah?", ucap Hakyeon merasa belum yakin dengan jawaban dari Sanghyuk
Tak lama setelah perckapn terhenti, merek bertiga sudah sampai didepan rumahnya sajangnim. Setelah membayar, mereka pun langsung masuk kedalam rumah sajangnim. Begitu mereka ingin membuka pintu untuk masuk, ada tangan yang terlebih dulu menyentuh pintu yang membuat Hakyeon, Hongbin dan Sanghyuk sempat terkejut. Ternyata tangan itu adalah tangan seorang perempuan.
"Oh Youngji-ssi", ucap Hakyeon ketika melihat perempuan itu
"Annyeonghaseyo noona", sapa Sanghyuk langsung
"Ne. Oh Hongbin oppa, kapan kembali kesini?", tanya perempuan itu ketika melihat Hongbin
"Baru tadi pagi", jawab Hongbin
Setelah mendengar jawaban dari Hongbin, perempuan itu membalasnya dengan gumaman dan masuk kedalam rumah sajangnim. Begitupun dengan Hakyeon, Hongbin dan Sanghyuk. Mereka juga ikut masuk kedalam.
Perempuan itu, bernama Heo Youngji. Kelahiran pada tahun 1994. Dia juga termasuk artis diagensi yang sama dengan Hongbin dan teman-temannya. Dia masuk dalam kategori penyanyi. Tetapi, banyaknya artis diagensi tersebut, cara tertawanya Youngji sangatlah lucu dan sangat mereka sukai. Karena cara tertawanya itu juga lah, bisa membuat yang lain juga tertawa.
Begitu mereka bertiga masuk kedalam, mereka langsung tercengang ketika menoleh kesamping. Tepatnya ke arah para pelayan yang membawakan berbagai makanan menuju ke meja didekat kolam renang. Mulut mereka menjadi sedikit terbuka karena banyaknya makanan.
"Whoaa~", ucap mereka bertiga secara bersamaan sambil menatap makanan-makanan itu
"Hakyeon hyung!", panggil seseorang yang tidak asing ditelinga Hakyeon yang membuatnya berhenti tercengang karena makanan
Begitu ia melihat ke sumber suara, ternyata Jaehwan.
"Jaehwan-ah!", balas panggil Hakyeon sambil menyuruh Jaehwan untuk mendekatinya
Dengan nama asli Lee Jaehwan yang lahir pada tahun 1992, ia juga termasuk artis dengan agensi yang sama di kategori penyanyi. Jaehwan adalah orang yang sangat lucu. Seringkali, ketika ia berbuat lucu, ia tidak bisa mengontrol apa yang ia katakan. Tetapi dibalik kelucuannya itu, suara merdunya tentu saja membuat hati nyaman.
"Ya! Berhentilah tercengang!", ucap Hakyeon sambil menepuk-nepuk pipi Hongbin dan Sanghyuk untuk kembali sadar
"Kenapa dengan Hongbin dan Sanghyuk?", tanya Jaehwan menjadi penasaran
"Mereka tercengang karena makanan itu.", jawab Hakyeon dengan sangat jujur yang membuat Hongbin dan Sanghyuk menjadi sedikit malu
"Ah itu ya.. Iya hyung, banyak sekali makanan yang dibawa.", balas Jaehwan
"Oh iya, apa hyung sudah liat orang barunya?", tanya Sanghyuk kepada Jaehwan
"Tidak. Hyung juga penasaran.", jawab Jaehwan dengan perasaan yang sama dengan Sanghyuk
.
.
.
.
.
"OK! Akan kita mulai pesta penyambutan ini. Tepuk tangan semuanya!", ucap sang sajangnim membuka didepan meja panjang yang diatasnya penuh dengan makanan
Semuanya pun bertepuk tanga. Termasuk Hakyeon dan Hongbin. Dan juga artis lainnya. Tiba-tiba, ada seseorang yang datang dibalik pintu. Orang itu langsung mendekati meja makan dan ikut bertepuk tangan.
"Nah ini dia orangnya. Perkenalkan dirimu dulu.", ucap sajangnim ketika melihat orang yang datang itu
Setelah sajangnim mengatakan itu, semua mata tertuju padanya.
"Annyeonghaseyo. Kim Wonshik imnida."
.
.
.
.
.
"Annyeonghaseyo. Kim Wonshik imnida.", ucap Wonshik memperkenal dirinya dan setelah itu duduk disamping Hongbin
"Whoa. Ia ganteng. Lahir tahun berapa?", tanya seorang artis laki-laki yang bernama Jung Jungkyun kepada Wonshik
"1993", jawab Wonshik dengan sopan
"OK! Karena orang yang ditunggu sudah datang yaitu Kim Wonshik. Silahkan disantap hidangannya.", ucap sajangnim memulai
.
.
.
Bunyi gesekan-gesekan garpu dan pisau terhadap piring, memenuhi heningnya ketika pesta dimulai. Semuanya asyik memakan hidangan yang disediakan. Ketika Wonshik sedang makan, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dengan nada yang rendah.
"Wonshik-ssi. Wonshik-ssi"
Mendengar itu, Wonshik langsung mencari sumber suaranya dengan melihat ke sekitarnya.
"Wonshik-ssi"
Wonshik mendengar lagi panggilan itu. Ternyata, Sanghyuk yang memanggil Wonshik. Begitu Wonshik tau bahwa yang memanggilnya adalah Sanghyuk, ia sempat terkejut karena ia berdua pernah bertemu sebelumnya. Wonshik tidak tahu bahwa Sanghyuk juga termasuk artis diagensi yang ia diami. Ketika Wonshik melihat ke sekitarnya lagi, Wonshik tertuju pada seseorang yang ia kenal.
"Warna rambutnya coklat, memakai jaket jeans,..", ucap Wosnhik dalam hati mengingat ciri-ciri orang tersebut
"Bukannya ia orang yang berpapasan denganku ketika aku menaiki tangga itu?", tanya Wonshik kepada dirinya sendiri tentang orang itu
Ternyata, orang itu adalah Hongbin. Wonshik juga tidak tahu akan hal Hongbin juga termasuk artis diagensi yang ia diami.
.
.
.
.
.
"Ja! Karena pestanya sudah selesai dan mungkin perut kalian sudah penuh, kalian dipersilahkan untuk kembali. Atau mau berdiam disini sebentar.", ucap sajangnim menutup semuanya
"Gamsahamnida sajangnim!", ucap semuanya dengan serempak kepada sajangnim
Ketika sajangnim ingin meninggalkan ruang kolam renang tersebut, dengan secepat kilat Wonshik menghampirinya.
"Oh sajangnim.", panggil Wonshik
"Apa?", jawab sajangnim
"Bolehkah saya dudk sebentar ditaman belakang rumah anda?", tanya Wonshik dengan sedikit gugup
"Silahkan. Tidak apa-apa kok.", jawab sajangnim dengan senang hati kepada Wonshik
Setelah mendengar jawaban itu, Wonshik langsung membungkukkan badannya yang berarti tanda terima kasih.
.
.
.
Begitu Wonshik sampai ditaman belakang, ia langsung duduk dikursi yang sudah disediakan. Walaupun malam ini agak dingin, itu tidak menghalangi Wonshik untuk terus memandang bintang-bintang jauh dilangit.
"Oi!", panggil seseorang kepada Wonshik yang membuat Wonshik sendiri sempat terkejut
Begitu melihat orang itu, Wonshik langsung berdiri, membungkuk dan kembali duduk. Begitupun dengan orang tersebut, ia juga ikut duduk disamping kiri Wonshik.
Tetapi, ada sesuatu yang mengejutkan Wonshik. Orang itu memakai jaket jeans dan berambut coklat, dan ternyata orang itu adalah Hongbin.
"Aku Lee Hongbin. Aku juga lahir tahun '93", ucap Hongbin langsung memperkenalkan dirinya kepada Wonshik ketika sudah duduk
"Kim Wonshik.", balas Wonshik juga memperkenalkan dirinya
Ketika mereka berdua bersalaman, Hongbin melihat suatu benda yang membuatnya sempat terkejut. Ternyata itu adalah cincin berbentuk petir yang Wonshik pakai dijari manis tangan kanannya.
"Oh! Cincin ini..", ucap Hongbin sangat terkejut sambil memegang tangan kanan Wonshik
"Kenapa? Ini cincinku.", ucap Wonshik seperti memberitahu
Tanpa permisi, Hongbin langsung melepas cincin itu dari jari manisnya Wonshik. Kemudian melihat sesuatu dicincin tersebut. Ternyata ada tulisan 'Kong' dibelakang cincin tersebut.
"Dimana kau menemukannya? Cincin ini milikku.", tanya Hongbin kepada Wonshik
"Diatas meja makan rumah kontrakanku.", jawab Wonshik dengan santai
"Ah tapi, cincin ini milikku. Lihat ini.", ucap Wonshik langsung merebut cincinnya dari tangan Hongbin dan langsung menampilkan tulisan 'Ravi' yang juga terletak dibelakang cincin itu
"Eh? Jadi, cincin ini miliki kita berdua. Ah ini tidak mungkin terjadi..", ucap Hongbin sama sekali tidak percaya dengan apa yang terjadi pada cincinnya
"Apa itu?! Cincin ini milikku", balas Ravi bersikeras kepada Hongbin dengan nada yang sedikit tinggi
"Hongbin-ah!", panggil seseorang kepada Hongbin yang suaranya mulai mendekati
Mendengar panggilan itu, Ravi dan Hongbin yang berebut cincin berbentuk listrik itu, terhenti seketika.
"Ah kau disini ternyata.. Jaehwan ing—", ucap orang itu yang ternyata adalah Hakyeon kepada Hongbin
Ketika mengucapkan itu, Hakyeon melihat ke arah dua orang yang saling merebutkan sesuatu. Hongbin dan seseorang yang tidak ia ketahui sebelumnya. Tetapi, ketika Hakyeon mengarahkan matanya kepada orang itu, Hakyeon menjadi terkejut.
"Apakah itu..", ucap Hakyeon dalam hatinya yang tidak percaya dengan pada yang dilihatnya sekarang ini
Mereka bertiga terdiam dalam keheningan. Hakyeon sama sekali tidak percaya dengan apa yang didepan matanya adalah orang yang ia sukai selama ini. Yaitu Wonshik. Sedangkan Wonshik, ia juga menatap Hakyeon. Ia menjadi teringat akan kejadian dimana ia ketika mengambil kotak makanan, ia melihat seseorang yang wajahnya penuh dengan busa dari facial foem. Itu adalah Hakyeon. Dan sedangkan Hongbin, ia juga menatap Hakyeon layaknya Wonshik.
.
.
.
.
.
Next Chapter
Jekyll & hyde - Chapter 4 [Jekyll]
