_PENGAKUAN_

Disclaimer : Tetap Masashi Kishimoto selamanya

Pengakuan De'angelofKeyQi

Rated : T semi M

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Friendship

Character : Sasuke Uchiha , Sakura Haruno , Fugaku (Sasuke's father) dan pairing lainnya

Warning : Gaje, Abal, warning,, tidak sempurna, miss typo dll

Mendingan gak usah diterusin deh! Kalau memang gak suka, ya gak usah dibaca !

_(Murni imajinasi saya)_ (_)

Plagiat ? = NO !

Happy Reading….

.

.

Aku merasa hampa

Disaat kau mulai menjauh

Aku merasa kehilanganmu….

Mengapa…

Mengapa mengakui perasaan itu terasa tidak mudah ?

Jujur terlalu sulit bagiku

Sekedar untuk mengakui perasaanku terhadapmu,

Aku merasa amat malu..

Namun aku juga merasa takut

Takut akan kehilanganmu

Takut ditinggalkan olehmu

Takut kau tidak lagi mencintaiku…

Aku tidak ingin kau berpaling dariku..

Karena kau adalah milikku..

Hanya milikku,

Milik manusia egois sepertiku…

Chapter III

.

.

.

_De'angelOfKeyQi_

.

.

.

.

Tap

Tap

Tap

Derap langkah sepatu yang terdengar berirama menggema di sepanjang lorong dengan nuansa eropa itu. Tidak ada sedikitpun rasa takut menghantuinya saat berjalan dilorong yang berpenerangan minim tersebut. Dia seolah sudah terbiasa melewatinya. Dia- Uchiha Sasuke berjalan dengan tenang. Tatapan tajamnya menatap lurus kedepan. Wajah tampannya tetap terlihat datar dan tenang walaupun tak dapat dipungkiri perasaannya sedikit gelisah.

Langkahnya semakin cepat saat onyxnya melihat sebuah pintu berwarna putih dengan ukiran rumit berwarna coklat muda menghiasinya. Pintu yang akan membawa dirinya kedalam ketentuan takdir yang tercipta karena dia yang memulainya. Dibalik pintu itu juga sudah ada seseorang yang disayang sekaligus dihormatinya sedang menunggunya-sang kepala keluarga Uchiha, Fugaku Uchiha. Ya, ruangan yang berada diujung lorong rumah besar bergaya eropa dan memiliki daun pintu yang cantik itu adalah ruang pribadi keluarga Uchiha. Ruangan yang selalu menjadi tempat aman bagi mereka -klan Uchiha- membicarakan hal serius dan penting bagi keturunan keluarga Uchiha terhormat.

Kakinya berhenti tepat saat dirinya telah sampai didepan pintu itu. Sejenak Sasuke menarik nafas sebelum akhirnya mengetok daun pintu mewah didepannya.

Tok

Tok

Terdengar suara berat khas seorang pria yang sudah berumur memerintahkan Sasuke masuk. Dengan tenang diputarnya kenop pintu setelah menghembuskan napas panjang sejenak.

.

Cklek

.

Blam

Membuka pintu dan kembali menutupnya perlahan, Sasuke segera membungkuk hormat pada Otou-sannya kemudian duduk disofa hitam mewah yang berhadapan dengan sang kepala keluarga Uchiha itu.

Keadaan hening yang tadi sempat terinterupsi oleh kedatangan Sasuke kembali senyap. Ayah dan anak itu hanya saling memandang satu sama lain. Keduanya masih mempertahankan kebungkaman masing-masing.

"Ehm..", Fugaku berdehem mencoba mencairkan suasana. Dia tahu kalau anaknya yang keras kepala ini tidak akan pernah mau membuka pembicaraan duluan. Walau dia sendiri juga sebenarnya malas. Tapi sepertinya dia kalah ego dari anaknya yang satu ini. Sekarang dia mengerti bagaimana perasaan sang ayah-kakek Sasuke dan Itachi- saat menghadapi sifat keras kepalanya.

'Hah…Dasar Uchiha!', batin Fugaku gusar. Eh? Bukannya kau juga Uchiha, Fugaku?

Menghela napas sebentar, akhirnya Fugaku mulai berbicara, "Jadi bisa kau jelaskan permintaan mengejutkanmu itu, Sasuke ? Sejujurnya Tou-san kaget atas permintaan anehmu itu. Tentu kau tahu apa konsekuensinya bukan ?"

Tanpa Fugaku sadari, sang anak menyeringai geli melihat keputus-asaan sang ayah karena dirinya. Tapi dengan sigap Sasuke mengubah raut wajahnya kembali menjadi datar.

"Hn. Aku tahu. Aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari", Sasuke berkata tenang.

Menarik napas sejenak, dia pun melanjutkan kalimatnya saat dilihatnya sang ayah diam mendengarkan dengan seksama setiap ucapan yang akan dikatakannya.

"Aku tahu itu tidak mudah. Apalagi aku masih SMA. Tapi sebentar lagi aku akan tamat dari Konoha High School, Tou-san. Dan beberapa hari lagi kami sudah memulai ujian. Aku harap Tou-san mengerti dan mengabulkan permintaanku untuk menikahinya,Tou-san !", Sasuke berkata tegas. Tak lupa penekanan pada kata 'nya' tadi.

"Sasuke, Tou-san tahu kau jenius dan pintar. Aku juga tahu kau sudah memikirkan kedepannya. Aku bahkan yakin kau pasti mampu memimpin perusahaan yang akan kuberikan padamu nanti. Tapi masalahnya, kau masih sekolah. Dan kau harus melanjutkan pendidikanmu ke Universitas terlebih dahulu. Bukan asal minta dinikahkan sembarangan. Apa kau mau dicap sebagai Uchiha yang memalukan ? Apa kata kakekmu nanti saat mendengar ini, hm?", Fugaku menatap tajam Sasuke. Sasuke hanya membalasnya dengan senyuman tipis ? Hei Sasuke, apa kau sudah gila ?

"Hn. Jangan khawatir. Jika Tou-san ingin aku melanjutkan pendidikanku, aku akan melakukannya. Tapi untuk kali ini, aku hanya minta Tou-san mengabulkan permintaanku untuk menikahkan aku dengan dia. Aku ingin menikah dengannya. Hanya dengannya. Dan jangan berharap aku akan meneruskan perusahaan itu jika Tou-san tidak menuruti keinginanku!", ucap Sasuke dengan nada tenang namun mengancam. Dan tak lupa seringai kecilnya itu dia perlihatkan pada sang ayah yang terlihat kaget itu.

"Kau mengancam Tou-sanmu, Sasuke ?", Onyx Fugaku menyipit menatap Sasuke. Dia sangat amat shock melihat kelakuan Sasuke yang kurang sopan itu. Anaknya sendiri berani mengancamnya,eh ? Mau bagaimana lagi ? Sasuke akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya. Dan beruntung atau sialnya, sebagian besar sifat Sasuke adalah warisan dari dirinya sendiri.

Sasuke mengangkat bahunya tidak peduli. "Aku tidak mau ambil resiko kehilangan dirinya. Aku sangat menginginkannya. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku. Sejengkalpun tak akan kubiarkan!"

"Sebenarnya apa tujuanmu , anakku ?"

"Sudah jelas bukan ? Aku ingin dia, Tou-san".

Fugaku semakin menyipitkan onyxnya. Dia menduga pasti terjadi sesuatu pada anak laki-lakinya ini. Tidak mungkin bukan semendadak begini ? Atau jangan-jangan Sasuke sudah- Tidak. Tidak. Dia segera mengenyahkan pemikiran buruk itu. Dia tidak mau berpendapat seenaknya tanpa tahu kebenarannya.

"Kau…", nada bicara Fugaku terdengar ragu, "Kau menghamilinya, Sasuke ?

Sasuke tersentak. Bagaimana mungkin ayahnya berpikiran sejauh itu padanya ? Hah…terpaksa dia mengutarakan kepada ayahnya tentang semua perasaannya yang sesungguhnya pada gadis manisnya. Dia tidak ingin sang ayah menganggapnya melanggar ketentuan dan aturan yang dijunjung tinggi olehnya sebagai salah satu keturunan klan Uchiha.

"Tentu saja tidak ! Aku tidak mungkin melakukan hal amoral seperti yang ada dipikiran Tou-san !", ungkapnya tegas.

"Lalu ? Kenapa kau sangat terburu-buru seperti ini ?"

Dengan setengah hati akhirnya Sasuke menceritakan segala kejadian yang dia alami beberapa hari ini, juga tentang pertengkarannya dengan gadis yang liar-menurutnya- namun menarik itu. Tak lupa kegundahan dan kegelisahan serta semua perasaan campur aduk yang dirasakannya, yang sukses membuatnya frustasi. Dia ingin memperbaiki kesalahpahaman gadis itu tentangnya. Tanpa sadar pemuda itu sudah mencurahkan segala isi hatinya pada ayahnya. Ouw…manisnya! Bukankah ini hal langka ? Sasuke, curhat pada Tou-sannya ? Wow, BRAVO!

Sesekali Fugaku terkikik geli mendengar penuturan sang anak tentang apa yang dialami pemuda tampan itu. Apalagi tentang sikap Sasuke yang sangat diluar Uchiha saat menghadapi seorang gadis. Sungguh menarik! Dia tersenyum tipis saat menyadari, secara tak langsung anaknya sudah curhat padanya.

" Aku ingin memberikan kejutan untuknya ,Tou-san. Juga sebagai permintaan maafku padanya. Aku benar-benar menginginkan dia. Aku tidak ingin dia lari dariku lagi. Apalagi jatuh ketangan pemuda lain , terutama pemuda brengsek!", Sasuke mendesis pelan. Pandangannya sedikit meredup saat dia mengingat kejadian dimana dia menampar gadis itu. Sungguh bodoh dirinya.

"Dengan menikahinya ? Apa kau tidak punya pilihan lain ?", suara Fugaku melembut melihat ekspresi anaknya yang kurang bersemangat.

"Ya. Aku memang punya pemikiran lain, tapi aku tidak tahu apa. Itu sebabnya aku meminta pendapat Tou-san. Yang penting dia tetap menjadi milikku!"

"Kau menjalin hubungan dengannya ?"

"Tidak"

"Kau sudah menyatakan perasaanmu padanya ?"

"Lebih tepatnya belum"

"Kau mencintai gadis itu, Sasuke ?"

.

.

"Hn. Sangat amat, Tou-san. Melebihi apapun!", Sasuke berkata lantang dan penuh percaya diri. Terlihat dari senyum tipisnya.

Fugaku menatap Sasuke seksama. Mencoba menyelami setiap emosi yang tersirat dalam onyx yang sama dengannya itu. Hening sebentar. Mencoba menghembuskan napas pasrah melihat keyakinan dan keteguhan yang memang sudah dipertahankan sang anak bungsu. Kalau sudah cinta, mau bagaimana lagi ?

'Ada-ada saja. Masa hanya karena seorang gadis , anakku sampai senekat ini. Sebegitu cinta matikah Sasuke pada gadis yang -bahkan- tak dia kenal wajahnya itu ? Apa sih yang dilihat anak bungsunya pada gadis itu ? Pasti gadis itu memiliki pesona yang dahsyat , eh ?', pikirnya penasaran.

"Baiklah. Aku akan mengabulkannya. Tapi.. Jika melakukan pernikahan, itu sangat tidak mungkin. Kau masih muda, Sasuke", Fugaku terlihat berpikir. "Hm.. Kalau tunangan ? Setidaknya kau dan dia mempunyai ikatan. Bagaimana caranya, itu harus kau pikirkan sendiri. Jika kau memang mencintainya, kau pasti bisa. Apalagi melakukannya dengan cara yang tidak biasa. Benar ?", Fugaku terlihat mendukung dan memberi semangat pada anak kesayangannya itu.

Dia jadi merasakan perasaan bangga tersendiri terhadap Sasuke. Sasuke benar-benar menuruni sifat keras kepala dan egonya. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan 'miliknya'. Sama seperti dirinya pada masa lalu. 'Itu baru anak laki-lakiku!', batin Fugaku tersenyum.

"Hm… Not bad !", Sasuke menyeringai senang. "Aku akan menyiapkannya. Kejutan untuk gadisku!"

" … So, Who's that girl, hm ? Seistimewa apa dia, sampai anakku menjadi seperti ini! Gadis hebat mana yang mampu membuat anakku berubah dan membuatnya jatuh cinta sampai tergila-gila, eh ?"

"Tsk, Tou-san akan tahu setelah melihatnya nanti!"

"Dasar anak nakal!", dengus Fugaku geli. "Bawa dan kenalkan padaku segera"

"Hn", Sasuke tersenyum misterius.

.

.

.

.

_De'angelOfKeyQi_

.

.

.

.

Drrt..

Drrt…

Drrt…

Secara bersamaan, ponsel masing-masing pemuda tampan yang sedang berkumpul -dikantin KHS- itu bergetar. Berpandangan sebentar, mereka –Naruto, Neji, Sai dan Shikamaru- langsung membuka pesan yang berasal dari orang yang sama.

From : Sasuke

'Hn. Kalian dimana ? Aku di tempat biasa. Cepat datang sekarang. Aku ingin kalian membantuku menjalankan 'rencanaku' itu. Aku tunggu !'

Dengan gerakan pasti , pemuda-pemuda tampan itu saling bertatapan bergantian. Tak lama, seringai muncul secara serempak dibibir mereka. Mengangguk, mereka segera bangkit. Tanpa banyak bicara, mereka semua segera meninggalkan meja yang mereka tempati tadinya, lalu berjalan keluar dari kantin itu. Bahkan Naruto yang biasanya banyak protes dan komentar pun tidak bicara apa-apa. Namun senyum tipis Naruto, Neji, Sai dan Shikamaru tidak juga hilang dari wajah mereka. Entah apa maksudnya..

.

.

.

.

_De'angelOfKeyQi_

.

.

.

Sakura sedang berjalan santai saat tiba-tiba para sahabatnya menghadang tepat didepannya. Dengan malas Sakura menatap mereka. Tatapannya masih sama datarnya saat melihat mereka. Setelah beberapa detik berlalu dan salah satu dari mereka tak juga membuka mulut untuk mengatakan apapun, akhirnya Sakura menghela napas bosan. Dasar, mereka tidak juga berubah. Masih sama menyebalkan jika sedang ingin berbicara padanya. Selalu saja dia yang harus memulai.

"Sekarang apalagi ?", Sakura berkata dengan nada bosan tanpa melihat ke arah Ino,Hinata, Tenten, dan Temari. Ah, dia ingat, saat pertengkaran terjadi, Temari tidak terlibat karena dia tidak ada disana saat itu. Tapi tetap saja dia canggung untuk sekedar berbicara dekat seperti biasa. Lagipula, pasti Ino, Hinata dan Tenten sudah menceritakan semuanya. Jadi Sakura tidak perlu repot-repot menjelaskan kembali kejadian menyebalkan beberapa hari lalu tersebut.

Sungguh saat ini dia sedang malas bertengkar. Apalagi sampai sekarang pikirannya masih dipenuhi oleh pemuda tampan berambut pantat ayam itu, Sasuke Uchiha. Tubuhnya masih terasa lemas jika Sakura mengingat semua kilasan kejadian saat Sasuke berbicara dengan kakak laki-lakinya melalui ponsel. Jika masalah lain tidak apa, namun yang kakak-adik itu bahas adalah masalah 'pernikahan' yang ditujukan untuk Sasuke. Bagaimana jika Sasuke benar-benar akan menikah ? Tapi dengan siapa ? Cantikkah gadis itu ? Terus bagaimana dengannya ? Bukankah Sasuke bilang bahwa Sakura adalah miliknya ? Akh… Sakura semakin sakit saat memikirkan hal itu.

"Em.. Ano… Umm…Sakura, ka-kami… A-ap-apakah kau ad- ada w-waktu ? K-kami-", ucapan Ino yang terbata-bata dan terdengar gugup seperti layaknya Hinata itu segera dipotong oleh suara Temari yang gemas melihat gadis berambut pirang tersebut.

"Sakura, ikut dengan kami sekarang. Kami ingin bicara denganmu!", Temari berkata tegas namun tidak menghilangkan kelembutan suaranya. Dengan tenang Temari menarik lengan Sakura. Menegaskan Sakura untuk mengikuti langkahnya. Sedang Ino, Hinata dan Tenten merasa was-was. Mereka takut Sakura memberontak tak terima-

"Apa-apaan kau!", ketus Sakura. Kedua tangan mungilnya dilipatkan didepan dadanya. Matanya menatap sinis pada gadis-gadis dihadapannya. Sontak Hinata dan Tenten mundur selangkah mendengar suara tajam sang gadis merah jambu. "Jika ingin bicara, bicara saja disini! Nggak usah pake narik dan paksa segala. Aku sedang tidak ingin bertengkar. Kalau kalian seperti ini terus untuk bicara denganku, lebih baik tidak usah bicara sekalian!"

Tubuh Ino semakin gemetar tidak kuasa menahan sakit melihat Sakura seperti ini. Shapirenya menyendu menatap emerald yang menyimpan sakit karenanya. Ya, Ino dan Sakura sama-sama menahan sakit. Sekali saja, Ino ingin sakura mendengarkan penjelasan darinya dan terlebih lagi memaafkannya. Walau ia tidak yakin hal itu akan terjadi.

Temari menghela napas. Dia sudah menduga bahwa Sakura pasti akan menolak jika mereka memakai cara seperti ini. Tatapannya melembut menatap emerald yang sebenarnya terlihat rapuh itu.

"Aku minta maaf karena telah memaksamu. Tapi kumohon, Saku. Mereka ingin bicara denganmu. Tolong dengarkan sekali saja. Apa kau tega, hm ?", Temari tersenyum lembut.

Sakura tertegun. Dia selalu memikirkan ini sebelumnya, dia tahu dan sadar akan itu. Sebenarnya Sakura juga merasa kalau 'kemarahan'nya sudah agak keterlaluan. Dia pun tidak ingin terus mendiamkan sahabat-sahabatnya seperti ini. Kalau boleh jujur, Sakura sangat merasa kehilangan saat mereka tidak bersama. Karena itu dia juga ingin memberi kesempatan pada mereka. Sakura merasa akan seperti gadis jahat jika ia tidak mau memaafkan kesalahan yang sebenarnya sepele itu. Terdiam sejenak, akhirnya Sakura angkat bicara.

Belum sepatah katapun yang terucap, Sakura teringat sesuatu. Mengingat hal 'itu' sontak membuat Sakura menyeringai kecil. Geli sekaligus senang akan sesuatu tersebut. Karena sibuk memikirkan pertengkaran antara dirinya dengan sahabat-sahabatnya juga dengan Sasuke, dia hampir melupakan hari istimewa dan bersejarah tersebut. Tepatnya hari istimewa itu adalah hari ini. Didorong perasaan jahil, Sakura pun memutuskan akan mengerjai mereka. Dia ingin memberikan hadiah pada para sahabatnya yang menyebalkan sekaligus sangat disayanginya itu. Namun buru-buru dia mengubah rautnya menjadi 'pura-pura datar dan cuek' sebelum mereka menyadari keanehannya.

"Baiklah. Kita ke kantin sekarang", jawab Sakura. Kaki mungilnya pun segera melangkah menuju kantin sekolahnya yang ada disudut , yang memang khusus diasingkan dari bangunan lain. Karena KHS unggul dalam hal keluasan dan kesempurnaan arsitektur letak bangunan. Dan setiap fasilitas selalu memiliki tempat dan ruangan tersendiri.

Temari, Ino, Hinata dan Tenten tak dapat menyembunyikan senyum lebar mereka mendengar ucapan Sakura yang terdengar bersahabat. Mereka cepat-cepat menyusul Sakura. Tanpa memakan waktu lama, akhirnya kelima gadis cantik itu pun tiba disana. Mereka lebih memilih untuk mengambil tempat duduk yang berada disudut, yang agak menjauh dari siswa-siswa KHS. Alasannya mudah. Mereka tidak ingin siswa lain tahu dan bisa mendengar masalah yang mereka anggap sebagai privasi itu.

Terdiam selama beberapa menit. Sama-sama merasa kaku dan canggung. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

Sakura sendiri terlihat cuek. Gadis manis itu memang tak berniat untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu. Ia sengaja berbuat seperti itu. Ya hitung-hitung untuk memberi pelajaran pada gadis-gadis dihadapannya.

"Ehm.. Baiklah. Langsung saja", karena tak tahan akan kebisuan itu, Temari akhirnya bersuara. "Saku, pastinya kau sudah tau bukan apa yang ingin kami katakan ?"

Sakura mendengus geli. "Maksudmu tentang kalian yang ingin meminta maaf padaku ? Cih!", Sakura menyeringai sinis. Menatap remeh keempat sahabatnya. Tak lupa wajahnya yang angkuh seolah menantang gadis-gadis itu.

Temari tersentak. Menggeram, dia ingin membalas perkataan yang terdengar angkuh itu-

"K-Kau- "

"Temari tenang !", -namun suara Tenten segera memotong ucapan sahabat berkucir empatnya itu. "Sakura-chan, kumohon dengarkan penjelasan Ino ! Kumohon Saku ! Kami benar-benar minta maaf padamu. Terimalah permohonan ini. Kau jangan bersikap egois seperti ini. Setidaknya beri kami kesempatan dan maaf darimu !", Tenten menatap serius gadis musim semi itu. Walau nadanya terdengar tinggi.

"Hhh… Kesempatan ? Bukankah aku sudah memberi kalian kesempatan saat ini ?! Dan kau bilang apa ? Minta maaf ? Hah.. Jangan bercanda! Aku bahkan sudah bersabar menunggu kata 'maaf' akan keluar dari bibir kalian ! Tapi nyatanya ? Kalian bungkam! ", Sakura terengah-engah dengan tatapan tajam tetap mengarah kesemua sahabatnya. " Dan sekarang ? Kalian mengatakan kalau aku sangat kekanak-kanakan dan egois! Ya, aku akui itu. Tapi apa itu salah ? Kita sudah bersama sejak lama, tapi sampai saat ini aku merasa tak pernah kalian hargai… hiks… Selalu, selalu saja aku yang salah dimata kalian.", secara tak sengaja air matanya mengalir.

Tenten,Temari, Ino dan Hinata membungkam. Ya, mereka sadar, sikap mereka beberapa saat lalu sangat salah. Mereka membuat Sakura tersudut dan semakin menyakiti hati Sakura. Seakan-akan yang patut disalahkan adalah gadis merah muda itu. 'Damn / Shit..' batin mereka mengumpat bersamaan.

"Maaf, Saki.. Kami keterlaluan. Tapi, kumohon, Saki…maafk-", Ino tak dapat meneruskan kalimatnya saat shapirenya menangkap tatapan sendu dari emerald Sakura, saat gadis musim semi itu membalas tatapannya. Tubuhnya terlihat bergetar. Sakura terlihat-

"Baiklah. Aku memaafkan kalian, sesuai permintaan kalian. Tapi sebelum itu, apa kalian mengingatnya ? Hari ini ?", lirih Sakura parau. Satu persatu ditatapnya wajah bingung para sahabatnya.

"Mak-maksud Sakura-chan ?", Hinata menatap tak mengerti Sakura. Sedang yang lain mengangguk setuju seakan membenarkan perkataan Hinata. Tersentak, Sakura menatap tak percaya kearah mereka. Menggeram, Sakura menggebrak meja dihadapannya hingga membuat Ino, Hinata, Tenten, Temari, dan bahkan seluruh penghuni kantin terkejut. Segera seluruh mata pun menoleh kearah meja mereka.

"Keterlaluan..", menundukkan kepala , Sakura mendesis tajam.

Dengan satu gerakan, kedua tangan mungil gadis pink tersebut menyambar dua gelas jus dihadapannya. Masing-masing ditangan kanan dan kiri. Tanpa bisa dicegah-

Byuuurrr….

-detik itu juga gadis musim semi itu menumpahkan jus tersebut tepat dikepala para sahabatnya secara bersamaan.

"Kyyaaaaaaaaaaaaaaaa…"

Jeritan seluruh siswa-siswi pun membahana diarea kantin sekolah itu. Semua siswa melongo dan menatap ngeri kejadian barusan. Adegan dimana sang pelaku-Sakura- dengan tega dan cueknya menyiramkan dua gelas jus ke kepala masing-masing korban-Ino,Temari,Tenten dan Hinata- secara bersamaan .

Raut wajah para gadis manis itu pucat seketika. Tanpa memedulikan kepala dan baju mereka yang basah, Ino, Temari,Tenten, dan Hinata menatap shock kearah Sakura. Sedang Sakura sendiri menatap mereka dengan sudut bibir kanan terangkat sedikit dan pandangan puas.

"….."

"…."

Mendadak suasana kantin kembali hening dan menegangkan. Tak satupun dari kelima gadis manis itu membuka suara.

"…."

"…."

"Sa-sa-saku-ra-chan… ke-ke-kenapa kau..", suara gagap Hinata memecah keheningan sesaat itu. Lavendernya menatap shock dan sedih pada gadis bersurai pink dihadapannya. Sementara Ino,Temari dan Tenten masih terdiam seribu bahasa.

Sakura yang mendapati sinar sedih dan kaget terpancar pada masing-masing sahabatnya hanya dapat mendengus. Sedikit rasa sesal menyelusup hatinya, namun cepat-cepat ditepisnya. Gadis Haruno itu menghela napas kuat , masih dengan tatapan meremehkan terarah pada keempat gadis dihadapannya.

Menundukkan kepalanya, Sakura segera berdiri. Perlahan-lahan seringai dibibir mungil itu memudar, digantikan dengan sebuah senyum hangat nan tulus terlukis diparas cantiknya. Masih dengan menunduk, gadis itu berbisik-

"Selamat hari jadi persahabatan kita , guys. Aku sudah memaafkan kalian..", Sakura mengangkat wajahnya, memperlihatkan senyum hangat miliknya. Ino, Temari, Tenten dan Hinata pun melebarkan mata tak percaya mendengar ucapan Sakura. Terlebih senyum hangat nan tulus yang diperlihatkan gadis Haruno cantik itu. Sakura yang mendapati para sahabatnya terpaku menatapnya seketika terkekeh geli, "Oh ya, tampang kalian terlihat konyol tuh! Dasar , stupid girls".

Membalikkan tubuh, Sakura segera berjalan meninggalkan para sahabatnya dikantin dengan segala kekagetan mereka .

-tentunya tanpa menghilangkan seringai geli dibibir mungilnya karena berhasil menjahili sahabat-sahabatnya.

"…."

"…."

"…."

"SA-KU-RAAAAAAAAAAA/ JI-DAAAAAATTT ! ", suara jeritan serempak dari Ino, Temari, Tenten dan Hinata seketika membahana diseisi kantin. Membuat seluruh penghuni yang ada disana segera menutup telinga mereka. Takut mendadak tuli , mungkin ?

.

.

.

.

_De'angel_Of_KeyQi_

.

.

.

.

Sakura baru saja menginjakkan kakinya memasuki halaman KIHS setelah melewati gerbang raksasa sekolahnya itu dengan wajah ceria. Bibirnya tak henti-hentinya menebarkan senyum manisnya sepanjang perjalanannya dikoridor yang terlihat lebih ramai dari biasanya pada jam segini. Tapi Sakura tak ambil pusing. Toh hari ini mood dan suasana hatinya sangat baik. Gadis itu tetap melangkahkan kakinya dikoridor itu. Sungguh, hatinya saat ini sedang bahagia entah karena apa.

Mata emeraldnya sontak menyipit tajam mencoba memperjelas penglihatannya kedepan. Pancaran emeraldnya menunjukkan kilatan penasaran saat menangkap sang sahabat-Ino dan Hinata- berlari terburu-buru kearahnya. Eh, ada apa ?

Setelah kedua sahabatnya benar-benar sudah berada dihadapannya, Sakura pun menyuarakan rasa penasarannya,"Hm, ada apa ? Kenapa kalian terlihat panik begitu?"

"Hah..hah..",mereka terlihat masih terengah. Beberapa detik kemudian, mereka segera menarik nafas bersamaan untuk menstabilkan detak jantung dan suara mereka sendiri.

"Sa-Saku ka-kami ingin memberitahukan berita heboh!", suara Ino pertama kali terdengar. Sedang hinata mengangguk cepat mengiyakan. Alis Sakura bertaut tanda tak mengerti. Mendadak hatinya dipenuhi rasa gelisah. Sakura merasakan firasat buruk akan segera terjadi. "Kau sudah dengar beritanya ,Sakura ?"

"Um..B-Berita ap-pa ?", suara gadis musim semi itu terdengar mencicit.

"Sasuke, Forhead ! Sasuke !"

DEG

"S-Sasu..Sasuke ?", Sakura tetap mempertahankan senyumnya dengan sedikit paksaan. Walaupun perasaan Sakura semakin tidak enak. Entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak. Rasa takut menyergap hatinya. Ja- jangan katakan kalau -

"Sasuke ! Sasuke akan menikah, Saku !", serempak Ino dan Hinata berkata dengan lantang. Menyuarakan kalimat yang membekukan tubuh Sakura .

-Sasuke akan menikah.

DEG

' . Ini tidak benar. Katakan kalau ini semua mimpi!', inner Sakura berteriak pilu menyangkal. Berbeda dengan kondisi tubuh Sakura yang diam. Tak melakukan apapun. Atau..tak tahu harus apa..?

Hatinya semakin terasa nyeri. Kenapa ? Kenapa dengan dirinya ? Ada apa ini ? Perasaan sesak menyakitkan apa ini ? Kenapa rasanya Ia ingin-

"Sa-Sakura-chan ? K-Kau kenapa ? Apa yang terjadi ?", Hinata panik saat menyadari wajah Sakura mendadak pucat.

-ingin menangis ?

Ino dan Hinata semakin tersentak saat manik keduanya menangkap aliran bening tiba-tiba mengalir dari emerald gadis musim semi itu.

BRUK

Seketika tubuh Sakura melemas. Kakinya seakan tak mampu menopang berat tubuhnya lagi. Inilah yang Ia takutkan. Sungguh sangat membuatnya takut. Rasa takut-

Akhirnya..Akhirnya apa yang ditakutkan olehnya benar-benar terjadi.

-takut akan kehilangan Sasuke…

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

KYYAAAAAAAAAAAAA….. Gomen..Gomenasai, Minna !

Key-kun minta maaafff banget ! ! Sungguh deh.

Key-kun benar-benar keterlaluan yha ? Menelantarkan fict ini selama…umm… 9 bulan . Whatt ? Argggh.. Key jahat bnget. Gomen ne Sasu-Saku! Key-kun benar-benar minta maaf… terutama pada para reader dan review serta yang menunggu-nunggu fict ini. Um..mank ada yha ? *PLAKK*

Gomen yah Key-kun telat update.* Sangat tahu !*

Yaa..maklum aza yHa.. gie sibuk-sibuk nha ujian ini–itu d'scuLL nieh.. Biasa, udha klaZ akhir.. Mw hdapi UN nieh.. Jd mw buat persiapan.. Ugh..tkut nieh..UN nha makin ketaT dan menyeramkan nieh dengar-dengar..

Hiks..Key tkuT dan Cemas nieH.. tkut gaK Lancar..

KpaDa readeRs and teMan-teMan.. Key mW mnTa dkungan dan do'a nha doNk.. SupAya maKin KUAT, SABAR, BERANI dan terutama LULUS ! AMIIINN.. Do'akan Key Lulus dengan nilai yg memuaskan yha.. key tW kaLian muraH hati dan Baik-baik sMua.. Tanpa dkungan kalian, Key takkan pnya kkuatan lbih.. ksih smangat nha doonk! Hehe..

Yah..sebagai permintaan maaf , nieh Key-kun bayar dengan update chap 3 yang mnurut Key udah pnjang, jadi..jgn melototin Key kyak gtu yha ? *kedip-kedip genit*PLAKK!*

*auuww! Sakit baka Sasu-*di death glare Sasu-butt* ' hehe, gak jadi deh ' *kabur : MODE ON*

Balesan Review :

Aikuromi : maKasih atas pujiannya yha ai..

Nie udha lanjut…

Akemi Aihara : "Thanks udha suka… nie udha update.. corry teLat yha… "

zetta hikaru : " Waah..makasih yha zetta.. trsanjung nieh , fict nha d'bilang seru… Harusnya Key-kun yg mnTa maaF karena teLat update… Tetap review yha… "

Guest : "Thanks atas comment nha.. Sorry law Qmu aneh baca nha.. Tapi Key-kun punya aLsan koq knPha Saku 'merajuk'nha berlebihan… D'chp 3 nie , Qmu pasti akn Ngerti aLasn knpha Saku berlbihan giTue koQ ! Tetap baca n review yah.. "

Guest : "Kya…. Nie dha lanjut.. Sorry telaT update nha yHa.. "

Guest : "Arigatou udha biLang seru utK fict Key-kun yG abaL nie.. "

Kogayama Hanasaki : "Arigatou ! Siapa yha ? Menurut Qmu siapa cewek beruntung yg mW d'nikahin mHa Sasu ? Dsni bLum d'uNgkap 'calon pngantiN cWek" nha.. tP lAw qMu jeLi, pasTi udha bzA nebak ,,

Yee.. laW uLtah jG pSti adha d'facebook kali.. hahaha, mw bercanda nieh..? Arigatou yha atAs dkungan nha.. Mkin semangat nieh.. Nie dha update,, soRRy teLat update yha.. Hrap maklumi, kArena Key-kun gie sibuk nha nieh d'skuLL.. tetAp review yHa.. Saran uga boleh.. #kedip-kedip# "

Hiromi Toshiro : " Hai, saLam kNaL uGa yha, Hiro! Wah.. mkin bertambah nieH yG suKa fict Key-kun. Arigatou yha.. Umm…Law tNtang flashback gMna SasuSaku nha jTuh ciNta, jJur Key-kun ugA bingung mau d'buAt gMna. Al'nha seJauh nie Key bLum nemuin ceLah mW d'masUkin ke scEne mna, kRna Law tiba-tiba d'masukin tkuT nha mlah braNtakn.. jd liat nTar zha gMna baik nha.. mNgkin jg gak d'critain… sperti nha hiro mSih akan pNasaran nieh siapa caLon nha Sasu..hihi

Nie dha uPdate.. "

cHerry'blossomsxxx : " Kyaaa..makin smAngat nieh krnha kLian suka fict SasuSaku nha..! Um..Gaara yha ? Key ugA pNya niaT mw jDiin Gaara piHak kTiga buat Sasu nha jealous. Arigatou atas sraN nha.. Key akN coba yhA.. "

OwHyha.. sbeLum nha Q mW ucaPin..

"HAPPY BIRTHDAY SAKU! HAPPY BIRTHDAY,HONEY! HAPPY-HAPPY BIRTHDAY, CHERRY…!

Semoga Pair SASU_SAKU MAKIN JAYA DAN LEBIH LEBIH MENINGKAT! Ayo kalahkan pair lain… # :P #

JUGA SASUKE YANG BENAR-BENAR PASANGAN SAKU di Anime NARUTO ! Amiiin.. KYAA….Itu PASTI Donk ! #GEPLAKK!#

Hehe..Moga Makin cantik aZZAh yha SAKU.. Duh..Aku makin ciNtaaaa..deh mha Saku. Sini-sini Key-kun cium.. #Bugh, ditendang Sasu# hu.. tega yha Sasu ! #nangis bombay#

Sebenar nha fict nha udha siap dr kemarin-Kemarin.. Tp krnha masih beLum adha waKtu, jD tertUnda-tunda deh update nha.. Stelah d'pikirkan, mending skaLian zhA update nha bertepatan d'hari ultAh Saku.. biAr special n skalian ucapan n hadiah zha.. sbgai persembahan utk Saku n readers gtue.. hihihi :P

Ayooo doOnkk…..ucapin,peluk dan rayain uLng tahUn nha Saku.. #tarik-tarik paksa tangan readers..#

Ayo cepetaan..ntar d'tabok Sasu lho kalo enggak..Liat tuh si chicken butt udha ngelirik… #dideathglare Sasu# Hii….kaBuRR…!

Okay deh, sprti yang klian taHU,

Key mW nTa jaTah nieh..hehe

Umm….Bzaa…

Emmm….. REVIEW ?

Sign,

_De'angel_Of_KeyQi_

Rabu, 27 Maret 2013

At 12.10 pm.