How do you look at someone

you love and tell yourself

it's time to walk away?

(The vow)

.

.

.

.

.

.

.

WARNING

DLDR, BL, Typo bertaburan,EBI/EYD berantakan, alur gajeeee, bikin mupeng de el el.

Takao berjalan dengan gontainya keperhentian bis yang akan membawanya ketempat Murasakibara nanti, Ia begitu lelah hari ini karena di klinik tempat Ia berkerja banyak sekali yang datang untuk mengadukan keluhan akan kesehatan mereka disana.

Takao yang notabenenya seorang perawat dituntut untuk segera bertindak siap siaga melebihi seorang suami yang istrinya sedang hamil tua. Ia sudah sibuk dari hari kemarin bahkan lembur di klinik, tetapi hari ini Ia diperbolehkan pulang karena memang shift nya sudah berakhir. Tetapi Kalau dipikir-pikir harusnya Ia pulang dan langsung istirahat, bukannya pergi ketempat Murasakibara untuk bekerja sambilan seperti ini.

Sungguh, bukan berarti gaji yang Ia dapat dari klinik tidak mampu menutupi kebutuhannya, semua gajinya bahkan melebihi itu bagi dirinya yang sendiri dengan hidup yang jarang Neko-Neko dalam berpijak dibumi ini. selain murni karena ingin membantu Murasakibara, Ia memang senang ada disana, yahh berkumpul dengan teman-teman barunya yang sudah ber metamorfosis jadi sahabat dekatnya dalam tiga tahun belakangan ini.

Kesibukan dan keramaian dikafe membuatnya merasa bahagia dan nyaman, entah apayang mendasari itu sebenarnya, karena faktanya semasa SMA Ia dan teman-temannya kini tidaklah begitu dekatnya apalagi dengan Kise maupun Kuroko.

Entah karena persamaan nasib atau karena memang mereka memiliki kecocokan dalam berkongkow ria, semuanya mengalir begitu saja saat Ia baru saja menanjaki perkuliahan semester pertama dan setelah kejadian itu.

Ah, kejadian itu yang membuat semua berubah termasuk dirinya,pikir Takao bersimpul begitu. Kejadian yang memporak-poranda hatinya yang tertambat pada si wortel shoutaku yang membuatnya jatuh cinta tanpa dasar perhentian dan malah membuatnya patah arah tak terkira.

(flashback mode on)

Takao duduk dengan bimbang di kursi Taman yang menjadi penghubung antara fakultas kedokteran dan keperawatan

Yah,kekasihnya sejak tiga bulan yang lalu saat mereka selesai dengan Masa penerimaan mahasiswa baru,disaat Midorima bertanya padanya tentang alasan kenapa Ia slalu saja mengekor padanya dengan memilih mengambil jurusan keperawatan.dengan spontan nan gugup Ia mengatakan perasaannya

dan ditanggapi Pemuda itu dengan berpikir Takao bercanda.

Takao berkata Ia akan berusaha dan menunggu Midorima untuk dapat merasakan apayang Ia rasakan.Dan pada akhirnya si wortel menerimanya dan berkata akan mencobanya dan tentu saja Ia mengatakannya dengan berbagai dalih dan ke tsun-tsun dan dere-dere an miliknya yang Tak pernah tertinggal.

Takao terkekeh kecil mengingatnya dan

tersenyum. Namun wajahnya kembali berubah pada raut termenung nihil didefinisikan, malah terkesan melamun dengan tatapan kosong.

"Ada apa nodayo? kenapa Kau belum pulang?" Suara yang akrab menyapanya itu membuat Takao mengalihkan perhatiannya pada entitas yang menjulang dihadapannya dengan pakaian praktek yang menyerupai dokter yang sudah jadi. Sedetik kemudian Ia Takao tersenyum dan mengisaratkan pada si wortel shoutaku itu untuk duduk disebelahnya.

"Emh,... maaf membuatmu harus menemuiku di saat seperti ini, Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.." Takao menjeda sesaat lalu berkata kembali.

"Aku tau Kau pasti sibuk dan hari inipun salju turun lebat seharusnya..."

"Langsung saja nodayo" Ujar Midorima tanpa melirik sedikitpun pada Takao, Ia lebih memilih salju-salju yang mengumpal menutupi tanah didepannya untuk jadi atensinya. Takao yang mendengar itu terkejut lalu Ia mengangguk kecil dengan wajah menunduk dan bibir dikatupkan untuk menghalau dingin atau sesak yang membuncah tak karuan.

"setelah tiga bulan lamanya Kita bersama, setelah Aku mengatakan akan membuatmu merasakan apayang kurasakan..." jeda sebentar Takao menatap Pemuda dihadapannya penuh makna."Apa, Apa perasaan itu sudah ada dan tumbuh?" Final,akhirnya Takao menanyakannya juga. Ia takut dan ragu tentu saja tapi Ia ingin memastikan kebenaran yang Ia dengar saat Ia pergi ketempat Midorima sebelum datang kesini dan membuat keputusan final dengan rapih nan mantap.

"Aku tau seharusnya aku tidak..."

"Tidak, Aku tidak merasakannya, gomennasai"Ujar Midorima menyela perkataan Takao. "Sejak awal Aku menerima mu, Aku normal Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa Kau Sama dengan ku, Kau hanya terlalu sering bersamaku, dan membuatmu terbiasa. Aku ingin membuat mu mengerti dan kita bisa melanjutkan Masa depan dengan baik" Lanjut Midorima.

Takao terkejut? tidak, Ia seolah tahu apayang akan dikatakan atau mungkin memang tahu, pasalnya sebelumnya Ia sudah mendengar sang kekasih berbicara dengan temannya persis seperti yang dikatakan, bahwa Pemuda itu hanya menaruh rasa iba dan Tak enak pada sahabatnya sendiri.Sungguh kenyataan yang begitu telak menghantamnya, apalagi si Pemuda yang Ia kasihi nampaknya sudah memutuskan untuk jujur tanpa berkilah kembali.

Tetapi Takao tau ini bukan salah Midorima dan sekaranglah waktunya bagi Takao untuk mengatakannya.

"Emh,... Aku mencintaimu" Ujar Takao kendati membuat Midorima yang sejak tadi memfokuskan atensinya pada benda-benda putih yang mulai menutup rumput di Taman secepat kilat Ia alihkan perhatiannya pada Takao

"Hehe, Aku tahu seharusnya Aku tidak memaksakan perasaan mu itu, tapi Aku tidak keliru atas apayang Aku rasakan padamu..." Takao tertawa garing saat mengatakannya menutupi hati yang berkecamuk. sedang Midorima yang menatap Pemuda itu hanya diam tak berkutik dan entah apayang mendasari dadanya yang teremas menyisakan ngilu ketika Takao tertawa seperti itu.

"Maka dari itu,... Aku menyerah,Aku membebasakanmu dari hubungan ini" Sahut Takao lirih dengan senyum pahit. Ia berdiri lalu berjalan mundur menatap Midorima yang masih tertegu melihat Takao.

"Maaf merepotkanmu shin-chan! setelah ini Aku janji Tak akan mengganggu mu lagi hehehe seyonara Ne!" ucapnya lantang seperti biasa lalu berbalik sambil berjalan cepat meninggalkan Midorima sendirian.

Takao tidak peduli lagi, tidak akan... Ia akan memenggenggam hatinya sendiri, dan Dia terus berlari setelah keluar Taman tanpa tujuan.

(flashback off)

"Takao-chiiiii!" Teriakan seseorang yang amat familiar menarik Takao kekenyataan dalam bentuk masa sekarang , Ia mendongak melihat Kise berada dihadapannya dengan mengendarai sebuah motor matic dengan helm kuning di kepalanya.

"Kise-kun?" Dengan ragu Takao memiringkan kepalanya agar dapat lebih jelas melihat si Pemuda cantik itu.

Kise tersenyum lebar lalu memberikan helm satunya pada Takao yang tengah mengerutkan kening tak mengerti, 'Heee sejak kapan Kise punya motor?' pikirnya. Dan seolah mengerti apayang dipikirkan serta merta Kise menjawab

" ini punya Nijimura senpai ssu, tadi saat pemotretan Nijimura senpai membawa ini tapi karena Haizaki-chii membawa mobil dan minta untuk diantar ketempat barang-barang antik untuk pemotretan besok, Ia bilang untuk membawa motornya ssu karena mereka akan mampir ketempat Murasakichii nanti." Jelasnya dan ditanggapi Takao yang manggut-manggut mengerti.

"Ah, Takao-chii ayo Kita sama-sama ke kedainya ssu!" Seru Kise

"Boleh Kise-kun" Jawab Takao.

" Tapi Kau yang bawa motornya ssu?" Sahut Kise lagi membuat Takao menghela nafas namun tetap mengiyakan dengan sebuah anggukan ragu. Sedang Kise tersenyum cetah lalu mundur kebelakan dan Takao yang sudah siap untuk mengendarai si motor, yang akhirnya melaju meninggalkan halte bis.

Tidak ada percakapan berlebih setelah itu, keduanya terfokus pada jalanan, Takao fokus mengendarai motornya dan Kise fokus melihat kendaraan berlalu lalang yang dilewati maupun melewati mereka. Semuanya baik-baik saja sampai tiba-tiba.

Bruakk

begitu cepat tak terelak ketika ada sebuah motor berbelok tanpa peringatan dan dijalur salah tak berperi kemanusiaan menubruk mereka. Takao tampaknya tidak mengalami cidera parah, tapI Kise terpental keaspal menyebabkan pahanya terjatuh dengan kerasnya dan Kise hanya dapat meringis dan mengaduh sambil memejamkan mata merasakan denyutan di paha dan sekujur tubuhnya yang terasa sakit.

"Kise-kun , Hei bangunlah, Kise Kau baik-baik saja? Kiseee" Kise mendengar suara Takao memanggilnya, dan Ia tak bisa menjawab bahkan ketika sebuah Suara bergaum membekukan sekujur tubuhnya setelah suara Takao tadi terdengar, suara yang tampak Tak asing...

"KISEEE, Buka Mata Bodoh!"

Deg...

TBC

Author note

thanks to

Sofi asat,Hagare runa,Akakuro-nodayo,Kuroshunid,Ryu elchan,guest:yyong,guest:Tetsuya, guest:no name,nimuixkim90,bubur kacang ijo.

untuk semuanyaaaa terimakasih atas atensi Dan apresiasinya hahahaha, Iyaa Sei jahatttt Dan tenang untuk semua Aku akan membuatnya gak semudah ini mendapatkan Tetsu-nii Hahaha (plussss/guntingmelayang) hehe gomeen di chap ini Tetsu-nii Blum terulas,emhhh Ngomong apalagii ya?

ah, Gomen atas segala kekurangannya dan I hope you like this part, review please but don't flame OK?

see you next chap

(klwadayangmaunungguitujuga)

with love

me