This Disease

Chapter 3

Warning : Yaoi Typo(s)

Genre : Romance

Disclaimers : semua tokoh adalah milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Cerita ini asli milik author.

Main Cast : Siwon, Heechul

"Apa Heechul punya ruangan sendiri?" tanya Siwon pada Appanya.

"Tidak, dia bersama dengan karyawan lainnya. Di bagian multimedia." jawab Tuan Choi tanpa melihat ke arah anaknya, ia tefokus dengan laptopnya.

"Bagaimana kalau dia seruangan denganku?"

"Apa ayahmu ini tidak salah dengar?" tuan Choi langsung terdiam. "Bukankah kau paling tidak suka jika ada orang lain di ruanganmu?" kali ini Tuan Choi menatap Siwon sambil tersenyum keheranan.

Siwon menggaruk tengkuknya, "Bukan begitu Appa, aku hanya ingin leluasa berdiskusi dengannya tentang pekerjaan dan proyek-proyek kami selanjutnya."

Tuan Choi mengangguk, "Hmm, ya baiklah jika kau menghendakinya. Besok Appa akan suruh orang menyiapkan meja untuknya."

.

.

.

"Heechul hyung," Siwon menepuk pundak Heechul yang sedang menggambar animasi untuk iklan.

Heechul mendongak, "Ne, Siwon?"

"Ng... itu...hyung, kau akan pindah ke ruanganku." ujar Siwon menjelaskan.

"Eh, masa? Kenapa pindah?"

"Supaya lebih mudah membicarakan tentang proyek kita hyung."

Heechul mengangguk mengerti, " Oh begitu, jadi...kapan aku pidah ke ruanganmu?"

"Saat ini juga, aku akan membantu hyung membereskan barang-barang," Siwon lalu memanggil Donghae, "Hae hyung, tolong ambilkan kardus ya."

"Biar aku saja yang ambil." Heechul mengacungkan tangannya sambil tersenyum senang. Entah mengapa rasanya ia sangat senang ketika tahu ia akan seruangan dengan Siwon. Berarti ia akan lebih dekat dengan bosnya yang tampan itu, walaupun sebelumnya tidak kalah dekat karena Siwon berkali-kali datang ke ruang multimedia hanya untuk melihat Heechul.

"Aku juga ikut hyung!" Siwon mengikuti Heechul yang akan mengambil kardus.

.

"Ehm, ini ruanganmu?" Heechul menatap ke sekeliling ruangan besar yang cukup mewah itu.

"Maaf hyung, ruang kerjaku agak berantakan. Aku belum sempat merapihkannya. Bagaimana menurut hyung? Apa hyung suka dengan ruangan ini?" tanya Siwon sambil meletakkan kardus berisi barang-barang Heechul.

Heechul mengangguk antusias. "Aku menyukainya, tak apa Siwon kita bisa rapihkan bersama-sama." lalu meletakkan kardus yang ia bawa di lantai. Siwon tersenyum lega.

"Mejanya mau menghadap kemana hyung? Mau dekat jendela? Pemandangannya bagus loh, atau hyung mau duduk di dekatku saja?" tanya Siwon sambil berjalan tak sabaran dari dekat jendela ke meja kantornya.

"Hm...dimana saja boleh, tapi sepertinya di dekat jendela juga bagus." jawab Heechul.

"Ehm, coba kau duduk di kursinya hyung. Nyaman tidak? Kalau tidak nyaman aku akan menyuruh orang untuk menggantinya."

"Ani, tidak usah repot. Ini sudah lebih dari cukup bagiku."

"Yaa, baiklah hyung. Semoga kau nyaman disini." kata Siwon dengan senyuman yang masih belum memudar dari wajah tampannya.

ooOoo

Sudah beberapa hari sejak dimulainya proyek pembuatan iklan perusahaan. Kali ini mereka sudah memasuki tahap shooting. Mereka melakukan shooting di salah satu studio.

"Aah, akhirnya shooting tahap pertama sudah selesai." kata Siwon sambil tersenyum senang.

"Aduh ini sudah lewat jam makan siang, aku lapar." ujar Heechul sambil mengelus perutnya.

"Iya, kami juga lapar hyung." kata Eunhyuk dan Donghae bersamaan.

"Yasudah aku mau beli makanan dulu, kalian mau juga?" tawar Heechul.

"Tentu saja kami mau hyung, apalagi kalau gratis.. Hehe." kata Eunhyuk sambil tertawa pelan, Donghae ikut tertawa bermaksud mengiyakan perkataan namjachingunya.

"Ish, dasar kalian ini. Maunya yang gratis." protes Siwon.

"Sudahlah Siwon, aku sudah sangat lapar. Apa kau mau mengantarku membeli makanan?" ajak Heechul.

Siwon mengangguk, "Ya, ayo hyung."

.

"Hyung, di sepanjang jalan ini banyak restoran yang enak-enak. Hyung mau makan apa?" Tanya Siwon.

"Hm.. Bagaimana kalau di restoran itu saja? Itu mirip dengan restoran langgananku di Kangwondo." Heechul menunjuk sebuah restoran kecil dengan nuansa warna merah. Siwon tersenyum. Dari sekian banyak restoran mewah dan besar, Heechul memilih restoran sederhana itu.

"Ne, baiklah hyung."

Siwon memarkirkan mobilnya. Lalu mereka berdua turun dan masuk ke dalam restoran itu. Heechul terlihat sangat antusias dan senang.

"Annyeonghaseyo ahjussi." kata Heechul menyapa seorang Ahjussi yang sepertinya pemilik restoran itu.

Ahjussi itu tersenyum, "Annyeonghaseyo! Selamat datang di restoran kami!"

"Apa ini cabang dari restoran yang ada di Kangwondo?" tanya Heechul.

"Iya benar, restoran di Kangwondo itu diurus oleh kakakku." jawab Ahjussi itu ramah.

Heechul tersenyum lebar, "Jinjja? Berarti menu makanannya sama?"

"Tentu saja, ini resep keluarga."

Siwon ikut tersenyum melihat Heechul, "Kenapa hyung terlihat sangat senang?" tanyanya.

Heechul tersenyum semakin lebar, "Semua makanan di restoran ini adalah menu favorit keluargaku. Aku, ayah dan noonaku sering sekali pergi ke restoran yang ada di Kangwondo."

.

"Semuanya beres, untuk Hae hyung dan Eunhyuk hyung juga sudah dibeli."

Mereka berdua memesan beberapa menu makanan. Heechul tahu betul makanan-makanan yang enak. Ia bilang kalau keluarganya, terutama ayahnya sangat menyukai makanan daerah.

"Kau tahu Siwon? Aku tidak bohong. Makanan di restoran ini sangaaaat enak. Kau benar-benar harus mencobanya." kata Heechul riang sambil menenteng sekantung makanan.

"Ekspresi wajahmu sangat meyakinkan hyung, aku percaya kalau makanan itu sangat lezat." Siwon mengacak-ngacak rambut Heechul gemas.

Setelah membeli makanan, mereka keluar dari restoran itu. Siwon membukakan pintu mobil untuk Heechul. "Ayo hyung, naik!"

Hening.

Heechul tidak menjawab, ia terdiam dan menatap ke sebrang jalan. Tapi Siwon tidak memperhatikannya, ia berlalu dan menuju kemudi.

"Hyung? Ayo tunggu apa lagi?" tanya Siwon ketika menyadari Heechul tidak meresponnya.

Siwon menatap ke arah Heechul heran, mengapa Heechul terdiam saja? Siwon mengikuti sorot mata Heechul yang tertuju pada seseorang di sebrang jalan. Siapa orang itu?

Heechul benar-benar fokus melihat orang itu, seolah ingin mencari tahu. Dan saat orang itu berlalu pergi menaiki taksi, tanpa diduga Heechul langsung berlari mengejarnya. Heechul menjatuhkan makanan yang ia bawa, seolah makanan itu tak lagi punya arti yang mendalam seperti yang ia ceritakan pada Siwon. Ia berlari tanpa memperdulikan keadaan jalan yang sedang ramai. Suara klakson terdengar bersahut-sahutan dan beberapa mobil berhenti mendadak untuk menghindari Heechul yang berlari tak tentu arah.

"Hei kau sudah gila ya!"

"Jangan berlarian di jalan raya!"

"Heh! Kau cari mati ya!"

Heechul tetap berlari, ia sudah benar-benar tidak peduli keadaan sekelilingnya. Sebelum sempat sampai di ujung jalan, Siwon sudah meraih tangannya dan menarik Heechul kedalam pelukannya. Mereka berdua sama-sama jatuh terduduk di tengah jalan. Tatapan semua orang tertuju pada mereka berdua.

"Apa yang hyung lakukan? Ini bahaya hyung." Siwon masih memeluk Heechul. Heechul mencoba berontak tetapi ia tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari pelukan Siwon.

"Lepaskan aku Siwon! Aku harus mengejarnya! Aku harus bertemu dengannya!" Heechul terus berontak.

"Tapi hyung ini berbahaya! Jangan seperti ini hyung, kalau kau ingin bertemu dengannya bukan dengan menyia-nyiakan nyawamu seperti ini!" Siwon menarik Heechul ke pinggir jalan, ia masih memeluk tubuh Heechul. Untuk pertama kalinya Siwon berbicara dengan nada tinggi pada Heechul.

"Lepaskan aku! Aku benar-benar harus bertemu dengannya! Aku.. A-aku.."

Tes. Perlahan air mata Heechul mulai tumpah. Siwon hanya bisa terdiam dan mengeratkan pelukannya. "H-hyung.. aku mohon jangan seperti ini.."

.

Di mobil Heechul terlihat murung, ia memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela. Matanya merah dan bengkak karena menangis. Terlihat jelas oleh Siwon sorot matanya yang kosong.

Banyak sekali pertanyaan di benak Siwon yang ingin ia tanyakan. Mulai dari siapa orang itu dan mengapa Heechul mengejarnya. Tapi rasanya belum tepat waktunya untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.

.

Sesampainya di tempat parkir studio, Heechul tiba-tiba saja turun dari mobil tanpa mengatakan sepatah katapun pada Siwon. Siwon masih terpaku di dalam mobil, ia semakin penasaran. Apa dia marah karena kejadian tadi?

Dengan cepat Siwon kembali ke alam sadarnya, ia mengambil kantong makanan lalu berlari kecil mengejar Heechul dan mengikutinya dari belakang. Ia yakin betul jika Heechul tidak sedang dalam mood yang baik. Kalau boleh jujur, Siwon mengakui kalau ia salah. Mungkin Heechul menjadi marah padanya karena telah membuatnya kehilangan jejak dari orang itu. Tapi ini demi kebaikannya juga bukan? Siwon tidak akan membiarkan Heechul berlarian tak tentu arah di tengah jalan yang ramai. Itu bisa saja membahayakan keselamatannya.

"Ah ini dia hyung kita sudah datang! Saatnya makan!" Eunhyuk menyambut Heechul dengan girangnya seolah Heechul adalah Dewa Makanan.

"..." Heechul berlalu masuk ke dalam studio meninggalkan Eunhyuk tanpa berkata apapun.

"A..apa-apaan dia itu? Aneh sekali sikapnya. Heh! Siwon kau apakan hyung kami? Tak biasanya dia bersikap dingin seperti itu!" kata Eunhyuk yang heran melihat sikap Heechul seperti itu. Biasanya Heechul ceria di kantornya.

Siwon menghela nafas panjang lalu menggeleng. "Aku tak tahu hyung.." ujarnya lemah.

.

"Hae, bisakah kau mengantarku pulang?" tanya Heechul.

Donghae terlonjak kaget, "Hm.." lalu ia melirik ke arah Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum, mengisyaratkan bahwa ia mengizinkan Donghae mengantar Heechul. Eunhyuk tahu kalau ada sesuatu yang terjadi pada Heechul dan membuat moodnya tidak baik. Jadi, daripada terjadi apa-apa lebih baik Heechul diantar pulang oleh Donghae.

Siwon menatap Heechul, Heechul memalingkan wajahnya. Ia lebih kaget ketika Heechul meminta Donghae mengantarnya. Padahal Heechul biasanya paling tidak mau diantar pulang, ia selalu bilang kalau ia tidak mau merepotkan orang lain.

"Ya, ayo hyung kita pulang." kata Donghae.

"Yasudah, aku pulang dulu ya Eunhyuk ah." ujar Heechul sambil tersenyum pada Eunhyuk, lagi-lagi Heechul memalingkan wajahnya dari Siwon.

ooOoo

Siwon mengendarai mobilnya masih dengan rasa penasaran. Berkali-kali ia menarik nafas dalam. Heechul bahkan tidak menyapanya ketika pulang tadi, apa Heechul benar-benar marah padanya?

"Huuuft..." satu tarikan nafas panjang ketika ia memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah. Siwon mengambil plastik berisi kue untuk ibunya yang ia simpan di jok samping.

Pluk.

"Apa yang jatuh?"

Siwon merogoh bagian bawah jok mobil. Dan ia merasakan sebuah benda seperti botol kecil. "Eh, apa ini?"

Ia mengambil benda itu. Sebuah botol kaca kecil yang berisi butiran pil. "Pil obat?" tanyanya pada diri sendiri. Tanpa berfikir panjang ia memasukkan botol itu di saku jasnya. "Mungkin obat umma."

Siwon berjalan masuk ke dalam rumahnya. Nyonya Choi sedang berada di ruang keluarga.

"Kau sudah pulang, Siwonnie?" Panggil Nyonya Choi.

Siwon langsung menghampiri Nyonya Choi, ia memberikan kue yang ia bawa. "Ini ada kue untuk Umma." Lalu ia merogoh kantungnya "Apa ini obat umma?" Siwon menyerahkan botol kecil yang ia temukan di mobilnya tadi pada Nyonya Choi.

Umma Siwon menurunkan kacamatanya lalu melihat botol obat itu. "Kau mendapatkannya dari mana?"

"Aku tak tahu, ada di mobilku."

Nyonya Choi menggelengkan kepalanya, "Ini bukan milik Umma. Punya umma botolnya berbeda. Lagipula tidak mungkin obat umma ada di dalam mobilmu Siwonnie."

"Jadi? Ini punya siapa? Yang tadi naik mobil kan.. Heechul." Ujar Siwon pelan.

"Memangnya kenapa Siwonnie?"

"Ehm, apa umma tahu ini obat apa?"

"Coba umma lihat." Nyonya Choi mengambil botol obat itu lalu mengeluarkan sebutir pil yang ada di dalamnnya. "Ini...seperti pil penahan rasa sakit."

"Penahan rasa sakit?" Siwon menatap Nyonya Choi. Nyonya Choi hanya mengangguk pada putranya.

"Kim Heechul.. Kau membuatku benar-benar penasaran.."

TBC

.

.

.

.

Yaampun, updatenya lama banget._. Maaf banget ya author keasyikan main RP sampe lupa ngelanjutin fanfic ini. Mianhae, Jeongmal mianhae #deepbow m(_ _)m

Semoga puas sama cerita yang masih banyak kekurangan ini. Mohon dimaklumi karena fanfic ini masih belum sempurna (yaelah bahasanya).

Sekali lagi author mau ngucapin terimakasih, gomawo, gomawo, gomawo buat reader yang masih setia menunggu kelanjutan fanfic ini. Dan maafkan author yang updatenya lama banget._.V

Balesin reviewnya kapan-kapan aja ya._. aduh dasar author pemalas._.

Pokoknya makasih banyak buat yang udah baca dan mereview #bow