Chapter 3 : Meeting

NB : Fanfic ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita Lake. Fanfic ini juga berbeda semesta dengan Fanfic Under Attack karya Slask Wizarski. Hanya kejadiannya saja yang kebetulan sama.

Disclaimer : RF Online by CCR

Dragon's Grave

Gunung Buas. Salah satu tempat yang memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahunnya. Dalam rentang waktu 365 hari, kurang lebih sebanyak 90% hari dalam setahun Gunung Buas selalu diguyur hujan. Tapi meski terus dihujani, tempat ini bagi beberapa tentara merupakan sarana yang tepat untuk berburu. Gunung Buas memiliki banyak tempat untuk berburu. Salah satu tempat yang sering dijadikan arena berburu adalah Dragon's Grave yang terletak tepat ditengah map.

Dipintu masuk menuju Dragon's Grave berdiri dua Corite laki-laki bercirikan memakai celana hitam panjang dan berjaket hitam. Yang satu memegang pedang melengkung bermata tunggal sedang satu lagi menggenggam pedang lurus bermata ganda. Hujan deras ditambah angin kencang tidak membuat mereka berdua menjadi lemah. Justru pandangan mereka berdua terlihat optimis tanpa keraguan sedikitpun.

"So, disini sarang Ethernal Flame Draco, ya? Aku baru pertama kali kesini." Ucap si pemegang pedang tunggal.

"Tidak ada tempat yang memiliki tekanan force yang hebat selain disini. Aura negatif jelas terpancar kuat dari dalam sana." Jawab pemilik pedang bermata ganda.

"Ngomong-ngomong ngapain kau ada disini, Slavic?"

"Hah, tentu saja untuk berburu Ethernal Flame Draco. Kau sendiri sedang apa hujan-hujan main kesini. Pulang saja sana. Daripada kau masuk angin." Jawab Slavic dengan nada tidak suka.

"Jangan mimpi. Aku yang pertama sampai lebih dulu. Mending kau duduk dulu deh disini. Biar aku yang melawan Flame Draco seorang diri. Nanti akan kuceritakan kalau sudah selesai. Bagaimana?"

"Wow, tidak bisa begitu, Sleinz. Begini saja bagaimana kalau kita taruhan siapa yang lebih dulu bisa mengalahkan Flame Draco? 50 juta Disena mau, gak?" tantang Slavic.

"Deal! Aku juga ingin habis-habisan dengan pedangku. Aku yakin pedangku Black Jaguar ZX10R lebih hebat dari pedangmu." Tukas Sleinz sambil mengusap pedang putihnya.

"Sebaliknya damage dari pedangku lebih dalam dari pedangmu karena dia bermata ganda. Green Phantom Z1000 bukanlah tandingan pedangmu."

"Huh, omongan saja tidak bisa jadi bukti sahih." Kata Sleinz sambil masuk ke Dragon's Grave.

"Pemenang taruhan ini sudah jelas!"

.

.

.

Ruang Pemimpin Bangsa, 06:30 P.M.

"Yang Mulia Quaine Khan, ini kami bawakan madu Queen Mahr hasil buruan kami." Kata Vukasin sambil menyerahkan hasil misinya.

"Terima kasih, Vukasin. Sepertinya kalian berhasil menyelesaikan ujiannya. Aku ucapkan selamat. Aku tahu misi kalian tidaklah mudah jadi kusarankan kalian beristirahat dulu. Untuk pengambilan second job kalian bisa dating selepas istirahat." Jelas Quaine Khan.

"Benar, Yang Mulia. Di misi ini kami juga hampir saja kehilangan nyawa. Untung saja ada dua orang prajurit tidak niat yang menolong kami." Ucap wanita berkacamata berambut kepang.

"Heh, prajurit tidak niat? Memangnya ada yang seperti itu?" Quaine sedikit bingung dengan penjelasan gadis itu.

"Kebetulan tadi aku merekamnya. Ini dia." Gadis itu mengeluarkan smartphone putih tanpa bezel dari inventorinya. Lalu ia memutar video yang tadi direkamnya. Tapi bukan hal itu yang membuat rekan-rekannya tertarik.

"Daniela, ponselmu baru, ya?" kata Ivan sambil merebut ponsel dari pemiliknya.

"Wih, tanpa bezel, nih. Desainnya keren lagi." Lana ikutan tertarik melihatnya.

"Mereknya apaan? Beli dimana? Berapa duit?" Vukasin sang ketua grup juga tidak kalah penasaran dengan barang tersebut.

"Sharpness Diamond 88 Series. Kemarin ada toko baru yang yang buka lokasinya di sector timur markas. Harganya murah, kok. Spek standar Cuma 3 juta Disena aja." Jawab Daniela antusias.

"Standar aja sudah 3 juta? Nih CBU atau CKD? Kapan launchingnya?" giliran seorang pria culun yang ikut nimbrung.

"Sementara masih CBU. Untuk launchingnya katanya sih dalam waktu dekat ini."

Yah, namanya juga barang baru semua jadi ikutan heboh membahasnya. Quaine Khan yang merasa dilupakan akhirnya hilang kesabaran juga hingga membuatnya marah.

"ANAK-ANAK DARIPADA KALIAN BIKIN RIBUT DISINI MENDING KELUAR AJA, DEH!"

Vukasin. Cs kaget mendengar omelan Race manager dan mereka pun keluar ruangan dengan terburu-buru.

"Gila. Baru kali ini aku melihat Race Manager marah. Serem juga, ya? Padahal kukira dia ramah." Kata Ivan.

"Yah, namanya juga pemimpin bangsa. Beban pikirannya berat bro. tanggung jawabnya juga gede." Tukas Vukasin sambil duduk dilantai. Saat mereka sedang beristirahat, seorang pria datang menghampiri.

"Maaf, apa kalian prajurit yang baru lulus ujian?" tanyanya sopan. Vukasin yang pertama melihat langsung berdiri.

"Yah, sebenarnya belum dinyatakan lulus juga. Istilahnya tergantung keputusan pihak atas aja." Jawab Vukasin sambil senyum.

"Oh, begitu. Yasudah tidak apa-apa. Kuanggap kalian prajurit yang sudah lulus. Aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian. Siapa ketuanya?"

"Untuk saat ini aku ketuanya. Namaku Vukasin Plovic. Kira-kira apa yang ingin anda sampaikan pada kami?"

"Hanya sedikit pemberitahuaan saja. Nanti jam 10 malam ini akan ada rapat terbuka khusus untuk kalian prajurit-prajurit yang baru lulus. Aku ingin kalian berkumpul di aula markas. Ingat ini rapat penting karena akan menentukan nasib bangsa ini kedepannya. Mengerti?" jelas pria itu dengan wajah serius.

"Siap, Elrond. Kami mengerti!" jawab Vukasin tegas.

"Bagus. Oh iya sepertinya kalian baru kelar misi, ya? Ini ada sedikit susu kotak." Ujarnya sambil memberikan beberapa susu kotak ke Vukasin. "Kalau begitu aku permisi dulu." Tambahnya sambil berjalan pergi.

"Terima kasih banyak, Elrond." Kata Vukasin sambil menundukkan badan. Setelah itu Vukasin membagikan susu-susu tersebut kepada teman-temannya.

"Vukasin, orang itu siapa?" Tanya Lana sambil menusukkan sedotan.

"Elrond Sasa Cukaricic. Digadang-gadang akan jadi penerus Faranell Trinith. Gosipnya dia sanggup mensummon animus 3 buah sekaligus."

"Wah dia pasti hebat sekali, ya?" ucap Lana sambil menyedot susu rasa strawberi.

SROOTT!

Tapi ketika menelan susunya, Lana merasakan sesuatu yang aneh.

"Ih, susu apaan, nih? Kok rasanya kecut begini?"

Vukasin Nampak tidak percaya dengan omongan Lana. Lalu dia coba untuk meminum susu kotaknya. Dan benar saja susu kotak yang diminum Vukasin juga terasa tidak karuan.

"Iya, ya? Susu kok rasanya aneh begini?" tidak hanya milik Vukasin dan Lana. Yang lain pun juga demikian.

"Susu yoghurt kali, ya?" Daniela coba berspekulasi. Ivan tidak percaya begitu saja dengan ucapan Daniela. Dia coba teliti kemasannya.

"Hmm, tidak ada yang salah dengan kemasannya. Semua baik-baik saja." Tapi tak lama matanya tertuju ke sebuah tulisan yang tertera di pantat susu kotak itu.

"Buset! Ini sih susu expired. Tanggalnya aja 14 bulan 5 sekarang udah bulan tujuh. Udah lewat 2 bulan. Pantesan aja rasanya gak karuan." Kaget Ivan mengetahui fakta yang sebenarnya.

"Jadi kita dikasih susu basi? Wah bener-bener dah. Dikerjain kita." Vukasin pun tidak kalah shocknya.

"Padahal orang yang ngasih kelihatan berwibawa banget. Masa iya dia tega ngerjain kita?" protes Lana.

"Ah, aku ingat sekarang. Elrond Cukaricic memang digadang-gadang akan menjadi penerus Faranell. Tapi dia juga punya kebiasaan buruk suka ngerjain orang. Makanya dia juga digadang-gadang bakal jadi penerus Son Lee Hon. Prajurit Cora dengan sifat dan kebiasaan paling buruk dalam sejarah Alliansi." Jelas ivan panjang lebar.

"Eh,seburuk itukah?" kata Daniela polos.

"Ya! Bahkan Race Manager pun pernah jadi korban "Kebiadabannya". Ceritanya Race Manager sedang asik duduk sambil mengerjakan pekerjaannya. Namun saat beliau berdiri alangkah kagetnya dia begitu ada permen karet menempel dikursinya hingga mengakibatkan roknya menjadi kotor. Begitu tahu pelakunya, Son langsung dihukum downgrade dua tingkat." Cerita Ivan.

"Dan seperti juga si Son, Cukaricic pun sering yang namanya naik-turun grade." Tambah Vukasin.

"So, pelajaran yang bisa dipetik 'jangan menilai orang dari luarnya saja'. Benar 'kan?" Ucap Lana sambil bersweatdrop.

.

.

.

Bellato Headquarter 08.00 P.M.

Malam ini di markas Bellato tepatnya di Aula markas lebih ramai dari biasanya. Jika pada hari-hari sebelumnya prajurit Bellato sering berlalu lalang, kini pada malam hari ini para prajurit Bellato sedang berkumpul. Archon menyuruh para prajurit khusus pada malam ini untuk meninggalkan aktivitas huntingnya untuk sementara karena akan ada rapat terbuka. Seorang pria berambut hitam Nampak duduk sambil menahan kantuk.

"Hoamm, tidak biasanya prajurit rendahan ikut rapat. Biasanya yang namanya rapat itu 'kan khusus untuk orang penting."

"Mau tahu alasannya? Karena rapat ini akan menentukan nasib bangsa kita." Kata seorang perempuan berambut pirang.

"Ah kalau Cuma itu sih harusnya itu jadi pikirannya Archon dan para dewan. Kita-kita yang prajurit rendahan mana ngerti urusan begituan." Balasnya acuh tak acuh.

"Ada lagi, Arnason. Katanya akan ada peluncuran MAU terbaru, lho?" katanya pada pria bernama Arnason.

"MAU baru? Bakal seperti apa? Kupikir Gold MAU sudah lebih dari cukup."

"Kita tunggu saja daripada penasaran."

Tidak lama sang Archon keluar bersama para dewan lainnya. Lalu ia pun mulai berbicara.

"Selamat malam, prajurit!" sapa Archon Bellato Alfin Stevenson tegas.

"Malam!" jawab semuanya kompak.

"Terima kasih. Sepertinya semua sudah berkumpul disini. Sebelumnya aku minta maaf mengumpulkan kalian semua disini diwaktu malam hari. Tentu aku punya alasan tersendiri. Yah, karena menurutku ini adalah waktu yang tepat. Mengingat di medan perang segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi aku yakin dimalam inilah kejayaan kita akan dimulai!"

"UWOO!"

"Baiklah langsung saja. Seperti yang semuanya ketahui, kita Bellato Union dalam berperang memiliki senjata terbesar yang tidak dimiliki bangsa lain. Ya itu adalah Massive Armored Unit. Sudah tidak terhitung berapa banyak kemenangan yang telah diraihnya. Tapi bukan berarti yang lainnya tidak berkontribusi. Tentu tanpa MAU rasanya mustahil bagi kita meraih kemenangan. Maka bagi kalian yang bukan Armor Rider jangan berkecil hati. Kalian tetaplah andalan Federasi. Teruslah berlatih dan berikan yang terbaik untuk Federasi. Hidup Bellato Union!"

"YEAH!"

SUIT! SUIT!

"Itulah sedikit pidato dari saya. Selanjutnya akan ada pidato dari Dewan Pertahanan Bellato sekaligus kepala penelitian dan pengembangan MAU. Kepada Maximus Alphand Johanson dipersilahkan."

Maximus Alphand Johanson maju dan berdiri sejajar dengan Archon Stevenson.

"Terima kasih, Maximus Alfin Stevenson. Langsung saja seperti yang tadi dijelaskan jika MAU adalah salah satu senjata andalan bangsa kita. Dan khusus dimalam hari ini saya akan mengumumkan bahwa kami berhasil mengembangkan MAU jenis baru dengan tekhnologi yang lebih canggih."

Ketika Maximus Johanson memberi pidato, salah seorang prajurit berdiri sambil mengangkat tangan.

"Maaf, Maximus. Boleh saya bertanya?"

"Silahkan." Jawabnya ramah.

"Baik. Nama saya Thomas Julainson. Apakah MAU baru ini akan menggantikan peran Gold MAU yang sekarang kita gunakan ini? Kalau menurutku Gold MAU sekarang sudah lebih dari cukup untuk operasi Chip War?"

"Pertanyaan yang bagus, saudara Julainson. Jawaban dari pertanyaan anda adalah tidak. MAU baru ini tidak menggantikan posisi utama Gold MAU. Untuk sekarang ini lebih cocok untuk jadi pendamping dahulu karena ini masih prototipe."

"Oke saya yakin kalian semua sudah penasaran seperti apa wujud dari MAU terbaru kita. Jadi langsung saja saya tunjukkan rupanya."

Maximus Johanson menyuruh petugas untuk membuka tirai yang berada dibelakangnya. Saat tirainya ditarik terlihatlah wujud dari MAU terbaru tersebut.

"Uwoo! Keren!"

"Canggih!"

"Berapa duit, tuh? Yang pasti mahal tuh!"

MAU tersebut memiliki desain yang agresif ditambah warna Black Spark Diamond semakin menambah sangar robor raksasa tersebut. MAU Goliathnya nampak kekar dengan berhiaskan Arm Blade yang berkilauan.

"Akan kuberi penjelasan. Kami sepakat menamakan MAU ini sebagai Super MAU. Spesifikasinya MAU ini menggunakan mesin Supercharged yang biasanya digunakan pada teknologi pesawat terbang. Digabungkan dengan teknologi Crossplane yang membuatnya dapat bermanuver lebih mudah dari Gold MAU. Anda pun bisa melompat dengan mengunakan MAU ini. Kamipun mengklaim kalau Super MAU lebih hemat bahan bakar hingga 80%. Bobotnya lebih ringan 60% dibanding Gold MAU karena kami membuatnya dengan material ringan namun kuat dan sudah teruji secara ketat. Yang terakhir Super MAU memiliki tenaga sebesar 700 DP. Lebih besar dari Gold MAU."

"Yang perlu diketahui, proyek ini sudah berlansung selama kurang lebih 8 bulan. Proyeknyapun berjalan secara rahasia. Beberapa pihak yang terlibat dalam proyek ini antara lain Councours Heavy Transportation, Councours Space and Airplane yang membantu dalam pengembangan Supercharged, Akanami Industries yang mengurus tekhnologi Crossplane dan tentunya kami divisi pengembangan MAU." Jelasnya sambil membaca teks yang ia pegang.

"Maaf, Maximus. Kira-kira kapan uji coba MAU terbaru ini?" kata Arnason.

"Jika tidak ada halangan besok pagi uji coba akan dilaksanakan di halaman depan markas." Jelasnya. "Baiklah kurang lebih itulah pidato singkat dari saya. Aku harap dengan ini kita bisa meraih kejayaan Bellato Union. Untuk para calon Armor Rider, berlatihlah lebih giat lagi karena kelak dimasa depan mungkin kalian yang akan memimpin pasukan Bellato. Untuk malam ini silahkan kalian melihat-lihat dulu. Kami sudah memasang info spesifikasi MAU tersebut yang tentunya lebih lengkap dari yang aku ucapkan tadi. Terima kasih." Ucap Maximus Johanson sambil berjalan turun lewat tangga.

Para prajurit Bellato terutama Armor Rider terlihat begitu antusias memandangi MAU baru tersebut. Beberapa ada yang takjub, ada yang berfoto selfie, ada pula yang asik membaca papan informasi. Arnason yang berjob Berserker juga terlihat asik melihatnya.

"Kuharap memang inilah yang bisa membawa kita pada kemenangan." Gumamnya sambil tersenyum.

"Aku harap akulah yang akan jadi Drivernya." Kata wanita teman Arnason.

"Kau harus berlatih lebih giat lagi, Silvia. Eh, katanya akan ada ujian untuk mencari Driver yang tepat untuk jadi pilot percobaan. Mungkin kau bisa ikut." Terang Arnason.

"Yang benar? Kapan dan dimana?" tanya Silvia dengan mata berbinar-binar.

"Besok di ruang ujian dekat kantor Archon."

"Asik. Aku ikutan, ah. Doakan aku ya biar lulus."

"Sudah pasti, Silvia." Balasnya dibarengi dengan senyum.

.

.

.

Markas Cora 10:00 P.M.

Sementara di Markas Cora keadaan sudah mulai ramai. Malam ini rencananya akan ada rapat terbuka antara Prajurit dengan anggota dewan. Beberapa diantara mereka saling mengobrol sekedar memprediksi tentang tema rapat yang akan dibawakan. Disalah satu tanjakan Vukasin. Cs juga ikut mengobrol dengan rekan-rekannya. Sedang disalah satu pilar markas berdiri seseorang tinggi berjaket hitam dengan kupluk yang menutupi kepalanya. Dia terlihat sedang minum-minum sambil senderan dipilar markas. Pandangannya sedang melihat luar yang saat sedang turun hujan.

Tak berapa lama salah satu wakil Archon muncul berdiri didepan keramaian. Dia tak lain adalah Chamtalion Karina. Begitu melihat wakil Archon berdiri, seluruh prajurit menghentikan obrolannya.

"Selamat Malam, seluruh prajurit."

"Malam, Chamtalion!"

"Terima kasih. Sebelumnya mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kalian dikumpulkan disini. Aku jawab ada pemberitahuan penting untuk kalian sebagai prajurit."

"Apa itu?" tanya salah satu peserta.

"Kalian akan mendapat misi khusus untuk mengunjungi salah satu tempat yang belum terjamah." Jawab Chamtalion Karina.

"Tempat belum terjamah?"

"Ada apa disana?" gumam salah satu Warrior wanita.

Sambil membaca sebuah dokumen, Karina melanjutkan "Berdasarkan laporaan dari divisi intelijen, telah ditemukan adanya pancaran energi dilokasi yang cukup jauh markas Alliansi. Tepatnya berada di Salk Peninsula. Wilayah padang rumput yang berada di tenggara Planet Novus. Belum diketahui energi apa yang tersimpan disana. Tapi kami berencana melakukan ekspedisi untuk mencari tahu apa yang tersimpan disana."

Prajurit-prajurit yang mendengar terlihat antusias mendengar pidato Karina. Beberapa ada yang berbisik-bisik terutama soal tempat bernama Salk Peninsula tersebut. Sementara seorang pria berjaket hitam yang tengah bersender di salah satu pilar juga agak tertarik. Ekpresinya menunjukkan kalau dia seperti pernah mendengar tempat tersebut.

"Salk Peninsula? Kalau tidak salah tempat itu…." Ucapnya pelan.

"Tapi pihak Archon dan Race Manager masih belum memberikan keputusan apapun soal kasus ini. Meski begitu kami berencana akan menggelar Kongres Luar Biasa tepat ditengah malam ini. Kalian utamanya para prajurit baru apabila hasil keputusannya positif, bersiaplah untuk diterjunkan kesana. Aku harap kalian bisa memakluminya karena kalian adalah prajurit. Dalam kondisi apapun harus selalu siap. Jangan sampai hal ini jatuh ke tangan Accretia atau Bellato. Paham?"

"Paham!" jawab semuanya kompak.

"Bagus. Kalau begitu aku nyatakan rapat terbuka ini selesai. Silahkan kalian membubarkan diri." Chamtalion Karina mengakhiri pidatonya. Kemudian ia pergi keruangan pribadinya. Pria berjaket hitam tadi beranjak pergi setelah mendengar pidato singkat.

"Jadi ada kemungkinan kita akan berangkat ke tempat bernama Salk Peninsula?" tanya Ivan pada rekannya.

"Padahal kita dilantik saja juga belum. Tahu-tahu sudah disuruh dapat misi rangking SS juga. Apa sih yang ada dipikiran Archon dan para anggota Dewan?" keluh Vukasin dengan situasi yang ada.

"Apapun itu lebih baik kita istirahat dulu saja. Paling cepat misi akan diterima besok. Kebugaran fisik diutamakan dulu." Saran Lana.

Vukasin dan yang lainnya setuju. Mereka pun berpisah untuk kembali ke mesh masing-masing.

To Be Continued

"Though we have not been inducted. But we've been told do the mission SS level. What Exactly are thought Archon and the Council? (Vukasin Plovic in Chapter 3)

Under Attack Trivia

Senjata yang digunakan Sleinz dan Slavic adalah senjata tipe Exotic. Tingkatannya sejajar dengan Armor Knight Walker. Untuk Accretia senjata tersebut bertipe Sophisticate sedang Bellato bertipe Lux.

Pedang Sleinz bentuknya seperti katana melengkung. Kode ZX10R terinspirasi dari merek motor Kawasaki Ninja ZX10R yang ditangan Jonathan Rea berhasil menjadi juara dunia World Superbike 2015.

Pedang Slavic bentuknya lurus panjang seperti pedang eropa. Kode Z1000 terinspirasi dari merek motor Kawasaki Z1000 Streetfighter yang bertampang buas dan agresif.

Konsep Super MAU bermesin Supercharged dimana Supercharged sendiri diambil dari teknologi yang disematkan di motor Kawasaki Ninja H2 dan H2R. kedua motor tersebut merupakan motor tercepat didunia. Sementara istilah Crossplane terinspirasi dari teknologi motor Yamaha YZF R1 dan R1M.

Demikianlah sedikit trivia dari Under Attack. Atas supportnya saya ucapkan terima kasih.