NARUTO UZUNAMI SHINOBI PERTAMA

Chapter 3 : Sannin and Akhir Perang

Author Notes :

Terima kasih kepada semua pereview untuk reviewnya. Juga terima kasih kepada semua pembaca yang menempatkan saya atau cerita ini untuk povorit mereka, dan juga semua yang mengikuti cerita ini.

Dalam fanfiction ini Naruto akan godlike atau super power dengan multi kekei genkai. Dan pairingnya adalah Naruto/Mass Harem, dengan rating M biar aman.

Fanfiction ini di inspirasi oleh beberapa fanfic yang menjadi favorit saya jadi mungkin ada kemiripan.

Disclaimer : Naruto adalah milik Masashi Kishimoto, saya hanya meminjam karakternya saja.

"Uzu Nami" : Orang berkata

"Uzu Nami" : Orang berpikir

"Uzu Nami" : Dewa atau Summon berkata

"Uzu Nami" : Deiwa atau Summon berpikir

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

xxx Amegakure no Sato xxx

Strategi penyerangan yang di lakukan para konoha ninja ternyata tidak berjalan dengan baik, buktinya masing-masing group harus berhadapan dengan situasi yang sangat sulit saat ini.

=== Konoha Grup A ===

Sukino Hatake sama sekali tidak menyangka kalau ia dan anak buahnya harus berhadapan dengan kunoichi dari Amegakure dan Iwagakure yang telah bersekutu. Begitu banyak jumlah mereka, bahkan mereka harus bertempur satu lawan empat orang.

Sukino sendiri sekarang sedang berhadapan dengan empat orang jonin dari desa Ame dan desa Iwa itu. 'Ternyata Amegakure dan Iwagakure telah bersekutu. Ini buruk, buruk sekali' pikir sang kapten.

"Kau terkejut, Shiroi Kiba" ucap jonin berambut hitam dengan hitai-ate Amegakure yang berada di paling kanan. "Adikku terluka parah waktu mengejarmu kemarin, hari ini kau akan terima balasan dariku"

"Cukup bicaranya, Mayu-san. Mari kita tangkap saja dia agar Konoha menyerah" ucap temannya yang berambut coklat dengan Iwagakure hitai-ate terikat di lengan kirinya.

"Kau benar, Aika-san" jawab Mayu sambil melakukan beberapa segel tangan dan berteriak "Doton : Doryu Taiga(Elemen Tanah : Jurus Aliran Sungai Tanah) dan didepannya terbentuk aliran lumpur. Lalu ia berkata "Ayo kita mulai, teman-teman"

Tanpa berkata apa-apa lagi Aika telah melakukan segel tangan dan berteriak "Doton : Doryuudan no Jutsu(Elemen Tanah : Jurus Peluru Naga Tanah)" dan dari aliran lumpur terbentuk naga lumpur yang membuka mulutnya dan menembakkan bola lumpur ke arah Sukino.

Melihat datangnya serangan, tanpa banyak buang waktu si wanita berkuncir segera menyelesaikan jutsu sambil menekan kedua tanganya ke tanah dan berkata "Doton : Doryu Heki (Elemen Tanah : Jurus Dinding Tanah)" dan didepanya terbentuk dinding tanah yang menghalangi serangan kedua konoichi tadi.

Ketika dinding tanah hilang Sukino terpaksa harus mencabut tantonya karena kedua lawanya yang lain telah menyerang dengan katana dan kunai di tangan. Serangan pertama berupa ayunan katana secara horizintal dari kanan membabat leher kunoichi Konoha itu, sehingga memaksanya untuk menjatuhkan diri ke tanah.

"Ninpo : Shuriken Kage Bunshin no Jutsu (Teknik Ninja : Jurus Shuriken Seribu Bayangan)" terdengar suara Mayu setelah ia melemparkan sebuah shuriken, dan ratusan shuriken meluncur kearah Sukino yang baru saja bangkit berlutut. Serangan ini tepat mengenai sasaran jika saja kunoichi Konoha itu tidak menggunakan kawarimi no jutsu yang mengganti dirinya dengan balok kayu.

"Akhh..." terdengar teriakan dari sebelah kanan mereka, dan penyerang yang menggunakan kunai telah jatuh setelah senjatanya menusuk bahu kanan Sukino yang ternyata hanya sebuah raiton kage bunshin. Sedangkan sang kunoichi dari Konoha sendiri telah berdiri di belakang ketiga musuhnya dengan napas terengah.

Tanpa peduli dengan temannya yang jatuh, Mayu dan kedua temannya membalikkan badan menghadap Sukino dan berkata "Tipuan yang bagus, Hatake. Tapi sepertinya kau cukup kelelahan he.."

Si taring putih Konoha sendiri hanya diam saja. Sekilas dia memperhatikan para anak buahnya yang dalam kondisi lebih buruk darinya, bahkan beberapa orang telah terluka parah dan tewas dalam waktu yang cukup singkat itu, inilah yang membuat dia khawatir.

Menyadari lawan tidak akan menjawab kata-katanya, dengan memberi isyarat pada kedua temannya Aika segera melakukan segel tangan dan berteriak "Doton : Shindoryuudan no Jutsu (Elemen Tanah : Jurus Naga Tanah Penghancur)" dan disertai hentakan kaki ke tanah. Kemudian sebuah naga tanah perunggu muncul dari dalam tanah dan mengaum, kemudian naga ini bergerak dengan cepat menuju Sukino.

Tiba-tiba tubuh Sukino menghilang dengan pancaran cahaya putih hakko shunshin no jutsu. Muncul beberapa meter dari musuhnya Sukino kembali mendapatkan serangan dari kunoichi berkatana yang muncul di belakangnya. Serangan yang berupa tebasan diagonal dari kiri ke kanan ini membuat Sukino melompat ke kanan dan berbalik menangkis pedang lawan dengan tantonya. Kedua kunoichi saling mengerahkan kekuatan untuk mengungguli satu sama lain.

Ketika sedang menahan serangan katana itu Sukino Hatake mendapat tendangan yang di lakukan Aika yang tepat mengenai punggungnya. Belum lagi bisa bangun sepenuhnya, Mayu telah muncul dibekakangnya sambil berucap "Suiton : Suirou no Jutsu (Elemen Air : Jurus Penjara Air)" dan air langsung membentuk bola membungkus tubuh Sukino.

Di dalam penjara air ini Sukino Hatake hanya bisa menyaksikan keadaan anak buahnya yang kian sulit, bagaimana anak buahnya harus bersusah payah bertahan. Jangankan balas menyerang, untuk bertahan saja mereka kian susah. 'Tolong kami, Kami-sama' batin sang kapten, terus berusaha membebaskan diri.

Seakan mendengar harapan sang kapten, seberkas cahaya kuning muncul dan berikutnya Mayu terpental sehingga membuat teknik penjara airnya terlepas. Ketika Sukino terlepas dan terjatuh sebuah tangan memegang bahu kanannya. "Akhh.." Sukino menjerit kesakitan ketika merasakan bahu kanannya seperti terbakar, tapi rasa sakit dan panas itu segera hilang, dan yang mengherankan Sukino tenaga dan chakranya telah pulih seakan tidak pernah bertarung sebelumnnya.

Memandang kesamping kanannya, Sukino melihat sosok bertudung kepala dan berjubah merah yang kemarin mengalahkan kunoichi Amegakure yang mengejarnya kemarin. "Apa yang kau lakukan pada bahuku, kunoichi-san?" tanya wanita berambut perak itu.

"Aku hanya menambah kembali chakramu yang hilang lewat bahumu, Hatake-san" jawab orang bertudung kepala, seolah itu merupakan hal yang mudah dan biasa dilakukan.

"Siapa kau orang asing? apa kau juga kunoichi dari Konoha?" terdengar teriakan Mayu yang masih berusaha bangkit dengan susah payah karena masih merasakan sakit di rusuk kananya. Aika dan kunoichi berkatana segera datang membantu rekan mereka yang terluka, namun tetap mengawasi orang yang baru datang itu.

"Saya seorang shinobi bukan kunoichi, karena saya seorang ninja laki-laki, kunoichi-san. Dan saya bukan ninja dari desa tersembunyi manapun" ucap orang bertudung kepala menjawab pertanyaan si kunoichi Amegakure itu.

Jawaban orang orang bertudung kepala yang menyebut dirinya shinobi membuat semua kunoichi yang ada disitu terkejut dan terbengong. Bagaimana mungkin ada ninja laki-laki, karena selama ini laki-laki tidak memiliki chakra yang cukup kuat untuk menggunakan teknik ninja, walau teknik sederhana sekalipun.

Melihat semua kunoichi terkejut dan hanya terbengong, shinobi berhoodie kembali berkata. "Sekarang mundur, selamatkan anak buahmu, Hatake-san". Ucapan itu membuat Sukino tersadar dari keterkejutanya.

"Terima kasih atas pertolonganmu lagi, shinobi-san. Tapi kami tidak bisa meninggalkan rekan-rekan kami yang ditahan" jawab Sukino sambil memperhatikan pertempuran yang terhenti akibat kemunculan orang asing ini. Berhentinya pertempuran dimanfaatkan oleh para anak buah Sukino untuk melompat menjauhi lawan mereka dan kembali berkumpul dengan anggota grup lainnya.

"Tidak mungkin, kau pasti salah satu kunoichi Konoha!" teriak Mayu yang tidak bisa mempercayai pengakuan sang shinobi.

Sang shinobi hanya mengabaikan teriakan kunoichi Ame itu dan berkata "Mereka telah bebas, Hatake-san". Seakan membenarkan kata-katanya dan menjawab keheranan Sukino disamping kanan mereka muncul tiga orang wanita dengan shunshin elemen api. Yang lebih mengejutkan kapten dari Konoha itu adalah munculnya sekelompok kunoichi dengan shunshin khas Konoha.

"Tolong tahan mereka sampai Hatake-san dan anak buahnya bisa meninggalkan tempat ini dengan selamat, Himes" terdengar orang bertudung kepala itu berkata kepada wanita berpakaian putih, kuning dan hitam itu. Selesai berkata orang bertudung kepala itu kembali menghilang dengan kilatan cahaya kuning.

"Sekarang selamatkan anak buahmu, Hatake-san" ucap wanita berkimono putih yang telah mulai melakukan segel tangan itu "Doton : Doryuusou no Jutsu (Elemen Tanah : Jurus Tombak Batu)" dan dari tanah muncul ratusan tombak yang meluncur kearah kunoichi Amegakure dan Iwagakure yang terkejut dengan kecepatan serangan itu.

Belum lagi Mayu dan anak buahnya sempat melakukan apapun, kunoichi berkimono hitam menggerakkan tangan kanannya, dan ditangannya telah muncul kipas lipat besar yang telah terbuka. Dengan mengayunkan kipas besar itu kedepan dan berkata "Futon : Daikamaitachi no Jutsu (Elemaen Angin : Jurus Sabit Angin), maka timbul tiupan angin kencang yang menyerang kunoichi Ame dan Iwa. Gelombang angin kencang makin membuat para kunoichi itu panik karena membuat ratusan tombak batu meluncur lebih cepat.

Ketika ketika kedua jutsu berhenti, puluhan kunoichi Ame dan Iwa telah berjatuhan dengan luka parah. "Genjutsu : Nehan Shoja (Jurus Ilusi : Kuil Nirwana)" terdengar wanita berkimono kuning berbisik dan selanjutnya semua kunoichi Ame dan Iwa terjatuh tak sadarkan diri.

"Ayo kembali ke gua, Toka-chan, Temari-chan" ucap wanita bekimono putih yang tak lain Kaguya setelah ia tidak melihat para Konoha kunoichi lagi di tempat itu. Setelah Toka dan Temari mengangguk, mereka bertiga menghilang dibalik kobaran api.

=== Konoha Grup B ===

Di saat Konoha ninja kelompok 'A' sedang bertempur. Di lokasi yang berseberangan, terjadi pertempuran antara Shonsuou no Hanzu dengan tiga murid Sandaime Hokage. Beberapa ninja Konoha lain yang menjadi anggota kelompok 'B' dan beberapa anak buah Hanzu telah tewas, sehingga tinggal mereka bertiga kini berhadapan dengan si kunoichi bertopeng.

"Kita menyebar, serang dari tiga arah" bisik wanita berambut hitam panjang dengan pedang di punngungnya.

"Hati-hati terhadap racun dan jebakan kertas peledaknya, Tsunade, Orika" ucap wanita berambut putih sepunggung yang berada di sebelah kiri Tsunade.

"Kau benar, Miraiya. Kita harus berhati-hati, Hanzu bukan kunoichi yang mudah di kalahkan, apalagi kita bertarung di daerahnya sendiri". Ucap Tsunasde yang berdiri diantara kedua rekan setimnya itu.

Dengan saling menganggukkan kepala ketiga kunoichi Konoha ini berpencar. Miraiya segrera melompat jauh kesebelah kiri, Orika melompat jauh kesebelah kanan sedangkan Tsunade hanya berdiri di tempat mempersiapkan diri.

Hanzu sendiri hanya berdiri menunggu serangan dengan memegang kusarigama yang menjadi senjatanya. Serangan pertama berupa ratusan kunai datang dari sebelah kanannya setelah Miraiya melemparkan kunai dan berteriak "Ninpo : Kunai Kage Bunshin no Jutsu (Teknik Ninja : Jurus Kunai Seribu Bayangan)"

Melihat datangnya serangan Hanzu segera melemparkan beberapa kunai dengan kertas peledak dari tangan kirinya, terjadi ledakan besar ketika terjadi benturan antara kedua serangan itu. Baru saja selesai menerima serangan dari Miraiya, Tsunade telah berlari dan langsung menyerang dengan tinju kanannya. Serangan kunoichi berambut pirang ini berhasil dihindari oleh pimpinan Amegakure itu, sehingga menyebabkan air dan tanah berhamburan.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Hanzu telah mendorong tangan kirinya kedepan dan kembali puluhan kunai yang di tempel kertas peledak meluncur kearah Tsunade yang sedang berusaha berdiri setelah menyerang tadi. Hampir saja cucu Hokage pertama itu menjadi korban ledakan jika Miraya tidak melindungi tubuhnya dengan hari jizo no jutsu.

Dengan ucapan "Ninpo : Hari Jigoku no Jutsu (Teknik Ninja : Jurus Rambut Jarum) dari Miraiya maka dari rambutnya yang memanjang dan melindungi Tsunade, meluncur ratusan jarum yang menyerang pemanggil salamander itu. Tapi dengan melompat kebelakang sambil memutar kusarigama ditangan membentuk perisai ratusan rambut jarum itu berhasil di tangkismya.

Baru saja kunoichi bertopeng itu mendaratkan kaki, serangan berikutnya telah datang. Serangan ini berupa ratusan ular yang keluar dari lengan baju Orika, ketika ia berkata "Ninpo : Sen'ei Tajashu no Jutsu (Teknik Ninja : Jurus Seribu Lengan Ular Bayangan)". Serangan Orika ini hampir saja berhasil jika Hanzu tidak menggunakan kawarimi no jutsu yang mengganti dirinya dengan sebuah balok kayu.

Ketika Hanzu muncul beberapa langkah dari posisinya tadi, Orika telah menyerang dengan tebasan pedang ke arah leher kuinoichi bertopeng itu. Tebasan itu di tangkis dengan sabit kusarigama di tangan pimpinan Amegakure, sehingga terjadi adu kekuatan. Adu kekuatan jarak dekat ini dimanfaatkan Hanzu untuk menyemburkan racun ke wajah kunoichi Konoha itu, namun tubuh yang terkena racun hanya meleleh menjadi lumpur karena tsuci bunshin no jutsu.

"Ternyata pertarungan jarak dekat sangat sulit" ucap Orika yang telah kembali berada di dekat rekan setimnya yang telah berkumpul kembali.

Melihat ketiga lawannya berkumpul, Hanzu melakukan serangkaian segel tangan dan berteriak "Suiton : Suiryuudan no Jutsu (Elemen Air : Jurus Peluru Naga Air)", dan timbul air berbentuk naga yang langsung meluncur menyerang ketiga murid Hiruko itu.

Baru saja berhasil ketiga lawannya menghindar, Hanzu telah kembali melakukan segel tangan setelah menggores jempolnya dengan kunai. "Kuchiyose no Jutsu : Ibuse (Jurus Pemanggilan : Ibuse)" dan setelah segel pemanggilan terlihat Hanzu telah berdiri diatas kepala salamander abu-abu raksasa.

Berhasil menghindari teknik naga air dan melihat lawan menggunakan teknik pemaggilan, ketiga kunoichi Konoha segera menggigit jempol masing-masing dan dengan jari berdarah, mereka melakukan segel tangan yang sama lalu berteriak serentak "Kuchiyose no Jutsu : Gamabunta/Manda/Katsuyu (Jurus Pemanggilan : Gamabunta/Manda/Katsuyu)". Setelah segel pemanggilan terlihat mereka telah berdiri diatas kepala hewan panggilan masing-masing

Ketiga kunoichi yang telah berada diatas katak, ular dan siput itu berkata pada tunggangan masing-masing "Kami butuh bantuan melawan Shonsuou no Hanzu, Gamabunta/Manda/Katsuyul"

Mendengar nama Shonsuou no Hanzu, katak merah, ular ungu dan siput putih itu berkata "Bertarung melawan Hanzu dan Ibuse. Baiklah kami akan membantu kalian, Miraiya/Orika/Tsunade"

Belum sempat ketiga hewan panggilan itu menyiapkan sebuah serangan, Ibuse telah bergerak cepat diatas air dan berputar menghantamkan ekornya kearah Katsuyu yang membuat siput putih belang biru itu terlempar bersama Tsunade. Kecepatan gerak salamander beracun ini sungguh luar biasa, karena berikutnya dia telah ada di depan Katsuyu dan menyemburkan asap beracun yang menyelimuti siput itu. Ketika asap beracun hilang, tampak Katsuyu melepaskan tubuh Tsunade dari dalam tubuhnya dan setelah itu sang siput menghilang karena terluka.

"Berikutnya giliran kalian berdua" ucap Hanzu ketika hewan tungganganya berputar menghadap Gamabunta dan Manda.

"Minggirlah, Tsunade-chan" terdengar teriakan Miraiya dari atas katak merah lalu berkata lagi, "Bunta semburkan minyak". Begitu katak merah itu menyemburkan minyak, kunoichi berambut putih itu segera menyelesaikan segel tangannya dan menyemburkan api katon endan no jutsu "Katon : Gamayu Endan no Jutsu (Elemen Api : Jurus Peluru Api Katak). Ketika api menyentuh minyak maka timbul api raksasa yang langsung mengaarah ke salamander dan kunoichi penunggangnya, namun ketika api padam Hanzu dan Ibuse tidak terlihat ditempatnya.

Memandang berkeliling Miraiya dan Gamabunta tidak melihat keberadaan lawan. Tiba-tiba Ibuse muncul dari dalam air di belakang Gamabunta dan langsung menyemburkan asap beracun dan langsung diikuti oleh Hanzu yang melemparkan kunai dengan kertas peledak. Tidak berhenti disitu pimpinan Amegakure ini lalu melakukan segel tangan dan berteriak "Ninpo : Kunai Kage Bunshin no Jutsu (Teknik Ninja : Jurus Kunai Seribu Bayangan)" dan kunai yang dilemparkannya menjadi ratusan buah.

Ledakan yang terjadi sungguh dahsyat, ketika asap beracun hilang tampak Gamabunta mengalami luka parah dan tak lama kemudian menghilang dengan kepulan asap, Miraiya sendiri tampak berlutut dengan kaki kanan berdarah.

Ketika Hanzu sedang memandangi Miraiya yang berlutut, Manda telah datang dengan serangan taringnya. Namun sepertinya serangan ini sia-sia ketika Ibuse menghindar dengan kecepatannya dan menghantamkan ekornya ke tubuh ular ungu itu. Serangan ekor salanander beracun ini membuat Orika terlempar dan Hanzu kembali menggunakan kertas peledak terhadap Manda yang membuat ular ungu itu telukaka dan menghilang dengan kepulan asap.

Orika yang terlempar kini berdiri dikanan Tsunade yang kini membantu Miraiya berdiri. Kini mereka bertiga bersiap menghadapi pimpinan Amegakure yang masih berada diatas hewan tungganganya.

Hanzu sendiri tidak langsung menyerang tapi berkata "Kalian bertiga memang kuat, hanya kalian yang mampu selamat dariku. Aku Hanzu, menjuluki kalian sebagai 'Konoha no Sannin', jika kalian bisa menyelamatkan diri hari ini". Selesai berkata ia segera melemparkan beberapa kunai dengan kertas peledaknya yang kemudian berubah menjadi ratusan jumlahnya.

Belum sempat ketiga kunoichi Konoha itu melakukan sesuatu terhadap serangan Hanzu itu, didepan mereka muncul seorang berjubah merah dengan tudung kepala menutupi rambut dan sebagian wajahnya. Tanpa ampun ratusan kunai dengan kertas peledak itu menghantam tubuh orang asing itu, namun ketika ledakan selesai orang berjubah merah itu masih berdiri ditempatnya. Orang ini terlihat tidak terluka sedikitpun hanya tudung kepalanya saja yang terbuka menunjukkan wajah dan rambutnya, yang membuat keempat kunoichi yang bertarung terkejut.

Dalam pikiran keempat kunoichi itu 'Apakah ia laki-laki? bagaimana dia tidak terluka?' belum bisa mempercayai kenyataan di depan mereka.

"Tolong biarkan mereka pergi, Hanzu-san" terdengar laki-laki berambut pirang yang tak lain dari Naruto itu berkata. Suaranya yang lembut tapi berwibawa itu membuat mereka berempat mulai yakin bahwa ia seorang laki-laki.

Mendengar permintaan Naruto, pimpinan Amegakure itu balik bertanya "Mengapa aku harus melepaskan mereka? Dan siapa kau ini, anak muda?"

"Mengapa harus berbuat kejam jika kita bisa berbaik hati, Hanzu-san. Sedangkan aku hanya seorang shinobi yang kebetulan lewat" jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangan dari kunoichi bertopeng dan tunggangannya itu.

"Aku tidak membiarkan musuhku pergi begitu saja. Jadi apa yang akan kau lakukan, anak muda?" ucap Hanzu yang masih berpikir bagaimana orang ini bisa selamat dari serangan peledaknya tadi.

"Baiklah kalau begitu, Hanzu-san" ucap Naruto kemudian melakukan segel tangan lalu menepukkan tanganya ke permukaan air dan berkata "Kuchiyose no Jutsu : Seiryu (Jurus Pemanggilan : Seiryu)". Setelah segel pemanggilan terbentuk, sang shinobi terangkat keudara oleh sosok naga bersisik hijau yang mangaum keras.

"Bawa temanmu menyingkir, Tsunade-san" terdengar suara Naruto dari atas naga air yang menjadi tungganganmya. Sebelum ketiga kunoichi Konoha itu pergi mereka masih mendengar ucapan sang naga hijau dan sang shinobi "Kau ingin aku menghajar Ibuse ini, Naruto-kun?" dan dengan jawaban "Benar, Seiryu-sama" dari pemuda pirang itu, maka sang naga air mengaum lalu menyemburkan ombak air raksasa dari mulutnya yang membuat Hanzu dan si salamander terlempar. Berikutnya, si salamander menghilang dengan kepulan asap meninggalkan pemimpin Amegakure itu yang masih berlutut.

"Sangat menyenangkan bisa bertarung lagi, Naruto-kun. Sampai jumpa lagi" dan setelah bicara begitu sang naga air menghilang dengan kepulan asap. Naruto sendiri terjatuh dan mendaratkan kaki dengan mantap menghadap sang pimpinan Amegakure.

"Bansho Ten'in (Tarikan Alam)" terdengar teriakan Naruto dan berikutnya tubuh Hanzu melayang dengan deras kearah sang shinobi. Setelah tubuh yang melayang itu cukup dekat segera disambut oleh pemuda pirang itu dengan tinju pada bagian perut yang membuat Hanzu terjatuh dan susah bernapas.

Setelah beberapa saat dan napasnya telah normal serta melihat tidak ada serangan lagi, dengan masih betlutut kunoichi bertopeng itu berkata "Mengapa kau berhenti? Habisi saja aku"

Mendengar kats-kata itu, Naruto hanya tersenyum lalu berkata "Semua orang layak mendapatkan kesempatan kedua untuk lebih baik, Hanzu-san. Perang telah berakhir dan semoga ketika kita berjumpa lagi kita tidak harus bertarung". Setelah berkata begitu, tanpa menunggu jawaban dari sang kunoichi Naruto kembali lenyap dengan kilatan cahaya kuning.

Setelah melihat laki-laki yang bisa menggunakan ninjutsu itu pergi, dengan bersusah payah Hanzu bangkit dan memandangi sekelilingnya. Ketika tidak melihat siapapun, pimpinan Amegakure ini segera menghilang dengan shunshin no jutsu.

xxx Bangunan Tak Terpakai xxx

Ketiga kunoichi yang baru mendapat julukan Sannin dari Konoha kini sedang beristirahat di sebuah bangunan tak terpakai. Ketika Naruto menyuruh mereka menyingkir, sebenarnya mereka tidak langsung pergi tapi menyaksikan pertarungan itu dari jauh sampai Naruo pergi.

Sampai saat ini mereka belum bisa percaya dengan yang mereka saksikan. Bagaimana mungkin satu orang bisa mengalahkan Shonsuou no Hanzu yang mereka sendiri mengalami kesulitan saat melawannya, lebih lagi orang itu adalah seorang laki-laki.

"Siapa orang bernama Naruto itu sebenarnya? Mengapa dia menolong kita?" terdengar Miraiya berkata atau bertanya kepada kedua temannya yang juga masih kebingungan.

"Entahlah, Miraiya. Kata 'shinobi' sendiri asing bagiku" jawab Tsunade yang sedang duduk dan memakan sepotong roti. Tiba-tiba Tsunade teringat sesuatu dan berseru "Hey.. Bukankah ciri-cirinya mirip yang di ceritakan kapten Hatake"

"Kau benar, Tsunade-chan. Mengapa aku bisa melupakan hal itu" ucap Miraiya sambil mencoba mengingat kembali cerita Sukino kemarin.

"Yang jelas dia ninja laki-laki pertama yang pernah kulihat, dan dia adalah ninja yang tangguh. Buktinya ia bisa mengalahkan Hanzu dan hewan panggilannya dengan mudah" ucap Orika menyahuti kedua rekan setimnya itu.

Tiba-tiba di depan mereka berkilau cahaya kuning dan di ikuti terdengar ucapan "Mungkin aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu", berikutnya didepan mereka telah berdiri laki-laki berambut pirang yang sedang mereka bicarakan. Kemunculan Naruto membuat ketiga kunoichi itu terkejut dan hanya terdiam untuk beberapa saat.

Sadar dari keterkejutannya, Miraiya berkata "Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau menolong kami"

Naruto tersenyum dan berkata "Namaku Naruto dan aku seorang shinobi atau ninja laki-laki. Aku menolong kalian karena aku punya tawaran untuk kalian bertiga". Selesai berkata sang shinobi memandangi ketiga ninja cantik itu dan berpikir 'Kalian tidak akan mengalami hal yang sama seperti Ero sennin, Ba chan dan Orochi teme'

"Shinobi... Dan penawaran apa yang kau maksud?" tanya Tsunade yang sejak tadi memperhatikan. Dari pengamatannya orang ini memang seorang laki-laki, dan tampan tentunya.

"Benar, Tsunade-san. Tujuan saya adalah perdamaian dunia dan aku ingin kalian ikut membantu mewujudkannya" ucap Naruto menjawab pertanyaan kunoichi berambut pirang itu.

Jawaban Naruto itu membuat Miraiya yang dari tadi berdiri menyandar dinding tertarik dan mengajukan pertanyaan "Perdamaian dunia huh.. Bagaimana kau akan mewujudkannya, shinobi-san?"

"Dengan adanya saling pengertian, Miraiya-san. Dan dengan bantuan banyak teman perdamaia itu akan terwujud" jawab Naruto yang membuat Miraiya tersenyum.

"Itu hal yang sungguh bodoh. Kita ninja dari negara yang berbeda dan punya kepentingan yang berbeda pula, akan selalu ada kebencian antar desa dan tidak akan ada saling pengertian" terdengar Orika berkata sambil mencabut pedangnya. "Kau adalah laki-laki pengguna ninjutsu pertama, jadi kau harus ikut kami ke Konoha", selesai berkata begitu kunoichi berambut hitam itu berlari dan menyerang dengan tebasan pedangnya.

Tebasan pedang itu hanya melewati tubuh shinobi pirang itu, seolah menebas angin saja. Hal ini membuat Orika dan kedua temannya sangat terkejut, dan belum habis keterkejutannya, pemuda itu telah berbalik dan tangannya menangkap bahu kanan Orika.

"Akhh..." terdengar jeritan Orika ketika bahunya terasa sakit dan seperti terbakar. Kunoichi berambut hitam itu jatuh terduduk dengan pedang terlepas dari tangannya. Melihat teman mereka terjatuh Miraiya dan Tsunade segera bergerak menyerang, namun sang shinobi telah kembali menghilang dan muncul di belakang mereka. Dengan menyentuh bahu kanan kedua teman Orika ini, maka kedua kunoichi itupun menjerit dan terjatuh.

Setelah rasa sakit dan panas pada bahunya menghilang, dengan masih terengah Tsunade berteriak "Apa yang kau lakukan pada kami?"

Memandangi ketiga kunoichi yang masih terduduk itu, Naruto berkata "Tidak usah khawatir, Tsunade-san. Aku hanya memberi kalian sedikit kekuatan agar kalian bisa membantuku mewujudkan perdamaian itu". Dengan melangkah mendekati Orika yang terduduk di dekat pintu keluar Naruto berkata "Jangan melakukan hal-hal bodoh, Orika-san" sambil tangan kanannya menyentuh dahi kunoichi berambut hitam itu.

Kembali memandang ke arah Tsunade dan Miraiya, Naruto berkata "Aku punya hadiah yang menunggumu di Konoha, Tsunade-san". Setelah berkata seperti itu tubuh Naruto mulai tenggelam ke dalam tanah, namun ia masih sempat berkata "Sampai jumpa lagi, Konoha no Sannin" dan kemudian tubuhnya menghilang kedalam tanah.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Naruto Uzunami Shinobi Pertama chapter ketiga selesai. Kritik dan saran yang baik selalu diterima. Ini akan membuat chapter berikutnya akan lebih baik.

Semoga saya cukup baik dalam menulis adegan pertempuran tadi. Tapi tolong reviewnya tentang chapter ini baik atau jelek hehe...?

Juga tolong beri saran untuk nama gender bend karakternya hehe...?

Ja..