Previous Chapter

"Aku….Aku"Tatapannya sendu. Membuat Kyungsoo hanya menatapnya sedih tapi ternyata "AKU LOLOS, DO KYUNGSOO !"

Kini Luhan memeluk Kyungsoo dengan erat. Sedangkan Kyungsoo hanya terdiam kaku, karena lagi-lagi ucapan sahabatnya itu.

"Ya !, Kenapa kau ekspresimu seperti itu ? Apa kau tidak senang aku lolos ? Teman macam apa kau ?"

"Luhan cubit aku, aku mohon"Kyungsoo meringis saat Luhan benar-benar mencubitnya. "Ya ! Sakit bodoh !"

"Kau sendiri yang menyuruhku mencubitmu, Kyungsoo-ya. Kau tidak bermimpi Kyungsoo. A. K. U. L. O. L. O.S" Butuh beberapa detik Kyungsoo mencerna kalimat itu. Dan…

"Wah ! Kau lolos ! Selamat yah !"

.

Luhan sudah tertidur dengan lelapnya sedangkan Kyungsoo masih tiduran dengan begitu banyak pikiran. Tidak. Bohong ! Ia hanya memikirkan kejadian tadi di tempat audisi. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil handphone. Ia melihat sebuah foto mesum yang ia potret tadi. Sungguh, ia masih tak menyangka kenapa ia punya pikiran untuk memotretnya.

"Kau sedang apa ? Tidak tidur ?"Mungkin Luhan terganggu dengan gerakan Kyungsoo akhirnya menatap Kyungsoo.

"Ah, tidak ada apa-apa"

"Kau yakin ?"

"Selamat tidur"

"Kau menyebalkan, Do Kyungsoo"

.

.

.

"Selamat pagi, boss"Kyungsoo menyapa boss dengan senyuman sumringahnya sehingga orang yang disapanya ikut tersenyum.

"Ku dengar Luhan, sudah lolos ditahap audisi ? Bilang dengannya, selamat"Kyungsoo lagi-lagi menampilkan tawanya lalu tak lama kemudian, ia menuju ke dapur. Sedetik kemudian, senyuman itu menghilang dan diganti dengan pikiran yang berkecamuk di otaknya.

"Kyungsoo-ya, aku ingin berangkat"Luhan memanggil Kyungsoo. Kyungsoo lari terburu-buru dan memberikan kotak bekal untuk Luhan. "Dasar kau ini, gomawo"

Luhan menepuk bahu Kyungsoo. Kyungsoo berhenti tersenyum dan memandang sahabatnya itu "Luhan-ah, aku akan pindah"

Luhan terdiam sebentar dan memandang Kyungsoo sebentar "K..Kau ini apa-apaan hah ! Apa kau tidak betah di rumah ini"

Kyungsoo menatap lekat-lekat Luhan "Aku sangat betah… sangat… Kau tau, menjadi trainee tidak segampang keliatannya. Jual lah, rumah ini untuk biaya traineemu. Atau sewakan rumah ini. Aku akan pindah"

"Neo ppabo-ya ! Kau bisa sewa untuk dirimu."Kyungsoo menggelengkan kepalanya "Jika aku menyewa rumahmu… maka aku akan tidak bayar selama setahun. Kau kan tau pekerjaan kita ? Ini rumah warisan ibumu. Dan itu untukmu bukan untukku"

"Lalu kau ?"

"Tenang saja, Lu… Aku sudah mendapatkan rumah idaman"

.

"Hah"Kyungsoo menghela nafasnya panjang. Ia menepuk pelan wajahnya. "Kau akan baik-baik saja, Kyung"

"Kyung, keluarlah sebentar"Kyungsoo menoleh dari balik dapur melihat bosnya memanggil, Kyungsoo langsung keluar "Ne, sajangnim"

"Kyung, kenalkan ini chef baru kita namanya Chanyeol"Pria yang mempunyai senyum manis itu, mengajak Kyungsoo menjabat tangannya "Park Chanyeol"

Kyungsoo tersenyum dan membalas jabat tangannya "Do Kyungsoo, semoga kita melebihi partner kerja. Mungkin kita bisa menjadi sahabat"

Ada tatapan kecewa dari Chanyeol. Namun, Kyungsoo tidak memerhatikannya "Aku menemukanmu, Kyungsoo".

.

.

.

My shining star

Cast :

Kim Jongin as Kai

D.O as Do Kyungsoo

Luhan as Shin Luhan

Park Chanyeol as Chanyeol

Kris as Wu Yifan

Genre :

Romance, Drama, Teenage

.

.

.

Part 2 : The Begin…

.

Today I'm Michigo
Today I'm Michigo
Today I'm Michigo
Today I wanna gp crazy~
Yeah ! we Gotta All night~
Dancin ! Dancin ! Gonna mad fiesta !

Suara lagu itu terdengar sangat jelas. Seorang pria bertubuh tinggi kurang lebih 188 ini memandang papan yang terpampang jelas didepannya.

"Aish, Jinja !"Pria yang keturunan Korea-China-Inggris ini akhirnya memilih masuk dan mencari seseorang yang dikenalnya. Benar saja, pria itu sedang asyiknya meminum alcohol didampingi 4 perempuan cantik dan seksi.

"KAI-YA !"Suara keras itu mengkagetkan pengunjung bar didalamnya. Orang yang dipanggilnya malah menampilkan smirknya namun layaknya orang mabok "Yifan hyung, iriwabwa (Kemari *non formal)"

"Neo, Micheosseo ?"Kai memandang Yifan dengan tampang setengah sadar dan setengah didasari alcohol yang melebihi batas takar yang seharusnya. "Tidak, aku normal. Hahahaha"

"Kau harus pulang Kai"Yifan menggendong Kai yang sudah mabok. Ia masukkan Kai kedalam mobilnya. Terdengar sedikit lenguhan dari Kai. Yifan masuk kedalam

mobilnya dan memandang dari kaca depan "Kai, apa yang akan terjadi jika tak ada hyungmu hah ! Kau akan kesepian seumur hidupmu"

.

My shining star

.

.

"Chanyeol-ah, kurang asin tambahkan garam sedikit"Chanyeol menurut apa yang dikatakan Kyungsoo. Keadaan restoran italia itu sedang ramai dikunjungi. Saat masakan yang dirasa Kyungsoo sudah pas, ia langsung menuju meja pengunjung.

"Ini pesanan fettucini-nya"Saat Kyungsoo hendak pergi, sang pengunjung menahan Kyungsoo untuk pergi.

"Aku ingin diantarkan oleh pria itu"Gadis berpakaian SMA itu menunjuk Chanyeol yang sedang meracik makanan italianya. Kyungsoo menghela nafas, dan mengambil kembali fettucininya.

"Chanyeol-ah, ada yang ingin diantarkan makanannya olehmu"Chanyeol mengangkat alisnya kemudian ia lagi-lagi menuruti Kyungsoo.

"Silahkan"Chanyeol bersikap ramah. Chanyeol tau benar, bahwa pengunjung SMA itu bukan memegang makanannya tapi mencoba memegang tangannya.

"Ehem… Maaf"Gadis SMA itu langsung menyingkirkan tangannya dan membiarkan Chanyeol pergi.

"WAAA, AKU MEMEGANG TANGANNYA"Kyungsoo mendecih. Ia sampai berfikir apa semua anak SMA diseoul jaman sekarang seperti itu ? Benar-benar !

Tiba-tiba, Kyungsoo mendengar suara bel dari restoran italianya. Terlihat pria tampan masuk ke dalam restoran itu. Tentu saja, mata hawa pengunjung langsung tertuju padanya. Mereka seperti tidak menyesal untuk datang ke restoran hari ini

"Kyungsoo nuna"Mereka langsung menciming kea rah Kyungsoo karena kenal dengan banyak pria tampan. Bahkan Kyungsoo sangat bisa mendengar bahwa mereka sedang menggosipi dirinya. Tapi, tidak dengan ekspresi Kyunngsoo

"Oh Sehun, kenapa kau ada disini ?"

"Aku baru saja bertemu luhan. Lalu, aku datang untuk menemui sahabatnya"Kyungsoo menarik tangannya dan mencari tempat sepi untuk mengobrol berdua dengannya saja.

"Apa kau tak puas untuk menyakiti Luhan, sehun-ssi ! Sudahlah, lupakan Luhan ! Kau tak pantas untuk Luhan. Luhan sudah mempunyai impiannya sendiri"Pria itu smirk ke arahnya. Sehun menghampiri Kyungsoo, sehingga Kyungsoo terdesak tak bisa bergerak. Chanyeol tak sengaja melihat hal itu, langsung menghampiri Kyungsoo. Dan menyingkirkan Sehun.

"C…Chan..Chanyeol-ah"

"Kau tidak apa-apa kan, Kyungsoo-ssi ?"Terlihat wajah panic dari Chanyeol terpampang di wajah tampannya. Saat Sehun bangkit, Chanyeol mencoba untuk melindungi Kyungsoo. Tapi, Sehun hanya menampilkan smirknya kemudian meninggalkan mereka berdua.

Kyungsoo dengan segera langsung menelepon sahabatnya yaitu Luhan. Namun, hasilnya nihil. Luhan tak mengangkatnya.

"Kyungsoo, itu siapa ?"Kyungsoo terdiam. Teringat kejadian masa lalu yang membuatnya melindungi Luhan dari pria itu.

"Ah, dingin… Sepertinya Sul dan telur gulung sangat cocok untuk kita berdua berpesta"Kyungsoo tersenyum sambil menahan dinginnya salju h-3 sebelum natal tersebut. Ia ingin membuka pintu, namun pintu itu sudah terbuka membuat Kyungsoo menyerngitkan dahinya.

"Sehun-ah, aku mohon jangan ! Sehun-ah, ARRRRGGGHHH"Teriakan begitu kencang yang keluar dari mulut Luhan dan berbarengan dengan suara botol yang pecah. Kyungsoo tanpa basa-basi lagi ia menghampiri Luhan. Mulutnya terbuka lebar, saat melihat kepala Luhan mengeluarkan darah akibat botol alkohol yang dipukulkan di kepalanya Luhan. Siapa lagi kalau bukan Sehun pelakunya. Tanpa merasa berasa bersalah, pria itu kabur tanpa mengkhawtirkan luhan yang koma selama 3 hari akibat ulahnya itu.

"Ini minumlah teh panas ini"Setelah kejadian Kyungsoo tadi, bossnya akhirnya menutup restorannya untuk hari ini. Kyungsoo menerima teh yang dibuat oleh Chanyeol.

"Apa merasa lebih baik, Kyungsoo-ssi"Kyungsoo mengangguk. Chanyeol merasa lega dengan hal itu. "Siapa orang itu ? Kenapa ingin berbuat jahat padamu ?"

"Dia mantan sahabatku. Namanya Sehun. Dia anak brandal di SMA kami. Luhan, ia memaksa Luhan untuk berpacaran dengannya. Saat Luhan berbuat salah, ia akan memukuli Luhan. Saat dimana Luhan ingin putus dengannya ia melakukan hal gila yang membuat sahabatku koma selama 3 hari. Dan karena hal itu, ia aku laporkan ke polisi. Aku bersyukur, karena ia dipenjara. Aku tidak tau, hari ini ia bebas"

Tanpa dibayangkan, Chanyeol memeluk Kyungsoo. Chanyeol memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang. Kyungsoo tidak berkomentar apapun.

.

.

.

Hujan sedang mengguyur kota Busan. Membuat, akhirnya orang memilih untuk berteduh. Tapi tidak dengan penyanyi solo tahun ini. Yifan sudah menyiapkan mobil Van-nya untuk konser solonya di Busan.

"Hah, bisakah kita membatalkan konsernya, hyung"Yifan tidak berkomentar melalui mulutnya tapi melalui gerakan mengepal yang ia perlihatkan pada Kai. Ditambah tatapannya seperti 'Kau mati dulu baru kita batalkan'.

"Arraseo. Bisakah, kau bersikap baik padaku hyung ! Apa Zitao tahan dengan perilakumu, hyung !"

"Ada dimana ia tak tahan padaku"

"Lalu apa yang kau lakukan ?"

"Mencium bibir seksinya"

"Wah, Daebak"Yifan tertawa begitu pula dengan Kai. Tapi, sedetik kemudian ekspresi Yifan berubah menjadi serius "Kai-ya, Hyung akan pergi"

Kai menyerngitkan dahinya "Ya ! Kau kakak dan manager macam apa ? Jangan bilang, kau ingin melakukan "hal itu" dengan Zitao ?"

Yifan memutarkan kepalanya kebalakang namun ia kembali menatap ke depan "Kau bodoh atau apa, hah ! Aku tidak akan melakukan hal itu sebelum Zitao menjawab bahwa ia siap menikah denganku."Yifan terdiam dan melanjutkan kalimatnya "Aku akan pergi sendirian saja"

"Kai-ya. Aku berbicara ini sebagai kakakmu bukan sebagai managermu. Dan, aku tidak akan mengulang kedua kalinya jadi dengarkan baik-baik…. Kau, berubalah sikapmu"

"Kenapa, aku harus ?"

"Kai-ya… Kau itu selebritis. Kau akan terkena skandal jika kau terus berada di bar. Kedua, bersikaplah baik terhadap sunbaenimmu. Kau akan dicap sebagai artis tidak sopan nantinya. Ketiga….Carilah seseorang yang membuatmu bahagia dan tidak merasa kesepian lagi. Kau mengerti"Kai terdiam. Bingung ingin membalas apa ?

"Jawab saja"

"Baiklah hyung, aku mengerti"

"DUAR"Terdengar seperti suara ban mobil meledak. Dan setelah itu, semuanya gelap. Namun, Yifan masih bisa mendengar suara yang datang kearah mereka.

.

Kedua bola mata itu terbuka secara perlahan-lahan. Ia bisa melihat seorang Pria berada disampingnya.

"Kai-ya, kau sudah sadar"

"Sa…sa..jangnim"Ya, pria itu adalah CEO agensi Kai. Ia begitu datang kerumah sakit saat artis bawahan managementnya mengalami kecelakaan.

"H…hyung…Eodisseo ?"Ceo itu tidak berbicara apapun. Ia hanya diam dan menunduk kearah bawah. Entah, melihat hal itu Kai merasa ada sesuatu.

"Sajangnim, tolong jawab saya. Hyung, dimana dia ?"

"Mianhae, Kai-ya"Kai terdiam. Air matanya langsung mengalir jelas.

"Hyung, neo eodiesseo ! Hyung, ini sungguh tidak lucu ! HYUUUUNNNGGG"Kai jatuh terduduk. Dan kemudian, ia jatuh pingsan kembali karena tubuhnya masih sangat lemah akibat kecelakaan hal itu.

.

Kai diam sambil memeluk figura yang terpampang foto Yifan. Disamping dirinya ada Zitao yang juga turut menangis. Tentu saja, Zitao merasa menyesal karena tidak menjawab untuk siap menikah dengannya.

Kai terdiam dan otaknya melayang disaat usianya berumur 10 tahun. Pertama kalinya, ia bertemu dengan Yifan.

Suasana malam di kota Seoul membuat seorang anak kecil merinding karena dingin yang menusuk tulang. Ia terus saja memegangi perutnya. Ia meminggirkan langkahnya, dan melihat bagian diperutnya. Terdapat banyak luka pukul diperutnya. Anak kecil itu terus berjalan tanpa ada tujuan. Sampai akhirnya, ia tak kuat lagi berjalan dan jatuh pingsan.

Sedangkan di persimpangan jalan, seorang anak SMA itu sedang menangis karena sang ibu yang baru saja meninggal kemarin. Ia tak berani pulang ke rumah, karena ia sangat takut sendirian.

Sampai akhirnya, ia menemukan seorang anak kecil jatuh pingsan dihadapannya. Ia berlari menghampiri anak kecil itu "Ya, kau tidak apa-apa ?"

Tanpa basa-basi, anak SMA itu membawa anak kecil itu ke rumahnya. Ia membuka baju anak itu dan langsung menggantikan baju anak itu dengan baju miliknya. Meskipun, baju itu sangat kegedeaan.

Saat, anak kecil itu tersadar anak sma itu kemudian tersenyum dan memberikan cokelat panas padanya "Kau sudah bangun rupanya. Minumlah. Jika aku sedang kedinginan, ibuku memberikan susu cokelat sebagai penghangat badan"

"Nuguseyo ?"Dengan takut-takut anak bocah itu menanyakan dirinya. Anak SMA itu mengelus rambutnya "Kang Yifan imnida"

"Hyung orang Korea ?"

"Kenapa memangnya ?"

"Nama Hyung ada Kangnya tapi di korea ini aku jarang menemukan nama Yifan ?"Mendengar hal itu Yifan tertawa.

"Aku orang Korea kok. Ayahku Korea. Ibuku China-Inggris. Oh iya, siapa namamu ?"

"Kim Jongin imnida"

"Bagaimana kalau aku panggil kau Kai ?"

"Nan Chua-eyo"

"hyung… hyung….hyung…hyung…Mianhae..Lalu, terima kasih"Kai menunduk sambil memegang figura Yifan.

.

.

.

Sebulan kemudian…

"Selamat datang"

"Apa kau benar yang bernama Kyungsoo ?"Kyungsoo terdiam karena orang ini mengenal dirinya.

"Aku dari Agensi X, bahwa ingin member taumu bahwa kau mendapatkan pekerjaan"Lagi-lagi Kyungsoo terdiam kemudian ia mencoba mengingat kapan ia melamar pekerjaan disana.

"Kau mendapatkan pekerjaan menjadi manager artis kami"Siapa ? Manager Luhan kah ? Manager actor ganteng Song Jae Rim kah ? "Kau menjadi manager Kai"

"NE ?"Kyungsoo sangat terkejut saat tau bahwa ia akan menjadi manager penyanyi pervert itu. Lagipula, ia masih mengingat dengan jelas kejadian bak Cinderella itu. Walaupun high heels itu tidak mahal. Tapi, cukup membuat Kyungsoo malu karena tidak memakai alas kaki dijalan raya.

"Kau sudah tau bukan mengenai kecelakaan Kai ? Managernya meninggal ditempat. Karena hal itu, kami mendapatkan aplikasimu dan langsung menemuimu"

"Tunggu, kapan aku mendaftar di agensi ?"Takut dibilang penipu. Pria itu memberikan bukti pada Kyungsoo. Ternyata sebelum Luhan mendaftar, Kyungsoo lah mendaftar terlebih dahulu. Namun, belum juga sampai tahap audisi ia tidak mendapat panggilan juga.

"Apa ? Itu sudah lama sekali ?"

"Sebenarnya, memang aplikasimu kemarin mau kita buang"Orang itu tak tau cara mengucapkan sesuatu untuk menyenangi hati orang sepertinya "Tapi, Ceo menarik dengan CVmu dan menjadikanmu seorang manager… Tapi…"

Kyungsoo penasaran. Tapi apa ? "Kau harus menjadi seorang Pria"

Hening…

Hening lagi…

Hening….

"APA ? APA KAU TIDAK SALAH TUAN. ITU TIDAK MENSYUKURI KODRAT TUHAN !"

"100 juta won"

"Kau bilang berapa ?"Nada Kyungsoo langsung berubah. Kyungsoo bodoh ! Pria itu menjebak Kyungsoo agar mau menerima penawarannya.

"100 juta won"Tentu saja harga itu sangat fantastis. Lagipula, Kyungsoo sekarang sudah pindah kerumah kontrakannya yang baru bukan tinggal bersama Luhan lagi. Sudah dipastikan, Kyungsoo mungkin akan tergoda.

"Kau tidak menipuku kan ?"

"Kau bisa mengecek kartu namaku dan carilah di internet. Ku tunggu, besok jam 1 siang paling lambat"Dan kemudian orang itu pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih terdiam memegangi kartu nama pria itu.

Setelah kepergian pria itu, Kyungsoo kembali bekerja. Akan tetapi…

"Kyungsoo, tolong ambilkan kecap asin itu"Kyungsoo tidak merespon. Kyungsoo melamun. Ia pun tak sadar jika kini Chanyeol meminta pertolongannya. Chanyeol memeluknya dari belakang dan pada akhirnya membuat Kyungsoo tersadar dari lamunannya. Sekedar informasi, bahwa Kyungsoo dan Chanyeol sudah berpacaran.

"Ah, kau mengkagetkan diriku saja Park Chanyeol"Chanyeol mencium bibir Kyungsoo dengan lembut. "Kau ini kenapa, hm ?"

'Tidak, ia tidak boleh tau soal aku menjadi manager Kai'Kyungsoo lagi-lagi melamun. Tapi, tidak selama tadi "Aku ditawari menjadi manager Girlband agensi X. Aku tidak tau a.."

"Kenapa kau tidak menerimanya saja ?"

"Kau tidak apa-apa ? Kau baru saja menemukanku. Dan kini, aku meninggalkanmu ?"Lagi-lagi, Chanyeol mecium bibir mungil itu.

"Kau tidak akan pergi jauh. Jadi, kenapa aku tidak memperbolehkannya ?"Kyungsoo memeluk ketika mendengar jawaban dari pacarnya.

"Gomawo"

'Jika, ia tau bahwa aku manager dari Kai apakah ia akan memperbolehkannya juga ? Park Chanyeol, maafkan pacarmu ini'

.

To be continued

.

Bonus Chapter…

"Argh… Hah…Hah"Lengkuhan itu keluar dari mulut Yifan. Yifan terpental kedepan dan bisa melihat Kai masih ada didalam. Bunyi mobil polisi dan ambulance langsung menghampiri Yifan.

"Kau tidak apa-apa"Pria bernada busan itu menayakan keadaan Yifan. Yifan mengangguk meskipun semua badannya sakit.

"T…to…long… a…d…iik…ss…aa..ya"Dengan nada terengah-engah ia menunjuk kearah dalam mobil yang terdapat Kai. Tanpa basa-basi, petugas menolong Kai terlebih dahulu. Yifan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

'Maafkan hyung, kai-ya. Temukan seseorang yang menurutmu berharga, Kai'dan sedetik kemudian mata itu rasanya berat dan menutup matanya untuk selamanya. Yifan meninggal dunia jam 8 pagi di busan.

Hai, aduhhhh…. Udah lama banget gak update…. Pertama, karena FFN gak bisa dibuka membuat aku susah update. Kedua… Laptop aku rusak dan data ilang part 2nya. Sehingga, aku lupa jalan ceritanya seperti apa. Ketiga, sibuk organisasi di kuliah. Jika kalian, masih ingin membaca monggo. Kalau review berkurang, saya maklumin salah saya kok karena updatenya kelamaan. Tapi untuk bulan ini, saya update cepat karena saya libur semesteran. Allhamdulilah, punya waktu untuk nulis. Sekian dari saya… Semoga, suka dengan reviewnya