CHAPTER II
Bel pulang sudah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas. Min dengan santai berjalan menyiusuri koridor sekolah lalu melwati tangga menuju lantai bawah. Rupanya salju pertama turun hari ini. Min sejenak melihat butiran – buturan salju yang turun lalu berjalan menembus hujan salju itu. Ia berjalan sendirian karena Suzy akan dijemput pacar barunya. Namun , seseorang tiba – tiba memayunginya. Min cukup terkejut lalu menoleh kekanan – kiri terlihat Gi Kwang yang memegang payung dan berdiri di sebelahnya lalu berkata " tidak baik berjalan ditengah salju. Kau bisa sakit" kemudian senyum yang mempesona itu kembali tersungging diwajahnya.
"terima kasih" ucap Min sambil tersenyum membalas senyuman manis Gi Kwang. Mereka berjalan bersama ditengah salju.
"kau pulang sendiri?" tanya Gi Kwang kemudian
"begitulah, Suzy sedang pergi bersama pacarnya." Jawab min
Gi kwang kemudian mengajukan satu pertanyaan lagi "kenapa kau juga tidak pergi dengan pacarmu?"
"hahaha, kau bercanda? Aku sama sekali tak punya pacar." Terdengar suara Min yang tertawa ceria.
"kau tidak punya pacar? Aku juga. Tapi aku sedang menyukai seorang gadis" min melongo mendengar kata – kata Gi Kwang barusan.
Lalu terdengar suara tawa gi kwang " hahaha, kau anggap itu serius? Aku bercanda."
"Aku tidak seperti itu, maksudku, aku, ahh, sudahlah aku tahu itu" Ucap Min.
"Dimana Rumahmu?" tanya Gi Kwang lagi.
" Apartement Gangnam nomor 120. Kau?" min menoleh ke arah Pria itu.
"nanti kau juga pasti tahu" Jawab gi Kwang dengan tenang.
"kalau begitu beri tahu aku arahnya" desak min
"sabar saja, kau akan segera tahu rumahku" jawabannya masih sama.
Sangat misterius. Ia membuat Min cukup penasaran. Ia terlihat berbeda dari yang lain.
Tak terasa mereka sudah sampai di sebuah apartemen. Apartement itu terlihat nyaman untuk ditinggali meski tak terlalu luas juga. Namun, sangat rapi .
"rumahku disini. Terima kasih banyak sudah mengantarku. Kau mau mapir dulu?" ucap Min kemudian.
" Tidak perlu. Aku juga mau pulang." Jawab gi kwang
"baiklah. Kalau begitu aku masuk dulu" min melangkah masuk. Namun, Gi kwang juga melangkah dibalakangnya.
"kenapa kau mengikutiku? Kau bilang kau akan segera pulang kan?" Min penasaran .
" ya, begitulah. Sekarang aku mau pulang." Jawab gi Kwang santai.
Min bingung dengan jawaban Gi Kwang. Pulang?.
Min sudah sampai di depan pintu Apartement nomor 120. Gi Kwang juga ada disana. Tepatnya di Apartement sebelah .
"disini Rumahku" ucap gi Kwang sebelum Min masuk ke dalam Apartement.
"apa? Jadi kau tetanggaku. Wah tak kusangka. tapi kau kenapa tidak menjawab pertanyaanku dari tadi?" tanya Min lagi
"karena kau juuga akan tahu jawabannya dengan sendirinya. Sekarang kau sudah tahu kan?" Ucap gi Kwang.
"ishhh~" Min mendesah.
"aku lelah, aku masuk dulu." Gi kwang lalu membuka pintu Apartementnya dan masuk. Begitu pula dengan Min.
Gi Kwang melhat min berjalan sendirian saat pulang sekolah. Ia lalu berinisiatif untuk memberikan tumpangan payung kepadanya. Mereka mengobrol banyak hal. Gi Kwang bertanya pada Min
"Dimana Rumahmu?".
" Apartement Gangnam nomor 120. Kau?" min juga kemudian bertanya padanya.
Apartement Gangnam nomor 122. Ucap Gi Kwang dalam hati.
"nanti kau juga pasti tahu" Jawab gi Kwang.
Sesampainya mereka di apartement Gangnam Min masuk terlebih dahulu dan Gi Kwang mengikutinya. Gi kwang berhenti di depan pintu apartement nomor 121 lalu mengatakan kepada Min bahwa itulah rumahnya. Min terlihat seperti anak kecil yang baru dibodohi namun ia tidak marah bahkan hanya mendesah. Kemudian mereka masuk kerumah masing – masing.
Gi Kwang melempar tasnya ke Sofa di ruang tengah kemudian mengambil minum dan kembali lagi. ia duduk sejenak . Mengistirahatkan raganya yang lelah. Ia terpikir dengan Min. Min sangat manis dan terlihat berbeda dari yang lain. Ia gadis yang pintar dan ceria. Gi kwang juga mencoba mengingat saat mereka bertemu.
"oh iya,, sepertinya ia gadis kecil yang pernah kutolong waktu di Amerika dulu." Ia tiba – tiba teringat dengan masa kecilnya. Ia mernah menolong seorang gadi secil yang kehilangan Kelincinya saat di taman. Gadis kecil itu sangat mirip dengan Min atau bahkan mungkin itu adalah Min.
Ia mulai benar benar memikirkannya. Gi kwang membuka flap ponselnya. Ia kemudian menelepon Jun Hyung dan mengajaknya pergi bersama sore itu namun, ternyata ia sedang pergi dengan pacarnya. Ia juga menelepon teman – temannya yang lain namun, mereka juga tidak bisa menemaninya pergi. Lalu ia berpikir bahwa Min pasti bisa menemaninya. Setelah mengganti pakaian seragamnya ia segera melangkah keluar lalu mengetuk pintu apartemnet yang ada di sebelah apartementnya. Terdengar suara langkah deri dalam. Semoga yang membukakan bintu bukan ibunya. Pintu terbuka dari dalam. Terlihat min yang sedang berdiri disana. Syukurlah ia ada di rumah.
"hai" sapa Gi Kwang
" oh, rupanya kau, masuklah" dengan ramah Min mempersilahkannya untuk masuk.
"kurasa aku bosan sendiri di rumah, kau bisa menemaniku pergi ke myeong dong sore ini?" tanyanya.
"sore ini ya, baiklah, kurasa aku bisa." Jawaban itu membuat hati Gi kwang merasa senang.
"baiklah, kalau begitu aku akan menghampirimu nanti sore. Aku pergi dulu. Masih ada yang harus kukerjakan di rumah." Gi Kwang berpamitan
Min kaget ternyata Gi Kwang adalah tetangganya. Gi Kwang adalah seorang yang berkepribadian baik menurutnya. Ia sedikit misterius tapi menyenangkan. Saat Min sedang memikirkan itu terdengar seseorang yang mengetuk pintu. Min berjalan ke pintu lalu membukakannya. Ternyata Gi Kwang yang ada disana. Ia terlihat lebih mempesona saat tidak menggunakan baju seragam. Ia memiliki Style yang bagus. Min mempersilahkan untuk masuk. Mereka duduk di sofa putih d ruang tengah. Gi Kwang mengajaknya pergi sore itu. Min menyetujuinya karena kebetulan ibunya sedang ada di Amerika untuk beberapa hari.
Setelah gi kwang pergi Min segera mandi lalu bersiap – siap. Ia berjalan keluar lalu mengunci pintu. Saat ia membalikkan badannya ternyata Gi kwang sudah berdiri di disana.
