Semalam Baekhyun mengalami panas tubuh luar biasa. Itu karena kemarin setelah pulang ke rumah dengan keadaan basah kuyup, ternyata Baekhyun melupakan makan malamnya.

Semua orang tahu jika Baekhyun paling tidak kuat berada di cuaca dingin. Dan cuaca kemarin sore benar-benar dingin, juga disusul dengan hujan deras. Gadis itu dengan sok kuatnya menerobos hujan untuk kembali kerumah.

Alhasil tadi malam tubuhnya menggigil hebat dengan panas yang tak turun-turun.

Chanyeol yang semalam tidur di ranjang Baekhyun terkejut bukan main saat gadis itu mengigau dalam tidur ya dengan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya.

Baekhyun pulang dari kampus hujan-hujanan. Ia bilang Sehun tidak bisa menjemputnya karena harus mengantar Nyonya Oh ke rumah sakit. Padahal sebelumnya dia bilang jika Sehun akan menjemputnya di kampus.

Tahu begini, Chanyeol seret saja Baekhyun dari kampus dan pulang bersama dengannya kemarin. Rasanya Chanyeol ingin menghajar wajah Oh Sehun itu.

"Chanyeol... Hiks..."

Chanyeol mengelus punggung Baekhyun yang sedang berbaring menghadap ke arahnya, mencoba membuatnya merasa nyaman.

"Kenapa sayang? Mana yang sakit hmm?" Chanyeol terus mengelus punggung Baekhyun dan mengecup keningnya.

Chanyeol merasakan panasnya suhu tubuh Baekhyun saat ia mengecupnya tadi.

"Yatuhan sayang, kau harus segera di bawa ke rumah sakit. Tubuhmu panas sekali." Chanyeol terduduk dari tidurnya dan mulai memegang kening dan leher Baekhyun yang benar-benar panas bukan main.

"Tidak! Aku tidak mau ke rumah sakit.. Hiks..." Baekhyun meronta saat Chanyeol mencoba utuk menggendongnya.

"Sayang.. Jangan begini! Kau harus segera di periksa dokter!" Chanyeol mencoba mengendong Baekhyun lagi, namun Baekhyun terus meronta.

"Tidak! Hikss aku tidak mau.. Hiks.." Baekhyun terisak sambil menggoyangkan tubuhnya yang lemas.

Chanyeol menjambak rambutnya lalu keluar dari kamar untuk memanggil kedua orang tuanya.

Beberapa detik kemudian mereka datang dan mengerubuni tubuh Baekhyun yang dari tadi tak bisa diam.

"Lebih baik kau menyiapkan mobil sayang." Ucap Ibu kepada Ayah.

Ayah langsung pergi ke garasi untuk menyiapkan mobil.

"Baekhyun sayang.. Tenang okay? Kau harus di bawa ke rumah sakit sekarang! Tubuhmu sangat panas." Ibu mengelus rambut Baekhyun sayang, ia lalu mencoba mengangkat Baekhyun agar ia tidak berbaring.

Baekhyun sudah tidak meronta lagi, dan mulai tenang.

Chanyeol lalu mengambil alih tubuh Baekhyun agar ia gendong.

Chanyeol menalungkan tangan Baekhyun ke lehernya dan mulai menggendong Baekhyun seperti koala

~o0o~

Chanyeol masuk ke dalam ruang inap Baekhyun saat gadis mungil itu sedang berbincang dengan seseorang dari sambungan telepon.

"Ya.. Aku baik-baik saja."

"Ya, dokter bilang ini hanya gejala tifus. Kau jangan hawatir Sehun-ah."

Ohh seseorang itu adalah Sehun.

"Okay.. Tak apa.. Bye Sehun-ah."

Baekhyun memutuskan sambungan telepon lalu melirik ke arah Chanyeol yang sedang menyeduh susu strawberry yang pastinya untuk Baekhyun.

Chanyeol menghampiri Baekhyun dan memberikan segelas susu berwarna pink lembut itu kepada Baekhyun, kemudian mengusap rambut Baekhyun.

"Kau harus banyak istirahat. Jangan memainkan ponsel terus."

Chanyeol duduk di kursi di samping ranjang sambil memperhatikan Baekhyun yang terlihat sangat manis saat meminum susu.

"Aku kan hanya menelepon Sehun. Dia bilang khawatir." Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut.

"Ya, baiklah asalkan tidak lama-lama."

Chanyeol mengecup kening Baekhyun setelah susunya habis Baekhyun minum.

Tiba-tiba seseorang datang dengan tas besar di tangannya.

"Eomma.." Chanyeol mengambil alih tas ibunya dan meletakkannya di sofa.

"Chanyeol.. Kau pergilah ke kampus. Baekhyun biar eomma yang menjaga." Ucap ibu sambil memberikan setelan kemeja kepada putra cikal keluarga Park itu.

"Tapi eomma--"

"Chanyeol... Tak baik terlalu lama meninggalkan tanggung jawab. Apalagi kau baru saja di angkat menjadi dosen."

Ucap Ibu memotong ucapan Chanyeol. Chanyeol mengangguk pelan

"Baiklah. Aku akan pergi ke kampus. Tapi nanti malam biar aku saja yang menjaga Baekhyun. Eomma dan Appa beristirahatlah di rumah."

Chanyeol meraih setelan kemeja dari tangan ibu lalu memasuki kamar mandi untuk mengganti bajunya.

"Sayang.. Sebentar lagi kau akan menikah. Ibu selalu berdoa agar kau berbahagia dengan lelaki pilihanmu." Ibu mengelus dan mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang.

Setetes air mata mengalir di pipi sang ibu.

Baekhyun merasakan hatinya nyeri saat melihat ibunya menangis.

"Maafkan aku, ibu."

Chanyeol yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat apa yang baru saja Baekhyun dan Ibu lakukan.

Chanyeol bukannya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka.

~o0o~

Hari ini Chanyeol hanya mengajar dua kelas, setelah itu ia bebas.

Chanyeol berencana pergi ke toko kue untuk membeli beberapa potong Strawberry short cake untuk Baekhyun dan ibunya, dan tiramisu untuk ayahnya.

Namun pandangan mata Chanyeol tertuju pada seseorang yang begitu Chanyeol kenal.

Itu Oh Sehun dan Xi Luhan. Calon suami dan sahabat Baekhyun sedang berada di toko kue. Ia mengepalkan tangannya hingga buku jari-jarinya memutih.

Chanyeol lalu mendekati kedua orang itu dan menyapanya. Penuh dengan kebencian tentu saja.

"Oh! Hai Chanyeol hyung. Kau baru pulang mengajar?" Ucap Sehun saat melihat Chanyeol di sampingnya.

"Ya. Apa yang 'kalian' lakukan disini?" Ucap Chanyeol katus. Dan menekan kata 'kalian' pada kalimatnya.

Sehun menggaruk tengkuknya dan mengangkat sebuah kotak di tangannya.

"I-ini hanya... Yeah.. Kue." Sehun menjawabnya dengan kikuk.

Chanyeol mengangkat sebelah alisnya, dan cukup membuat Sehun tidak nyaman dengan tatapannya.

"Mmmm.. Kalau begitu kami permisi hyung."

Sehun dan Luhan membungkuk kepada Chanyeol lalu keluar dari toko.

~o0o~

Chanyeol berjalan di koridor rumah sakit sambil memainkan ponselnya dan menyeruput bubble tea. Ia terlihat keren dan cute di saat bersamaan. Sungguh!

Chanyeol membuka pintu ruang inap Baekhyun dan mengerutkan keningnya saat melihat Sehun dan Luhan berada di dalam. Chanyeol lalu masuk ke dalam ruang inap Baekhyun.

"Oh, hai lagi Chanyeol hyung." Sehun menyapa Chanyeol -lagi.

"Kenapa kau tidak mengatakan jika ingin menjenguk Baekhyun?" Chanyeol meletakkan kota kue di atas nakas di dekat sofa.

"Ini kejutan untuk Baekhyun, hyung. Kupikir kau akan mengatakan pada Baekhyun jika aku dan Luhan akan mengunjunginya. Jadi aku tidak memberi tahumu."

Ucap Sehun sambil mengelus tangan Baekhyun. Chanyeol medengus kecil.

"Kami tadi bertemu hyung di toko kue, sayang." Ucap Sehun pada Baekhyun.

"Baekhyun. Aku membeli beberapa cake untuk ibu dan ayah. Kalian bisa memakannya nanti." Baekhyun mengangguk kemudian kembali mengobrol dengan Sehun dan Luhan.

"Aku akan pulang ke rumah." Ucap Chanyeol sontak membuat Baekhyun menoleh ke arahnya.

"Jangaaaan~~~" rengek Baekhyun manja. Tangannya ia ulurkan kepada Chanyeol, seperti anak kecil.

Chanyeol menghampiri Baekhyun yang mengulurkan tangannya dan Baekhyun cepat-cepat memeluk kakaknya itu.

"Baek.. Aku hanya pulang ke rumahmu dan datang lagi ke sini." Chanyeol membenahi lagi kata-katanya sambil mengusap rambut Baekhyun. Dan itu cukup membuat Baekhyun tenang.

"Kupikir kau--"

Chanyeol mengecup kening Baekhyun, membuatnya berhenti bicara.

"Sudah ya, aku pergi dulu. Aku titip Baekhyun pada kalian." Chanyeol keluar dari ruang inap Baekhyun setelah mendengan jawaban dari Sehun dan Luhan.

'Kupikir Sehun mengkhianati Baekhyun.' Batin Chanyeol.

~o0o~

Chanyeol baru saja keluar dari kamar mandi setelah ia mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana training yang nyaman dipakai untuk tidur.

Chanyeol sudah bersiap tidur di atas sofa panjang dengan selimut yang ia bawa tadi dari rumah.

Saat ia baru saja memejamkan matanya, tiba-tiba saja Baekhyun memanggilnya.

"Chanyeol..."

Chanyeol membuka matanya lalu melirik Baekhyun.

"Kenapa, sayang?" Chanyeol beranjak dari tidurnya lalu menghampiri Baekhyun yang menepuk sedikit ruang di ranjangnya.

Chanyeol berbaring menyamping di tempat yang Baekhyun tepuk tadi dan memeluk adik kecilnya yang manja ini.

"Kau tidak bisa tidur?" Baekhyun bergumam dan menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol.

"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"

Chanyeol, meskipun dia sangat menyebalkan dan selalu menggoda Baekhyun, dengan selalu membuatnya kesal setiap pagi dan menyikatkan giginya, tapi Chanyeol sangat perhatian dan begitu hangat bagi Baekhyun.

"Chanyeol... Kupikir... Aku tidak ingin menikah dengan Sehun..."

~o0o~

TBC