Naruto Fanfiction by Momoi Reiko.
Real stories/Disclaimer by Masashi kisimoto.
Present
~*Time travelling experience*~
Genre: Supernatural/Friendship/Tragedy.
Pair: no pair/All character.
Rating: Semua umur.
###
Malam itu dingin sekali bagi sasuke. karna malam itu dia yang pertama kali berjaga, melindungi teman-temanya dengan duduk sendirian diluar tenda. dan malangnya dia hanya ditemani api unggun, apel dan untuk perlindungan, dia membawa panah dan busur disampingnya. bahkan bulan yang bercahaya terang itu juga menemani sasuke. karna terlalu terang bahkan sasuke dapat melihat seluruh hutan yang gelap.
sunngguh menyedihkan memang, dia harus berjaga yang pertama kali. sesekali dia bernyanyi dan bersiul, untuk menghibur dirinya sendiri.
dia menguap, tapi bukan karna mengantuk, melainkan karna bosan harus duduk terus menerus menjaga api unggun.
karna kebosanan itulah yang mendorong dirinya untuk pergi jalan-jalan kedalam hutan. dia hanya sekedar jalan-jalan, untuk mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa bosannya. tapi, sepertinya dia telah masuk kehutan terlalu dalam, hingga dia lupa untuk mencari jalan kembali. tapi ada hal lain yang lebih penting daripada mencari jalan kembali, didepannya, kini berdiri sosok makhluk mengerikkan yang pernah dijumpainya sebelumnya. dengan perasaan khawatir dan takut, sasuke mencoba kembali dengan waspada, untuk menghindari kontak mata dengan makhluk tersebut.
malang nya nasib sasuke, makhluk mengerikkan itu menyadari keberadaan sasuke. dan dengan gerakan beringas, makhluk itu mengejar sasuke yang berteriak ketakutan.
ada empat yang mengejar sasuke, dia menoleh kebelakang untuk memastikannya. dan sekali lagi, dia berteriak sangat keras.
"sial!". sasuke mengumpat, "kenapa jadi seperti ini". sasuke tak memeperdulikan tentang jalan keluar lagi kali ini. dia hanya fokus untuk keselamatannya. sampai otaknya yang jenius tiba-tiba melompat keluar dari dalam kepalanya, "bodohnya aku. aku kan membawa panah".
dengan tersenyum penuh kemenangan, sasuke mengambil busur yang terkalung dilehernya. lalu panah dipunggungnya, dengan gaya seperti seorang pemanah prosessional, sasuke membidik targetnya. masih dalam keadaan berlari, sasuke melihat makhluk itu melompati dahan-dahan pohon seperti binatang. "dia juga bisa melompat!". pekik sasuke, "baiklah". sasuke mengarahkan panahnya kearah makhluk yang melompati dahan-dahan pohon tersebut, sasuke mebidik nya dengan teliti. 'crash', darah makhluk itu berceceran dimana-mana setelah sasuke memanah tepat dikepalanya.
makhluk itu jatuh, kemudian sisa tiga lagi dibelakang sasuke. "masih ada tiga lagi ya!". katanya, dia mengambil panahnya lagi. sasuke mengatur siasat dengan membelokkan arah berlarinya kekiri menuju tumpukan kayu-kayu yang sudah roboh, sepertinya itu menguntungkan bagi sasuke, karna dia bisa membidik dengan mudah, karna pohon yang tumbuh disana agak jarang. satu lagi makhluk berlari berdampingan dengan sasuke, saat makhluk itu menerkam dari samping. satu panah lagi mendarat dikepala makhluk itu.
dua tumbang, sisa dua lagi. perburuan dan diburu, sasuke layaknya seorang mangsa yang memiliki sifat pemangsa. dan dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya makhluk itu tidak bodoh, mereka mengepung sasuke dari sisi kanan dan kirinya.
"sial, mereka mengepungku". kata sasuke, "tapi bukan uciha sasuke namanya, kalau tidak bisa menghabisi mereka disini".
sasuke mengambil panahnya dan mebidik salah satu makhluk tersebut. dan lagi-lagi, panah itu mendarat dikepala makhluk tersebut. tapi itu membuat pertahanan sasuke lengah, karna membiarkan satu makhluk lagi dengan mudah berkeliaran disisinya. makhluk itu menerkam tanpa disadari sasuke. sasuke hampir saja terkena serangan makhluk itu, jika dia tidak reflek dan menghindarinya. sasuke berhasil lolos, tapi makhluk itu masih mengejar. dia mengambil panah lagi. jalan yang dilalui sasuke itu tiba-tiba menjadi menanjak, saat sasuke melihat kedepan, ada jurang yang tidak dalam disana, sasuke mengambil keputusan dengan melompat kejurang itu, sambil berbalik membidik makhluk yang juga melompat kearahnya. dengan gerakan slow motion, sasuke menarik busur, dan saat sasuke melepas pegangan pada panahnya. panah itu menancap dikepala makhluk itersebut. sasuke jatuh di tumpukan daun yang berguguran dengan terlentang. "ough". pekik sasuke.
dan makhluk itu juga mendarat disamping sasuke. dengan tersenyum bangga, sasuke berkata pelan. "aku benar-benar hebat".
dan diakhiri dengan tertawa kemenangan sasuke.
malam itu dia berjalan sendirian kearah tenda yang ditempati teman-temannya. dan sasuke melihat ada seorang berdiri di belakang api unggun. dia memperhatikan sasuke dengan melipat tangannya didada, "darimana saja kau ?". tanya orang itu.
"habis berburu". kata sasuke, "dan kau tidak akan percaya dengan apa kuburu, neji".
"apa ?".
"makhluk mengerikkan itu. aku menghabisi empat sekaligus".
"kau pergi kehutan sendirian. dan membunuh makhluk itu, kau gila". kata neji, sasuke duduk didepan api unggun. "tahukah kau bahaya apa yang mengincarmu ?".
"yah. aku tahu". kata sasuke, "dan sepertinya, malam ini kita tidak akan bisa tidur dengan nyenyak".
neji mendesah kemudian duduk disamping sasuke, "apa panahmu masih tersisa ?".tanya neji.
"masih ada banyak disini". katanya sambil menunjukkan punggungnya. neji mengobrol dengan sasuke sepanjang malam itu.
angin malam yang dingin itu terasa begitu dingin. neji mendekap tubuhnya dengan tangannya, tiba-tiba saja angin yang berhembus kearahnya seperti membawa sesuatu perasaan aneh baginya.
neji merasakan ada yang tak beres, dia berkata dengan berbisik disamping sasuke, "kau merasakan itu".
"ya".
"sunyi". kata neji, dia memperhatikan tempat itu dengan seksama.
"persiapkan panahmu, sasuke". sasuke mengangguk, dia menyiapkan panah seperti yang diperintahkan neji.
mata mereka tak berkedip karna fokus. "disana !" neji menunjuk kesebuah sisi gelap dari pohon yang tertimpa sinar bulan.
sasuke membidik kearah yang ditunjuk neji, dia menelan ludah karna cemas, hal mengerikkan itu terjadi lagi bagi sasuke.
angin menerpa wajah mereka, keringat dingin menetes di pelipis sasuke. perasaannya was-was, dia cemas dengan apa yang ada dibalik kegelapan itu. sasuke menelan ludah sekali lagi. dan dari kegelapan itu muncul, "naruto !". kata neji, "sedang apa kau disana ?". dan kengerian yang mereka rasakan langsung sirna dengan sendirinya, "ah.. aku sedang buang air kecil".
sasuke menurunkan panahnya. "sejak kapan ?". tanya neji.
"sejak tadi". kata naruto. sasuke dan neji saling berpandangan, "aku bahkan tidak melihatmu". kata neji lagi.
naruto mengembuskan nafas berat. "itu karna kau sedang asik mengobrol dengan sasuke". naruto berjalan kearah mereka berdua.
lalu duduk disamping sasuke dan neji. "aku tidak bisa tidur sekarang". kata naruto, dia mendesah pelan.
"baiklah, persiapkan senjatamu, naruto". kata neji, dia berjalan kerah samping tenda untuk mengambil tombak dan kembali lagi. "karna kita akan kedatangan tamu malam ini". neji merasakan ada sesuatu yang lebih mengejutkan daripada kemunculan naruto yang tiba-tiba tadi. dia adalah orang yang bisa dibilang, memiliki kepekaan yang sangat tinggi. dia bisa merasakan sesuatu perasaan aneh, bahkan daun yang jatuh disisinya pun bisa menjadi firasat aneh baginya.
naruto mengambil panah yang tersusun rapi disamping tenda.
"apa itu". kata sasuke, dia mendengar suara diatas pohon. "semuanya bersiap". kata neji, dia memegang tombaknya dengan erat.
suara itu bersahutan dimana-mana. sasuke, neji dan naruto memasang sikap siap bertempur sekarang.
"diatas!". pekik naruto, neji langsung melayangkan tombaknya pada makhluk yang melompat kearahnya.
tombak neji menembus tubuh makhluk itu, darah mengalir melalui tombak neji. kemudian neji menghempaskan makhluk itu kesamping.
"masih ada banyak disekitar sini". kata neji, "sepertinya mereka telah menemukan kita".
"bangunkan semua orang!". perintah neji, naruto langsung masuk ketenda untuk membangunkan semua temannya. sementara neji dan sasuke masih bersiap dengan kemungkinan yang akan datang. "disana!". kata naeji, datang dua makhluk lagi sedang berlari kearah mereka. sasuke membidik satu makhluk tersebut. dan panah sasuke tepat menancap dileher makhluk itu. satu lolos, tapi tidak dengan tombak neji yang dilempar kearah makhluk itu. 'crash', makhluk itu terhempas karna tombak neji.
"naruto!". neji berteriak kedalam tenda, "cepatlah!". makhluk itu berdatangan lagi dengan bergerombol dari tempat yang sama, neji dan sasuke sudah bersiap dengan kemungkinan yang ada.
"ada apa ini- aaaaaaaahk". sakura terkejut dengan sosok makhluk mengerikkan yang tergeletak didepan tenda.
"apa ini!".
semua orang sudah bangun dan keluar dari tenda masing-masing. "astaga!". kata sakura pelan saat melihat segerombolan makhluk yang sama berdatangan kearah neji dan sasuke. neji siap dengan tombaknya dan sasuke dengan panahnya, 'crash' satu panah mendarat di tubuh makhluk itu.
"naruto". kata neji sambil menoleh kebelakang. naruto sudah siap dengan panah selanjutnya. shikamaru dan yang lain mengambil peralatan dan berbaris didepan. "sial, kenapa mereka datang disaat seperti ini ?". kata shikamaru. mereka semua sudah siap dengan senjata mereka, panah dan tombak berterbangan kearah makhluk itu.
ada empat puluh lebih makhluk yang meneyerang kearah mereka. dan semuanya tumbang karna tombak dan panah yang menyerang mereka.
bau darah menyebar melalui udara dingin malam ini. semua orang sangat takut namun berani dalam saat yang bersamaan, kengerian malam itu akhirnya bisa diatasi meskipun kegelisahan masih menyelimuti mereka.
mereka mengambil tombak dan panah yang tertancap ditubuh mereka kembali. dan kini keberanianlah yang menyelimuti perasaan mereka.
"mereka datang lagi". kata kiba sambil menunjuk tempat yang mereka lalui, dahan pohon pun jadi tempat pijakan mereka. "disana!".
mereka bersiap dengan posisi siaga, saat makhluk itu sudah dekat, pertarungan epic pun terjadi malam itu. darah dan ketakutan menjadi satu. namun keberanianlah yang mendominasi. ino dan sakura berada didalam tenda untuk berlindung.
"dibelakangmu, naruto!". seru shikamaru. makhluk itu hendak menerkam naruto. 'crash' kepala makhluk itu tertembus tombak yang dilempar neji. naruto memandang neji kemudian mengangguk. perkelahian, pertahanan dan kekompakan sangat diandalkan saat ini. satu panah menancap dikepala makhluk itu,
dan panah yang lainya.
beberapa menit setelah pertarungan itu, akhirnya dapat menangkan oleh naruto dan teman-temannya. mereka terengah-engah karna lelah, tanpa disadari satu makhluk muncul dari atas pohon dan menyerang neji. neji menelak serangan tersebut dengan tombaknya namun sayang tangan makhluk itu menancap di pundak neji.
"Neji!". teriak naruto.
sasuke melayangkan panahnya, dan tepat menancap dikepala makhluk itu. neji sedikit terkena cipratan darahnya, namun keadaannya tak sebanding dengan darah yang menyiprat kearahnya.
semua orang menghampirinya. "kau baik-baik saja, neji ?". tanya shikamaru khawatir.
"yah. aku baik-baik saja".
" ayo, aku akan mebawamu ketenda".
shikamaru membawa neji kedalam tenda, disana ada sakura dan ino yang terkejut melihat keadaan neji. "ada apa dengannya, apa makhluk itu melukainya ?". tanya sakura khawatir. shikamaru membaringkan tubuh neji.
"apa yang lain baik-baik saja ?". tanya ino pada shikamaru.
"ya". kata shikamaru, "tapi kita harus merawat neji".
shikamaru melihat neji yang sedang menahan sakit sambil memegangi pundaknya. dia merebahkan tubuh neji. "hei, kawan kau akan baik-baik saja. aku janji, aku akan merawatmu sampai kau sembuh".
neji tersenyum dengan menahan sakit, "hah.. bagaimana dengan yang lain ?". kata neji.
"mereka baik-baik saja. tapi saat ini, kaulah yang perlu dikhawatirkan".
"aku tidak apa-apa shikamaru".
"hei, jangan berkata seperti itu. lukamu benar-benar harus dikhawatirkan".
neji tersenyum karna perhatian shikamaru, kemudian sakura dan ino membuka baju neji lalu membalut lukanya.
"tidurlah, kau aman sekarang". kata shikamaru sambil memegang pundak neji yang satunya. neji memegang tangan shikamaru kemudian tersenyum.
"jaga yang lain". kata neji. dia mendesah kemudian memejamkan matanya perlahan.
shikamaru keluar tenda untuk menemui yang lain, mereka semua terlihat kahawatir dengan keadaan neji. naruto langsung menanyakan keadaan temannya itu setelah shikamaru keluar. "dia baik-baik saja. hanya perlu istirahat". kata shikamaru, naruto dan yang lain terlihat begitu sedih.
"baiklah, ayo kita bersihkan sampah itu". semua langsung melihat kearah shikamaru. dan yang dimaksud sampah oleh shikamaru tadi adalah mayat makhluk yang sudah mereka kalahkan tadi.
"ehm.. makhluk itu ?". sasuke memasang wajah aneh.
"ya".
semua orang menelan ludah kecuali shikamaru. itu pertama kalinya mereka harus membersihkan darah dan mayat yang berserakan dimana-mana.
beberapa menit mereka melakukan pekerjaan itu, dan akhirnya bisa juga diatasi. meskipun harus menahan sesuatu yang akan keluar dari mulut mereka.
akhirnya, malam itu mereka bisa tidur dengan nyenyak. dan persiapan untuk perjalanan selanjutnya akan direncanakan saat pagi menjelang. meski neji masih dalam keadaan memburuk, mereka harus tetap berjalan untuk bisa kembali kedunia mereka.
Pagi harinya, mereka semua terbangun dalam keadaan segar. keadaan mereka sudah membaik dan stamina mereka sudah pulih kembali.
shikamaru merusak tenda yang baru saja mereka tempati dan membiarkannya begitu saja, untuk menghilangkan jejak.
sasuke sempat shock dengan aksi shikamaru yang merusak dengan membabi buta tenda yang baru saja ditempatinya itu. tapi tak perlu berpikir lebih lama, sasuke akhirnya membantu penghancuran tenda tersebut.
mereka melanjutkan perjalanan, dan kali ini perjalanan mereka adalah untuk keluar dari hutan dan mencari peradaban yang masih mungkin untuk dijumpai.
shikamaru membantu neji berjalan dengan meletakkan lengan neji dipundaknya. mereka bejalan setengah hari penuh, dan akhirnya bisa keluar dari hutan. didepan mereka kini ada sebuah rumah-rumah kecil yang berpenghuni, mereka kesana untuk mencari bantuan, dan juga makanan.
penduduk disana masih terbilang begitu tradisional, pakaian mereka pun masih mengenakan pakaian tradisional khas jepang, kimono.
mereka mampir disebuah rumah. dan meminta sedikit makanan.
sakura memperhatikan tempat itu, dan dia teringat akan sesuatu. dia segera mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah buku dengan tulisan 'sejarah'.
shikamaru dan kawan-kawan mengsingkan diri sebentar dari penduduk tersebut ke hutan sebelah.
kemudian sakura menunjukkan isi dari buku yang dibacanya, "apa kalian pernah membaca buku sejarah ?". tanya sakura pada semua temannya.
"tidak". jawab mereka serempak.
"lihat dengan apa yang kubawa ini". kata sakura sambil menunjukkan bukunya, "aku pernah membaca buku ini sekali waktu aku keperpustakaan, dan apa kalian tahu, tempat yang kita datangi tadi adalah tempat yang tertulis dalam buku ini".
semua berpandang-pandangan satu sama lain.
"dalam buku ini tertulis kalau penduduk itu memiliki sebuah kuil yang bernama, nakano". kata sakura, "dan penduduk itu sendiri pun dinamai dari kuil itu".
"tunggu, aku pernah mendengar nama itu". kata neji, "itu adalah sebuah kuil yang didirikan tujuh ribu tahun yang lalu oleh seorang pendeta yang berkelana dari penjuru dunia".
"tujuh ribu tahun yang lalu ?". tanya shikamaru.
"ya". kata sakura, "seperti yang dikatakan neji. kuil itu pertama dibangun oleh seorang pendeta. dibuku ini tidak disebutkan namanya".
"kenapa ?". tanya shino.
"aku tidak tahu". kata sakura, "tapi menurut legenda, kuil itu diciptakan untuk menangkal kekuatan jahat".
"kekuatan jahat ?". kata shikamaru, "kekuatan jahat seperti apa maksudnya ?".
"kekuatan dari pemusnahan". kata sakura, "dan untuk pemusnahan".
"pemusnahan. maksudmu seperti menghancurkan tempat tertentu dengan mencakup skala yang luas".
"ya, seperti itulah".
"lalu. dimana letak kuil itu ?". tanya kiba.
"dibuku ini tidak dituliskan tempatnya".
"apa ?". kata kiba terkejut, "jadi itu hanya dongeng".
"kau salah". kata neji, "dongeng hanya memiliki unsur cerita yang dibuat-buat, tanpa menyertakan fakta dan bukti yang jelas. ini adalah legenda".
"kalau itu legenda, seharusnya ada petunjuk atau letak yang dapat memnujukkan tempat itu". kata shikamaru.
"ada". kata sakura, "dibuku ini dikatakan, untuk sampai ke kuil itu kita harus melewati tiga gunung dan sungai yang membelah hutan, kemudian angin yang mengikuti matahari terbit".
"apa itu seperti teka-teki ?". kata sasuke, "aku merasakan ada unsur kerahasiaan dari pernyataan itu".
"kurasa kau benar, buku ini hanya sejarah yang berpegang erat pada legenda. jadi tidak ada gambar atau petunjuk yang pasti dimana letak kuil itu".
"tapi, buku itu ditulis saat peradaban itu sudah punah bukan ?". kata neji, "sedangkan sakura mengatakan, kalau penduduk yang disana itu sama seperti yang ada dibukunya".
"itu artinya ?". kata shikamaru.
"kita harus mengikuti petunjuk itu, untuk sampai di kuil nakano".
mereka melanjutkan perjalanan lagi, setelah keluar dari hutan dan berpamitan pada penduduk yang bernama nakano itu, sakura bertanya-tanya sedikit pada sebagian penduduk yang ada disana. dan yang didapatkan sakura adalah sebuah fakta dan bukti yang jelas. dia tersenyum lalu berpamitan pada salah seorang penduduk itu.
dalam perjalanan sakura mengatakan apa yang telah diceritakan penduduk nakano tadi. "apa yang dikatakan penduduk nakano tadi sama persis dengan petunjuk yang ada dibuku ini".
"bisa kau tunjukkan".
"tiga gunung, itu berarti tiga rintangan. sedangkan sungai yang membelah hutan, penduduk itu mengatakan hanya kesetian yang dapat bertahan. sedangkan angin yang mengikuti matahari terbit, fatamorgana akan tercipta".
"tunggu-tunggu". kata sasuke, "tiga rintangan, hanya kesetiaan yang dapat bertahan, dan fatamorgana akan tercipta".
"itu memang teka-teki". kata neji, "bisakah kau memecahkannya, sasuke".
"aku sedang berpikir".
"pertama, tiga gunung untuk dilewati". kata shikamaru, "kedua, sungai yang membelah hutan. dan ketiga, angin yang mengikuti matahari terbit. dan sakura menjelaskan arti yang lain dari petunjuk pertama".
mereka melakukan perjalanan yang mudah kali ini, sekarang mereka sudah memasuki padang rumput yang sangat luas. nuansa yang diciptakan begitu nyaman dan menyejukkan.
mereka berjalan beriringan, dengan neji yang masih di bantu oleh shikamaru.
"kurasa petunjuk yang pertama adalah pengertian yang merujuk pada petunjuk yang kedua, sedangkan yang kedua, adalah bagian misteri yang harus dipecahkan sendiri". kata sasuke, "itu sangat wajar bukan, kita mendapat petunjuk langsung dari penduduk asli dalam sejarah itu".
"hmm.. aku masih bertanya-tanya". kata neji, "kita berada ditahun berapa sekarang ?".
"petanyaanmu itu sangat tidak penting neji". kata sasuke.
"kau salah. saat kita mengetahui tahun dan hari berapa kita tinggal, itu menunjukkan kalau kita masih memiliki kesadaran akan hidup".
"aku tidak mengerti maksudmu".
"ambil contoh sebuah minuman, mereka pasti memiliki tanggal kadaluarsa disetiap botolnya. jika tanggal kadaluarsa dari botol tersebut masih jauh dari tanggal yang ditentukan, itu artinya kita mengetahui kalau minuman itu masih bisa digunakan".
sasuke menyadari sesuatu yang tidak bisa dirasakan oleh yang lain.
"aku tahu, semua yang kau katakan itu tentang perbedaan waktu dan penggunaan antara petunjuk pertama dan yang kedua bukan ?".
"hmm".
"lalu apa maksudnya itu ?". tanya sakura, "aku bukan orang yang ahli dalam memecahkan teka-teki".
"maksudnya adalah, air yang kau minum dari botol dengan tanggal kadaluarsa yang masih jauh dari tanggal yang ditentukan. air itu pasti masih memiliki rasa dan kegunaan yang menyehatkan. begitukan maksudmu ?". kata shikamaru.
"petunjuk kedua, adalah petunjuk yang menginginkan kita untuk merasakannya. sedangkan yang pertama kita diharuskan untuk memecahkan maksudnya". kata neji, "itu sama seperti saat kau meminum air yang masih jauh dari kadaluarsa".
"dan petunjuk pertama, sama seperti saat kau mengetahui kalau air yang kau minum sudah melebihi tanggal kadaluarsa". kata shikamaru.
"aku tidak mengerti". kata sakura.
"dunia ini seperti botol minuman yang didaur ulang". seru neji. "itu artinya, kita berada sangat jauh dari tahun di zaman kita".
"aku sudah tahu maksudnya". kata sasuke, "itu artinya, kita sudah dekat dengan tujuan kita, iya kan ?".
"begitulah". kata neji.
hening sesaat.
"oh, iya". kata sakura, "makhluk yang menyerang kita kemarin malam adalah tanda dari awal pemusnahan".
"apa maksudnya ?". tanya neji.
"artinya, seseorang telah memulai peperangan".
semua orang terkejut. "kenapa bisa begitu ?". tanya neji.
"kita akan mendapat jawabannya di kuil nakano". kata sakura, "oh. dan makhluk yang menyerang kita kemarin malam itu bernama, Trocks".
"Trocks". gumam shikamaru.
Trocks adalah sejenis makhluk atau hewan yang memiliki tubuh tegap seperti manusia, lengan dan kaki dari makhluk tersebut seperti lengan hewan buas pada umumnya. dan dari tangan bagian atasnya bisa mengeluarkan sebuah benda lancip dan tajam, seperti yang menusuk pundak neji kemarin malam.
wajah mereka tidak seperti manusia, mereka tidak mempunyai hidung seperti manusia pada umumnya, atau lebih mirip hidung serigala. dan gigi mereka hanya gigi taring, dan mereka memiliki bentuk mata seperti mata hewan, dan berwarna merah. tubuh mereka berwarna keabu-abuan, tidak berbulu dan juga tidak berpakaian.
"dan Trocks adalah, makhluk pertama yang muncul sebagai tanda kehancuran".
"makhluk pertama". kata shikamaru, "jadi masih ada lagi ?".
sakura menjawab dengan mengangguk.
shikamaru memasang wajah cemas yang tak begitu kentara, namun neji bisa menebaknya. "sudahlah, kita bisa mengatasi ini". kata neji.
shikamaru menoleh kearah neji dan tersenyum, "aku hanya takut". kata shikamaru, "aku hanya- aku hanya takut kehilangan kalian semua".
semua orang melihat kearah shikamaru, "kita tidak akan terpisah". kata sasuke, "kalau kita terus bersama". shikamaru memberi senyum hangat kepada teman-temannya. agaknya pertikaian diantara sasuke dan shikamaru sudah mereda. kini, mereka sudah semangat kembali dan perjalanan dilanjutkan.
dimulai dari rintangan pertama.
mereka sudah sangat jauh berjalan, dan mereka sudah melewati padang rumput yang membentang luas itu sampai akhirnya tiba disebuah hutan yang tak terawat. hutan itu seperti habis terbakar, dan hutan itu juga diselimuti kabut yang tak begitu tebal.
"tempat apa ini ?". kata shino, "sangat mengerikkan".
meskipun siang hari, didalam hutan itu terasa seperti malam hari. suasananya yang mencekam, tempat yang lembab dan kotor. mungkin saja hewan-hewan berukuran raksasa juga tinggal disini. pohon-pohon tinggi dan besar itu yang menghalangi sinar matahari untuk masuk sehingga hutan itu terlihat sedikit gelap.
"aku merasa aku melihat sesuatu". kata ino, mereka semua berhenti dan memperhatikan ino. "disana!". ino menunjuk sebuah pohon yang sudah tumbang, pohon itu berukuran sangat besar sekali.
semua orang memperhatikan pohon itu. dan dari balik pohon itu, muncul, "itu... Trocks !". kiba berteriak.
"sial, sasuke bunuh makhluk itu". kata neji, sasuke menyiapkan panahnya. makhluk itu menggeram, dengan liur yang menetes dari mulutnya.
panah sasuke melesat dan menancap di dada makhluk itu.
"masih ada lagi". seru neji, "disana!". dan segerombolan Trocks datang dari arah samping mereka.
"sial". umpat naruto, "kita harus pergi dari sini". mereka segera lari, naruto, kiba dan sasuke berada dibelakang untuk perlindungan dengan memanah mereka. neji, shikamaru dan yang lainnya segera berlari lebih dulu.
sasuke naruto, kemudian kiba mempersiapkan panahnya. makhluk itu berlari dengan kecepatan penuh kearah mereka.
dengan bersamaan, panah mereka bertiga melesat mengenai makhluk itu. mereka mengambil panah kembali, dan melesat lagi menancap ditubuh Trocks.
tapi panah mereka masih belum mengurangi jumlah dari Trocks. bisa dikatakan, banyak sekali Trocks yang sedang berlari kearah mereka.
harapan mereka hampir sirna, tapi dengan keputusan yang kuat. ketiga orang itu menahan trocks dengan bertarung jarak dekat menggunakan tombak. sementara yang lainnya masih berlari menyelamatkan diri.
naruto mengambil nafas berat kemudian mengeluarkannya bersama dengan keberaniannya. "cukup sampai disini". kata naruto, kemudian dia mengambil tombak yang menancap disampingnya, lalu menghunuskannya ketubuh trocks. naruto lmenyerang lebih dulu, kemudian disusul kiba dan sasuke. pertarungan sengit terjadi lagi, kali ini tiga lawan puluhan trocks. sasuke menghunus tombaknya kedada makhluk tersebut. kemudian kiba melompat dan menancapkan tombaknya. pertarungan itu sangat sengit, naruto bahkan terluka karna terkena serangan dari trocks.
mereka membentuk formasi menyerang dan bertahan untuk menghindari serangan dari makhluk itu.
kini shikamaru dan yang lainnya telah aman, mereka berhenti disebuah pohon besar.
"bagaimana dengan mereka ?". tanya ino mengkhawatirkan ketiga orang temannya yang sedang berjuang.
"aku akan kembali". kata shino, namun langkahnya dihentikan oleh shikamaru.
"mereka akan kembali". kata shikamaru, "percayalah".
shino memasang wajah cemas, juga yang lainnya.
dua puluh menit mereka menunggu, akhirnya kiba, sasuke dan naruto kembali dalam keadaan selamat. meskipun tubuh mereka berlumuran darah, mereka terlihat kelelahan, shikamaru langsung menolong mereka bertiga. disusul ino dan sakura.
"kalian baik-baik saja ?". tanya sakura,
"ya". kata naruto, "kami baik-baik saja". dia terlihat kesakitan saat mengucapkan kalimatnya.
"apa kau terluka, naruto ?". tanya ino,
"ini hanya luka biasa". kata naruto, dia mendapat luka goresan memanjang di lengannya. "kau harus segera dirawat". kata shikamaru, "kau juga, kiba , sasuke". mereka bertiga tersenyum kemudian membiarkan tubuh mereka di tuntun oleh ketiga temannya tadi.
kini sasuke, naruto dan kiba akan dirawat juga seperti neji.
shikamaru terharu atas keberanian mereka bertiga, solidaritas dan kesetiaan yang mereka berikan membuat shikamaru merasa sangat bahagia. mereka bahkan rela berkorban untuk temannya. hati shikamaru terasa hangat bercampur takut, dan sebuah cairan bening menetes dari mata shikamaru, mengisyaratkan isi hatinya saat ini. dia menangis.
"hei.. ayolah kami baik-baik saja". kata sasuke, dia memberi senyuman hangat pada shikamaru.
"aku bersyukur kalian baik-baik saja". kata shikamaru, kemudian mengusap air matanya.
setelah menunggu hari menjadi gelap, mereka akan beristirahat dan tidur untuk memulihkan keadaan mereka.
dan rintangan selanjutnya akan mereka lalui, keesokan harinya.
Sinar matahari memaksa masuk melalui celah-celah pohon yang rindang itu. kehangatannya menerpa wajah mereka, sembilan orang sahabat yang sedang terbaring di bawah pohon besar itu segera bangun dari tidurnya. mereka tak berharap kalau matahari akan mengusik tidur mereka, tapi itu menandakan kalau mereka harus segera bersiap.
satu persatu dari mereka telah bangun dari tidurnya, sambil mengusap mata dan menguap, atau meregangkan tubuh. shikamaru memperhatikan semua temannya yang seperti putri tidur, kemudian membuat pengumuman penting, kalau perjalanan mereka akan segera dilanjutkan.
semua orang langsung berdiri dan siap, saat shikamaru memberi perintah.
tentu bahaya masih mengincar mereka, dengan persiapan yang matang dan segala sesuatu sudah di perhitungkan. perjalanan pun segera dilanjutkan.
"kita akan kemana ?". tanya kiba, semua orang langsung menatap kearahnya, kiba menjadi salah tingkah dan gugup.
"sudah jelas bukan, kita akan ke kuil nakano". kata sakura, "apa perlu aku buatkan catatan untuk kau ingat".
kiba tertawa canggung, "tidak-tidak.. maaf, aku hanya lupa".
sakura menggeleng-gelengkan kepalanya.
"baiklah, bagaimana keadaanmu, neji ?". tanya shikamaru. "kurasa keadaanku sudah lebih baik". kata neji sambil memegang pundaknya, neji merintih sedikit.
"sudahlah, tidak usah dipaksakan". kata shikamaru, "naruto, sasuke dan kiba. bagaimana keadaan kalian ?".
"tidak bisakah kau lihat, tubuhku seratus persen telah kembali seperti semula". kata sasuke, shikamaru tersenyum melihat sasuke dan naruto yang membusungkan dadanya.
"kau lihat, kami baik-baik saja". kata naruto.
"baiklah-baiklah.. kalian jagoannya".
mereka akhirnya melanjutkan perjalanan, masih didalam hutan yang mencekam itu. sasuke dan naruto berjalan paling belakang, untuk berjaga-jaga.
sedangkan kiba dan chouji berada disamping, dengan memberi perlindungan kepada yang lain.
kekhawatiran mereka terhadap musuh masih menjadi yang pertama di benak mereka. naruto dan sasuke bertugas mengawasi pergerakan yang mungkin mencurigakan di belakang, sasuke dan naruto sudah menyiapkan panah mereka.
"kau mendengar sesuatu ?". tanya naruto pada sasuke.
"tidak".
"dibelakang, kurasa ada yang sedang mengikuti kita".
"bagaimana kau tahu ?".
"kenapa kita tidak berbalik dan melihat ada apa sebenarnya dibelakang". kata naruto. sasuke memiringkan bibirnya dan menatap lekat-lekat kearah naruto. "hei.. aku tidak suka caramu melihatku".
mereka berdua berhenti. kemudian saling berpandangan. "aku merasakannya juga, naruto".
"sudah kukatakan sejak awal, memang ada yang mengikuti".
mereka berdua kemudian berbalik, dan "tidak ada apa-apa". kata naruto.
"memang hanya perasaanmu saja, 'kan, naruto".
naruto menatap sasuke kesal, sedangkan sasuke hanya mengangkat bahu melihat reaksi naruto.
karna tidak ada apa-apa mereka kemudian berbalik ke arah semula, "aaaaaaaahh". sasuke dan naruto berteriak kaget karana melihat seorang pria sudah berdiri didepannya.
"ss-ssiapa kau ?". tanya sasuke, "kenapa kau mengikuti kami ?". pria itu tersenyum lebar kemudian menjawab, "aku adalah.. aku adalah ehmm_"
naruto heran dengan pria yang sedang berpikir itu, "aku_". kata pria itu menggantung, naruto dan sasuke menatap dengan aneh kearah pria itu.
"aha.. aku adalah pejalan kaki yang tersesat".
naruto dan sasuke memperhatikan penampilan pria yang sedang berdiri didepannya, bajunya sangat kotor, rambutnya acak-acakan, dengan jenggot dan kumis yang juga lebat dan tak terawat. sasuke dan naruto bertukar pandangan, kemudian melihat kembali kearah pria itu, "tersesat". kata naruto, "jadi kau tersesat disini ?".
pria itu menjawab dengan mengangguk. "siapa namamu ?" tanya sasuke.
"oh.. namaku!".kata pria itu dengan tersenyum lebar, "namaku... aha, namaku Yahiko".
naruto dan sasuke membuka mulutnya. "yahiko ya ?". kata naruto, "jadi, kau mau apa ?".
"aku mau ikut dengan kalian".
naruto dan sasuke saling berpandangan kemudian melihat pria itu lagi. "baiklah, kau bisa ikut kami". kata sasuke, dia mengizinkan pria itu ikut dalam perjalanan mereka. sasuke ternyata masih memiliki rasa iba yang tinggi, naruto memikirkan itu dalam pikirannya.
kemudian mereka berjalan kembali menyusul yang lainnya, dan sepertinya mereka berdua sudah tertinggal sangat jauh.
"darimana saja kalian ?". tanya shikamaru, kemudian matanya menangkap seorang lagi disamping naruto dan sasuke, "dan siapa orang itu ?".
"oh, dia yahiko". kata sasuke, "di bilang, dia tersesat dihutan ini. jadi aku mengajaknya ikut bersama kami".
shikamaru memperhatikan penampilan yahiko. "baiklah, apa dia punya izin untuk mendaftar dalam tim ini".
neji tertawa kecil mendengar perkataan shikamaru, "dariman asalmu, ehmm, tuan yahiko ?".
pria itu kemudian berpikir, sangat lama.
"ehhm.. shikamaru, sebaiknya tidak usah menanyakan itu. dia masih dalam keadaan tegang". kata sasuke, meredakan suasana aneh diantara mereka berdua.
"oh, baiklah".
kini mereka melanjutkan perjalanan, dan mereka mendapat teman baru yang sekaligus menjadi anggota tim yang baru, meskipun sedikit aneh.
tapi perjalanan tetap dilanjutkan, menuju kuil Nakano.
.
.
to be continued...
.
.
waaaahh.. maaf kalo aksinya kurang menegangkan.
kalau reader sekalian berkenan, mungkin ada kekurangan dan atau perlu perbaikan. REVIEW please !
