-IT'S YOU-

Genre : Fantasi, romance

Rated : T

Pairing : HUNHAN and EXO official couple

Summary : Mengapa tuhan selalu mempertemukan kita kembali? Apakah ini yang dimaksud dengan cinta abadi? Aku sangat mencintaimu Xi Luhan.-Oh sehun

Warning : TYPO(s),BOYXBOY,alur kecepetan,dll.

.

.

.

Hi aku balik lagi bawa yang chap 3. Semoga kalian gak bosen bacanya ya.

Aku juga disini mau balesin beberapa review dari para readers:D

.

0312luluexotics :: iya present timenya tahun 2013,jaraknya cuman 35 tahun cuman sebelum ada Igrainia&Ioin . Sehun sama Luhan udah berenikarnasi lagi.

Yantijinki:: Sama ioin sayang kkk

:: kalo bingung pegangan aja hehe. Iya ini ceritanya reinkarnasi

Ajib4ff :: nanti bakal ada kristao,tunggu aja Xd

Maaf ya readers yang udah review. Aku gak bisa bales semuanya. Kalau mau tau lebih lanjut PM aja oke? .

.

.

Part 3!

Sehun yang berada tepat di sebelah luhan kaget,betapa tidak dia juga mendegar apa yang dikatakan oleh xiumin tadi. Dia sebenarnya tau apa yang terjadi.

"Vam-vampire maksudmu? Hah yang benar saja aku tidak percaya"

"well aku juga tidak percaya,kita tunggu saja apakah benar rumor tersebut"

Luhan sepertinya harus percaya pada rumor yang mengatakan bahwa kris dibunuh oleh vampire.

Saat luhan masuk ke ruang mayat. Dia langsung membuka kain putih itu. Dan batapa terkejutnya Luhan mendapati luka bekas gigitan di leher kris.

Walaupun belum adanya bukti apa-apa tentang apa yang menyebabkan kris meninggal seperti itu.

"Tapi tidak ada salahnya bukan kalau aku percaya" batin luhan

Tapi dia juga sadar bahwa ini sudah zaman modern. Tidak mungkin bukan ada vampire? Yang benar saja.

"kau percaya bahwa vampire itu ada sehun-ssi?" Tanya luhan saat mereka dalam perjalanan pulang.

"aku percaya,well kau tau aku mengajar sejarah tentang kebudayaan kuno. Paling tidak topik yang kuajarkan tidak akan jauh dari kata vampire" sehun masih fokus menyetir.

"benarkah? Berarti kau hampir mengetahui semuanya tentang vampire" Luhan terlihat sangat bersemangat. Dia bahkan sekarang menatap sehun dengan mata yang berbinar.

Sehun yang merasa diperhatikan menoleh.

"astaga, indah sekali" batin sehun

Bahkan sehun hampir lupa bahwa dia sedang menyetir.

"Ne,hampir semua aku mengetahuinya. Kau mau kuberitahu satu per satu lu?" sehun bertanya

"wah kau baik sekali sehun,tentu saja aku mau" jawab luhan senang. Luhan masih saja menatap sehun

Sehun langsung saja mengusap pucuk kepala luhan dengan sayang.

"jika aku ada waktu ya lu,kau tau beberapa hari ini aku sangat sibuk menjadi dosen"

Sehun tersenyum melihat pipi luhan yang merona.

"Ba-baiklah"

Luhan tersenyum senang.

Tidak ada yang berbicara lagi setelah itu.

"kita sudah sampai" seru sehun

Mereka sampai dirumah Luhan. Rumah bergaya Eropa klasik itu tampak sangat sepi.

"Ne,terimakasih ya. Kau mau mampir dulu?" tawar Luhan

"Boleh,lagipula aku juga haus"

"kalau begitu kajja! Kita masuk"

Luhan mengeluarkan kunci dari saku celananya. Sehun mengikuti.

Saat didalam

"duduklah,kau mau minum apa?"

"aku tidak suka anggur,bagaimana dengan bir saja?"

"baiklah,kau tunggu disini ya"

Luhan pun melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan yang berisi berbagai minuman itu. Berjejer rapi di dalam lemari.

Sehun yang memang tidak bisa diam. Menegakkan badannya. Berjalan memperhatikan beberapa foto yang terpajang didekat perapian. Dia tersenyum. Disana terdapat foto seorang anak kecil yang sedang menaiki kuda. Dia sangat yakin bahwa anak kecil itu adalah Luhan.

Sungguh sangat lucu. Sehun kemudian kembali melihat foto Luhan dewasa yang sedang memakan Ice cream. Dia tidak bisa berhenti tersenyum

"apakah fotoku jelek?" Tanya Luhan

Ah rupanya luhan telah kembali. Sehun pun mendudukan dirinya di sofa.

"tidak jelek lu,kau sungguh sangat manis dan cantik"

Merasa dipuji Luhan pun menunduk malu.

"ini Birnya." Luhan menyerahkan segelas bir kepada sehun

"terimakasih,bersulang"

"bersulang"

Terdengar bunyi gelas yang beradu.

SKIP

Luhan tengah menonton tv. Hari ini cuaca kembali buruk. Lihatlah ini baru jam 2 tetapi langit Nampak sangat gelap sekali.

Sehun sendiri dia sedang mandi di kamar Luhan.

"kau sedang menonton apa Lu?"

"eh hunnie,kau sudah selesai mandinya?" Tanya Luhan begitu melihat sehun sudah berada disampingnya

"Ne,hunnie kurasa tidak buruk. Kau tidak menjawab pertanyaan ku yang tadi eoh?"

Sehun kembali merapatkan badannya ke Luhan

"oh ini aku sedang melihat acara tv tentang sejarah"

"memangnya apa topik yang di angkat lu?"

"kisah cinta abadi seorang yang bernama Ioin dan Igrainia" jawab Luhan

Sehun pun kemudian beralih ke layar flat di depannya itu.

"Kisah cinta yang tidak termakan oleh zaman. Seorang ksatria legendaris bernama Ioin,dan seoarang pangeran bernama Igrainia. Kisah cinta mereka kandas karena perang dingin antar kerajaan Zion dan kerajaan Lanor. Sang pangeran mati terbakar pada perang itu. Sedangkan sang ksatria menghilang entah kemana. Menurut para ahli sejarah berpendapat bahwa ia telah mati. Sungguh miris. Namun kisah cinta mereka berdua sangatlah abadi''

"bahkan ketika ajalnya menjemput,Ioin adalah kata terakhir yang diucapkan pangeran sebelum nyawanya menghilang bersama kobaran api"

"apa kau percaya akan kesetiaan Ioin,Lu?" sehun bertanya sambil menatap luhan dalam

"tidak,bahkan ketika kekasihnya itu berada di ujung kematiannya dia malah hilang entah kemana"

Bagai ditusuk oleh ribuan jarum. Hati sehun sakit saat mendengar ucapan luhan barusan.

"itu tidak benar kau tau Ioin menemaninya hingga ajal menjemput" pandangan sehun berubah menjadi sendu.

Luhan tertawa

"sudahlah hunnie,itu hanya sejarah yang belum diketahui kebenarannya"

Sehun pun hanya tersenyum paksa.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sehun masih berada di rumah luhan. Tidak ada niatan untuk meninggalkan rumah ini. Sehun sangat khawatir meninggalkan luhan sendiri. Walaupun luhan sudah terbiasa tinggal sendiri.

"eughh Hunnie" panggil Luhan

Sehun yang sedang duduk didekat perapian pun menengok. Mendapati sosok luhan yang sedang berdiri memandangnya.

"Iya lu,ada apa?" sehun masih memperhatikan gerak-gerik luhan. Dia pasti sedang menginginkan sesuatu. Pikir sehun

"Mm..begini ak-aku.."

"aku?"

Sehun sangat gemas dengan tingkah luhan saat ini kakinya bergerak kesana kemari,dan wajahnya yang dia tundukan.

"aku ingin kau menemaniku malam ini hunnie,kau tau tadi pemerintah bilang katanya akan mematikan lampu tepat pukul 8 malam. Aku kan takut gelap" ucap luhan sangat pelan

Bingo! Sehun benar,Luhan menginginkan sesuatu. Tepatnya menginginkan dirinya untuk menginap. Sehun sudah yakin 100% bahwa orang yang ada didepannya itu adalah reinkarnasi dari Igrainia.

"baiklah,jika itu permintaan mu lu. Dengan senang hati" sehun menjawab sambil tersenyum.

Merasa permintaannya di kabulkan. Luhan langsung memeluk sehun yang sedang duduk itu.

"yeay,gomawo hunnie. Kau baik sekali" ucap luhan girang

Tak sadarkah Luhan bahwa hal itu membuat sehun menegang? Kulit mereka bersentuhan. Rasanya seperti tersetrum listrik ribuan volt.

"ah iya sama-sama lu" sehun menjawab tersadar dari keterkejutannya.

"oh iya,apa kau lapar?ini sudah saatnya makan malam" luhan bertanya sambil melepas pelukannya itu.

"aku lapar lu,baiklah kajja kita makan malam" ajak sehun

Saat ini luhan tengah sibuk memasak didapur. Sehun hanya memperhatikan dimeja makan. Luhan memasak dengan sangat serius.

"makanan sudah siap" seru Luhan lantang.

"kau bersemangat sekali lu,wah sepertinya enak. Baked potato kesukaanku" jawab sehun

"jinjja? Aku hanya asal tebak saja loh hunnie,ternyata tebakkanku benar"

Sehun tersenyum. Walaupun igrainia sudah bereinkarnasi ternyata dia tidak lupa makanan kesukaannya itu.

Mereka makan dalam diam. Hening. Itulah keadaan saat ini.

Hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu.

"Hoam" luhan menguap

"kau mengantuk lu? Tidak baik kalau langsung tidur. Bagaimana kalau kita nonton tv saja?" tawar sehun.

"bukan ide yang buruk"

Luhan melangkah mendahului sehun menuju kamarnya. Luhan membuka pintu. Sehun mengikutinya masuk. Ruangan itu bersih dan nyaman. Sehun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar luhan.

Luhan menyalakan tv. Menciptakan ilusi agar ruangan tampak ramai. Sehun tau itu

"Film bagus" komentar luhan

"memang"

Sehun masih berdiri di pinggir tempat tidur luhan.

"kau mau ku ambilkan sesuatu hunnie?" Tanya luhan

"tidak terima kasih lu"

"kalau begitu kemarilah,sofanya empuk" tawar luhan

Setelah terlibat percakapan kecil. Luhan memandang sehun. Dan bibir lembapnya. Matanya yang lebut dan bersinar. Dan sehun berada sangat dekat dengannya.

Sebuah suara menyelip dibibir sehun,erangan. Sehun segera meletakan remote yang dipengan luhan dan berbisik.

"kau tau lu,ruangan ini sangatlah nyaman"

Sehun menunggu. Memberi waktu jika memang luhan hendak menolak atau menarik diri.

Luhan bergerak jemarinya menyentuh leher sehun. Matanya penuh dengan rasa ketertarikan yang kuat. Sentuhan jari-jari luhan membuat darah dalam diri sehun bergejolak. Mata luhan yang berwarna hazel terang dengan sensualitas yang sangat murni membuat sehun segera maju.

Hingga akhirnya,sehun mencium luhan. Memberikan kecupan-kecupan ringan pada bibir luhan. Sehun dapat merasakan bahwa bibir luhan melengkung keatas. Sehun tau bahwa luhan tersenyum.

Tangan sehun memengang pinggul luhan. Seolah tidak mau luhan menjalar di seluruh tubuh kedua insan menarik luhan lebih dekat lagi setelah ciuman menatap sehun. Menatap dalam waktu yang cukup lama.

Keadan ruangan saat ini remang. Hanya da cahaya temaram yang muncul dari tv yang sengaja dinyalakan. Erangan-erangan kembali muncul. Ada jutaan hal yang ingin sehun katakan. Namun tak ada satu pun yang berhasil lolos dari bibrnya.

Sehun peduli terhadap luhan begitu dalam. Dia ingin mengatakan "aku mencintaimu" tapi itu kedengarannya idiot sekali.

"kau tau lu,sepertinya tuhan sudah mempunyai rencananya sendiri" akhirnya sehun buka suara.

Luhan yang berada disamping sehun menatap mata lelaki dihadapannya ini.

"maksudmu?"

"kau percaya takdir?"

"ya,tentu aku percaya"

"sepertinya tuhan sudah mengatur takdir untuk kita berdua"

Sehun menatap luhan dalam. Walaupun wajah luhan sedikit berantakan akibat kegiatan tadi. Tetapi tetap saja indah dimata sehun.

"semoga" jawab luhan tersenyum penuh arti.

"coba ceritakan tentang kisah cintamu lu?" Tanya sehun

"tidak ada yang menarik" luhan memandang kosong langit-langit

"aku pernah bertunangan,tetapi dia meninggal saat menjalankan tugas di medan perang" luhan berusaha agar suaranya terdengar tidak bergetar

"oh,maafkan aku lu. Sungguh aku minta maaf. Dan aku turut berduka cita" sehun menyesal dengan pertanyaannya tadi.

"tak apa,lalu bagaimana denganmu?

"sama sepertimu,tak ada yang menarik. Terakhir kali aku menjalin hubungan 1 tahun yang lalu" jawab sehun malas

"lalu? Kenapa kau bisa putus?" Tanya luhan lagi

Sehun memandang luhan

"ops maaf,aku terlalu ingin tau sepertinya" luhan menyesal dengan pertanyaan barusan.

"dia tidak suka dengan jam kerjaku,dan sifatku yang tergantung mood"

Sehun menutup matanya. Luhan memandang sehun. Entah dapat keberanian dari mana Luhan mencium bibir sehun

Kemudian kembali terdengar erangan-erangan nikmat dari dua pasang anak manusia itu.

Tanpa mereka sadari seorang berjubah tengah memandang jijik kedua orang yang tengah bercumbu itu.

"cih,ternyata Ioin dan igrainia sudah bertemu. Sepertinya tak lama lagi perang akan terjadi….."

TBC…..

Hua aku sibuk banget belakangan ini. Maaf kalau ceritanya kependekan-,-

Mian mian mian :D

Review nya kembali author tunggu, dan juga makasih yang udah mau baca*bow*