Teenager Life
Chapter 3
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Comfort and Hurt/Romance
Pairing : SasuSaku
Chapter 3 : Double Character
Warning: Seluruh karakter ini milik Masashi Kishimoto, sedangkan ide ceita ini seratus persen milik saya. Typo(s), alurnya ngalur-ngidul, dan kejelekan lainnya. Masalah rate bisa berubah lohhh, hati-hati.
Happy Reading^^
Dengan kepala Sasuke yang tergolek di pahanya, kini pekerjaannya adalah memandangi paras damai Sasuke yang sedang tertidur. Mau dilihat dari jarak jauh maupun dekat, kesimpulan yang ia tarik tetap sama. Ketampanan manusia di depannya ini memang asli. Meskipun model rambutnya aneh, kata hampir sempurna tak dapat dihilangkan dirinya. Kulitnya putih bersih seakan dia juga melakukan perawatan yang juga dilakukan oleh wanita. Dan pria mesum satu ini, sepertinya sering kurang tidur entah karena apa, karena kantung matanya jelas terlihat bila dilihat dari jarak dekat seperti ini. Namun, itu bukan suatu masalah yang mengurangi ketampanannya. Di samping itu, hidungnya bangir dan bibirnya tipis. Tipikal pria idamannya memang ada di dalam diri Sasuke.
Sakura mengulurkan tangannya dan membelai lembut wajah Sasuke. Tiba-tiba saja muncul perasaan senang di hatinya. Apa penyebabnya, dia tidak tahu. Pokoknya, dia merasa sangat nyaman bila seperti ini. Ia singkirkan helaian poni yang menutupi mata Sasuke yang terpejam. Tak mendapat respon negatif, Sakura meneruskan kegiatannya. Ia juga menyisiri rambut Sasuke yang berantakan dengan tangannya sendiri. Mungkin, sisi feminim dari dalam dirinya sedang bersinar terang saat ini. Saat sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba …
"HUWAAA!"
Sakura berteriak saat ia melihat Sasuke melotot ke arahnya persis seperti hantu yang bangkit dari kubur di dalam film horror yang sangat ia benci. Sebagai refleks, Sakura menampar pipi Sasuke dengan pelan. Jantungnya seakan mau lepas karena tingkah jahil Sasuke. Sakura membuang mukanya.
"Sana! Jangan tidur di pangkuanku lagi!" ketus Sakura sambil mendorong-dorong kepala Sasuke supaya menyingkir dari pangkuannya. Sasuke beranjak dari pangkuan Sakura dengan tawa kecil yang ia pakai untuk mengejek Sakura yang sekarang sedang merajuk.
"Asyiknya memandangi wajah orang tampan," sindir Sasuke yang diikuti tawa kecil. Wajah Sakura memerah karena menahan malu. Kalau begini, memang dia yang bodoh. Kenapa perasaan nyamannya dapat muncul di tengah-tengah keadaan seperti itu? Dan, bodohnya lagi, kenapa dia tergoda untuk mengelus-elus rambut pria sinting ini? Tindakan yang seharusnya ia lakukan adalah menjambaki rambut biru malam itu supaya dia terganggu karena mimpi buruk yang nyata. Sakura mengumpat dalam hati saking kesalnya. Sejak kapan seorang Sakura yang tak terkalahkan, kalah dengan skor dua-kosong? Kalau sudah begini, lebih baik dia kabur saja. Cukup sudah ia merasa bahwa malu membebaninya satu hari ini.
"Terserah!" Lagi-lagi Sakura berkata dengan ketus. Kini nada bicaranya itu ia lengkapi dengan tatapan tajam yang diibaratkan sebagai duri kaktus yang tidak pula tajam(?) Itulah arti tatapan Sakura di matanya.
Dengan hentakan kaki yang terkesan marah, dia beranjak dari bangku itu. Langkah kakinya ia hentakkan dengan penuh keterpaksaan. Wajahnya ia tekuk dengan kedua pipi yang mengembung. Semua tingkah Sakura itu dianggap suatu lelucon yang mengocok perut bagi Sasuke. Telinga Sakura panas ketika Sasuke dengan enaknya menertawakannya dengan cukup keras. Sakura makin mempercepat langkahnya menuju aula sekolah. Tetapi, langkahnya tertahankan ketika Sasuke memeluknya dari belakang.
Posisi yang tak mengenakan hati kembali terjadi. Sasuke merentangkan tangannya untuk memeluk Sakura dari belakang. Itu membuat punggung Sakura ditabrak oleh badan indah Sasuke. Tindaknnya itu membuat Sakura tak dapat bergerak. Dan, sudah ia pastikan, kedua tangan Sasuke yang melingkari dadanya adalah hal yang sangat disengaja. Tadinya paha, sekarang dada. Predikat mesum kuadarat memang cocok diberikan pada keturunan Uchiha yang bungsu ini. Sakura langsung melepaskan tangan Sasuke yang melingkar di dadanya disertai dengusan. Tetapi, sepertinya tangan Sasuke sedang gatal. Secara cekatan, ia kembali melingkari anggota tubuh Sakura. Bukan dada yang ia lilit, melainkan perut datar miliknya. Ditambah dengan menidurkan kepalanya di bahunya. Ralat, mari kita beri gelar mesum pangkat tiga pada Sasuke. Sudah tiga bagian sensitifnya dijamah oleh Sasuke, walaupun tidak berujung ke masalah seks. Tetap saja itu disebut mesum! Dan bisa saja merambat menjadi ke hubungan intim, kan? Sakura menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sejak kapan Sakura bisa memikirkan hal-hal seperti itu? Dia kan masih polos untuk masalah itu. Baiklah, aku tahu kalian tidak setuju dengan pendapat barusan. Kalau tidak setuju, kita ralat menjadi sedikit bercorak.
"Lepaskan bodoh!" Sakura bersuara dengan nada memerintah sembari berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tangan Sasuke. Tetapi, sesuai kodrat yang telah berlaku. Laki-laki selalu lebih kuat daripada perempuan. Alhasil, usahanya itu pun nihil.
"Jangan masuk secepat itu. Anggap saja hari ini adalah hari khusus menemaniku sebagai hari pertamaku di sekolah ini," Sasuke membalas dengan tenang. Sakura menaikkan sebelah alisnya.
"Kau sudah gila? Aku sudah dua kali bolos, kalau sampai tiga kali, aku akan di skors. Lalu kakakku akan mengamuk! Dan dia akan menceramahiku sepanjang hari! Dan berakhir pada larangan keluar rumah!" balas Sakura dengan galak. Helaan nafas terdengar jelas oleh Sakura.
"Kau ini lupa atau tidak tahu? Siapa ketua yayasan sekolah ini?"
Pertanyaan yang dilontarkan Sasuke itu membuat Sakura berpikir dua kali. Mari kita ingat-ingat masalah sekolahnya ini. Konoha High School adalah sekolah yang tenarnya luar biasa di seantro Konoha, kotanya. Merupakan sekolah yang terakreditasi A dan tempat berkumpulnya orang-orang yang kaya dan pintar. Keluarga Inuzuka merupakan donatur terbesar di sekolah ini. Namun, donatur utama tetap saja keluarga Uchiha. Sementara itu, sekolah ini dipimpin oleh Uchiha Mikoto. Lalu masalah ketua yayasan di sekolah ini? Entahlah. Dia lupa namanya. Lagipula, dalam hidupnya hal itu tak terlalu penting. Kalau begitu, sekolah ini milik keluarga Uchiha. Dan manusia di depannya ini bernama Uchiha Sasuke. Jadi, kemungkinan terbesarnya adalah Sasuke merupakan kerabat sang pemilik sekolah.
"Kau tinggal mengatakan, "Aku ditawan oleh Uchiha Sasuke," dengan ekspresi yang mendukung. Hanya itu saja, maka kau akan selamat," Helaan nafas kembali terdengar. Itu bukan Sasuke yang sedang bernafas, melainkan Sakura yang sedang pusing karena memikirkan segalanya.
Sakura membungkam mulutnya. Rasanya segala opini yang berputar-putar dalam benaknya tak perlu lagi ia utarakan. Mungkin pilihan terbaik yang dapat ia lakukan adalah menuruti kemauan pria bermata onyx yang ada di belakangnya. Kalau diingat-ingat, mata pelajaran yang sedang berjalan sekarang adalah Fisika. Pelajaran nomor dua yang ia benci setelah Matematika. Daripada berkutat dengan rumus, angka, serta teori penemuan, lebih baik dia menemani Sasuke saja. Toh, kerugian yang ia tanggung tidaklah banyak. Hanya rasa jengah apabila dijahili dan dianggap remeh oleh laki-laki sok ini. Selebihnya, sepertinya tak ada. Jadi, bukan suatu pilihan yang salah bila ia mengikuti kemauan sang target gilanya.
"Karena kau diam, aku anggap itu jawaban lain dari setuju. Sekarang, lebih baik kau melihat mobilku," putusnya dengan nada sombong karena sebentar lagi acara pamernya hendak dimulai.
Sasuke melepaskan back hug-nya dan ganti menggandeng tangan Sakura. Sakura hanya bernafas lega karena dia sudah bisa lepas dari cengkraman si raja setan. Tidak perlu melawan, lagipula itu tak ada gunanya. Rencananya, dia mau mengumpulkan tenaganya untuk meninju manusia di depannya dengan pukulan mautnya. Sakura hanya mengikuti kemana arah Sasuke menuntunnya tanpa ada protesan. Mungkin saja mood untuk bicara Sakura sedang berkurang. Lagipula, itu mengamankan kan? Kalau seperti itu, kita jadi tidak perlu mendengar teriakan ultrasonik dari bibir mungil Sakura. Sasuke membawanya menuju lapangan parkir. Mereka berdua berjalan mendekati mobil tipe Ferrari 458 Italy biru malam itu. Melihat bentuk body mobil ini, gairah Sakura bangkit lagi. Ia selidiki dengan teliti bagian fisik mobil ini. Pokoknya ia harus hafal, ini semua demi kelancaran kasusnya. Plat nomornya ialah B 1 US.
Yup! Mudah sekali untuk dingat. Otak Sakura dipancing lagi untuk berpikir. Yang harus ia pecahkan sekarang ialah tentang plat nomor mobil Sasuke ini. Jika dibaca dengan terjemahan menurut pikiran Sakura, plat itu bertuliskan BIUS. Jika diterjemahkan, B merupakan huruf awal. Sedangkan 1 kita anggap sebagai pengganti huruf I. Lalu US huruf pelengkap terakhir. Jika dirangkai menjadi BIUS. BIUS? Apa maksudnya? Apakah mereka juga menjual obat bius yang berstatus ilegal? Atau itu sebuah akronim yang menyampaikan pesan rahasia? Ah! Pastilah plat nomor mobil ini memiliki pesan rahasia yang ingin disampaikan. Mari berpikir. BIUS, itu merupakan akronim dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, ia sama sekali tak tahu. Lain dengan masalah bahasa Inggris, yang langsung terpikir olehnya adalah "Be Invisible lIke US!"
Pastilah itu benar. Invisble –organisasi yang belum tenar di kalangan pengedar- pasti ingin memperbanyak anggotanya supaya transaksi yang dapat dilakukan lebih mudah dan cepat. Patut ia puji kelihaian Sasuke dalam menyusun kombinasi angka dan huruf untuk plat nomor mobilnya. Pertama kali, saat ia melihat plat nomor itu di foto yang diberikan Ino, dia menyangka bahwa US adalah nama lengkap Sasuke yang diinisialkan, Uchiha Sasuke. Sakura mangut-mangut setelah ia selesai melirik badan mobil ini. Satu petunjuk lagi yang dapat ia ambil. Ada sticker yang bertuliskan Invisble di sisi depan mobil yang dibentuk sedemikian rupa. Mungkin saja, setiap mobil anggota grup memiliki itu sebagai tanda bahwa mereka bergabung.
"Lihat juga bagian dalam," ajak Sasuke.
Suara baritone Sasuke memecahkan segala pemikirannya yang sudah melambung jauh kemana-mana. Pintu mobil Sasuke sudah dibuka lebar-lebar. Seakan ingin mempersilahkan Sakura untuk memeriksa apa yang ada di dalam mobilnya. Sakura duduk di jok mobil. Isi mobil Sasuke sama saja dengan mobil Gaara. Yang membedakannya hanya ada mini bar di belakang. Kemudian, sepertinya mobil ini telah dirombak Sasuke menjadi mobil pintar karena terdapat juga laptop kecil dan tempat DVD Player diganti menjadi tempat layar monitor bertengger. Kalau menurutnya, laptop kecil itu untuk mengatur bagian msin. Satu lagi, mobil ini juga dilengkapi oleh tabung nitro yang entah berapa kekuatannya. Kalau menurut Sakura, mobil mahal ini dimodif untuk unjuk gigi di arena balap liar. Sama seperti yang ada di film kesukaannya, Fast and Furious.
Rasanya Sakura puas setengah mati karena sudah melihat mobil balap liar yang selalu ia dambakan. Kalau mobil Gaara didandani dengan alat-alat sedemikian rupa. Kakaknya yang satu itu sama sekali tak mempunyai fantasi atau niat untuk membuat mobil balap sendiri. Padahal Gaara adalah maniak otomotif sepertinya. Terserahlah, masalah kemalasan kakaknya tak usah kita bahas. Toh, yang penting dia telah mewujudkan salah satu impiannya.
Keasyikannya melihat isi mobil Sasuke, dia jadi tak sadar bahwa sedari tadi Sasuke telah duduk di kursi kemudi. Tatapan berbinar pertanda takujbnya terpatahkan karena Sasuke membanting pintu mobilnya. Lalu dia juga menutup pintu mobilnya lalu menguncinya. Memikirkan bagaimana kelanjutan yang mungkin saja terjadi, Sakura membuka door lock berniat untuk keluar sekarang juga. Sayangnya, dia kalah cepat dengan Sasuke yang langsung menarik lengannya. Sasuke kembali mengunci pintunya. Sakura menghempaskan tangan Sasuke yang masih menempel di lengannya.
"Jangan menyentuhku, bedebah!" serunya kesal. Mendengar suara volume ultrasonik kembali terdengar, Sasuke menuruti apa yang Sakura minta. Sakura melipat kedua tangannya di depan dada. Kepalanya ia miringkan ke arah kaca jendela.
"Aku hanya ingin mengajakmu jalan," kata Sasuke. Tetapi, Sakura masih memandang ke arah luar seakan dia tak peduli dengan ucapan pria itu. Sasuke tak berbicara lagi. Keadaan pun menjadi hening.
Sasuke memasukkan kunci mobilnya lalu memutarnya ke kanan. Itu membuat mesin mobil hidup. Setelah itu, layar monitor hidup. Sakura melihat semua yang Sasuke lakukan melalui sudut ekor matanya. Rasanya ia begitu tertarik melihat monitor itu. Seperti ada magnet yang menariknya dengan sangat kuat sehingga dia harus menoleh. Akhirnya, ia menoleh pada monitor itu. Saat ia menoleh, ia melihat Sasuke sedang mengetikkan sesuatu di keyboard laptop kecil itu. Entah apa yang ia ketikkan di sana, sepertinya sudah selesai karena sekarang Sasuke memegang gigi mobil.
"Ikatkan sabuk pengaman padamu,"
Nada bicaranya terkesan dingin. Namun, Sakura tak mengindahkan apa yang Sasuke perintahkan. Sakura malah menganggap hal itu sepele. Selama jalan dengan Gaara kemanapun, dia tak pernah memakai sabuk pengaman. Jika ia memakainya, ia tak bebas bergerak. Dan sekedar pengetahuan, ia benci dikekang. Sasuke saja menyuruhnya dengan nada ngesok, mana mau dia menurutinya. Itu sama saja menurunkan harga dirinya. Kemudian, ia melihat ada seringai kecil. Sakura tambah tak peduli. Kakaknya saja dia lawan apalagi pacarnya. Dia memajukkan giginya menjadi gigi satu dan menginjak pedal gas dengan kencang.
Sakura santai-santai saja saat mobil sport ini melaju kencang keluar dari halaman parkir. Untung saja pintu gerbang dibuka lebar-lebar, jadi mobil yang jalannya seperti sedang ada di pacuan kuda ini bisa berjalan dengan leluasa. Sakura tak mau memikirkan lagi kemungkinan apa yang akan terjadi. Lebih baik dia menikmati apa yang sedang berlangsung. Di dalam hati, ia berharap kalau Sasuke akan membawanya ke tempat dimana mereka dapat bersenang-senang.
"Hey, gila! Kita mau kemana?!" teriak Sakura saat dia melihat di jalan yang mereka lalui sepi. Dan, dia tak tahu sekarang mereka sedang di daerah mana. Sepanjang dia bertugas mengejar penjahat, dia tidak pernah singgah ke jalan ini. Jangan-jangan Sasuke mau membawanya ke rumah terpencil yang beralamat di tempat sepi lalu merenggut kesuciannya? TIDAKKKK! Ini tidak boleh terjadi, pantas saja tadi dia menyeringai. Ternyata karena dia mau.. TIDAKKK! Pokoknya dia harus menghentikan ini semua! Perkiraannya tak boleh sama sekali terjadi! TIDAK BOLEHHH!
"HENTIKAN MOBIL INI! AKU MAU PULANG! AKU TIDAK MAU BERSAMAMU! HENTIKAN INI SEMUA! AKU BILANG HENTIKANNN! BERHENTI! DASAR PENJAHAT!" teriak Sakura seperti orang yang kemasukan roh seraya menarik-narik bahu Sasuke. Tindakannya tak tanggung-tanggung, dia juga berusaha membelokkan stirnya, entah kemana arahnya. Pokoknya, tindakannya seperti orang yang gila yang kambuh stressnya. Dia seperti tak dapat mengontrol tindakannya. Sasuke sedikit ngeri melihat Sakura yang seperti ini. Ia takut kalau tindakan bodoh Sakura akan membuat mereka berdua menemui ajalnya lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
"Jangan mainkan stirnya, Sakura!" seru Sasuke panik. Ia berusaha menyingkirkan tangan Sakura agar ia dapat mengontrol jalannya mobil. Namun, Sakura tetap saja memegang kendali atas kemudi sambil berteriak-teriak menyuruhnya menghentikan jalannya mobil. Sasuke pun kembali mengetikkan sesuatu di keyboard laptop. Setelah selesai, usaha Sakura yang menggerakkan stir ke kanan dan ke kiri pun tak berguna lagi karena tiba-tiba stir itu menjadi sedikit lebih tegang dari sebelumnya. Sakura berusaha membelokkan stir ke kanan untuk memutar arah, tetapi stirnya berbelok ke arah kiri memasuki lorong baru.
"Ke-kenapa stirnya tidak bisa digerakkan?" tanya Sakura dengan bingung lalu ia melepaskan cengkramannya pada stir mobil. Ia berpikir sejenak lalu menatap Sasuke dengan tatapan horror. Ia meneguk salivanya lalu menjauhkan tangannya dari stir dan kembali duduk di joknya.
"Jangan-jangan…" Sakura sengaja mengantung kalimatnya dengan pandangan penuh curiga. Sasuke menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan-jangan apa?" tanya Sasuke yang bingung karena tatapan aneh Sakura.
"Jangan-jangan… Kau adalah seorang penyihir yang datang dari abad ke-dua puluh dua!" jawab Sakura dengan suara keras seakan berteriak. Sasuke membulatkan matanya. Penyihir? Dari abad dua puluh dua? Apakah kekasihnya ini sudah gila?
"Kenapa kau diam, hah?! Berarti aku benar! Jangan-jangan kau pengganti Doraemon!" teriaknya lagi. Kini mulut Sasuke terbuka lebar. Sejak kapan Sakura bisa segaje ini? Bukankah Sakura adalah seorang gadis yang cukup dingin dan sulit didekati? Apakah ini salah satu sifat aneh Sakura? Memiliki pikiran yang non sense?
"Ya, Tuhan! Apa salah hambamu ini sehingga kau memberikan cobaan berat padanya?" Ketidak-jelasan bertambah karena sekarang Sakura seperti orang yang tertimpa bencana besar yang menyebabkan dia kehilangan segalanya yang ia miliki. Daripada Sakura bertambah gaje, lebih baik ia mengklarifikasi semua pikiran Sakura yang salah. Dan sebelum Sakura bertambah aneh.
"Sakura, dengarkan aku. Aku bukan seorang penyihir dari abad dua puluh dua. Aku…"
"Ah! Ternyata lagi-lagi aku benar! Kau memang bukan penyihir dari abad dua puluh dua, tetapi dari abad ke empat puluh! Iya kan?! Astaga! Kenapa aku bisa satu mobil dengan orang yang umurnya lebih muda daripadaku?" Sakura mengadukan seruannya kepada Tuhan dengan mendongkakkan kepalanya yang disertai dengan ekspresi tak percaya. Sakura menunjukkan air muka seakan dia masuk ke jurang yang dalam dan tak dapat naik lagi. Sakura menggerakkan mulutnya seperti berbisik pelan dengan nada frustasi. Sasuke menepuk keningnya. Apakah begini sifat asli dari kekasih pertamanya ini? Dia mempunyai pikiran yang sama seperti anak usia lima tahun. Atau ini semua karena dia merupakan salah satu korban film kartun untuk balita dan anak-anak di bawah umur?
"Bukan. Kau salah lagi, aku ini remaja yang seumuran denganmu. Aku bukan penyihir!" Sasuke menjelaskan semuanya dengan cekatan takut dipotong Sakura. Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya. Pandangannya berpindah ke stir yang bergerak sendiri ke kanan dan ke kiri padahal Sasuke sama sekali tak menyentuhnya. Sasuke hanya terus menginjak pedal gas.
"Lalu? Bagaimana kau menjelaskan tentang itu?!" Sakura menunjuk apa yang ia perhatikan dari tadi. Sasuke menghela nafas untuk mempersabar diri.
"Masalah ini? Ini smart car, Sakura cantik!" jawabnya dengan geram yang tertahankan. Sakura masih menatapnya seakan tak mempercayai apa yang Sasuke katakan.
"Mobil ini sudah kumodifikasi menjadi smart car dengan teknologi yang lebih maju. Karena mobil ini pintar, dia bisa membawa kita sampai ke tujuan melalui GPS," jelas Sasuke lebih lanjut dengan melepaskan injakan kakinya pada pedal gas. Sakura mangut-mangut seakan mengerti. Sasuke merasa sedikit lebih tenang melihat tatapan Sakura yang datar. Sepertinya, Sakura yang sebenarnya sudah kembali. Mungkin Sakura salah satu orang yang memiliki penyakit berkepribadian ganda. Kalau memang benar begitu, ia harus menebalkan dinding kesabarannya.
Bertepatan dengan selesainya perdebatan mereka, mobil pintar Sasuke berhenti tepat di depan sebuah taman bermain. Sayang sekali Sakura tak melihat apa nama tempat ini. Tempat ini layaknya Disneyland, ia melihat berbagai permainan yang menarik hatinya untuk mencoba semuanya. Mungkin, ini Animeland karena semuanya bergambar anime. Setelah mendapat tempat parkir, Sakura langsung keluar dari mobil begitu ia mendengar bunyi bahwa door lock sudah dilepaskan. Sasuke langsung menggandeng tangan Sakura. Mereka berdua pun masuk ke dalam untuk mengambil tiket masuk.
Setelah mendapat tiket masuk mereka ditegur karena memakai seragam sekolah dan disangka bolos. Memang bukan sangkaan lagi, tetapi memang begitu faktanya. Untuk menghindari teguran kedua, Sasuke menuntun Sakura untuk menghampiri penjual baju yang ada di sana. Emerald Sakura kembali bersinar saat dia melihat ada kaos bergambar Shizuka dari kartun Doraemon kesukaannya. Sakura melepaskan genggaman Sasuke dan menghampiri kaos yang digantung itu. Sakura memegangi kaos putih dengan gambar Shizuka itu. Seperti yang biasa, Shizuka memakai baju terusan merah muda dengan rambut yang diikat dua. Perbedaanya hanya Shizuka di kaos ini menunduk malu dengan pipi yang memanas lalu tangannya ia lipat di belakang. Sasuke langsung menyusul Sakura karena pengunjung toko ini cukup ramai, ia takut Sakura akan hilang.
"Kau mau salin dengan kaos itu?" tanya Sasuke. Sakura pun mengangguk dengan semangat. Sasuke mengambil kaos itu dan memberinya pada Sakura.
"Cepat, gantilah. Jangan lama-lama," ujar Sasuke. Sakura langsung berlari secepat kilat menuju ruang ganti. Sedangkan Sasuke masih memilih-milih baju untuknya. Akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada kaos bergamber Suneo yang tersenyum lebar. Sasuke pun juga pergi ke ruang ganti.
Setelah mengganti pakaiannya, Sakura langsung keluar. Sayang tak ada kaca di sana, biasanya jika berganti pakaian ia akan melihat cocok atau tidaknya baju itu saat melekat di badannya. Namun, Sakura masa bodoh saja. Yang penting, dia dapat baju kesukaannya. Ia tak menunggu Sasuke yang ada di ruang ganti di sebelahnya. Melainkan langsung berjalan menuju kasir. Sasuke juga keluar dari ruang ganti lalu ke kasir untuk membayar semua belanjaan. Menyelesaikan masalah pembayaran, Sasuke meminta kantung untuk menampung baju seragamnya dan Sakura.
Mereka kembali berjalan seiringan dengan bergenggaman tangan. Sasuke memandang lurus jalan, lain dengan Sakura yang matanya sibuk jelalatan kemana-mana. Matanya kembali mendapati salah satu kesukaannya. Ada permen kapas di sana. Melihat itu, kini gantian Sakura yang memandu kemana arah jalan mereka. Sampai di depan toko yang menjual permen kapas, Sakura menatap permen kapas berwarna merah muda dengan cone es krim yang besar. Sakura menatap Sasuke dengan pandangan yang mengatakan "aku-menginginkannya-" Sepertinya, kali ini kepribadian Sakura sedang berubah menuju tingkat childish yang menggemaskan. Sasuke membalas tatapan Sakura dengan tatapan malas.
"Kita bagi dua saja. Aku janji!" Sakura berkata untuk meyakinkan dengan membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Berapa?" Sasuke menghela nafas saat Sakura juga menatapnya dengan tatapan puppy eyes, mau tak mau dia luluh juga akhirnya. Tanya Sasuke dengan memegang permen kapas dengan alas cone itu. Sakura segera menyambar cone itu dari Sasuke. Pria tua renta itu –sang penjual- menujukkan telapak tangannya. Kemudian Sasuke mengeluarkan lima lembar uang. Laki-laki tua itu tersenyum sampai matanya menyipit. Ia memberi satu cone permen kapas lagi. Sasuke menatapnya dengan tatapan yang mengartikan "Kau-tak-takut-rugi?" Pria itu menggeleng pelan.
"Kalian berdua adalah pelanggan pertamaku. Dan kalian kelihatan serasi sekali dengan memakai baju couple seperti itu," Pria tua itu memberi alasan. Sakura yang sedang menikmati permen kapasnya menjadi sedikit tersedak mendengar kata "couple" terlontar dari mulut kakek tua itu. Dia pun melirik baju yang sekarang sedang ia kenakan. Semuanya sesuai dengan yang ia lihat tadi. Namun jika perhatikan lagi, ada yang luput dari pengelihatannya. Di bawah gambar itu, terdapat tulisan I Love You! Sayang sekali, pandangan Sakura tak mendetail sehingga ia tak melihat tulisan yang dilengkapi dengan tanda panah ke kiri itu. Setelah melihat bajunya, ia melihat baju yang Sasuke kenakan. Gambar Suneo yang sedang tertawa lebar dengan kedua tangannya ia lipat di belakang kepalanya dan di bawah gambar itu terdapat juga tulisan I Love You Too!
Panas menjalar dari hatinya menuju pipinya. Kini rona kemerahan tampak di pipinya yang tirus. "Bodoh! Bodoh! Bodoh!" Sakura mengumpat karena kebodohannya sendiri. Kalau diartikan, Shizuka yang menyatakan perasaannya pada Suneo. Ini semua terbalik! Ditambah posisi mereka benar. Sakura berada di sebelah kanan, dan Sasuke ada di sebelah kiri. Tanda panah yang ada di kaos mereka menunjuk orang yang tepat. Perasaan malu langsung hinggap di dalam dirinya. Sakura menatap kakek yang sedang tersenyum ke arahnya dan Sasuke.
"Pasti kalian adalah pasangan yang baru memulai suatu hubungan," terka sang kakek. Sayangnya apa yang diungkapkan kakek itu benar. Mereka baru saja pacaran, mungkin setengah jam yang lalu.
"Betul sekali, Kek! Kami memang baru saja jadian!" Sasuke merespon dengan semangatnya. Ia merangkul bahu Sakura sehingga tak ada jarak di antara mereka berdua. Kakek itu kembali tersenyum sampai matanya kelihatan sipit.
"Anggap saja permen kapasku tanda aku mendoakan kalian supaya hubungan kalian dapat berjalan lancar!" seru sang Kakek. Sasuke menganggukkan kepalanya.
"Ayo, ucapkan terima kasih kepada kakek yang baik hati ini, Sakura sayang," ucap Sasuke dengan nada sok mesra. Sakura tersenyum paksa seraya menginjak sepatu Sasuke.
"Terima kasih, Kek. Kakek baik sekali," Sakura berterima kasih dengan senyum paksanya sambil menginjak-injak sepatu Sasuke dengan menekankan sepatunya ke kanan dan ke kiri. Sasuke meringis karena rasanya kakinya sudah mau lepas dari tempatnya. Sasuke menjauhkan pundak Sakura sebagai bentuk usaha dari menghindari injakan pada kakinya. Tetapi Sakura merapatkan dirinya dengan Sasuke secara cepat sehingga kepala mereka berdua terantuk dan hidung mereka bersentuhan. Menyadari bahwa jarak mereka sangatlah dekat, Sakura berusaha menjauh dan itu membuat Sakura kehilangan keseimbangannya dan ingin terjatuh. Namun, dengan cekatan, Sasuke menarik bahu Sakura kembali dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menyangga punggung Sakura.
Deg! Deg! Deg!
Jantung Sakura berdetak dengan sangat cepat seakan hendak keluar dari tempatnya. Adengan mereka mirip sekali dengan drama basi yang selalu ditonton oleh kakak perempuannya, Temari. Baru kali inilah jantungnya berdetak dengan cepat seperti ini saat ia berdekatan dengan laki-laki. "Apakah aku ini sedang jatuh cinta? Kata Kak Temari, kalau jantungku berdetak lebih cepat aku sudah jatuh cinta. Berarti aku…." Sakura berkata dalam hati dengan perasaan khawatir yang memburu.
To Be Continue
Halloooo… Kembali bertemu dengan saya sang author yang gaje. Saya minta maaf karena penyakit lama update kambuh. Sebenarnya, mau nge-post pas tanggal 23 kemarin, tanggal dimana sudah satu tahun saya menjadi author^^ Hihihi… Tetapi sayangnya, pas udah mau dipost, kuota modem habis! Huwaaaaaaa #nangisdarah Sehingga rencana saya gagal. Pupus sudah harapan. Sekali lagi, saya minta maaf! #nunduk-nunduk Tetapi, di samping itu, saya seneng banget lohhh karena reviewnya meningkat dan viewersnya lumayan #nggaknanyawoy! Berarti banyak yang jadi silent reader. Hmm.. Tak apalah, pasti lambat laun akan kelihatan komentar dari siders. Cukup basa-basinya, seperti biasa, ya. Izinkan saya untuk membalas semua review yang masuk kemarin.
Ballinge : Hallow! Thankies baby otak mesum kuadrat. Baca ampe selesai kek, curang amat sih! Udah kok, udah post komen kok. Nih, udapteannya, tapi gak ada adegan yang lu minta. Sorry, bukan orang mesum soalnya #Bohong! Wkwkkw, review lagi! Awas kalo gak! #bacok #ngancem #deathglare hahaha nambah gaje^^
Re UchiHaru Chan : Suka Sasuke yang kayak gimana? Kasih tau detailnya dong, siapa tau bisa dibuat lagi. Ini udaptetannya ya, tapi nggk tahu sesuai apa enggak sama yang kamu harapkan. Makasih yaa, jangan lupa review lagi^^
Axwdgs : Ngg.. Ini. Next chapnya udah diupdate. Maafkanlah kalau lama, terima kasih karena sudah menyempatkan untuk meninggalkan review. Lagi boleh?^^
GaemSJ : Maaf, nggak bisa update kilat. Karena saya yang disamber kilat #gaje. Maafkan saya, review selanjuutnya saya tunggu^^
Khairani. : Okeee. Ini lanjutannya. Maaf kalau sudah menunggu lama. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk post review, yang selanjutnya say tunggu, ya!^^
Zeedezly. Clalucindtha : Hihihi syukur deh kalau kamu juga suka. Makasih yaaa, review lagi dongg^^
Suket alang-alang : Sasuke di sini kelihatan baik, ya? Emang iya, sengaja. Masalah dia baik atau bohongan doang, makanya kamu ikutin terus fic ini supaya tau. Soalnya semuanya akan dijelaskan entah di chap berapa hehehe. Makasih karena udah review. Lagi dong, lagiiiii^^
Hanazono Yuri : Oya, of course #sokinggris Ini udah dilanjutin ya, makasih. Jangan lupa review lagi^^
Jeremy Liaz Toner : Syukur deh kalau kamu baik-baik aja. Iya, chapter satu kamu belom post review:( Yang di ff sebelumnya juga kamu nggak ngereview:(( Cuman tinggalin fav sama follow huwaaaa;'(( Ini lanjutannya. Nggak bakal didiscont kok, buktinya ini aku lanjut. Kamu juga, kalau tiba-tiba muncul aku kasih kamu ke Gaara biar jadi bagian dari pasir hidupnya dia. Hahaha… Jangan nggak ngasih review lagi loh, makasih yaaa^^
Baiklah, semuanya. Saya ucapkan terima kasih pada reader yang sudah mau mereview. Dan saya terima kasih juga karena sudah mau membaca balesan review saya yang bertaraf gaje. Silent reader, kemukan suaramu. Jangan diem-diem menghanyutkan dong(?) Pokoknya saya tunggu deh. Akhir kata, sampai jumpa di next chap. Eh, masih ada last sentence dingg.
Mind To RnR? Babay:3
