Title: My Special Day

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 3 / ?

Main Cast: Hangeng & Kim Heechul.

Other Cast: Sibum & Zhoury.

Rated: T.

Genre: Romance, Little Angst.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Alur kecepetan, EYD, No Lemon, Don't Like Don't Read.

Summary: Hangeng meninggal karena kecelakaan. Dan pesan terakhirnya itu menyuruh Heechul untuk mencari hadiah yang mau dia berikan. Tapi selama pencarian Heechul terus di gangu oleh seseorang yang sangat mirip dengan Hangeng. Siapa dia sebenarnya? Hanchul, BL, rated T.

Note: ini ff udah pernah aku posting d blog jadi jangan heran kalau kalian bernah ngerasa baca ini ff oke… yg ga suka yaoi jgn baca. Don't like, Don't Read…!


Heechul Pov

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang menuju tempat yang di tunjukan Gege dalam suratnya lagi. Tempat itu ada dipingiran kota. Tempat yang sangat indah. Gege sering mengajakku kesana bila ingin menghabiskan waktu berdua saja. Dan disana juga aku dan gege melakukan kencan pertama kami.

~Flashback~

"Gege… kita mau kemana?" tanyaku pada namja yang tengah fokus menatap jalan yang ada didepan karena dia sedang mengemudikan mobil yang membawa kami entah kemana. Aku tak mengetahui kemana tujuan kami kali ini karena gege merahasiakannya sejak tadi, membuatku penasaran saja.

"Nanti juga kamu bakal tahu cullie. Itu tempat yang sangat indah. Pasti nanti kamu akan menyukai tempat itu dan merengek kepadaku untuk membawamu kembali ke tempat itu" katanya dengan nada yang sangat yakin. Lihat, dimerahasiakan tempat itu bukan. Membuat kesal dan semakin penasaran saja. Apa lagi saat melihat dia mengatakan tentang tempat itu dengan wajah gembiranya. Ck, sebenarnya kami akan pergi kemana sih.

"Kamu buat aku penasaran" kataku sambil mempoutkan bibirku yang membuatku tampak lucu dimatanya. Gege mengusap lembut rambutku dengan tangan kanannya.

"Jangan cemberut gitu dong chagi…" rayunya padaku. Aku tahu pasti saat ini ia tengah bersorak-sorak senang didalam hatinya sana karena telah berhasil membuatku hampir mati penasaran.

"Kita mau kemana sih?" tanyaku dengan sedikit rengekan manja. Semoga aja dia akan sediit luluh mendengar rengenkan manjaku ini seperti biasanya karena itu lah kelemahannya yang ku ketahui.

Gege mengelengkan kepalanya. "Rahasia… kalau diberitahu sekarang nggak asik dong" katanya sambil tersenyum lalu meraih tangan kiriku dan dikecupnya dengan mersa tanganku itu membuatku malu. Pasti sekarang wajahku ini sudah semerah apple atau malah seperti kepiting rebus siap santap dengan taburan saus pedas diatasnya. Sama sajalah.

"Kenapa pakek rahasia-rahasiaan sih? Bilang aja kenapa?" Gege mengelengkan kepalanya. Aish, sepertinya aku kalah. Gege tetap saja kekeh tak mau memberitahuku. Mengesalkan…. "Ahh…. Aku tebak aja yah" kataku girang.

"Boleh… coba tebak kalau bisa" katanya dengan nada seolah-olah aku tak akan bisa menebak tempat yang akan kami kunjungi. Lihat saja gege, pasti aku bisa menebaknya.

"Taman bermain?" kataku.

Gege mengelengkan kepalanya.

"Pantai?"

Gege mengelengkan kepalanya.

"Mall?"

Gege mengelengkan kepalanya.

"Bioskop?"

Gege mengelengkan kepalanya.

"Restoran yang sangat romantis?"

Gege mengelengkan kepalanya.

"Aishh…. Apaan dong?" kataku sedikit kesal karena semua tebakkanku salah total. Memangnya tempat seperti apa sih yang akan kitakunjungi kali ini.

"Tebak aja…" kata Gege santai.

"Ahh… Jangan-jangan Gege mau bawa aku ke 'hotel' ya? Andwae… Gege mau ngapain aku? Aku belum siap?" kataku sambil menyilangkan kedua tanganku didepan dadaku sendiri. Gege memincingkan matanya dan menatapku dengan heran.

"Pervert…." Kata Gege sambil menoel kepalaku. "Aku nggak akan menyentuh anak kecil kayak kamu" katanya santai.

"Bo'ong…. Nggak mau nyentuh gimana? Kamu itu udah nyentuh aku tiga kali. Sekali di apartement kamu, sekali di mobil kamu ini dan yang terakhir di kamarku dan saat itu umma dan appa memergoki kita. Dan yang belum itu hotel, mungkin aja kan kalau gege mau membawaku ke sana dan menambah jumlah tempat yang pernah kita lewati dengan peuh gairah" kataku dengan polosnya. Aku mememandangi Gege, wajahnya memerah pasti karena kata-kataku tadi.

"Hahahhahaha…. Gege wajah kamu memerah tuh. Malu yah…" godaku.

"Nggak…. Udaranya panas aja" kata Gege yang aku tahu itu semua bohong.

"Gege bohong…." Kataku santai.

"Aku nggak bohong" elaknya.

"Gege bohong…" kataku lagi yang berniat mengodanya terus menerus.

"Aku nggak bohong" kata Gege lagi.

"GEGE BOHONG…" teriakku histeris.

"Aish… dasar anak kecil. Diam nggak… kalau tetap nggak mau diam jangan salahkan aku kalau terjadi apa-apa padamu saat ini Chullie sayang" kata gege sambil mengerlingkan matanya padaku.

Glek…

Aku menelan ludah dengan sangat susah mendengar kata-katanya tadi.

"ANDWAE…. GEGEKU PERVERT…" teriakku histeris.

Chitttt….

Mobil yang dikemudikan Gege berhenti. Gege menatapku yang ada disampingnya dengan pandangan yang sangat sulit untuk kuartikan.

"Gege…" kataku pelan wajah Gege perlahan mendekatiku membuat aku terpojok karenanya.

Deg…

Deg…

Debar jantungku nggak teratur karena Gege memandangiku dengan tatapan yang sedikit…. Nafsu…. 'aduh… Gege mau apa? Jangan bilang dia pingin….. andwae.. jangan disini…'

"Gege.. mau apa?" tanyaku takut-takut. Gege terus mendekatiku denagn tatapannya yang semakin membuatku kahawatir. Wajahnya semakin mendekat dengan wajahku. Hingga kini sepertinya jarak wajah kami hanya tinggal beberapa senti saja. Gege mengarahkan wajahnya kearah sampingku diantara leher dan telinggaku sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang mengenai kulit tubuhku. Aku menutup mataku semakin kuat.

"Kita udah sampai. Turun yuk" Bisik Gege ditelingaku sambil tersenyum manis. Aku membuka mataku dan tertegun sendiri saat mendengar kata-kata gege tadi. 'Apa? Jadi aku Cuma dikerjain nih' aku pun mulai kesal.

"GEGE… NYEBELIN…" teriakku sambil mendorong tubuh kekasihku itu agar menjauh dariku. Gege tertawa puas melihat tingkah serba salahku. Akh…. Kenapa aku bego banget sih sampai-sampai mudah di kerjain sama Gege.

"Puas? Senang?" kataku dengan tampang cemberutku namun Gege tetap saja tertawa tanpa menghiraukan aku yang sedang jengkel dengan ulahnya saja. Lihat aja nanti kalau Gege benar-benar mau nggak akan aku kasih baru tahu rasa.

"Akh… Gege udah jangan tertawakan aku terus…." Kataku sambil memukuli Gege pelan.

"Tadi kamu mikirin apa sih? Kok tampang kamu sampai serius banget? Ah… mikirin 'itu' yah…" Goda Gege padaku sambil menahan tawanya agar tak meledak.

"GEGE…." sebalku langsung keluar dari mobilnya meninggalkan Gege yang masih tertawa pusa melihat tingkahku ini.

Aku terus berjalan dengan tak henti-hentinya mengomeli diriku sendiri yang dengan mudahnya dikerjain Gege. Aku berhenti saat tahu dimana aku saat ini. tepi sebuah danau yang sangat indah. Aku memandangi pemandangan indah yang ada didepanku tanpa berkedip sedikit pun.

"Bagaimana? Tempat yang cantikkan" kata Gege yang tiba-tiba datang dan langsung memeluk tubuhku dari belakang dengan sangat mesra. Aku menganggukan kepalaku pelan. Tempat ini sunguh sangat indah, tempat ini bisa membuat siapa saja jadi merasa tentram dan nyaman.

"Suka dengan tempat ini?" Tanya Gege lagi.

"Ehem…. Cantik… Sejuk… dan menentramkan hati" kataku sambil memeluk tangan Gege yang melingkar indah di pinggangku. Gege pun menaruh dagunya di pundakku masih dalam posisi ia memelukku dengan begitu hangat. Aku benar-benar tak mau kehilangan moment-moment ini. Aku ingin kami bisa selalu seperti ini selamanya.

"Chullie saranghae…" bisik Gege ditelingaku.

"Nado Gege" jawabku. Gege menyentuh daguku tanpa mereubah posisi kami. Ia menuntun wajahku agar melihatnya wajahnya yang ada di bahu kiriku. Saat mata kami saling bertatapan Gege langsung melumat bibirku dengan sangat mesra.

~End Flashback~

"Huuhhh…." Aku menghembuskan nafas dengan berat saat mengingat semua kejadian itu. kini aku tengah berdiri di tepi danau yang sangat indah ini. andai saat ini Gege ada disini, pasti aku nggak akan ngerasa kesepian seperti sekarang ini. 'Oh.. Tuhan… berilah ke ajaibanmu padaku. Aku ingin melihat Gege disini sekarang. Bawalah dia kemari walau hanya sesaat saja' pintaku degan sangat.

"GEGE SARANGHAE…." Teriakku dengan sekencang-kencangnya. Aku ingin mengeluarkan semua isi hatiku pada gege.

"GEGE… I LOVE YOU" teriakku lagi. aku nggak peduli dengan terianku akan terdengar oleh orang lain. Karena disinikan sepi. Jarang ada orang yang akan datang ke tempat ini atau mungkin malah tak aka nada orang yang akan datang ke tempat ini selain aku dan Gege.

"GEGE…"

"BERISIK…."

Deg…

'siapa… siapa? Ada orang lain selain aku yah disini?' aku memandangi sekelilingku. Sepi…. Aku meraba tengkukku… 'merinding… suara siapa tadi?'

"Siapa tadi?" tanyaku takut-takut. 'Jangan bilang tadi suara makhluk halus. Andwae… Gege takut…'

"Hei… ada orang lain disini selain aku?" tanyaku lagi.

SREK… SREK… BYUR…

Ada sebuah suara seperti benda yang terjatuh kedalam danau. Dan aku pun mulai menolehkan pandanganku kesana kemari. Namun setelah dilihat-lihat kenapa tak ada apa pun didanau ini. jadi tadi itu apaan dong.

"Hello… tadi suara manusia… binatang… atau makhluk halus?" kataku seraya berjalan pelan menjauh dari tepi danau dengan jantung yang berdebar-debar karena takut.

"Aneh… tadi ada suara tapi sekarang sunyi sepi. Jangan-jangan tadi benar-benar suara makhluk halus lagi. ANDWAE… TAKUT" kataku lalu berlari menuju mobilku secepatnya.

Duakkk…

Brukk….

"Kyyyaaaaa….." teriakku takut saat aku tak sengaja menabrak sesosok….. aku tak tahu itu manusia atau makhluk halus karena aku langsung memejamkan mataku saat menabrak dan terjatuh menabrak sosok tadi.

"Hei.. buka matamu dan segera beranjak dari atas tubuhku" kata sesosok tadi. Dengan perlahan aku membuka mataku.

Deg….

Aku kini tengah menindih seorang namja yang…. Ehem.. sangat menyebalkan.

"Hei… cepat bangun dan pergi dari atas tubuhku" Katanya lagi membuat ku sadar akan posisi kami sekarang. Aku pun segera beranjak dari atas tubuhnya dengan perasaan sangat malu. Bisa-bisanya aku jatuh dengan posisi menindihnya seperti tadi.

"Aish… sial banget aku hari ini harus bertemu dengan namja gila sepertimu beberapa kali" katanya seraya membersihkan tubuhnya dari debu yang menempel di badannya itu.

"Seharusnya aku yang berkata seperti itu. kamu membuntutiku ya?" kataku bukan tanpa alasan. Hei, danau ini tak banyak orang yang mengetahuinya bahkan tak pernah ada orang lain yang ke tempat ini selain aku dan gege. Pasti namja menyebalkan ini mengikutiku dari tadi.

"Aku? Membuntuti kamu? Buat apa, kayak nggak ada kegiatan yang lebih menyenangkan lainnya saja" Kata namja itu santai.

"Ya bisa aja kamu ngikutin aku karena kamu suka kan sama aku" kataku tak mau kalah terus memojokkannya.

"Hei, sebenarnya siapa yang suka siapa sih? Bukan kan sejak awal kamu yang peluk-peluk aku dan memaksa kalau aku itu gege kamu. Inggat nggak?" kata namja menyebalkan ini membuatku salah tingkah karena ia mengingatkan hal memalukan yang ku lakukan tadi pagi. Hei, itu semua kan karena aku tak tahu. Lagian kenapa wajahmu harus mirip dengan gege ku.

"Agh…udah diam. Aku lagi males adu mulut sama kamu. Mending aku pergi aja" kataku yang segera meninggalkan tempat tadi karena ke habisan kata-kata.

"Ya udah pergi aja sana jauh-jauh jangan kembali lagi ke hadapanku ya" kata namja menyebalkan tadi yang kalau tak salah bernama Hankyung. Ia namanya Hankyung. Aku tak menghiraukan kata-katanya itu aku langsung bergi masuk kedalam mobilku.

Saat didalam mobil aku teringat sesuatu yang sepertinya aku lupakan. Hei, bukankah di setiap tempat yang aku tuju pasti ada kotak berwarna pink yang didalamnya terdapat beberapa barang yang tak jauh berbeda. Tapi kenapa di tempat ini aku tak menemukannya ya? Apa mungkin aku melewatkannya? Akhirnya ku putuskan untuk kembali mencari barang yang ku yakin pasti ada disini itu.

"Kenapa kembali?" Tanya Hankyung heran tapi aku tak menghiraukannya sama sekali. Aku masih punya keperluan lainnya yaitu mencari kotak berwarna pink. "Kenapa diam saja? Lagi cari apaan sih?" Tanya Hankyung padaku sambil menatapku dengan tatapan herannya yang entah kenapa sangan mirip dengan Hangeng gege. Oh ayolah Chullie… dia ini bukan Hangeng-mu tapi Hankyung sang namja menyebalkan yang berparas sama dengan gegemu itu.

"Bukan urusanmu" kataku sinis tanpa melihat pada dirinya yang mungkin sedang menatapku dengan pandangan herannya seperti tadi. "Agh… kenapa nggak ada dimana-mana?" kataku kesal sambil menjambak rambut ku pelan. Aku sudah menelusuri setiap tempat yang mungkin barang yang sedang ku cari itu ada disana. Tapi, tetap saja nihil tak ada sama sekali.

"Cari apaan sih?" Tanya Hankyung lagi padaku.

"Bukan urusan…. Hei, kenapa kotak itu ada sama kamu?" kataku pada Hankyung saat aku melihat ia tengah memeluk kotak berwarna pink yang sejak tadi ku cari-cari. Bagaimana bisa kotak yang sejak tadi ku cari-cari ada bersamannya?

"Maksud mu kotak ini?" katanya sambil menunjukan sebuah kotak berwarna pink yang ada di tangan kanannya. Aku segera menganggukan kepala dengan cepat. "Jadi kamu yang bernama Kim Heechul?" tanyanya lagi. dari mana dia mengetahui namaku?

"Hei, kok kamu bisa tahu nama aku? Jangan-jangan kamu benar-benar seorang penguntit. Kemarikan kotak itu" pintaku sambil menatap namja menyebalkan didepanku dengan tajam.

"Tarik ucapanmu itu kakak ipar" kata Hankyung membuatku bingung. Kakak ipar? Apa maksudnya.

"Ini tadi pagi Hangeng menyuruhku menemuimu disini dan memberikan kotak itu untukmu" kata Hankyung sambil memberikn kotak pink itu padaku. Jadi dia mengenal Hangeng?

"Kamu kenal sama Hangeng?" tanyaku penasaran.

"Jelas saja namja pabo. Dia itu kembaranku. Masak kamu nggak bisa lihat wajah kami yang mirip ini" kata Hankyung. Benar juga ya. Pantesan saja wajah mereka mirip sekali.

"Eh… kenapa kamu ada disini? Bukankah seharusnya kamu di…" aku bingung bukankah Hangeng meninggal hari ini tapi kenapa dia bisa berkeliaran sejak pagi. Kenapa dia tidak bersama saudara kembarnya itu.

"Dimana?" Tanya Hankyung Karen aku menghentikan kata-kataku.

"Ditempat saudara kembarmulah" kataku cepat.

"Aku tak tahu dia dimana. Tadi pagi saat aku sampai di korea dari china dia sudah sangat terburu-buru, entah ia hendak pergi kemana aku juga tak tahu karena ia tak mengatakannya padaku. Aku baru berhubungan dengannya hanya tadi pagi saja. Dan sampai sekarang dia belum menghubungiku lagi" kata Hankyung. Jadi dia belum tahu kalau gege kecelakan tadi pagi dan meninggal dunia.

"Aku sarankan kamu menghubungi kembaranmu itu sekarang. Aku pergi, bye…" kataku lalu pergi meninggalkan Hankyung yang masih terdiam memandangi kepergianku. Aku tak mau mengatakan kalau gege meninggal karena aku lah penyebab semua itu. Biarlah Hankyung tahu sendiri nantinya.


^_^ TBC Again… ^_^

Please… tinggalkan jejak kalian….