--(CHAPTER 3)--

.

.

oooOooo

.

.

Baekhyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan mata sipitnya nampak membola dengan sempurna saat ia melihat seseorang di hadapannya yang jelas ia kenali itu.

"Su-suho hyung!"

"Hallo Baek." sahutnya dengan melambaikan tangannya dihadapan wajah Baekhyun, sedangkan senyumnya tampak tersungging dengan tampan.

"Bagaimana bisa Hyu..."

"Aku mati 3 hari yang lalu karena tertabrak sepeda, lalu..."

"Astaga, apa kalian semua mati karena korban kecelakaan. Tak adakah diantara kalian yang mati karena minum kopi yang dicampur sianida atau gantung diri karena diputuskan oleh kekasihnya. Dan kau..." ucap Chanyeol dengan mengacungkan telunjuknya tepat didepan hidung Suho.

"Tidak akan ada yang mati hanya karena tertabrak sepeda, apa kau sedang bergurau?"

"Bagaimana aku tidak mati jika aku tertabrak sepeda, lalu beberapa detik mobil menabrakku dan aku terpental jauh."

"Astaga hyung." ucap Baekhyun dengan sedih, sedangkan tangannya sudah memeluk lengan Suho. Namun seperkian detik Baekhyun membawa tatapan tajamnya kearah Chanyeol dengan mengacungkan jari telunjuknya.

"Apa yang tadi kau ucapkan, tidak ada yang ingin mati sia-sia kau tahu laki-laki bertelinga gajah?" teriak Baekhyun dengan suara nyaringnya.

"Yakkk, kenapa kau mengataiku seperti itu?" teriak Chanyeol juga dengan suara lowbass miliknya.

"Suaramu bahkan jelek!" teriak Baekhyun kembali. Chanyeol hanya mendengus dan akhirnya meninggalkan dua hantu laki-laki itu yang kini berada diluar. Langkah kakinya ia bawa kelantai atas dimana letak kamarnya berada, namun saat pintu itu terbuka Chanyeol terlonjak kaget saat dua orang berada didalam kamarnya tanpa seizin darinya.

"Astaga apa yang kalian lakukan di kamarku? pergi!"

"Kami hanya sedang berbincang dan aku nyaman berada dikamar ini."

"Bukankah hantu harusnya berkeliaran dimalam hari dan cari tempat lain saja sana!" ucap Chanyeol dengan berkacak pinggang namun dua sosok itu bahkan tidak menggubris ucapannya. Chanyeol yang melihat ulah hantu cantik itu hanya menghela nafasnya. Ia membawa tubuhnya duduk dengan nyaman diatas ranjang sedangkan kedua kakinya tampak berselonjor dengan santai. Tangannya meraih salahsatu buku yang berada dimeja nakas dan membukanya, sedangkan sudut matanya mengintip dua sosok hantu itu yang kini tengah tertawa dengan riang. Tanpa disadari nya ia mendengus kesal, dan...

"Astaga!" Chanyeol lagi-lagi terlonjak kaget, sebelah tangannya hanya mengelus dada kirinya karena terkejut dengan kedatangan dua hantu lain yang kini duduk disampingnya. Kyungsoo hantu cantik dengan mata bulatnya hanya terkekeh dengan keterkejutan Chanyeol, sedangkan Luhan ia tampak tenang dengan melipat kedua tangan didadanya. Mata bulat Kyungsoo tampak berbinar saat ia melihat Baekhyun, namun seperkian detik sebelah alisnya tampak terangkat.

"Hyung dengan siapa Baekhyun?" tanyanya pada Luhan. Dan hantu cantik bermata rusa itu langsung menolehkan tatapannya kearah Baekhyun.

"Siapa laki-laki itu?" tanya Luhan.

"Dia hantu seperti kalian!" sahutnya tampak acuh. Kyungsoo langsung membawa langkahnya kearah Baekhyun dengan senyuman lebarnya.

"Kau sedang membaca?"

"Aku tidak perlu menjawabnya!"

"Kau hebat bisa membaca dengan buku terbalik seperti itu!" cibir Luhan dan Chanyeol langsung melihat cover bukunya dan benar saja buku itu terbalik. Chanyeol hanya berdehem dan membalik buku itu dengan posisi yang benar. Mata rusa Luhan memandangi tiga hantu laki-laki yang kini duduk melingkar dengan suara tertawa dari ketiganya.

--

Flashback

.

Tinnnnnnnnn

Brakkkkk

Seorang hantu cantik bermata rusa tidak sengaja menyaksikan sebuah kecelakaan dijalanan kota Seoul. Suara beberapa orang terdengar nyaring saling berteriak meminta tolong, sedangkan yang lainnya sibuk menghubungi polisi.

Seperkian detik hantu cantik bermata rusa itu melihat sesosok jiwa keluar dari tubuh seseorang yang jadi korban kecelakaan itu. Seragam sekolahnya berlumuran darah, bahkan wajahnya pun penuh dengan darah. Hantu cantik itu membawa langkahnya mendekati jiwa yang baru saja keluar dari raganya. Sosok jiwa itu tengah linglung memandangi semua orang disekelilingnya.

"Kau sudah mati!"

"A-aku mati, tidak mungkin aku mati." sosok itu terus menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Lihatlah itu ragamu."

"Kau bohong!" teriaknya.

"A-aku harus bertemu dengan Kris gege, dia sudah menungguku." sosok itu berlari meninggalkan hantu cantik bermata rusa itu.

.

Flashback end

--

"Kau tahu, aku bertemu dengan Baekhyun pertama kali saat aku melihatnya tertabrak oleh mobil dan saat itu aku melihat jiwanya keluar dari tubuhnya. Dia seperti orang linglung memandangi sekelilingngya." Chanyeol langsung menutup bukunya dan mendengarkan semua yang diucapkan Luhan, sedangkan matanya sesekali melirik kearah hantu cantik itu.

"Dan kau tahu apa yang Baekhyun ucapkan saat itu. Dia bilang..."

"Aku harus bertemu dengan Kris gege, dia sudah menungguku." cibir Luhan dan memutar bolamatanya dengan ucapannya sendiri, sedangkan tanpa sadar Chanyeol mendengus kesal.

"Kau cemburu?"

"Yakkk, apa maksudmu!"

"Kau seperti kesal saat mendengar nama Kris!"

"Tidak!"

"Kau iya!"

"Ku bilang tidak!"

"Kau keras kepala seperti Baekhyun!"

"Terserah!" Chanyeol kembali membuka bukunya, namun telinganya lagi-lagi terganggu dengan suara Kyungsoo yang tampak heboh sendiri.

"Wooo, wooo, woooh ternyata Suho hyung mantannya Baekhyun." pekik Kyungsoo. Dan lontaran Kyungsoo membuat Chanyeol menutup bukunya dengan sangat keras, Luhan yang melihat tingkah Chanyeol hanya terkikik sendiri. Laki-laki bertelinga lebar itu turun dari ranjangnya dan melangkah keluar hendak kelantai bawah, namun langkahnya terhenti diambang pintu saat Luhan mengeluarkan suaranya.

"Kau mau kemana Chandumbo?" tanya Luhan dengan tawanya, Chanyeol mendengus kesal saat melihat Luhan tertawa tanpa merasa berdosa. Dan apa-apaan itu, namanya dengan seenak jidat dirubah begitu saja dengan tidak kerennya.

"Aku haus!"

"Minumlah yang banyak agar hatimu dingin." ucap Luhan kembali dengan tawanya yang semakin nyaring.

Brakkkk...

Chanyeol membanting pintu kamarnya dengan sangat keras membuat Baekhyun, Suho dan kyungsoo terlonjak kaget. Sedangkan Luhan hantu cantik itu semakin tertawa dengan nyaring. Ketiga hantu itu menaikkan sebelah alisnya melihat tawa Luhan.

Sedangkan dilantai bawah Chanyeol mengambil sebotol air mineral dingin dan menenggaknya dengan rakus. Tanpa ia sadari dua laki-laki datang tanpa mengeluarkan suaranya, bahkan derap langkah kakinya pun tak terdengar oleh telinga Chanyeol.

Glekk Glekk Glekkk

"Hyu..."

Byurrrrr

"Yakkk, Chanyeol hyung ini menjijikan. Kenapa hyung menyemburkan air itu tepat dimuka ku?" teriak Sehun. Jongin yang melihat korban semburan air karena ulah Chanyeol hanya tertawa dengan menunjuk-nunjuk muka Sehun yang basah.

"Karena kau mengagetkan ku." sahut Chanyeol dengan santai. Sedangkan empat hantu laki-laki yang kini berdiri diujung tangga hanya menertawakan keadaan Sehun. Luhan yang melihat Sehun terus mengusap wajah basahnya hanya terkikik sendiri, kini hantu cantik bermata rusa itu berdiri tepat dihadapan Sehun.

"Kau memang sangat tampan." ucap Luhan dengan memandangi wajah Sehun, sedangkan bibirnya tampak terkembang dengan sangat cantik. Chanyeol yang jelas bisa melihat hantu bermata rusa itu hanya memutar bolamatanya malas, ia membawa langkahnya meninggalkan ruangan itu.

"Hyung apa kau tidak akan meminta maaf?" teriak Sehun.

"Untuk apa?" sahut Chanyeol dengan suara lowbassnya tanpa menolehkan tatapannya. Sehun yang mendengar sahutan Chanyeol hanya berdecak kesal dengan terus mengelap wajahnya, sedangkan Jongin laki-laki berkulit tan itu terus tertawa sedari tadi membuat Sehun semakin kesal. Laki-laki albino itu akhirnya membawa langkahnya kelantai atas kearah kamarnya. Namun sebelum ia menutup pintu kamar miliknya Sehun mengeluarkan suaranya dengan nyaring.

"Jongin kau tidur sofa!"

Brakkkk...

"Yakkk, yakkk! Sehun apa maksudmu?" Jongin yang sedari tadi tertawa akhirnya menghentikan tawanya dan berlari kelantai atas. Tangannya terus mengetuk kamar yang ditempatinya bersama Sehun, namun sayang tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Membuat Jongin langsung mendengus kesal, bahkan ia belum mengganti pakaiannya.

.

Sedangkan dikamar lain, Chanyeol tengah duduk diatas ranjangnya dengan kedua tangan yang ia lipat didadanya sedangkan matanya tampak ia pejamkan. Kini didalam isi kepalanya tengah nampak hantu cantik itu, Chanyeol tidak bisa melupakan sosok cantiknya. Bagaimana bibir tipisnya saat tersenyum manis, hentakan kakinya saat kesal dan bibirnya yang selalu ia poutkan dengan lucu.

Deg

Deg.. Deg..

Deg.. Deg.. Deg..

Tangannya langsung menyentuh dada kirinya, namun saat mata besarnya perlahan terbuka...

"Astaga!" lagi-lagi Chanyeol dibuat terkejut oleh Baekhyun yang kini sosok hantu itu berada tepat dihadapannya dengan mengerjapkan matanya dengan lucu, sedangkan deru nafas hangatnya terasa menerpa kulit wajahnya. Chanyeol langsung memalingkan wajahnya sedangkan dada kirinya semakin berdetak dengan kencang.

Deg..

Deg.. Deg..

Deg.. Deg.. Deg..

Deg.. Deg.. Deg.. Deg..

Tangan kanan Chanyeol terus menyentuh dada kirinya. Baekhyun yang melihat Chanyeol memalingkan wajahnya langsung beringsut mundur.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku betah berada dikamar mu." sahut Baekhyun dengan kekehannya. Chanyeol yang mendengar sahutan Baekhyun hanya memutar bolamatanya.

"Aku mau tidur, jadi kau pergi dari kamarku sekarang."

"Ish, kau selalu mengusirku!" ucap Baekhyun dengan kesal. Chanyeol tidak memperdulikan ucapan hantu cantik itu, ia hanya mengibaskan tangannya agar hantu cantik itu pergi dari kamarnya. Dengan sekejap mata Baekhyun menghilang dari atas ranjang Chanyeol. Mata besar itu mencoba mengintip, Chanyeol langsung menghela nafasnya lega saat sosok hantu cantik itu sudah menghilang entah kemana.

"Aku sudah gila dan benar-benar gila. Bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan sesosok hantu. Astaga!" Chanyeol terus berucap dengan menendang-nendang selimut miliknya hingga mendarat diatas lantai dingin. Sedangkan tangannya terus mengacak rambutnya dengan frustasi. Tanpa disadarinya sosok hantu cantik itu tengah mengintip Chanyeol dengan menahan tawanya.

Tok tok tok

"Hyung." panggil Jongin dari arah luar kamar Chanyeol dengan terus mengetuk pintu itu. Chanyeol mencoba menulikan telinganya, namun Jongin tanpa putus asa terus memanggil nama Chanyeol.

"Aku tahu hyung belum tidur, aku masuk ya hyung." Chanyeol yang mendengar lontaran Jongin akhirnya hanya mendengus. Seperkian detik pintu kamar Chanyeol terbuka, nampaklah Jongin dengan senyuman lebarnya yang memamerkan deretan giginya. Laki-laki berkulit tan itu berbaring begitu saja disamping Chanyeol tanpa seizin pemiliknya.

"Yak, apa yang kau lakukan?"

"Hyung, Sehun mengusirku dari kamarku sendiri. Aku tidak bisa jika harus tidur disofa dan lihat bahkan aku tidak bisa mengganti bajuku." ucap Jongin dengan berniat mengadu pada Chanyeol, namun sayang laki-laki bertelinga lebar itu bahkan tidak mau peduli.

"Aku tidak peduli!"

"Hyung..."

"Aish, berhenti mengeluarkan suara bocah seperti itu dan aku tidak suka berbagi ranjang dengan orang lain." Jongin berpura-pura melengkungkan bibirnya, Chanyeol yang melihat ulah Jongin hanya memutar bolamatanya.

"Kau tidur dibawah, ada kasur lipat dan selimut dilemari." Jongin langsung tersenyum dengan lebar saat mendengar ucapan Chanyeol, sedangkan laki-laki itu hanya berdecak dan melempar bantal kearah Jongin. Dengan sigap laki-laki berkulit tan itu menangkap lemparan Chanyeol.

.

.

.

.

.

"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu, tapi aku memang sudah jatuh cinta padamu."

Cup...

"Yakkk, hyung!" teriak Jongin saat Chanyeol mendaratkan bibir tebalnya tepat dibibir laki-laki berkulit tan itu, sedangkan tangan Chanyeol merengkuh wajah Jongin. Chanyeol yang mendengar teriakan Jongin langsung membuka matanya dengan sempurna, mata besarnya langsung membola saat ia melihat Jongin tepat dihadapan wajahnya.

"Apa yang kau lakukan kim jongin!"

"Harusnya aku yang bertanya hyung, kau sudah mengambil ciuman pertamaku. Astaga, bahkan aku belum pernah mencium gadis ataupun laki-laki cantik didunia ini."

"A-aku mencium mu yang benar saja."

"Aish, harga diriku terluka!" teriak Jongin dan..

Brakkk...

Laki-laki berkulit tan itu membanting pintu kamar Chanyeol dengan sangat keras, membuat Chanyeol terlonjak kaget dengan mengedipkan mata polosnya. Chanyeol langsung mengusap-usap bibirnya dengan punggung tangannya, ia pun sama halnya dengan Jongin.

.

Sehun yang baru saja keluar dari kamar mandi tampak menaikkan sebelah alisnya saat melihat Jongin berjalan dengan kesal, sedangkan punggung tangannya terus mengusap bibirnya.

Brakkk...

Laki-laki berkulit tan itu lagi-lagi membanting pintu kamar mandi yang tak berdosa, Sehun jelas terlonjak kaget mendengarnya. Ia sedikit mengintip dianak tangga dengan apa yang dilakukan Jongin. Sehun jelas bingung dengan apa yang terjadi pada laki-laki itu.

.

.

Ditaman kota nampak duduk seorang laki-laki bersurai pirang dengan tangan yang terus menyentuh bibir tipisnya sedangkan senyuman cantiknya terus terkembang sedari tadi.

--

Flashback

.

Ditengah malam yang sunyi dan dingin, seorang hantu cantik membawa langkahnya kearah sosok yang tengah tidur dengan lelapnya. Baekhyun duduk ditepi ranjang dengan memandangi wajah Chanyeol, senyuman cantiknya tampak terkembang kembali. Dengan perlahan jari-jari lentik Baekhyun menyentuh wajah Chanyeol, sedangkan wajah cantiknya semakin mendekat dan...

Cup

Bibir tipis milik Baekhyun mendarat dengan sempurna diatas bibir tebal Chanyeol tanpa sepengetahuan pemilik bibirnya.

"Sepertinya aku juga jatuh cinta sepertimu."

.

Flashback End

--

Tanpa disadarinya seseorang baru saja memperhatikannya sejak beberapa detik yang lalu. Tangan Kyungsoo terus melambai-lambai dihadapan wajah Baekhyun, namun sosok itu bahkan tidak merasa terganggu sama sekali. Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya bingung dengan senyuman misterius Baekhyun, namun seperkian detik Kyungsoo langsung menyeringai saat lampu diatas kepalanya tampak menyala.

"Chanyeol." Baekhyun langsung tersadar dari lamunannya saat kedua telinganya mendengar satu nama yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang. Kyungsoo hanya bersiul dengan tatapan polosnya saat melihat mata sipit Baekhyun menelusuri taman itu.

"Dimana Chanyeol, bukankah tadi kau memanggil namanya Kyung?" tanya Baekhyun dengan terus menelusuri sekitarnya, sontak pertanyaan Baekhyun membuat Kyungsoo tertawa dengan nyaring. Baekhyun yang melihat tawa Kyungsoo hanya mempoutkan bibirnya dengan melipat kedua tangannya didada.

"Kau membohongiku!"

"Jadi kau memang sedang melamunkan nya?" tanya Kyungsoo dengan menaik turunkan alisnya. Baekhyun hanya merona dengan pertanyaan Kyungsoo.

"Yak, wajahmu memerah." ucapnya dengan menunjuk-nunjuk wajah Baekhyun, sedangkan tawanya semakin terdengar nyaring. Baekhyun melambaikan tangannya kearah Kyungsoo memberi isyarat untuk mendekatkan telinganya dan Kyungsoo hanya menurut tanpa mengeluarkan suaranya. Saat Baekhyun membisikan sesuatu tepat ditelinganya, Kyungsoo hanya membulatkan matanya dan langsung membawa pandangannya kearah Baekhyun.

"Jadi kau mencium bibir Chanyeol. Aish, aku iri padamu! Aku juga ingin mencium bibir laki-laki seksi itu." ucap Kyungsoo dengan tangan menyentuh bibirnya sedangkan kepalanya berkelana membayangkan wajah seseorang.

"Yakkk! dia milikku Kyung, awas saja kalau kau berani merebutnya." desis Baekhyun. Kyungsoo hanya memutar bolamatanya saat mendengar desisan Baekhyun.

"Yang ku maksud bukan laki-laki bertelinga seperti gajah itu, yang aku maksud laki-laki yang berkulit tan yang terlihat sangat seksi."

"Yakkk, jadi kau menyukai Jongin." Kyungsoo mengangguk dengan semangat.

.

.

Seperti biasa Chanyeol menghabiskan waktunya ditaman kampus sebelum ia memulai kesibukannya dengan memandangi dosen seharian. Hari ini tampak ada yang kosong saat Chanyeol tidak melihat sosok hantu beserta kawan-kawannya yang usil itu. Mata besarnya hanya memandangi pohon yang dulu pertama kali ia melihat sosok hantu cantik itu. Chanyeol mulai berhalusinasi, ia tersenyum saat melihat sosok Baekhyun seperti pertama kali ia melihatnya. Tanpa disadarinya seseorang yang berada disampingnya beberada detik yang lalu hanya menatap Chanyeol dengan bingung.

.

.

.

.

.

TBC

haruka96, chalienBee04, mputt4, aerisaegi, xoelbaby, ChanBaek1105.