Akhirnya cerita ini saya lanjutkan. Selamat membaca ^^ (padahal gak yakin masih ada yang mau baca wkwk ^^)
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku
Warning : Typo(s) karena tidak saya baca ulang T_T, OOC, Gaje dll
# # #
Ino melirik sahabatnya yang duduk tepat di sampingnya. Ini sudah jam pelajaran ketiga dan sahabatnya itu masih bersikap aneh yang membuat Ino merasa khawatir. Pasalnya dari awal pelajaran Sakura tidak memperhatikan penjelasan guru sama sekali dan malah terus menunduk sambil senyum-senyum.
"Ssstt, Sakura!" panggil Ino dengan suara yang sangat pelan, takut jika senseinya ikut mendengar suaranya.
"Sakura!" Ino kembali memanggil Sakura sambil menyikut lengan Sakura karena Sakura tidak kunjung mendengar panggilannya. Dan akhirnya kini Sakura pun menoleh ke Ino yang duduk di sampingnya.
"Ada apa pig?" tanya Sakura dengan wajah polosnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ino.
"Tentu saja aku baik-baik saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Sakura balik bertanya, bingung dengan pertanyaan Ino.
"Daritadi kau hanya senyum-senyum sendiri, jidat! Sebenarnya apa yang terjadi? Kau membuatku takut. Aku pikir kau kerasukan!"
"I-itu, aku tidak apa-apa Ino. Kau tenang saja, aku tidak kerasukan seperti yang ada pikiranmu itu."
"Lalu apa yang terjadi, Sakura?" tanya Ino penasaran.
"T-tidak ada apa-apa kok." kata Sakuran gugup. Tentu saja ia tidak akan menceritakan kejadian kemarin kepada Ino. Walaupun Ino adalah sahabatnya, tapi Sakura belum siap untuk menceritakannya. Sakura sangat malu untuk mengatakan kejadian kemarin kepada siapapun.
"Tuhkan, senyum-senyum lagi! Tidak mungkin tidak terjadi apa-apa!" kata Ino. Sedangkan Sakura merutuki dirinya sendiri yang ternyata selalu tersenyum saat mengingat apa yang ia dan Sasuke lakukan kemarin malam. Apalagi saat memikirkan apa yang akan terjadi jika saja kedatangan orangtuanya tidak menghentikan aktivitas mereka.
"Apa kau berciuman lagi dengan si pantat ayam? Atau kau malah sudah berpacaran dengannya, jidat?!" tanya Ino lagi dengan pandangan menyelidik.
"T-tidak, pig. Aku tidak berpacaran dengannya."
"Lalu apa yang terjadi Sakura? Ah, aku benar-benar penasaran dengan pantat ayam itu. Kapan kau memperkenalkan aku dengannya?" Walaupun Sakura selalu menceritakan tentang Sasuke kepada Ino, tetapi Ino sama sekali tidak tau jika sahabat sejak kecil Sakura yang selalu Sakura ceritakan adalah Uchiha Sasuke. Sakura bahkan tidak memberitahu Ino nama Sasuke dan malah menyebutnya 'pantat ayam'. Sakura tidak bisa membayangkan bagimana sikap Ino kalau Ino tau jika si pantat ayam adalah Uchiha Sasuke aktor idolanya. Yah Ino adalah salah satu fans fanatik Sasuke. Bahkan di kamar Ino banyak sekali poster dan foto Sasuke. Ino juga mempunyai semua film yang pernah Sasuke bintangi.
"Tidak ada yang terjadi, Ino. Kau kan tau kalau pantat ayam itu jarang pulang ke konoha."
"Apa dia se-sibuk itu? Apa dia benar-benar sudah sukses di Tokyo dengan usaha toko sembako itu, Sakura?"
"Iya Ino. Dia sekarang sudah sukses berkat usaha toko sembakonya. Apalagi dia juga sedang sibuk kuliah. Dia benar-benar kerepotan menjalankan bisnisnya sambil kuliah."
"Apa dia tampan, Sakura?" tanya Ino.
"Em, lumayan. Kenapa pig?"
"Syukurlah kalau begitu. Aku tidak bisa membayangkan jika yang mengambil ciuman pertamamu adalah pengusaha sembako dan jelek pula."
"Pantat ayam itu lumayan tampan kok." kata Sakura.
"Apa lebih tampan dari Sasori?"
"Em, aku rasa lebih tampan Sasori."
"Kalau begitu lebih baik kau berpacaran saja dengan Sasori. Jangan dengan pantat ayam itu Sakura. Walaupun pantat ayam itu sahabatmu dari kecil tetapi Sasori lebih tampan. Apalagi orangtua Sasori kan pengusaha sukses."
"Kenapa kau berbicara seperti itu pig. Aku dan Sasori hanya berteman, dengan pantat ayam pun hanya berteman. Sudahlah jangan membicarakan ini lagi." kata Sakura yang merasa pembicaraan mereka mulai ngelantur.
Sakura melihat pantulan dirinya dicermin. Ia mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan dipadukan japitan bawarna senada untuk menghias rambutnya yang ia biarkan terurai. Untuk wajahnya sendiri Sakura hanya memakai bedak dan lipgloss. Setelah dirasa cukup, Sakura pun mengambil tas lalu keluar dari kamar dan berjalan ke ruang tamu. Sakura duduk di sofa ruang tamu dan memainkan ponselnya sambil menunggu Sasori yang sudah dalam perjalanan ke rumah Sakura. Yah hari ini adalah hari minggu dimana Sasori dan Sakura akan jalan-jalan.
Jangan lupa sebentar lagi ada talkshow!
Sakura menyerngit melihat pesan dari Sasuke yang baru saja masuk. Bagaimana bisa ia menonton televisi saat jalan-jalan dengan Sasori.
Maaf aku tidak bisa melihatnya, Sasuke. Bukankah kau sudah tau jika hari ini aku akan jalan-jalan dengan Sasori.
Tidak lama Sasuke pun sudah membalas pesan dari Sakura.
Batalkan!
Sakura hanya membaca pesan dari Sasuke itu. Sakura tau Sasuke akan terus memaksa Sakura untuk membatalkan janjinya dengan Sasori. Dan tentu saja Sakura tidak bisa membatalkannya. Sasori bahkan sudah dalam perjalanan ke rumahnya. Dan benar saja, sudah terdengar bel rumah Sakura berbunyi. Sakura pun membuka pintu rumahnya. Terlihatlah Sasori yang sedang berdiri sambil tersenyum. Sakura mengamati Sasori sebentar. Sasori terlihat sangat tampan dengan kaos yang dilapisi kemeja juga celana jeans panjang.
"Sudah siap?" tanya Sasori. Sakura pun mengangguk.
"Dimana orangtuamu, Sakura?" tanya Sasori yang ingin berpamitan terlebih dahulu.
"Orangtuaku sedang tidak ada di rumah. Jadi kita langsung berangkat saja." kata Sakura. Setelah Sakura mengunci pintu rumahnya mereka pun berangkat dengan mobil merah Sasori.
"Kita akan kemana Sasori?" tanya Sakura menoleh ke samping dimana Sasori sedang menyetir mobil.
"Bagaimana kalau kita nonton? Banyak film baru yang bagus."
"Boleh. Aku juga sudah lama tidak ke bioskop."
"Baiklah kita ke mall dekat sini saja." kata Sasori. Sedangkan Sakura hanya mengangguk setuju. Dan tidak lama mereka pun sudah sampai di mall yang memang cukup dekat dengan rumah Sakura. Setelah sampai mereka langsung menuju gedung bioskop. Dan mereka memutuskan untuk menonton film action yang baru diputar di bioskop hari ini. Sebenarnya Sasori yang menyarankan film itu dan Sakura pun setuju saja. Yah walaupun sebenarnya Sakura tidak begitu suka dengan film action, tapi Sakura penasaran dengan film itu karena pemeran utamanya adalah Uchiha Sasuke.
Setelah menonton film Sakura dan Sasori langsung menuju salah satu tempat makan di mall itu.
"Pasti Ino sudah menonton film itu." kata Sasori memulai obrolan sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Tentu. Mungkin Ino bahkan sudah mempunyai dvd bajakannya." kata Sakura terkikik geli. Semua orang juga tau Ino adalah fans berat Sasuke. Yah walaupun bukan hanya Ino, banyak siswi di sekolah mereka yang juga tergila-gila dengan Sasuke.
"Kau sendiri bagaimana Sakura? Apa kau juga fans Uchiha itu?" tanya Sasori.
"Em, aku memang suka dengan akting Uchiha Sasuke. Tapi aku bukan salah satu fans fanatik seperti Ino."
"Yah memang akting Uchiha itu sangat bagus. Apalagi dia mempunyai wajah tampan. Tidak heran dia mempunyai banyak penggemar."
"Menurutku lebih tampan Itachi-nii daripada dia."
"Itachi-nii? Siapa itu?" tanya Sasori dan membuat Sakura baru sadar ia hampir kelepasan berbicara. Bukannya tidak ingin mengakui Sasuke, Sakura hanya tidak ingin teman-temannya akan terus mengikutinya untuk bertanya tentang Sasuke.
"Em, Itachi-nii adalah tetanggaku." kata Sakura sambil nyengir. Tentu saja banyak yang tidak tau jika Sasuke mempunyai kakak karena sejak Sasuke jadi artis Itachi sudah berada di luar negeri untuk kuliah.
"Oh, lalu siapa aktor idolamu Sakura?" tanya Sasori
"Aku tidak mempunyai idola. Hanya saja aku menyukai aktor Hyuuga Neji. Dia tampan sekali, juga sangat ramah."
"Benarkah dia ramah? Di televisi sepertinya dia pria yang dingin." kata Sasori
"Ya memang di televisi dia terlihat dingin. Tapi sebenarnya dia sangat baik."
"Bagaimana kau tau, Sakura?" tanya Sasori bingung mendengar Sakura yang berbicara seakan mengenal Hyuuga Neji.
"A-aku pernah bertemu dengannya sekali. Dan kau sendiri bagaimana Sasori? Siapa aktris idolamu?" kata Sakura mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya Sakura pernah bertemu Neji beberapa kali karena Neji adalah salah satu sahabat Sasuke. Sasuke beberapa kali mengajak neji untuk pulang ke Konoha.
"Aku juga sama, tidak mempunyai idola. Hanya saja aku menyukai aktris Karin."
"Ya memang Karin sangat cantik. Dia juga sangat seksi."
"Memang. Tapi bukan itu yang aku sukai darinya. Tapi aku sangat suka aktingnya dan juga suaranya." kata Sasori.
"Wah padahal teman laki-laki kita banyak yang suka dengan karin karena keseksiannya."
"Tapi aku tidak, Sakura." kata Sasori. Dan obrolan mereka harus terhenti karena makanan mereka telah datang.
Mereka pun makan sambil sesekali mengobrol. Dan setelah makan mereka memutuskan untuk pergi ke toko buku langganan Sakura. Sakura tentu saja sangat semangat mencari novel dan komik terbaru. Sedangkan Sasori tentu juga senang hanya dengan melihat Sakura yang begitu bersemangat.
"Apa kau suka burger, Sasori?" tanya Sakura setelah mereka keluar dari toko buku.
"Suka."
"Bernarkah? Kalau begitu ayo!" kata Sakura langsung menarik tangan Sasori menuju kedai burger langganannya. Sedangkan Sasori hanya bisa menurut dengan wajahnya yang memerah karena Sakura yang menggandeng tangannya.
"Tidak!" kata Sakura menahan tangan Sasori saat Sasori akan membayar burger yang mereka beli. Sakura buru-buru membayar duluan sebelum Sasori mencoba membayar burger itu lagi.
"Jangan protes! Kini giliranku yang membayar!" kata Sakura. Memang daritadi Sasori yang terus membayar tiket bioskop, makan dan bahkan membelikan Sakura novel. Sakura tentu merasa tidak enak tetapi Sasori terus memaksa.
Sasori hanya tersenyum melihat tingkah Sakura. Mereka pun akhirnya memilih duduk di bangku taman yang berada tepat di seberang toko buku itu. Mereka memakan burger mereka sambil mengobrol dan bercanda. Hingga Sakura merasakan tasnya bergetar membuat Sakura ingat selama jalan-jalan bersama Sasori Sakura tidak mengecek ponselnya sama sekali. Bahkan ponselnya sengaja ia silent.
Sakura menyerngitkan keningnya melihat ada telpon masuk dari Sasuke!
"Halo?"
"Cepat pulang!" Sakura menelan ludah dengan susah payah begitu mendengar teriakan Sasuke.
"S-sebentar lagi aku pulang. A-aku sedang ma..."
"Pulang sekarang juga Sakura!" bahkan sebelum Sakura menyelesaikan kalimatnya Sasuke terlebih dahulu menyela dan langsung menutup telponnya setelah selesai bicara tanpa memberi kesempatan Sakura untuk berbicara lagi.
"Siapa Sakura?" tanya Sasori penasaran.
"A-ano, lebih baik kita pulang sekarang Sasori. Ini sudah petang." kata Sakura.
"Ah iya baiklah." kata Sasori.
Sakura berdiri di depan pintu kamarnya sambil menatap Sasuke yang duduk manis di atas kasurnya. Ia baru saja diantarkan Sasori pulang dan ibunya mengatakan bahwa Sasuke sudah menunggu di kamar.
"A-ada apa, Sasuke?" tanya Sakura gugup. Ia gugup karena takut Sasuke marah dan juga gugup karena melihat Sasuke membuatnya ingat kejadian beberapa hari lalu. Terlihat Sasuke yang mulai berdiri dan berjalan ke arahnya.
Cklek
Sakura hanya bisa melihat Sasuke mengunci pintu kamarnya lalu memandang Sakura dari atas sampai bawah.
"Sengaja berdandan hanya untuk jalan-jalan dengan serangga itu, hn?" kata Sasuke.
"A-aku tidak berdandan!" jawab Sakura.
"Lalu ini apa, saki?" kata Sasuke sambil mengusap bibir Sakura dengan ibu jarinya menunjukkan bekas lipgloss.
"A-aku hanya memakai lipgloss." kata Sakura apa adanya.
"Kau bahkan tidak pernah memakainya jika jalan bersamaku!" kata Sasuke.
"I-itu..."
"Sudahlah! Jangan pernah keluar bersama serangga itu lagi!"
"B-baiklah." kata Sakura menurut, takut Sasuke akan semakin marah.
"Ah ya Sasuke, aku sudah melihat film terbarumu!" kata Sakura semangat.
"Benarkah?"
"Ya! Kau keren sekali Sasuke! Aku sangat suka saat kau bertarung melawan musuh-musuhmu."
Dan seolah lupa dengan suasana tegang tadi, kini Sasuke dan Sakura malah asik mengobrol sambil duduk manis di atas kasur Sakura.
"Ah, Sakura. Sebenarnya siapa yang mengambil ciuman pertamamu? Apakah benar si serangga merag itu?" tanya Sasuke.
"Kenapa kau bertanya tentang itu?" kata Sakura dengan wajah merah.
"Jawablah Sakura!" kata Sasuke tidak sabaran.
"I-itu..." kata Sakura menunduk, bingung menjawabnya.
"Siapa, Sakura?"
"Kau!" kata Sakura akhirnya.
"Aku?" tanya Sasuke bingung.
"Iya, kau Sasuke. Se-sebenarnya waktu itu aku berbohong. Aku belum pernah berciuman. A-aku hanya tidak ingin kau terus menganggapku anak kecil." aku Sakura sambil menunduk. Sedangkan Sasuke yang mendengarnya langsung menyunggingkan senyum. Entah kenapa ia merasa sangat lega.
"Baguslah." kata Sasuke menepuk kepala Sakura lembut.
"Bagus?" tanya Sakura mendongak menatap Sasuke.
"Lakukanlah ini hanya denganku." kata Sasuke langsung saja mencium bibir Sakura. Tidak jauh berbeda dengan beberapa hari lalu Sakura hanya diam, masih bingung untuk membalasnya. Tapi Sasuke dengan sabar mencoba mengajak Sakura untuk menggerakkan bibirnya. Dan akhirnya Sakura pun mulai bisa membalas ciuman Sasuke.
Perlahan Sasuke menurunkan bibirnya menuju leher Sakura. Ia mencium dan menjilat bahkan sesekali menggigiti leher putih Sakura.
"Nghh..." Sakura pun hanya bisa mendesah tatkala merasakan tangan Sasuke dengan ahlinya memainkan payudara Sakura dadi luar gaunnya. Sasuke pun berniat menarik kebawah gaun Sakura tapi keburu Sakura hentikan.
"Kenapa?" tanya Sasuke menatap Sakura bingung.
"A-aku belum mandi, Sasuke." kata Sakura dengan wajah merahnya. Ia tidak percaya diri, takut Sasuke ilfeel. Sedangkan Sasuke langsung menyeringai mendengarnya.
"Baiklah, ayo kumandikan." kata Sasuke menyeringai lebar.
# # #
TBC
Arigatou yang sudah memberi review. Saya masih bingung bagaimana membalas review karena saya masih newbie disinii hehe :D
Ditunggu reviewnyaaa untuk chap ini
kritik dan saran sangat diterima ^^
