Title : Trap In the Other Demension
Author : Rei Ame
Rate : M+*Masih Muda* gak kok! Rate nya T.
Length : Chaptered
Cast : member Exo and other seiiring berlanjutnya FF ini.
Pairing : All Exo couple (official pair)
Genre : Fantasy berlebihan, Action(?),Drama,Romance(?),DLL
DISC : ini FF asli punya otak saya. Jika ada kesamaan adegan atau kesamaan yang lain saya mohon maaf. Mungkin itu hanya kebetulan saja. para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy berlebihan saya menjadi terwujud di FF ini. FF ini terinspirasi dari FF yang pernah saya baca disalah satu blog dan juga dari sebuah buku cerita yang saya dapat dari Mie Gemez#kkyyaa masih hobi makan mie itu#. Terimaksih kepada author dan juga buku itu. Terimaksih karena telah memberikan saya banyak Inspirasi.
Summary : sebuah kelompok camping dari sekolahnya terperangkap dalam sebuah lubang dimensi yang membuat mereka terjebak di sebuah tempat aneh atau lebih tepatnya membawa mereka ke sebuah planet yang ada diluar sistem tata surya. IT'S YAOI!.
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual dan sakit kepala, tidak sesuai EYD. I told you before, if you hate YAOI, you better don't read my fanfic! Deal?
No Flame, No Bash, No SiDers
Let's Start!
Hello everi badeh ! Woy! Rei's back. Back back back*dilempartruksampah* Rei bawa FF bergenri Fantasy berlebihan nih . Mohon bantuannya agar Rei bisa memulai hobi baru ini dengan tekun(?) . OnKey!
DON'T LIKE YAOI?
.
.
.
DON'T READ
.
.
.
JUST GO AWAY!
.
.
.
Rei AmeFujoshi
.
.
.
CHAPTER 3
6 pangeran itu membawa pasangan mereka masing – masing menuju sebuah goa yang cukup tersembunyi dan juga tak terlalu jauh.
"wah...hyung ternyata putriku lebih cantik dari putri mu"canda seorang namja tinggi dengan rambut gelombangnya yang tengah menggendong seorang namja cantik di punggungnya.
"setidaknya putriku lebih manis darimu Chanyeol"sergah Kris si namja tinggi itu. "kalian sudah membawa mereka?"tanya Jaejong yang masih setia duduk di ujung goa dengan jubah hitamnya menutup hingga kepalanya.
"Baekhyun... bisa kau berikan batu yang ada padamu? Aku sungguh sangat membutuhkannya" pinta Jaejong berjalan mendekat pada Baekhyun sambil melepaskan penutup kepalanya.
Baekhyun mengulurkan tangan kanannya yang menggenggam erat batu itu. Entahlah sepertinya Baekhyun di pengaruhi oleh otaknya sendiri. Seharusnya dia tidak menyerahkan batu itu ke sembarang orang.
"gomawo"
Baekhyun, Tao, Xiumin, Luhan, D.o, dan Lay membulatkan mata mereka saat melihat apa yang jaejong lakukan pada batu itu. Jaejong menusuk daerah dadanya tepatnya di bagian jantungnya dengan batu itu.
Tapi ayolah bagaimana bisa batu itu langsung masuk begitu saja ke dalam tubuh Jaejong?.
"ah..!"desahnya lega saat batu itu menggantikan posisi jantungnya. Yah, karena pohon kehidupan makin lama makin mengering, Jaejong harus kehilangan sebagian besar kekuatannya dan juga penduduk planet ini hanya akan hidup jika pohon itu tetap sehat
"kita semua harus pergi dari sini... nanti kami akan menjelaskannya dari awal, dan lebih baik kalian membantuku mencari peramal kerajaan yang sudah lama mengungsi ke hutan" sambung Jaejong berjalan kemulut goaa dan menggunakan penutup kepalanya.
"ayo pergi"ucap Sehun semangat sambil menggendong Luhan di punggungnya dan jugga diikuti oleh yang lainnya.
WUSH
Seketika mereka semua bergerak pergi dari goa dan mulai mencari Rei Ame si peramal kerajaan.
.
.
.
"maafkan saya tuan.. saya kehilangan mereka semua" sesal seorang yeoja berlutut di depan sebuah pohon besar berdaun lebat yang kini mulai layu.
"DASAR BABO!" sesuatu di dalam pohon itu berbicara. Sepertinya kali ini Lord mempunyai kaki tangan untuk merebut tahta dan juga membunuh pohon kehidupan.
"tapi tuan, ramalan itu takkan terjadi karena saya sudah melacak mereka semua. Jadi kita bisa korbankan jantung mereka untuk melepas segel anda yang mulia Lord" sambung yeoja berdres selutut dengan rambut panjang terurai.
"upacra pembangkitan akan dimulai malam ini yang mulia Lord. Mereka akan bangkit dan mengabdi hanya pada mu dan membantu kita untuk membebaskan anda dari kurungan itu
"HAHAHAHA... baiklah.. jika kau tak bisa menghentikan ramalan itu maka kau yang harus mengorbankan segalanya untukku"sahut sang Lord dari dalam pohon tersebut.
"baiklah saya undur diri dulu..." Yoona sang yeoja pun menjentikkan jarinya dan kemudian menghilang.
Setelah pergi Yoona pun kembali mempersiapka upacara pemanggilan yang akan membangkitkan 3 orang pengikut kesayangan dari sang Lord.
'Ląvèrta dê exioďë maňdio Ļăviè nô pêLìćÿå'
Yoona melafalkan mantra tersebut dengan suara lantang dan membuat langit saat itu juga menjadi kelam dan juga bulan tampak di telan habis oleh sang awan kegelapan.
Dia tau kalau ramalan itu akan dimulai, dan ia yakin sekali pasti 12 orang itu sudah ada di planet ini.
Walaupun ini masih pukul 02:00 A.m tapi ini lebih mirip dengan saat hujan akan turun.
Yap! Yoona telah berhasil membangkitkan 3 orang yang 'dulu' mati tapi sekarang sudah hidup kembali. 3 orang itu muncul bersamaan dengan cahaya rembulan kembali menyinari planet itu.
"anda memanggil kami Lord yang mulia?"tanya 3 orang itu serempak. "bukan Lord, tapi aku Yoona... Lord membutuhkan kalian untuk membebaskannya dari segel"jelas Yoona sambil sambil memberikan mereka sebuah kalung.
"apa yang harus kami kerjakan?" tanya salah satu dari mereka yang mengenakan jubah hitam dengan penutup kepala yang belum di pasang.
"kalian harus membantuku untuk memuskan 12 namja dan mencegah ramalan itu terjadi" jelas Yoona.
"baiklah... sekarang kalian buat pasukan sebanyak yang kalian mau dari kalung itu, di dalam liontinnya sudah tersimpan banyak api iblis, jadi kalian bisa membuat sebanyak yang kalian mau.."ucap Yoona lagi.
"baiklah, kami pergi dulu..."ucap mereka ber3 serempak kemudian memakai penutup kepala mereka dan sedetik kemudian mereka berpencar entah kemana.
"urusan satu sudah selesai" Yoona pun kembali ke dalam istana untuk mempersiapkan ritual yang lainnya.
.
.
.
"baiklah... kalian semua berhutang penjelasan pada kami semua"ucap Xiumin dan diangguki oleh 5 temannya.
"nanti akan kami jelaskan yang jelas masuk dulu" Jaejong mulai melepas penutup kepalanya dan mulai mengetok sebuah pintu tua di pinggir hutan selatan.
TOK TOK TOK*maksa banget pake back sound*
KRRIIEETT*apaan ini -_-*
Suara decitan pintu terdengar oleh pendengaran mereka bertanda bahwa ada sesorang di dalam rumah tua itu.
Sesosok tubuh keluar dengan baju panjang hitam dan rambut panjang pirang yang terurai di terpa angin pagi itu.
"Rei-ah"panggil Jaejong saat melihat orang keluar ternyata adalah orang yang di tuju.
"Jaejong? Eh-maksudku yang mulia" ucap Rei menunduk.
"Rei-ah kami butuh bantuanmu, planet ini membutuhkanmu, bahkan pohon kehidupan juga membutuhkan kemampuanmu" Jaejong langsung bicara to the point. Rei sangat terkejut dengan berita tersebut pun menyuruh ke13 namja itu masuk.
"kau terlihat sangat muda eonnie"lirih Jaejong saat telah di dalam. Rei hanya tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk.
"jadi ramalan itu terjadi?"tanya Rei memulai pembicaraan.
Semua mengangguk kecuali Tao, Xiumin, Lay, D.o, Baekhyun, dan Luhan karena mereka tak mengerti apa – apa. "di mana Yunho? Dan mereka 6 orang yang terpilih itu?"tanya Rei lagi.
"Yunho tertangkap oleh Yoona saat terjadi penyerangan itu"
.
.
.
Rei pun sudah menjelaskan semua tentang planet ini dan tentang mereka yang bisa di bawa kemari. Semuanya dari sejarah MAMA dan juga pohon kehidupan.
"jadi apa ramalannya? Bisakah kau menjelaskannya pada kami?" tanya Luhandan diangguki oleh yang lainnya.
"baiklah...dengarkan baik – baik karena aku takkan menglanginya!"
"pada saat gerhana terjadi dunia lain dan dunia nyata akan berdampingan dan juga saling bertemu, saat itulah terjadi tarikan antara satu dengan yang lain. Aku telah membuang 6 pecahan pada makhluk bumi saat MAMA meninggal, dan saat itu juga aku melihat sebuah takdir yang sangat besar ada di depan mata. Aku tak ingin terlibat pertarungan dan mengungsi ke pinggir hutan selatan, aura iblis dari Lord semakin kuat. Saat dunia berdampingan maka akan ada yang terpilih untuk masuk ke dunia kami. Dan itu adalah kalian ber6.. saat kalian bersatu maka Lord beserta pengikutnya akan lenyap untuk selamanya dari duniia ini, dan..." Rei menggantungkan kalimatnya dan menatap Jaejong sendu.
"dan..." mereka semua penasaran. Terlihat dari raut wajah mereka dengan sangat serius mendengarkan cerita sang peramal.
"akan ada pertempuran yang sangat besar...setelah itu aku tak bisa melihat hal yang lain. Akuu tak tau siapa yang menang... tapi saat itu aku yakin aku akan mati"sambung Rei tersenyum.
"ah ya... kalian harus berpencar... jika kalian bersama – sama maka aku yakin Yoona dan pengikutnya akan dengan mudah menemukan kalian... Jaejong akan tinggal dengan ku... setelah kalian bisa melatih kekuatan kalian maka kita akan bertemu di bawah sinar bulan yang menunjuk satu arah dan satu objek... sekarang kita harus pergi dari sini, aku merasakan akan banyak hal yang akan terjadi jika kita tetap disini"
.
.
.
"Demi Lord..."guman seorang yeoja berjubah hitam dengan penutup kepala yang hanya menampakkan daerah hidung dan mulutnya.
Yeoja itu menyeringai saat melihat sebuah rumah tua dengan penerangan lilin yang masih menyala. LaSio Jee Ji itu nama sang gadis yang tengah menyeringai seram.
"kalian akan mati" gumannya menggerakkan jari tangannya.
BRAK
Jee Ji menghentakkan kakinya ketanah dan seketika 10 prajurit yang terbuat dari tanah itu bangkit. "habisi rumah itu... jangan ada yang terlewat sedikit pun"titah Jee Ji dan kemudian meloncat ke atas pepohon duduk menunggu.
"sepertinya mereka sudah kabur" ucap seseorang yang datang secara tiba – tiba datang dari belakang gadis cantik itu.
"yah..setidaknya aku hanya ingin bermain – main dulu... bagaimana denganmu G.d?"tanya Jee Ji tersenyum sambil memainkan kuku panjangnya.
"aku akan menangkap mereka sebelum kau... ingat itu!"cetus G.d namja yang sedarti tadi berdiri di samping Jee Ji yang tengah duduk santai.
SSRREETT*apaan ini -_-. Seret kali y(?)*
Sepasang sayap hitam keluar dari punggung G.d dengan gagahnya dia pun terbang meninggalkan Jee Ji yang sedang sangat kesal karena tak bisa bermain dengan mangsanya kali ini.
10 prajuritnya pun kembali dengan tangan kosong membuat Jee Ji bertambah kesal karena tak menmukan petunjuk.
TING
Jee Ji menjentikkan jarinya dan seketika itu juga 10 prajuritnya kembali seperti semula menjadi rata dengan tanah.
SYUT*maksain banget Back Soundnya -_-*
Jee Ji pun melayang keudara dengan cepat dan kemudian mengejar mangsanya. "dasar...babo... mereka terlalu terburu – buru"guman seorang namja yang baru sampai di atas pohon melihat ke2 temannya pergi memburu mangsanya. Bayangkan saja, mereka berburu tanpa menyusun strategi untuk berburu. Apakah mereka terlalu bodoh?. Mungkin iya. Karena Jee Ji dan G.d adalah tipe orang yang mengandalkan kekuatan dari pada menggunakan pikiran.
Berdeda dengan namja berjubah hitam yang tampak menyeringai melihat kepergian 2 temannya tadi. Yap, dialah Taemin de vertue atau yang biasa di panggil Taemin.
"yah... mungkin lebih baik kali ini aku yang akan menang"
CUIT*apaan in -_-*
Taemin menirukan salah satu bunyi dan kemudian seekor burung besar berwarna biru langit tak berbulu, berkulit kasar, mempunyai 2 tangan kecil di dadanya, 2 kaki dan berukuran sangat besar.
"ayo Duma...kita punya tugas yang lebih penting dari pada bermain kejar – kejaran dengan mereka"ucap Taemin mengelus pucuk kepala Duma.
Duma yaang mengerti apa yang dikatan oleh tuannya pun terbang dan menghilang di balik sinar bulan.
.
.
.
"hosh...hyung aku capek"keluh Lay pada Baekhyun yang terus menggenggam tangannya.
"kita tidak bisa begini terus... lebih baik kalian berpencar sekarang, jika terus bersama maka mereka akan dengan mudah menemukan kita. Jaejong akan bersamaku. Batu yang ada di dalamnya tidak bisa terus menerus di gunakan, baiklah kita berpisah disini" ucap Rei dan kemudian menghilang bersama Jaejong bersamaan saat angin berhembus.
.
.
.
ChenMin side
Terlihat 2 orang namja tengah berlari menuju utara hutan. Yang satu berpipi chuby dan satu sangat tampan. "hosh...berhenti dulu" pinta Xiumin namja berpipi chuby itu pun menghentikan larinya dan menatap Chen dengan tatapan kesal 'kau-mau-aku-banting?' kira – kira seperti itulah arti dari tatapan seorang Xiumin.
"hufft...ada apa lagi? Kau bisa memperlambat perjalanan kita"keluh Chen sambil melipat kedua tangannya ke dadanya.
"kau!.. kau membawaku kesini dan sekarang kau juga tak mau minta maaf karena menarik tanganku tanpa seizinku... dan kau! Kau tau? kita bahkan belum mengenal satu sama lain!"ucap Xiumin kesal sambil mempoutkan bibirnya lucu.
"hahahahaha jadi karna itu? Eh dengar tembem...kau tau? aku juga jadi korban disini.."balas Chen terkikik geli.
"ya! Aku punya nama...kau jadi korban?" Xiumin membuang mukanya kesal. Kau lihat Chen, sekarang kau membuat Xiumin sangat kesal padamu.
"baiklah... kita akan berkenalan secara formal...Chen Zeu Jongdae imnida, panggil saja Chen. Aku pengendali Petir dan juga aku yang paling hebat dalam hal mantra" Chen mengulurkan tangannya.
"Kim Minseok imnida, panggil saja Xiumin. Hahahaha namamu aneh sekali..." Xiumin tertawa dan kemudian menyambut tangan Chen.
"baiklah Xiumin... jika kau tak berhenti tertawa maka aku akan membunuhmu sekarang juga" ancam Chen dan langsung membuat Xiumin bergidik negri melihat tatapan Chen yang sangat mengerikan untuk dilihat.
ZZZTTT
Kilatan demi kilatan muncul di telapak tangan Chen dan menjadi lebih besar. Chen menyeringai mesum*plak* ralat. Menyeringai pada Xiumin yang sudah mulai ketakutan. Satu yang perlu diingat oleh Xiumin adalah Chen sangat benci namanya di tertawakan oleh orang. Dan bisa membunuh siapa saja mau itu paman atau siapapun.
"kau akan mati" ucap Chen dan mulai mengarahkan petirnya pada Xiumin. Xiumin yang ketakutan pun hanya bisa berdoa dalam hati dan menutup matanya. Dia sungguh merutuki dirinya yang sudah membuat namja tampan di hadapannya ini marah besar.
DUAR
BRUK
BUGH
"mati kau" gumannya.
TBC~
Hhhuuuaaa... makin gaje aja ni ff...
Terima kritikan pedas tapi author gak terima FLAME.
Xiu: hhuuaaa...mati aku... Chen mianhae.. T.T
Chen: hhuuaa author kejam. Padahal kan nama gue bagus banget di kasih ama emak gue.. masa lu maen ubah nama gue thor? Mana namanya aneh bin ajaib lagi T.T
Author: hehehe maap bang, aye kagak tau lagi mau ngasih name elu apaan jadi name ntu yang terlinats di otak aye.. .
Yosh..tanpa banyak bacot lagi Rievew ya...*wink bareng D.o
