Miracle in December

.

Chapter 2

#

.

.

Cast :

Xi Luhan

Oh Sehun

Xi Wu Fan (Luhan's dad)

Xi Yi Fan (kris)

& Other cast.

Genre

School life, humor, romance, aso.

Rate

T

.

.

.

Matahari sudah naik keatas, tetapi seorang gadis bermata rusa masih saja bergelut manja dengan bantal, guling dan juga boneka-boneka yg berada disekililingnya, Kris yg melihat adik kecilnya tak kungjung bangun menggeleng-gelengkan kepalanya.

'what the! ini sudah jam 9' batin Kris,

Ia berfikir bagaimana bisa adiknya memiliki kebiasaan tidur yg buruk dan tidak mengenal jam, lalu apa yg akan terjadi nanti jika adiknya tidak dapat mengubah kebiasaan buruknya ketika ia sudah menikah nanti mempunyai suami dan juga anak, bisa-bisa adik ipar dan keponakannya terkena busung lapar karena adiknya,

'ck. apa yg ku pikirkan' umpat Kris.

Kris yg sudah jengah menunggu adik nya selama 20 menit yg tak kunjung bangun juga, memutar otak nya dan mengambil tindakan agar rusanya dapat bangun, dasar kerbau.

Kris bertanya-tanya, bagaimana anak ini ketika ia di London, bagaimana ia bangun, dan jam berapa ia pergi ke sekolah , apa ia juga seperti ini.

Kris kembali menghela nafas dan disamping itu, Kris sudah mendapatkan ide untuk membangunkan rusa kecil, ia mendekati rusa kecilnya dan berbisik ditelinga adiknya.

'Luhannie, bangun.. bukankah hari ini kita akan pergi jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama hmm', bisik Kris

Luhan yg mendengar bisikan itu dan merasakan hembusan nafas yg hangat ditelinganya melenguh dalam tidurnya.

"Hnghhh, gege"

"Ya"

"Ada apa?" tanya Luhan dengan matanya yg masih tertutup

"Hei, bangunlah, dasar rusa pemalas"ucap Kris

"Mmm" lenguh Luhan

"Bangun Lu,"

"Engh gege, aku masih mengantuk dan ingin tidur"

Kris yg melihat adiknya tak menunjukkan tanda-tanda bangkit dari tidurnya mendengus kesal dan..

"Jika dalam hitungan 10 kau tidak segera bangkit dari tidur mu, jangan salahkan aku jika aku membatalkan jalan-jalan kita hari ini," ancam Kris ,

Luhan yg mendengar ancaman dari gegenya terlonjak kaget, langsung bangun dan mengumpulkan kesadarannya.

"Big noooooooo!" teriak Luhan

"Kenapa?"

"Tidak, gege tidak boleh membatalkannya!"

"Kenapa? bukankah kau masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidur mu hmm"

"Tidak, aku sudah bangun ge" ucap luhan sambil menguap

"Aku tidak yakin"

"Emmhh gegeee"

"Baiklah kita batalkan saja jadwal kita hari ini" ucap Kris

"Nooooooo! noooooo! nooooooo! jangan dibatalkan!" seru Luhan

"Kenapa?"tanya Kris

"Gege tidak boleh membatalkannya, bukankah gege sendiri yg sudah membuat jadwal hari ini, dan juga bukankah gege ingin menghabiskan waktu bersama dengan ku, jadi gege tidak boleh membatalkannya" jawab Luhan

Kris yg berada dalam mode ngambek(?)nya hanya diam dan tidak merespon apa yg diucapkan oleh Luhan.

Luhan yg merasa gegenya Kris tidak merespon nya, terus merengek kepada kris.

"Gege.."

"Gege.."

"Lulu mohon jangan batalkan ya"

"Gege.. please, Llu mohon.."

"Gege marah ya? maafkan Lulu ge.."

"Gegeee.. pleasee, jangan marah ya.., lihatlah Lulu sudah bangun ya kan, jadi gege tidak boleh marah lagi dan lulu minta, jangan batalkan jadwal kita hari ini, Lulu mohon.."

"Gege.."

Luhan yg merasa kris kembali tidak meresponnya, memutuskan untuk mengeluarkan kartu as nya, yaitu dengan melakukan puppy eyes untuk gegenya.

"Gegee.." panggil luhan dengan puppy eyes nya

Dan lihatlah rusa kecil itu berhasil karena membuat kris menoleh kearahnya.

Kris yg melihat luhannya melakukan puppy eyes dengan mata rusanya yg berbinar dan berkaca-kaca membuat pertahanannya runtuh seketika, uhh siapa yg tahan melihat pemandangan berada didepan mu dengan wajah yg begitu imut, indah dan sedang memohon kepadamu.

Kris menghela nafas, ia mengusap rambut dan memeluk Luhannya dengan sayang, Luhan pun ikut membalas pelukan gegenya Kris dengan sayang juga. dirasa cukup Kris melepaskan pelukannya.

"Lebih baik, sekarang kau membersihkan dirimu dan aku akan menunggumu dibawah, ingat jangan lama." ucap Kris

"Oke bos".

Setelah Kris berhasil membangunkan rusa malasnya, Kris langsung pergi keluar dari kamar Luhan, dan Luhan pun segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

.

.

"Gege, aku sudah siap" ucap Luhan menghampiri Kris,

Kris yg melihat adiknya sudah siap mengangguk tersenyum.

"Baiklah mari kita pergi" ucap Kris

"Siap bos".

Skip Time

Saat ini Luhan dan Kris tengah menikmati jalan-jalan mereka, saat ditengah-tengah mereka menikmati jalan-jalan mereka, luhan yg melihat toko didepannya, yg disana terdapat boneka bambi favorit nya.

matanya langsung berbinar dan menggeret Kris masuk kedalam toko itu, waktu pertama masuk kedalam toko itu luhan berlari kecil menghampiri boneka bambi itu dan memeluknya.

Ia sangat senang karena ia dapat menemukan boneka bambi favoritnya ditoko ini, Kris yg melihat apa yg dilakukan adiknya luhan dibuat tersenyum karena tingkah nya dan menggelengkan kepalanya, ia tak menyangkan bahwa adiknya itu masih saja menyukai boneka bambi.

Ia menghampiri adiknya..

"Apa kau ingin membelinya?" tanya Kris

Luhan mengangguk, "aku ingin membelinya, bisakah kita membeli dan membawanya pulang ?"

"Hm tentu"

"Benarkah" Tanya Luhan memastikan

"Ya" jawab Kris,

Luhan terlonjak senang saat Kris membelikannya boneka bambi untuk dirinya, ia bersyukur memiliki gege seperti Kris yg sangat menyayanginya.

Kedai Ice Cream.

"Lulu, ingin ice cream rasa apa?" tanya Kris

"Lulu ingin ice cream rasa vanila ge" jawab Luhan

Kris yg mendengar jawaban luhan mengangguk tersenyum dan pergi memesan, ternyata adik kecilnya tidak pernah berubah masih tetap sama.

Kris yg sudah mendapatkan pesanannya pergi menghampiri luhan yg tengah duduk bersama bambinya

"Cha, ini ice cream pesanan mu" ucap Kris,

"Terimakasih ge" ucap Luhan tersenyum dan mulai memakan ice creamnya.

Ketika Luhan dan Kris sedang memakan ice cream mereka, seseorang telah menghampiri mereka berdua.

"Kris" panggil orang itu,

"Hei, Xiumin" jawab Kris

"Hmm apa yg kau lakukan disini?" tanya Xiumin

"Ah aku sedang bersama dengan seseorang" jawab Kris

"Ohhh.. apakah orang itu orang yg duduk disampingmu ini"

"Hee'm dan kau, apa yg kau lakukan disini, bukankah kau bilang sedang liburan ke Jepang" tanya Kris

"Oh itu, aku pulang duluan karena aku mendapat kan telfon jika nenek sedang sakit jadi aku memutuskan pulang duluan dan sekarang aku sedang jalan-jalan menikmati waktu ku selagi disini, dan sampai akhirnya bertemu dg mu" jelas Xiumin

"Semoga cepat sembuh," ucap Kris

"Terimakasih",

Luhan yg merasa bosan dan diacuhkan oleh dua orang didepannya, Kris gege nya dan Xiumin teman gegenya,

"Ekhem"

Kris yg mendengar adiknya berdehem kepadanya, memperkenalkan Luhan kepada temannya Xiumin.

"Xiumin, perkenalkan ini adalah luhan," ucap Kris,

Xiumin yg mendengarnya mengangguk tersenyum.

"Ya, hai, aku Xiumin teman kris dikorea"ucap Xiumin memperkenalkan diri.

Luhan mengangguk tersenyum dan menjabat tangan Xiumin.

"Aku Luhan"

"Dia adalah adikku" ucap Kris

Xiumin mengangguk mengerti, ia salah paham ternyata, ia kira wanita bernama Luhan itu adalah kekasih nya Kris.

"Apa dia adikmu yg bersekolah di London?" tanya Xiumin

"tentu saja, memangnya aku punya adik yg mana lagi," jawab Kris

"Heum senang bertemu dengan mu Luhan" ucap Xiumin

"Senang bertemu dengan mu juga mei Xiumin" ucap Luhan.

"Ah ya maaf, aku harus cepat pulang, jika tidak nenek bisa menyuruh bodyguard-bodyguard nya untuk menburuku, sampai jumpa di korea Kris dan sampai jumpa luhan" ucap Xiumin.

Kris dan Luhan mengangguk mengerti, pasalnya mereka berdua juga berada diposisi yg sama, bahkan sebentar lagi jika mereka tidak kunjung pulang, babanya pasti akan mengirim bodyguard nya untuk mencarai dan menyeret mereka pulang.

Setelah Xiumin pamit pergi, Kris dan Luhan langsung pulang kerumah mereka, dan saat duo kakak-adik itu baru melangkahkan kaki mereka masuk, mereka sudah disambut baba mereka.

"Darimana kalian ?" tanya Wu Fan

"Mmm baba, bisakah kita bicarakan didalam saja" jawab Kris

"Baiklah, ayo masuk, wah apa yg kau bawa itu luhan," tanya Wu Fan

"Ini adalah boneka bambi yg dibelikan gege untuk ku, lihatlah dia lucu sekali kan baba" ucap Luhan sambil memeluk bambinya

"Bambi?"

"Ya, bambi ku",

Wu Fan yg tau siapa itu bambi dikehidupan anaknya, mengangguk mengerti dan menyuruh mereka masuk.

"Baiklah ayo kita masuk".

.

.

.

Saat ini mereka tengah berada diruang keluarga, Luhan dan Kris yg baru mendudukkan bokong mereka disofa, sudah mendapatkan sederetan pertanyaan dari baba mereka.

"Bisa kalian jelaskan, seharian ini kalian darimana hm?"

"Kami habis jalan-jalan baba" jawab Kris

Wu Fan yg mendengar jawaban anak sulungnya menyerngitkan alisnya.

"Jlan-jalan?" tanya Wu Fan

"Ya, baba kami habis jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, karena lusa bukankah aku harus pergi ke amerika untuk mendaftar sekolah dan pindah kesana? dan gege pun juga akan kembali ke Korea," jawab Luhan

Wu Fan menghela nafas dan "lalu kenapa kalian tidak mengajak baba, baba kan juga ingin menghabiskan waktu bersama kalian."

Luhan dan Kris yg melihat raut wajah sedih babanya merasa bersalah.

"Maaf kan Luhan baba, Luhan tidak tau jika baba juga ingin ikut pergi bersama" ucap Luhan menyesal

"Tapi, baba, ini juga bukan salah kami, ini salah baba juga karena baba selalu sibuk dengan bisnis baba, jadi kami tidak mau mengganggu baba" bela Kris tak mau ngalah.

Wu Fan yg menjadi pihak yg balik disalahkan oleh anak sulungnya sendiri mendelik tidak terima dan membalas.

"Hei, dasar anak kurang ajar, jika aku tidak bekerja bagaimana aku bisa menghidupi kalian, siapa yg akan membiayai kalian sekolah sampai diluar negeri, tidakkah kalian tau biaya sekolah kalian itu sangat mahal "bela Wu Fan,

"Ck. lalu salah siapa menyekolahkan kami diluar negeri. bukankah baba sendiri yg menyekolahkan kami diluar negeri" bela Kris tak mau kalah

"Dan hei, menghidupi kami, yg faktanya anak baba sendiri adalah kewajiban mu sebagai seorang baba "sengit Kris

"Aish anak ini"desis Wu Fan

Luhan menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keributan yg ada didepannya antara baba dan gegenya sudah seperti menonton kartun Tom and Jerry.

Waktu telah berjalan dengan cepat, 35 menit sudah berlalu tetapi keributan yg dilakukan oleh yg dibuat oleh seorang kepala keluarga dan anaknya yg tak kunjung selesei.

Luhan melihat jam dinding dihadapan nya yg sudah menunjukkan pukul 22.00 mendengus kesal dan memutuskan pergi.

Saat Luhan hendak pergi kekamarnya dan tidak lupa membawa bambi nya.

Wu Fan memanggilnya, "Luhan.."

Luhan yg merasa dipanggil menoleh ke belakang.

"Kau mau kemana?" tanya Wu Fan

"Aku mau kekamar, baba" jawab Luhan

"Tidak, kembalilah kesini" perintah Wu Fan

Luhan yg mendengar perintah Wu Fan berdecak

"Aku tidak mau, aku bosan baba, hanya diam dan melihat kalian meributkan masalah sepele yg tidak bermutu itu, sadarlah kalian ini bukan anak kecil" ucap Luhan yg masih berdiri ditempat nya.

Wu fan dan Kris yg sudah membuat Luhan mereka merasa tidak nyaman, meminta maaf kepada luhan, luhan yg melihat baba dan gegenya meminta maaf kepadanya menghela nafas.

"Baiklah kalian aku maafkan" putus Luhan

Lalu menghampiri mereka berdua, dan duo Xi itu pun mengangguk tersenyum karena mendapatkan maaf dari Xi kecil mereka.

Wu Fan yg tidak ingin membuat anak bungsunya bosan karena ulahnya dan anak sulungnya, memutuskan mengajak kedua anaknya untuk menonton film bersama dilayar kaca yg berukuran 35inchi dihadapan mereka, Luhan dan Kris yg sebenarnya sudah mengantuk ingin tidur, dibuat pasrah dan mengangguk menyetujui permintaan sang baba, karena mereka tidak ingin membuat baba mereka sedih.

Film pun sudah dimulai, Luhan dan Kris pun menempatkan posisi mereka senyaman mungkin karena mereka akan menonton film dengan waktu 2 jam an, dan saat ini mereka pun sedang fokus menonton film yg mereka pilih sampai mereka tertidur dengan Tv yg masih menyala.

.

.

.

TBC

.

.

Azky_ExoLh7