diclaimer. One Piece © Eiichiro Oda-sensei. No profit was made from this work. Format © frustrated fireworks, title ©Daughter
warning. Full of headcanons. Trafalgar Law-centric.
;
[ the reckless, the wild youth ]
—
"I'll be sure to steal the proper throne."
— Trafalgar Law, ch. 595
;
xxii—
"Aku rindu Kapten."
"Aku juga."
"Aku juga."
"Aku juga."
Helaan napas panjang terdengar dari seluruh kru bajak laut Heart. Satu hari yang lain di Zou tanpa sang kapten berada di sisi mereka. Ini mulai membuat mereka semua merasa bosan, resah, gelisah, cemas?
Trafalgar Law masih belum memberikan kabar.
—;—
xxiii—
Bepo hampir setiap saat selalu mengecek vivre card milik Law. Ia tahu kaptennya kuat dan tidak akan semudah itu ditaklukan, ia tahu kaptennya akan baik-baik saja bahkan walau tanpa para kru ikut bertarung di sisinya. Hanya saja jangan salahkan dirinya jika ia akan selalu mengkhawatirkan keadaan Law.
Dalam perjalanannya di kapal ini bersama bajak laut Heart, Bepo sudah menyaksikan banyak sisi dari Trafalgar Law. Mulai dari sisi sebagai seorang kapten, sebagai dokter, sebagai pria pembenci roti yang sangat rewel, sampai mungkin sisi tergelapnya.
Malam-malamnya yang dilalui dengan mimpi buruk selalu Bepo ingat. Ia tidak pernah bertanya—tidak berani, merasa itu terlalu lancang untuk ditanyakan—apa yang muncul di tiap mimpi buruk Law. Kaptennya bukan orang yang terbuka, perasaannya lebih banyak disimpan untuk dirinya sendiri tanpa terkatakan. Tapi saat itu, untuk saat itu saja, Bepo harap Law mau menceritakannya. Ia harap Law cukup percaya padanya untuk menceritakan mimpi terburuknya.
Karena dengan begitu ia harap ia bisa sedikit mengurangi beban kaptennya.
Karena Trafalgar Law adalah sosok yang sangat berharga dan melihanya menderita juga memberi efek yang sama untuk dirinya.
Law memang mengizinkan Bepo untuk memeluknya tiap kali mimpi buruk itu muncul, tapi itu tidak cukup. Bepo tahu itu tidak akan pernah cukup untuk menghalau hal buruk yang muncul di mimpinya.
("Kapten, katakan padaku apa yang bisa aku lakukan agar mimpi buruk ini bisa berhenti."
"Pegang aku. Cukup pegang aku.")
Dan sekarang, tidak ada orang yang akan memegang Trafalgar Law sedemikian erat ketika mimpi buruknya muncul saat Bepo tidak bisa berada di dekatnya. Itu yang paling membuatnya cemas.
Bagaimana kaptennya bertahan melalui malam penuh mimpi buruk tanpa dirinya?
—;—
xxiv—
Shachi terkena demam pada suatu hari. Semua kru panik dan kelabakan menghadapi situasi ini, obat yang ada di rak penyimpanan tidak ada satu pun yang bisa menurunkan demamnya. Selama ini hal seperti ini tidak pernah merisaukan kru bajak laut Heart, mereka memiliki dokter terhebat sejagad raja sebagai kapten mereka, tidak ada hal buruk yang akan terjadi kalau sudah begitu. Trafalgar Law mampu menyembuhkan apa pun.
"Mungkin kita perlu berlayar dan mencari dokter di kota." Bepo memberi usul dalam keadaan panik dan sudah bersiap-siap dengan log miliknya untuk mencari tujuan pulau baru.
"Tidak, tidak usah." Shachi dengan kondisi kepayahan terbaring di ranjang masih sempat bersikap keras kepala. "Kapten menyuruh kita menunggu di sini, kita tidak akan mengingkari perintahnya hanya karena aku."
"Tapi kau sedang sakit!" Bepo berseru keras sambil heboh berjalan mondar-mandir di sisi ranjang. "Kita tidak punya banyak pilihan!"
"Bepo, tenangkan dirimu!" Penguin ikut buka suara dengan gemas. "Kau yang tubuhnya paling besar di kamar ini, jangan buat keadaan makin buruk dengan mondar-mandir begitu!"
"Kita membicarakan soal ukuran tubuh sekarang?!"
"Ya, karena Shachi sedang sakit dan kau malah berteriak di telinganya seperti beruang liar tidak beretika!"
"Kau juga berteriak, manusia-konyol-bernama-Penguin!"
"Kau yang mulai, beruang barbar!"
"Hentikan, kalian berdua!" Jean Bart masuk ke dalam kamar sambil berdecak kesal karena pertengkaran komikal yang dilakukan Penguin dan Bepo di sebelah Shachi yang masih terkapar kesakitan. "Kondisi Shachi yang harus kita pikirkan saat ini, bukan malah bertengkar tidak penting dengan rekan sendiri."
"Maafkan aku." Bepo langsung menunduk dalam-dalam dengan aura suram tercetak jelas di wajah.
"Teman-teman," Shachi dengan susah payah mengeluarkan suara, membuat atensi kru yang lain kembali tertuju padanya. "aku serius, kita tidak perlu pergi ke kota. Aku akan baik-baik saja. Kapten akan segera datang dan lalu aku pasti akan sembuh."
Semua kru tidak mengatakan apa pun mendengarnya, ada perasaan campur aduk yang semuanya rasakan karena ucapan Shachi barusan.
Mereka tetap bertahan di Zou pada akhirnya.
—;—
xxv—
Ketika koran tiba dengan berita utama berisi aliansi kapten bajak laut Heart dengan bajak laut Topi Jerami, reaksi para kru yang pertama kali adalah:
"Monkey D. Luffy yang itu!"
"Kapten beraliansi dengan Mugiwara!"
"Kapten baik-baik saja!"
"Kapten, kami rindu!"
Mereka lebih memedulikan fakta bahwa kapten mereka baik-baik saja setelah beberapa bulan terakhir tidak mendengar kabar darinya sama sekali. Berita mengenai Donquixote Doflamingo mundur dari shichibukai atau aliansi dadakan mereka dengan Mugiwara no Luffy tidak begitu diambil pusing.
—;—
xxvi—
Berita di koran mengenai Trafalgar Law membuat kondisi Shachi berangsur membaik. Mendengar kabar mengenai kaptennya tampaknya berdampak bagus bagi kesehatannya, semua kru bersyukur mengenai ini. Law sudah mulai menjalankan rencananya, itu artinya ia akan semakin dekat ke Zou. Pertemuan mereka kembali artinya tidak akan lama lagi.
Sebuah keajaiban ketika Shachi langsung sembuh total hanya karena memikirkan kemungkinan bisa segera bertemu dengan Law.
—;—
xxvi—
Jean Bart mungkin satu-satunya yang tidak begitu riang gembira ketika membaca berita di koran. Ia bersyukur Law baik-baik saja dan satu langkah dalam rencananya sudah berhasil, tapi ada hal yang mengganjal untuknya. Aliansi tiba-tiba ini yang berdampak dengan status shichibukai sang kapten.
Ini bukan bagian dari rencana. Ini spontan. Dan sejauh yang ia tahu dari dua tahun pelayarannya dengan bajak laut Heart, melakukan hal yang ceroboh tanpa dipikir berulang kali tidak terdengar seperti Trafalgar Law.
Hal yang sama sebenarnya ia rasakan ketika mereka pergi ke perang Shirohige di markas besar Angkatan Laut dua tahun lalu. Baginya, hal itu sangat gegabah dan nekat. Tapi ia tidak sekalipun mempertanyakannya, bukan tempatnya untuk menentang keputusan orang yang sudah membebaskannya dari perbudakan. Dan kejadian yang lalu dengan yang ini semuanya berhubungan dengan satu nama: Monkey D. Luffy.
Bart tidak memahami apa sebenarnya hubungan antara kaptennya dengan Mugiwara. Karena ketika sudah menyangkut cucu Garp satu itu, Law selalu bertindak sembrono tanpa dirinya sendiri sadari. Dan itu yang membuat Bart cemas kali ini.
Ia berdoa dalam hati untuk keselamatan kaptennya.
—;—
xxvii—
Tidak banyak hal yang bisa mereka lakukan selama di Zou. Yang dilakukan para kru tiap hari praktis hanya menunggu kedatangan sang kapten. Berita di koran memang membuat suasana lebih cerah dibanding sebelumnya, tapi tetap saja kapal ini serasa tak bernyawa tanpa kehadiran Trafalgar Law.
—;—
xxviii—
"Ayo kita bermain 'apa yang paling kau suka dari Kapten'!"
"Aku, aku duluan! Aku suka ketika Kapten menyembuhkanku ketika sakit dan berkata bahwa aku akan baik-baik saja!"
"Aku suka ketika Kapten mengambil jantung tiap musuh dan membuat mereka kelabakan!"
"Aku suka ketika Kapten mengatakan onigiri buatanku enak!"
"Aku suka ketika Kapten melakukan hal-hal keren dengan kekuatan buah iblisnya!"
"Aku suka ketika Kapten sedang membedah orang!"
"Aku suka ketika Kapten membiarkanku memeluknya!"
"APA?!"
"Ups..."
"SIALAN KAU, BEPO!"
"MAAFKAN AKU!"
—;—
xxix—
Bepo merasa teramat sangat kehilangan ketika tidak ada lagi orang yang bersender di tubuhnya selagi ia tidur siang. Ia mendadak teringat percakapannya dengan Law pada suatu waktu.
"Hangat sekali." Law bergumam pelan sambil memposisikan tubuhnya dengan nyaman di sisi Bepo yang saat itu tengah terkantuk-kantuk.
"Hm, kenapa, Kapten?"
"Kau begitu hangat, berbulu, hangat."
Bepo masih ingat nada rindu yang terdengar sangat jelas dari ucapan Law saat itu. Kaptennya merindukan sebuah kehangatan—bentuk kehangatan yang tidak bisa ia berikan, yang mungkin tidak bisa orang lain berikan.
Sejak saat itu Bepo bertekad ia akan selalu memberikan kehangatan tiap kali Law membutuhkan. Ia tidak akan membiarkan kaptennya kedinginan jika sedang bersamanya.
Tapi saat ini Law tidak bersamanya, dan tidak ada yang bisa menjamin kehangatan untuk kaptennya.
—;—
xxx—
"Doflamingo. Ada sesuatu yang kalian tahu tentang orang ini?" Bart bertanya sambil membaca berita revisi dari koran hari ini yang memuat pembatalan mundurnya nama yang bersangkutan dari posisi shichibukai. Salah informasi, kata berita itu, sebuah alasan konyol.
"Yang kutahu sama dengan yang kalian semua sudah tahu, dia shichibukai dan broker dunia bawah dengan nama Joker—kata Kapten begitu." Penguin yang menjawab dengan nada tidak bersemangat.
"Kapten bajak laut Donquixote, iblis dari Dressrosa." Shachi menambahkan. "Kedengarannya orang yang sangat kuat."
Bart melipat korannya sambil memandang mereka semua satu per satu. "Berita ini tidak bagus. Aku takut hal ini berarti—"
"Kapten akan baik-baik saja." Bepo memotong apa pun yang ingin diucapkan Bart, membuat semua kru menahan napas mereka ketika mendengarnya. "Kapten sudah bilang akan menemui kita di Zou, Kapten akan menepati kata-katanya."
Tidak ada yang membantah, dan pembicaraan mereka pun selesai.
—;—
xxxi—
Ketika melihat vivre card milik Law menipis, Bepo menangis tanpa suara dan tidak membiarkan kru lain melihatnya. Perintah Law sudah jelas, mereka harus tetap di Zou apa pun yang terjadi. Apa pun yang terjadi. Law sangat ketat jika sudah menyangkut rencana yang ia susun, semua kru sudah memahami hal itu.
Tapi untuk pertama kalinya Bepo ingin melanggar perintah kaptennya dan berlayar ke Dressrosa saat ini juga.
—;—
{ end of chapter three }
—;—
note. Karena di canon juga belum dijelasin apa-apa soal Zou, murni headcanon banget ini orz
