Seperti yang author katakan di chapter sebelumnya, update kilat akan berakhir pada tanggal 24. Jadi author sebisa mungkin membuat 2 chapter dalam sehari biar nanti buka laptop, tinggal update aja. O iya, promosi dikit, #setelah Day By Day Team Natsu : Adolescence ini selesai, akan ada lagi Day By Day Team Natsu yang baru,taoi author belum ketemu part yang cocok buat itu. Jadi mohon ditunggu.#

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Genre : Humor

Disclaimer : Hiro Mashima

Warning: Saya kok rasanya seneng banget ya kalo bikin fic Fairy Tail pake embel-embel Day By Day Team Natsu...? pokoe yang mau baca fic Fairy Tail karangan saya yang-mungkin- semuanya humor, silahkan baca yang pake embel-embel 'Day By Day Team Natsu'-nya.

Pukul 11 pagi.

Natsu dan Lucy terlihat sedang mengemas barang bawaan mereka dengan anak-anak mereka yang cuma ngeliatin aja.

"Dasar anak MUOONYEET! BANTUIN SINI!" Kata Natsu sedikit menekankan kalimat 'monyet! Bantuin sini!' kepada kedua anaknya yang lagi santai sambil nonton TV dan makan keripik.

"Males ah." Jawab si anak sulung.

"Oukee!" Jawab si anak bungsu yang segera berlari kecil ke arah Lucy dan membantunya mengemasi barang bawaannya.

Natsu hanya melihat anak sulungnya itu dengan tatapan malas plus sinis.

Lucy pun melihat jam dinding berwarna putih diatas TV. "Wow... udah jam setengah 12, ayo percepat tanganmu!" Kata Lucy pada anak bungsunya. Lalu, Yuna pun teringat sesuatu yang –mungkin baginya- sangat penting.

"Tunggu sebentar!" Kata Yuna sambil berlari kecil ke kamarnya. "Mau ngapain, nak?" Tanya Lucy pada anak perempuannya itu.

"Ambil baju renang!" Jawab Yuna dari dalam kamarnya.

"Ambilin punyaku sekalian!" Teriak anak sulung Lucy, Utsuka, dari sofa di depan TV.

"OOKE!" Teriak Yuna dari dalam kamarnya. Tak berapa lama Yuna pun menghampiri kakak laki-lakinya itu.

"Hey. Kakak yakin kalau aku masuk ke kamar kakak, membuka lemari kakak dan melihat semua isinya? Juga mengotak-ngatiknya... " Bisik Yuna tepat di telinga kakaknya itu. Utsuka menatap mata adiknya itu lekat-lekat, lalu tanpa sepatah katapun, ia berjalan masuk ke kamarnya, yang di pintunya ada palang 'Do not entry!'.

Pukul 12 siang.

Tin Tin

Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah kediaman Dragneel. Lucy langsung mengetahui kalau itu mobil Gray dari suara Klaksonnya. Soalnya suara klaksonnya mobil Gray serek-serek gimana gituh! Mirip klakson bajaj!

"Tunggu sebentar!" Kata Lucy yang sekilas menampakkan kepalanya di pintu lalu masuk lagi.

Di halaman rumah kediaman Dragneel, Gray sekeluarga, dan Erza sekeluarga lagi duduk-duduk di replika taman komplek yang ada di depan halaman rumah Natsu. Terlihat Juvia dan Erza lagi ngegendong seorang anak perempuan yang masih kecil.

Ya! Mereka melahirkan anak lagi! Dua-duanya adalah anak perempuan yang manis! Tapi mukanya nyolot banget! Kita sambut aja sekarang!

Yuki dan Rika!

Lucy sekeluarga pun keluar dari persembunyian mereka. Tak lupa Lucy mengunci pintu dengan gembok anti maling. Setelah itu Natsu mengeluarkan mobilnya dengan cara didorong.

"Lho?" Gumam anak-anak mereka kebingungan saat melihat ayah mereka mendorong mobil ferarri berwarna merah itu.

"Ayah gak bisa naik mobil ini. Nanti ayah mau ke rumah Wendy dulu!" Kata Natsu dengan nada sedikit menekan akibat aktivitasnya mendorong mobil yang beratnya berpuluh-puluh kali lipat dari berat badannya.

Lucy pun berjalan ke arah Yuki dan Rika yang ada di gendongan ibu mereka masing-masing. "Halo Yuki, Rika, baju kalian bagus banget!" Kata Lucy memuji pakaian yang dikenakan oleh Yuki dan Rika.

Anak perempuan berambut abu-abu dikuncir dua dengan mata hitamnya menatap Lucy tajam. Sedangkan anak perempuan berambut merah diikat kesamping dengan mata coklatnya juga menatap Lucy tajam.

"Jelek!" Kata mereka serempak. Lucy pun membatu di depan mereka berdua.

Tak berapa lama, Natsu pun kembali sambil mengatakan kata 'yo!' pada mereka semua. Mereka pun berangkat menuju departement store terlebih dahulu.

Belum sampai departement store.

"Sial! Macet lagi! Tadi aja lewat jalan tol! Kenapa kita malah lewat jalan tikus!" Kata Natsu menggerutu sambil sesekali memukul-mukul stir mobilnya.

"Yang bawa mobil siapa hah?" Tanya Lucy yang merasa heran. "Ini orang marahin diri sendiri ya?" Batin Lucy melihat Natsu frustasi.

Semua orang melihat mobil mereka kagum. Tentu saja mereka bingung dengan mobil ferarri yang lewat jalan tikus. Gray yang sedari tadi di belakang Natsu, dari tadi membunyikan klaksonnya terus menerus. Natsu pun membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya melihat Gray dengan wajah marahnya. Gray yang melihat itu pun juga membuka kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya.

"Kenapa sih! Dari tadi tin tin ton ton terus!" Kata Natsu dengan nada marah. "Ya gimana gak tin tin ton ton terus? Lu gak jalan-jalan dari tadi!" Kata Gray membela diri.

"Lu liat depan! Tukang becak dimana-mana, angkot berhenti sembarangan! Nenek-nenek jalannya lama! Gimana mau cepet!" Kata Natsu juga membela diri.

"Terus kenapa lu lewat jalan tikus!?" Tanya Gray mulai panas. Tanpa menunggu hitungan detik, Natsu langsung menjawab protes dari Gray.

"Yang suruh lu ikutin mobil gua siapa?"

Day By Day Team Natsu : Adolescence

Dengan perjuangan '45, mereka pun berhasil melewati jalan tikus yang menyakitkan itu. Kemudian karena bensin mereka habis, ya jelas mereka mampir ke tempat pengisian bensin.

"Aduh! Segarnya udara luar!" Kata Yuna sambil meregangkan tangannya. "Maksudnya bau bensin?" Tanya Utsuka dengan wajah malas.

Fuyu dan Era pun juga ikut turun dari mobil mereka masing-masing dan mereka berempat pun duduk di samping super market kecil yang ada di dekat pam bensin.

"Wei! Lu isi berapa?" Tanya Jellal sambil menepuk bahu Natsu.

"Isi aja 120 ribu. Gua gak tau juga 120 ribu berapa liter... " Kata Natsu asal sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan.

"Gua rasa sih gak kebanyakan lah. Bensin lu kan abis total." Kata Jellal dengan nada pihatin. Natsu langsung melihat Jellal dengan kecepatn tinggi.

"Emang bensin lu gak abis?" Tanya Natsu dengan mata menyelidik. "Gak." Jawab Jellal singkat.

"Lho? Lu gak lewat jalan tikus ya?" Tanya Natsu masih dengan tatapan menyelidik.

"Gua kan orang pinter. Ada jalan gede kenapa pilih jalan tikus... " Kata Jellal sedikit menyinggung Natsu. Natsu masih melihat Jellal dengan tatapan menyelidik.

Selesai mengisi bensin, mereka melanjutkan perjalanan.

Di departement store.

Disini, mereka lebih memilih untuk misah-misah. Anak-anak pergi ke toko baju, toko kaset, game, dll. Sedangkan yang ayah-ayah, lebih memilih untuk ke food court. Dan yang ibu-ibu, pergi ke Hyp**ma** untuk berbelanja.

Dan menurut author akan lebih menarik kalau kegiatan para ayah yang di ceritakan. Setuju?

Nih...

Mereka sedang berjalan santai sambil melihat-lihat stand-stand makanan yang cukup banyak di sana. Mereka pun memilih makan di stand yang menjual es serut, es kopyor, dan es-es lainnya.

"Pesen es doger satu, es campur satu sama es cendol satu." Kata Natsu mewakili pesanan teman-temannya.

"Oke, ditunggunya 15 menit ya. Silahkan bayar di kasir dulu." Kata seorang pelayan penjaga stand itu. Natsu pun pergi meninggalkan kedua temannya yang lagi duduk santai di salah satu meja di food court itu.

15 menit kemudian.

"Wah, kayaknya enak nih! Isinya banyak banget! Gak abis gua!" Kata Gray sambil mengaduk-ngaduk es campur yang berada di depannya.

"Gua juga nih. Cendolnya kebanyakkan! Kalo yang deket rumah kan gak segini banyaknya." Kata Jellal yang sudah mulai kehilangn nafsu makannya.

"Sama... es dogernya kebanyakan... sampe menggunung gitu." Kata Natsu memainkan sendok es doger itu sambil menopang dagunya dengan tangannya.

"Kalo gak abis buang aja." Kata Gray dengan nada santai sambil menunjukkan sedikit senyuman jahilnya.

"Eh! Manusia es! Ini beli pake duit siapa?!" Kata Natsu sewot.

"Bener Natsu, esnya emang banyak. Gua aja gak abis makannya. Lu juga gak abis kan?" Kata Jellal yang secara tidak langsung telah membela Gray.

"Huh! Kasih aja sih sama anak-anak atau Erza dan Juvia." Kata Natsu yang membuang mukanya sambil melipat tangannya. Gray dan Jellal saling bertatapan. Lalu mereka mengangguk.

Pukul 2 siang.

"Nih!" Kata Natsu sambil memberikan gelas es doger itu pada anak-anaknya. Anak-anaknya tampak bingung. "Buat kita?" Tanya Yuna samibl menunjuk gelas es doger yang masih ada setengah itu. Natsu mengangguk mantap. "Tapi aku kurang suka es doger... buat kakak aja." Kata Yuna yang kemudian pergi entah kemana.

"Utsuka?" Tanya Natsu dengan wajah pasti sambil menyodorkan es doger itu tepat di depan wajahnya.

"Gak mau." Jawabnya singkat.

"Lho? Terus mau dikemanakan es doger ini?!" Kata Natsu curhat sama yang di atas. –Tukang lap kaca-

"Buang aja!" Kata Utsuka dari kejauhan. Anak ini memang dari luar mirip Natsu, tapi sifatnya gak tau keturunan siapa.

Sementara anak-anak Gray dan Jellal dengan senang hati menerima tawaran minuman bekas dai ayah mereka. Gray dan Jellal hanya tersenyum kecut saat anak-anak mereka menerima gelas es campur dan es cendol bekas mereka.

"Natsu menatap mereka-Gray dan Jellal- dengan tatapan iri. "Lucy!" Panggil Natsu pada Lucy yang baru saja selesai membayar barang rumah tangga yang ia beli.

"Apaan?" Tanya Lucy sambil membawa beberapa kantong belanjaan. "Mau es doger gak? Gak abis nih!" Kata Natsu dengan wajah melas dan nada lemas.

"Oke, tapi ada syaratnya." Kata Lucy sambil tesenyum licik. "A... astaga... pake syarat segala... " Gumam Natsu ketakutan. "Apa syaratnya!?" Tanya Natsu semangat.

"Nih! Kau bawakan belanjaanku, aku habiskan es dogermu!" Kata Lucy sambil melipat tangannya dan tersenyum licik.

"O-Oke!"

Mereka pun pergi ke tempat renang yang baru dibuka. Dan di sana sangat ramai.

Natsu celingak-celinguk mencari tempat parkir yang kalo bisa ada 3 yang berdekatan. Tak lama, Gray mengklakson mobil Natsu.

"Woi! Disana ada yang 3 berderet sekaligus!" Kata Gray dari dalam mobilnya sambil menunjuk-nunjuk satu belokan di sampingnya.

Natsu pun memundurkan mobilnya. Mereka pun parkir berderet. Setelah itu mereka membuka bagadi mobil mereka dan mengeluarkan semua isinya. Mulai dari tas yang berisi baju ganti, makanan, sampe ban serep yang dipikir Natsu bisa dijadikan ban renang.

Mereka pun masuk dan mengantri cukup lama.

"Mba, beli tiketnya 10 ya. Anak balita gak usah bayar kan?" Kata Lucy yang membeli tiket masuk, sebelumnya, Erza dan Juvia sudah lebih dulu memberikan uang mereka dan minta tolong dibelikan.

"Iya gak usah bayar kalo balita gratis." Jawab penjaga loket itu dengan senyum yang ramah.

Lucy pun kembali ke rombongannya. Kemudian mereka masuk atau lebih tepatnya langsung nyemplung ke dalam kolam renang.

BYUUR

Natsu langsung loncat ala kodok yang lagi mau dimakan, sedangkan Gray langsung loncat kayak banci kena razia. Lebih aneh lagi Jellal, nyemplung pake gaya kayak orang mau bunuh diri yang terjun ke kali atau semacamnya.

Kalo Lucy, Juvia, Erza, terjun kayak putri jatoh dari kayangan. Pertama nari-nari, muter-muter, lama-lama BYUUR juga.

Mereka main voli air, main lomba nyelem, lomba tahan nafas, main prosotan –sapa tuh?!- terus nungguin ember besarnya numpahin air dan kenain mereka. Mereka pun berteriak histeris.

Hampir sore hari, mereka beristirahat untuk makan. Lucy megeluarkan sekotak tempe untuk mereka semua makan, juga buah-buahan yang sudah dipotong. Dia juga mengeluarkan sebotol teh manis hangat yang cukup untuk 12 orang.

Erza mengeluarkan kotak makanan besar yang berisi nasi putih, dia juga membawa cabe dan saos. Tak lupa ia juga membawa sandwitch untuk mereka semua.

Juvia membawa roti keju dan selai stroberi, dia juga membawa sate yang sebelumnya udah dimasak di rumahnya tadi.

Mereka pun makan dengan lahapnya.

"Hachiuu!" Yuki dan Rika bersin-bersin karena kedinginan. Tubuh mereka gemetaran karena gak dikasih handuk sama mamanya.

"Wah, hati-hati, nanti bisa sakit pilek lho!" Kata Lucy yang lagi makan sate buatan Juvia. Sedangkan Juvia dan Erza lagi sibuk meletakkan handuk di kepala anak mereka yang sedang duduk di pangkuan mereka.

"Kalo kayak gini jadi inget waktu SD kelas 2 dulu ya..." Kata Lucy sambil tersenyum tipis.

Flash Back

Waktu itu, Natsu dkk lagi liburan musim panas dan mereka berempat berencana untuk pergi ke kolam renang yang pada waktu itu belom sebagus sekarang.

"Yeeey!" Teriak Natsu saat mereka berempat sudah tingal nyemplung doang.

Orang tua mereka meletakkan barang bawaan mereka di salah satu meja di pinggir kolam renang supaya bisa mengawasi anak mereka dengan mudah.

Natsu pun langsung nyemplung sambil menarik Gray bersamanya. Alhasil Gray yang kaget menjambak rambut Natsu keras karena takut tenggelam.

"Bodoh! Ngapain lu ngajak-ngajak gua nyemplung bareng!" Teriak Gray sambil batuk batuk gara-gara air kolamnya ketelen.

Mereka pun saling ciprat-cipratan air kolam.

Lucy dan Erza lebih memilih bermain di kolam dangkal dan berbaring di lantai kolam yang dingin. Dengan baju renang mereka yang sesekali bergoyang karena gelombang air.

Tiba-tiba...

BUK

Karena saling ciprat-cipratan itu, mereka akhirnya berantem, dan tak sengaja, Gray mendorong Natsu sampai terjatuh, akan tetapi jatuhnya bukan ke lantai melainkan ke tubuh Lucy yang lagi bersantai.

"AW!" Teriak Lucy kesakitan. Orang tua mereka yang melihat itu cukup kaget akan tetapi setelah melihat Lucy memarahi Gray dan Natsu, mereka tersenyum dan akhirnya tertawa.

Sudah sore, mereka pergi ke kamar bilas. Tadinya, Natsu menawarkan agar mereka berempat bilas di satu kamar yang sama, melihat pengunjung yang mau bilas juga banyak, akan tetapi ditolak mentah-mentah. Akhirnya mereka terpaksa mengalah dan membiarkan Lucy dan Erza masuk duluan.

Setelah itu, mereka pulang ke rumah sambil bersin-bersin.

End Flash Back

"Yaa... gitu deh ceritanya... " Kata Lucy sambil meminum teh manis hangatnya.

"Kita bilas sekarang aja yuk! Nanti keburu rame!" Kata Yuna yang udah mulai kedinginan. Mereka semua pun berjalan ke kamar bilas sambil memeluk diri mereka sendiri.

"Lucy! Gimana kalo kita bilas bareng lagi?" Kata Natsu sambil nyengir jahil.

"KUBUNUH KAU!"

BUUAAK!

To Be Continued

Duh saya rasa Flash Backnya kurang di sini, ya gak apa lah ya...

Jadi gimana pendapat kalian ini?

Penasaran dengan kelanjutannya?

Kalo penasaran ayo review biar saya semangat!

Jangan lupa review! :D