Ini adalah lomba memancing yang didalamnya terdapat ocehan nggak penting...

Pokemon Fanfict

Sesudah Mancing Mania

Disclaimer: Pokemon bukan punya saya, in english, I don't own this franchise.

Champion fishing tournament, sebuah event untuk para champion dan runner up-nya yang diselenggarakan di tiga tempat yang ada airnya (ya iyalah, author oon). Hoenn, sea route 128, dan dua tempat lainnya adalah lake acuity dan lake verity di Sinnoh. Disini tiga tempat, dan beberapa level menanti anda untuk menikmati ocehan mereka. Di chapter 2.1 ini, kalian akan dibawa para champion untuk menjenguk teman mereka yang sakit, Diamond. Tetapi, Dia bersama Platina dan hal itu membuat Pearl sangat cemburu! Chapter 2.1: Diamond and Platinum and Pearl start from this moment! Btw, saya baru di fandom pokemon ini.

Side Chapter 2.1: Diamond and Platina and Pearl

Boys x Girl Frontier, level 2

Dialogue mode on

Snowflake City

Diamond: Platina, little miss, bangun... Hei...

Platina: Huh?... ah... Diamond, kau sudah siluman!

Diamond: Busset, siluman... siuman kali maksud nona...

Platina: Eh iya, lupa maaf abis mimpi siluman soalnya... gimana keadaanmu, Dia? Kulihat kau sudah menghabiskan semua makanan yang kuletakkan di meja.

Diamond: Oh, iya aku makin sehat tiap hari... ditambah makanan itu, terlalu enak...

Platina: Ah... aku senang kau bertambah sehat... umm... kita kalah karena kau pingsan...

Diamond: What! Ahh... aku minta maaf, little miss... aku tidak bermaksud...

Platina: Haha, kau tak perlu minta maaf... ini juga adalah salahku karena menyuruhmu meminum sup yang aku buat di Lake Acuity...

Diamond: Ohh, kalau begitu... kapan akan diadakannya event ke-3?

Platina: Aku juga belum tahu, aturannya nanti aku akan bertanya pada yang lain...

Diamond: Oh, begitu rupanya... *Ringtone Boyband Super Pokemon berbunyi, bunyinya "Beautifly... Beautifly... Beautifly... kamu cantik... (...)* Oh, tunggu little miss...

Platina: Ya...

Diamond: Oh begitu, haha OK kami tunggu di kamarku ya!

Platina: Dari siapa Dia...?

Diamond: Dari yang lain... katanya mau jenguk kita, tadi juga ada Pearl, lho!

Platina: Kalau begitu aku... aku akan membersihkan diri dulu, kau jangan dulu bergerak, Ok?

Diamond: Iya...

Dialogue mode off

Tak lama sesudah Platina keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah, satu persatu para champion memasuki ruangan Diamond. Bersalam-salaman meminta maaf jika punya salah mohon dimaafkan. (Ini bukan lebaran... ) *Zuiiing, Author disundul Rayquaza!

"Cuiit, ew, Platina setia aja nih jagain anak cengeng yang satu ini..." Goda Gold dengan perban yang menyelimuti tangan dan juga kakinya.

"Haha, kalian tampak serasi ketika sedang berdua... aku jadi iri dengan kalian..." Kembali Goda White di combo kedua ini.

"Hoi, apa kabar kau disana Diamond... sejenak kami ikut cemas ketika kau dibawa ke UGD..." Ujar Ruby dengan senangnya karena menang di event kedua.

"Ya, kau lihat aku baik-baik saja, ini juga berkat nona Platina aku bisa menjadi seperti ini lagi..." Sahut Diamond.

"Ehem, kayaknya ada yang mukanya merah nih..." Lirik Sapphire kearah platina yang sedang makan sup panas miliknya. Melihat wajah Platina yang memerah membuat semua orang yang disitu tertawa, terkecuali dengan pemuda yang satu ini. Pearl namanya, dia adalah sobat karibnya Diamond dan juga teman dari Platina. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, seperti Diamond, Pearl juga merasakan tumbuhnya rasa suka kepada Platina. *Author sok Tahu!

"Huff..." Terdengar dari kejauhan suara langkah kaki dari sepatu boot yang tinggi. Ya, itu adalah langkah kaki Platina yang menuju ke tempat Pearl berada.

"Hai Pearl..." Pearl hanya melihat sepintas wajah Platina dan menundukkan kepalanya lagi.

"Hai..." Platina hanya bingung, membuat dia terus menebak apa yang ada di pikiran Pearl.

"Ada apa? Kau tampak cemas..." Pearl memejamkan matanya dan dengan cepatnya menyambar tangan Platina yang hangat nan lembut itu. Digenggamnya erat seperti sampul dari tali tambang, hingga Platina yang meronta tak bisa melepaskan kedua tangannya dari cengkeraman tangan Pearl.

"Platina, aku menyukaimu..." Wussshhh, bak angin dingin dari utara yang berhembus tenang dan berubah menjadi kencang, pikiran Platina terguncang hebat. Tatapan Platina kini tak lepas dari mata Pearl yang tajam bagaikan mutiara yang indah.

"Tapi bagaimana mungkin... aku..." Langsung sekali lagi, Pearl memotong ucapan Platina dengan cepat dan akurat juga berbobot nan singkat (Wuih lengkap euy)

"Aku... menyukaimu... apa kau paham? Aku tak tahan melihatmu terus berkeliling dan dekat dengan Diamond... aku... benci melihat kalian selalu didalam kondisi dimana kalian selalu berduaan..." Kini cengkraman Pearl melemah dan perlahan mulai melepaskan tangan Platina yang mulai dingin. Takut, kesal, marah, malu semuanya bercampur aduk menjadi satu di pikiran Platina. Kini Platina telah melihat sisi lain dari Pearl yang selama ini menyembunyikan perasaannya dari diri Platina. Kini, apa yang tersisa hanyalah harapan kosong bagi Pearl, dan dia akan memilih untuk pergi bertualang sendirian tanpa Diamond dan Platina. Pearl mulai menjauh dari Platina beberapa langkah. Membuat Platina berlari dan memeluk dia untuk terakhir kalinya sebelum ia memutuskan untuk pergi, sementara itu, dari sudut koridor telah melihat pula sang sahabat yang kini akhirnya mengetahui isi hatinya yang terdalam, Diamond...

"Cut! Yak bagus untuk kalian bertiga..." Ujar sutradara yang kemarin di Lake Acuity.

"Hei, pak sutradara apa ini akan ditayangkan di TV?" Tanya Diamond penasaran.

"Ya, ini adalah cerita cinta paling bagus yang pernah aku urusi, kalian akan terkenal anak-anak... HUAHAHAHAHA!" Dan Author pun terkejut dengan mulut menganga sambil memberhentikan jarinya untuk mengetik.

"Uhm... kalau begitu kami mengucapkan terima kasih pak, karena telah mengundang kami untuk acara ini..." Ucap Platina dengan sopan.

"Iya, hoho... hei kau nak yang berambut kuning, tangisanmu seperti asli... apa rahasianya...?" Tiba-tiba sutradara itu berhenti dan benar-benar memperhatikan Pearl. Eh, ternyata dan dinyata, Pearl beneran nangis karena matanya kemasukkan debu sebesar kerikil. Wah... wah... ceritanya makin aneh, tapi tetap ini adalah hari paling aneh untuk para Boys x Girls Frontier, dan besok mereka harus berjuang lagi untuk memancing Pokemon yang besar. Nah, btw para champion yang lain pada nangis and putus asa karena nggak diikutin dalam syutingnya tuh tiga orang. Seperti biasa, kecuali dengan Red yang selalu tenang dan cool gitu loh. Dan akhirnya inilah pemenang di... Maaf karena ini bukan event, saya tak jadi mengucapkan pemenangnya... kalau begitu sampai jumpa di event berikutnya yang lebih bergengsi dan panas, serta hot dan bergengsi (sama aja) bersama para champion kita yang siap bertempur dan ga jelas ini!

-TBC-

Chapter 2.1: Diamond and Platina and Pearl –End-

RnR please if you can, and we hope you are enjoying our trip as well as the trainer, thank you dan terima kasih. (Bahasa distorsi)

Next: Last Chapter / Chapter 3: Lake Verity