Awalnya aku hanya sedang menatap ponselku dengan bosan. Lalu kemudian benda itu bergetar menandakan kalau ada pesan yang masuk.
Aku menautkan alisku bingung, siapa yang pada jam seperti ini mengirim pesan?
Tidak mungkin Iwa-chan yang mengirimnya padakukan, aku bertanya pada diri sendiri sambil melirik ke meja di sebelahku.
Hanya untuk menemukan kursinya kosong tanpa pemiliknya. Aku tertawa kecil, memang mungkin Iwa-chan yang mengirimiku pesan mengingat temanku tidak ada yang betul isi pikirannya.
Uh, beruntung Iwa-chan tak ada di sini untuk mengetahui isi pikiranku kalau mungkin dia tidak sedang latihan, aku pasti akan di lempar tempat pensil lagi seperti yang sudah-sudah.
Tanpa perlu menunda lagi aku segera membuka kunci ponselku dan membaca isi pesan yang masuk itu. (Aneh jika kau bertanya aku karena rasa-rasanya aku sudah menyimpan nomor ponselnya Iwa-chan)
Mungkin jika aku sedang minum aku akan menyemburkannya keluar dari mulutku karena isi pesan itu berasal dari Tobio, Kageyama Tobio. Kouhai-ku sewaktu jaman SMP yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi seperti anak bebek mengikuti induknya.
Isi pesan begini:
[Oikawa-san, ini aku Kageyama. Apakah Oikawa-san masih ingat kalau dulu pernah ingin mengalahkan Ushijima-san? Kami menang. Kami juga telah mencapai babak kedua nasional dan menang!]
Apa-apaan anak ini? Tak tahukah dia kalau aku sudah berhenti bermain Voli karena cidera di kakiku sudah parah?
Sial.
[Oh, selamat kalau begitu. Kalian akan mengadakan perayaan di mana?]
Dia langsung membalas secepat mungkin setelah aku selesai mengirimnya.
[Kami tidak punya waktu untuk itu, kami harus berlatih! Tapi kami pergi makan bersama setelah pertandingan melawan Shiratorizawa!]
[Aku akan datang dan mengacau kalau begitu!]
Beberapa menit lebih lama dari waktu sebelumnya barulah ia menjawab.
[Oikawa-san, kenapa kau ingin mengacau?]
Oh tuhan, aku mengusap-usap keningku yang tiba-tiba sakit. Apakah setelah tiga tahun ini yang di pelajarinya di sekolah hanya tentang voli?
[Tentu saja aku akan kesal karena kau sudah merenggut impianku!]
[Tapi]
...
[Oikawa-san, maaf sudah menyita waktumu]
Tunggu! Cuma seperti itu?
[Kalau ada yang ingin kau katakan lebih baik katakan sekarang saja!]
Agak lama barulah ada balasan darinya.
[Aku padahal berniat untuk memberimu medaliku karena menurutku kau lebih berhak memilikinya dari pada aku! Tapi sepertinya aku akan memberinya ke Sugawara-san saja!] Heh, dari itu saja aku sudah dapat membayangkan wajahnya yang memerah menahan malu.
Tapi hei, dia menyinggung masalah yang sensitif untukku.
[Kau tau Tobio-chan, aku tak peduli kepada siapa kau ingin memberi medali bodohmu itu. Kalau kau beri itu kepadaku, itu hanya akan menjadi pengingat kalau aku tak akan pernah bisa bermain voli seperti dulu dan tak akan bisa mengalahkanmu!]
[Oikawa-san, kau adalah orang terjahat yang mungkin pernah kutemui sepanjang umurku yang pendek!]
[Hei! Jangan membawa-bawa umur di sini! Umurmu masih panjang!]
Balasku tak penting.
[Untuk apa Oikawa-san peduli tentangku!]
Pfft, jawaban macam apa ini?
[Lho, Tobio-chan mau diperhatikan olehku!]
Mari kita lihat dia akan membalas apa.
[Oikawa-san! Kenapa Oikawa-san sangat jahat kepadaku?!]
Huh, apa maksudnya?
[Yah, setelah aku mengacau di perayaanmu dan timmu aku ingin menemuimu]
[Untuk apa?]
[Untuk bertemu denganmu tentu saja! Aku rindu Kouhaiku yang selalu melihatku dengan mata lebar dan memohon untuk diajarkan cara servis melompat!]
[Oikawa-san aku sudah bisa servis melompat dan tak perlu berterima kasih kepadamu!]
Baiklah, sekarang aku merasa terhina.
[Oho, apakah begitu caramu bicara kepada orang yang lebih tua, Tobio-chan?]
[Awas saja, nanti akan kubawa Iwa-chan bersamaku dan kami berdua akan 'mengajari'mu bagaimana caranya menghormati orang yang lebih tua darimu...]
Janjiku kepadanya sambil mematikan ponselku, mengakhiri percakapan kami secara sepihak.
Aku menjilat bibirku yang mengkering, sambil memperkirakan tanggal untuk membeli tiket ke tokyo.
Siap-siap saja kau, Tobio-chan~~~
.
.
.
Waaaaa, Tobionya mau di ajarin apa itu mas Oikawa?
Jangan bilang kalau, kalau, kalau—/Dilemparbatusamareaderficsebelah/
Ok, ini sebenarnya gini. Kalau misalnya suatu pair udah muncul jangan terlalu berharap bisa ngeliat nama mereka bersama terlalu sering, kenapa?
Soalnya saya butuh Rare pairing atau pair langka~~
Bayangin aja ya, Goshiki–itu lho anak elang((Shiratorizawa)) yang kepingin jadi Ace tapi selalu dinistakan oleh senpai-senpainya– sama Kageyama jumlah cerita tentang mereka cuma ada 2!
Cuman ada dua mah freeend! /ripIngrish/
Dua itu juga bahasa inggris lho. Derita saya sebagai seorang shipper yang senangnya Tobio sama siapa saja (Iya saya juga sadar sebejat apa saya ≥¶≤) habisnya cuman ada sedikit cerita di mana Tobio jadi U K E~~~~
Lagian Tobio sama siapa aja tetap lejit /setdahpaantuh?/
Anak ini butuh lebih banyak cinta ~( ^¶ ^ ~) ~( ^¶ ^ ~) (~ ^ ¶^ )~ (~ ^ ¶^ )~
