Balasan Review :

-Oceana Queen : Wah, senangnya aku menerima review darimu, lihat namamu, aku langsung inget sama Barbie and the Mermaid Tale deh!. Iya! Aku suka banget sama Code Lyoko! Kadang suka berimajinasi sendiri soal itu, tapi disangka aneh sama orang-orang (temen-temen)

-Private2Kowalski : Makasih penjelasannya! Biasanya Saki juga paling peka soal 'di' lho! Soal koma di 'hai' dan 'nama' juga awalnya Saki tulis, tapi Saki kira "Kayaknya kebanyakan koma nih" jadinya Saki hapus… Eh iya, 1 lagi, maaf kalo readers baca fic Saki kurang enak gara-gara Saki udah kebiasaan dan jadi gerakan refleks untuk meletakkan tanda koma sebelum tanda kutip di akhir kalimat. Mungkin karena Saki nulis fic ini buru-buru karena ngejar waktu mulainya Code Lyoko jam 12.40 di Spacetoon, jadi banyak yang harus diperbaiki, waktu Saki nulis fic chapter 1, hanya ada 1 pikiran di kepala Saki : "Pokoknya fic ini HARUS SELESAI!"

Makasih bagi yang sudah me-review, Saki kira, dikit yang tau Code Lyoko (soalnya di kelas Saki yang tau cuma 3 orang) jadi Saki kira nggak ada yang nge-review… *hiks* Oke, abaikan saja akting Saki yang gaje ini, kita mulai ceritanya, happy reading, minna~!

Code Lyoko :

"Internet Problem" (part 2)

By : Yusaki Sanjyou ©2012

.

.

.

Disclaimer : Karakter Code Lyoko dan ceritanya bukan punya Saki, kecuali cerita yang memang punya Saki (ngerti nggak?). Update chapter 3! Mungkin nanti Saki akan update lagi setelah UAS, doain Saki ya, semoga bisa~! *dilempar tomcat sama semua chara yang ada di Code Lyoko*

Summary : Ah! Akhirnya ada jalan untuk bisa pergi ke Lyoko. Tapi, di Lyoko tidak ada monster atau gangguan dari X.A.N.A sama sekali. Memang mudah, tapi takkan semudah itu kan? Sebenarnya, apa yang X.A.N.A rencanakan?

Rated : K+

Genre : Friendship, Adventure

Saki's Note! : Maaf kalau karakter-karakter Code Lyoko disini 'agak' berbeda sikap dengan yang aslinya. Maaf juga, Saki nggak tau gimana caranya update cerita multichap, jadinya part-part-nya kepisah-pisah

"Apa Odd dan Aelita berhasil masuk ke Lyoko ya?" gumam Jeremy.

"Aelita, Odd, kalian mendengarku?" panggil Jeremy untuk memastikan.

"Sangat jelas Jeremy, tapi kurasa ada yang salah dengan proses virtualisasi," balas Aelita.

"Ah? Ada yang salah? Seperti apa, Aelita?" tanya Jeremy.

"Aku tidak tahu Jeremy, mungkin ini karena komputer atau scanner itu, kita berada di sektor lain yang belum pernah teridentifikasi oleh super scanner," jelas Aelita.

"Coba kirimkan padaku keadaan disana!" pinta Jeremy.

"Yumi, X.A.N.A melancarkan serangan berupa gangguan pada jaringan internet, sepertinya ia berhasil menguasai jaringan internet di seluruh dunia, termasuk super computer yang ada di pabrik," jelas Ulrich.

"Apa? Lalu, bagaimana kita bisa ke Lyoko?," tanya Yumi.

"Entahlah, tapi Jeremy dan Aelita mungkin menemukan sesuatu di rumah pertapaan," balas Ulrich.

Yumi dan Ulrich tetap berlari menuju Hermitage, tapi saat separuh jalan, ada sesuatu yang menghalangi mereka, yaitu kumpulan orang-orang yang terpengaruh X.A.N.A dan bergerak seperti robot di depan mereka.

"Kyaaa~~! Ulrich, apa itu?" teriak Yumi kaget.

"Argh, X.A.N.A pasti mempengaruhi mereka melalui internet," ujar Ulrich.

"Apa ini hanya perasaanku, atau kurasa paling sedikit ada 100 orang disana?," komentar Yumi.

"Pergi…Pergi…Pergilah kalian!..."

"Musnahlah…Musnahlah…Musnahlah kalian...!"

"Ulrich, ini gawat, kurasa seluruh orang yang menggunakan fasilitas internet akan terpengaruh seperti mereka, jika kita tidak memperingatkan orang-orang soal ini, maka seluruh orang di dunia akan menjadi seperti mereka!" kata Yumi.

"Lari Yumi! Lari!" seru Ulrich.

Yumi dan Ulrich berlari dengan kecepatan maksimal mereka, tapi orang-orang itu tetap mengejar mereka.

"Andai ini Lyoko, aku bisa berlari lebih cepat dengan super sprint," ujar Ulrich.

"Ya, tapi sayang, ini bukan Lyoko. Kita harus sembunyi, Ulrich,"

"Sembunyi? Tapi dimana?," tanya Ulrich.

Yumi melihat keadaan sekitar, lalu…

"Disana! Di semak-semak itu!," seru Yumi sambil menunjuk semak-semak yang tak jauh dari mereka. Yumi menarik Ulrich untuk bersembunyi di balik semak-semak itu.

"Musnahlah kalian…Musnahlah…!"

"Aelita, kirimkan aku keadaan disana!" pinta Jeremy.

"Baik, aku akan mengirimkannya," balas Aelita.

Aelita mengirimkan gambaran tentang keadaan disana. Keadaannya seperti pantai, tapi tanpa monster ataupun menara.

"A-apa ini? Daerah ini belum pernah terlihat di super computer ataupun holomap. Aelita, apa kau tidak ingat soal sektor ini?," Tanya Jeremy memastikan.

"Tidak, Jeremy. Tidak sedikitpun, kurasa ayahku berusaha menyembunyikan data-data untuk membuat sektor ini padaku," jelas Aelita.

"Jeremy, apa kau bisa me-materialize kami kembali? Mungkin kau harus melakukan beberapa pengecekan terhadap komputer itu dan scanner," saran Odd.

"Ide bagus, Odd. Baiklah, akan kucoba," balas Jeremy sambil mengetikkan suatu kalimat di keyboard-nya

PIP-PIP-PIP-PIP-PIP-PIP-PIP

Komputer menunjukkan adanya suatu sinyal bahaya.

"Argh, tidak!," keluh Jeremy.

"Apa yang terjadi, Jeremy?," tanya Odd.

"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!," balas Jeremy.

"Hei, bisakah kau memberitahu kami apa yang terjadi?," pinta Odd.

"Odd, ada berita buruk. Aku tidak bisa me-materialize kalian berdua. Ada data yang salah dengan sektor itu dan scanner ini," jelas Jeremy.

"Apaaa? Jadi kami tidak bisa kembali ke Bumi dan harus menetap di Lyoko?," tanya Odd dan Aelita bersamaan.

~To Be Continue~

Saki : Moshi-moshi, Minna~! Maaf untuk part/chapter kali ini paling singkat dari yang lainnya, soalnya Saki nggak punya waktu banyak, kalau inspirasi sih ada, seperti yang Saki bilang di atas tadi, Saki mau UAS minggu ini, jadi Saki cuti dulu di ffn selama seminggu…

Ulrich : Ya udah, katanya mau UAS, sana belajar! *dorong Saki ke meja*

Saki : Hhh-hhh! Sakit tau! Ulrich kau tidak peduli dengan Saki!

Ulrich : Hmm, tugas Saki disini saya ambil alih ya, minna~. Saki lagi belajar tuh!

Saki : (dalam hati : Ulrich jahaaaat!)

Ulrich : Terimakasih bagi para reviewer di part/chapter sebelumnya ya, Saki sampe terlalu seneng dan jadi aneh sendiri di sekolah gara-gara ada yang nge-review

Saki : Kyaaaa~! Jangan dibilangin!

Ulrich : Sana balik belajar! *lemparin Saki pake tomcat*

Saki : Adaow! Adaow! Sakit! Huhuhu… *nangis guling-guling*

Ulrich : Wah, Saki berubah profesi! Dari pelajar jadi monsternya X.A.N.A! Megatank!

Saki : Huaaaa! Ulrich jahaaaat! Saki sakit nih kena tomcat!

Ulrich : Ne, gomen Saki…

Saki : Hehehe, kau tertipu dengan akting Saki barusan, sekarang, rasakan ini~! *nyeburin Ulrich ke digital sea*

Ulrich : HUAAAAAA~~~~~~!

Saki : Okay, Minna~ Sekarang pengganggunya sudah pergi, tapi Saki masih mengharapkan review dari kalian, jadi gimana? Mau…

R

E

V

I

E

W

F

i

c

S

a

k

i

?