Title : THE CYCLONE
CHAPTER : 3
AUTHOR : SEASHELLIEN
RATED : M for mature language, sex activity, etc
CAST :
Luhan
Sehun
Kai
Do Kyungsoo
Wu Yifan
Huang Zitao
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
-Standart Disclaimer Apllied-
-THIS STORY IS BELONG TO seashellien!-
=====PREVIOUS CHAPTER=====
"Jika kau mau menembakku.." Yifan kini mendongak untuk menatap Tao, lalu melanjutkan ucapannya.. "SETIDAKNYA GUNAKAN PISTOLMU SENDIRI! DASAR BAJAK LAUT BODOH! "
Tao makin tersulut amarahnya. Si rambut pirang ini tak mensyukuri keadaan – katanya dalam hati.
.
.
.
.
.
"ITU RED-GOLD DRAGON PISTOL! PISTOL ITU MILIKKU! DASAR BAJAK LAUT BODOH! KAU PENCURI!"
Tao berjengit – Tao memang tak tahu nama pistol barunya ini, dan si pirang berisik ini tahu nama pistol yang dipegangnya! Tao memaki dalam hatinya…
KEDUA PISTOL ITU MEMANG MILIK SI PIRANG! SIAAAAAAAL!
=====THE CYCLONE – CHAPTER 3 – START ! =====
Setelah teriakan-teriakan tak terkendali dari Yifan dan Tao, kini Sehun harus sedikit memijat keningnya yang semakin pusing.
Hell ! Penis Sehun sudah sedikit bangun dan dirinya harus menghentikan kegiatan mengasyikan bersama Luhan hanya karena dua kawannya yang sama-sama bermasalah karena anak buah Luhan. Yang disebut bermasalah adalah Kyungsoo dengan adiknya dan juga Tao dengan seseorang yang disebutnya sebagai pirang.
Mereka memang punya masalah kan? Bahkan Sehun yang sedari tadi sudah cukup bersemangat untuk mengerjai Luhan harus menahan hasratnya untuk meraba-raba Luhan. Luhan sudah cukup menggiurkan – dengan penis yang berdiri, bibir yang bengkak dan memerah, serta tubuhnya yang berkeringat dengan sedikit darah di dadanya. Namun semua itu tak terlalu berguna jika suasananya tak mendukung. Sehun hanya tak suka jika harus melakukan foreplay di tempat yang ribut.
Kini Sehun telah memikirkan hukuman untuk Kyungsoo dan Tao – Kapan-kapan Sehun harus mengurangi jatah harta jarahan Kyungsoo dan Tao karena keributan yang mereka buat hari ini.
Kembali ke Yifan dan si pencuri pistol – keduanya masih sama-sama menatap satu sama lain dengan tatapan sengit. Namun sinar mata Tao langsung berubah menjadi sedikit gusar – terutama setelah mendengar klaim kepemilikan pistol yang ada di tangannya. Bola mata Tao bergerak ke kanan-kekiri - menandakan kegusaran yang muncul di dalam dirinya. Kepercayaan dirinya juga sedikit turun hanya karena kesombongannya di depan si pirang. Tao merasa sedikit bodoh karena mengacungkan sepasang pistol curian ke depan pemiliknya.
Seperti pencuri bodoh yang menunjukkan barang curiannya di depan korbannya.
Tapi Tao masih ingin membela diri – setidaknya di hadapan tawanan pirang yang memiliki sepasang pistol ini.
"Kapal Jung itu sudah jadi milik kami, jadi segala yang ada didalamnya adalah milik kami, benar begitu Sehun-ah?" Tao berucap lalu menolehkan kepalanya ke arah Sehun – meminta persetujuan. Tetapi sayangnya – Yifan yang cerdas sedikit banyak menertawakan kebodohan Panda seksi yang ada di depannya.
Sedangkan Sehun kini malah kembali mengerjai Luhan tanpa menjawab pertanyaan Tao. Dia sudah menarik kursinya ke belakang kursi yang Luhan duduki. Meraba lalu menggigit dan menghisap - Luhan yakin bahwa kulitnya akan memiliki bercak ungu seperti yang sering dia buat pada beberapa wanita jalang saat pesta kelompoknya dulu.
Hanya karena sepasang pistol kesayangannya, Yifan saat ini telah memutar otak untuk merebut kembali pistol miliknya yang telah ada di tangan Tao. Dengan cara apapun – dan dengan kelicikan apapun – Yifan telah bertekad untuk merebut kembali pistol miliknya!
Dan hanya berselang beberapa detik – Yifan telah menemukan cara licik untuk mengembalikan pistol miliknya..
"Kau bilang kapal kami sudah jadi milik kalian?! Tidak.. Kalian belum memilikinya.." Yifan yang kini menunduk mulai menyeringai. Yifan terlalu cerdas dan pintar – otaknya telah memproses semua percakapan Sehun dan Luhan di awal – dan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam perjanjian itu.
Ha to the Ha! Yifan sekarang puas karena otaknya berkerja dengan cepat– setidaknya dia kini bisa membela diri dan juga memiliki kemungkinan untuk melepaskan semua tawanan dari tempat ini – termasuk Luhan.
"Hei mata panda.. Kau harusnya tahu bahwa perjanjian antara pemimpinmu dan pemimpin kami memiliki banyak kelemahan.." Yifan akhirnya melanjutkan perkataannya – membuat Sehun, Chanyeol, Baekhyun, Tao dan Luhan mengerutkan dahi karena belum mendapatkan maksud dari ucapan Yifan.
"Apa maksudmu? Kami sudah membajak kapalmu, dan pistol ini serta semua yang ada di dalam kapal itu adalah MILIK KAMI!" Tao menjawab dengan menekankan kata milik kami, menunjukkan sedikit emosi di dalam perkataannya. Tapi Tao tidak terlalu cerdas – dirinya bahkan tak bisa memprediksi apa yang akan Yifan lakukan setelah ini..
Hm.. Jika kita bicara soal Baekhyun.. Dia bukanlah orang yang lambat seperti Tao , namun dia memang tidak menyimak perjanjian Sehun dan Luhan. Intinya, Baekhyun sama sekali tak paham tentang apa yang diucapkan Yifan.
Sejak kedatangan Luhan yang terikat di kursi - Baekhyun langsung tertarik dengan ketidakberdayaan Luhan yang terlihat begitu saja. Baekhyun terlalu asyik memandangi tubuh seksi Luhan yang lebih tinggi darinya – dengan rambut coklat yang indah – serta tubuh yang terikat di atas kursi. Baekhyun berpikir akan menyenangkan jika kepalanya berada di selangkangan Luhan yang masih terikat di kursi, lalu mengulum sensual penis Luhan yang cukup besar untuk ukuran pria secantik Luhan. Lalu setelah penis Luhan ereksi sempurna karena mulutnya yang terlatih, maka Baekhyun akan langsung mengendarai penis Luhan begitu saja. Membiarkan Luhan terikat dan berteriak keenakan karena penis Luhan yang menghujam lubang ketat miliknya adalah hal terakhir yang dibayangkan oleh Baekhyun. Bukankan uke on top sedikit banyak menyenangkan?
Jadi itulah alasan Baekhyun tak menyimak percakapan Sehun dan Luhan – hanya karena pikiran mesumnya yang ingin memasukkan penis Luhan dalam lubangnya.
"Kau salah.. Pistol yang kau pegang itu – bahkan Kapal itu masih jadi milik kami karena kesalahan kalian sendiri.." Yifan berucap dengan nada mengintimidasi - membuat Sehun sang petinggi The Cyclone mulai berpikir -meskipun kenyataanya dirinya masih meraba-raba tubuh Luhan. Tapi untungnya Luhan tak mendesah - Sehun memang sengaja tak menyentuh penis Luhan karena masih menunggu apa yang akan Yifan katakan setelah ini
"Aaa~ Kalian masih belum paham kesalahan kalian sendiri..?" Yifan mendongak lalu menoleh ke kiri – tempat yang diisi oleh para bajak laut itu. "Kesalahan terbesar kalian adalah membuat perjanjian konyol yang bahkan tak layak disebut sebagai sebuah Perjanjian…" Yifan kini menatap mata Sehun dengan tatapan meremehkan, seolah berkata kau tak pantas jadi bajak laut.
"Pemimpin kalian mengatakan perjanjian pada awalnya adalah jika Luhan mau jadi budak pemuas nafsunya, maka kalian akan melepas semua anak buah Luhan dan juga mengembalikan harta kami. Benar begitu kan?"
Keempat pemimpin The Cyclone kini masih belum mendapatkan maksud dari ucapan Yifan barusan. Mereka akhirnya memilih untuk menyimak. Sedangkan Luhan bahkan belum tahu apa kesalahannya dan Sehun saat membuat perjanjian yang berakhir dengan tes berupa kegiatan mesum yang ia jalani. Luhan kini merasa bahwa dirinya sangat bodoh!
"Kesalahan pertama kalian adalah adanya perubahan perjanjian yang kalian ucapkan sendiri.. Dan bodohnya lagi kalian sendiri yang mengubahnya.."
Tepat setelah terucapnya satu kalimat dari mulut Yifan, kini rasa terkejut menyerang Sehun begitu saja. Sehun kini menghentikan hisapannya di leher Luhan – Sehun sudah tahu kesalahannya.
"Ada apa tuan pemimpin bajak laut? Kau sudah menyadari kesalahanmu…?" Yifan tersenyum mengejek – Yifan sudah melihat perubahan di ekspresi wajah Sehun.
Jika dilihat dari cara Sehun membuat perjanjian, Kapal itu memang belum jadi milik The Cyclone – dan Yifan tahu bahwa perjanjian antara Sehun dan Luhan memiliki banyak kelemahan.
Itulah yang kini Sehun pikirkan – dan yang bisa Sehun lakukan hanyalah menunggu apa yang akan dilakukan Yifan selanjutnya. Sehun sudah merasakan bahwa ini sedikit banyak makin menarik! Meski sesungguhnya ia sedikit kesal... Prinsip The Cyclone yang selalu menepati perjanjian membuat semuanya terhambat!
"Kau terlalu ingin mencoba tubuh seksi milik pemimpinku, itu membuatmu gegabah dalam mengambil keputusan. Kuakui perjanjianmu itu mengerikan, namun perjanjianmu juga cacat." Yifan mencerca Sehun dengan cara merendahkan Sehun, membuat teman-teman Sehun sedikit banyak terbakar amarah.
"Kau baru saja menghina pemimpin kami! KAU MEMANG––"
"AKU MEMANG APA, HAH? JIKA KAU TAK PAHAM APA YANG KU UCAPKAN, MAKA KAU HARUS DIAM!" Yifan menyela ucapan Tao begitu saja. Tao kini terdiam. Raungan Yifan terdengar lebih menyeramkan daripada sebelumnya. Dan kenyataannya, Tao memang tidak paham kesalahan Sehun. Poor Tao..
"Apa maksudnya Sehun-ah? Apa maksudnya?" Kini Baekhyun menyela – dia juga tak terlalu paham dengan apa yang dimaksud dengan kesalahan fatal yang dikatakan Yifan. Baekhyun berpikir Lebih baik bertanya daripada meluapkan amarah yang tak jelas arahnya – seperti Tao contohnya.
"Aku tahu maksud si pirang itu.." Chanyeol menyela Baekhyun begitu saja. "Sehun mengubah perjanjiannya menjadi sebuah tes bodoh – yang jika berhasil dilalui oleh pria cantik itu, maka mereka semua akan mendapat kebebasan. Dan juga kita tak akan mengambil secuil – pun dari harta mereka."
"Lalu apa kesalahannya? Bukankah itu bukan sesuatu yang aneh?" Tao kini bertanya – tak paham dengan semua kalimat Chanyeol. Begitu juga Baekhyun yang sejak awal tak terlalu menyimak percakapan Sehun dan Luhan saat membuat perjanjian.
"Perjanjian itu mengatakan bahwa kita takkan mengambil secuil-pun dari harta mereka jika Luhan berhasil. Intinya secara tidak langsung kita masih mengakui bahwa pemilik kapal dan segala isinya adalah Luhan dan anak buahnya, bukan kita."
"Bagaimana bisa Chanyeol-ah…." Baekhyun masih bingung – tentu saja.
"Sederhana Baek,intinya selama Luhan belum gagal dalam tes yang dilakukan Sehun, maka Luhan masih memiliki segalanya. Kita baru mendapatkan semuanya jika Luhan gagal saja." Chanyeol selesai mengucapkan analisanya.
Tao dan Baekhyun terperangah – akhirnya sedikit banyak ia paham soal kesalahan pertama Sehun.
Sedangkan Yifan sudah menaikkan alisnya, tanda bahwa apa yang diucapkan Chanyeol adalah sama dengan yang dipikirannya. Tapi Yifan takkan berhenti menyerang di situ saja, karena sesungguhnya Yifan ingin menggagalkan semua perjanjian konyol ini.
"Kau dengar itu panda bodoh? Kau harus mengakui bahwa pistol itu masih jadi milikku." Kini Tao mengumpat setelah mendengar ocehan dari Yifan.
"Namun sayangnya kesalahan dari perjanjian itu bukan hanya di situ saja…" Yifan kembali menyerang dengan perkataannya. "Tes bodoh itu juga… Itu adalah kesalahan terbesarmu juga, Tuan bajak laut…"
"Kau berkata ujiannya adalah Kau akan menyentuh tubuh Luhan. Jika Luhan mendesah maka satu anak buah akan mendapat lima pukulan. Dan jika Luhan klimaks, maka kau akan menembak lima anak buah, benar bukan? " Yifan mengkonfirmasi, menjelaskan tentang peraturan tes yang Sehun buat sendiri.
"Lalu apa kesalahanku..?" Sehun akhirnya berdiri - meninggalkan pekerjaannya menjamah Luhan, lalu sedikit banyak ingin mencobai Yifan – dengan sebuah pertanyaan sederhana.
"Kesalahannya adalah, kau tak membuat standar untuk menentukan siapa yang berhasil dalam tes itu." Yifan menjelaskan dengan sangat sederhana – namun ternyata Sehun sedikit punya pemikiran lain.
"Standar kau bilang? Bukankah aku yang membuat tes?! Aku sendiri yang akan menentukannya bukan?!" Sehun mengucapkan pemikirannya yang berbeda dengan Yifan – tentu saja untuk yang satu ini dia tak mau kalah.
"Jika kau tak memiliki standar yang jelas, Luhan juga bisa mengklaim bahwa dia berhasil – bahkan jika seluruh anak buah sudah tertembak mati." Yifan kembali berargumen, "Kalian adalah The Cyclone 'kan? Bukankah dalam setiap pembuatan perjanjian posisi dua pihak yang membuat perjanjian itu setara?" dilanjutkan dengan sedikit intimidasi.
"Bukankah standarnya sangat mudah?! Jika semua anak buah tertembak, maka dia gagal.. Dia tak bisa mempertahankan orientasi seksualnya – dan tes itu adalah tes untuk menguji orientasi seksual nya. Sungguh sederhana.." Setelah bicara, Sehun sedikit melangkah mendekati Yifan dan berhenti tepat di samping kiri tubuh Yifan yang masih berlutut karena ikatan di tubuhnya. Sehun mengira bahwa dirinya sudah menang dalam perdebatan ini.
"Jadi itu standarmu..?" Yifan berucap, lalu kembali tersenyum – dia yakin sehabis ini para bajak laut ini akan mengikuti jalan pikirannya.
"Berarti kesalahanmu adalah kau tak pernah mengucapkan standar itu di awal perjanjian."
SHIT! INI SKAK MAT!
Sehun mengumpat dalam hati – dia sungguh tak tahu lagi apa yang akan diucapkannya setelah ini. Yifan benar – dirinya tak mengucapkan apapun sebagai standar lolosnya Luhan – maupun standar keberhasilannya untuk mendapatkan Luhan.
Begitupun dengan kawan-kawan Sehun lainnya , mereka juga terdiam. Ini pertama kalinya mereka melihat secara langsung Sehun membuat kesalahan dalam membuat perjanjian. Mungkin Yifan benar – hanya karena nafsu, membuat Sehun gegabah dan tak memikirkan akibat yang tercipta setelahnya.
Sebegitu tertariknyakah Sehun pada Luhan?
"Kenapa kalian diam tuan-tuan? Mengaku kalah?" Yifan kini bisa tersenyum puas.The Cyclone sudah diam dan ini adalah saatnya untuk membatalkan perjanjian! Yifan kini bersorak-sorai dalam hatinya.
"Lalu apa maumu, huh?" Yang saat ini membalas ucapan Yifan adalah Chanyeol – meski posisinya masih di bawah Sehun, namun sesungguhnya Chanyeol tak bisa dianggap sebelah mata. Jika tak ada Sehun – mungkin pemimpin The Cyclone saat ini adalah Chanyeol.
Terkadang Chanyeol bekerja untuk mendorong Sehun dari belakang – menjadi bayangan Sehun untuk mencapai keberhasilan demi keberhasilan yang akan melambungkan nama The Cyclone. Chanyeol juga menjadi Kekuatan tambahan bagi Sehun saat Sehun tak sanggup mengerjakan semua perkerjaannya sebagai Pemimpin Utama The Cyclone.
Dan… Chanyeol jugalah yang akan 'memperbaiki' segala kesalahan Sehun, termasuk kesalahannya yang satu ini.
Hei, kesalahan itu wajar… Bukankah Sehun tetap saja masih muda dan masih penuh dengan emosi dan sifat yang tak dewasa?
Memang Chanyeol adalah orang yang paling tempramental – namun jika menyangkut The Cyclone, maka Chanyeol adalah orang yang paling bijaksana diantara lima pemimpin The Cyclone.
"Kau bertanya mauku huh? Keinginanku hanya membatalkan perjanjian ini, tentu saja…" Yifan kini bisa mengucapkan kemauannya di depan para bajak laut sialan yang mengikatnya selama hampir satu jam.
"Perjanjian ini memang harus dibatalkan.." Chanyeol berucap dengan yakin – meninggalkan rasa tak terima dari teman-temannya.
"Chanyeol-ah!" Baekhyun langsung menyuarakan rasa tidak setuju hanya dengan memanggil nama Chanyeol.
"Maksudmu hyung? Kau tak bisa memutuskannya begitu saja! Aku yang menjadi pemimpin utama!" Sehun meradang. Keinginannya untuk mendapatkan Luhan sangat besar – dan kini Chanyeol seolah menyuruhnya untuk melepas Luhan. Hell no!
"Aku juga tidak mau! Aku mau pistol ini jadi milikku!" Kini giliran Tao yang menyuarakan isi hatinya. Tao benar-benar sudah jatuh cinta pada pistol curian yang ada di tangannya.
"Hei hei diamlah kalian semua! Aku belum selesai bicara…" Chanyeol berucap dengan intonasi yang lambat "Kita harus membatalkan perjanjian konyol ini – lalu membuat perjanjian baru.. Benar begiitu kan Tuan Pedagang…?
Chanyeol menaikkan alisnya – menatap Luhan yang sedari tadi hanya menatap perdebatan sengit ini.
Yifan terbelalak – bukan ini yang ia inginkan..
"A – APA?" Luhan menyeruakkan rasa protesnya. Lalu apa gunanya dirinya dijamah oleh bajak laut berwajah datar itu? Luhan merasa bahwa keadaannya yang setengah telanjang dengan celana yang telah berantakan sama sekali tak ada artinya. Menyebalkan..
"Biar aku membuat perjanjian dengan kaki tangan Tuan Lu saja, bukankah perjanjian baru itu akan menjadi lebih baik dan lebih sempurna?! Bukankah begitu, Tuan Wu Yifan..? "
SHIT! Mereka malah meminta perjanjian baru! Okay Brain, Let's think about plan B! – Yifan berteriak dalam hati – memerintahkan otaknya untuk bekerja…
Satu detik.. Kepala Yifan masih tertunduk..
Dua detik… Yifan mulai mendongak pelan..
Tiga detik… Yifan membelalakkan matanya – dirinya disuguhi pemandangan yang menyegarkan, membuatnya mendapatkan ide yang lebih cemerlang..
GOTCHA!
Yifan mendapatkan ide –ide yang lebih gila lagi- untuk perjanjiannya nanti..
"Lu, apa kau yakin ingin menyerahkan perjanjian baru ini padaku..?" Yifan bertanya – memastikan apakah dirinya harus bertindak untuk melawan Park Chanyeol yang terkenal dengan kecerdasannya juga.
Luhan tampak berpikir – jika dilihat sejak tadi Luhan merasa bahwa dirinya bodoh. Bodoh karena mau disentuh seenaknya oleh Sehun. Bodoh karena menyetujui perjanjian konyol.. Bodoh karena tak sanggup melindungi anak buahnya..
"Terserah kau saja Yifan.." itu keputusan final Luhan – memberikan Yifan untuk mengurus perjanjian ini.
Maaf Luhan, sepertinya plan B ini akan membuatmu mendesah-desah..
Aku juga harus minta maaf pada si panda pencuri – karena dia akan merasakan hal yang sama…
Ditutup oleh seringai mesum dari seorang Wu Yifan..
.
.
.
====The Cyclone!====
.
.
Sementara itu kini Jongin masih diam – duduk termenung dalam dekapan kakaknya. Otaknya terasa sangat lambat, ia tak mampu bicara – atau sekedar menenangkan pria mungil dalam rengkuhan hangatnya. Lidahnya kelu – terasa menyakitkan saat dirinya berusaha untuk menggerakkan lidahnya dan menjelaskan semua alasan yang seharusnya Kyungsoo dengar.
Alasan mengapa dirinya harus pergi.
Alasan mengapa dirinya tak lagi berani bertatap muka dengan kedua orangtuanya..
Alasan mengapa dirinya melarikan diri dari kakaknya, Kyungsoo…
Hanya ada alasan di dalam pikiran Jongin. Alasan yang sesungguhnya memang, namun alasan-alasan konyol itu tak mampu mengubah keadaan – tak mampu mengembalikan kedua orangtuanya – maupun kebahagiaan kakaknya.
Memikirkannya membuat dadanya ngilu – terhujam oleh kenyataan yang tak berpihak padanya. Dalam hidup Jongin, mungkin hanya Luhan dan Yifan yang selalu berpihak padanya.Bahkan para dewa mungkin telah memalingkan wajahnya dari Jongin – karena Jongin yang telah mengawali dosa besar dalam hidupnya sendiri.
Jongin selalu berpikir – lari adalah jalan terbaik, jalan yang bahkan terasa halus dan tanpa batu terjal. Namun kini Jongin sadar, bahwa lari di jalan yang lebar dan tanpa batu terjal itu ujungnya adalah jalan buntu – memaksa Jongin untuk kembali ke titik awal pelariannya.
Intinya, Jongin tetap ditakdirkan untuk menghadapi semuanya – menghadapi kakaknya yang bahkan sudah tak berjarak lagi.
Akhirnya Jongin memilih untuk menyerah – pertemuan kembali dengan Kyungsoo bagaikan sebuah takdir yang tak dapat ditolak lagi. Menyerah pada takdir dan menghadapinya adalah satu hal yang harus dilakukan Jongin saat ini.
"Hyung.. Istirahatlah.. " Jongin memulai semuanya dengan suara yang lembut, sedikit mengelus punggung Kyungsoo yang terasa rapuh.
Tak ada jawaban dari Kyungsoo. Yang terdengar adalah isakan lirih yang terus mengalun. Jongin mengela nafas – melepaskan sedikit rasa sesak yang tercipta hanya karena Kyungsoo yang terluka. Perasaan Jongin pada Kyungsoo masih sama – itu adalah kesialan yang tak bisa dilawan oleh Jongin sendiri. Tiga tahun bahkan tak cukup untuk menghapus semuanya..
"Hyung, dengarkan aku.." Jongin melepaskan rengkuhan erat Kyungsoo, menaruh kedua tangannya di pipi Kyungsoo yang telah basah oleh air mata, menghasilkan tatapan dalam antara satu sama lain. "…tidurlah, kita sudah sampai di kamar, aku akan menemanimu disini.."
Tangan Kyungsoo yang semula berada di pinggang Jongin kini berpindah – tangan kiri berada di pipi kanan Jongin, sementara tangan kanannya berpegang di lengan Jongin. Ibu jari tangan kiri Kyungsoo mulai mengusap bibir Jongin perlahan, menghasilkan detak jantung yang bertambah percepatannya.
"Apa bibir ini tak lagi mengucapkan kebohongan, Jongin-ah?" Kyungsoo yang masih berkaca-kaca berbicara sembari melanjutkan kegiatannya untuk mengusap bibir Jongin. "Apakah aku bisa mempercayai bibir indah ini..?" Jongin tercekat, namun Kyungsoo belum selesai bicara..
"Apakah aku bisa percaya pada perkataanmu, bahwa kau akan terus menemaniku..?" Kyungsoo kembali terisak pelan, air matanya mulai kembali mengalir.
Kyungsoo hanya tak mau ditinggalkan… lagi..
Memahami fakta yang ada sudah cukup menggerus hati Jongin. Kyungsoo terlalu merindukan dirinya – orang brengsek yang bahkan tak pantas disebut manusia..
"Kau tahu Hyung..?! Aku bahkan tak lagi merasa pantas hanya untuk sekedar bisa memandangmu.." Jongin menunduk – melepas kontak mata keduanya. "Aku tak pantas untuk menemanimu, bersamamu, bahkan menyentuhmu…"
"Hanya karena rasa tak pantas itu, aku yakin kau akan membohongiku.. lagi.."
Jongin kaget saat Kyungsoo berusaha menjauh darinya, berjalan menuju pintu lalu menguncinya dan melempar kuncinya entah kemana. Kyungsoo kembali kepada Jongin yang sedang duduk di pinggiran ranjang dengan cara yang berbeda.
"Hyung ––"
Jongin semakin merasa menggila – kakaknya kini duduk di pangkuannya dengan aura sensual yang kental. Jongin menelan ludahnya gugup – namun berusaha menutupinya. Jongin berusaha melepaskan diri dari jeratan sensual Kyungsoo.
"Kenapa Jongin-ah..? Bukankah kita biasa melakukannya dulu..?" Kyungsoo menempelkan dahinya ke dahi Jongin – menghasilkan jarak sempit di antara keduanya. Tangannya mengalung begitu saja di leher Jongin yang sebelumnya menunjukkan penolakan.
Jongin mengerti maksud Kyungsoo – dan Jongin tak mau melakukannya..
Jongin takkan mengulangi kesalahan yang sama – melukai orang yang paling berharga di hidupnya.
"Kita tak boleh melakukannya.. Kau berharga dan itu adalah alasanku untuk tak lagi merusakmu.."
Merusakmu. Jongin merasakan pahit saat lidahnya mengucapkan kata itu. Jongin yang merusak segalanya – menghancurkan segalanya yang ada pada Kyungsoo. Kebahagiaan – Keceriaan – bahkan Kesuciannya. Jongin meringis perih jika mengingat semuanya.
Dulu Jongin hanyalah orang brengsek yang hanya bisa melukai dan menghancurkan – membawa petaka pada keluarganya.
Saat kehancuran itu terlihat, Jongin baru menyadari bahwa dirinya adalah penghancur yang paling luar biasa.
"Kau memang sudah merusak aku, Jongin-ah.. "
Ya, itu benar Kyungsoo.. Jongin memang merusakmu. Melampiaskan nafsunya dengan tubuhmu – tubuh kakaknya sendiri.
"Setidaknya aku bisa membuat ayah dan ibu bangga karena aku tak lagi merusakmu..."
Bangga, huh? Terlambat jika kau ingin membahagiakan orangtuamu sekarang, Kim Jongin.. Bukankah mereka menangis pilu dalam kematian mereka?
" Aku sudah tak bisa lagi menjadi baik karena aku sudah rusak.. Ayah dan ibu pasti mengerti.."
Ya, mereka akan mengerti, Kyungsoo.. Mereka bahkan hanya berharap kedua anaknya yang berdosa bisa bahagia bersama di dunia meski mungkin kisah kedua anaknya akan berakhir di neraka.
"Itu kesalahanku. Biarkan aku memperbaikimu, hyung.."
Tidakkah kau merasa terlambat? Kim Kyungsoo sudah berubah menjadi Do Kyungsoo – dia sudah terlanjur rusak – hanya karenamu, Kim Jongin..
"Apa kau tahu cara memperbaiki aku, Jongin-ah?"
Sayangnya Jongin tak tahu caranya, Kyungsoo... Kau selalu berharap untuk menjadi baik dan menjadi sembuh – tapi kau tahu kau takkan bisa jika tanpa Kim Jongin di sisimu..
"Kita bisa memperbaiki semuanya – kembali menjadi kakak-adik yang semestinya, hyung.."
Yang semestinya..? Jika kau mengubah ini semua, masa lalu takkan berubah, Kim Jongin.. Begitupun hati Kyungsoo – dan hatimu..
"Itu bukan caranya, Jongin-ah..."
Benar, itu memang bukan caranya – mengembalikan hubungan kalian menjadi kakak-adik yang semestinya takkan mengubah apapun.
"Apa yang bisa kulakukan untukmu, hyung..?"
Kau akhirnya bertanya, Kim Jongin.. Menanyakan hal yang tepat..
"Perbaiki hatiku.. Perbaiki hidupku.. Caranya adalah…." Kyungsoo mulai memindahkan kepalanya yang tertempel di dahi Jongin, menaruh kepalanya di perpotongan leher Jongin. Sedikit berpindah ke atas, Kyungsoo kini menempatkan bibirnya di samping telinga kiri Jongin.
"..jadikan aku milikmu seutuhnya, Jongin ah.. seperti dulu.." agar aku punya alasan untuk menahanmu disini…
.
.
.
.
====The Cyclone!====
.
.
Kembali ke geladak utama, masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan oleh The Cyclone dan Luhan.. serta Yifan tentunya.
Kini telah sedikit terlihat bahwa Chanyeol yang akan mengambil alih sementara posisi Sehun untuk menyelesaikan semuanya. Salahkan Sehun yang harus membuat perjanjian – membuat semua acara penjarahan ini menjadi kacau.
"Lalu kau mau perjanjian seperti apa, Tuan bajak laut..?" Luhan kini bertanya setelah sedikit menghilangkan rasa panas di tubuhnya setelah dijamah Sehun.
"Aku sebenarnya tak ada ide khusus.." Chanyeol memang belum menemukannya – menemukan cara membuat perjanjian yang bisa menguntungkan The Cyclone.
"Aku punya satu usulan.. Bagaimana kalau kita tetap bermain untuk perjanjian ini..? Jika kami menang maka biarkan kami pergi dengan segala yang kami miliki. Jika kalian menang – maka kami akan tetap disini dan menuruti semua perintah kalian.." Semua orang kembali memberikan fokusnya kepada Yifan yang baru saja bicara. "Di dalam permainan ini, aku dan Luhan yang langsung akan menjadi pemain – dan kalian bisa memilih dua orang untuk menghadapi kami satu-lawan-satu.."
"Kau meminta sebuah pertarungan, huh?" Baekhyun berpikir, dan langsung mengucapkan apa yang ada di pikirannya.
"Yifan! Kau tahu aku kuat namun aku tak suka bertarung!" Luhan juga menyuarakan suara penolakannya.
"Tidak! Tentu saja tidak! Aku tak mau menghabiskan tenaga hanya untuk pertarungan sia-sia.." dan aku juga tak yakin akan menang jika tanpa senjata di tanganku – lanjut Yifan dalam hati. "Aku hanya akan meminta kalian menyiapkan dua kamar yang tidak boleh dikunci – untuk permainan satu-lawan-satu ini.."
"Jadi kau meminta dua orang dari kami – salah satu dari kami untuk berada satu ruangan denganmu – lalu seorang lainnya dengan Luhan, benar begitu..?"
"Kau sungguh cerdas, Tuan Park! Dan kalian harus melepaskan ikatan kami saat ada di kamar itu.." Yifan memuji Chanyeol yang tentu saja bisa berpikir lebih cepat dari yang lain. "Lalu siapa yang akan kau pilih untuk melawan aku dan Luhan, Tuan Park?"
"Hanya tersisa empat orang pemimpin disini… Aku tak mau maju untuk melawanmu karena aku masih harus mengurus sesuatu dengan dia." Chanyeol menunjuk Baekhyun yang ada di sampingnya.
Sebenarnya hanya masalah selangkangan sih.. Namun bagi Chanyeol sepertinya itu harus benar-benar di urus. Dia benar-benar jengah dengan kebinalan dari seorang Byun Baekhyun.
"Jadi biar Sehun dan Tao saja yang melawan kalian.."
Keputusan final Chanyeol membuat Yifan bersorak dalam hati – karena kemungkinan dirinya untuk menang sekarang makin tinggi.
Sedangkan Sehun langsung menaikkan alisnya – masih ada kesempatan untuk berdekatan dengan Luhan – jika dirinya memang diharuskan untuk melawan Luhan. Tapi sayangnya Sehun belum tahu – dia akan melawan Luhan atau Yifan.
"Baiklah!" Yifan kembali mengambil alih pembicaraan.. "Diantara dua orang yang di pilih, aku yakin si mata panda lebih lemah bukan..?"
"Tentu saja – karena itulah aku yang jadi pemimpin utama disini.." Sehun memastikan semuanya pada Yifan.
"Karena itu, maka si mata panda akan berada dalam satu ruangan denganku. Dan Luhan akan satu ruangan denganmu, karena Luhan lebih lemah daripada aku.."
"A – APA? AKU TIDAK MAU SATU KAMAR DENGANMU!" Tao kini menyeruakkan rasa tidak setuju karena harus satu ruangan dengan si pirang yang berisik itu.
Sedangkan Luhan hanya menghela nafas – dia sudah tahu kemana pembicaraan ini akan berakhir. Intinya, dirinya akan tetap berhadapan dengan Sehun.
"Jadi permainan ini sangat mudah. Ada waktu sebanyak 24 jam. Tugas Luhanadalah berusaha untuk keluar dari kamar dan masuk ke kamar yang aku tempati untuk menemuiku. Dan tugasmu, Sehun-shii.. Kau harus menahan Luhan agar tidak kabur dari kamar kalian, dengan cara apapun.."
"Dengan cara apapun…?" Sehun kini menaikkan alisnya – sedikit mengerti bahwa perjanjian ini akan menguntungkan dirinya sendiri..
"Ya, dengan cara apapun… Dan aku juga akan menahan si mata panda agar tak keluar dari kamarku dan menemuimu, Sehun-shii.. Dengan cara apapun yang bisa kulakukan.. untuk menahan dia.. Kecuali membunuh. Itu tidak diperbolehkan"
"Termasuk…." Sehun menggantungkan kata-katanya – kepalanya sudah diisi hal-hal yang tak terduga. Karena dengan cara apapun telah menjelaskan semuanya.
"Kau memikirkan sesuatu yang mesum kan, Sehun-ah?" Chanyeol melirik sedikit ke arah Sehun yang bahkan sudah menyeringai mesum.
Chanyeol yakin – sangat yakin bahwa Sehun telah merencanakan 24 jam yang ada untuk menyetubuhi Luhan habis-habisan dan membuat Luhan terkapar. Apalagi dengan sifat kinky yang dimiliki Sehun – Chanyeol tak yakin bahwa Luhan akan sanggup berdiri setelah berjam-jam berada di satu ruangan dengan Sehun.
"Dan aku yakin bahwa kau juga berpikiran hal yang mesum juga, Tuan Wu.." Luhan kini menyela – memastikan pikiran kotor Yifan yang hanya diisi oleh hal-hal berbau mesum.
Sesungguhnya Luhan sudah yakin bahwa Yifan akan selalu berpikiran mesum untuk apapun yang akan dibuatnya. Luhan juga baru ingat bahwa penis Yifan belum masuk ke lubang manapun selama tiga hari ini.
Dan sepertinya penis Yifan memang akan mengamuk sehabis ini..
"POKOKNYA AKU TIDAK MAU! AKU TAK MENDAPATKAN APAPUN! KAU SAJA YANG MELAWANNYA!" Tao mulai merengek – satu hal yang paling tak disukai oleh Chanyeol dan Baekhyun. Sifat manja Tao memang berlebihan – menyebalkan pula.
"Kau akan mendapatkan pistol itu jika kau berhasil!" Yifan berusaha untuk membuat Tao tetap melawannya – agar rencananya bisa berjalan lancar.
Tao membelalakkan matanya.. "Benarkah..? Aku bisa memilikinya..? Jika menang?" Tao sedikit tidak percaya pada ucapan Yifan.
"Tentu saja kau bisa memilikinya, Tao-er... Jika mereka kalah mereka akan memberikan segalanya dan menuruti kita.." Baekhyun berucap, memastikan ucapan Yifan memang benar.
"BAIKLAH! DEAL! AYO KITA MULAI SEGERA!" Tao langsung berapi-api – tak menyadari langkah bodoh yang telah diambilnya.
Yang dipikirkannya hanya sepasang pistol milik Yifan – yang bisa ia miliki jika menang…
Dasar panda bodoh.. aku takkan membiarkanmu mendapatkan sepasang pistol itu… Tapi kau mungkin bisa merasakan 'pistolku' yang lainnya.. – Yifan menyeringai mesum – membayangkan bokong seksi Tao yang akan bermain dengan 'pistol'nya nanti..
"Aku setuju – jadi bisakah kita mulai..?" Chanyeol sudah memikirkannya – dia setuju karena ini memang permainan yang takkan membunuh siapapun – termasuk Tao maupun Sehun.
"Tentu saja.. Jadi bisakah kau tunjukkan dimana kamar yang akan kita tempati..?"
"Ikatan kalian berdua akan kami lepaskan - lalu kalian akan masuk ke dalam dua kamar di geladak antara bersama Tao dan Sehun... dan aku akan memimpin anak buah kami untuk memasukkan semua anak buah Luhan ke dalam geladak paling dasar - kita akan menyekap dan menyiksa mereka sampai kita memenangkan ini semua.." Chanyeol berucap dan melirik Baekhyun yang sepertinya sudah siap untuk menghabiskan emosinya - karena permasalahan mereka berdua yang rumit.
"APA-APAAN KALIAN!?"
"Kau tak pernah menyebut bahwa kami tak boleh menyentuh anak buahmu... Tuan Wu..."
Yifan membelalakkan matanya - dia tak menyangka bahwa dirinya juga melakukan kesalahan gila - tak mengucapkan apapun untuk melindungi anak buah mereka.
"KAU! BAJAK LAUT KEPARAT! LEPASKAN ANAK BUAHKU! ARGGHHHH!"
.
.
.
"Selama anak buah kalian belum bebas dari kapal ini, maka kami bebas melakukan semua yang kami mau... Dan... Silakan bermain-main dengan teman-teman kami, Luhan, Wu Yifan.."
Ditutup oleh seringai mengerikan dari seorang Park Chanyeol...
.
.
.
.
==To Be Continued==
.
.
.
Aku tau kok ini ga sesuai harapan kalian yang minta smut nya dibanyakin \-_-/ ini memang apa yang aku sudah rencanakan waktu buat FF ini - chapter satu tentang pertemuan mereka, Chapter dua mulai ungkap satu-satu permasalahan tiap couple, lalu di chapter tiga ini chapter yang kayak jembatan untuk kegiatan nc di chapter depan ._.
Dan untuk kaisoo... Planningku ga akan berubah soal mereka~ soalnya konflik kaisoo yang paling bikin ngiris/ nantinya :)
Maaf ga bisa bales review.. Kemarin niatnya mau bales, habis tiga hari di cek ternyata reviewnya udah banyak banget . seneng dan terhura tapi juga sedih karena ga bisa balas :(
Mungkin chapter 4 nanti adalah Chapter yang kalian tunggu *tunggu apaan -_-* soalnya gamenya Kristao dan Hunhan bakalan dimulai..
Okay~ Review?
.
.
Thanks to :
jerin | marchtaotao | .7 | sycarp | .568 | HunOhBoo |rekmooi | Novey | Mekkyyy | A Y P | Guest | Vermilion Prussian |SebutLuhan3x | ceekuchiki | manlylittledeer |Meikha0102 | XikaNish | Rilakkuma27 | ShinJiWoo920202 | Ghea Hafiza | junghyema | mr albino | viiyoung |Odult Maniac |Guest | Urushibara Puterrizme | Cupide | Eclaire Oh | Oh SeHan | Kiela Yue |exodanti | taoxxxtao | Rili kim | snowy07 | hanhyewon357 |ummuattaanny | Ayaka Kim | .58 | karina | lisnana1 | karina33 |karina |younlaycious88 | luludeer2009 | ia |Guest |Re-Panda68 | jujujus | Gaemgyu402evilmaknae | farfaridah16 | hunhankid | odultLu | |PlayerJEJ |babyxing | |winter park chanChan | afifahnur914 | | SayLu | LVenge |Maple fujoshi2309 | One | Byun Byun |WulanLulu |rikha-chan |panggilsajaesef |Albino's Deer |Oh Zhiyulu Fujoshi |HeeKyuMin91| SFA30 |ohmydeer | .96 |ohxoho | fivahlulu |egatoti | bambielulu | beng beng max
