Karena banyak yang kecewa fictnya cuma sampai chapter dua dan minta dipanjangin lagi—dan daripada harus bikin sekuel melulu—jadi, ya, aku panjangin deh *sok banyak yang ngeriview :p

Mulai dari chapter ini, alurnya bakalan lambat banget, semoga tidak membosankan. Aku selalu berusaha mengambil kejadian sehari-hari mereka, biar fictnya terasa lebih nyata, semoga kerasa. Buat yang minta dipanjangin, here it is! Buat yang baru baca, selamat membaca! ^^

Disclaimer

All cast belong to themselves but the ff is pure belong to me

Cast

Lee Donghae

Lee Hyukjae

And all of Super Junior member

Warning

Yaoi, Boys Love, Shonen-ai, Boy x Boy, semi canon, alur lambat. I had warn you, so, DON'T LIKE DON'T READ! NO BASHING AT CHARA, PLEASE!

Summary

'Umurku baru 26 tahun dan masih banyak hal yang ingin kulakukan. Tapi mati di usia 26 tahun karena serangan jantung bukan salah satunya,' batinnya.

/(,")(",)\

A CONVERSATION BEFORE SLEEP

/(,") (",)\

"Bhahahahahaha"

"Hahahahahahha"

"Gyahahahahahaa"

Tawa itu terdengar membahana di seluruh dorm Super Junior lantai sebelas. Pemilik tawa kini terlihat sedang berangkulan—lebih tepatnya, salah satu pemilik tawa sedang merangkul pemilik tawa yang lain. Sementara pemilik tawa lainnya terlihat sedang berguling-guling di karpet dan seorang lagi terlihat hampir merosot dari kursi yang didudukinya. Mereka adalah Kyuhyun, Eunhyuk, Shindong, dan Sungmin. Yesung yang sedang berada di kamar mengurusi Ddangko brothers mau tidak mau menghentikan aktifitasnya dan beranjak ke ruang tengah menuju sumber tawa. Ryeowook yang sedang mencuci piring bekas sarapan di dapur, hanya bisa melongokkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang ditertawakan oleh member yang lain.

Sebenarnya masih ada satu lagi member yang juga ikut menonton, tetapi tidak mengeluarkan tawa seperti biasanya. Lebih tepatnya tidak bisa mengeluarkan tawa seperti biasanya karena melihat pemandangan di depannya. 'Err, kenapa juga Kyuhyun merangkul Eunhyuk seperti itu, kalau mau menonton, menonton saja, tidak perlu pakai acara rangkul-rangkulan segala,' begitu pikirnya. Ya—pemilik tawa yang terlihat sedang merangkul pemilik tawa yang lain adalah Kyuhyun dan yang dirangkul adalah Eunhyuk. Sementara yang baru saja menggerutu adalah Donghae. Entah sejak kapan perasaan possesif itu dirasakannya terhadap Eunhyuk. Apalagi saat-saat seperti ini, ingin rasanya dilemparkan remote yang sedang dipegangnya ke kepala Kyuhyun.

Lupakan mereka sejenak dan mari kita tengok apa yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Di layar kaca di depan mereka terlihat makhluk berwarna kuning—yang lebih dikenal dengan nama Spongebob Squarepants—sedang berbicara dengan makhluk berwarna merah muda—yang lebih dikenal dengan nama Patrick. Mereka sedang membahas makhluk lain—yang sepertinya mereka sebut anak mereka—yang berbentuk kerang.

"Bhuahahahaha"

Tawa kembali terdengar membahana di ruangan tersebut. Dan Kyuhyun—kembali—merangkul Eunhyuk yang duduk di sampingnya sambil tertawa-tawa, membuat Donghae semakin kesal melihatnya. Tidak tahan lagi dengan pemandangan di depannya, Donghae segera bangkit dari tempatnya dan memaksa duduk di antara Kyuhyun dan Eunhyuk.

"Hahhh~ apa-apaan sih, Hae, sempit tahu!" bentak Kyuhyun.

"Kau! Aku ini lebih tua darimu tahu!"

Donghae yang tidak terima dibentak oleh Kyuhyun memukul Kyuhyun—akhirnya—dengan remote yang dipegangnya.

"Auwww, Minnie hyung, lihat apa yang dilakukan Donghae padaku," adu Kyuhyun kepada hyung kesayangannya sambil meringis menahan sakit.

"Dasar! Sungmin hyung kau panggil hyung tapi aku tidak."

"Walaupun kau lebih tua dariku, tapi saat bersamamu aku merasa akulah yang menjadi hyungmu." Kyuhyun mencoba membela diri.

Donghae kembali mengangkat tangannya yang memegang remote untuk memukul kepala Kyuhyun, tetapi Kyuhyun lebih gesit. Dia sudah lebih dulu pindah ke samping Sungmin.

"Sudahlah, Hae! Lagipula kenapa kau menyerobot duduk di sini?"

Eunhyuk akhirnya angkat bicara. Dia sebenarnya lebih suka kalau Kyuhyun—atau siapapun—yang duduk di sampingnya selain Donghae. Bukan apa-apa, Eunhyuk hanya takut debaran jantungnya yang menggila akan didengar oleh Donghae setiap kali mereka berdekatan. 'Umurku baru 26 tahun dan masih banyak hal yang ingin kulakukan. Tapi mati di usia 26 tahun karena serangan jantung bukan salah satunya,' batinnya. Sementara Donghae merasa semakin dongkol mendengar pertanyaan Eunhyuk. Donghae lebih memilih tidak menjawabnya karena memang dia tidak tahu harus menjawab apa. Kyuhyun menunjukkan senyum kemenangannya yang dihadiahi deathglare oleh Donghae. Eunhyuk sendiri tidak memaksa Donghae menjawab, pertanyaan yang diajukannya hanya lebih untuk menenangkan debaran jantungnya.

"Hoammm…" Eunhyuk menguap.

"Sepertinya kau masih butuh istirahat, Hyukkie-ah. Kau terlalu memaksakan dirimu belakangan ini," Sungmin yang memang biasa menemani Eunhyuk berlatih dance terlihat khawatir kepada dongsaengnya yang satu ini.

"Anni, hyung, gwaenchanayo. Aku masih mau menonton."

"Kalau begitu kemarilah. Kau bisa berbaring sambil menonton," kali ini Shindong yang berbicara.

Shindong yang memang sedari tadi berbaring sambil menonton segera menggeser badannya ke kanan untuk memberi Eunhyuk ruang. Donghae hanya bisa memandang Eunhyuk dengan sayu. Dia kembali merasa bersalah mengingat Eunhyuk seperti itu karena dirinya. Eunhyuk yang niatnya hanya ingin berbaring sambil menonton akhirnya tertidur juga.

Film yang mereka tonton sudah berakhir. Shindong yang mempunyai jadwal MC di salah satu stasiun TV beranjak dari ruang tengah dan menuju dorm lantai duabelas—tempat kamarnya berada—untuk bersiap-siap. Kyuhyun mengambil alih remote dan sekarang sedang mencari saluran TV yang menyiarkan acara yang menarik. Donghae yang memang sedari tadi tidak fokus menonton hanya membiarkan Kyuhyun. Lama dipandangi wajah Eunhyuk yang sedang tidur sebelum memutuskan untuk ikut tidur di sampingnya.

/(,")(",)\

A CONVERSATION BEFORE SLEEP

/(,") (",)\

Eunhyuk bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya. Dia berusaha mengubah posisi tidurnya, tetapi sepertinya ada yang menahan badannya untuk tetap dalam posisi sekarang. Setelah mencoba beberapa kali dan tidak berhasil, Eunhyuk akhirnya terbangun. Perlahan dibuka kedua bola matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Donghae yang tengah tertidur menghadapnya dengan salah satu lengan yang digunakan untuk memeluknya. 'Memeluk, ughhh.' Kembali jantungnya berpacu seperti baru saja menari selama sejam penuh tanpa istirahat. Donghae sepertinya akan terbangun juga—

"—AAAAAAAAAAAAAAAAA," kali ini teriakan Eunhyuk yang terdengar membahana di dorm.

Donghae yang mendengar teriakan Eunhyuk refleks terbangun, begitupun para member lain yang berlarian menghampiri Eunhyuk.

"Gwaenchanayo, Eunhyuk hyung?" tanya Ryeowook khawatir.

"Kau kenapa, Hyukkie-ah?" Donghae yang masih setengah sadar karena terbangun tiba-tiba, mencoba memegang Eunhyuk, tetapi Eunhyuk buru-buru menepisnya dan berjalan mundur beberapa langkah. Donghae yang melihat itu merasa tersinggung, "Waeyo?" tanyanya lagi.

"Anni, aku… aku baru saja bermimpi buruk."

Donghae memberi Eunhyuk tatapan lalu-kenapa-kau-menolak-ketika-aku-ingin-memegangmu?

"Aku bermimpi Donghae menjadi monster dan ingin memakanku," Eunhyuk menambahkan penjelasannya setelah melihat tatapan Donghae.

Kyuhyun dan Yesung langsung tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan Eunhyuk yang menurut mereka sangat polos. Donghae memandangi Eunhyuk dengan tatapan kosong. Ryeowook mencoba menutupi senyumnya dengan tangan.

"Gwaenchanayo, Eunhyukkie. itu cuma mimpi."

Sungmin berjalan mendekati Eunhyuk dan memeluknya, mencoba menenangkan Eunhyuk dengan mengelus-elus kepalanya.

Eunhyuk langsung disergap rasa bersalah. Dia sadar dia baru saja berbohong dan menyakiti Donghae. Eunhyuk tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak yakin dengan reaksi member yang lain kalau mereka tahu jantungnya berdetak menggila setiap kali berada di dekat Donghae. 'Mianhae, Hae-ah.' Dibiarkannya Sungmin memeluknya dan membawanya ke dapur. Kyuhyun dan Yesung masih setia dengan tawa mereka yang kini dihadiahi deathglare oleh Donghae.

Sungmin segera mengambilkan Eunhyuk minuman.

"Kau sudah merasa baikan?" tanya Sungmin memastikan keadaan Eunhyuk.

"Ne, gomawo hyung."

"Pergilah mandi supaya kau kembali segar."

"Ne."

Eunhyuk segera bangkit dan menuju kamarnya. Tidak diperdulikannya Donghae yang sedang menatapnya. Sampai di kamar, Eunhyuk segera mengunci pintu kamarnya dan jatuh merosot di baliknya. Matanya sudah kabur oleh air mata yang mengancam akan turun mengaliri pipinya, tetapi ditahannya. Dipaksanya untuk berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Dibukanya keran shower dan membiarkan air dingin membasahi tubuhnya tanpa melepas bajunya.

Eunhyuk mengacak-acak frustasi rambutnya yang basah. "Eoteoke? Nan eoteoke?"

Bukankah ini yang diharapkannya. Donghae sudah tidak marah lagi kepadanya. Bahkan kini dia kembali merasakan perhatian dan pelukan hangat Donghae. 'Hangat—ya, hangat.' Itulah yang dirasakannya sewaktu Donghae memeluknya, kebalikan dengan dinginnya air yang membasahi tubuhnya kini.

/(,")(",)\

A CONVERSATION BEFORE SLEEP

/(,") (",)\

"Kau sudah selesai mandi?" tanya Sungmin yang melihat Eunhyuk baru saja keluar dari kamarnya.

"Ne, hyung," jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

"Mau kutemani ke pertunjukkan musikalmu?'

"Tidak usah, hyung. Hari ini kan, hari pertamamu siaran di radio Sukira. Aku tidak mau kau terlambat menyapa para pendengar setia kita," jawab Eunhyuk panjang lebar sambil mengingat kembali saat-saat yang dihabiskannya di sana. "Apa kau melihat Donghae, hyung?"

"Sepertinya dia kembali ke kamarnya."

"Oh. Kalau begitu aku pergi dulu, hyung."

"Ne, jaljayo, Hyukkie-ah!"

Eunhyuk segera memakai sepatunya. Dibukanya pintu dan berjalan menuju lift. Dalam hati dia berjanji untuk menemui Donghae sepulang dari pertunjukkan musikalnya. Bagaimanapun, Eunhyuk tidak mau membuat Donghae salah paham dan berpikir kalau Eunhyuk marah kepadanya.

Sedangkan Donghae sedang melamun di kamarnya sekarang. Tidak seperti beberapa member yang lainnya, hari ini Donghae tidak mempunyai jadwal apapun. Seprai yang ditidurinya sudah sangat kusut akibat dipakai sebagai sasaran rasa frustasinya melihat tingkah laku Eunhyuk seharian ini. 'Kau tidak sedang membalasku kan, Hyuk-ah?'

Dikosongkannya pikirannya dari hal-hal lain dan fokus kepada Eunhyuk. 'Apa aku tanpa sengaja menyinggungnya? Tidak mungkin, lagipula semenjak aku datang ke siaran terakhir Eunhyuk di radio Sukira aku hanya mengatakan kata-kata penghiburan dan semangat. Lalu apa? Kenapa?' Donghae kembali meremas seprai yang ditidurinya.

'Tunggu. Eunhyuk tidak mungkin takut padaku, kan?' Donghae kembali mengingat kejadian hari ini saat dia duduk di samping Eunhyuk dan saat dia memeluk Eunhyuk waktu tidur. Dapat dirasakannya debaran jantung Eunhyuk yang tidak karuan. Juga ekspresi Eunhyuk yang seolah-olah lebih suka berada di dekat member lain selain dirinya.

'Eoteoke? Jangan-jangan Eunhyuk sudah tahu!' Donghae meremas seprai yang tidak berdosa itu semakin kuat. 'Ya, pasti karena itu dan sekarang dia menjauhiku. Eoteoke? Donghae pabbo!' Donghae memukul kepalanya sendiri.

"Auwww…" Donghae mengusap-usap kepalanya yang baru saja dipukulnya.

'Eunhyuk pasti merasa jijik padaku.'

"ANDWEEE!" teriaknya frustasi.

/(,")(",)\

A CONVERSATION BEFORE SLEEP

/(,") (",)\

Eunhyuk terlihat buru-buru memasuki lift dan segera menekan angka duabelas yang ada di papan panel. Lift tersebut langsung membawanya ke lantai yang dituju tanpa sekalipun singgah. Malam memang sudah sangat larut ketika Eunhyuk pulang dari pertunjukkan musikalnya. Eunhyuk memutuskan untuk segera menemui Donghae dan menjelaskan kejadian tadi pagi. Sambil bersiul-siul Eunhyuk keluar dari lift dan berjalan menuju pintu dorm Super Junior di lantai duabelas. Dipencetnya bel yang ada di situ. Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang di interkom.

"Nuguseyo?"

"Ini aku, Eunhyuk."

Eunhyuk memasang gummy smilenya setelah mendengar suara yang keluar dari interkom.

"Kau mencari siapa?"

"Mwo?"

"Kau mau bertemu siapa?"

"Apa aku harus mencari seseorang baru aku boleh masuk? Tidak bisakah kau hanya membuka pintunya dan membiarkanku masuk? Aku sangat lelah berdiri terus sepanjang mala mini, Hae-ah." Eunhyuk terdengar kesal sekaligus merengek.

"Lalu kenapa kau ke sini? Kau seharusnya langsung pulang dan istirahat!" Donghae sebenarnya khawatir juga, tetapi dipaksakannya agar suaranya tetap terdengar datar.

"Aku memang langsung pulang—"

"—Maksudku, kau seharusnya di bawah, di kamarmu."

"Apa aku tidak boleh menganggap dorm lantai duabelas rumahku?"

"Anni…"

Donghae hanya berdiri di depan interkom tanpa berniat membuka pintu. 'Kenapa kau datang sekarang Hyukkie? Aku belum menata hatiku,' batinnya.

"Aku ingin bicara denganmu, Hae-ah." Kata Eunhyuk memecah keheningan.

"Bukankah kita memang sedang bicara?"

"Maksudku—Tidak bisakah kau membuka pintu untukku?"

Pintu langsung membuka dan menampakkan Donghae yang masih memakai baju yang dipakainya tadi pagi dan kini terlihat sudah sangat lusuh. Donghae memberi isyarat kepada Eunhyuk untuk masuk dengan menggeser badannya. Eunhyuk segera masuk dan menghempaskan tubuhnya di kursi diiringi bunyi klik saat Donghae menutup pintu.

Donghae berjalan menuju dapur.

"Kau mau minum apa?" tanya Donghae.

"Tidak usah, tadi PDnim mengajak kami makan. Jadi aku sangat kenyang."

"Aku tanya kau mau minum apa?" ulang Donghae.

"Aku bilang tidak usah," jawab Eunhyuk.

"Terserah."

'Ada apa lagi ini?' pikir Eunhyuk. Tadi pagi mereka baik-baik saja. Bahkan Donghae terlihat sangat perhatian kepada Eunhyuk. 'Tapi kenapa sekarang Donghae bersikap seolah-olah tidak senang bertemu denganku?'

Donghae kembali ke ruang tamu dan duduk di seberang Eunhyuk sambil meletakkan minuman yang diambilnya di atas meja. Beberapa kali Donghae tampak menguap.

"Apa aku membangunkanmu?" Tanya Eunhyuk khawatir.

"Apa aku terlihat seperti sedang menunggu seseorang?"

"Mianhae…"

Lama mereka terdiam tanpa ada satupun yang berniat membuka percakapan. Masing-masing sibuk dengan pikiran mereka.

"Kalau kau mau tinggal, kau bisa tidur di kamar Heechul hyung. Aku sangat mengantuk. Aku ke kamar dulu."

Donghae segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar yang ditempatinya bersama Leeteuk. Eunhyuk hanya bisa memandangi kepergian Donghae yang kini menghilang di balik kamarnya. 'What the hell with us!' begitu batin mereka.

Eunhyuk tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Jadi dia hanya terdiam di tempatnya. Niatnya yang semula ingin memberi penjelasan kepada Donghae atas sikapnya rasanya sudah tidak berarti. Setengah jam kemudian, Leeteuk pulang sehabis syuting reality show We Got Married. Eunhyuk segera pamit pulang dan turun ke lantai sebelas. Leeteuk hanya mengucapkan selamat malam, terlalu lelah untuk bertanya apa yang dilakukan Eunhyuk sendirian di ruang tamu selarut ini.

/(,")(",)\

A CONVERSATION BEFORE SLEEP

/(,") (",)\

To Be Continued

It's time for review replies…

Choi Chinatsu: annyeong xD

Aku lanjutin nih, gak jadi end dulu xp

Kamsa ^^

Shi Shiryo: *tutup telinga*

Iya, iya ini gak jadi end *malas bikin sekuel lagi*

Kamsa ^^

Kamiyama Kaoru: Kkkkkkkk *ketawa evil bareng Kyuppa*

HORE! HAEHYUK IS REAL!

*bisik-bisik* Nanti aku paksain Kyuppa biar kasih tahu aku apa maksud kalimatnya Haeppa

Kamsa ^^

Can0404: Berasa nyatanya ya? Aa~ *peluk Can ssi saking bahagianya V^^

Aku lanjutin, gak jadi END hyehehehehehe

Kamsa ^^

Eunhyukkie's: Kyaaaaaaa keren ya?

Ini lanjutannya

Kamsa ^^

HaEHyuk: Gak jadi end nih :p

Jangan dong, Hyukppa memang harus makan banyak, biar tahan hadapin tingkahnya Haeppa yang kadang kekanak-kanakan dan egois u,u

Kamsa ^^

JewELFishy: Annyeong

Chwyn imnida, bangapseumnida

*ikutan angkat papan* HAEHYUK IS REAL!

Kamsa ^^

nyukkunyuk: *ikutan kedip-kedip mata* Ini lanjutannya :p

Kamsa ^^

Lee Haeni: Annyeong

Fighting!

Kamsa ^^

nana no hachiroku: Kamsa ^^

Fict ini bisa aku bikin karena 'desakan' kalian juga, jeongmal kamsahamnida readerdeul ^^

Annyeong

Kota Daeng, 06022012