Hai semua salam kenal! Disini saya ingin mempresentasikan hasil tulisan saya, hehehe!
Note:
1. Terima kasih karena teman-teman mau memberikan kritik dan saran bagi fic ini agar menjadi lebih baik.
2. Maaf karena cerita ini sengaja saya tulis ulang dengan tujuan agar saya dapat membuat tolak ukur kepada kemampuan menulis saya.
Semua karakter disini adalah milik dari pemiliknya masing-masing tetapi cerita ini murni dari khayalan saya.
Selamat membaca
.
.
.
THE STARS IN THE NIGHT
.
.
Chapter 3
.
.
Naruto's Time
Di Dekat Lapangan Basket
"Hukumanmu adalah... " Sakura menjeda ucapannya.
'Bermain basket' batin Naruto
"Memberikan surat ini kepada Sasuke " Ucap
Sakura
Naruto terheran ketika lawan bicaranya menyuruhnya memberikan sebuah surat kepada Sasuke.
"Bukankah kalian sudah saling mengenal, lalu kenapa kau tidak memberikan langsung kepadanya" Naruto memberikan saran kepada Sakura.
Pandangan Naruto mengikuti arah pandangan Sakura yang sedang memandang Sasuke yang sedang berlatih basket dengan timnya.
"Tidakkah kau tahu kalau aku selalu ingin mencoba memberikannya secara langsung kepadanya tapi... " Sakura menundukkan kepalanya.
"Aku akan memberikan surat ini kepadanya" Sela Naruto.
"Baiklah nanti sore aku tunggu dia di Taman Bunga Konoha " Ucap Sakura sambil mengangkat kepalanya.
"Hah... Kalau bukan karena kau temanku, mungkin saja aku akan menolaknya " Desah Naruto.
"Hmmm... Kalau seandainya kau bukan temanku, mungkin saja aku telah menyuruhmu mengepel lapangan basket ini... Sebaiknya kau segera memberikan surat ini kepadanya" Ucap Sakura dengan aura yang mencekam
"Ehm.. Baiklah aku akan segera menghampiri Teme" Ucap Naruto.
Naruto sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi di sini karena aura mencekam Sakura.
"Baiklah aku tunggu kehadirannya nanti sore" Ucap Sakura.
"Hmmm" jawaban singkat Naruto.
"Dan kau jangan lupa untuk segera masuk ke kelasmu! " Perintah Sakura kepada Naruto.
"Iya aku mengerti" Naruto mengangguk dan menuju ke arah Sasuke.
1 Menit Kemudian
"Teme! " Panggil Naruto kepada Sasuke yang masih bersama timnya.
"Ada apa dobe? " balas Sasuke.
"Nanti sore adalah kesempatanmu" Ucap Naruto sambil
memberikan surat kepada Sasuke.
"Dimana? " Tatapan tajam bertemu dengan tatapan tajam.
" Taman Bunga Konoha " Ucap Naruto sambil berjalan menjauhi Sasuke.
"Hnn" balas Sasuke dengan wajah dinginnya.
"Sasuke-senpai! kami rasa kami sudah kelelahan" Ucap salah satu Junior Sasuke
"Baiklah Kalian boleh beristirahat " balas Sasuke.
Saat ini Sasuke sedang berlatih bersama tim Juniornya. Dia memang ditunjuk oleh sekolah sebagai perwakilan dari kelas XII. Kenapa hanya Sasuke? Itu karena aturan turnamen hanya mengizinkan satu murid dari kelas XII sedangkan anggota tim lainnya di isi oleh kelas XI dan X.
Tokk tokkk tokkk
"Masuk " Ucap seorang guru yang sedang mengajar.
"Maaf, aku terlambat " Ucap Naruto dengan
seenaknya sendiri.
"Baiklah Namikaze-san aku terima maafmu karena tadi Haruno-san sudah memberi tahuku kalau kau sedang dihukum " Jelas Kakashi.
"Bolehkah aku duduk Kakashi-sensei?" tanya Naruto.
"Silakan Naruto " Jawab Kakashi.
Naruto berjalan menuju tempat duduknya.
"Kau dari mana saja Naruto? " Tanya seseorang yang duduk di bangku di depan bangkunya.
"Ku kira kau sudah dengar kalau Kakashi-sensei bilang kalau aku sedang dihukum " Jawab Naruto malas sambil duduk di bangkunya.
"Hoaaammm Aku ngantuk sekali mendengar penjelasan membosankanmu itu " Ucap Shikamaru.
"Hoaaammm Aku juga ngantuk sekali mendengar pertanyaan tidak logismu itu " Ucap Naruto sambil mulai membentuk posisi tidur yang nyaman di mejanya
Sedangkan sosok Shikamaru di depannya sudah kelihatan tertidur dengan pulas.
'Kalian memang tidak pernah berubah ' batin Kakashi melihat dua muridnya.
Dan tentu saja Kakashi tidak akan membangunkan mereka berdua karena mereka berdua terlalu merepotkan jika sampai bisa menjawab semua pertanyaan yang dia beri kepada para siswanya.
Persaingan Ranking satu memang tidak terlalu kompetitif di kelas ini karena Shikamaru selalu menjadi juara 1 di kelas. Sedangkan Naruto, dia tercecer di Ranking tujuh. Satu-satunya kelemahan Naruto hanyalah soal ulangan lisan, itulah penyebab dirinya selalu gagal mendapatkan Ranking 3 besar atau mungkin 5 besar.
"Baiklah anak-anak, saya rasa hari ini cukup, Sampai jumpa minggu depan " Ucap Asuma kepada seluruh muridnya.
"Sampai Jumpa juga, sensei" Seru semua murid di kelas tersebut kecuali dua orang yang sedang tertidur pulas.
Meskipun Gurunya sudah berganti menjadi Asuma tetapi mereka tetap tidak dibangunkan karena memang mapel pelajaran fisika memang sudah sangat mereka berdua kuasai. Sebagai salah satu pembimbing Naruto, Shikamaru, dan Sakura yang saat itu akan berangkat ke olimpiade fisika tingkat internasional, Asuma sudah bisa menebak kalau materi hari ini sudah benar-benar dikuasai oleh Shikamaru dan Naruto . Yaaa... Meskipun Naruto dan Shikamaru harus gugur di 4 besar. Sehingga di final hanya menyisakan Sakura melawan.. Ehemm.. Rival sang Namikaze yaitu Sona Sitri yang entah kenapa perempuan berkacamata ini sangat jago dalam segala mata pelajaran yang menggunakan pikiran dan imajinasi, dan logika.
Pulang Sekolah
Drrtt drrtt drrrtt
"Eh ponsel ku bergetar " Naruto terkejut ketika ponsel di saku celananya bergetar.
'To : Naruto Namikaze
From : Naruko Adikku Namikaze
Onii-chan mau jemput aku, gak? '
"Oh sial aku lupa menjemput Naruko " Ucap Naruto sambil berlari meninggalkan kelas tanpa pikir panjang. Padahal di situ masih terdapat seorang manusia yang masih terlelap.
Naruto menulis pesan di ponsel nya sambil berlari menuju motornya.
'To : Naruko Namikaze
From : Naruto Kakak tersayang
Aku berangkat ke sana, tunggu Aku!'
Sedangkan Di Tempat Naruko
Naruko hanya tersenyum karena kakaknya akan segera datang.
"Kau belum pulang? " tanya seseorang kepada Naruko.
"Saya sedang menunggu onii-chan" Ucap Naruko sambil membalikkan badan.
"Sekarang sedang hujan, lebih baik kau berteduh dulu " Saran seseorang kepada Naruko.
Padahal di Konoha tidak hujan tapi kenapa di Kuoh hujan? Hmmm Mungkin saja ini takdir tuhan.
"Tapi bagaimana kalau onii-chan datang?" Ucap Naruko.
"Beri tahu saja dia kalau kau ada di Klub Penelitian Ilmu Gaib " Jawab perempuan
tersebut.
"Baiklah " Naruko langsung menulis pesan untuk Naruto dan mengikuti ajakan untuk berteduh ke klub penelitian ilmu gaib.
'To : Naruto Namikaze
From : Naruko adikku Namikaze
Kak! Di sini hujan jadinya aku berteduh di ruangan Klub Penelitian Ilmu Gaib'
' Sudah terkirim' Batin Naruko
Di Tempat Naruto
Drrtt Drrtt
Naruto segera membuka ponselnya.
"Sialan ternyata di sana hujan " Keluh Naruto.
Naruto langsung menghentikan motornya ke sebuah toko untuk membeli jas hujan, tentu saja dia membeli itu untuk adiknya.
Di Tempat Naruko
"Jadi bisakah kita berkenalan dulu, Meskipun aku tahu nama panggilanmu tetapi aku belum tahu nama asli mu... Namaku Rias Gremory. " Ucap Rias kepada Naruko.
"Nama saya Naruko Namikaze " Dan hal itu cukup untuk membuat Rias terkejut.
"Namikaze? " tanya Rias sambil mengerutkan dahinya.
"Iya saya dari keluarga Namikaze. " Jawab Naruko.
"Tunggu dulu! Apakah kau adik dari Naruto Namikaze ? " tanya Rias lagi.
"Tentu saja" Senyum cerah ditunjukkan oleh Naruko.
"Uhmm... Bolehkah aku meminta bantuanmu Naruko-san? " tanya Rias sambil memikirkan sesuatu.
"Silakan " Ucap Naruko.
Di Tempat Naruto
"Sampai juga " Ucap Naruto sambil melepas helmnya dan segera turun dari motornya.
"Aku harus langsung bergegas menuju Klub Penelitian Ilmu Gaib"
Di Ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib
"Kalau begitu nanti akan saya usahakan Rias-senpai " Ucap Naruko.
Gubrakkk
Suara pintu dibuka dengan cara didobrak.
"Eh Kakak kenapa kau merusak pintunya!" Ucap Naruko yang melihat ulah Naruto.
"Aku tadi mencoba membuka nya tetapi tidak bisa jadi aku mendobraknya saja " Tampang watados nampak ditunjukkan oleh Naruto.
"Jadi kau yang bernama Naruto Namikaze itu ya? " Ucap Rias kepada Naruto.
"Siapa kau? Kenapa kau tahu namaku? " Tanya Naruto sambil menatap tajam ke arah Rias.
"Ano... dia itu yang tadi menawariku untuk berteduh " jelas Naruko.
"Hmm kalau begitu aku minta maaf telah mencurigaimu dan aku berterima kasih atas perbuatan baikmu kepada adikku " Ucap Naruto dengan nada malas.
"Tidak masalah Naruto-kun" Ucap Rias.
Twich
Simbol kekesalan muncul di jidat Naruto.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk memanggilku seperti itu? " Naruto mengucapkan kalimatnya tadi dengan wajah kesal.
'Hmmmm sepertinya Sona benar, Meskipun cerdas tetapi dia itu memang mudah terpancing emosi' batin Rias.
"Sepertinya kita harus segera pulang " Sela Naruko untuk meredakan situasi.
"Silakan Naruko-chan dan.. Ehem..Naruto-kun " Ucap Rias sambil berdehem untuk memancing kekesalan Naruto.
Twich
Simbol kekesalan Naruto bertambah menjadi dua buah?
"Be... Beraninya kau memanggilku seperti itu!" Ucap Naruto dengan kesal.
Naruto memang tidak suka dipanggil dengan akrab oleh orang yang masih asing baginya.
"Sudahlah ayo pulang " Naruko langsung menarik telinga kakaknya.
"Ittai" teriak Naruto.
Di depan gerbang Kuoh Academy
"Hati-hati ya di jalan " Ucap Rias kepada si kembar Namikaze.
"Tentu saja Rias-senpai " jawab Naruko.
"Kau juga ku suruh berhati-hati lho Naruto-kun " Ucap Rias dengan senyuman cerahnya.
"Kau... Adawww " Ucapan Naruto terpotong ketika Naruko menepuk helmnya.
"Katakan sesuatu yang sopan, Nii-chan! " Perintah Naruko.
"Baiklah " Ucap Naruto kepada Naruko.
"Aku akan berhati-hati Ehmm... " Naruto
memotong ucapannya.
"Rias Gremory kau bisa memanggilku Rias " sela Rias.
"Baiklah aku akan berhati-hati Gremory-san" Ucap Naruto .
"Hmmmm? " Rias nampak mengernyitkan dahinya.
"Adawww " lagi-lagi Naruko menepuk helm Naruto
"Panggil dengan namanya, nii-chan!" Bisik Naruko.
"Baiklah " Balas Naruto.
"Lalu? " bisik Naruko lagi
"Hmmmm aku akan berhati-hati Rias-san " Senyum cerah ditunjukkan oleh Naruto.
"Begitu lebih baik" bisik Naruko.
Naruto menghidupkan mesin motornya.
Bumm Bumm
"Sampai Jumpa,Rias-senpai" Ucap Naruko.
"Sampai jumpa juga" Balas Rias.
Perlahan tapi pasti kedua Namikaze itu mulai lepas dari penglihatan Rias.
Beberapa menit kemudian..
Di Kamar Naruto
"Onii-chan! " panggil Naruko kepada Naruto.
"Ada apa Naruko? " balas Naruto.
"Bisa tidak nii-chan kerjakan ini? " Ucap Naruko sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi 10 soal matematika.
"Setahuku ini bukan materi kelas X ?" tanya Naruto.
"Tapi aku penasaran dengan soal itu lagian nii-chan kan lagi gak sibuk... Ayolah... " rengek Naruko pada Naruto.
"Baiklah akan aku kerjakan dengan syarat, kau harus memberikan Kartu ATM itu " Ucap Naruto dengan senyuman lebarnya.
"Baiklah aku setuju " Ucap Naruko sambil merebahkan dirinya di tempat tidur Naruto.
"Ini soal yang mudah, hanya saja rumusnya saja yang panjang " Analisa Naruto pada sepuluh soal tersebut.
Satu Jam kemudian
"Naruko aku mau pinjam bolpoin" Ucap Naruto kepada adiknya.
"Naruko..." Ucap Naruto sambil membalikkan badannya
"Pantas saja dia tidak menjawabku" Senyum hangat dibentuk oleh mulut Naruto.
"Kau sekarang sudah bertambah besar Naruko " Ucap Naruto yang sudah berada di samping Naruko.
Naruto membenarkan posisi tidur Naruko dan menyelimutinya agar adiknya ini tidak kedinginan.
Drrrt Drrrt
Ponsel Naruto berbunyi.
"Hallo!" Sapa Naruto.
"Lee, Kiba, dan Gaara ditangkap polisi? Kau bercanda, Neji! " Naruto terkejut dengan berita yang dibawa oleh temannya.
"Aku akan ke sana" Ucap Naruto.
Naruto bergegas mengambil helm dan jaketnya dan yang pasti kunci motornya.
"Hah... Aku akan ke kantor polisi" gumam Naruto.
Di Dekat Gerbang Namikaze.
"Maaf, Naruto-sama mau kemana? " tanya salah satu penjaga gerbang kepada Naruto
"Aku mau pergi dulu sebentar " Jawab Naruto
"Kami akan mengawal anda" Ucap penjaga gerbang.
"Tidak usah" Balas Naruto
"Baiklah berhati-hatilah Naruto-sama " Ucap para penjaga gerbang.
Lima Belas Menit Kemudian..
Setelah keluar dari gerbang, Naruto segera memacu kendaraannya dengan sangat cepat.
'Mereka tertangkap oleh polisi setelah terlibat perkelahian di tempat umum' Batin Naruto.
"Sial! Padahal aku sudah memperingatkan semua anggotalu untuk tidak berkelahi di tempat umum" Teriak Naruto.
"Eh ada apa ini? " Tanya Naruto kepada dirinya sendiri.
Naruto menghentikan motornya.
"Ah sialan! Banku bocor " Keluh Naruto.
"Hahahaha rupanya ada juga yang kena jebakanku " Ucap sosok dengan mata merah yang amat mencolok di dalam kegelapan.
"Siapa kau? " Teriak Naruto.
"Hmm aku lupa namaku" Ucap makhluk tersebut.
"Tapi yang pasti aku akan memakanmu.. Hahahaha " sosok itu semakin dekat dengan Naruto.
"Ka... Kau bukan manusia " Ucap Naruto tidak percaya.
"Kau benar makhluk rendahan" Ucap sosok itu.
Sekarang sosoknya dapat terlihat jelas. Sosok itu adalah iblis bertubuh anjing.
'Aku harus lari dari sini ' batin Naruto
Naruto mencoba untuk melangkah mundur.
"Apakah kau akan lari, Makananku? " tanya iblis itu.
Sedetik kemudian dia berlari ke arah Naruto. Naruto yang masih terkejut pun tidak bisa menghindar ketika sebuah cakar hampir mengenai tubuhnya.
Crash... Crash... Crash
Naruto terkejut ketika tiba-tiba ada pedang yang memotong tangan Iblis itu dan tidak berselang lama, orang yang tadi menolongnya nampak menyerang iblis itu dengan sangat cepat.
"Kau tidak apa-apa? " tanya orang yang satunya.
"Aku tidak apa-apa" balas Naruto.
"Kenapa kau berkeliaran di malam hari seperti ini?" Tanya perempuan berambut biru.
"Aku sedang menuju ke kantor polisi" Jawab Naruto.
Naruto masih terlihat kaku dengan kedua perempuan yang berada di depannya.
"Ke kantor polisi? Untuk apa?" tanya perempuan berambut twintail.
"Eh! Kenapa kita malah membahas soal itu?" Ucap Naruto dengan terheran.
Bersambung..
Halo teman-teman! Saya di sini sedang belajar menulis jadi kalo kurang bagus tolong ya bantuannya. Dan jangan lupa review ya...
The Stars In The Night
Sampai Jumpa
