Title : Sorry, I Still Love You.

CAST : Cho Kyuhyun (22 yo)

Lee Sungmin (24 yo)

Cho Sunghyun (Namja) Cho Minhyun (Yeoja) [Anak Kyumin,mereka kembar dan umur mereka 2 tahun)

Rate : T+

Sumarry : berawal dari kesalah pahaman dan berujung ke penceraian. Sungmin dan Kyuhyun telah bersepakat untuk bercerai. Akankah penceraian itu terjadi ? Kalau memang itu terjadi, apakah mereka akan bersatu kembali di masa depan? Dan bagaimana nasib anak-anak mereka ? PLEASE RnR ^^~

WARNING : GenderSwitch (GS) So many Typo.

Before.

"Ne aku sangat bahagia! Aku sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan bercerai dengan kau tukang selingkuh!" Ujar Sungmin lantang.

Chu~

.

Chu~

Kyuhyun mencium Sungmin dengan kasar, Sungmin membulatkan matanya dengan susah payah Sungmin mendorong bahu Kyuhyun tetapi hasinya NIHIL! Tenaga lelaki itu sangatlah kuat, Sungmin hanya pasrah. Walaupun Sungmin pasrah tetapi dia tidak ada niat sama sekali untuk membalas ciuman itu.

TES

Air bening itu akhirnya terjatuh dan menelusuri pipi Sungmin, Dia menangis.

Kyuhyun yang tahu Sungmin akan seperti ini mau tak mau melepaskan ciumannya, kini ciumannya beralih ke dagu Sungmin, Sungmin merasa sakit dengan dagunya. Setelah puas dengan dagu sang istrinya, kini beralih ke leher putih istrinya, Sungmin kaget dengan sekuat tenaga Sungmin mengangkat kepala Kyuhyun dari lehernya.

PLAAAK

Tangan Sungmin mendarat mulus di pipi Kyuhyun, Kyuhyun mengelus pipinya yang sangat sakit itu.

"YA! Apa yang kau lakukan !?" Emosi Kyuhyun.

"KAU! KAU TANYA AKU MELAKUKAN APA ,HAH? SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU!KAU PRIA BAJINGAN! JANGAN COBA-COBA MENCIUMKU DENGAN BIBIR BEKAS WANITA CENTIL ITU!" Emosi Sungmin seraya menghapus kasar permukaan bibirnya. Sungmin segera pergi kekamarnya yang dulu ditepatkan oleh mereka. Kyuhyun hanya memandang punggung Sungmin dengan tatapan kosong.

.

Sungmin memasukkan baju-bajunya kedalam koper hitam nan besar itu. Keputusannya sekarang sudah bulat, ia tak sanggup lagi untuk melanjutkannya. Sungmin mengambil foto yang berada di meja nangkas, tampak dua orang dewasa dan dua orang bayi yang sedang mereka gendong, mereka tersenyum dengan lebar dengan latar belakang pohon nan rindang.

Sungmin menutup mulutnya menahan isakan yang akan keluar. Dia menatap foto keluarga kecil mereka yang sangat bahagia itu, tapi sekarang tidak lagi. Sungmin memasukkan foto itu kedalam koper hitam tersebut. Yeoja itu menarik koper hitam itu dan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, namun kakinya terhenti ketika melihat seorang yeoja kecil sedang meringkuk di box tidur anaknya. Sungmin mendekati box itu.

TES

TES

Air mata Sungmin kembali terjatuh ketika melihat buah hatinya tertidur dengan pulas dibawah selimut merah muda tersebut. Sungmin membelai lembut pipi putrinya dengan ibu jarinya.

CUP

Sungmin mencium pipi putrinya dan..

CUP

Sungmin mencium kening sang anak dengan lama, sehingga air mata Sungmin jatuh begitu saja mengenai kening sanga putri. Sungmin melepaskan ciumannya dari kening sang anak. Dia kembali melihat wajah putrinya, agar ia akan selalu merindukan putrinya disaat tidak bersamanya. Air mata Sungmin kembali terjatuh, mengingat sang anak yang akan kelak bertumbuh besar tampa seorang umma.

"Mianhe jagi, jeongmal mianhe hiks.. Berjanjilah kau akan bertumbuh besar sebagai gadis yang cantik tampa ada umma disampingmu kelak hiks.. percayalah umma akan merindukanmu selalu hiks~" Lirih Sungmin dan kembali mencium kening sang putri.

"Saranghae, jeongmal saranghae~" lirih Sungmin tepat ditelinga sanga putri.

Sungmin kembali menarik koper hitam itu dan melangkah meninggalkan sang Putri yang masih tertidur pulas. Ketika Sungmin keluar dari kamarnya, Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang tampak sedang melamun.

Sungmin tersenyu m miris. Sungmin kembali melangkahkan kakinya menuju kamar sanga anak yang berada dilantai dua.

Ketika sudah sampai di kamar sanga anak, Sungmin langsung menggendong sang putra.

Sungmin menuruni tangga dengan tangan kanan memegang koper hitam dan tangan kiri menggendong sang putra.

Kyuhyun melirik sekelias keara Sungmin, dan tersenyum miris.

"Kau mau kemana ?" Tanya Kyuhyun dengan nada dingin dan tampa melirik sedikit kerah Sungmin.

Sungmin tidak berniat menjawab pertanyaan sanga Suami dia terus saja melangkahkan kakinya.

"hey! Apa kau tak mendengarku! Kau mau kemana? Apa kau mau ketempat calon suami barumu?" Cibir Kyuhyun masih dengan memakai nada dingin dan tampa melihat Sungmin.

Sungmin menghentikan langkahnya. Sungmin melirik kearah Kyuhyun.

"Jaga omonganmu Cho! Aku ingin pergi dari rumah ini! Lusa kita akan bertemu kembali di pengadilan" Ujar Sungmin dengan nada yang tak kalah dingin.

Kyuhyun mendengar jawaban dari sang istri hanya tersenyum miris.

Sungmin kembali menghentikan langkahnya.

"Dan jangan mencemaskan aku lagi dan satu lagi, mohon jaga putriku" Ujar Sungmin dan sekarang ia benar-benar telah pergi dari rumah mewah tersebut.

Setelah kepergian Sungmin, Kyuhyun melempar batal sofa yang berada didekatnya.

"ARGHHHHHH" Teriak Kyuhyun dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar.

Kyuhyun mengambil bingkai foto yang terletak di atas nangkas yang sangat dekat dengan sofa itu. Didalam bingkai foto tersebut terlihat foto pernikahannya dengan Sungmin.

Kyuhyun membanting kuat bigkai foto tersebut sehingga membuat bingkai foto yang tadinya sangat utuh dan indah sekarang telah hancur berkeping-keping. Kyuhyun mengambil foto tersebut yang telah keluar dengan sendirinya dari bingkai. Kyuhyun meremas foto tersebut dan membantingnya lagi kelantai.

"ARGH!" teriak Kyuhyun kembali.

.

Sungmin melajukan mobilnya kearah Apertemen sahabatnya. Sedari tadi air matanya terus saja mengalir dari mata indahnya. Dia merasakan sakit yang teramat dalam, dan ia sangat kecewa kepada Kyuhyun. Tangan kirinya memegang kalung yang terlingkar indah dilehernya, ia memegang mutiara kalung tersebut.

"Ming, berjanjilah untuk terus menjadai istriku selamanya, kalung ini membuktikan bahwa kau masih menjadi istriku. Mohon jaga kalung ini dengan baik Ming, kalung ini tanda cintaku untukmu, Saranghae Cho Sungmin"

"Aku janji,Nado Saranghae Kyuhyunnie"

Ucapan Kyuhyun dua setengah tahun silam masih segar di ingatannya, saat itu dimana mereka baru saja menyandang status suami istri. Saat itu Sungmin sangatlah senang, bagaimana tidak ? di saat itu juga dia menyandang status sebagai istri dari Cho Kyuhyun, bukankah itu sangat membanggakan ?.

Tapi sekarang ? Memori indah itu hanya sebagai kenangan masa lalu.

Sungmin tersenyum miris mengingat memori indahnya bersama Kyuhyun, Sungmin menarik kasar kalung pemberian Kyuhyun tersebut sehinga kalung itu putus, ia mengenggam kalung yang sudah putus itu dengan sangat kuat. Dan lagi-lagi buliran air bening jatuh begitu saja melewati pipinya.

"Hiks, Mianhe Kyu, jeongmal Mianhe~"Lirih Sungmin.

Kini mobil Sungmin sudah terparkir di basemant apertemant.

Sungmin keluar dari mobilnya dan menggendong putranya yang berada di kursi penumpang depan, setelah menggendong anaknya Sungmin langsung mengambil koper yang bearada di begasi belakang.

Sungmin menyeret koper dan segera menuju kedalam Apertement.

.

TING TONG.

CLEK

"Nuguse- OMO! Minnie-ah kenapa kau kesini malam-malam hari" Ujar Ryeowook.

"Nanti aku ceritakan, sekarang bolehkah aku masuk ?" Tanya Sungmin.

"Arraso, kajja masuk" Ryeowook mempersilahkan Sungmin dengan Sunghyun yang ada digendongan Sungmin. Sungmin segera menuju sofa dan mendudukkan tubuhnya disofa tersebut. Ryeowook menyusul Sungmin untuk duduk disamping Sungmin.

Sungmin meletakkan Sunghyun di samping dan membaringkan tubuh putranya.

"Ada apa Minnie-ah ?" Tanya Ryeowook dengan raut wajah yang sangat bingung.

"Wookie-ah bolehkah aku nginap semalam atau dua malam disini?" tanya Sungmin dan menghiraukan pertanyaan Ryeowook tadi.

"Boleh, tapi kenapa harus menginap di apertemantku ? kenapa kau tidak dirumahmu saja, bukankah rumahmu lebih nyaman dari pada Sungmin? Dan sepertinya kau habis nangis?" Ryeowwok membondong banyak pertanyaan kepada Sungmin.

"Huft, aku tidak akan menginjakkan kakiku di rumah neraka itu" Ujar Sungmin lesu.

"Apa kalian tadi habis bertengkar ?" Tanya Ryeowook.

Sungmin mengangguk.

"Terus bagaimana dengan Minhyun?" Tanya Ryeowook tiba-tiba dan itu membuat Sungmin teringat kepada putrinya, air matanya kembali terjatuh.

Ryeowook yang melihat Sungmin kembali mengeluarkan air mata, merasa bersalah terhadap pertanyaannya tadi.

"ah~ Mianhe Minnie" Ujar Ryeowook dan menundukkan kepalanya.

Sungmin tersenyum.

"Gwenchana Wokkie-ah, Minhyun sengaja aku tinggalkan dengan Appanya, agar Kyuhyun tidak merasa kesepian" Ujar Sungmin seraya tersenyum walaupun air matanya kembali terjatuh.

"Sst~ Uljima Min" Ujar Ryeowook seraya menghapus air mata Sungmin.

"Wookkie-ah" Ujar Sungmin pelan.

"Nde, waeyo Minnie?" Ujar Ryeowook yang masih menghapus jejak air mata Sungmin.

"Lusa kami akan bercerai" Ujar Sungmin pelan dan itu membuat aktivitas menghapus air mata Sungmin terhenti.

"Keputusannya sudah bulat" Ujar Sungmin kembali dengan sangat pelan, namun Ryeowook dapat mendengarnya dengan jelas.

"Minnie-ah, istirahatlah, jangan terlalu dipikirkan" Nasihat Ryeowook seraya mengusap bahu Sungmin lembut. Sungmin mengangguk dan tersenyum.

"Bukankah di apartementmu memiliki dua kamar ?" Tanya Sungmin.

"Nde, kamarnya disamping kamarku" Ujar Ryeowook.

Sungmin segera bangkit dari duduknya dan menggendong Sunghyun.

"Minnie-ah biar aku saja yang membawakan kopermu" Ujar Ryeowook, Sungmin hanya mengangguk.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.13 dini hari, namun kelihatannya seorang yeoja manis yang masih belum tertidur. Sedari tangannya masih terus mengusap kepala putranya dengan lembut. Dan lagi-lagi air matanya jatuh begitu saja dari kantong matanya. Yeoja itu- Lee Sungmin masih belum bisa tertidur, sedari tadi fikirannya melayang-layang.

'Umma sangat ingin memelukmu Minhyun-ah, umma merindukanmu' Batin Sungmin.

Biasanya sebelum tidur, Sungmin akan membaca dongeng untuk anak-anaknya, dan setelah membaca dongeng ia akan memeluk dan mencium anak-anaknya. Tapi sekarang ? ia ingin sekali membacakan dongeng, memeluk dan mencium Minhyun.

Sungmin mengambil ponselnya yang berada di meja nakas. Dia meliat wallpaper ponselnya dengan sedih, di wallpaper ponselnya terlihat Sungmin-Kyuhyun-Sunghyun dan Minhyun sedang berpesta merayakan ulang tahun anak mereka. Sungmin mengelus layar ponselnya tepat di wallpaper wajah Kyuhyun dan Minhyun.

'Aku merindukan kalian, aku ingin memeluk kalian' batin Sungmin kembali.

Sungmin menutup ponselnya dan meletakkannya kembali ke meja nakas. Sungmin menutup matanya dan membuat bulir air bening yang sedari tadi ia tampung jatuh begitu saja.

.

Pagi hari.

Sedari tadi Kyuhyun sedang asik dengan dunianya, waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 waktu setempat, tapi tidak ada tanda-tanda dari namja tersebut untuk melakukan aktivitas dipagi hari ini.

"Aku akan bekerja, tapi Minhyun bagaimana ?" Ujar Kyuhyun.

"Ah! Aku suruh saja Hyukki untuk menjaganya dan dia aku liburkan saja dari pekerjaannya" Ujar Kyuhyun dan dengan cepat Kyuhyun mengambil ponselnya yang berada di nakas.

"Yeoboseyo Hyukki" Ujar Kyuhyun.

"Nde, waeyo Kyu?" Ujar Eunhyuk dari seberang.

"Eumm.. bagaimana hari ini kau aku liburkan saja?" Ujar Kyuhyun.

"Mwo! Libur! Kau lagi tak sakitkan Kyu? Tumben sekali kau mau meliburkanku?" Ujar Eunhyuk dengan senang.

"Aish! Tapi aku akan menitipkan Minhyun denganmu, Bolehkah ?" Tanya Kyuhyun.

"Jadi, alasan untuk kau meliburkanku hanya untuk menjaga anakmu?" cibir Eunhyuk dari seberang.

"Nde Nuna, Boleh ya" Ujar Kyuhyun dengan nada memohon.

"Aish! Kalau ada maunya saja baru memanggilku Nuna, Arraso aku akan menjaga anakmu dengan baik Tuan Cho" Ujar Eunhyuk dengan nada sedikit tidak bersemangat.

"Jeongmal ? Gomawo Nuna!" Teriak Kyuhyun.

"Cheonma, eh tapi suamiku libur jugakan?"

"Tentu saja tidak, ikan itu tidak boleh libur!" Ujar Kyuhyun.

"YA! KY-

Flip.

Kyuhyun memutuskan panggilannya, ia tidak mau mendengar omelan Eunhyuk dipagi ini. Kyuhyun segera menuju ke Box tempat tidur anaknya.

"jagi, bagun sayang" Ujar Kyuhyun seraya mengelus pipi berisi putrinya.

"Eugh" Lenguh sanga Putri dan kembali merapatkan pelukannya ke boneka Bunny tersebut. Kyuhyun melihat tingkah putrinya hanya tersenyum hangat.

"Jagi, ayo bangun sayang, kita akan berkunjung kerumah Hyukki Ahjumma" Bisik Kyuhyun tepat di telinga sang Putri.

Dengan perlahan Minhyun membuka matanya, dan mengucek-uceknya.

"Appa" Ujar Minhyun dengan suara seraknya.

"Nde jagi" Ujar Kyuhyun dengan senyumannya, Minhyun membalas senyuman Appanya.

"Umma dan Sunghyun kemana Appa?" Tanya Minyun.

Kyuhyun terdiam,ia mencari jawaban.

"eugg.. mereka tadi sudah pergi deluan kekantor" Ujar Kyuhyun.

"Tapi Minhyun sangat merindukan umma~"Lirih Minhyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Kyuhyun hanya tersenyum, ia tidak berniat untuk membalas perkataan putrinya.

"Kajja mandi" Ujar Kyuhyun seraya mengendong Minhyun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

.

"Wokki-ah" Ujar Sungmin.

Ryeowook yang sedari tadi membereskan dokument yang akan dibawanya pun mau tak mau harus menatap Sungmin.

"Waeyo Minnie" Ujar Ryeowook.

"Aku sepertinya tidak akan bejerja selama dua hari ini, aku ingin istirahat sebelum hari itu datang Wokkie" Ujar Sungmin lesu.

"Baiklah, aku akan membilangkan kepada sekretarismu" Ujar Ryeowook dengan senyumannya.

Sungmin tersenyum.

"Gomawo Wookie-ah" Ujar Sungmin.

Ryeowook hanya mengangguk.

"Minnie, aku pergi dulu ne, Annyeong" Ujar Ryeowook seraya melangkahkan kakinya menuju pintu apatementnya.

Sungmin hanya tersenyum.

"Hah~ aku ingin sekali ke apatement Hyukki, tapi bukankah apatementnya tidak jauh dari apatement Wookie, ah~ aku akan membangunkan Sunghyun" Ujar Sungmin seraya menuju kamar tempat Sunghyun tidur.

.

TING TONG

"Ne!" Teriak seorang yeoja dari dalam.

CLEK

"Eh! Minnie-ah" Ujar Eunhyuk seraya tersenyum. Sungmin membalas senyuman Eunhyuk.

"kajja masuk" Ujar Eunhyuk seraya masuk kedalam apartementnya dan diikuti oleh Sungmin dan Sunghyun. Segera Sungmin duduk diatas sofa coklat nan empuk itu.

"Kau tak bekerja Minnie?" Tanya Eunhyuk dan mendudukkan dirinya tepat di samping Sungmin.

"Aku ingin beristirahat Hyukki, dan bukankah kau juga seharusnya bekerja?" Tanya Sungmin.

"Ne, tapi aku libur hari ini" Ujar Eunhyun dan tersenyum.

Sungmin mengangguk.

"umma, aku ingin belmain dengan Eunhae dulu ne" Ujar Sunghyun dan langsung menuju kamar Eunhae. Sungmin yang melihat tingkah anaknya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kau mau minum apa Minnie?" Tanya Eunhyuk.

"Terserah mu saja Hyukki" Ujar Sungmin dan segera Eunhyuk menuju kedapurnya.

TING TONG

"Ah ada tamu!" Ujar Eunhyuk dari dapur.

"Biar aku saja yang mebukakan pintunya Hyukki" Ujar Sungmin seraya melangkahkan kakinya menuju pintu Apartement tersebut.

'Semoga saja bukan dia' batin Eunhyuk.

Sungmin membuka pintu dan..

CLEK

DEG~

"K-Kyu~

.

.

.

T.B.C.

Mianhe, updatenya lama ^^ soalnya seminggu ini penuh dengan ulangan ^^.

KEEP REVIEW NE ^^

Thanks to : -Isnaeni Love Sungmin-JiYoo861015-Arisatae-Ssung .1-Chabluebilubilu-Cho Kyunnie-Saltybear-Sunnyunysunghyun-Lee ChiZumi-Kang Shin Ah-Abilhikmah-Akemy Yamato-Kyu88-Lovely Kyu-Guest-Herny-Liaa Kyuminelf-KiKyu elfishkyu snowers-Wuhan-Parkhyun ^^

Tampa kalian semua FF ini tidak akan berlanjut ^^

-KyuHyukABS-