Senandung Masa Puber
Remaja, satu masa di mana akan banyak kejadian menarik di dalamnya
Cinta, Persahabatan, dan Perpisahan
Semua terangkum dalam masa itu
Created By Ryuzuma
Naruto merupakan hak Masashi Kishimoto
Alur speede dan Maju-mundur, OOC, Rate T
Typo masih perlu banyak perbaikan
Chapter 3
Sekarang
"Haha kau tau itu awal kesengsaraan kita" Ucap Temari sambil mengaduk jus mangga nya yang sepuluh menit lalu ia pesan
"Gimana kabar Neji, Hinata?" Tanya Tenten menengok kearah saudara Neji tersebut
Hinata meneguk minumannya sebelum menjawab pertanyaan Tenten barusan "Masih seperti dulu saja" Jawab Hinata pendek, dia tahu semakin ia membeberkan informasi Neji kepada Tenten maka akan semakin sakit hati Tenten. Jadi cukup dengan kalimat singkat itu saja
"Cieeh yang masih sayang sama mantannya" Sindir Sakura yang langsung ditimpali Ino
"Emang kamu engga?" Skak matt, Sakura membungkam tak bisa menjawab lagi
"Kita masih mencintai mereka" Ucap Hinata dijawab anggukan keempat rekannya
"Kalian ingat waktu kita pertama PDKT-an?" Ucap Sakura mengingatkan keempat rekannya akan satu hal konyol yang sangat menggelikan sepanjang sejarah mereka "Kalau aku ingat kesana sumpah gak ada duanya, konyol dan kekanak-kanakan"
"Kau benar Sakura tapi kurasa aku mulai merindukan kembali masa-masa aku bisa mencintai seseorang secara tulus lagi" Tenten berargumen sambil menerawang masalalu mereka
12 Tahun lalu
"Hinata, kau punya abang itu terlalu melankolis" Ucap Tenten tiba-tiba ketika mereka berlima duduk manis di kantin menunggu pesanan masing-masing. Kejadian tempo hari masih terbayang di benak gadis bercepol dua itu dimana derajat seorang pria seakan luluh lantah di tangan seorang gadis tengil dan satu kenangan yang terus merasuk dalam diri gadis keturunan china itu yang merupakan kenangan yang sangat dia sesali kenapa tak melakukannya.
"Maksudmu?" Tanya Hinata tak mengerti maksud dari perkataan Tenten
Tenten mulai menceritakan rentetan kejadian yang dia alami dua hari lalu antara dia dan Neji, sementara rekan-rekannya fokus mendengarkan sambil sesekali terlihat menggeleng iba dengan sorot mata yang tidak percaya, begitupun Hinata. Yang notabennya saudara Neji menggeleng tak percaya.
"Kalau aku yang jadi cewek itu, aku gak bakalan bikin Neji sakit hati" Ucap Tenten percaya diri dan kata-kata itu menjadi awal tumbuhnya perasaan Tenten pada saudara Hinata
"Kau menyukai Neji-niisan?" Tanya Temari kemudian yang langsung membuat rona dipipi Tenten memerah padam, pertanyaan Temari barusan langsung mengingatkannya akan satu-satunya ucapan Neji yang tak diceritakan pada rekan-rekannya. Yah tak semua cerita Tenten ungkapkan karena ada kata-kata Neji yang akan membuatnya malu jika diceritakan. Kau membuatku ingin menggiggit lidah tajam mu itu kata-kata itu berkeliaran bebas di benak Tenten
"Kurasa kau menyukainya" Timpal Sakura melihat ekspresi Tenten yang merona dan tak menjawab apapun
"Kau benar menyukai saudaraku, Tenten?" Tanya Hinata memastikan
"Entahlah" Jawab Tenten tak yakin,entah tak yakin pada dirinya atau tak yakin pada perasannya
"Hak dia kan untuk suka sama siapa saja, kita cuma bisa berdoa yang terbaik" Ucap Ino sok dewasa meskipun benar kenyatannya kita mau jatuh cinta pada seorang raja pun itu hak kita dan kalaupun seorang raja tak mencintai kita itu hak dia.
Pelayan kantin menghampiri meja Go Hoshi dan meletakan berbagai pesanan mereka ke meja. Sakura dan kawan-kawan kompak menggumankan terimakasih. Saat mereka hendak memasukan makanan ke mulut masing-masing, tiba-tiba saja gerakan Sakura, Tenten dan Ino berhenti. Mata mereka memperhatikan empat orang yang berjalan menuju salah satu meja kantin.
"Bukannya mereka beda angkatan yah" Ucap Sakura yang langsung menghentikan kegiatan melahap Temari dan Hinata yang tadi tak menyadari sikap aneh tiga rekannya
"Siapa yang mereka?" Tanya Hinata mengikuti arah ke enam mata memangdang
Satu dari dari empat orang itu adalah mahasiswa jurusan Matematika yang sekarang mereka kenal dengan sebutan Sai-senpai, satunya lagi saudara Hinata yang merupakan kelas XII—Hyuga Neji—, kemudian yang bersikap calm dan terlihat sangat cuek Uchiha Sasuke yang merupakan teman sekelas Neji dan yang terakhir adalah Uzumaki Naruto si pria pembuat onar di kelas yang di diami Go Hoshi. Bagaimana mungkin mereka berbeda angkatan tapi bisa terlihat akrab seperti itu? Fikir Temari dan yang lainnya
"Sai-senpai itu alumnus sekolah ini juga" Terang Sakura langsung membuat pandangan kini tertuju pada gadis bermata emerland itu "Ketika Dia lulus kita baru masuk" Jelas Sakura kemudian
"Kalau si durian itu kenapa bisa akrab dengan mereka?" Tanya Tenten merasa aneh karena pasalnya Naruto seangkatan dengan mereka tapi kenapa bisa mengenal Sai dan terlihat sangat akrab sekali bahkan dengan kakak kelasnya
"Mungkin karena sikapnya yang mudah berteman dengan siapa saja, seperti kau tak tahu aja bagaiman sikapnya di kelas" Terang Hinata yang kini fokus memperhatikan sosok pemuda dengan rambut kuning acak-acakan itu. Yah Hinata cukup dekat dengan Naruto dan satu lagi Kiba teman dekat Naruto. Sebenarnya keempat personil Go Hoshi lainnya udah mengetahui kalau ada cinta segitiga diantara mereka, tapi biarlah Hinata yang menyadarinya sendiri. Sayangnya sudah setahun lebih berjalan mereka masih sama-sama tak menyadari perasaanya masing-masing
"Kenapa kau bisa tahu kalau Sai-senpai alumnus sekolah ini?" Tanya Ino tiba-tiba dengan air muka yang kurang mengenakan.
"Kau jangan berfikir yang aneh-aneh pig, aku bukan pagar yang makan tanaman" Jawab Sakura yang menyadari sorot tuduhan dari mata sahabat barbie nya ini
"Lalu, dari mana kau tahu?" Selidik Ino yang masih terlihat tidak percaya
Sebelum Sakura menjawab pertanyaan Ino salah satu orang dari empat orang yang tadi mereka perhatikan mendatangi meja yang di huni Go Hoshi. Membuat Sakura dan yang lainnya melirik orang itu, termasuk Tenten.
"Kau yang namanya Haruno Sakura?" Tanya Hyuga Neji membuat Sakura menaikan alis aneh dan Tenten terlihat sebal dengan tingkah Neji yang malah menanyai Sakura bukan dirinya.
Aku ini kenapa sih inner Tenten bingung dengan sikapnya sendiri
Sakura hanya menjawabnya dengan anggukan kecil. Tanpa berkata apa-apa lagi Neji langsung beranjak kembali menuju meja yang dia tempati bersama tiga rekan lainnya dan menyisakan tanda tanya besar di benak semua personil Go Hoshi apalagi Tenten
"Apa-apaan dia" Gumam Sakura fokus kembali kepada rekan-rekannya. Tapi yang dia temui hanya tatapan aneh dari mereka. Sadar dengan kondisi saat ini Sakura langsung menjelaskan sebelum semuanya semakin rumit. Apalagi sorot pandangan Ino dan Tenten sangat jelas menyiratkan bahwa mereka tidak suka
"Waktu aku latihan Taewondo aku sempat memperhatikan seseorang yang sedang tertidur dengan iringan lagu Larc En Ciel, kalian tahulah bagaimana aku fanatic dengan band itu?" Tanya Sakura retoris tapi itu bukan yang ingin reka-rekannya dengar, itulah yang sorot mata keempat rekannya bicarakan "Dan yang memberitahuku siapa yang tengah tertidur itu Sai-senpai, dia bilang dia tahu anak itu karena dia dulu juga sekolah disini" Lanjut Sakura membereskan kesalah pahaman nya dengan Ino "Dan soal Neji, aku tak tahu kenapa dia bertanya seperti itu, tapi kau jangan salah paham" Jelas Sakura tanpa mengurangi atau melebihkan sambil kini tatapannya mengarah pada Tenten dengan sorot mata meminta kepercayaan seorang Tenten
"Percayalah" Mohon Sakura mendapati tatapan rekan-rekannya masih sama seperti semula
"Hahaha"
Tiba-tiba ketegangan diantara mereka terpecahkan dengan tawa Ino dan Temari yang di susul Hinata dan Tenten. Mereka merasa lucu dengan tingkah sahabatnya ini yang terlihat sangat ketakutan itu . Terkadang persahabatan akan dengan sangat mudah hancur hanya karena satu cinta yang belum terbukti keabsahannya.
"Kau takut kita membencimu hanya karena masalah cowok?" Tanya Tenten
Sakura mengkrucutkan bibirnya jengkel karena keempat temannya berhasil menjahilinya. Memuakan. Tapi memang benar, dia takut persahabatan mereka hancur hanya karena masalah seperti ini. Ini bukan omongkosong belaka karena sudah banyak yang mengalaminya.
"Itu tak akan terjadi Sakura, persahabatan kita di atas segalanya" Lanjut Ino yang sudah menganti tawa nya dengan senyuman manis yang terpajang dibibir ranumnya
"Jika kau berkata seperti itu lagi, itu tandanya kau meragukan ikatan kita" Tegas Temari membuat semua rekannya kompak mengangguk. Yah, persahabatan mereka memang indah.
"Omong-omong, laki-laki yang kau maksud tertidur itu siapa?" Tanya Hinata kemudian membuat ketiga rekan laninnya sama-sama penasaran
"Dia yang berjaket biru dongker disana" Tunjuk Sakura dengan ujung matanya diikuti empat rekan lainnya. Yah, masih salah satu dari empat yang tadi mereka perhatikan. Mereka duduk dimeja yang memang cukup strategis, hanya terpisahkan dua meja lainnya dan itupun kosong sehingga bisa langsung berpandangan satu sama lain. Tapi itu tidak terjadi. Hanya Go Hoshi yang sesekali melemparkan pandangan kerarah kumpulan laki-laki yang sibuk dengan tema nya sendiri itu "Uchiha Sasuke" Lanjut Sakura memperjelasnya dengan menyebutkan nama pemuda yang tengah mereka perhatikan itu "Kalian pernah mendengar nama itu?"
"Kurasa belum" Ucap Ino mewakili tiga kepala lainnya
"Sebenarnya mereka yang tidak terkenal atau kita yang terlalu menutup diri yah?" Timpal Tenten yang meresa tidak mengenal siapa-siapa bahkan yang menurut sekolah terkenal saja mereka tak mengetahuinya.
"Jelas mereka yang kurang terkenal" Celoteh Temari yang pada kenyataanya salah besar karena mereka berempat cukup terkenal dikalangan murid perempuan Konoha High School. Hanya Neji dan Naruto lah yang cukup familiar di pandangan Go Hoshi, selebihnya hanya sebagai orang asing yang mampu mengikat Go Hoshi dengan pesonanya
"Tapi coba kalian fikir, kita itu kaya merecon yah. Satu jatuh cinta semuanya jatuh cinta" Ucap Ino membuat empat personil lainya kompak melayangkan protes
"Aku tidak sedang jatuh cinta" Protes Sakura yang merupakan sebuah kebohongan, faktanya sejak hari dimana dia melihat Sasuke tertidur dia selalu berharap bisa mengenal pria itu lebih jauh. Entah sejauh mana, yang jelas ada perasaan Sakura ingin memonopoli pemuda emo itu
"Aku juga" Kali ini Tenten mendukung Sakura. Yah mereka kompak membohongi apa yang mereka rasakan. Mereka memang selalu kompak dalam aspek yang tidak benar tanpa harus repot-repot dikomandoi
Di tengah perbincangan mereka tentang perasaannya masing-masing, dering ponsel salah satu dari pesonil Go Hoshi langsung menjeda ocehan-ocehan rumpi itu
"Yah" Ucap Temari berbicara pada orang yang menelponnya sesaat setelah menekan tombol terima di layar touch screen ponsel itu. Tak ada perbincangan panjang disana dan Temari pun hanya menjawab dengan gumaman tak jelasnya lalu menutupnya kembali
"Ponsel baru?" Tanya Ino melihat ponsel yang dikenakan Temari berbeda dengan yang biasa dia pakai. Yang biasa dia pakai adalah ponel cinitnit yang merupakan keluaran tahun 2000an dan yang sekarang di pegang adalah ponel pintar dengan ayar super besarnya
"Engga" Elak Temari "Ini milik Shikamaru, kemarin dia memberikannya padaku"
"Maksudmu itu jadi milikmu, wah kau luar biasa" Ucap Sakura bangga
"Bukan begitu juga. Tapi, kemarin aku marah sama dia karena waktu aku chek kotak masuk nya ada beberapa gadis mengiriminya pesan" Ucap Temari sambil memakan makanannya begitupun rekannya yang lain mendengarkan juga sambil memasukan makanan ke mulut mereka masing-masing "Aku fikir dia bakal mengelak tapi nyatanya malah sebaliknya"
"Dan hasilnya" Temari mengacungkan ponsel itu dan menggerak-gerakannya seolah berkata inilah hasilnya
"Aahh" Jawab teman-temannya kompak
"Tapi, kau tak kasihan? Kau bersikap seolah kau yang paling benar padahal kan kau menduakannya dengan Kangkuro. Bahkan itu terdengar lebih kejam" Celoteh Ino tiba-tiba
Yah, Temari bukanlah sosok gadis yang bisa hidup hanya dengan satu cinta. Baginya masa ini adalah masa yang harus dia nikmati. Selama hubungan itu tertutupi maka dia akan tetap melanjutkannya. Tapi, jika mereka sudah tertangkap basah maka dia hanya akan menjawab kau terlalu naif. Dalam satu bulan dia akan berganti dua sampai tiga kali pasangan maka dari itu Go Hoshi menyebutnya Ratu Cinta Kilat. Dan setelah itu dia akan melupakan siapa saja yang pernah menjabat sebagai kekasihnya, karena menurutnya itu sangat tidak berguna.
"Cinta itu harus di nikmati bukan di resapi, kawan" Ucap Temari dan itulah moto hidupnya. Temari adalah kebalikan dari sosok Ino. Gadis berwarna rambut sama dengan Temari itu adalah sosok yang paling setia. Dia sempat beberapa kali menjalin hubungan, meskipun pada dasarnya itu terjalin secara sepihak karena Ino hanya sekedar iseng tapi tetap saja dia akan tetap berkomitmen pada dirinya untuk tidak mendua. Dan anehnya, itu selalu berakhir dengan dirinya yang sakit hati. Miris. Sedangkan Temari selalu mengakhiri dengan menyakiti perasaan pria.
"Tapi walaupun aku menduakan tetap saja akan ada prioritas tersendiri kemana hatiku berlabuh" Lanjut Temari
"Lalu perasaanmu condong kemana?" Tanya Tenten sambil melahap makanannya
"Kangkoro atau Shikamaru?" Timpal Hinata memperjelas pertanyaan Tenten
Temari terlihat berfikir sebentar "Kangkuro" Jawab Temari tanpa ragu menyebutkan nama pacarnya. Yah Kangkuro adalah pacar sebenarnya Temari sedangkan Shikamaru hanyalah seorang selingkuhan bagi Temari. Lagipula Shikamaru masih satu tingkat diatas Temari, dan itu terlalu kekanakan bagi seorang gadis yang selalu mengharapkan kedewasaan itu. Seorang laki-laki yang masih menengadahkan tanganya meminta kepada orang tua adalah seorang yang masih kekanak-kanakan.
"Lalu akan kau apakan Shikamaru?" Kini giliran Sakura yang bertanya
"Ada waktunya aku akan membiarkan burung terbang bebas" Jawab Temari enteng. Cinta di tangan Temari memang bukan sesuatu yang harus disesali semua sesuai tugas dan fungsinya tak perlu terlalu memperumitnya. Air mata hanya akan ada untuk pendamping hidupnya kelak bukan sebagai selingan dari hubungan yang tak jelas.
"Ingat, burung yang terlepas dari sangkarnya sangat kecil kemungkinan dia akan kembali kesangkar tersebut" Ucap Hinata menasehati
"Itu klise Hinata, aku tidak akan pernah menyesal"
Sekarang
"Kau benar Sakura dan kurasa aku mulai merindukan kembali masa-masa aku bisa mencintai seseorang secara tulus lagi" Tenten berargumen sambil menerawang masalalu mereka
"Sejak hari itu aku mulai tahu arti sebuah ketulusan" Ucap Temari sesak. Semuanya yang sudah terjadi tak bisa terulang. Namun mungkin penyesalan itu akan selalu bersamanya. Senantiasa mengikutiya kemanapun gadis itu melangkah. Bisakah dia melepaskan kutukan itu? Apakah ini yang dinamakan karma?
"Seharuskan kita mengganti kata penyesalan jadi pendaftaran jadi kita tak perlu sesakit itu" Sakura mengingat bagaimana dia menangis semalaman hanya karena satu kata dari orang yang sangat berarti untuknya masa itu. Orang yang pernah menggenggam tangannya saat dia gemetar, orang yang pernah memeluknya di tengah keroyokan hujan, orang yang selalu menggumamkan aku mencintaimu. Namun itu adalah masalalu yang terlalu manis dan karena itu terlalu manis sesak itu masih tersisa sampai sekarang.
Semua yang di dasari ketulusan jika itu berakhir pasti akan sangat menyakitkan
"Sudahlah, aku tak mau menangis lagi. Cukup tahun-tahun itu saja aku menjadi sosok yang lemah, lagipula sekarangkan kita sudah dewasa" Ucap Hinata menasehati, yah dia menasehati dirinya sendiri yang kini mulai kembali pada perasaan masa lalunya. Padahal, selama 12 tahun ini dia sudah mencoba melupakan apa yang pernah terjadi dan terjalin sebelumnya
"Hinata benar. Kehidupan yang harus kita jalani sekarang bukanlah masa anak ingusan lagi yang hanya karena hal sepele kita kembali bertengkar, hanya karena cinta kita saling melirikan mata tak suka. Sudah seharusnya kita menata kehidupan kita maing-masing" Timpal Ino. Tinggal di benua biru ternyata cukup membuatnya dewasa.
"Cara bicaramu terdengar lebih dewasa denganku. Apa jangan-jangan kau sudah menemukan panggantinya?" Tanya Temari yang tentu saja wajib gadis barbie itu jawab
"Hn" Jawab Ino yang langsung membuat keempat rekannya kaget dengan pengakuan singkat gadis itu
Pltak
"Ya! Sakit" Ino meringis kesakitan sambil mengelus-ngelus kepalanya yang dipukul lumyan keras dengan sendok yang Sakura gunakan untuk acara makannya
"Waw, beraninya kau tak menenalkannya pada kami" Cibir Sakura menunggingkan senyuman mengancamnya
"Haha aku lupa dengan itu" Dan inilah Ino yang sebenarnya
"Kau berhutang penjelasan pada kami Nona" Ponis Hinata yang langsung ditimpali anggukan keempat rekannya
"Kau sendiri tak menceritakan kehidupanmu yang sekarang, Hinata" Sindir Ino yang tak mau kalah karena dirinya yang sedari tadi didesak
Mendengar ucapan Ino respon Hinata langsung menunduk dan memejamkan matanya. Tapi itu tak berlangsung lama karena kini Hinata kembali menengadahan pandangannya kearah sahabat karibnya. Dengan sorot mata yang tak bisa terjelaskan, Hinata memandang keempas sahabatnya "Pass" Ucap nya kemudian yang berarti ia tak ingin melanjutkan pembicaraan tentang dirinya
"Kau selalu seperti itu" Runtuk Tenten
"Sudahlah mungkin masih belum bisa lupa, jangan memaksa" Kini giliran Temari yang menjadi penengah
"Haha Gomen, ayo makan! Sudah lama loh kita tak makan-makan bareng" Ajak Hinata yang sebenarnya mengalihkan pembicaraan keempat rekannya yang ia tahu menjurus kemana. Karah yang tak Hinata kehendaki.
Terkadang di masa depan kau ingin kembali pada masalalu mu
Ryu come back!
Ayoo tebak
siapa yang dimaksud kekasihnya Ino sekarang?
kenapa Hinata begitu?
Apa yang terjadi sampai Temari akhirnya bisa menyeal?
Kenapa Neji bertanya nama Sakura?
Benarkah Tenten tidak akan menyia-nyiakan Neji?
Baca di Chapter selanjutnya yah!
sekedar info ini baru Chap 1,2 dan 3 ini baru perkenalan jalan cinta mereka berlima..
Pembaca yang baik adalah pembaca yang meninggalkan rekam jejaknya!
-Salam Ryu-
