"RED BRACELET"

Autor : GrenGren

Cast : Kyungsoo, Jongin, Xiumin, Sehun, Luhan,

Chanyeol and other cast (muncul sesuai jalan cerita)

Rate : T – M

Genre : Angst, Romance, Familly

Warning : OCC, Yaoi, Boy x Boy, MPREG

Inspiration By :

SILVER LETTER AFF

Disclaimer :

Ini FF Yaoi pertama yang aku bikin, agak Geje juga sih nulisnya. FF ini murni dari pikiran Si autor. Cuman jalan ceritanya hampir kayak SILVER LETTER tapi Cerita ama Konflik yang muncul disini bakalan beda banget ama SIVER LETTER. So buat siapa yang gak suka jangan BASH. Kita sebagai sesama autor ataupun reader mohon saling pengertian aja yah KEEP CALM Ok?

(UPDATE... hahaha...ketawa sendiri (stress) ow iia.. banyak yang binggung yah ama FF geje ini..Oke Oke Chap 3 ini sedikit ngasih penjelasan. Meskipun lom jelas-jelas banget karena semuanya akan tampak jelas jika kalian ngikutin FF ini. Namanya juga FF Khayalan yang tak mungkin terjadi .soooooooooo harap dimaklumin ya..maklum autornya rada gila nih (nunjuk diri sendiri))

HAPPY READING...

CHAP 3

RED BRACELET

Dua minggu setelah Kyungsoo menerima Red Barcelet dia harus melakukan jadwal pemeriksaan medis secara menyeluruh di Rumah Sakit.

Kyungsoo benci Rumah Sakit. Dia ingat, dimana ibunya membawanya untuk pemeriksaan pertama kali.

Sebagai alat uji medis Negara dia harus mengalami pahit dan rasa sakit disekujurnya menerima suntikanobat melalui IV dilengannya yang memberikan efek buruk pada tubuhnya, Rasa panas pada bagian perut, jantung berdebar dengan cepat, pandangan kabur, pusing, rasa kantuk yang berat hingga rasa mual.

Selama 6 tahun Kyungsoo datang ke Rumah Sakit dan selama hampir setiap bulan dia harus kembali untuk menerima beberapa suntikan obat yang dengan efek yang sangat buruk. Kyungsoo sendiri tak tahu untuk apa obat itu dimasukkan dalam tubuhnya.

Mengambil Buku tebal dengan sampul berwarna coklat diatas meja belajarnya Kyungsoo berjalan kearah ranjang. Bersandar dikepal ranjang perlahan-lahan dia membuka halaman demi halaman pada buku itu.

Penjelasan UU bagi seorang Pemberi, Penerima dan Steril. Yah itulah buku yang kini tengah dia baca. Buku yang dia terima bersamaan dengan Red Barcelet yang kini sudah dia pakai.

Menjadi sebuah kewajiban sebagai seorang Pemberi dan Pembawa, dimana Kalian ditakdirkan untuk menjdi sorang Pemberi, Pembawa dan Steril bedasarkan hasil tes selam 6 tahun yang sudah kalian lakukan. Kalian diperbolehkan dan diwajibkan untuk terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangan setelah kalian resmi mendaftarkan diri sebagai pasang Pembawa dan Pemberi di kantor pusat Kewarganegaraan. Dimana pasangan kalian sudah Pemerintah tentukan melalui uji medis yang sudah kalian jalani sejak berusia 10 tahun hingga 16 tahun dan penentuan pasangan bedasarkan hasil tes kecocokan genetika (DNA) untuk menghasikan keturunan yang sempurna tanpa cacat.

Adapun hal istimewa untuk para Pembawa.

Pasangan Kalian tidak diijinkan memaksakan dirinya untuk melakukan hubungan seksual dengan kalian para Pembawa secara paksa.

Jika hal tersebut terjadi. Kalian para Pembawa dapat melaporkan Pasangan Kalian di Pengadilan Tinggi Negara. Dengan begitu pemerintah bisa mengambil keputusan yang bijak. Membatalkan catatan pernikahan kalian ataupun memberikan sanksi.

Jika dalam kasus ini kalian sebagai pihak yang dirugikan kalian dapat menuntut untuk jumlah financial sebagai ganti rugi dalam batalnya pernikahan kalian.

Pasangan yang baik adalah pasangan yang mampu segera tinggal dirumah pribadi untuk memperoleh privasi dalam membantu terjadinya proses inseminasi agar terjadi dengan cepat. Setelah terjadi proses inseminasi, kalian para Pembawa diwajibkan menjalankan pemeriksaan secara rutin di Rumah Sakit.

Untuk para Pembawa wanita. Sebagai pemilik rahim alami kalian diwajibkan melakukan pemeriksaan di bagian OBGYN setiap sebulan sekali. Karena sesuai hasil tes bahwa kehamilan pada wanita tidak beresiko tinggi. Hanya membutuhkan observasi dimana untuk mencegah kemungkinan hal yang tidak diinginkan. Kalian dapat melahirkan secara normal ketika kehamilan telah mencapai jatuh tempo (9 bulan 10 hari).

Sedangkan Untuk para Pembawa laki-laki. Kalian diwajibkan melakukan pemeriksaan pada Dokter Kandungan (Ginekologi) setiap dua kali sebulan serta memastikan bahwa kalian memilih Dokter pribadi dimana Dokter tersebut sudah berpengalaman di bidang kehamilan khususnya laki-laki. Karena kehamilan pada laki-laki lebih beresiko tinggi dan harus mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari kemungkinan terkecil terjadinya keguguran.

Tubuh para Pembawa Laki-laki umunya masih rentan untuk menyesuaikan diri dengan kehamilan karena mereka tidak memiliki rahim alami, melainkan rahim buatan yang dibentuk dan ditanamkan pada tubuh Kalian setelah kalian menjalani pemeriksaan pertaman sebagai orang yang beruntung sebagai penerima RED BARCELET.

Untuk membantu keberhasilan pemasangan rahim buatan pada para Pembawa laki-laki. Kalian diperlukan untuk menghentikan semua kegiatan yang bersifat berat dan mengambil istirahat jika hal itu diperlukan. Ketika usia kehamilan pada para Pembawa laki-laki memasuki bulan kesembilan. Kalian akan dijadwalkan untuk melakukan bedah cesar. Dimana jika Kalian melahirkan setelah jatuh tempo karena kontraksi ataupun keluarnya air ketuban seperti pembawa wanita akan berbahaya bagi si bayi ataupun kalian.

3 bulana pasca melahirkan secara normal maupun cesar. Kalian para Pembawa diwajibkan menjalani tes sekali lagi untuk membantu kalian menentukan apakah kalian para Pembawa masih dapat hamil dan melahirkan lebih dari satu kali.

Keputusan yang diambil berdasarkan pada hasil tes medis yang diberikan oleh Dokter specialis yang bertanggung jawab menangani masing-masing dari kalian. Karena semua para Pembawa wanita maupun laki-laki diwajibkan untuk hamil, setidaknya sekali untuk seumur hidup.

Hal istimewa untuk para Pemberi adalah

memiliki pasangan lebih dari satu dengan syarat pasangan kalian mengalami kegagalan dalam pemasangan rahim buatan ataupun dalam proses inseminasi serta telah meninggalnya pasangan kalian.

Penentuan pasangan selanjutnya bukanlah hak pemerintah untuk mengantur melainkan sudah menjadi hak pribadi kalian untuk memilih.

Sedangkan golongan pemberi wanita. Kalian akan kami golongkan kedalam golongan Steril dimana hasil tes penelitian yang Dokter dan Pemerintah lakukan tak menunjukkan hasil yang signifikan.

Untuk golongan Steril. Kalian diwajibkan menerima semua kebijakan yang sudah pemerintah keluarkan. Golongan Steril menerima hak dan kwajibannya sesuai dengan peraturan yang ada. Dimana kalian harus meninggalkan pusat kota.

Kalian diijinkan memiliki pasangan dengan sesama golongan Steril tanpa ada campur tangan pemerintah. Bekerja dan bersosialisasi sesuai batas yang telah ditentukan.

Kebijakan yang pemerintah keluarkan diatas merupakan terapan dari UU di Negara Korea. Bagi siapa yang ketehuan atau terbukti tidak mematuhi semua peraturan yang sudah pemerintah buat. Kalian akan mendapatkan hukuman sebagai gantinya.

Kyungsoo menutup kembali buku itu setelah dia lelah membacanya. Peraturan pemerintah yang menurut Kyungsoo tak masuk akal. Kenapa dia tidak boleh hidup dengan orang yang dia cintai? Kenapa manusia harus dibagi menjadi 3 golongan? Kenapa menjadi Steril begitu merugikan? Dan kenapa Kyungsoo harus hidup dan terlahir diabad ini?

Rasanya seperti tercekat. Manusia dulu yang bebrbuat namun dampaknya harus dia juga ikut merasakan. Sedikit egois memang. Tanpa dia sadari air matanya meleleh membasahi pipi.

Menaruh buku itu keatas meja nakas disamping ranjangnya Kyungsoo kemudian mengambil ponselnya.

Mengusap lelehan air matanya sebelum dia mencari daftar nama dalam kontaknya kemudian menekannya.

"Chanyeollie?"

"Kyungsoo? Wae?"

"Bisa kita bertemu di Cafe Baekhyun sore ini?"

"Ah Ne. "

Mengakhiri panggilannya. Kyungsoo merebahkan tubuh yang terasa lelah diatas ranjang. Menikmati bagaimana empuknya bantal serta halusnya selimut yang sering dia gunakan membawanya larut kealam mimpi.

Tidur. Sepertinya menjadi pilihan yang terbaik untuk menjernihkan otaknya dan perasaan lelahnya sebelum dia menemui Chanyeol sore ini.

RED BRACELET

"Kyungie." Seru Namja yang berbadan kecil tak jauh berbeda dengan Kyungsoo.

"Baekkie." Balas Kyungsoo.

Baekkie atau lebih lebih tepatnya adalah Byun Baekhyun. Pemilik Cafe sekaligus sahabat Kyungsoo selain Chanyeol. Teman sekolah Kyungsoo saat di Senior High School bersama dengan Chanyeol tentunya.

Baekhyun segera menghampiri Kyungsoo yang baru masuk kedalam Cafe dan segera memeluknya. Kyungsoo tersenyum dan membalas pelukan Baekhyun.

Melepas pelukannya. Baekhyun segera menarik tangan kiri Kyungsoo dan membawanya duduk dimeja kosong disudut Cafe miliknya.

"Kau mau Coklat panas?" Tawarnya. Setelah dirinya dan Kyungsoo duduk.

"Oum.." jawaban Kyungsoo diiringi anggukan kecil dan senyum Heart Shape yang dia tampilkan.

Baekhyun memanggil salah satu pelayannya dan meminta dia untuk segera membawakan satu cangkir Coklat panas untuk sahabatnya.

"Wooow." Melihat Kyungsoo mengenakan Red Barcelet ditangan kanannya Baekhyun segera menarik tangan kanan kyungsoo dan menaruhnya diatas meja

"Oh My God Kyungie. Kapan kau menerimanya? Kenapa kau tak memberitahuku. Seharusnya kita merayakannya." Katanya antusias sambil menunjuk Gelang merah ditangan Kyungsoo.

"Seminggu yang lalu." Jawab Kyungsoo lemas kemudian dia menarik tangannya yang masih dipegang Baekhyun dan menyembunyikannya dibawah meja.

"Apa kau tak senang menerimanya?" Bisik Baekhyun setelah melihat bagaimana reaksi Kyungsoo.

Menanggapi pertanyaan Baekhyun, Kyungsoo hanya tersenyum tipis.

"Yaaaa.. Harusnya Kau senang menerimanya. Bukankah itu berarti kau akan segera memiliki pasangan."

"Kenapa aku harus senang?"

"Tentu saja kau harus senang. Setidaknya kau bukan Steril." Baekhyun kemudian menunduk. " Lihat aku. Aku masih harus merasa cemas. Aku bahkan belum tahu takdirku. Kyung.!" Kata Baekhyun sedikit murung. "Apa kau sudah bertemu dengan calon pasanganmu?" Lanjutnya.

Kyungsoo menggeleng. "Aku belum bertemu dengannya Baek. Aku hanya dijadwalkan untuk pemeriksaan lanjutan minggu depan."

"Oumm.." Baekhyun menatap Kyungsoo kemudian mengangguk-angguk paham.

"Apa kau mau menemaniku Baek ?"

"Tentu saja. Karena aku sahabatmu pasti aku akan menemanimu."

Mereka tertawa. Mendengar jawaban Baekhyun yang sudi menemaninya untuk pergi ke Rumah Sakit Kyungsoo sedikit bersyukur. Setidaknya ada Baekhyun sahabatnya yang akan menemaninya jika dia merasa gugup ataupun takut.

Lama Kyungsoo dan Baekhyun berbicara mengenai banyak hal dari awal mereka bertemu, menjadi teman dekat di kelas, sampai sekarang mereka menjadi sahabat. Pembicaraan mereka terhenti ketika suara berat menginterupsi mereka berdua.

"Hai Soo. Hai Baek."

"Hai Cahnyeol." Kata Kyungsoo dan Baekhyun bersamaan.

"Apa aku mengganggu acara berbincang-bincang kalian ladies?" Goda Chanyeol dan hanya dibalas dengan pukulan ringan dipundaknya oleh Kyungsoo dan deadglare dari Baekhyun.

"Hai Mr. Yoda. Kenapa kau ada disini? Ini Cafe, bukan Perpustakaan Kota. Apa Kau sedang sakit hingga kau datang ke Cafe ku?" Kata Baekhyun sedikit membully Chanyeol.

"Aku? Tentu saja datang ke Cafe mu karena Kyungsoo yang memintanya. Kalau bukan karena Kyungsoo yang memintanya aku tak kan mau menginjakkan kakiku ke mari. Bagaimana aku harus mengingat pemilik Cafe ini adalah seseorang yang sangat cerewet seperti nenek-nenek. Benar kan Soo?" Jawab Chanyeol dengan muka datar dan mengalihkan pandagannya kearah Kyungsoo kemudian menarik kursi dan duduk disebelah Kyungsoo.

Mendengar dirinya dikatakan bak seorang nenek-nenek yang cerewet. Baekhyun bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Chanyeol dan menarik rambutnya.

"Aw.. Baek, sakit Baek."

"Rasakan. Siapa suruh kau mengataiku nenek-nenek cerewet."

Kyungsoo yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya terkikik. Pasalnya. Kejadian ini sudah sering terjadi dan bahkan hampir selalu terjadi ketika mereka bertemu. Dan pada akhirnya Chanyeol yang akan mengalah dan memeinta maaf.

"Oke..Oke...Baek. Hentikan. Aku Minta Maaf." Kata Chanyeol menghentikan pergerakan tangan Baekhyun yang menarik rambutnya dan segera mengantarkan Baekhyun duduk kembali kekursinya bak seorang putri. Sedangkan Baekhyun yang menerima perlakuan itu hanya menampilkan pipi yang kemerahan.

Baekhyun memang menyukai Chanyeol sejak Senior High School. Dan Kyungsoo tahu itu. Jadi dia tidak akan heran ketika melihat Baekhyun terkadang salah tingkah didepan Chanyeol.

"Kau mau bicara apa Soo? Kenapa kau memintaku menemuimu disini?" Tanya Chayeol setelah dia kembali duduk disebelah Kyungsoo.

Menyadari situasi kembali serius setelah Chanyeol menanyakan alasannya ingin bertemu dengannya, Kyungsoo mengambil nafas. "Aku menerima Red Barcelet minggu lalu." Katanya sambil mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan gelang merah yang dia pakai pada Chanyeol.

"Lalu?" Tanya Chanyeol dengan ekspresi datar setelah dia melihat gelang itu.

"Lalu? Oh..Hell apa maksudmu dengan lalu? Kau tahu kan? Aku takut Yeol. Bahkan aku hampir setiap malam tak bisa tidur memikirkan hal ini." Kyungsoo mulai emosi. Bagaimana bisa Chanyeol yang sebenarnya lebih dekat dengannya hanya memberikan komentar yang menurut Kyungsoo tak masuk akal di bandingkan Baekhyun.

"Lalu aku harus bagaimana Soo? Aku tahu kau takut. Tapi demi Tuhan Soo. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Orang tuaku memang kaya dan ayahku memang wakil Presiden. Tapi itu diluar kuasaku."

"Aku tahu kau tak bisa berbuat apa-apa. Aku juga tak menyalahkan kau atau Baekhyun kenapa aku harus menjadi seorang Pembawa. Aku juga tak menyalahkan posisi keluargamu yang lebih kaya dari pada keluargaku atau keluarga Sehun Hyung. Aku juga tak menghindari kenyataan bahwa kau adalah Park Chanyeol putra satu-satunya Wakil Presiden Korea. Tapi setidaknya kau sebagai sahabatku mencoba menenangkanku. Kyungsoo Bangkit dari duduknya dan mulai berjalan pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

"Yaaa..kenapa kau jadi begini? Mana Chanyeol yang biasanya lebih dewasa diantara kita? Babo." Seperti Kyungsoo, Baekhyun juga bangkit dari duduknya dan mencoba mengejar Kyungsoo.

Chanyeol masih terdiam pada posisinya. Memikirkan sebenarnya apa yang salah dengannya. Apa dia benar-benar bodoh seperti yang dikatakan Baekhyun padanya. Apa dia memang bodoh hanya untuk menyadari bahwa menjadi seorang Pembawa adalah hal paling sensitif untuk Kyungsoo.

"Aku tak menemukannya." Ucap Baekhyun dengan nafas yang tersengal. "Kenapa Kyungsoo bisa menghilang dengan cepat? Kemana sebenarnya anak itu." Lanjutnya.

Chanyeol merasa bersalah. Dia harus menemukan Kyungsoo dan segera meminta maaf karena sudah menjadi bodoh dan tak peka dengan keadaan Kyungsoo. Chanyel bergerak dari duduknya dan menepuk Bahu Baekhyun yang masih mengatur ulang nafasnya. "Aku akan menemukannya Baek. Kau tenang saja. Aku akan mencarinya." Cahnyeol segera melangkah keluar dari Cafe.

Berulang kali Chanyeol mencoba menelpon Kyungsoo. Namun tak ada jawaban. Seperti menghilang Chanyeol berusaha mati-matian untuk menemukan Kyungsoo namun hasilnya masih nihil. Menyusuri jalanan kota Seoul malam hari untuk mencari seseorang yang entah dimana keberadaannya membuat chanyeol frustasi. Dia mengacak rambutnya dan sesekali memukul stir kemudi mobilnya. "Do Kyungsoo. Dimana kau sebenarnya." Teriaknya dari dalam mobil.

RED BRACELET

Kyungsoo berjalan gontai ditengah dinginnya malam. Bahkan kini wajahnya sudah basah karena air matanya. Menjadi pandangan asing bagi setiap pejalan kaki yang melihatnya. Tapi Kyungsoo tak perduli akan pandangan orang lain. Yang dia butuhkan hanyalah sebuah ketenangan. Dia tak ingin bertemu dengan orang-orang di apartemennya dengan keadaannya yang kacau. Kyungsoo sadar bahwa dia begitu bertingkah kekanakan pada Chanyeol. Tapi dia memang sedang merasa kalut dengan pikirannya.

Langkah Kyungsoo terhenti disebuah taman yang sepi dan hanya berhiaskan lampu taman yang nyalanya tak terang. Terduduk disalah satu bangku kosong taman sendirian Kyungsoo kembali terisak. "Babo. Hiks. Babo. Babo. Hiks. Park Chanyeol Ba..."

"Siapa Park Chanyeol? Apa dia kekasihmu?" Seorang Namja berkacamata hitam berhasil memotong perkataan Kyungsoo dan membuatnya sedikit terkejut hingga tangisnya terhenti.

Kyungsoo bangkit dan menghapus air matanya sebelum dia menjawab pertanyaan orang yang kini sudah berdiri didepannya.

"Bukan urusanmu." Kata Kyungsoo dan bermaksud meninggalkan Namja aneh yang menggunakan kacamata hitam dimalam hari itu sebelum niatnya terhenti ketika Namja (Aneh) didepannya menarik tangan kanannya dan membawa kedepan wajah Namja itu.

"Ck. Masalah Pembawa." Decak Namja itu setelah melihat gelang yang ada dipergelangan tangan Kyungsoo.

Kyungsoo menarik tangannya dengan paksa. "Apa maksudmu dengan masalah Pembawa?" Kata Kyungsoo tak terima pada Namja yang dengan lancang menggenggam tangannya.

Menghela nafas. Namja itu menarik Kyungsoo kembali duduk dibangku taman bersamanya. "Apa kau lupa denganku?" Kemudian Namja itu membuka kacamata hitam yang dia kenakan. "Kita bertemu seminggu yang lalu. Apa kau tak ingat?" Namja itu mencoba mengingatkan kyungsoo.

Mengerjap-ngerjapkan matanya Kyungsoo lamat-lamat menginggat Namja tan yang semakin gelap dimalam hari itu. "Sopir." Ucap Kyungsoo pada akhirnya.

"Terserah." Balas Namja itu kemudian memutar bola matanya malas.

"Apa kau sedang sakit? Memakai kacamata hitam dimalam hari dan berpakaian seperti seorang preman. Dengan celana yang dirobek dibagian paha dan jaket kulit hitam." Kyungsoo mengamati Namja itu.

"Aku sehat. Mungkin malah sebaliknya kau yang sedang sakit. Menangis ditaman sendirian malam-malam. Hampir saja aku menganggapmu hantu jika saja aku tak ingat pernah bertemu denganmu."

"..." Kyungsoo terdiam.

"Hei? Kurcaci.!" Panggil Namja itu pada Kyungsoo.

Kyungsoo merasa sedikit merasa tak suka. Bagaimana Namja disampingnya yang baru bertemu denganya 2 kali ini sudah begitu banyak bertindak kurang ajar.

"Mwo..? Kurcaci? Yaksss... Aku punya nama dan aku bukan Kurcani. Babo." Balas Kyungsoo menatap Namja disebelahnya. "Siapa namu? Lanjutnya. Kyungsoo merasa penasaran dengan Namja yang sepertinya memang tidak disengaja selalu bertemu dengannya disaat hatinya sedang tak kacau.

"Kai." Jawab Namja itu. "Setidaknya itu nama yang lumayan." Batinya.

"Salam kenal Kai-ssi. Aku Kyungsoo. Do Kyungsoo.!" Kyungsoo tersenyum kemudian mengulurkan tangannya kearah Kai.

Kai yang mengetahu maksud Kyungsoo segera mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Kyungsoo. "Manis." Batinya.

"Apa margamu.?"

"Emmm.. Aku tak tahu. Aku dibesarkan di Panti asuhan."

"Ah.. Mianhae."

"Gwenchanha. Apa kau tak ingin pulang?"

"Ne?" Kyungsoo melirik jam tangannya. 10.30 . "Sudah malam." Bisiknya. Menganmbil phonsel yang sempat dia mode off kemudian dia segera menghidupkan kembali ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Minseok Hyungya termasuk dari Chanyeol , Baekhyun dan orang tuannya. Membuka setiap pesan masuk yang isinya hampir sama menanyakan keberadaannya dimana, dengan siapa dia sekarang dan kenapa dia belum pulang. "Haaaahhh." Kyungsoo menghela nafas. Dimasukkannya lagi posnselnya kedalam saku celananya dan bangkit dari duduknya.

Melihat raut wajah Kyungsoo yang berubah, Kai menawarkan diri untuk mengantar Kyungsoo pulang. Tanpa berprasangka buruk Kyungsoo menerima tawan Kai untuk segera mengantarnya pulang.

RED BRACELET

Berjalan dibawah langitnya malam bersama seseorang yang baru Kyungsoo kenal sedikit membuatnya merasa aneh. Sejak 10 menit yang lalu mereka sudah meninggalkan taman dan Kai hanya diam saja. Hingga akhirnya Kyunsoo membuka suara.

"Kai-ssi..."

"Tuan Muda Jongin."

Panggilan sebuah suara dari arah belakang yang memotong perkataan Kyungsoo sontak membuat dirinya maupun Kai menoleh kebelakang tepatnya pada arah sumber suara itu.

Kyungsoo yang merasa binggung melihat seorang Namja tinggi bersurai pirang bersama dengan dua Namja dibelakangnya yang seminggu yang lalu dia lihat saat sedang bersama kai kini berada didepan mereka dan memanggil nama yang asing baginya. Menoleh kearah Kai. Seperti bertanya siapa dia pada Kai. Kai hanya meggidikan kedua bahunya sebagai jawaban.

Kai mendekat kearah Kyungsoo menggenggam tangan kyungsoo sebelum dia berbalik kembali dan berbisik kearah Kyungso menghitung 1,2,3 hingga akhirnya Kai berteriak.

"LARIIIIIIIIIIIIIIIII."

TBC

Aku jelasin dikit yak jadi disini yang dimaksud dengan :

-Pemberi : istilah kasarnya yang memproduksi sperma / donor / alpa atau apalah yang jelas yang nyumbangin spermanya gitu critanya. Terus kenapa Pemberi mesti cowok dominan soalnya bisa kalian bayangin yah, cew produksi sperma kan aneh banget Yah meskipun cow memproduksi ovum/sel telur jg aneh. Tapi jangan dilogis deh bacanya. ini kan cuman FF karangan aja soooo keep Clam yang buat bacanya.

-Pembawa : disini critanya pihak yang bisa hamil/nglahirin...

-Steril : agak kasar juga nih.. pihak yang gak bisa menghasilkan anak gitu..

Oke nih sedikit penjelasan dari autornya. Moga kalian g binggung lagi yah bedaiinnya trs yang g suka ama MAIN PAIRnya Sorry banget g bisa diganti..masalahnya ini udah bikinan autornya dan autornya itu kaisoo shiper ama xiuhan shiper..

(Thanks banget buat yang kemaren udah review, reviewnya udah dibaca ko meski lom dibales pie aku sangat-sangat berterimaksih banget buat kalian yag udah baca + mau memberikan reviewnya dan sekali lagi Maaf lo masih banyak TYPO karena TYPO is my life TT TT... jadiiiiiiii REVIEW AGAIN JUSEYO...BOW pay pay.)