When Lavender meet Onyx

OOC,AU,Typpo maybe, EYD berantakan dan segala macam lainnya

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Story by me

Tanpa basa-basi, silahkan dibaca

Chapter 3

"Bagaimana anda bisa mendapatkannya?" Hinata bertanya dengan nada sedikit gemetar

"Saat kau masuk ke kelas, aku berjalan disekitar taman belakang,dan aku menemukan "ini" didekat bangku." Ucap Sasuke merujuk ke kotak kecil ditangannya, "Aku yakin kau sedih pasti karena kotak ini." lanjut Sasuke sambil menyodorkan kotak itu.

Hinata terlihat gelisah,bagaimana bisa tenang,kotak dihadapannya tidak lagi terbungkus kertas kado dan pastinya Sasuke sudah melihat segalanya,termasuk surat yang disertakan dalam kotak tersebut. Hinata hanya menundukkan kepalanya,ia tidak berani menatap mata onyx yang menatapnya dengan tatapan mengintrogasi seperti itu, Hinata juga merasa suasana didalam ruangan semakin tidak mengenakkan,rasanya sulit untuk bernapas dengan benar,tenggerokannya tercekat, dan Sasuke menyadari dari gerak gerik yang Hinata tampilkan.

Tidak sampai semenit,Sasuke membuka laptop yang teronggoh didepan meja kerjanya, "Tunggulah sebentar,jangan kemana-mana." perintah Sasuke

Hinata menganggukkan kepalanya,dia tidak berani untuk membantah perkataan sensei nya itu,dan juga sedikit penasaran,apa yang dilakukan Sasuke pada laptopnya?

Ternyata Sasuke mengetik, sesuatu yang penting mungkin. Hinata berpendapat demikian didalam pemikirannya. Tidak lama kemudian,Sasuke menyodorkan laptopnya ke Hinata,

"Baca ini,Hinata."

Oh ternya Sasuke ingin menampakkan hasil ketikannya pada Hinata. Lalu Hinata membacanya, sontak Hinata terkejut,karena isinya...

_Tidak dibenarkan siswa-siswi yang berpacaran bermesra-mesraan didalam pelajaran saya. Baik itu di kelas maupun di _

Tertanda,

Sasuke Uchiha

"I -ini un..untuk apa sensei?"

"Menurutmu,Hinata?"

Hinata merasa detak jantungnya bekerja dua kali lebih cepat,dia tahu apa maksud Sasuke. Didalam hatiny, ia merasa bersalah pada senseinya itu karena telah repot-repot membuat peraturan demi kepentingan dirinya.

"Seharusnya sensei tidak perlu melakukan ini, saya merasa sangat merepotkan anda." tutur Hinata dengan sopan "Hn? Tidak merepotkan, tenang saja."

"T-tapi sensei.." sanggahnya,

"Ini terlalu berlebihan."

"Tidak berlebihan, jangan khawatir. Jika Kurenai-sensei yang tahu, dia juga pasti tidak marah."

Sepertinya kali ini senseinya bukanlah orang yang kejam, dia ramah, Itulah pendapat Hinata. Sasuke tersenyum, senyum yang belum pernah Hinata lihat. Tapi kali ini ia melihat senseinya tersenyum hangat, siapa saja yang berada disitu dan melihatnya pasti akan meleleh. Seketika itu juga, cairan bening yang hangat tertahan dipelupuk mata Hinata, Sasuke yang melihatnya pun jadi terkejut.

"Kenapa kau menangis?"

T

B

C

Chapter ini agak pendek,gomen juga fic ini telaatt banget diupdatenya -_-

Hontou ni gomenasai,minna-san...

Ano, boleh minta repiunya?

Arigatou :)