Puncak Ketegangan
Saat hampir saja Ai berhasil ditarik keluar rumah oleh Vermouth, Pieter segera saja menghalangi dan merebut kembali Ai. Vermouth segera saja mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat kuat dan menakutkan.. Meski begitu Pieter tetap tidak mau melepaskan Ai sedikitpun.. Semakin geramlah Vermouth.
" Hei, cepat serahkan dia padaku..!".
" Memangnya kenapa aku harus melakukannya?".
" Dia akan ku bawa untuk dihukum karena penghianatan yang di lakukannya".
" Penghianatan? Yang benar saja dia kan masih anak kecil, jangan berusaha untuk menipuku.. ".
Profesor Agasa melihat semua pertengkaran itu sementara para anggota detective cilik masih menonton dengan asiknya… Maka profesor mengambil inisiatif untuk mengungsikan mereka ke kamar…
Saat keributan itulah Conan beserta beberapa anggota FBI kembali dari rapat yang mereka adakan… Jodie segera saja menarik senjatanya dan mengancam Vermouth untuk pergi dari tempat itu sesegera mungkin.
" Pergi dari sini sekarang juga…".
" Huhuhu sepertinya banyak juga orang disini… Baiklah aku akan pergi dulu, tapi ingatlah aku pasti kembali untuk mendapatkan Sherry… dan oh aku juga akan mendapatkan Shinichi Kudo juga..".
" Pergi dan jangan pernah berharap untuk berhasil mendapatkan mereka! ".
Akhirnya Vermouth pergi dari rumah itu dan tinggallah Conan, para agen FBI , Pieter dan juga Ai disitu…. Pieter yang masih saja kebingungan dengan semua yang terjadi segera saja meminta penjelasan dari Jodie…
" Jodie.. Jelaskan semua padaku…".
"Uhm.. Baiklah tuan muda…".
" HA? Tuan muda? Siapa orang ini sebenarnya?" Conan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Dia anak pemimpin FBI saat ini… Dia juga salah satu anggota elite kita" Jodie menjelaskan situasinya pada Conan..
" Kami berencana menyerang mereka besok tuan.. Bagaimana menurutmu?" James kemudian berbicara pada Pieter..
" Huft, baiklah aku ingin mendengar rencana lengkapnya dahulu.. Conan dan Ai pergilah ke kamar dan bergabunglah dengan hakase dan yang lainnya.. Kalian berdua nanti malam perlu menjelaskan semuanya padaku".
Para FBI kembali membahas rencana dan rancangan penyerangan bersama dengan salah satu anggota elite mereka itu. Sementara Conan dan Ai menurut dan pergi ke kamar untuk bergabung dengan anak yang lain… Ketiga anak itu menyambut mereka berdua dan mulai bertanya kemana mereka sedari tadi..
" Kemana saja kalian berdua ini.. Kami kira tadi kalian masih menonton dengan kami…?" Genta mulai mengintrogasi mereka..
" Ah, aku tadi baca buku detective di perpus sampai lupa waktu hehehe" Conan berbohong pada mereka.
" Oh.. Aku tadi merasa tidak enak badan jadi aku kembali ke kamar dan tidur.." Ai juga berbohong..
" Kalau mau pergi bilang-bilang dulu dong… Kami sempat bingung mencari kalian… " Genta sedikit kesal…
" Ah.. Gomen.." Conan dan Ai menjawab serempak..
" Sudahlah, ayo nonton lagi….. " Ayumi menghindarkan kemungkinan serangan dari Genta lagi….
" Tapi.. Aku lapar…" Genta memegangi perutnya..
" Akh.. Aku lupa.. Sudah jam berapa ini " Profesor Agasa menepuk dahinya karena lupa memberi makan anak-anak ini…
" Ada Sushi di ruang makan…. " Ai menjawab seadanya..
" Ayo, kita makan" Genta segera mengajak mereka semua untuk makan
" Ne ~~ " Ayumi dan Mitsuhiko menjawab dengan serempak..
Mereka semua kecuali Ai segera bergerak akan menuju ruang makan.. Ai hanya diam ditempat.
" Ai, ayo makan…"
"Oh.. Kalian saja … Aku sudah makan tadi… Aku rasa mau tidur lagi.. Rasanya aku belum sembuh…" Ai terseyum pada mereka..
" Kalau mau tidur boleh tapi kamarnya tidak boleh dikunci seperti kemarin… Membuat semua panik saja… " Conan buka suara..
Tak terasa waktu telah berjalan dan malam pun menjelang… Dengan ditemani oleh Profesor akhirnya Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko pergi ke taman bermain.. Sehingga di rumah tinggallah Ai, Conan, dan Pieter saja.. Pieter mulai mengintrogasi mereka berdua…
" Jadi.. Jelaskan padaku semuanya… Kalian berdua ini sebenarnya siapa?"
" Aku, Shinichi Kudo…" Conan menjawab dengan mantap.
" Bagaimana kamu bisa mengecil seperti ini?"
" Organisasi itu memberiku racun saat aku sedang memergoki mereka bertransaksi.. Kira-kira 6 bulan lalu.."
" Begitu rupanya.. Lalu kamu ini sebenarnya siapa Ai chan… Siapa Sherry dan Vermouth itu…?
" Sherry julukanku di organisasi… Vermouth salah satu anggota kesayangan big boss"
" Mengapa kamu mengecil dan mereka memburumu sebagai penghianat dan bagaimana kamu bisa bersama Shinichi…"
" Aku mengecil karena meminum obat itu sendiri karena organisasi itu menyekapku setelah aku menghentikan segala penelitian karena meminta keterangan pada organisasi mengapa mereka membunuh Akemi neechan…. Karena aku ternyata jadi mengecil aku kabur dari mereka … Dan sejak itu mereka menyebutku penghianat.. Aku pergi mencari Shinichi karena dia satu-satunya harapanku… Karena kita sama-sama mengecil dan aku yakin dia orang yang bisa menghancurkan organisasi jahat itu…"
" Begitu rupanya…Jadi kamu ilmuwan organisasi itu.. Aku mulai paham sekarang.. Kalian bersiaplah… Kita akan menyerang mereka besok.. Oh, ya Ai chan berapa umurmu sekarang?"
" 17, kenapa?"
" Wah, masih sangat muda tapi sudah jadi ilmuwan utama organisasi itu kamu ternyata memang hebat.. Pantas saja kamu bisa membantuku dalam penelitianku tadi… Oh tadi kamu menyebutkan Akemi neechan? Apakah maksudmu Akemi Miyano? Ada hubungan apa kamu dengan dia?"
" Akemi Miyano kakakku…."
"Ha…. Berarti ka..Kamu… Shi..Shi..Shiho?" Pieter bicara dengan gugup.
" Benar.. Memangnya kenapa? Kamu kenal dengan kakakku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya..?" Ai terlihat bingung….
"…." Pieter tidak bisa berkata apapun… Wajahnya memerah memikirkan apa yang terjadi kemarin…
" Pieter, niichan?" Conan memanggil Pieter yang sepertinya asik dalam pikirannya sendiri..
" O…Ooo…ooo Apa?" Pieter akhirnya mengakhiri lamunannya..
" Shiho bertanya apa niichan kenal dengan Akemi neechan atau dia sebelumnya "
" Oh.. Iya aku pernah bertemu kalian dulu… Ah sudahlah.. Kalian harus beristirahat.. Besok akan jadi pertempuran besar…"
" Baiklah" Conan dan Ai menurut saja dengan perintah agen elite FBI satu ini.
Conan menelpon Ran seperti biasa dengan suara Shinici tentu saja…
" Hei Ran.. Ini aku…"
" Shinichi… Tumben kamu telpon malam-malam begini?"
" Hehe…. Sepertinya aku merindukanmu…"
" Be..Benarkah Shin?" Ran menjawab dengan gugup.
" Ya, tentu saja… Ran Aishiteru…"
" Shin… ? "
" Aku serius Ran "
" Ne, Aishiteru Shinichi kun"
"Bersabarlah sebentar lagi.. Aku pasti akan segera kembali…"
Sementara Conan melepon Ran, Pieter terdiam dan termenung sendiri di kamarnya memikirkan kejadian yang terjadi 2 tahun silam…
Flash Back
NYC Senior High School
" Yah, anak-anak hari ini kita kedatangan 2 siswi baru.. Mereka bersaudara dan berdarah campuran Amerika-Jepang.." Kepala sekolah memperkenalkan mereka berdua dalam upacara pagi hari"
" Hajimemashite, watashi wa Akemi Miyano…"
"Hajimemashite watashi wa Shiho Miyano"
Pieter yang merupakan salah satu senior dan murid terpandai disitu terkagum-kagum dengan kecantikan Shiho, namun ia tak mampu mengajaknya berkenalan.. Beruntungnya dia sekelas dengan Akemi sehingga dengan perantaraan Akemi mereka berdua akhirnya bisa menjadi akrab ditambah lagi mereka berada di klub yang sama mereka jadi banyak sekali menghabiskan waktu bersama dan tanpa disadari cinta mulai tumbuh di hati Pieter.. Kerena sifatnya yang pemalu di depan wanita terlebih lagi wanita yang disukainya, Pieter tidak bisa mengungkapkan rasa cintanya pada Shiho… Dengan perjuangan keras pada akhirnya Pieter berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan cintanya.. Tapi, hari itu Shiho ternyata di jadwalkan pindah ke Jepang.. Pieter baru mengetahuinya saat berkunjung ke rumahnya.. Dia dengan terburu-buru pergi ke bandara berharap bahwa Shiho belum masuk ke pesawat… Saat di bandara Pieter mencari kesana-kemari. Dia berhasil menemukan Shiho yang sedang berada di pemeriksaan terakhir sebelum masuk ke pesawat… Karena tak mungkin mengejar sampai kesana Pieter hanya bisa berteriak
" Shiho… Shiho.. Aishiteru… Shiho… Shiho.. Jangan tinggalkan aku…."
Sayangnya dikarenakan kondisi bandara yang cukup ramai Shiho sepertinya sama sekali tak mendengar dan langsung masuk ke pesawat…
Flash back end
" Hemm.. Jadi inikah takdir.? Saat aku masih berusaha untuk melupakannya dia kembali ke kehidupanku? Tapi sepertinya aku sudah tak punya kesempatan.. Dia terlihat menyukai Shinichi itu…." Pieter mengguman..
Saat masih memikirkan segala macam hal itu.. Pintu kamarnya diketuk oleh seseorang… Maka ia beranjak membukakan pintu dan betapa terkejutnya ia mengetahui Ai berada disana…
" Boleh aku masuk?" Ai bertanya.
" Tentu saja? Kenapa?" Pieter masih saja bingung.
" Aku.. Aku ingat sekarang.. Pieter niichan yang dulu satu sekolah denganku di Amerika itu?"
" Ya.. Itu aku…"
" Ada hal yang ingin kutanyakan kalau niichan tak keberatan"
" Silahkan bertanya apa saja yang kamu mau tanyakan"
" Apa yang dulu niichan lakukan di bandara?"
" Apa?"
" Waktu aku akan kembali ke Jepang.. Selesai melewati pemeriksaan akhir sebelum masuk pesawat aku sekilas melihatmu pergi.. "
" Waktu itu.. Aku ingin menemuimu dan berbicara padamu…"
" Apa yang ingin di bicarakan?"
" Kenapa kau mau tahu? Itu sudah 2 tahun lalu Shiho…."
"Kumohon beritahu aku…" Shiho sebenarnya sekilas mendengar apa yang waktu itu dikatakan tapi dia benar-benar harus pergi kembali ke Jepang.
" Kenapa kamu benar-benar ingin tahu Shiho…?"
" Sudahlah beritahu saja…"
" Aku bilang padamu untuk jangan pergi…"
" Itu saja?"
" Ya.. Kenapa?"
" Jangan berbohong padaku… Apa yang kamu ucapkan selain itu…..?
Pieter benar-benar ragu apakah ia harus mengucapkan hal itu lagi mengingat sudah 2 tahun berlalu dan juga kecurigaanya bahwa Shiho menyukai Shinichi dan tidak punya perasaan apapun padanya.. Tapi dia akhirnya mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mengucapkan hal itu lagi…
" A….A…Aishi…Aishi..te..ru…" Pieter mengucapkannya dengan susah payah..
"….." Shiho benar-benar kehabisan kata-kata yang terjadi hanyalah pipinya merona dan jantungnya berdegup kencang…
" Aku tahu kalau kamu menyukai Shinichi… Jadi tidak usah memikirkan soal itu lagi… Itu sudah kejadian 2 tahun lalu…"
" Apa niichan masih menyukaiku sampai sekarang?"
" Kenapa, kamu bertanya seperti itu…..?"
" Sudah jawab saja pertanyaanku…."
" ….. I…I…Iya"
" Nee… Arigatou… Aishiteru niichan!" Shiho berkata begitu dan berusaha untuk lari keluar…
Namun, belum sempat keluar dia sudah ditangkap oleh Pieter…..
"A..Apa kamu bilang?" Pieter meragukan indra pendengarannya..
"AISHITERU NIICHAN" Shiho mengatakannya dengan member penekanan yang dalam..
"Ka…Kamu serius Shiho…?"
" Nee ~~ "
Pieter tentu saja senang bukan kepalang…. Cintanya yang sudah bertahan lebih dari 2 tahun akhirnya terjawab sudah…Karena terlalu bersemangat dia sampai hampir mencium Shiho dan tentu saja Shiho langsung saja mengehentikannya dengan menjambak rambutnya…
" Auhh, Shiho… Apa yang kamu lakukan….."
"Hanya menjambak rambut niichan agar tidak macam-macam dengan ku.."
" Aku kan hanya ingin menciummu….."
" Tapi tidak menciumku dalam rupa anak kecil ini…. "
" Ah yang penting sama saja kamu kaaannnn"
" Awas saja kalau kau berani….."
" Hehehe baiklah….. Aku akan menunggu kamu kembali jadi Shiho….."
" Aku baru akan kembali jadi Shiho kalau sudah berhasil menemukan antidote racun itu…."
"Aku akan membantumu tenang sajaaaaaa"
Dan Kembalilah Ai ke kamarnya dan beristirahat…. Keesokan paginya Profesor dan anggota detective cilik akan pulang ke Tokyo tetapi mereka tidak mendapati Ai dan Conan.. Ya, mereka berdua sudah pamitan ke mereka dan bilang bahwa akan pulang kembali ke Amerika…. Ketiga anak ini sudah menangis dengan hebatnya kemarin… Padahal kenyataannya Conan dan Ai di jemput oleh anggota FBI yang lainnya untuk mulai bersiap penyerangan…. Setelah Profesor dan anak-anak itu pulang barulah Pieter menyusul mereka semua dan memulai penyerbuan mereka ke markas besar organisasi..
Pertarungan berjalan seru dan tak terelakkan… Jebakan demi jebakan yang disiapkan oleh organisasi mulai berjalan dan melukai satu demi satu agen FBI.. Baku tembak terjadi di seluruh penjuru tempat itu… Ada juga beberapa orang yang beradu bela diri kekacauan itu tentu saja tidak menarik perhatian warga sekitar mengingat mereka sudah di ungsikan terlebih dahulu untung menghindarkan hal-hal yang diluar kendali.
Disisi lain Ai dan Conan berhasil menyusup kedalam laboratorium organisasi dan menemukan antidote racun tersebut segera mereka bersembunyi dan meminum obat itu… Reaksi yang ditimbulkan sungguh menyakitkan dan membuat badan seolah akan meleleh karena panas yang ditimbulkan…. Mereka berdua berusaha sebisa mungkin tak mengeluarkan suara atau orang organisasi dapat menemukan mereka…. 5 Menit akhirnya siksaan itu lenyaplah… Mereka berhasil kembali ke tubuh semula… Dengan baju yang sudah mereka siapkan sebelumnya, Shinichi Kudo dan Shiho Miyano kembali menjadi dirinya mereka segera berusaha mencari cara untuk membantu agen FBI yang lain dalam penyerangan ini… Tak disangka-sangka kemampuan menembak Shiho sangatlah baik sehingga mereka benar-benar tampaknya akan memenangkan pertempuran ini tak lama lagi… Namun, entah dari mana Vermouth tiba-tiba muncul dan berusaha menembak Shiho… Shinichi yang melihat itu segera saja meloncat dan menolong , sialnya dia tak berhasil menghindar sehingga tubuhnyalah yang tertembak peluru itu.. Pieter yang menyadari kondisi itu menembak Vermouth hingga jatuh tersungkur… Pieter cepat-cepat melihat kondisi Shinichi yang tertembak… Lagi-lagi tanpa di duga datanglah Gin dengan sebuah AK dan memberondong Shinichi dan Pieter dengan tembakan yang sangat membabi buta sebelum akhirnya Shiho berhasil menembak Gin tepat di jantungnya…. Pieter dan Shinichi terbaring disana berlumuran darah…
" PIETER NIICHAN…. KUDO…. BERTAHANLAH….. Ku Mohon bertahanlah…"
Bersambung
Nahh… Gimana ? review yaaaaaa
Mungkin masih ada 2 chap lg nihhh
Ditunggu yaaaa….
