Devangel

.

.

Dhienhie Fujoyerelf

.

.

Genre: TeenRomance, Drama, Littlehurt, Fantasi.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki dan Sungjin murni milik saya *ditabokJongjin* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning: YAOI, Typo(s), DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

a/n: untuk next chap ratingnya mulai saya naikin(?) Oke? ;) Selamat membaca.

CHAPTER 3

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

Sungmin menajamkan pendengarannya, suara itu jelas-jelas berasal dari hadapannya. Ingin sekali menyangkal namun mata Sungmin justru terpaku pada makhluk yang masih bertahan menatapnya.

"Iya aku, aku yang sedang bicara padamu."

Tak lagi bisa menutupi keterkejutannya, Sungmin langsung melompat dari kasurnya.

"Kyunnie!" lirih Sungmin nyaris terpekik.

"Aniya, aku makhluk di depanmu."

Pengakuan itu membuat Sungmin semakin larut dalam keterkejutannya, namja manis itu bahkan tak tahu harus mengekspresikan keterkejutannya seperti apalagi.

'A-apa?'

"Ne, aku. Aku yang bicara padamu," jawab makhluk itu.

'Siapa kau?'

"Aku temanmu, teman yang akan selalu menemanimu."

Sungmin terdiam sejenak, mengamati makhluk yang menyerupai srigala itu dengan pandangan menilai. Mulut dengan taring mengerikan itu memang tak bergerak tapi ia bersuara.

'Kau bukan Kyunnie?'

"Bukan."

Sungmin kembali terdiam, masih menilai keanehan makhluk di hadapannya. Bukan berarti menyukai makhluk itu, Sungmin masih luar biasa terkejut karena makhluk yang memiliki suara persis dengan Kyunnie-nya itu dapat berbicara bahkan menjawab setiap monolog yang bahkan Sungmin lakukan dalam hati. Makhluk jenis apa yang bisa mengerti bahasa batin manusia.

"Aku temanmu, Sungmin-ah. Kau bisa memanggilku Wolf," aku mahluk bernama Wolf itu.

Lagi-lagi Sungmin terdiam, mencerna perkataan makhluk asing di hadapannya. Tak lama Sungmin kembali berbaring seolah tak peduli dan tak menanggapi keberadaan Wolf yang mengaku sebagai temannya.

"Apa kau akan pergi tidur?"

Sungmin hanya terdiam, membalik posisinya berbaringnya untuk memunggungi Wolf. Sepertinya namja itu enggan ambil pusing, makhluk yang visualnya mengerikan seperti Wolf seharusnya menjadi ancaman paling menakutkan bagi manusia lainnya, tapi bagi Sungmin ini hanya sekadar istilah untung dan tidak rugi yang cukup konyol.

Jika makhluk itu berniat menyerangnya hingga ia mati sekalipun, Sungmin akan merasa sangat beruntung. Masih ingat apa yang membuat Sungmin begitu ingin menyudahi hidupnya. Ya, karena orang tua dan kekasihnya yang telah pergi. Jika makhluk itu tidak menyerangnya, Sungmin juga tidak harus merasa dirugikan.

Lengan Sungmin terulur ke bawah bantalnya, meraih pigura kecil yang menampakkan potret Kyunnienya, dipeluknya erat pigura tersebut sambil memejamkan mata. Dalam usahanya untuk kembali tidur Sungmin berpikir sesuatu hal, sepertinya mulai saat ini ia harus berhati-hati saat membatin karena makhluk bernama Wolf itu sepertinya mengetahui bahasa batinnya.

"Sungmin-ah, jangan berpikir buruk tentangku. Aku benar-benar temanmu," aku makhluk itu lagi. Hal itu membuat Sungmin mendenguskan helaan napas berat namun matanya masih terpejam.

"Jaljayo Min-ah."

Tak ada tanggapan apapun, namja manis itu sepertinya memilih untuk tidur. Makhluk bernama Wolf itu semakin menatap sendu punggung Sungmin, pemuda itu sungguh tak memiliki gairah untuk hidup padahal tidak seharusnya Sungmin bersikap seperti itu, masih banyak orang yang peduli dan menyayanginya dengan tulus.

"Semoga mimpi indah," ucap makhluk itu setelah yakin Sungmin benar-benar terlelap. Tak lama kemudian cahaya hitam berpendar mengelilingi sekitar ranjang Sungmin, berpendar seolah mengitari ruangan sebelum lenyap seiring dengan menghilangnya makhluk bernama Wolf itu.

.

~(*o*)~

.

Siwon sudah pergi sejak pagi buta ke kantornya. Saat ini hanya ada Kibum, Ryeowook, dan Sungmin di meja makan sementara Eunhyuk telah pergi pagi tadi. Sepasang kekasih yang sama-sama menyukai dance itu harus mengikuti latihan rutin klub mereka walaupun sebenarnya Eunhyuk selalu was-was jika harus meninggalkan Sungmin seperti itu.

"Eomma, bekalku?" tanya Ryeowook sambil menjulurkan tangannya.

"Ne, tunggu sebentar," ucap Kibum sambil berjalan menuju dapur, senyum lembutnya terukir dengan cantik membuat Ryeowook menyempatkan diri untuk memuji sang eomma.

Sambil menunggu Kibum kembali, Ryeowook terlihat menyibukkan diri dengan melanjutkan sarapan sambil melirik sinis pada Sungmin yang masih duduk tenang di mejanya tanpa ada niatan sedikitpun untuk menyentuh makanannya.

Kibum kembali sambil membawa satu kotak bekal, melihat dari warnanya, Sungmin tahu jika warna itu adalah warna kesukaan Ryeowook. Jadi, sudah bisa dipastikan jika kotak bekal yang Kibum bawa hanya milik Ryeowook.

"Dan kau Sungmin! Ambil sendiri bekalmu di dapur!" ketus Kibum membuat Ryeowook langsung tersenyum mengejek Sungmin.

Sungmin masih berdiri di posisinya, menatap dua namja di hadapannya kemudian berlalu tanpa meninggalkan ruang makan, alih-alih berlalu ke dapur, namja manis itu justru berjalan menapaki koridor mansion Choi yang sudah pasti menjurus ke arah pintu keluar rumah.

"Cih! Tak punya sopan santun! Dasar mayat hidup menyebalkan!" umpat Ryeowook sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan kesal.

Kibum hanya tersenyum singkat kemudian mengelus bahu Ryeowook.

"Selesaikan sarapanmu, setelah ini kau harus cepat pergi. Jangan sampai telat, hm?"

Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya.

Sementara itu, Sungmin tampak berjalan keluar halaman mansion Choi. Seorang supir yang biasa mengantar Eunhyuk dan Ryeowook juga Sungmin –saat Siwon ada di rumah- langsung mengejar majikannya.

"Tuan muda."

Sungmin menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang dan mendapati namja yang usianya mungkin beberapa tahun lebih tua dari Siwon tampak mengatur napasnya. Dia mengenal jelas siapa namja di hadapannya. Salah satu supir keluarga Choi. Eunhyuk dan Ryeowook biasa memanggilnya dengan sebutan Kang ajushi.

"Mari saya antar."

Gelengan kepala Sungmin berikan untuk menunjukkan penolakannya.

"Saya sudah berjanji pada Tuan Muda Hyukjae untuk mengantar Anda ke sekolah. Tuan Muda Ryeowook akan pergi dengan supir Hong."

Sungmin menatap sosok di depannya, ingin menerima namun ia tak ingin membuat keributan lain dengan Ryeowook atau pun Kibum. Pemuda manis itu kembali menggelengkan kepalanya kemudian berlalu dengan wajah sendu saat mendengar supir Kang terus memanggilnya di belakang. Sungmin tahu, niat salah satu pegawai Siwon itu selalu baik terhadapnya. Ia selalu mengintip lewat spion dengan ekspresi khawatir ketika Ryeowook berada satu mobil dengannya. Walaupun hanya seorang supir di keluarga Choi, harus Sungmin akui bahwa supir Kang sangat baik terhadapnya. Termasuk salah satu pekerja yang benar-benar teguh dengan janjinya.

Langkah Sungmin terhenti, namja manis itu menolehkan kepalanya, menatap supir Kang yang masih berada di posisinya.

"Terimakasih ajushi."

Supir Kang mematung dalam posisinya, tampak tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Namja itu hanya bisa menatap punggung Sungmin yang semakin menjauh dari pandangannya. Tak lama satu senyum tulus terukir di bibirnya.

"Ne, terimakasih kembali, tuan muda."

.

~(*o*)~

.

Sungmin merasa lega karena pagi ini ia tidak terlambat.

"Hyung, naik bus?" tanya Donghae yang sudah duduk nyaman di bangkunya. Rupanya namja itu sudah selesai dengan latihannya pagi ini. Sungmin menjawab dengan anggukan kepala, tidak ada suara seperti semalam namun hal itu tak menjadi alasan untuk Donghae melunturkan senyumnya. Dengan ramah Donghae mengukir senyumnya, kepalanya mengangguk-angguk kemudian memutar tubuhnya untuk menghadap Sungmin yang sudah duduk tenang di bangkunya.

"Padahal Hyukkie tadi sudah berpesan agar supir Kang yang mengantar hyung. Apa Wokkie marah-marah dengan hyung?"

Sungmin hanya menggelengkan kepalanya, matanya tak sengaja menatap satu sosok yang baru saja muncul di pintu kelasnya. Kim Kyuhyun, namja itu terlihat menatap dingin Sungmin sebelum berlalu ke bangkunya. Seonsaengnim cantik bernama Kim Dasom datang dengan wajah ceria, menyapa murid-murid dengan semangat pagi namun satu sosok yang duduk di meja pojok tampak enggan menanggapi gurunya, alih-alih mendengarkan, namja bernama Kyuhyun itu justru mengamati Donghae yang masih mengajak Sungmin bicara dengan tatapan datar.

Semua siswa Macheon tahu jika Kyuhyun sangat membenci Sungmin karena Ryeowook juga membenci Sungmin. Alasan sepasang kekasih konyol itulah yang menjadi alasannya untuk membenci Sungmin.

"Donghae-ya! Bisakah kau tak membuat mood-ku memburuk. Sungmin-ah sudah bosan mendengar ocehanmu, duduk dengan benar dan dengarkan aku sekarang!" omel Kim seonsaengnim membuat Donghae langsung memutar tubuhnya, menghadap depan sejenak, saat gurunya kembali sibuk dengan papan tulis Donghae kembali menoleh ke arah Sungmin sambil mengurai tawa pelan. Hal itu membuat Sungmin sedikit merasa geli dengan sikap usil Donghae.

"Nanti lagi ngobrolnya hyung."

Sungmin hanya menganggukkan kepalanya. Namja manis itu bergegas mengambil buku catatannya. Sepanjang pelajaran, yang Sungmin lakukan hanyalah mencatat dan mendengarkan beberapa hal penting selebihnya Sungmin hanya akan duduk tenang sambil menatap datar apapun yang berada di hadapannya. Choi Siwon telah meminta pihak sekolah untuk memberi kelonggaran pada Sungmin, sekolah juga tak keberatan karena Sungmin memang tak bermasalah dengan hasil belajarnya.

Bolpoin di tangan Sungmin tampak bergerak semakin pelan. Matanya yang semula hanya fokus dengan buku catatan dan papan tulis, kini bergerak melirik ke satu arah. Sejak tadi namja manis itu merasa tengah diperhatikan. Tak ingin berburuk sangka, Sungmin pun kembali fokus dengan pekerjaannya berusaha mengabaikan satu sosok yang memang tengah mengamatinya sambil mengukir senyum sinis untuknya.

"Kim Kyuhyun! Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu? Apa penjelasanku terdengar lucu untukmu?" tegur sang guru.

Sungmin mengeratkan genggaman pada bolpoinnya.

"Tidak ada, hanya lucu dengan tulisanku yang jelek," sahut Kyuhyun dengan tenang. Matanya menyalang, membalas tatapan gurunya.

"Ya, tulisanmu memang jelek. Seharusnya kau belajar menulis dengan rapi."

Donghae mengurai tawa sinis saat mendengar ucapan gurunya. Sementara Sungmin hanya bisa berpura fokus menulis walau beberapa saat kemudian ia menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun dan mendapati namja itu tengah menatapnya juga.

Sungmin nyaris mengerjabkan matanya. Namun, ia segera menyibukkan diri dengan catatannya sambil mengumpat kebodohannya. Di sana, Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari mengedikkan bahu seolah menunjukkan ketidakpeduliannya.

.

~(*o*)~

.

Setiap pulang sekolah, rutinitas Eunhyuk dan Ryeowook adalah mengajak kekasih mereka untuk mengunjungi Kibum. Eommanya selalu mengeluh kesepian karena itu mereka selalu membawa teman atau orang lain untuk meramaikan suasana rumah mereka walau itu hanya untuk beberapa saat. Seperti saat ini, Ryeowook sudah menggandeng lengan Kyuhyun, mereka baru saja turun dari mobil Kyuhyun. Sementara Eunhyuk lebih tertarik menggandeng Sungmin karena sudah pasti Donghae yang menggandengnya.

Senyum beberapa pegawai keluarga Choi menyambut kedatangan para remaja tanggung itu. Dengan sopan mereka bergerak mengambil alih tas tuan mudanya –kecuali Sungmin.

"Eomma ada di dalam?" tanya Eunhyuk.

"Ye. Nyonya sudah menunggu untuk makan bersama."

Eunhyuk menganggukkan kepalanya.

"Hyung, nanti harus ikut makan bersama ne?."

Sungmin tak menjawab, ingin menolak namun tak enak hati pada Eunhyuk. Ia benar-benar lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya.

"Kyu, ingin menu apa hari ini?" tanya Ryeowook sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Eunhyuk yang melihat itu hanya bisa mencibir malas, Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya, sementara Sungmin hanya menatap datar pada punggung Kyuhyun dan Ryeowook yang berada tepat di hadapannya.

"Eomma kami pulang!" teriak Eunhyuk seperti biasanya.

Kibum yang tengah santai membaca bukunya hanya tersenyum kecil, menunggu putranya muncul. Namja berpipi tembam itu bergerak membuka kaca mata bacanya kemudian menutup bukunya.

"Eomma? Eomma di mana?" tanya Ryeowook dengan suara melengking.

"Di sini," sahut Kibum seadanya.

Hentakan langkah yang terdengar semakin mendekat membuat Kibum berdiri dari posisinya, meletakkan buku berikut kacamata di atas meja kemudian berjalan menghampiri putranya.

"Sudah pulang?"

Donghae dan Kyuhyun sontak membungkuk bersamaan, menyapa Kibum dengan sopan.

"Eomma, kita makan bersama ne?" ujar Ryeowook.

Eunhyuk yang tadi sibuk mencari Kibum melepaskan gandengannya di lengan Sungmin. Namja bertubuh kurus itu terlihat menolehkan kepalanya untuk mencari keberadaan Sungmin.

'Sudah pasti ke kamar,' batin Eunhyuk sambil menolehkan kepalanya ke arah lantai atas.

Benar saja. Sungmin baru tiba di kamarnya, menutup pintu kamarnya dengan pelan. Niatnya untuk memutar kunci urung terlaksana saat namja manis itu tak melihat kunci kamarnya. Memang Sungmin selalu mengunci dan membuang kunci kamarnya sembarangan, tapi Siwon selalu menggantung kunci baru di lubang kunci. Untuk kali ini mungkin Siwon lupa melakukan itu atau memang sengaja melakukan itu. Entahlah, Sungmin tak ingin memusingkan diri dengan memikirkan hal semacam itu.

Sungmin namja yang mencintai kerapian, ia meletakkan tas, sepatu, dan segala perlengkapan sekolahnya di tempat yang sudah disediakan. Setelah mencuci muka dan mengganti seragam dengan baju rumahannya, Sungmin langsung menaiki kasurnya. Berniat segera tidur jika saja bunyi ketukan pintu tak mengganggunya.

"Hyung, aku masuk ya?"

Sungmin tak berniat menjawab apapun, ia hanya diam menunggu orang itu muncul dari balik pintu.

"Eoh hyung? Sudah mau tidur?" tanya Eunhyuk saat memasuki kamar Sungmin dan menemukan hyungnya sudah berbaring nyaman dengan celana olive green selutut dan kaos putih sambil memeluk gulingnya.

"Hyung harus makan dulu, appa memang tak bisa ikut makan siang bersama hari ini tapi appa pasti marah besar jika tau Minnie hyung tidak makan. Apalagi tadi hyung tidak membawa bekal, Kang ajushi juga mengatakan hyung tidak ikut sarapan. Sekarang hyung harus makan, ne?" bujuk Eunhyuk.

Sungmin masih terdiam di posisinya, matanya terlihat mengerjab beberapa kali, tampak jelas jika pemuda manis itu tengah berpikir. Eunhyuk tersenyum kecil. Bagaimanapun, sebelum kecelakaan itu terjadi, Sungmin dikenal sebagai pemuda manis yang imut, periang, dan ekspresif. Jadi, semua sikap natural Sungmin tak bisa hilang sekalipun namja manis itu mengubah image-nya sedemikian rupa.

"Aku tidak lapar."

Senyum Eunhyuk melebar, namja bergusi indah itu bahkan nyaris mengurai tawa mendengar suara Sungmin. Suara Sungmin sama seperti namja pada umumnya, sedikit berat namun nada cute-nya tak bisa disembunyikan.

"Tapi appa pasti sedih jika tahu hyung tidak makan."

Sungmin kembali menatap Eunhyuk, matanya bertemu pandang dengan mata Eunhyuk yang menyiratkan permohonan. Tak mau membuat Eunhyuk semakin bingung membujuknya, Sungmin pun bergerak turun dari ranjangnya, dengan ragu-ragu memakai sandal berkepala kelincinya.

"Ahaha, itu cute seperti hyung," komentar Eunhyuk saat melihat sandal Sungmin. Ia bergeras menggandeng Sungmin keluar kamar sebelum hyungnya itu berubah pikiran. Ingin sedikit usil terhadap Sungmin, Eunhyuk menggerakan tangannya untuk menarik gemas pipi Sungmin. Bohong jika Sungmin tak terkejut, namja manis itu bahkan memekik kaget dengan perlakuan Eunhyuk.

"Hehe, kau sangat manis hyung. Aku jadi gemas, mian ne?" ujarnya sedikit merasa bersalah, selebihnya Eunhyuk merasa puas sudah bisa menyalurkan keusialannya.

.

.

.

"Maaf lama, Minnie hyung sedang ada urusan kecil tadi," ucap Eunhyuk mengiringi langkah Sungmin. Donghae bersikap layaknya gentleman, berdiri dari kurisnya kemudian menyiapkan kursi untuk Sungmin. Hal itu membuat Kibum mengurai tawa lucu sementara Sungmin hanya bisa tertawa dalam hati melihat sikap ajaib Donghae.

"Nah, sekarang kita bisa mulai makan. Apakah Kyuhyun bersedia untuk memimpin doa sebelum makan?"

Kyuhyun tersenyum kikuk kemudian mengelus tengkuknya dengan gerakan malu. Kibum tersenyum maklum, mengerti jika pemuda Kim itu memang sangat pemalu dibanding Donghae yang selalu ceplas-ceplos saat bicara. Akhirnya, Kibum sendiri yang memimpin doa sebelum makan.

Mereka mulai makan dengan tenang, Sungmin melirik Kyuhyun yang sibuk meminggirkan sayuran di piringnya. Pemuda bermata foxy itu nyaris tersedak saat lagi-lagi menemukan kemiripan Kim Kyuhyun dengan Cho Kyuhyun-nya. Kyuhyun mengangkat kepalanya, nyaris memergoki Sungmin seandainya namja manis itu tidak buru-buru mengalihkan perhatiannya.

Kyuhyun menatap Sungmin sanksi saat melihat namja manis itu terlihat begitu sibuk dengan makannya. Biasanya Sungmin tak pernah bersikap seperti itu.

Dering ponsel Eunhyuk membuat Kibum mengernyit tak suka. Ia tak pernah suka dengan kesibukan semacam itu saat tengah menikmati kebersamaan dengan keluarga kecilnya.

"Dari appa, eomma," sahut Eunhyuk mengerti tatapan Kibum.

Kibum hanya menganggukkan kepalanya.

"Appa bilang ingin menelepon Sungmin hyung."

Kibum kembali menganggukkan kepalanya kemudian meminta maid untuk mengambil tab-nya. Tak menunggu lama, Kibum langsung menghubungi Siwon kemudian menyerahkan tabnya pada Sungmin saat layar telah menampakkan wajah kepala keluarga Choi.

"Hai chagi?" sapa Siwon sambil mengukir senyum lebarnya.

Kebiasaan Siwon saat tak bisa ikut makan bersama adalah melakukan video call dengan Sungmin. Sudah biasa pula mendapat minim respon. Sungmin hanya diam menatap Siwon, mengagumi betapa baik dan tampannya namja itu. Pantas saja Eunhyuk dan Ryeowook begitu membanggakan ayahnya. Kangin juga ayah yang sangat baik, namun Sungmin tak lagi bisa hidup bersama appanya.

"Maaf appa tidak bisa ikut makan bersama. Appa sangat sibuk. Tadi pagi appa juga berangkat sangat pagi tapi appa sudah memberimu morning kiss saat kau masih tertidur. Kau merasakannya tidak?"

Sungmin menganggukkan kepalanya.

Yang lain menampakkan ekspresi berbeda. Donghae dan Eunhyuk mengukir senyum lebar, Kibum dan Ryeowook terlihat menanti reaksi Sungmin selanjutnya, sementara Kyuhyun hanya bisa diam, baru kali ini ia menatap Sungmin sedekat ini.

"Jadi kau bisa merasakannya? Berarti appa menganggu tidurmu. Ah, apa kau sudah makan?"

"Sudah," sahut Sungmin membuat yang beberapa orang di meja makan membulatkan matanya.

'Dia bersuara,' batin Kyuhyun terkejut.

Tawa bahagia Siwon terdengar mengalun renyah.

"Anak appa memang pintar, makan yang banyak ne? Appa tidak mau anak appa sakit. Jika kau tak suka makanannya, kau bisa meminta yang lain pada eomma, arra?"

Sungmin kembali menganggukkan kepalanya.

"Geurae, kalau begitu lanjutkan makanmu. Appa menyayangimu," ucap Siwon lembut bahkan sangat lembut.

"Nado appa," jawab Sungmin.

Kibum, Ryeowook, dan Eunhyuk langsung menutup mulutnya, matanya membulat menujukkan keterkejutannya sedangkan Donghae yang juga sama terkejutnya hanya bisa melongo dengan mulut penuh makanan. Suara berat dengan nada cute alami itu terdengar bagai aluanan merdu di telinga Kyuhyun, namja bermarga Kim itu tampak menatap Sungmin dengan intens namun tak terbaca sedikitpun, untuk kali ini terlalu banyak ekspresi di dalam matanya.

"Aigo chagi, kau juga menyayangi appa?" suara Siwon kembali terdengar. Tawanya mengalun lebih banyak membuat Sungmin ikut menarik dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyum tipis.

"Kibummie, anak kita manis sekali. Lihatlah!" seru Siwon heboh. Kibum dan yang lain sudah tak bisa dan tak tahu harus berekspresi seperti apalagi, Sungmin berbeda hari ini.

"Minnie-ya, appa pulang saja ne?"

Sungmin langsung menggelengkan kepalanya.

"Hahhh, geuraeyo. Appa janji akan pulang cepat dan membawa ice cream untukmu. Ah, cake juga, permen kapas juga, dan semua makanan manis, kau menyukai semua itu kan? Syaratnya, kau harus tersenyum seperti tadi saat appa pulang nanti, oke chagiya?"

Sungmin menganggukkan kepalanya lebih semangat.

"Ya sudah, appa akan kembali bekerja. Annyeong~" ucap Siwon sambil melambaikan tangannya, perlahan Sungmin mengangkat tangan kirinya dan melambai kecil pada Siwon. Mendapat respon sebagus itu, Siwon jadi berubah pikiran.

"Minnie-ya, kita mengobrol saja bagaimana?" tawar Siwon.

Sungmin langsung menggeleng kemudian menyerahkan benda portable di tangannya pada Kibum.

"Haaahh, padahal appa masih merindukanmu," desah Siwon kecewa. Namja berdimple itu hanya bisa tersenyum saat menatap wajah Kibum di hadapannya.

"Nah, mengobrolnya bisa dilanjutkan nanti, selamat bekerja appa," ucap Kibum sambil melambaikan tangannya.

"Arra, annyeong yeobo."

Panggilan terputus, Kibum tersenyum kecil kemudian menyerahkan tab-nya pada maid.

Sungmin terlihat kembali dengan sikap datarnya. Ekspresinya berubah datar dan terlihat menikmati dunia makannya seorang diri, tampak terlalu tenang seolah tak terjadi apapun beberapa saat yang lalu.

"Minnie hyung," panggil Eunhyuk yang langsung memeluk Sungmin erat.

"Kami menyayangimu hyung."

Kyuhyun terlihat menelan berat salivanya saat merasakan detak aneh di jantungnya. Rasanya untuk kali ini ia harus menyerah dan mengakui pesona seorang Choi Sungmin. Tatapannya seolah terkunci pada pemilik bibir shape-M di hadapannya.

"Kyu!" sentak Ryeowook keras, merasa benar-benar jengkel karena Kyuhyun tak kunjung menyahuti panggilannya sejak tadi.

"Ne?"

"Kau tidak mendengarku?" tanya Ryeowook lagi dengan nada sebal.

"Ah –ya? Kenapa?" tanya Kyuhyun kikuk, matanya berusaha menatap Ryeowook walau ekor matanya bergerak melirik Sungmin yang kini menatap aneh padanya.

Ryeowook berdecak gusar.

"Ayo pulang sekarang juga!" ajak –lebih tepatnya usir Ryeowook.

Kyuhyun gelagapan melihat tampang kesal Ryeowook, dengan segera ia meneguk air minumnya kemudian berdiri dari kursinya. Membungkuk sambil berpamitan dengan sopan pada Kibum. Selanjutnya, Kyuhyun hanya bisa melangkah pasrah dibelakang Ryeowook yang tengah berjalan setengah menghentak seolah menunjukkan kemarahannya.

"Chagiya, kenapa?" tanya Kyuhyun berusaha mengejar langkah cepat Ryeowook.

"Huh? Apanya yang kenapa? Kau pikir aku tidak lihat? Jelas-jelas kau terlalu berlebihan saat memperhatikan Sungmin hyung, jangan-jangan kau menyukainya."

Kyuhyun langsung mengulurkan lengannya untuk menyentuh bahu Ryeowook, berusaha menghadapkan wajah pemuda manis itu dengan wajahnya.

"Jangan begini, aku hanya terkejut dengan reaksinya. Biasanya dia benar-benar menyerupai mayat hidup," ucap Kyuhyun berusaha meluruskan masalah mereka. Senyum tampannya yang terukir dengan sangat manis mau tak mau membuat Ryeowook luluh. Pemuda kecil itu langsung menurut saat Kyuhyun membawa tubuhnya dalam satu pelukan.

Ryeowook berusaha melupakan masalah mereka. Tanpa ia sadari, di balik punggungnya Kyuhyun tengah menatap koridor yang menuju ke salah satu ruang dimana Sungmin berada saat ini.

.

~(*o*)~

.

Sungmin nyaris menjerit kaget saat keluar dari kamar mandi, sosok bernama Wolf itu kembali muncul mengejutkannya.

"Kau masih terkejut Min?" ucap Wolf terdengar seperti pertanyaan atas kekecewaan.

'Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba!' ketus Sungmin sambil menatap gusar makhluk di hadapannya. Dengan sikap tak pedulinya, Sungmin kembali menyibukkan diri dengan mengeringkan rambut basahnya.

"Sungmin-ah, aku suka suaramu. Tapi kenapa kau hanya bicara dengan appamu?"

Sungmin terdiam sejenak kemudian menoleh pada makhluk yang secara visual cukup mengerikan menurutnya.

'Karna dia tulus menyayangiku.'

"Aku juga tulus menyayangimu. Jadi, kau harus bicara secara langsung padaku dan panggil namaku."

Tak ingin menggubris, Sungmin memilih untuk mengabaikan Wolf. Menyampirkan handuk di salah satu kursi kemudian berlalu ke atas kasurnya, mengambil sebuah novel untuk menemaninya menunggu waktu. Waktu di mana Siwon mengunjungi kamarnya. Dia masih ingat janji yang namja tinggi itu janjikan untuknya.

"Ada yang datang," ucap Wolf. Cahaya hitam yang berpendar mengelilingi ruangan mau tak mau membuat Sungmin membulatkan matanya terkejut. Napasnya tertahan. Tangannya yang tengah menggenggam lembaran novelnya tampak gemetar menyaksikan sesuatu yang bahkan tak pernah Sungmin bayangkan dalam pikirannya. Ingin mengeluarkan suara namun pita suaranya seolah tersumbat sesuatu. Jadi, ia hanya bisa menatap dengan wajah pias saat bagaimana cahaya serba hitam itu lenyap bersamaan dengan menghilangnya sosok bernama Wolf.

'Astaga, makhluk apa dia sebenarnya?' batin Sungmin sambil mengatur hembusan napasnya.

"Minnie-ya."

Sungmin tersentak dari pemikirannya, namja manis itu menolehkan kepalanya ke arah pintu dan mendapati Siwon tengah berdiri di sana dengan senyum lebar dan dimple yang menghiasi pipinya.

"Appa sudah pulang," ucap Siwon makin melebarkan senyumannya. Sungmin mengerti maksud Siwon, sesuai janjinya ia berusaha mengukir senyum untuk Siwon, terkesan sangat kaku dan Siwon menyadari itu hanya saja ia tak ingin membuat Sungmin terganggu dengan pertanyaan dan keinginan tak pentingnya.

Namja Choi itu segera menghampiri Sungmin, memeluk hangat tubuh putranya.

"Kau membuat hari appa menyenangkan. Kalau setiap hari begini, appa bisa menang tender terus menerus."

Sungmin hanya mengangukkan kepalanya, berusaha mengukir senyum lebih baik. Siwon sudah berusaha sangat keras untuknya, tidak ada salahnya jika Sungmin melunak pada ayah angkatnya ini.

"Bisa ulangi saat kau memanggil appa tadi?" pinta Siwon sambil menatap wajah bulat nan manis di hadapannya.

"Appa," panggil Sungmin dengan lancar.

"Ne chagi?" tanya Siwon berusaha memancing agar Sungmin berbicara lebih banyak. Namun, Sungmin hanya diam, menatap bingung pada Siwon.

"Tidak ingin mengatakan sesuatu untuk appa?" desak Siwon lebih halus. Sungmin masih bertahan menatap Siwon, matanya melukiskan ekspresi kebingungan. Siwon tergelak sejenak kemudian mengulurkan lengannya untuk mengusap kepala Sungmin.

Sungmin hanya bisa menundukkan kepalanya, sebenarnya ia memiliki sesuatu yang ingin ia katakan.

"Ah, tidak ingin turun ke bawah? Appa sudah membelikan banyak makanan manis untukmu, sesuai janji appa."

Sungmin hanya menggelengkan kepalanya.

"Baiklah, appa akan meminta maid untuk menyimpannya. Kau bisa menghabiskannya besok, oke?" Sungmin mengangguk setuju. Siwon kembali mengacak rambut Sungmin sebelum berdiri dari posisinya. Ia bahkan belum mengganti pakaian kerjanya. Setibanya di rumah, namja Choi itu langsung menghampiri Sungmin.

"Apa kau ingin tidur?" tanya Siwon yang lagi-lagi mendapat anggukan dari Sungmin.

"Geurae, sekarang berbaring. Appa akan menyelimutimu," ucap Siwon bersiap menarik selimut untuk Sungmin. Namja manis itu langsung menuruti Siwon, menutup bukunya kemudian berbaring dengan nyaman di atas kasurnya.

"Jaljayo," ucap Siwon setelah menyelimuti tubuh Sungmin sebatas dada.

Saat Siwon akan beranjak meninggalkan kamarnya, Sungmin menolehkan kepalanya.

"Appa."

Siwon menolehkan kepalanya, memastikan bahwa Sungminlah yang memanggilnya.

"Ne?"

"Aku menyayangi appa," ucap Sungmin kemudian kembali pada posisinya, bahkan ia langsung memejamkan matanya. Siwon berpikir untuk kembali dan memeluk Sungmin namun ia tahu, Sungmin tidak akan suka dengan sikap berlebihan semacam itu.

"Appa juga menyayangimu, Minnie-ya."

Kibum berjalan cepat menjauhi kamar Sungmin, namja berkulit seputih salju itu terlihat khawatir. Ekspresinya berubah gelisah bahkan sangat gusar.

Saat mendengar bunyi pintu kamarnya tertutup, Sungmin menolehkan kepalanya, menengok ke arah pintu dan tak mendapati siapapun di sana. Namja manis itu bergerak mengubah posisi berbaringnya, telentang menatap diam langit-langit kamarnya. Pikiran Sungmin melayang pada bayangan dirinya yang dulu. Selalu ceria, bahagia, gemar mengurai tawa bersama siapapun. Namun, dirinya yang sekarang sungguh berbeda dengan dirinya yang dulu.

Jangankan tersenyum, berbicara saja Sungmin enggan. Ia sadar jika sikapnya yang seperti ini membuat orang lain terganggu atau merasa malas berurusan dengannya bahkan benci dengan sikap Sungmin. Walaupun salah satu keinginannya adalah tidak dipedulikan orang lain tapi Sungmin tetaplah Sungmin, namja manis itu kadang berpikir dalam kesendiriannya tentang orang-orang yang terang-terangan membencinya.

"Ini bukan aku," gumam Sungmin sambil menghela napas lelah.

Namja manis itu kembali pada posisi awalnya, berbaring menyamping sambil memeluk gulingnya.

Mungkin banyak orang yang tak suka dengan keberadaannya, tapi bagaimana dengan orang baik dan tulus seperti Siwon, Eunhyuk, atau Donghae? Tidak seharusnya Sungmin bersikap seperti itu pada mereka. Mereka selalu berharap Sungmin bisa kembali bersikap manis seperti dulu.

"Aku tidak boleh terus seperti ini," gumamnya lagi.

.

~(*o*)~

.

Pagi ini salah satu kelas di Macheon School kedatangan seorang siswa baru. Beberapa yeoja terlihat ribut membicarakan kehadiran sosok tampan yang kini tengah berdiri dengan senyum tipis tampannya.

"Silahkan perkenalkan dirimu," suara seonsaengnim menghentikan aktifitas Kyuhyun yang tengah memainkan PSPnya. Ia mendengar jika kelasnya akan kedatangan siswa baru, tapi itu bukan urusan Kyuhyun, jadi ia tak perlu sok sibuk.

Sambil meletakkan PSPnya di bawah laci Kyuhyun melongokkan kepalanya hanya untuk sekadar menatap sosok di depan sana. Namun, saat menatap siapa yang berdiri di depan sana matanya membulat terkejut, kata sekadar yang Kyuhyun maksudkan dalam hatinya langsung sirna.

"Annyeong yeorobun. Kim Jongwoon imnida, karena suaraku sangat bagus, kalian bisa memanggilku Yesung. Mohon bantuanya."

Murid yang menghuni kelas Kyuhyun hanya bisa menguarai tawa mendengar cara Yesung mengenalkan dirinya sementara Kyuhyun tampak menatap geram ke arah namja bermata sipit di depan kelasnya. Namun, dengan santai namja bernama Yesung itu melempar senyum tampannya pada Kyuhyun.

"Ah, penasaran sekali dengan suaraYesung-sshi. Geurae, karena bangku kosong di kelas ini ada 2, kau bisa memilih duduk di sebelah Kyuhyun-sshi atau Sungmin-sshi," ucap seonsaengnim.

Yesung menatap bergantian dua bangku yang seonsaengnim tunjukkan padanya, setelahnya namja berambut emo itu beralih menatap dua sosok yang akan menjadi teman sebangkunya. Kyuhyun masih bertahan dengan tatapan tajamnya sementara Sungmin tampak sibuk dengan dunianya, tak memedulikan kehadiran Yesung.

"Dengan Sungmin-sshi saja, seonsaengnim," sahut Yesung membuat sosok di yang duduk di pojok kelas langsung mengepalkan tangannya, rahangnya tampak menegang menandakan namja itu tengah menahan rasa marahnya.

'Sial! Apa-apaan dia!' batin Kyuhyun terus menatap nyalang Yesung yang tengah berjalan santai menuju bangku di sebelah Sungmin. Senyum lebar yang membuat tulang pipinya terangkat tinggi menegaskan jika namja itu sangat bahagia dengan statusnya sebagai murid baru di kelas ini.

"Annyeong Sungmin-sshi," sapa Yesung dengan ramah. Sungmin mengangkat kepalanya, menatap sosok yang kini duduk di sebelahnya dengan tatapan datar kemudian kembali sibuk dengan dunianya sendiri.

Donghae yang duduk di depan Sungmin mencoba mencairkan suasana.

"Annyeong Yesung-sshi, Lee Donghae imnida," sapa Donghae sambil mengukir senyumnya.

Yesung balas tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Setelahnya, suara seonsaengnim menyita seluruh perhatian mereka. Pelajaran berlangsung dengan tenang namun Kyuhyun seolah masih tak berpindah dari dunia tak jelasnya. Sepanjang pelajaran, namja itu terus memperhatikan Sungmin yang juga tengah diperhatikan Yesung.

Kepalan tangan Kyuhyun semakin menguat, otot-otot tangannya bahkan terlihat menonjol menunjukkan betapa marahnya namja itu saat mendapati Yesung tengah tersenyum-senyum mengamati wajah Sungmin.

'Berhenti Kyuhyun! Ini salah!' batin Kyuhyun berusaha meredam emosinya dengan mengalihkan pandangannya dari dua sosok yang membuat emosinya tak terkendali. Ia berusaha mengosongkan pikirannya kemudian mengisinya dengan bayangan Ryeowook namun hatinya seolah masih tertinggal saat menatap Yesung dan Sungmin.

"Jongwoon brengsek!"

TBC

Ulalalala~

Saya balik lagi bawa chapter 3 :D

Yang minta Yesung dimunculkan(?) tenang, dia pasti muncul di FF saya :D Tuh! #tunjukatas

Tebakannya pada lucu-lucu ya? Ahihihi. Ada yang bilang Kyu jadi monster masak -_- Jangan ah! Ganteng-ganteng jadi monster, mending jadi satpam dihatiku. Ahaydeeeggg! #ditalakSungjin

Pertannyaan terbanyak adalah siapa yang ngintipin momen Siwon, Eunhyuk, Donghae, dan Sungmin? Hmm, boleh kalo yang ngintipin sih saya #ditabokmassa Wkwkwkwkwkkkk. Cluenya tiga maknae SJ. Bisa Kyuhyun, bisa Kibum, atau bisa Ryeowook(?)

Oke, banyak yang sebel sama Ryeowook? Ayolah, dia kan manis, imut, lucu, masak di sebelin :D Ihihi, gak papalah. Saya sih memang sengaja jadiin salah satu, salah dua, atau salah tiga #plak member SJ buat jadi pemeran antagonis. Biar porsinya adil :D Kan sedikit aneh kalo tiap butuh pemeran antagonis harus ngambil dari BB lain? Emang kenapa sama SJ? Gak ada salahnya dibikin ada yang jadi antagonis. Toh ini cuma fanfict kan? :D Kalo susah membayangkan bias terlihat jahat, saya ngerti kok. Jadi, gak papa, gak usah dibayangin, dibaca aja #plak Hahahaha. Ampun (*0*)v

Hmm, terus masalah genre. Kayaknya saya mesti tambah genre baru. Fantasi mungkin ya? Di atas saya tulis fantasi soalnya :D Pengen coba genre baru #plak Oke, oke, semoga chapter ini menjawab kebingungan dan rasa penasaran chingudeul sekalian, apalagi soal makhluk berbulu(?) -_- Oke, sekali lagi next chap ini FF mulai saya naikin ratingnya :D

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih banyak #hugkissbow buat yang sudah review chapter kemarin :D chapter ini review lagi ne? Saranghae :D

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/