Title : SUCH A DILEMMA LOVE
Autor : KyungVeeBiii
Main Cast :
Kim Jongin x Do KyungSoo x Wu Yifan (Kris)
Support Cast :
All EXO Couple Mamber
Rated : T
Genre : Romance, Little Hurt (Maybe), Drama, GS!
Disclaimed : Murni 100% ini FF hasil pemikiran Author, No plagiat! So... kalau ada yang bilang ini FF mirip ini itu mungkin Author kebanyakan baca FF jadi enggak sengaja nyangkut-nyangkut dikit XD
.
"Summary : Kyungsoo dan Kris adalah sepasang kekasih, mereka bahagia meski Kris jarang memiliki waktu untuk Kyungsoo. Akan tetapi semua berubah ketika Jongin datang. Akankah Jongin dapat menghancurkan hubungan Kyungsoo dan Kris dengan bantuan Chanyeol? (Gak jago bikin summary XD) /GS!/KAISOO/KRISOO/CHANSOO/CHANBAEK/And Other"
.
.
.
WARNING! Typo dimana-mana! NO EYD! GS! Siap-siap kantong kresek karena emang ini FF absurd banget! So? Let's Play
.
.
.
.
Dont Like? Dont Read!
.
.
.
.
R n R
.
.
.
.
*Preview Chapter_
Setelah beberapa saat Kyungsoo turun menggunakan sebuah mantel berwarna soft pink dengan bulu-bulu yang berada disekitar topi yang melekat dimantelnya. Dia juga memakai sebuah topi dangan nada serupa yang berbentuk pinguin. Yang menambah kesan manis diwajah cantik Kyungsoo.
Untuk beberapa saat Jongin dibuat terpana akan penampilan Kyungsoo yang menurutnya terlihat begitu cantik juga manis, benar-benar terlihat sempurna. Hingga sebuah tangan kecil menepuk bahunya dan menyadarkannya dari lamunannya tersebut.
Akhirnya merekapun keluar dari pintu rumah dan menaiki mobil Jongin. Sebelumnya Jongin membukakan pintu untuk Kyungsoo yang membuat gadis itu merona hebat karena diperlakukan semanis itu. Akhirnya mobil sport putih milik Jongin pun keluar dari pekarangan rumah Kyungsoo dan mulai memaju dengan santai menuju kesuper market terdekan untuk berbelanja keperluan dapur mereka. Hey! Sejak kapan itu menjadi dapur mereka?
.
.
.
.
Happy Reading^^
.
.
.
Baby Vee Present
.
.
.
::::::::::::::
Chapter 3
Sementara itu, disebuah apartemen yang bisa dibilang mewah dan besar, bukan-bukan lebih tepatnya sangat mewah dan benar-benar sangat besar bahkan bisa dibilang bahwa itu layaknya sebuah lapangan. Dapat diketahui seberapa kaya pemilik apartemen tersebut, dapat dilihat dari fasilitas dari apartemen tersebut, seperti tempat Gym, dapur beserta meja barnya juga dan beberapa kamar mungkin bila dihitung ada sekitar 3 sampai 4 kamar disini, padahal hanya satu orang yang tinggal disini, sungguh benar-benar sangat mewah. Kukira sudah cukup untuk menjelaskan seberapa besar dan mewah apartemen milik Jongin tersebut. Yaaa memang itu apartemen milik Jongin. Kita kembali kepada seongok makhluk tinggi dan pecicilan didalam apartemen tersebut. Ya iku memang Chanyeol, Do Chanyeol tepatnya.
Dari tingkahnya dapat diketahui jika namja itu sedang terserang demam bosan, terlihat sekali dia tidak mau diam. Dia terlihat tidur, berdiri, berjalan-jalan disekitar lalu ke ruang tv melihat tv kembali lagi ke dapur terus saja begitu sedari tadi karena dia benar-benar merasa bosan berada didalam sangkar emas itu sendirian.
"Arrgggghhhhhhhhh, apa yang harus aku lakukan." Chanyeol mengacak frustasi rambut merahnya.
Dia benar-benar berada disini sendirian, biasanya jika akhir pekan maka dia akan menghabiskan harinya bersama adik kesayangnnya itu. Mereka akan berjalan-jalan dipusat perbelanjaan atau jalan-jalan ditaman dekat rumahnya. Tapi kali ini benar-benar hanya tinggal didalam rumah sendirian. Benar-benar memprihatinkan bukan, seperti seorang pria kesepian. Kkkkk~
Tapi beberapa detik kemudian dia mengambil handphone lalu menskroll-nya kebawah. Sampai dia menemukan kontak yang tak asing. Ya tak asing bahkan kontak itu benar-benar sangat ingin dihubungi oleh Chanyeol untuk menghilangkan rasa bosannya.
'Byun-B Baby', nama kontak itu.
'haruskah aku menghubunginya?' pikir pria itu ragu.
"Ahhhhhhh tidak-tidak, jika aku menghubunginya maka dia akan bertanya dan lebih bahayanya lagi dia akan bilang kepada Kyungsoo. Heyyy! Itu tak dapat dibiarkan."
Akhirnya handphone itu dihempaskan begitu saja dikasur dengan tidak elitnya. Channyeol pun kembali memilih untuk berbaring dan menengadahkan kepalanya menghadap langit-langit kamar apartemen Jongin. Dalam diamnya Chanyeol terus berpikir apa yang harus dilakukannya agar menghilangkan rasa bosannya. Sampai akhirnya dia ingat bahwa disebelah kompleks apartemen Jongin terdapat sebuah taman bermain. Tidak buruk, dia bisa jalan-jalan disana, membeli jajanan atau melihat gadis-gadis yang sedang berolah pagi dengan baju yang ketat. Ahhhhh memikirkannya saja bisa membuat Chanyeol mimisan.(-_-")
Tanpa menunggu lama akhirnya Chanyeol segera bergegas menuju taman, mengambil mantel yang digeletakkan begitu saja dikursi depan dan memakai sepatunya. Lalu dia memulai langkahnya meninggalkan apartemen Jongin dengan ceria menuju taman.
Sesampainya ditaman, dia benar-benar terkejut karena taman itu benar-benar ramai dikunjungi penduduk sekitar mulai anak-anak, remaja, atau bahkan lansia. Dan bayangan Chanyeol akan gadis yang sedang berolahraga pagi dengan pakaian yang bisa dibilang 'sexy' memang benar-benar ada. Bahkan Chanyeol berkali-kali menelan ludah karena gerakan yang dilakukan gadis-gadis itu. Sungguh, benar-benar memanjakan matanya.
Setelah puas berkeliling taman akhirnya Chanyeol memutuskan untuk duduk sejenak disebuah bangku yang telah disediakan ditaman tersebut. Berhubung hari mulai beranjak siang akhirnya banyak orang yang memilih untuk meninggalkan taman dan pulang kerumahnya. Termasuk gadis-gadis yang terlihat menggiurkan dimata Chanyeol.
Mungkin karena dia lelah akan kegiatannya beberapa waktu lalu, tak terasa bahwa mata namja itu menutup secara perlahan. Sampai tak sadar ada seseorang yang duduk disebelahnya dan memegang bahunya untuk membangunkannya dari istirahat singkatnya dibangku taman.
Matanya mengerjap beberapa kali ketika mendapati seseorang yang berada disebelahnya ketika dia membuka mata. Dimatanya, namja itu menangkap seseorang berperawakan mungil, dengan wajah yang benar-benar cantik layaknya malaikat. Mata Chanyeol semakin membulat ketika mendapati seseorang yang berada dihadapannya kini merupakan seseorang yang tak asing baginya, bahkan sangat dia kenal. Seseorang itu menatap penuh selidik kearah Chanyeol. Sementara yang ditatap hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Kurasa Chanyeol benar-benar terkejut mendapati malaikat didepannya.
"Apa yang Oppa lakukan disini?" akhirnya sesesorang itupun membuka mulutnya.
"..." Tak ada jawaban.
"Bukankah taman ini jauh dari rumah Oppa, dan ini masih terlalu pagi untuk berada disini" dia kembali berbicara.
"..." Chanyeol tetap bungkam tak bergeming sedikitpun akan pertanyaan seseorang dihadapannya.
"Aku mendengar bahwa Oppa memiliki acara untuk beberapa hari kedepan, tapi mengapa Oppa malah berada disini?"
"..." gadis itu berbicara untuk kesekian kali, akan tetapi tetap tak ada reaksi ataupun tanggapan dari lawan bicaranya. Sampai akhirnya gadis itu kesal dan-
"YAKKKK! AKU BERBICARA KEPADAMU DO CHANYEOL, KENAPA KAU DIAM SAJA SEDARI TADI!" jerit gadis cantik itu frustasi karena ucapannya tak ditanggapi sama sekali.
Chanyeol tersadar dari lamunannya karena jeritan gadis mungil didepannya ini yang membuat telinga panjangnya menjadi pengang bahkan sakit karena sangat menggelegarnya jeritan gadis itu.
"Eoh?! Kau berbicara apa tadi? Maaf aku tak memperhatikanmu Baek"
Chanyeol hanya menyengir dan tersenyum kikuk karena dia malu kenapa virus lemotnya harus kambuh didepan gadis pujaannya BAEKHYUN. Ya sedari tadi memang yang berbicara dengann Chanyeol adalah Baekhyun S-A-H-A-B-A-T Kyungsoo yang juga merangkap sebagai gadis pujaan Chanyeol.
"Jadi kau benar-benar tak mendengarku, eoh?" ucap Baekhyun kesal.
Yaaaa siapa yang tak sebal bila sedari tadi berbicara panjang lebar tapi yang diajak bicara tak memperhatikannya. Huh jika Baekhyun tak menyukai namja menyebalkan didepannya ini, mungkin sudah ditelan bulat-bulat namja itu oleh Baekhyun.
"Hehe, maafkan aku Baek. Tadi aku terkejut karena kedatanganmu jadi aku tak mendengar ucapanmu. Mian"
"Ahhhh, Gweanchana Oppa mungkin karena aku muncul tiba-tiba jadi membuatmu terkejut."
"Tidak-tidak kau tidak, hanya saja aku yang terlalu terkejut tiba-tiba melihat malaikat dihadapanku."
BLUSHHHHH
Perkataan Chanyeol langsung membuat pipi Baekhyun menjadi benar-benar merah padam bahkan mungkin seperti tomat busuk. Hihi...
"A-aaah Oppa bicara apa sih" Baekhyun semakin menunduk menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya karena perkataan Chanyeol.
"Hahaha, apa kau malu hmmm?" goda Chanyeol.
"A-aaandwe, untuk apa a-aaaku malu" balas Baekhyun gugup.
Dan kegiatan Chanyeol menggoda Baekhyun terus mereka lakukan sampai beberapa waktu kedepan. Baiklah, mari kita tinggalkan dua sejoli ini sejenak untuk menggoda satu sama lain dan mari kita beralih kepada pasangan KaiSoo yang menuju super market.
Berbeda dari ChanBaek yang saling goda ditaman, KaiSoo malah tampak canggung didalam mobil mewah milik Jongin. Hanya terdengar deru mobil dipacu samar diantara mereka. Bahkan selama 30 menit perjalanan menuju supermarket hanya ada hening diantara kedua insan itu. Benar-benar hening, bahkan sampai kedalam supermarket pun tetap hening. Sampai akhirnya Kyungsoo membuka suaranya terlebih dahulu untuk mencairkan suasana diantara mereka karena bagi seorang gadis cerewet seperti Kyungsoo suasana seperti ini benar-benar tak mengenakkan karena tak ada yang diajak bicara panjang lebar olehnya.
"ehm, Jongin-ah. Apa yang ingin kau makan hari ini?"
"Eoh?! Kau berbicara apa? Maaf aku tak menyimakmu dengan baik Soo-ah" ucap Jongin kikuk sembari memberi senyum termanisnya.
"Gweanchana-yo, aku hanya bertanya apa yang ingin kau makan untuk hari ini?" ulang Kyungsoo.
"Apa yaaa?" Jongin sedikit berpikir dan akhirnya melanjutkan kalimatnya tadi. "Untukku apapun, terserah kau saja akan memasak apa. Karena apapun yang kau masak pasti enak dan terasa spesial" lanjutnya dengan menampilkan senyuman yang indah menghiasi wajah tampannya.
Perkataan singkat Jongin itu benar-benar membuat Kyungsoo jadi merona. Bukankah itu hanya perkataan singkat dan biasa, lantas kenapa Kyungsoo menjadi merona saat yang mengucapkannya Jongin padahal biasanya Kris juga sering berkata sama tapi kenapa Kyungsoo hanya biasa saja. Lantas kenapa? Ada apa dengan Kyungsoo sebenarnya? Bahkan dadanya terasa aneh, seperti sesak dan sulit bernafas rasanya. Selalu seperti itu bila bertemu, berbicara atau menatap Jongin. Sejak kejadian ditangga kemarin selalu ada perasaan aneh dihati Kyungsoo jika menyangkut tentang Jongin.
Melihat Kyungsoo yang hanya diam dengan wajah yang memerah, Jongin jadi kuatir apakah malaikat mungil dihadapannya ini tidak apa-apa. Sangat banyak pertanyaan dibenak Jongin saat ini akan keadaan Kyungsoo. Dan refleks saja Jongin mengulurkan tangannya dan meraba dahi Kyungsoo.
"Soo-ah? Gweanchana? Apa kau sakit? Apa sebaiknya kita pulang saja?" Jongin mulai kawatir akan Kyungsoo.
Menyadari ada tangan yang menempel didahinya membuat Kyungsoo tersadar dari lamunannya dan segera menguasi dirinya.
"Gweanchana Jongin-ah" jawab Kyungsoo dan menurunkan tangan besar Jongin dari dahinya.
"Benarkah? Benar kau tak apa?"
"Ne, aku baik-baik saja Jongin-ah. Lebih baik kita melanjutkan berbelanja saja."
Mereka pun melanjutkan untuk berbelanja keperluan dapur mereka-Dapur Kyungsoo-. Dalam waktu singkat tiba-tiba mereka menjadi akrab, bahkan sangat akrab. Mereka terlihat seperti seseorang yang mengenal lama satu sama lain. Mungkin kita harus bersyukur dengan sifat cerewet Kyungsoo yang menolong mereka dari keadaan canggung yang melanda diantara kedua.
Banyak gadis-gadis yang memandang iri Kyungsoo. Bagaimana tidak, dia berjalan beriringan dengan seseorang yang benar-benar tampan dan 'sexy' dengan kulit tan-nya. Rambutnya berwarna coklat gelap, bermata tajam namun indah, dengan badan yang tinggi tegap layaknya model-model kelas papan atas. Sungguh benar-benar sempurna mereka memandang Jongin.
Kyungsoo yang sedari tadi merasa banyak yang meliriknya bahkan memandangnya iri hanya bingung. Dia merasa apakah ada yang salah dengan dirinya? Tapi mungkin karena Kyungsoo malas untuk berfikir jadi dia lebih memilih untuk acuh akan pandangan orang-orang akan dirinya. Tohhh belum tentu juga yang dilihat orang-orang itu dirinya, mungkin bisa saja orang lain.
Dengan keranjang yang penuh dengan belanjaan akhirnya mereka berdua menuju kasir, mereka mengantri begitu panjang. Mungkin karena ini akhir pekan makanya banyak orang yang menyempatkan diri untuk berbelanja. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya mereka tiba didepan kasir.
Saat kyungsoo mengeluarkan dompetnya untuk membayar, Jongin melarangnya dan berniat untuk membayar seluruh belanjaanya. Tapi Kyungsoo melarangnya, dan terjadilah sedikit cekcok disana akan siapa yang membayar belanjaan tersebut. Sampai Kyungsoo mengalah dan membiarkan Jongin membayar semua, karena bila diteruskan maka tak akan selesai sampai kapanpun sementara dibelakang mereka masih banyak yang mengantri untuk membayar. Jadi lebih baik Kyungsoo mengalah bukan dari pada mendapat protes dari pengunjung lain yang juga ingin membayar. Dan lagi bukankah itu keuntungan karena Kyungsoo tak perlu mengeluarkan uang dan dapat mengirit? Yah great!
Mata Kyungsoo yang lebar dibuat semakin lebar. Karena saat akan membayar seluruh belanjaan Jongin mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam, dan langka tentunya. Karena hanya orang kalangan atas saja lebih tepatnya para konglongmerat Korea saja yang memilikinya.
'Black Card? Jongin memilikinya? Bahkan Kris Oppa tak memilikinya. Berarti Jongin benar-benar kaya? Huh, pantas saja dia ngotot untuk membayar semuanya karena itu tak ada apa-apanya jika dengan kartu itu' batin Kyungsoo.
Disinilah mereka sekarang, disebuah basement parkiran dengan Kyungsoo yang membawa sebuah kantung kresek kecil dan Jongin dua kantong kresek besar ditangan kanan kirinya. Sebenarnya Jongin sudah melarang Kyungsoo untuk membawanya tapi Kyungsoo bersikukuh untuk membawa sebagian meski hanya diberi satu yang kecil pula. Kyungsoo merasa tak enak kepada Jongin, karena Jongin sudah membayar semua dan sekarang Jongin harus mengangkat semuanya sendiri? Dirasa tak adil, maka dari itu Kyungsoo bersikukuh untuk membantu membawa 'sebagian'.
Dengan gesit Jongin memasukkan seluruh belanjaannya dengan Kyungsoo tadi kebagasi mobil mahalnya. Dan sekarang tangan Jongin beralih untuk membuka pintu untuk Kyungsoo. Kyungsoo diberlakukan seperti seorang putri oleh Jongin merasa malu. Dan perlakuan Jongin itu membuat Kyungsoo merona untuk kesekian kalinya hari ini.
Setelah membuka pintu untuk Kyungsoo, kini Jongin beralih membuka pintu kemudi dan mendudukan dirinya dibelakang kemudi. Sebelum menjalankan mobilnya dengan ragu Jongin bertanya kepada Kyungsoo yang sedang sibuk merapikan penampilannya.
"Soo-ah, kurasa ini sudah waktunya makan siang. Dan jika kita kembali kerumah dan memasak membutuhkan waktu yang cukup lama kurasa."
"Ahhhh, kau benar Jongin-ah pasti akan terlalu siang untuk kita makan akhirnya."
"Ehmmm, bagaimana jika ke restoran keluargaku. Bagaimana apa kau mau?" tanya Jongin ragu. Tapi keraguan itu segera ditepisnya ketika mendapati seseorang disebelahnya menanggapi pertanyaannya dengan senyum merekah yang menghiasi bibirnya yang berbentuk hati.
"Jinja? Kau memiliki restouran sendiri?" Jongin hanya mengangguki sebagai jawabannya. Sebaliknya Kyungsoo semakin tersenyum lebar dan meneruskan kalimatnya.
"Baiklah mari kita segara kesana, karena kurasa cacing diperutku mulai mengadakan festival" cicit Kyungsoo yang akhirnya membuat mereka berdua tertawa lepas.
Akhirnya mobil mewah itu pun mulai meluncur dijalanan untuk menuju tempat makan siang mereka. Didalam sana sekarang tak hanya ada keheningan dan kecanggungan, tetapi sekarang mereka sudah mulai berbincang dengan akrab dan bahkan menggoda satu sama lain. Sungguh suasana yang diinginkan Jongin sejak awal.
.
.
.
"Oppa sudah jangan menggodaku terus, apa kau tak lihat seberapa merah mukaku sekarang, eoh? Bahkan kurasa mungkin seluruh darah ditubuhkuku berada dikepalaku." Ucap Baeekhyun sambil mengipas-ngipas wajah cantiknya menggunakan tangannya.
Melihat itu, bukannya berhenti Chanyeol tambah semakin tertawa dengan kencang. Disela-sela tawanya Chanyeol melirik kearah Baekhyun dan yang terlihat wajah cantik gadis itu terlihat begitu sebal karena ditertawakan terus menerus. Mungkin karena kasihan atau sudah lelah, akhirnya Chanyeol pun mengakhiri tawanya itu.
"Baiklah cantik, aku tak akan menggodamu lagi.." Chanyeol menjeda ucapannya dan melihat wajah Baekhyun dan benar saja wajah cantik Baekhyun kembali merona parah. "Lalu apa yang kau lakukan ditaman ini sendiri Baek?" lanjut Chanyeol.
"Eoh? Taman ini dekat rumahku jadi aku sering jalan-jalan disekitar sini" Baekhyun menjawab dengan senyuman manis dibibirnya. Tapi sedetik kemudian senyum itu berganti menjadi tatapan tajam yang menyelidik, bahkan serasa tatapan Baekhyun itu seperti dapat menguliti Chanyeol.
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu? Untuk apa Oppa berada disini? Bukankah taman ini jauh dari rumahmu? Lalu aku juga mendengar dari Kyungsoo bahwa Oppa memiliki acara untuk beberapa hari kedepan jadi terpaksa meninggalkan Kyungsoo sendiri dirumah bersama Jongin, lantas kenapa malah duduk santai disini?" lanjut Baekhyun menyelidik.
Mendengar pertanyaan beruntun dari Baekhyun, Chanyeol hanya dapat menelan ludahnya kasar. Dia benar-benar mati kutu sekarang. Apa yang harus ia katakan pada gadis dihadapannya itu.
'Mati kau Do Chanyeol, kenapa kau lupa bahwa taman ini dekat dengan rumah Baekhyun' runtuk Chanyeol dalam hati.
Melihat tak ada respon ataupun pergerakan dari lawan bicaranya, Baekhyun dengan berani mengguncangkan bahu Chanyeol dengan keras, dan berhasil Chanyeol kembali sadar.
"Em... i-itu,, anu Baek" Sungguh Chanyeol bigung harus memulai dari mana untuk menjelaskannya kepada Baekhyun.
"Jelaskan Oppa, aku butuh penjelan untuk semua ini atau..." Baekhyun menjeda ucapannya yang berhasil membuat Chanyeol bertambah gugup. "Atau Oppa mau aku menelfon Kyungsoo dan berkata bahwa Oppa berada disini bukan sedang ada acara dikampus, hmm?" setelah mengucapkan itu Baekhyun mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku mantelnya. Dan-
"ANDWEEE! Jangan telfon Kyungsoo kumohon. Baiklah aku akan mengatakan semuanya padamu."
'GOOD JOB! Kau berhasil mengancam happy virus ini Baek' batin Baekhyun bangga.
"Oke, mulailah jelaskan padaku Oppa" ucap Baekhyun dibuat datar, sembari mengucapkan tadi Baekhyun membenarkan duduknya dengan menaikkan kaki kanannya keatas kaki kirinya lalu melipat tangannya didada dan merubah raut wajahnya menjadi datar agar lebih terkesan 'ehem' sombong. Emmm, kurasa kau terlihat berlebihan Baek, tapi jika ratu drama sepertimu yang melakukannya kurasa dugaanku salah. Kkkkk~
Chanyeol pun dengan berat hati mulai menceritan seluruh tujuannya mengapa dia meninggalkan Jongin dan Kyungsoo sendiri dirumah, juga seluruh rencana yang telah ia rancang mulai awal.
Awalnya Baekhyun sedikit terkejut akan seluruh perkataan Chanyeol tapi entah kenapa dia sedikit setuju dengan maksud dan tujuan Chanyeol. Dia juga jadi sedikit 'menyukai' rencana yang dibuat Chanyeol. Bahkan dia berfikir untuk membantu. Tapi entahlah, tak ada yang tahu tentang fikiran gadis cantik bersuara emas itu.
"Jadi begitu Baek, apa kau sudah mengerti maksudku? Dan kuharap kau tidak mengatakan semuanya pada Kyungsoo"
"Tapi... Apa Oppa tidak merasa berlebihan melakukan ini semua? Emm begini maksudku, meninggalkan mereka sendirian dirumah tanpa ada siapa-siapa yang mengawasinya dan juga mereka baru bertemu belum terlalu akrab juga."
"Nahhhh, itulah maksudku Baek kenapa aku meninggalkan mereka berdua saja. Karena bila masih ada aku disana mereka akan tetap seperti itu sampai nanti, tak akan pernah bisa akrab. Jadi ku putuskan untuk meninggalkan mereka agar lebih cepat akrab."
"Apa Oppa yakin? Lalu bagaimana jika mereka tetap tak bisa akrab juga meski tak ada Oppa?"
"Aku yakin 100% jika untuk itu. Kau tau sendirikan bagaimana cerewetnya adikku yang satu itu dan aku yakin bahwa dia tidak akan betah bila harus terus diam. Jadi ku pastikan bahwa Kyungsoo akan membangun keakraban diantara mereka. Jika masalah suka? Itu urusan nanti. Mana mungkin dia tak menyukai Jongin jika setiap hari mereka bertemu dan memberikan perhatian lebih kepadanya, sementara Kris jarang ada untuknya."
Baekhyun hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Chanyeol yang panjang lebar itu. Tapi beberapa detik kemudian dia kembali bertanya.
"Lalu apa Oppa percaya bahwa Jongin tidak akan melakukan yang macam-macam kepada Kyungsoo?"
"Jika itu, aku tak bisa menjaminnya. Lagi pula mereka sudah besar jadi biarkan saja, selama mereka melakukannya tanpa paksaan tak masalah untukku." Ucap Chanyeol sambil menunjukkan seringainya.
Untuk beberapa saat terjadi keheningan diantara mereka setelah perbincangan panjang itu. Hingga Baekhyun kembali bersuara.
"Oppa, apa kau tak merasa terlihat jahat untuk memisahkan mereka?" tanya Baeekhyun ragu.
Sementara Chanyeol sedikit tersentak akan ucapan Baekhyun lalu kembali tersenyum.
"Tidak! Karena aku tak menyuruh mereka berpisah lalu menyuruhnya berhubungan dengan Jongin. Aku hanya 'mendekatkan' dia dengan Jongin." Tukas Chanyeol santai. Heyyyy bagaimana dia bisa bicara sesantai itu padahal dia merencanakan untuk memisahkan adiknya dengan kekasih adiknya.
"Itu sama saja Oppa. Pada akhirnya kau juga membuat mereka berpisahkan."
"Tidak, menurutku berbeda." Kukuh Chanyeol.
"Ahhh baiklah-baiklah percuma jika aku terus berdebat denganmu tak akan ada ujungnya, jadi lebih baik aku mengalah." Putus Baekhyun malas.
Sementara Chanyeol semakin menyunggingkan senyuman karena dia merasa menang.
"Oppa kurasa hari sudah mulai siang dan-" Baekhyun melirik jam yang melingkar ditangan kirinya "Kurasa ini sudah dekat waktunya makan siang, jadi aku ingin pulang sebelum eomma mencariku"
Chanyeol pun ikut melirik jam ditangannya dan benar saja sebentar lagi jam makan siang. Berbicara dengan Baekhyun sedari tadi membuatnya lupa waktu.
"Akhhh kau benar Baekkie-ah, sebaiknya kau segera pulang. Jja~" ucap Chanyeol dengan gerakan mengusir.
"Apa Oppa mau ikut dengan ku makan siang dirumahku." Baekhyun meminta dengan hati-hati takut bila Chanyeol menolak. Tapi makhluk didepannya itu terlihat tersenyum dan mengangguk-angguk lucu. Ukhhhhh rasanya ingin ia terkam Chanyeol sekarang juga.
"Baiklah mari kita kerumahku sekarang, kurasa makanan dirumahku sudah siap." Ucap Baekhyun yang mendapat anggukan semangat dari Chanyeol. Mungkin karena Chanyeol sudah terlalu lapar jaddi dia menyetujui ajakan Baekhyun begitu saja tanpa tau malu.
Mereka akhirnya beranjak dari taman itu dan pergi menuju ke kediaman Baekhyun yang tak jauh dari situ sambil mengobrol atau bahkan tertawa karena Chanyeol yang bertingkah konyol.
.
.
.
Sementara diwaktu yang sama dan tempat berbeda. Sebuah mobil mewah memasuki kawasan parkir sebuah restoran bintang 5. Terlihat seorang pria berbadan tinggi, berkulit tan, dan berwajah tampan turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju pintu sebelah kanan untuk membukakan pintu.
"Terima kasih Jongin. Tapi kau terlalu berlebihan memperlakukanku seperti ini" ucap Kyungsoo setelah keluar dari mobil mewah itu.
"Gweanchana Soo-ah, tak perlu tak enak seperti itu, karena kau memang pantas mendapatkan perlakuan seperti ini tuan putri."
BLUSHHHHHHHHH
Lagi, untuk kesekian kalinya Kyungsoo dibuat merona akan perkataan atau perlakuan manis Jongin hari ini. Melihat Kyungsoo yang merona Jongin hanya tersenyum lalu menyodorkan lengannya kepada Kyungsoo.
"Kajja, ayo masuk" ucap Jongin dan jangan lupakan senyuman diwajah tampannya yang dapat membuat seluruh kaum hawa luluh ataupun takhluk didepannya.
Kembali Kyungsoo dibuat tercengang akan perlakuan Jongin. Tapi beberapa detik kemudian dia sadar dan meraih lengan Jongin dan menggandengnya dengan malu. Heyyyy Kyungsoo apa kau lupa bahwa kau masih memiliki Kris, tapi kenapa dengan seenaknya kau malah menggandeng lengan pria lain?
Merekapun memasuki pintu restoran itu dengan tetap bergandengan. Didalam para pelayan dibuat terkejut karena Tuan Muda Kim datang tiba-tiba kesana. Tapi sebenarnya mereka bukan terkejut dengan kehadiran Tuan Muda mereka, mereka lebih terkejut karena Tuan Muda mereka membawa seorang gadis cantik nan mungil bagai malaikat dengan mata bulat sempurna yang menambah kesan menggemaskan untuk gadis itu.
"Ahhhh Tuan Muda, anda datang? Maaf saya tidak menyambut anda karena saya tidak tahu bahwa anda akan datang kemari dan 'ehem' membawa kekasih anda kemari. Sekali lagi saya mohon maaf Tuan Muda." Ucap salah satu pelayan disana yang diketahui bahwa dia adalah seorang kepala pelayan.
"Ahhhh, gweanchanayo Tuan Han, aku pun sebenarnya tak memiki rencana untuk datang kemari. Kebetulan aku didekat sini jadi sekalian aku mampir untuk makan siang."
Sementara Kyungsoo masih berpikir keras, bagaimana bisa ia disebut 'kekasih' Jongin. Apakah mereka terlihat seperti sepasang kekasih? Itu benar-benar mengganggu pikiran Kyungsoo.
"Baiklah Tuan dan Nona, mari ikut saya."
Kepala pelayan itupun berbalik dan berjalan akan menunjukan tempat yang dimaksud. Jongin dan Kyungsoo hanya mengikuti saja dibelakang kepala pelayan itu.
Hingga akhirnya mereka sampai disebuah ruangan mewah yang dimaksud kepala pelayan itu. Dan untuk kesekian kalinya Kyungsoo dibuat takjub akan bangunan ini. Tadi ketika masuk dia disuguhkan dengan dekorasi restoran ala eropa dan sekarang ia disuguhkan dengan sebuah pemandangan yang langsung dapat melihat jalan dan bangunan pencakar langit. Sungguh Kyungsoo benar-benar tercengang akan semua ini, bahkan seumur hidup dia tak pernah berfikir akan masuk bahkan makan ditempat semewah ini yang jelas pasti akan menghabiskan biaya yang tak sedikit hanya untuk melahap seporsi makanan.
Setela berdebat dengan pikirannya, Kyungsoo dipersilahkan duduk oleh kepala pelayan. Jongin dan Kyungsoo duduk berhadap-hadapan dengan meja bundar ditengah mereka. Meja itu dihiasi dengan taplak merah tua dan ditengahnya terdapat sebuah mawar merah didalam vas. Cantik! Pikir Kyungsoo.
"Baiklah sekarang Tuan dan Nona ingin makan apa?" tanya kepala pelayan itu sopan.
"Saya..." belum sempat Kyungsoo berbicara tapi perkataannya sudh dipotong duluan oleh Jongin.
"Semua! Sediakan semua yang enak untuk makan siang ini Tuan Han."
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Tuan dan Nona."
Sebagai jawabannya Jongin hanya mengangguk dan tersenyum kepada kepala Han. Sementara itu Kyungsoo masih kaget akan perkataan Jongin dengan membulatkan sempurna matanya. Menyadari Kyungsoo yang terdiam Jongin pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Wae Kyungsoo? Apa kau tak suka ku bawa kemari?"
"A-andwe Jongin-ah! Aku sangat suka berada ditempat ini, namun..." Kyungsoo menggantukkan kata-katanya yang membuat sebelah alis Jongin terangkat menandakan dia bingung.
"Namun kenapa Soo?" ucap Jongin sabar.
"Namun bagaimana bisa kau memesan seluruh makanan yang enak untuk makan siang?"
"Kenapa? Apa kau takut tak dapat menghabiskan semua?"
"Bukan itu maksudku! Begini maksudku, restoran ini sangat mewah dan pasti makanannya pun sangat mahal dan... jika kau memesan sebanyak itu apa tak akan membuatmu bangkrut?"
Jongin hanya tertawa mendengar perkataan polos Kyungsoo itu. Sementara Kyungsoo semakin bingung mengapa Jongin malah menertawakannya, apakah ada yang aneh dari pertanyaannya? Heyyy dia hanya berpikir realistis.
"Kenapa kau tertawa eoh? Apakah ada yang aneh dari pertanyaanku itu?" ucap Kyungsoo sebal.
"Hahahaha, aniya... hanya saja pertanyaanmu itu lucu Soo-ah" Jongin semakin tertawa ketika melihat ekspresi bingung Kyungsoo.
"Lucu? Apanya yang lucu dari pertanyaanku?"
Setelah berhasil mengontrol tawanya akhirnya Jongin mulai buka suara.
"Iya, pertanyaanmu itu benar-benar lucu Nona Do" Jongin menjeda ucapannya. "Dari awal sebelum kemari aku kan sudah bilang kepadamu bahwa aku akan mengajak kau ke restoran keluargaku."
Kyungsoo taget bukan main. "J-jadi, i-ini benar-benar milik keluargamu?"
"Ne, tuan putri. Ini milik keluargaku jadi kau tak perlu kuatir akan harga disini."
"Aku benar-benar tak percaya jika ini milik keluargamu."
Jongin hanya terkekeh melihat ekspresi O.O dari Kyungsoo.
Tak berselang lama pintu ruangan itu pun terbuka dan menampakan Tuan Han yang tersenyum hangat dan mempersilahkan beberapa pelayan untuk menyajikan hidangan pembuka.
Mereka pun makan dengan tenang mulai dari hidangan pembuka, hidangan inti bahkan sampai hidangan penutup. Terlihat Kyungsoo begitu menikmati seluruh hidangan yang disajikan. Dapat dilihat dari bibir heart shape Kyungsoo yang tak berhenti memuji makanan itu, seakan dia tak pernah mencoba makanan seperti itu.(Kyungsoo : Ralat thor, gua emang belon pernah makan begonoan/ Author : Suka-suka gua kali, yang nulis-nulis juga gua kenapa elu yang ribet/Kyungsoo : Terserah elu dah thor, percuma ngomong sama elu -,-).
Sementara Jongin hanya tersenyum sambil terus melahap makanannya. Dia benar-benar senang akan berbagai ekspresi yang Kyungsoo tampilkan. Benar-benar mirip anak kecil pikir Jongin.
.
.
.
*TBC*
_Balasan-Review_
To cute (Guest) : Gak janji ya, soalnya Baby Vee sekarang masih libur. Entar kalo udah masuk kuliahnya bkalan beneran diusahain fast update juga kok
To anaknya chansoo (Guest) : oke aku jawab satu-satu yaaaa. Pertama, karakter Kris disini aku buat jahat emang, dia Cuma baik sama kyungsoo aja kalo laennya mah tergantung. Kedua, kenapa kyungsoo enggak panggil jongin oppa, karena waktu nulis chap awal baby vee lupa buat kasih oppa, baby vee baru inget waktu udah nulis smpek chap 4, berhubung authornya males jadi ya udah keterusan deh :D. Terus kaisoo udah mulai deket dichap ini, apalagi dichap depan. Dan terakhir, makasih sarannya. Bakalan dipakek idenya, entar dichap kebarapaaaaaa gitu entar aku kasih moment chansoo tapi dichap-chap ini masih fokus sama kaisoonya, hihi... Gimana? Udah cukup jelaskah?
Hai everybody...
Ketemu lagi nih sama Baby Vee dichap 3. Kali ini Baby upload malem-malem banget, ehhh tepatnya pagi sihhh ini kalo itungan jamnya. Hihihi...
Oh iya, terimakasih buat yang udah mau review dan setia baca ff Baby Vee...
Hahhhh, seneng rasanya karena ada yang mau baca ff gak jelas ini...
Dan terakhir Baby Vee gak pernah bosen buat ingetin buat ninggalin jejak oke,,,
Okehhhh, sampai jumpa dichap selanjutnya...
Pay-payyyyy~
