*Not From Shadow Memories*
.
KyuMin
Slight! WonMin
And Other…
.
Rate : M
Genre : Hurt/Comfort, Romance
Author : Princess JOYELF137 and L137A
.
Summary : "Dia mengingatkanku pada Minnie..." Orientasiku berubah? Oh ayolah Cho Kyuhyun.. "Jangan jadikan Sungmin sebagai pelampiasan masa lalumu Kyu.." Tidak, Kyuhyun tak tahu pastinya, namun ia yakin mencintai namja itu tanpa bayang-bayang masa lalunya. "Ayo kita bermain tuan Cho.." Oh shit! "Kau menggodaku Lee Sungmin!"
.
Disclaimer : L137A bilang, Lee Sungmin adalah miliknya. Tapi, Princess JOYELF137 tetap yakin kalau Lee Sungmin adalah milik Cho Kyuhyun. Begitupun sebaliknya. Mereka berdua saling memiliki. Namun, FF ini milik kami berdua (Princess JOYELF137 and L137A)!
.
Last Chapter for GS, next chap is YAOI !
.
No Bash! No Flame! No Plagiat!
Don't Like Don't Read !
.
.
Chapter 3
Happy Reading ^^
enJOY~
.
.
TAP TAP TAP TAP TAP
Dua namja berwajah rupawan terlihat memasuki bangunan besar dengan tergesa. Namja di depan diketahui bernama Yesung berhenti di depan resepsionis bagian informasi, bertanya dan meminta arah tempat yang mereka tuju. Sementara namja yang mengikutinya daritadi hanya diam memperhatikan. Setelah mendapat jawaban, Yesung beranjak pergi dan tak lupa mengucapkan terimakasih sebelumnya.
"Hyung, Yesung hyung.." tanya Donghae yang tengah dalam keadaan bingung. Tak mengerti, kenapa mereka berada disini?
Gumaman kecil terlontar dari bibir tipis Yesung menanggapi pertanyaan Donghae.
"Kenapa kesini? Bukankah tadi kita akan ke apartmenmu hyung?"
"Sudah ikuti aku saja, nanti kau juga mengerti." jawab Yesung yang mulai berbelok kearah kanan sesuai arahan yang tadi ia dapat.
Donghae menggerutu, ia benar-benar tak paham jalan pikiran namja aneh itu. Namun tetap saja namja berambut coklat itu mengekor dibelakang hyungnya.
"Yesung hyung.." suara yang familiar mereka dengar mengejutkan dari belakang, membuat Yesung dan Donghae kompak menolehkan kepala.
"KAUUU!" mata Donghae membulat dengan jari menunjuk arah muka namja berbadan lebih tinggi darinya.
"Siwon-ah.." terbersit nada khawatir dari suara Yesung menanggapi kehadiran Siwon.
"Brengsek kau! Teman macam apa kau, tega menusuk dari belakang hah!" Donghae langsung menarik kerah kemeja yang dikenakan Siwon dan menekannya kuat hingga punggung namja kaya itu menabrak dinding.
Yesung yang melihat hal tersebut tak tinggal diam. Sekuat tenaga namja bersuara emas itu menghalau Donghae yang sepertinya tengah dikuasai amarah.
"Hentikan Hae, Lepaskan Siwon!" bentaknya.
"Apa-apaan ini hyung!? Lepaskan aku! Biarkan aku menghajar namja brengsek itu untuk Kyuhyun!" ucapnya keras-keras membuat beberapa orang tak nyaman melihat tingkahnya.
"Jangan berteriak bodoh!"
Seluruh perhatian terpusat pada Yesung Donghae dan Siwon, tiga orang pembuat gaduh tersebut.
"Tck!" Donghae mendengus kesal, pasalnya kini semua mata tertuju padanya.
Ia menghentak tangan Yesung yang menahannya lalu membungkukkan badan ke segala arah bermaksud meminta maaf atas perilakunya.
"Biarkan aku yang menjelaskan ini pada Donghae, hyung.." ujar Siwon.
"Hhh, mau menjelaskan apa kau hah? Semua tingkah busukmu sudah terlihat!" desis Donghae sembari mencibir. Meskipun masih dikuasai emosi, tampaknya kini ia lebih bisa mengendalikan diri.
"Ini tidak seperti yang kau lihat.." ucap Siwon lemah.
Donghae mencebik malas.
"Siwon benar.."
Mata Donghae membulat mendengar pembelaan Yesung. Apa-apaan ini? Sebenarnya dipihak siapa namja berusia paling tua di antara mereka ini?
"Kau membelanya hyung?"
"Tidak, bukan begitu.."
"Tck! Sudahlah!"
Donghae pergi darisana setelah sebelumnya menyenggol keras bahu Siwon. Tak tahan berlama-lama dengan seorang penghianat. Tak adakah yang berpihak pada Kyuhyun saat ini? bahkan Yesung pun berbelok membela Siwon.
"Kurasa, aku harus bicara dengan Donghae. Nanti aku akan kembali kesini Siwon-ah.." ujar namja Virgo itu menatap kepergian Donghae yang sedang berjalan cepat.
"Ne hyung, percayakan semua disini padaku.." jawab Siwon seraya menepuk pelan pundak Yesung.
Yesung segera berlari mengejar Donghae. Siwon menghela napas dan berdoa semua baik-baik saja. Setelahnya ia berlalu dari sana, menuju tempat yang menjadi awal destinasinya.
Siwon membuka pintu ruangan bercat hijau lembut itu pelan. Senyum lembut seorang wanita cantik terlukis menyambut kedatangannya hingga tanpa sadar lekung di bibirnya ikut tertarik membalas.
"Minnie.."
.
.
Yesung berhasil menyusul Donghae dan memaksa namja itu ikut bersamanya. Awalnya namja yang suka bertingkah kekanakan itu menolak, bahkan mengacuhkannya. Tapi dengan tarikan paksa, disinilah mereka sekarang berada. Duduk bersebelahan di depan minimarket sambil memegang kaleng minuman bersoda yang dibeli oleh Yesung.
"Apa yang ingin kau jelaskan hyung? Mau mengatakan kalau kau mendukung hubungan mereka huh?" Donghae menengak minumannya cepat.
"Siwon dan Minnie, tidak seperti yang kau pikirkan Hae.." terang Yesung.
"Tidak kau bilang? aku dan Kyuhyun melihat langsung mereka bermesraan hyung. Itu sudah membuktikan semuanya!" keukeuh Donghae.
Yesung menggeleng tak setuju. Tidak, mereka tidak seperti apa kata Donghae dan Kyuhyun. Ada alasan yang mendasari mereka melakukan itu semua. Hal itu membuat Donghae berdecak kesal.
"Sudahlah, lebih baik aku pulang saja!" Donghae mulai berdiri dan bersiap pergi. Namun baru beberapa langkah ia kembali menoleh mendengar suara baritone Yesung.
"Minnie sakit Hae.."
"Ya, Kyuhyun juga sakit diperlakukan seperti itu hyung.." jawab Donghae membela sahabatnya.
Namja kelahiran bulan Oktober itu akan kembali pergi jika tangan Yesung tak menahannya dengan teriakan yang terdengar frustasi di telinga.
"Aku serius Hae! Minnie sakit!" ulang Yesung.
Donghae mengernyit tak paham. Yesung ikut berdiri, merangkul pundak Donghae dan mengajaknya kembali duduk.
"Duduklah, akan ku ceritakan padamu yang sebenarnya."
.
.
Beberapa hari yang lalu…
"Kalian hutang penjelasan padaku!" Yesung berkacak pinggang di depan Shengmin dan Siwon yang menatapnya takut.
"H-Hyung.." Siwon tergagap, tak menyangka akan kehadiran Yesung di dihadapan mereka saat ini.
Begitupun keadaan Shengmin. Badannya bergetar dan menggenggam erat lengan Siwon dengan kepala tertunduk. Tak ingin menampakkan wajah sedikitpun pada Yesung.
"Hiks.. Maaf... Maafkan aku.." Minnie terisak, air mata mulai membasahi pipi halusnya membuat Yesung tercengang dengan wajah bodohnya.
"K-kenapa kau menangis Minnie-ya.." Yesung mengambil tempat disebelah yeoja bersurai hitam itu. Masih bingung dengan keadaan yang ia hadapi. Kemana Shengmin yang dengan berani membentak Kyuhyun tadi?
"Hiks.. Ini, t-tidak hiks.. seperti yang kau lihat oppa.." Shengmin mengangkat wajahnya, berusaha menatap tepat dalam orbit kelam Yesung. Liquid bening terus mengalir dari matanya yang sudah memerah.
Tak tahan melihat itu, Yesung menyeka air yang keluar dengan jemari pendeknya. Ia tak tahu bagaimana menghadapi situasi ini. Tak pernah sebelumnya ia melihat wanita menangis didepannya.
"Minnie-ya.."
"Uljima Minnie.. Biar aku saja yang menjelaskan pada Yesung hyung.." Siwon turut menenangkan yeoja itu. Ia mengelus pelan punggung Shengmin yang daritadi bergetar karena isakan tertahan.
Fokus Yesung kini beralih pada Siwon.
"Yesung hyung.. Minnie, sakit.." berat hati Siwon mengatakan hal tersebut. Ia sendiri juga sakit menyadari kenyataan yang terjadi.
"A-apa?" tanya Yesung tak percaya.
"Hikss.. Maaf... Maafkan aku.." Shengmin tak hentinya menangis dan bergumam maaf. Tak ada maksud menyembunyikan semua masalah yang ia hadapi. Ia hanya tak bisa. Tak bisa mengatakannya. Tak bisa melihat orang lain, terutama orang terdekatnya bersedih karenanya.
"K-kalian bercanda kan?"
"Hiks, T-tidak.. A-aku.." Shengmin mencoba menjelaskan.
"Minnie memiliki masalah pada jantungnya hyung.." potong Siwon. Kini ia meraih tubuh Shengmin dan mendekapnya. Membiarkan air mata yeoja itu membasahi baju depan bagian dada.
"T-tapi kenapa? Kenapa kalian malah melakukan ini? Kyuhyun pasti.." Yesung tak sanggup melanjutkan katanya. Tak habis pikir, kenapa Minnie memilih jalan seperti ini.
"A-aku.. tidak ingin Kyuhyun sedih.." lirih Shengmin.
"Tapi Minnie.. Kyuhyun berhak tahu.. Dia kekasihmu.." ucap Yesung menggebu.
Shengmin mengangguk seolah menyetujui. Tapi ternyata keputusannya tidak member tahu Kyuhyun tetap kuat. Apalagi..
"Satu minggu lagi, hiks.. Satu minggu lagi aku akan menjalani operasi..." ucapnya terbata.
"Astaga, Minnie-ya.."
"Kumohon, jangan bilang ini pada siapapun.. Terlebih pada Kyuhyun.." muka Shengmin memelas sepenuhnya. Berharap Yesung mau bekerjasama.
"Berjanjilah padaku.. Emm?" Shengmin menggenggam erat tangan Yesung, meminta kepastian dari namja itu. Yesung pun tak tahu lagi bagaimana. Ia begitu iba, meskipun merasa ini salah tapi ia luluh akan air mata Shengmin yang terus mengalir keluar.
"Baiklah Minnie.." ucapnya kalah.
"Gomawo... Jeongmal gomawo semuanya.." Shengmin tersenyum lega. Ia menyeka air matanya lalu menggenggam erat jemari Siwon disebelah kiri dan Yesung disebelah kanannya. Bersyukur memiliki sahabat yang pengertian padanya.
Mungkin karena kebanyakan mengeluarkan airmata atau kondisi fisik yang semakin melemah, tubuh ringkih Shengmin mendadak tak seimbang dan kesadarannya pun hilang. Hal yang tentu membuat dua namja disebelahnya panik tak kepalang.
"Minnie! Minnie!"
.
.
"Setelahnya, kami membawa Minnie ke rumah sakit." ujar Yesung menyudahi cerita.
Mata Donghae sudah memerah. Benar, tak butuh waktu lama kristal bening menetes dari namja yang memang terkenal sensitive tersebut.
"K-kau bohong kan hyung? Apa yang kau ceritakan tadi.." Donghae tak bisa mempercayai hal ini. Ia tak sanggup melanjutkan kata.
"Aku juga tak percaya saat pertama kali mendengar ini Hae-ya, tapi aku mendengar langsung dari Minnie.." ucap yesung meyakinkan. Meskipun sebenarnya ia masih tak percaya perihal penyakit Shengmin sampai hari ini. Tak ingin percaya lebih tepatnya.
"Lalu, bagaimana dengan Kyuhyun?" tanya Donghae, matanya bergerak tak tentu arah. Ia tahu ini memang bukan masalah yang tengah ia hadapi. Tapi apa yang menimpa sahabatnya, tentu ia tak bisa hanya berdiam diri saja.
"Aku juga tidak tahu." lirih Yesung.
"Untuk saat ini kita turuti saja kemauan Minnie.." lanjutnya.
"A-apa tadi kita kesana untuk menemui Minnie?"
Donghae menatap Yesung, meminta jawaban. Berharap salah, berharap ini tak nyata.
"Ya, Rumah Sakit itulah tempat Minnie dirawat sekarang. Baru kemarin Minnie dipindahkan kesana." jelas Yesung.
Keduanya terdiam. Menetralkan perasaan yang bergemuruh dalam diri masing-masing.
"A-aku.. Ingin bertemu Minnie.." ucap Donghae pada akhirnya.
Yesung tersenyum mendengarnya. Sepertinya, Donghae sudah bisa.. ah tidak, sudah mau mengerti keadaan yang terjadi.
Mereka tentu tak bisa menerima kenyataan ini.
"Hmm, kau juga harus minta maaf pada Siwon.." angguk Yesung. "Kita kesana sekarang?" tanyanya.
"Ne hyung.."
.
.
*Not From Shadow Memories*
.
.
Sudah tiga hari ini Kyuhyun terjaga di kampus tempatnya kuliah. Dari pagi sampai sore hari ia berkeliling, selain mengikuti kuliah yang tak bisa lagi ia tinggalkan juga mencari keberadaan Minnie dan Siwon yang seolah menghilang tanpa jejak.
Beberapa hari yang lalu, ia dan Donghae tak sengaja menemukan kekasih- mantan kekasihnya, ah tidak! Kyuhyun tak mau mengakui itu. Shengmin masih kekasihnya! Ya, kekasihnya itu bermesraan dengan Siwon.
Mereka bermaksud mengejar dan menghajar namja brengsek itu tapi mobil yang dikendarai Siwon melaju dengan cepat. Membuatnya tertinggal jauh. Menyisakan kemarahan yang bertumpuk dan mengakar.
Malamnya, Kyuhyun hanya mengurung diri dikamar apartmennya. Bertemankan seperangkat benda bernama Play Station dan Laptop berisikan ratusan game dalam sana. Botol-botol minuman beralkohol juga tergeletak sembarang dalam kamar yang bagaikan kapal pecah tersebut.
Berulangkali teriakan mengumpat keluar dari bibir tebal pemilik kamar. Ia kesal dan semakin kesal saat bayangan sang kekasih terus menerus mengganggu permainannya. Membuatnya kalah.
Cho Kyuhyun, benci kekalahan!
Pun cintanya telah kandas, tapi ia tidak mau mengakui itu semua. Tidak akan mau! Tidak akan pernah mau!
Siwon. Satu nama yang akan ia benci seumur hidupnya. Yang dengan tega menusuknya dari belakang. Merebut cintanya, merebut penguat hidupnya karena harta. Huh, lihat saja! Aku akan jadi jauh lebih kaya daripada kau nantinya! Itulah yang ada dalam benak Kyuhyun hari-hari belakangan.
Besok, tepat satu minggu Minnie dan Siwon tak ada kabar. Mereka menghilang. Meninggalkannya terpuruk dalam kesedihan mendalam. Yesung dan Donghae pun akhir-akhir ini mulai ikut-ikutan tak jelas keberadaannya. Mungkin mereka sudah tak peduli lagi dengan masalah yang menimpanya.
Kyuhyun tahu, ini masalah pribadinya. Namja bermarga Cho itu bertekad, apapun yang terjadi ia harus menemukan Minnienya. Besok ia harus menghajar si brengsek Siwon dan merebut kembali kekasihnya.
.
.
.
Kedua mata sipit Yesung menatap nanar tubuh mungil yang tertidur di ranjang pasien. Beberapa kali ia mengerjapkan mata kala liquid bening hendak menerobos pertahanannya. Hatinya berdenyut nyeri. Yeoja cantik yang sudah ia anggap sebagai adik kandung sendiri itu kini tergeletak lemah dengan selang infuse menghiasi wajah cantiknya.
Yesung kembali mengerjapkan matanya saat ia melihat butiran kristal perlahan mengalir dari kedua manik rubah yang terpejam itu. Ia yakin, dalam bawah sadarnya, Shengmin. Sang yeoja yang terbaring lemah itu tengah mengingat seseorang. Seseorang yang teramat di cintainya.
Yesung bergerak perlahan, menyentuh tangan halus yang juga sama-sama di bungkus selang infuse. Mengusapnya sayang, berharap Shengmin tenang dalam tidurnya.
Ya! Tidur…
Itu lah yang Yesung, Siwon dan juga Donghae yakini. Shengmin tengah tertidur saat ini. Tidur dengan mimpi yang sangat indah. Meskipun jauh di lubuk hati mereka tetap merasa was-was dengan apa yang Dokter katakan beberapa saat yang lalu.
"Saat ini, Lee Shengmin-ssi kritis. Kami tidak tahu kapan ia akan sadar kembali. Kalau dalam 24 jam dia tak sadarkan diri, kami akan melakukan operasi. Saya harap kalian semua bisa tabah."
Satu titik bening berhasil keluar dari mata sipit Yesung. Perkataan Dokter paruh baya itu selalu menghantuinya.
"Bertahanlah untuk Kyuhyun. Kumohon. Kau pasti akan sembuh Minnie."
Sreeeettttt….
Yesung mersakan suatu pergerakan dalam genggamannya. 'Apakah Minnie sadar?' pikirnya. Secercah harapan kini menelusup hatinya.
Namun…
Detik berikutnya, kedua mata Yesung terbelalak. Tubuh Shengmin terguncang hebat. Sebagai mahasiswa kedokteran Yesung tahu betul keadaan Shengmin saat ini adalah sesuatu yang tidak ia harapkan.
Tiiiiiiiiiiitttttttttt…
Yesung makin terbelalak kala mendengar bunyi nyaring dari layar monitor di samping tubuhnya. Sebuah garis lurus sudah terpampang jelas di sana.
"Cepat pindahkan dia ke ruang operasi!"
"Baik Dokter."
Hingar bingar suara para medis tak di hiraukannya. Yesung hanya bisa berdiri kaku di tempat kala beberapa perawat mendorong ranjang yang Shengmin tempati.
Matanya mengabur. Tubuh Shengmin semakin jauh dalam jangkauannya. Tubuhnya bergetar. Apa yang terjadi sekarang?
"Hyung! Apa yang terjadi? Hyung?!" suara panik Donghae berhasil menyadarkan Yesung.
"Hyung ku mohon jangan membuat kami takut. Minnie baik-baik saja bukan?" suara Siwon yang di sertai guncangan-guncangan pada tubuhnya semakin membuat kesadaran Yesung terkumpul.
Dengan air mata yang sudah mengalir deras dari kedua mata sipitnya, Yesung menatap Siwon dan Donghae bergantian. "Minnie…" suaranya seakan tercekat. Yesung tak tahu lagi harus berbicara apa. Yang pasti saat ini, ketakutan luar biasa tengah menyelimutinya.
.
.
Dua jam berlalu…
Pintu ruang operasi masih tertutup rapat. Entah bagaimana menggambarkan perasaan orang-orang yang menunggu di luar ruangan tersebut.
Kedua orang tua Shengmin saling berpelukan di kursi paling pojok, Donghae mengacak surai hitamnya dengan frustasi. Siwon menundukan kepala tak berani memperlihatkan derasnya air mata yang tak pernah berhenti mengalir dari kedua matanya. Sedangkan Yesung, mata sipitnya menatap pintu ruangan operasi dengan tatapan kosong. Perasaannya bergejolak. Apakah ia harus memberitahu Kyuhyun? Haruskah?
Dengan tangan bergetar, Yesung merogoh saku celananya. Mengambil benda hitam dari dalam sana.
Jemarinya sempat ragu untuk menekan tombol hijau pada layar touchscreennya. Tapi, akhirnya ia memberanikan diri untuk menekan tombol tersebut, mempersiapkan hati untuk berbicara dengan orang di sebrang.
"Yeoboseo.. Hyung?"
Yesung menggigit bibir resah. Ia berusaha untuk mengatur suaranya agar tidar bergetar. "Kyu…"
"Waeyo hyung? Sekarang aku sedang dalam perjalanan untuk mencari si brengsek Siwon. Sudah cukup satu minggu aku tak mendengar kabar mereka. Kesabaranku sudah habis hyung. Aku benar-benar kecewa pada mereka berdua!"
"Kyu.. Tolong dengarkan aku…" Yesung menyeka air mata yang sudah berkali-kali jatuh. Mengatur nafas sejenak untuk kembali menstabilkan suaranya. "Bisakah kau datang ke rumah sakit Kyu?" Lanjutnya.
"Rumah sakit? Kau sakit hyung?"
Yesung merasakan dadanya semakin sesak. Apa yang harus ia katakan selanjutnya?
"Kumohon, datanglah kemari Kyu…"
.
.
*Not From Shadow Memories*
.
.
Langkah jenjang Kyuhyun semakin tak sabaran. Hatinya berdetak kencang. Setelah percakapan ambigu dengan Yesung di telepon beberapa saat lalu, ia memutuskan untuk datang ke rumah sakit sesuai permintaan Yesung. Otak pintarnya langsung bekerja. Ada sesuatu yang tidak beres. Pasti!
Kyuhyun semakin mempercepat langkahnya. Lorong panjang rumah sakit membuatnya semakin kebas. Hatinya berdetak lebih keras.
DEG…
Langkahnya terhenti. Hati Kyuhyun bagaikan berhenti berdetak kala dari ujung lorong, ia dapat melihat dengan jelas kedua orang tua Shengmin menangis sambil berpelukan. Keadaan ketiga sahabatnya termasuk Siwon tak jauh berbeda. Firasatnya semakin benar. Ada yang tidak beres.
Kenapa mereka semua berada di luar ruangan operasi? Terlebih untuk kedua orang tua Shengmin.
Langkah panjang Kyuhyun perlahan semakin melambat. Lututnya bergetar. Demi tuhan! Meskipun ia belum mengetahui apa yang terjadi, tapi firasatnya mengatakan sesuatu terjadi pada yeoja yang teramat di cintainya.
Bulir bening sudah mengembun di kedua obsidiannya. Seluruh tubuhnya bergetar. Apakah ini mimpi? Sungguh! Kyuhyun berharap sekarang ini ia tengah bermimpi.
Manik obsidian Kyuhyun menangkap sosok tampan yang akhir-akhir ini sangat di bencinya semakin mendekat, kemudian ia merasakan sesuatu menyentuh bahunya. Sedikit remasan ia rasakan di bahunya yang ia yakini itu datang dari jemari orang yang sempat ia sebut mantan sahabat. Siwon.
"Kyu… jeongmal mianhae.."
Suara berat Siwon terdengar samar. Kyuhyun merasakan kepalanya berdenyut sakit. Tubuhnya mati rasa. Tatapan penuh penyesalan dari Siwon seolah menamparnya. Menampar ketidak tahuannya. Menertawakan ketidak berdayaannya.
.
.
.
Kejadian beberapa minggu lalu…
Shengmin berkali-kali mengintip spion mobil Siwon. "Kyuhyun benar-benar mengikuti kita Minnie."
Suara Siwon membuyarkan fokusnya. Shengmin menggigit bibir bawahnya resah.
"Kau benar Siwon-ah.. Apa yang harus kita lakukan?"
Siwon melirik Shengmin di sampingnya. "Untuk lebih meyakinkan Kyuhyun, kita harus bersandiwara dengan baik. Dan sebisa mungkin terlihat natural." Ucapnya kemudian.
"Aku… Aku.. Takut tak bisa." Lirih Shengmin menundukan kepala lesu.
"Minnie, bukankah kau sendiri yang ingin melakukan ini? Atau haruskah kita membatalkan rencana kita? Sepertinya lebih baik Kyuhyun tau kalau-"
"Tidak Siwon-ah!" Dengan cepat Shengmin memotong ucapan Siwon. Manik rubahnya kembali mengintip kaca spion. Namja yang teramat di cintainya berada tepat di belakang mobil Siwon saat ini.
"Aku tidak mau Kyuhyun tau." Cicitnya.
"Baiklah. Apa kau sudah sarapan? Bagaimana kalau kita sarapan di Kona beans? Dan sepertinya Kyuhyun akan mengikuti kita sampai di sana."
"Arraseo.."
.
.
Siwon menatap wajah cantik yang sedikit pucat di hadapannya. Kini mereka sudah duduk di salah satu bangku yang terletak di pojok café tersebut.
"Minnie, sekali lagi aku bertanya, apa kau yakin akan melakukan ini?"
Shengmin mengangkat kepala, memberikan senyuman manis yang terlihat sangat di paksakan.
"Jangan khawatir Siwon-ah, aku pasti bisa melaluinya. Dan aku sudah yakin dengan keputusanku. Aku tak ingin membuat Kyuhyun sedih."
"Tapi itu justru akan membuat kalian berdua menderita Minnie."
"Siwon-ah.. Selama bertahun-tahun aku bertahan dengan penyakitku demi Kyuhyun. Dan sekaranglah batasnya. Bukankah kau dengar sendiri apa yang Dokter katakan? Sudah tidak bisa Siwon-ah.. Perjuanganku sudah mencapai batasnya. Dan hingga saatnya tiba, aku tak ingin membuat Kyuhyun bersedih. Aku tak ingin melihat air mata Kyuhyun."
Siwon menelan ludah susah payah. Yeoja cantik di hadapannya benar-benar tegar. Bahkan saat Dokter memvonis hidupnya tak lama lagi, Shengmin masih bisa tersenyum manis. Dan cinta tulusnya untuk Kyuhyun benar-benar besar.
Jika dirinya berada di posisi Shengmin saat ini, entah apa yang sudah ia lakukan. Mungkin ia tak bisa setegar Shengmin, ia tak bisa sedewasa Shengmin. Demi orang yang di cintainya, Shengmin rela menderita.
"Aku tak mau kalian menderita Minnie. Kyuhyun pasti akan sangat membencimu."
Shengmin kembali menggigit bibir bawahnya, ia meremas jemarinya resah. Apa yang Siwon katakan memang benar. Kyuhyun akan sangat membencinya. Tapi tak ada cara lain. Ia tak ingin membuat Kyuhyun menangis.
"Aku sudah siap Siwon-ah. Lebih baik Kyuhyun membenciku daripada aku harus melihat air mata kesedihan darinya."
"Baiklah jika itu memang sudah menjadi keputusanmu. Aku akan membantumu."
"Tapi.. Kyuhyun juga akan membencimu Siwon-ah.."
"Gwaenchanna.. Aku juga sudah siap. Toh aku yakin, suatu saat nanti aku akan mendapatkan maaf darinya."
Ekor mata Siwon melirik pintu masuk. Kyuhyun memasuki café itu. Dan meskipun wajah tampan itu hampir seluruhnya tertutup, tapi Siwon dapat dengan jelas mengenalinya.
"Kurasa Kyuhyun benar-benar mengikuti kita kemari." Bisiknya pada Shengmin.
Siwon melihat jemari Shengmin yang bergetar di atas meja. Perlahan, ia menggerakan tangannya, meraih jemari Shengmin yang sudah berkeringat dingin.
"Tenanglah.." Siwon kembali berbisik.
Kyuhyun mendudukan dirinya tepat di belakang Shengmin.
Untuk beberapa saat Siwon tak tahu apa yang harus ia ucapkan. Sepertinya yeoja cantik di hadapannya belum tenang. Keringat dingin masih ia rasakan dalam genggamannya. Shengmin semakin menggigit bibirnya kuat. Dan Siwon bisa melihat dengan jelas, kedua manik rubah Shengmin sudah mengembun.
Satu tetes bening air mata berhasil lolos. Dengan penuh perhatian, sebelah tangan Siwon mengusap aliran bening yang menuruni pipi halus Shengmin.
Beruntung saat ini Kyuhyun berada di belakang Shengmin, Siwon yakin Kyuhyun tidak mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi di belakangnya.
Shengmin menghirup nafas dalam. Setelah merasa tenang, ia memutuskan untuk bersuara.
"Apa kau tidak menyayangiku Siwon-ah?"
Siwon menganggukan kepala. Sebagai isyarat kalau semuanya akan baik-baik saja. Kemudian iapun mulai mengikuti sandiwara yang Shengmin mainkan.
"Anio Minnie, aku menyayangimu. Bahkan sangat menyayangimu." Ucapnya susah payah.
Shengmin kembali berkaca-kaca, dengan cepat ia menyeka aliran bening yang siap menuruni pipinya. "Siwon-ah, kau akan tetap di sampingku kan?"
Siwon sedikit melirik belakang kursi Shengmin, sepertinya Kyuhyun benar-benar menyembunyikan dirinya di balik sandaran kursi yang tinggi itu.
"Tentu saja Minnie.." Ucap Siwon sedikit menghela nafas berat.
"Gomawo Siwon-ah.."
Bibir tipis Shengmin kembali di gigit dengan kuat. Hingga sedikit lecet dan berdarah. Siwon sudah tak tahan melihat yeoja cantik itu memaksakan diri. Ia tahu perasaan Shengmin saat ini pasti sangat kacau. Iapun memutskan untuk segera membawa yeoja cantik itu keluar dari sana.
"Cepat selesaikan makanmu Minnie. Sebentar lagi kelas di mulai." Ucapnya. Dan beberapa detik kemudian, Siwon menarik tangan Shengmin lembut. Membawanya pergi meninggalkan Kyuhyun yang ia yakini sudah mendengar semua sandiwara mereka.
.
.
"Hiks…" Siwon mendekap tubuh bergetar Shengmin. Setelah berhasil meninggalkan café yang terletak di dekat kampus itu, Siwon menepikan mobilnya di pinggiran sungai han. Kondisi Shengmin saat ini tidak memungkinkan untuk mereka mengikuti pelajaran.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang Minnie-ya.."
Shengmin makin menyurukan kepalanya pada dada Siwon. Menumpahkan semua air matanya yang sudah ia tahan sejak tadi. Hatinya terasa sakit dan juga sesak. Demi apapun itu, hatinya benar-benar sakit. Tapi ini memang jalan yang sudah ia ambil. Ia tak ingin Kyuhyun mengetahui penyakitnya yang sudah bertahun-tahun ia jaga.
Hingga akhir hayatnya, Shengmin hanya ingin melihat senyum Kyuhyun. Bukan air mata kesedihan. Meskipun ia yakin setelah ini ia akan melihat Kyuhyun bersedih. Tapi itu lebih baik, jika alasan kesedihan Kyuhyun karena mengira dirinya yang sudah mengkhiantai Kyuhyun.
Lebih baik Kyuhyun membencinya dari pada Kyuhyun menangisi kepergiannya. Hingga saatnya tiba, dimana Tuhan membawanya kembali ke sisi-Nya, ia tak ingin melihat tangis sedih Kyuhyun. Shengmin ikhlas, ini keputusan terbaik untuknya. Akan lebih baik Kyuhyun membencinya seperti sekarang.
.
.
*Not From Shadow Memories*
.
.
Seluruh persendian Kyuhyun melemas. Yang bisa ia lakukan saat ini bersimpuh di depan pintu ruangan operasi yang belum juga terbuka. Selama ini Shengmin sakit parah. Dan ia yang notabene seorang mahasiswa kedokteran tak mengetahui apa-apa.
Kenapa ia sangat bodoh? Selama ini, ia tak merasa ada yang salah dengan diri Shengmin. Yeoja cantiknya selalu terlihat lincah dan juga bahagia. Tak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kalau Shengmin terlihat seperti seorang pasien yang tengah kesakitan.
Gagal jantung.. Sebuah penyakit yang teramat sangat menakutkan. Dan kenapa itu terjadi pada Minnie-nya?
Dosa apa yang sudah ia lakukan sehingga ia harus mengalami semua ini? Jika saja ia tahu sejak awal, mungkin tidak akan sesakit ini rasanay. Tak akan semenyesal ini jadinya.
Kyuhyun memukul-mukul dadanya. Kilasan bayangan saat ia memperlakukan Shengmin dengan kasar waktu bercinta beberapa saat lalu kembali terbayang. Apakah saat itu yeoja cantiknya tengah berjuang menahan penyakitnya? Tapi karena dirinya di butakan oleh kecemburuan, ia tak dapat melihat raut kesakitan dari kekasihnya tercinta.
Penyesalan tak akan pernah hilang dari dirinya. Yang bisa Kyuhyun lakukan saat ini hanya berdoa. Memohon kebaikan dari Tuhan untuk membawa kekasihnya kembali. Hanya satu yang ia pinta saat ini, kesembuhan Shengmin. Karena jika tidak, selamanya ia akan hidup dalam sebuah penyesalan. Biarlah Shengmin membenci dirinya yang sudah menyakiti hati yeoja cantik itu, yang penting Shengmin bisa kembali sembuh. Bahkan kalau perlu, ia rela menukarkan nyawanya untuk Shengmin.
Setelah penantian yang terasa seabad lamanya akhirnya pintu itu terbuka. Seorang Dokter paruh baya keluar dari sana. Peluh sudah menghiasi wajah tegas sang Dokter.
Kyuhyun dengan cepat berdiri dari posisinya. Kedua obsidiannya yang memerah menatap tajam paras sang Dokter. Semua orang yang berada di sana mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan, kini semuanya sudah berdiri mengelilingi Dokter yang menatap mereka satu persatu.
"Jeongmal jeosohamnida.. Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi…."
Jdeeeeerrrr…..
Bagai petir yang menyambar mereka. Semuanya diam. Termasuk Kyuhyun. Kata-kata yang terucap dari mulut Dokter itu sudah ia hafal betul maknanya. Selama menjadi mahasiswa kedokteran, kata-kata ajaib namun mempunyai makna pahit itu sudah sangat ia ketahui.
"Dengan sangat menyesal, kami mohon maaf. Kami tak bisa menyelamatkan Lee Shengmin-ssi…" ucapan Dokter paruh baya itu sudah tak di dengarnya.
Seluruh tubuh Kyuhyun bergetar hebat. Persendiannya melemas, bahkan untuk sekedar mengangkat sebelah tangannyapun ia sudah tak sanggup. Kakinya bagai terpaku di tempat. Air mata kembali membanjiri pipi tirusnya. Jantungnya benar-benar berhanti berdetak. Bahkan ia berharap jantungnya tak pernah kembali berdetak, agar ia bisa bersama sang kekasih.
Raungan tangis dari mulut ibu Shengmin tak lagi Kyuhyun dengar. Bahkan, isakan cengeng Donghae pun tak ia hiraukan. Pelukan hangat dari Yesung sungguh tak berasa untuknya. Kyuhyun mati rasa. Pikirannya kosong. Ia tak tahu sikap apa yang harus ia ambil saat ini.
Meskipun aliran deras terus membanjiri pipinya, namun mulut Kyuhyun bungkam. Tak ada isakan tangis, tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir tebalnya. Hingga kedua obsidiannya menangkap sosok pucat yang menutup matanya dengan tenang di atas kasur yang di dorong oleh beberapa perawat.
"Minnie.." Bisiknya parau.
Para perawat menghentikan langkahnya tepat di depan Kyuhyun. Yesung melepas pelukannya. Dengan hati yang sama-sama sakit. Yesung memperhatikan gerak gerik Kyuhyun selanjutnya.
Kaki Kyuhyun bergetar, kemudian dengan lemas, ia menekuk kakinya, berdiri dengan kedua lutut menyangga beban tubuhnya di lantai, mensejajarkan wajah tampannya dengan posisi Shengmin yang tertidur di atas kasur. Jemarinya yang bergetar bergerak ragu untuk menyentuh wajah pucat yang masih terlihat cantik itu.
"Sayang, buka matamu. Aku di sini sayang.."
Yesung menggigit bibir. Tak tahan melihat pemandangan yang menyayat hati itu. Begitupun Siwon dan juga Donghae, keduanya sudah larut dalam tangis. Terutama kedua orang tua Shengmin. Mendengar ucapan pilu Kyuhyun membuat hati mereka sakit.
Bahkan perawat yang bertugas membawa jasad Shengminpun tak kuasa menahan air mata mereka. Baru kali ini mereka mengantar kepergian seseorang yang begitu mengharukan seperti ini.
"Minnie, jebal.. Buka matamu. Kumohon kembalilah.." Suara bergetar Kyuhyun kembali terdengar.
Kedua manik obsidiannya sudah basah oleh air mata, isakan kini terdengar jelas dari bibir tebal Kyuhyun. Tangannya semakin bergetar kala menelusuri seluruh lekuk di wajah Shengmin.
"Jebal…" lirihnya.
Kyuhyun tahu itu semua akan sia-sia. Tapi tak ada salahnya bukan ia berharap keajaiban menghampirinya?
"Kyu… kau harus sabar dan ikhlas." Yesung menghampiri Kyuhyun, menyentuh pundak Kyuhyun lembut.
"Kau tahu Kyu? Shengmin yeoja yang sangat hebat dan juga kuat. Aku yakin, dia akan bahagia di atas sana."
"Ini salahku… Ini semua salahku…" Kyuhyun meracau tak menentu.
"Jangan menyalahkan diri sendiri Kyu. Ini sudah kehendak yang maha kuasa. Kau harus sabar. Minnie tak ingin kau seperti ini. Percayalah.. Minnie menginginkan kau selalu bahagia.." Siwon ikut menghampiri Kyuhyun.
Meskipun semuanya bersedih, tapi mereka tak bisa melawan takdir. Mereka hanya bisa meyakini kalau Tuhan pasti memiliki kehendak lain. Ini semua ujian untuk mereka.
"Mianhae chagii… Jeongmal mianhae.." Kyuhyun masih menatap nanar paras cantik yang enggan untuk membuka mata itu. Hatinya benar-benar sakit. Penyesalan yang begitu besar kini ia rasakan.
"Kyu… kami yakin kau pasti kuat. Jika kau seperti ini, Shengmin pasti sangat sedih di atas sana."
Perlahan, Kyuhyun menggerakan kedua kakinya, mencoba untuk berdiri tegak meskipun tak dapat dipungkiri kedua lututnya yang bergetar tak bisa menopang berat tubuhnya. Namun, dengan di bantu Yesung dan juga Siwon, ia dapat berdiri tegak. Memandang sekujur tubuh Shengmin yang kaku.
Kyuhyun membungkukan tubuhnya. Berhenti kala wajahnya tepat di atas wajah pias Shengmin. Menatap lekat paras cantik itu seolah tengah menyimpan setiap lekuk yang ada di sana kedalam memorinya. Menyimpannya baik-baik dalam hati terdalamnya.
Bibir Kyuhyun bergetar. Dengan susah payah ia kembali berucap. "Saranghae…"
Kemudian, Kyuhyun kembali bergerak. Wajahnya semakin mendekati wajah tenang Shengmin.
Chup…
Satu kecupan ia daratkan di kening dingin Shengmin. Matanya terpejam. Satu titik kristal bening jatuh tepat di atas kening dingin tersebut. Kyuhyun kembali bergerak.
Chup…
Bibir bergetarnya mendarat di bibir Shengmin yang tertutup rapat. Mengecupnya penuh sayang. Kecupan terakhir untuk orang yang sangat di cintainya.
Kyuhyun mengangkat wajahnya. Memandang wajah cantik itu untuk terakhir kalinya. Setelah menghembuskan nafas berat, Kyuhyun ikhlas. Ikhlas untuk melepas pergi sang kekasih. Ia boleh kehilangan raga Shengmin. Tapi dalam hatinya yang terdalam, yeoja cantik itu akan tetap ada. Selamanya.
.
.
*Not From Shadow Memories*
.
.
5 tahun kemudian…
Sreeett… Srreettt… Sreettt…
Suara gesekan lembar demi lembar kertas memenuhi ruangan sepi itu. Aroma khas obat-obatan menguar dari ruangan tersebut. Seorang namja tampan dengan serius membaca hasil laporan medis yang ia terima.
Sebuah kaca mata baca menghiasi wajah tampannya. Sesekali keningnya terkerut kala membaca deretan angka beserta huruf yang terdapat dalam laporan tersebut. Jas kebanggaan bagi seorang Dokter masih membungkus tubuh jangkungnya. Tulisan Dokter spesialis jantung tertera di bagian dada kiri jas Dokter itu.
Siapapun yang melihat suasana itu pasti akan dengan cepat menyimpulkan bahwa namja berkaca mata itu seorang Dokter yang sangat bekerja keras. Lihat saja, bahkan saat ini adalah jam istirahatnya. Tapi, ia masih sibuk menganalisis laporan yang diterima.
Karena fokusnya bekerja, sekedar membuka jas Dokter pun ia tak sempat.
Tok… Tok… Tok…
"Masuk." Tanpa mengalihkan fokusnya, bibirnya berucap.
"Dokter Cho, bukankah hari ini kita harus siap-siap pindah ke rumah sakit pusat?" Sebuah suara manja seorang yeoja menghampiri indera pendengarannya.
Ia hafal betul suara itu. Suara perawat yang bekerja bersmanya. "Kau benar." Ucapnya.
"Kenapa anda masih sibuk? Bukankah seharusnya kita siap-siap Dokter?"
Sang Dokter menghembuskan nafas kesal. Ia beralih menatap yeoja yang kini berdiri di hadapannya.
"Dasom-ssi, bisakah kau bersiap-siap tanpa mengusikku? Aku masih sibuk. Setelah semuanya selesai aku akan segara bersiap-siap." Ucapnya terkesan sinis.
Yeoja yang ternyata bernama Dasom itu mengigit bibir kesal. Kemudian, setelah sedikit membungkuk ia meninggalkan ruangan Dokter tersebut.
"Tck! Cho Kyuhyun! Kau selalu saja mengabaikanku!" Umpatan terdengar samar dari yeoja itu sebelum sepenuhnya menutup pintu.
Yah… dialah Cho Kyuhyun. Dokter spesialis jantung yang sangat giat bekerja. Bahkan mungkin motto dalam hidupnya saat ini, pekerjaan adalah segalanya.
Semenjak kejadian kelam 5 tahun yang lalu, kehilangan orang tercinta membuat dunianya berubah 180 derajat.
Tak ada lagi waktu bersenang-senang. Semua usaha dikerahkan agar bisa menjadi dokter yang baik, yang bisa menyelamatkan nyawa orang di tangannya. Agar kasus Minnie tak terulang lagi. Jujur, ia selalu merasa tak berdaya melihat kematian pasien di tangannya.
Kerja kerasnya terbukti. Dari sekian banyak operasi yang telah ia lakukan, presentasi gagal kurang dari angka lima persen. Hal tersebut membuat namanya terkenal dan mendapat kepercayaan ditempatkan di rumah sakit pusat.
Kyuhyun menutup berkas dan melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Jarum disana menunjuk pada angka dua, sudah waktunya ia berbenah diri dan bersiap pergi ke rumah sakit pusat. Tak berapa lama Kyuhyun keluar ruangan dengan pakaian yang lebih santai. Jas putihnya sudah ia tanggalkan dan terlipat rapi dalam tasnya.
.
.
*Not From Shadow Memories*
.
.
Ruangan yang minimalis. Sesuai dengan apa yang Kyuhyun minta sebelumnya. Mengingat posisinya saat ini sebagai Dokter Spesialis bedah jantung yang sangat hebat, sebenarnya Kyuhyun sudah di tawari sebuah ruangan luas dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tapi, itu semua tak di indahkannya. Justru Dokter tampan itu malah meminta sebuah ruangan sederhana namun memiliki fasilitas yang memadai dan membuatnya merasa nyaman.
Setelah merasa semuanya tertata rapi, sang Dokter muda, melangkahkan kaki jenjangnya. Mencoba untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru di sana.
"Mana dokter disini!" teriak seorang namja memarahi suster di depannya terdengar sampai telinga Kyuhyun yang tengah berjalan di koridor rumah sakit.
"Hei, ada apa ini?" tanya dokter muda itu pada seorang perawat yang barusaja keluar dari ruangan tersebut.
"Ah. Anda Dokter Cho yang baru pindah kemari? Selamat datang Dokter. Saya Kim Kibum." Ucap sang perawat sambil membungkukan badan di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun menunggu perawat yang ternyata bernama Kim Kibum itu menjawab pertanyaan yang ia tanyakan sebelumnya.
"Itu... Ada keluarga pasien yang marah-marah Uisanim.." ucap sang perawat kemudian.
Kyuhyun melihat ruang besar bertuliskan VVIP di atasnya. Memutar bola matanya malas sebelum memutuskan masuk ke dalam.
'Dasar orang kaya, selalu sesukanya..' batinnya menggerutu.
Ia memutar kenop pintu itu dan menemukan seorang namja bersurai hitam pekat tengah menggenggam erat jemari namja yang terbaring lemah di ranjang.
"Maaf. Ada yang bisa saya bantu?" Kyuhyun mencoba berbicara se lembut mungkin. Berharap namja yang membelakanginya tidak membuat kerusuhan kembali.
"Kau Dokter baru di sini?"
DEG...
Wajah itu...
Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya yang berada di dalam saku jas dokter.
Mata bulat itu...
Persendian lutut Kyuhyun melemas..
Bibir tipis berbentuk Shape-M unik beserta pipi bulat nan halus itu...
Apakah ini mimpi? Ataukan keajaiban itu memang ada?
"M.. Minnie..?" Ucap Kyuhyun susah payah dengan bibir yang bergetar.
"Minnie? Nugu? Lee Sungmin! Namaku Lee Sungmin."
Lee Sungmin? Bagaimana bisa... paras cantik itu sama persis? Nama pun mirip.. Hanya saja...
"Maaf Tuan Lee, beliau adalah Dokter Spesialis Jantung yang akan bertugas di sini." Suara perawat bernama Kibum menusuk gendang telinga Kyuhyun. Dan semakin membuat Kyuhyun menatap lekat sosok manis di hadapannya.
Dia... Namja?
.
.
.
To Be Continued
.
.
Bertemu lagi bersama kami.. Adakah yang masih menunggu FF abal nan GaJe buatan kami? #TebarBunga
*Saatnya jawab Review.. mari rapatkan barisan. Seperti biasa hati2 banyak Ranjau #TunjukL137A
R : Gak sabar nunggu kelanjutannya!
L : Ya disabar-sabarin aja
P : #JitakL137A# ini udah lanjut yaaaa... udah menikmati kan? ^^
R : Perilaku Siwon dan Shengmin menguatkan kalo selingkuh! Mencurigakan!
L : Ha to the Ha
P : #SenyumMiris# ituuuu di atas udah d jawab yaa...
R : Mudah-mudahan mereka beneran selingkuh..
L : Amin,
P : Ish... #TendangL137A# aduh gimana donk... Siwon sama Shengmin gx mau selingkuh katanya.. #Nyengir
R : Ikhlasin Shengmin buat Kuda
L : Kenapa diikhlasin?
P : #wToyorL137A# Beneran mau ikhlasin Shengmin? Tar Kyukyu marah lhoo...
R : Sebenarnya ada apa?
L : Ada tulisan!
P : #TembakL137A# eeemmm... jawabannya udah ada di atas yaa.. baca coba. Biar tau ada apa. #diJitak
R : Update langsung 2 chapter
L : Boleh ;) Chapter selanjutnya cuma 1 kata aja kok, -BERSAMBUNG-
P : #LirikMalesL137A# eeeerrrr... klo langsung dua Chapt kami tepar donk? Mau tanggung jawab? #Nyengir
R : Nunggu YAOI
L : Ya, tunggu aja..
P : #Elus2L137A# tuuuuuuuhhhhh... #NunjukTBC
R : Beneran karena harta Shengmin ninggalin Kyuhyun?
L : Ya nggak lah, emang dia cewek apaan?!
P : #CubitL137A# gx ko. Tenang z. Shengmin gx sejahat itu sama Kyukyu..
R : Ngenes banget nasib Kyuhyun
L : Oh, ngenesan yang bikin.. Ada yang sampe nangis tuh #LirikPrincess
P : Aku? #TunjukIdungSungjin# Ko aku?
L : Yelah, lu pan cengeng mak #KikirKuku
P : Tck... #LemparBantal
R : Benci ama Shengmin dan Siwon bilang sayang"an..
L : Berarti akting mereka bagus #manggut2
P : #IkutManggut2# Aku juga kesel sama yang nulis. Siapa ya yang nulis part itu? #MendadakAmnesia
R : Sungmin belom nongol.. Sungmin muncullah~
L : Berisik! Tuh uda nongol.. Puas?
P : #SikutL137A# ekhem... tuuuuuuuuhhhh... #TunjukTBCEgen
R : Gak bisa baca GS
L : Yaudah gak usa baca
P : #PelintirBibilL137A# Chapt besok udah mulai Yaoi yaaa... janji harus baca! OKKE! #TodonginKolorKyu
R : Gak rela Kyuhyun dibagi-bagi..
L : Emang Kyuhyun coklat?
P : #LirikL137A# ahahahahaha... #KetawaMiris(?) Yupz! KYUHYUN HANYA MILIK SUNGMIN. SETUJU?
R : Apa Yesung tau alasan sebenarnya?
L : Iya, dia tau..
P : #Manggut2
R : Pelampiasan Kyuhyun ntar ke Sungmin!
L : Berani emang?
P : #PelototinL137A# itu masih rahasiaaa.. hohoho
R : Apa yang mendasari Shengmin melakukan itu?
L : Tuntutan naskah
P : #Garuk2# #LirikL137A#
R : Kyuhyun terlalu pasrah jadi cowok
L : Tau tuh, sapa sih yang nulis? Lemah!
P : #Toyor# Lu bikin juga Cung.. haiiisshhh... #Esmosi# ekhem... gini ya pemirsah, biasanya klo orang lagi terpuruk, awalnya mereka pasti hanya ngamuk2 gaje di dalam kamar. Setelah emosinya mereda, baru mereka mulai bertindak. Itu ciri2 orang yang bijak. #Tsaaahhh# nah Kyu juga di sini seperti itu kurang lebih. Lagipula kan Kyu harus menghadapi Siwon yang mempunyai status sosial lebih tinggi darinya.
L : Nah tu uda dijelasin..
R : Shengmin beneran selingkuh?
L : #Lirik
P : #IkutanLirik# hohohoho
R : Shengmin sakit?
L : Tck!
P : Benar sekaliii... Selamat buat yang udah nebak Shengmin sakit.. #TebarBunga
R : Masalah Sungmin-Shengmin kembaran
L : Masih ngeyel aja ada kembaran -_-
P : #ToelIdungL137A# eeuuunngg... kembaran ya? #Buka2Naskah
R : Typo! Sungmin jadi Shengmin..
L : Lah kan emang cast GS nya Shengmin, ntar YAOI baru Sungmin
P : Eeeeerrrr... Anuuuuuuuu #GigitBibirSungjin# eh?
R : Penasaran!
L : Kasihan..
P : #GamparL137A
R : Kurang suka ama BB 3 huruf? Toss yuk..
L : Huh? Toss ga ya..
P : #LirikJengahL137A# ayo Tos!
R : Galak banget neng.. #colekL137A
L : Ngapain colek"? #TatapGanas
P : Ahahahahahahahahahahahahahahahaha
R : New reader, suka FF nya, ijin baca..
L : Makasih, silahkan..
P : #SenyumKaku# Gomawooooo... semoga suka yaaa... ^^
R : Penggunaan jeda antar situasi.. Titik-titiknya kebanyakan..
L : Hapus aja titiknya..
P : #LemparSendalJepitKeL137A# eeeerrrr... aku kesindir klo masalah ini. Hahahaha udah kebiasaan klo mau ganti fokus aq suka pake titik2.. makanya pas baca ulang aq pakein titik2 semua. Bukan ada maksud tertentu. Wkwkwkwk klo gitu, buat kedepannya titik2 hapus z dah. #LirikL137A
L : #LemparTipeX noh sana hapus!
R : Gak ada NC!
L : #Geplak
P : #GeplakJuga# hohohohoho NCnya tunggu tar z yaaa... kan chapt 1 udah di kasih NC. #Nyengir
Udah!
Haaahhh... akhirnya beres juga... semoga puas sama jawaban kami yaa... Jujur, bingung mau jawab apa. Coz semua pertanyaan udah terjawab dengan jelas di Chapter ini. Betul gx?
Sip! Mau lanjut? REVIEW!
KAMSAHAMNIDAAAAAA *BOW
