Jnai : halo minna-san! Long time no see!

Rukia : kamu kmana aja sih? Klamaan ngupdatenya tau. Mna kmu tulis the end lagi ==

Jnai : gomen Rukia-chan. Banyak tgs skolah, aku jg brusan slesai ujian. Hha itu the end buat chap 2, bukan the end ceritanya. Maaf gaje bgt

Toshiro : yah…sama kaya yang bkin. =3=

Jnai : apa maksudmu?dasar kakek ubanan pendek!

Toshiro : ubanan katamu?pendek katamu?nyadar diri dikit kenapa?!kamu juga pendek!

Jnai : uwakh…!dasar kakek ubanan!

Rukia : oke semuanya. Daripada mendengarkan mereka, lebih baik kita mulai aja ya :3
selamat menikmati!

Rukia sudah berhasil menguasai bankainya. Itu artinya dia akan segera pergi ke tempat Ichigo lagi. Bagaimana kalau dia jadi suka sama Ichigo lagi? Lagipula alasan dia belajar bankai kan untuk bertemu dengan Ichigo!

"Uwargh….!" Seru Toshiro sambil mengerang seperti orang stress

"Hitsugaya Taichou!Kau tak apa?" seru Rukia yang baru saja datang ke divisi 10

"Hah?Rukia?Aku sudah bilang jangan panggil aku begitu, panggil aku-"

"Maaf, Toshiro. Ada apa?Kamu seperti orang stress."

"Benarkah?Aku barusan latihan menenangkan emosi. 'Dasar Rukia bodoh, aku stress mikirin kamu.' Belakangan ini Matsumoto semakin sering berbuat ulah."

"Iya, Renji pernah bilang padaku kalau cara melampiaskan emosi itu dengan teriak."

"Ya aku setuju." 'Kenapa dia malah ingat Abarai?!'

"Ng, anu…aku sudah berhasil menguasai bankai. Apa aku sudah boleh ke dunia manusia sekarang, Toshiro?" Rukia tampak cemas.

"Kau sudah tanya Byakuya?" Toshiro yakin Byakuya tidak akan membiarkan adiknya pergi ke dunia manusia.

"Sudah. Nii-sama bilang aku boleh pergi tapi harus dengan kamu." Muka Rukia jadi merah.

"Denganku?" Toshiro heran

"Nii-sama bilang akan lebih aman jika aku pergi dengan seorang kapten. Tadinya Renji yang akan menemaniku, tapi dia ada tugas dari Toshiro mau menemaniku?Cuma sebentar saja." Rukia memelas.

"Ya, tenang saja. Lagipula aku sedang menganggur. Kapan mau berangkat?"

"Sekarang."

"Baiklah, ayo berangkat."

oOo

Dunia Manusia…

"Oke kita sudah sampai." Toshiro berdiri tepat di atas tiang listrik *ga elit banget ==*

"Tunggu, harusnya sebentar lagi mereka lewat. Kalau tak salah ini jam pulang sekolah." Rukia melihat ke arah jam di jalan.

"Baiklah. Kita tunggu mereka. "

"Itu mereka! Rupanya Semuanya baik-baik saja." Rukia tersenyum bahagia.

'Tunggu, ada yang datang!' "Rukia!" Toshiro menangkap Rukia dan mereka berdua jatuh ke tanah.

"Ada apa?Be-besarnya."Rukia begitu pucat melihat hollow besar dihadapan mereka.

"Kau larilah, biar aku yang menghadapinya." Toshiro mendorong Rukia.

"Tidak!Aku juga akan membantumu."

"Baiklah kalau itu maumu, tapi waspadalah. Bankai!Hyourinmaru!"

"Bankai!"

oOo

Dalam pertarungan melawan hollow tadi, Toshiro terluka karena melindungi Rukia.

*Flash back*

"Rargh…!Mati kau!" seru hollow itu

'Aku tak mungkin bisa menghindar lagi.' Wajah Rukia memucat lalu ia memejamkan matanya. Rukia menyilangkan kedua tangannya untuk melindungi diri tapi, Toshiro datang tepat pada waktunya dan ia berhasil.

"Rukia, larilah!" seru Toshiro sambil menahan serangan si hollow

"Ta-tapi…"

"Tak ada tapi-tapian, cepat lari."

"Baik." Rukia segera berlari, tapi ia masih khawatir dengan Toshiro. Akhirnya ia hanya bersembunyi di belakang tembok sambil menyembunyikan reiatsunya.

"Argh…!Sialan kau dasar pendek!" Toshiro berhasil memotong satu tangan hollow itu.

"Hah…hah…hah…sedikit lagi." Toshiro mulai kehabisan napasnya.

"Kau lengah,bocah!" tiba-tiba si hollow sudah ada di atas Toshiro. Toshiro kaget dan segera menghindar tapi ternyata ia kurang cepat. Serangan si hollow berhasil mengenai Toshiro dan membuatnya terpental dan tangannya patah.

Sementara itu, Rukia yang bersembunyi tak tinggal diam. Segera saja ia langsung menyerang hollow itu dan membunuhnya dengan bankainya. Ia berhasil membunuh hollow itu.

Setelah itu, Rukia langsung menghampiri Toshiro.

"-ro…- shiro…Toshiro!Jawab aku!Toshiro!" Rukia berteriak sekuat tenaganya untuk membangunkan Toshiro. Tanpa ia sadari, setetes air mata jatuh dari matanya.

'Apa?Ada yang memanggilku?Siapa?Suaranya samar-samar, aku tak bisa melihat wajahnya. Gelap.'

Perlahan, mata Toshiro terbuka. "Ru-Rukia?Apa yang terjadi?"

"Dasar bodoh! Kau harusnya tak perlu melakukannya sendiri!Aku…aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kau tidak ada." Rukia menggenggam erat tangan Toshiro sambil menangis bahagia.

Toshiro mengusap air mata Rukia dan menatap wajahnya. "Rukia, air matamu terlalu berharga untuk disia-siakan seperti ini. Aku takkan meninggalkanmu, aku baik saja." Tangan Toshiro menggenggam tangan Rukia lalu ia tersenyum. "Ayo kita pulang." Kata Toshiro sembari bangkit berdiri.

"Ya, ayo kita pulang." Rukia mengusap air matanya dan membantu Toshiro berdiri.

*End of flash back*

Divisi 10…

"Ugh…sakit." Erang Toshiro sambil memejamkan matanya.

"Tahanlah sedikit lagi…Maaf." Rukia menundukkan kepalanya sambil membalut luka Toshiro.

"Ha?Apa maksudmu?" Toshiro lantas heran dengan kata-kata terakhir Rukia.

"Maafkan aku. Kalau saja waktu itu aku lebih berhati-hati, ini semua takkan terjadi padamu. Kalau saja waktu itu aku tak mengajakmu, semua ini takkan terjadi padamu. Maafkan aku, Toshiro. Ini semua salahku…" seru Rukia lirih

"…Rukia, itu bukan salahmu… Aku akan selalu melindungimu, dan menjagamu dengan seluruh tenagaku. Hidupku ini akan selalu kugunakan untukmu. Karena, aku tak mau lagi kehilangan orang yang kusayangi untuk kedua kalinya." Toshiro mengelus rambut Rukia yang halus dan mengangkat dagu Rukia.

Mata mereka bertemu. Rona merah dan air mata menghiasi wajah Rukia.

"Toshiro…aku juga akan selalu melindungimu. Aku akan selalu menjagamu dengan seluruh tenagaku. Aku mencintaimu." Rukia menangis bahagia.

Toshiro tersenyum lalu mencium bibir Rukia….

'Akhirnya, aku telah menemukan cintaku. Takkan pernah kubiarkan ia pergi.' Batin Toshiro sambil tersenyum.

THE END