Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi

Story by shirayuki-su

Rate T (maybe)

Warning : Au, OOC, tipo dll

"Pendragon"

Chapter 2

Pukulan berlapis es padat yang dilakukan Naruto tertahan mengenai sihir pertahanan vali yang dibuat dengan tangan kanan, sebuah seringai terbentuk diwajah Vali, lingkaran sihir terbentuk ditangan kirinya mengarah kan langsung pada Naruto, dengan jarak yang terlampau dekat naruto tidak bisa menghindari serangan tersebut,

BUMMM

Naruto terdorong jauh kebawah, terkena telak serangan Vali, sayap es yang melindungi dari serangan itu hancur setengah walau begitu perlahan sayap itu kembali seperti sedia kala, menatap datar Vali, menghirup udara dingin disekitarnya dalam-dalam, mengeluarkan nya pelan, memposisikan tubuh nya dalam mode siaga, Naruto merasa sudah cukup pengamatan nya tentang pemuda tersebut.

Mengangkat tangan nya keatas, sebuah lingkaran sihir dengan simbol naga berwarna biru tercipta, tombak-tombak es padat terbentuk dari uap air yang dipadatkan, mengarahkan kedepan, tombak-tombak es melesat cepat, tidak tinggal diam Vali menembak kan sihir nya mengancurkan tombak-tombak yang mengarah pada nya.

Duakh

Terlalu fokus dengan serangan dari depan Vali sedikit menurunkan pertahanan nya, sebuah tendangan keras mengenai punggunya, melihat kearah pelaku serangan, mata Vali melebar medapati Naruto sudah ada disana 'Sejak kapan', beberapa tombak es yang belum sempat dihancurkan, mengarah langsung kearah nya, tidak ingin merasakan rasa nya tertusuk benda yang terbuat es itu, dengan hempasan sayap Sacred Gear, Vali melesat keatas menghindari tombak es.

Naruto kemudian muncul di atas Vali, mengarahkan pukulan berlapis es nya. Vali yang merasakan kehadiran Naruto mengarahkan kedua tangan nya membuat lagi sihir pertahanan, sebuah senyum kemenangan diperlihatkan Vali "Hanya segini saja, kekutanmu" Vali berkata dengan arogan melihat pukulan Naruto yang ditahan dengan mudah dengan sihir pertahanan nya.

Vali sedikit melebarkan mata nya, sihir pertahanan nya membeku, perlahan-lahan terselimuti es, merasa bahaya Vali menghempaskan tubuh nya kebawah, benar saja sihir pertahanan nya berubah menjadi es dan hancur seperti kaca yang pecah, belum selesai dengan serangan nya Naruto melesat kearah Vali. Vali yang belum siap membuat sihir pertahanan, menahan pukulan Naruto dengan kepalan tangan, benturan antar pukulan terjadi.

Vali merasakan tangan yang bertemu pukulan Naruto mulai membeku, tidak ingin itu terjadi tangan kiri Vali mengarah pada Naruto, menembakkan beberapa energi sihir. Masih dalam posisi berbenturan sayap kiri Naruto melindungi dirinya, menendang Vali tepat pada perut memberikan dorongan keras kebawah.

Meluncur dengan cepat, Vali hampir menghancurkan gedung jika saja tidak menghentikan laju dirinya dengan mengepakkan sayap Divine Dividing, menatap serangan yang menenai perutnya tersebut, sedikit terkejut menyadari perut nya terlapisi es padat, 'Jadi, serangan nya berbasis es'

[Jangan gegabah Vali, kemampuan dan pengaman jauh diatas mu]

'Cerewet, kau dari tadi diam saja, kalau lebih kuat itu jadi lebih bagus' senyum senang terpampang jelas diwajah Vali 'Albion, berikan kekuatanmu'

[Aku tidak tanggung jawab nanti, aura ini sangat familiar tapi dimana aku merasakan nya]

Terselimuti aura putih yang keluar perlahan dari tubuh nya, es yang tadi membekukan tangan dan perut nya hancur, tekanan aura Vali meningkat dengan pesat.

Naruto melihat nya sedikit tersenyum 'pemilik yang ini ternyata lebih kuat dari pendahulu-pendahulu nya, tapi apa hanya perasaan ku saja, dia seperti belum bisa membangkitkan balance breaker nya dengan sempurna'

Vali merentangkan sayap nya melesat keatas dengan kecepatan tiga kali dari yang tadi, Naruto menyipitkan mata nya memfokus kan pandangan nya pada gerakan Vali, masih dengan kecepatan nya Vali mencari sebuah celah untuk melancarkan serangan.

[Divine!]

Sebuah suara mekanik terdengar, Sacred Gear pembagi milik Vali mulai mencoba membagi dua kemampuan lawan, energi sihir dikonsentrasikan Vali pada kepalan tangan nya, menemukan celah yang tepat, menyerbu Naruto tepat pada samping kiri nya menghantamkan pukulan berkekuatan penuh, merespon otomatis sayap es Naruto melindungi dari serangan Vali.

BUMM

Sebuah ledakan terjadi, Naruto jatuh dari ketinggian, sayap kiri nya hancur menyisakan satu sayap, tanpa keseimbangan dari sepasang sayap Naruto jatuh bebas, dengan perlahan sayap kirinya mulai kembali mesti memakan waktu. Vali yang tidak ingin melewatkan kesempatan melancarkan serangan berupa pukulan-pukulan dan tendangan, Naruto yang kesulitan untuk menghindar menerima beberapa serangan dari Vali, tidak sampai disitu melihat Naruto yang masih jatuh Vali mengankat tangan nya menciptakan energi sihir besar mengarahkan langsung kearah Naruto.

Melebarkan mata nya Naruto mengangkat kedua tangan nya keatas, kearah serangan Vali, menciptakan lingkaran sihir besar membuat perisai es padat berbentuk seperti kelopak bunga dengan diameter lebih dari 20 meter.

BUMM

Ledakan terjadi lagi antara serangan dan pertahanan, perisai es Naruto retak dan beberapa bagian hancur akan kekuatan serangan Vali, mengepakkan sayap es nya yang sudah kembali Naruto menembus perisai es nya, mendapatkan tekanan dari Naruto perisai es itu hancur menjadi kristal-kristal es yang indah.

Naruto memotong jarak antara dirinya dan Vali dengan cepat, mengarahkan pukulan langsung kearah Vali, Vali menghindari pukulan-pukulan yang dapat membekukan itu dengan kecepatan nya, menghindar dan menyerang kedua nya beradu kemampuan jarak dekat, beberapa bagian tubuh Vali yang terkena serangan mulai membeku, sadar bahwa dirinya bukan petarung jarak dekat, menggepakkan sayap nya mengambil tempat mundur.

[Divine!] [Divine!] [Divine!] [Divine!] [Divine!]

Suara mekanik terus bergema dari Sacred Gear Vali, Vali yang sedikit bingung dengan keadaan ini, 'Bagaimana bisa, dia seperti tidak terpengaruh dengan kemampuan dari Divine Dividing' Vali yang sedikit kehilangan konsentrasi menerima sebuah pukulan mengenai dada nya.

BRAKK

Sebuah gedung yang masih dalam tahap pembuatan harus hancur sebelum digunakan, Vali yang menerima luka dibeberapa bagian tubuh nya dengan batuk beberapa kali yang mengeluarkan darah segar, sebuah senyum masih dibuat, senyum senang karna menemukan lawan yang dicari,

[Vali, sepertinya, kemampuan dia menyamai dewa, karna dia tidak terpengaruh dengan kemampuan Divine Dividing]

'Bukankah itu makin bagus Albion, dengan begitu kita bisa terus bertarung dengan nya'

[Hah, sifat maniak bertarungmu ini pasti suatu saat akan membunuhmu] Albion menjawab dengan lelah, merasa percuma untuk menasehati pemilik barunya ini, [Tapi aku benar-benar yakin pernah merasakan aura ini, tapi dimana]

'Albion, ayo gunakan balance breaker'

[Kau gila dengan kondisi seperti ini kau akan mati dalam beberapa jam setelah kau mengunakan nya, kau sendiri juga belum bisa mengunakan balance breaker dengan sempurna]

'Kau cerewet sekali Albion, aku tidak peduli setelah aku mengunakan nya, keinginan untuk terus bertarung ini terus memaksaku'

[Terserah saja Vali, setelah kau mati aku juga akan langsung berganti pemilik]

Naruto memandang bangunan itu dengan tajam, merasakan tekanan Vali yang makin lama makin kuat, merapatkan gengaman nya memberikan kekuatan lebih membuat es pada lengan nya menjadi lebih padat.

Sebuah seberkas cahaya berwarna putih melesat dengan cepat kearah Naruto, belum bisa mengantisipasi kecepatan yang datang, Naruto mendapatkan pukulan beruntun pada tubuhnya, mengeluarkan beberapa darah dari mulutnya, sebuah tendangan keras menghantam perutnya mendorong tubuhnya dengan keras, seperti sebuah peluru tubuh Naruto menghantum sebuah bangunan apartemen yang kosong, menghancurkan hampir sebagian besar bangunan.

Vali memandang Naruto dari balik armor naga nya dengan tajam, menciptakan lingkaran sihir besar dikedua tangan nya menembahkan energi sihir dalam jumlah besar kearah Naruto jatuh. Ledakan beruntuh terus terjadi dengan pusat yang sama, bangunan apartemen itu sudah hancur hampir rata dengan tanah, asap bekas ledakan membumbung tinggi keatas, menghalau pandangan Vali.

Vali melebarkan mata, saat debu dan asap bekas ledakan sudah semakin berkurang, melihat Naruto yang dilindungi oleh sebuah kubus es padat dengan Naruto didalamnya, melihat lebih teliti Vali dapat melihat Naruto sudah dalam kondisi yang tidak baik, dengan jaket biru yang dikenakan nya sudah hancur dibeberapa bagian, beberapa luka yang dapat dilihat Vali dan nafas yang sedikit memburu.

Memegang dada nya yang ditutupi armor, Vali memuntahkan darah yang merembes keluar, dia juga sudah dalam kondisi yang sangat buruk, energi sihir nya sudah hampir habis dan luka-luka yang didapatkan nya dari Naruto masih terasa. Beberapa rantai terbuat dari es mengarah pada Vali, dengan kondisi yang tidak memungkinkan Vali tidak bisa menghindar, terjerat rantai es itu, dengan sebuah tarikan keras, Vali jatuh dari ketinggian.

Rantai itu terus menarik Vali kearah Naruto yang masih dalam kubus es nya, Vali yang sudah tidak memiliki tenaga lagi hanya pasrah, diseret seperti sebuah benda oleh rantai es itu, tepat lima meter dari kubus es tarikan rantai berhenti, Vali yang dalam kondisi terlentang, melihat mata shappire dingin yang menatap nya datar.

Balance breaker Vali sudah mulai menghilang, menyisahkan tubuh Vali tanpa armor, beberapa kali Vali memuntahkan darah segar lagi, berusaha mengerakkan tubuh nya hanya rasa sakit dan nyeri dirasakan Vali, dengan nafas yang memburu dengan cepat Vali hanya bisa pasrah.

Naruto menyentuhkan tangan kanan nya yang sudah tidak terlapisi es pada kepala Vali, tanda dilengan kanan nya mulai bercahaya, walau tidak terlihat dari luar karna masih tertutupi jaket, Vali yang diperlakukan seperti ini ingin protes, tapi kesadaran nya serasa terseret paksa masuk dalam dirinya.

Pendragon

Sebuah tempat dengan dekorasi warna putih, tempat dimana dalam pikiran Vali sang Vanishing Dragon berada, Naruto berjalan kearah aura yang dikenali nya, berdiri didepan seekor naga berwarna putih dengan mata biru menyala.

[Siapa kau? Bagaimana kau bisa sampai disini]

Suara sosok naga didepan nya masuk kedalam telingga Naruto, suara berat yang dikenali nya, tanpa sadar sebuah senyum dibuat Naruto, memandang Albion dengan mata shappire nya.

"Kau sudah melupakan ku Albion" Naruto bertanya pada sosok didepan nya dengan santai

[Aura mu sangat tidak asing bagiku, katakan kau ini manusia atau naga]

Naruto hanya menghela nafas, menyibakkan baju dilengan kananya, memperlihatkan tanda kutukan disana, Albion yang melihat tanda itu melebarkan mata, tanda dari orang yang telah membunuh tubuh aslinya, tanda yang hanya dimiliki satu orang 'Pendragon'.

Mengembalikkan lengan bajunya seperti semula, Naruto menatap Albion yang masih terkejut dengan apa yang dilihatnya, "Dengan itu kau harus nya sudah menjelaskan, siapa aku" Albion menatap tajam kearah Naruto

[Pendragon, apa yang kau inginkan dariku]

"Aku hanya tadi merasakan aura mu, setelah itu aku mencarinya dan terjadilah aku bertarung dengan anak muda berambut abu-abu itu" Naruto menjelaskan dengan santai, tidak merasa takut menghadapi salah satu dari naga surgawi, "Aku hanya ingin menemimu dan bicara beberapa hal"

[Apa yang kau ingin bicarakan]

"Tanda ini apa kau tahu sesuatu" Naruto menunjuk lengan nya yang sudah tertutup

[Jujur saja, aku tidak tahu tentang tanda itu, aku hanya pernah melihat tanda itu saat tubuh asli ku, dipotong menjadi beberapa bagian]

"Hei, jangan mengungkit masa lalu, aku juga terpaksa melakukan nya" Naruto memegang pelipis nya mencoba mengingat-ingat suatu memori "Kau dan si merah banyak menghancurkan kota dan menewaskan banyak manusia, jadi dengan pertimbangan apa yang kau sudah lakukan, aku harus membunuhmu"

[Kau ada benar nya juga Pendragon, karna pertarungan rival kami, banyak tempat yang hancur dan musnah]

"Albion, pemilik barumu ini memiliki potensi yang besar, dia keturunan dari iblis, benarkan?"

[Kau benar, dia keturunan dari iblis klan lucifer dan manusia]

"sudah ku duga, tidak mungkin manusia memiliki energi sihir sebesar itu, dan juga serangan-serangan nya lebih seperti serangan iblis saat menyerang"

[Apa kau tertarik dengan pemilik baruku ini]

Naruto menaikkan alis nya, tertarik, naruto memang tertarik dengan kemampuan nya dalam pertarungan tadi, tapi bukan tertarik dalam artian lain.

"Kurasa aku sedikit tertarik dengan kemampuan nya" Naruto merasakan bahwa ada aura lain yang mendekat kearah nya "Sampai disini dulu Albion"

Naruto menuliskan sesuatu mengunakan sihirnya sebuah angka-angka, Albion yang melihatnya bingung apa yang dilakukan Naruto

"Albion, beritahu pemilikmu jika ingin menguasai bagaimana mengunakan balance breaker nya dengan sempurna hubungi nomor yang sudah aku tulis itu" Naruto mulai menghilang dalam tempat itu, Albion menatap angka-angka didepan nya dengan bingung.

[Angka-angka apa ini]

Masih dalam posisi Naruto memegang kepala Vali, mata Naruto perlahan terbuka, melihat kesegala arah, bangunan hancur terlihat jelas dipandangan matanya, pandangan diarahkan pada dirinya sendiri, jaket biru kesayangan nya sudah hancur dibeberapa bagian, celana jeans yang dikenakan nya juga bernasib sama, menghela nafas lelah, mendongak kan wajah nya keatas, salju putih yang masih turun dengan teratur.

Merasakan aura yang sudah semakin dekat, Naruto merentangkan sayap es nya, dengan sekali hempasan Naruto sudah berada jauh dari bangunan-bangunan hancur bekas pertarungan nya. 'Lebih baik aku cepat pulang, badan ku sakit semua, serangan dari anak muda itu kuat juga'

'Brrrrrr'

Sebuah getaran berasal dari saku jaket Naruto, mengambil benda tersebut dan melihat sebuah panggilan masuk, menyentuh layar ponsel nya.

"Moshi-moshi"

"Kau kemana saja? aku tadi merasakan tekanan aura mu yang besar, apa kau melakukan pertempuran? apa kau terluka? bagaimana keadaanmu?" suara Kyuubi dengan nada kawatir terdengar dengan jelas, menghela nafas, Naruto tersenyum tipis

"Aku baik-baik saja, Kyuu" bohong Naruto, tidak ingin membuat gadis itu menjadi lebih kawatir lagi

"Aku belum bisa percaya sebelum melihat keadaanmu secara langsung" Naruto menghela nafas lagi, Kyuubi memang kadang keras kepala seperti ini,

"Tidak usah, kau juga kan pasti ada pekerjaan yang harus dilakukan" balas Naruto dengan tenang "Aku hanya perlu istirahat dan tidur"

"Baiklah, kalau itu mau mu, aku juga harus mencarikan pekerjaan pada orang bodoh yang meninggalkan seorang gadis sendirian" nada suara Kyuubi terdengar marah, tapi masih ada kekawatiran disana

"Hahaha, maaf maaf"

"Besok atau lusa, aku akan bawakan beberapa lowongan pekerjaan untukmu"

"Iya, aku mengandalkanmu Kyuu"

"Kalau begitu sampai jumpa, dan kau harus istirahat dengan benar jangan berkeliaran kemana-mana" senyuman diwajah Naruto makin lebar, dia suka saat Kyuubi menasehatinya seperti ini

"Siap"

Naruto membalas dengan tegas, menatap layar ponsel nya yang retak dan bisa pecah kapan saja, memasukkan nya pada saku jaket nya dengan hati-hati. 'Menyebalkan, aku harus memperbaiki benda ini lagi' menghela nafas entah untuk yang berapa kali, menggepakkan sayap es nya lebih kuat, ingin sampai apartement nya dengan cepat dan tidur.

Pendragon

Mengepakkan enam pasang sayap nya dengan cepat, Azazel merasa kawatir pada murid nya Vali, beberapa menit yang lalu dia menyuruh Vali untuh menemui nya di Grigori, Vali memang sering terlambat tapi tidak selama ini, Azazel juga merasakan tekanan aura Vali yang besar, merasa kawatir dengan sifat murid nya yang jika menemukan seseorang yang kuat dia pasti akan bertarung.

Bukan sekali atau dua kali ini terjadi, Azazel sudah memaklumi dengan sifat gila bertarung Vali, tapi dengan tekanan aura lawan yang terasa berbeda ini membuat Azazel penasaran pada siapa yang bertarung dengan Vali, Azazel merasa pernah merasakan aura ini, tapi dipikiran Azazel waktu itu aura nya tidak sekuat dan terasa seperti ditahan pada titik yang sulit untuk dirasakan.

Merasakan lagi tekanan kekuatan Vali yang lebih besar dari yang tadi, 'Dia, pasti memakai balance breaker' pikir Azazel, mengepakkan dengan perlahan keenam pasang sayap nya, berpikiran bahwa lawan yang dihadapi Vali pasti akan kalah, saat Vali masuk mode balance breaker.

Menampilkan ekspresi terkejut saat merasakan lagi tekanan energi Vali menjadi lemah, menghempaskan sayap nya dengan cepat, ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mendapati aura orang yang menjadi lawan Vali, mendekat kearah Vali, dengan kecepatan yang ditingkatkan Azazel berusaha sampai ditempat Vali.

Bangunan-bangunan hancur yang dapat ditangkap oleh mata nya, pandangan nya diarah kan kesegala arah mencari sosok Vali, pandangan Azazel berhenti saat melihat pemuda yang dikenalinya terlentang dengan tubuh yang penuh luka dan darah yang terlihat disamping mulutnya, dengan sekali hempasan Azazel sudah berada disamping Vali, melihat tubuh yang sedikit ditutupi salju itu.

Direksinya diarahkan mencari lawan yang sudah membuat Vali babak belur seperti ini, merasa lawan Vali sudah tidak bisa dirasakan lagi dari tempat itu, Azazel mengangkat tubuh penuh luka Vali, menggepakkan sayap hitam nya dengan pelan, melihat lagi kehancuran-kehancuran yang sudah diciptakan oleh pertarungan Vali.

Menyipitkan mata nya, melihat beberapa es padat terdapat pada bekas pertarungan Vali, menaikkan alis nya bingung, setahu Azazel seseorang yang bisa menggunakan sihir berbasis es adalah salah satu dari empat maou, serafall. Pikiran itu dibuang jauh-jauh oleh Azazel, tidak mungkin maou pergi kedunia manusia tanpa sebuah tujuan yang jelas, melihat lagi bekas pertarungan yang mulai ditutupi salju tipis.

Menggepakkan keenam sayap nya Azazel meninggalkan tempat itu, direksinya diarah kan pada Vali, melihat luka-luka yang dibuat lawan bertarung Vali, Azazel menyimpulkan bahwa yang mengalahkan Vali dan membuatnya menjadi seperti ini, bukan orang sembarangan, berpikir ulang bagaimana caranya untuk mencari orang yang melakukan semua ini.

Menghempaskan dirinya lebih cepat pergi ke Grigori, beberapa menit berlalu, Azazel yang sudah sampai, membaringkan tubuh Vali disebuah meja untuk operasi, menyuruh beberapa anak buah nya untuk mengobati luka-luka ditubuh Vali, melihat kearah monitor yang menunjukan interval denyutan jantung Vali, mendudukan tubuhnya pada sebuah kursi, dan merebahkan punggunya, menghela nafas lega melihat perkembangan dari kesembuhan murid nya tersebut.

Memijit pelipis nya dengan pelan, rasa penasaran tentang lawan yang membuat Vali seperti ini menyeruak kepermukaan, Azazel melihat lagi kondisi Vali dari tempat duduknya, beberapa Da-Tenshi yang menjadi anak buah nya, berlalu lalang untuk memantau keadaan Vali, Ini baru pertama kali menurut Azazel, Vali mendapatkan luka yang seserius ini, biasa nya lawan Vali akan kalah jika dia sudah masuk dalam mode balance breaker, meskipun dalam pandangan Azazel balance breaker nya belum bisa dikatakan sempurna, hanya bisa digunakan dalam waktu beberapa jam saja, tergantung dengan kapasitas energi sihir Vali.

Walaupun sudah dalam pelatihan Azazel, balance breaker Vali tetap belum bisa disempurnakan seperti ada beberapa bagian yang kurang, mengambil selembar kertas dari tumpukan dokumen disamping nya mengamati setiap tulisan disana, 'Perkembangan yang melebihi ekspektasiku Vali, kemampuan sihir dan Sacred Gear Divine Dividing sudah sangat hebat' mengerutkan dahi nya melihat data dari Vali yang sudah dalam mode balance breaker 'Apa ini' memperhatikan bagian sayap Vali, ada bagian diantara sayap nya yang hilang.

Memutar otak nya mulai mencari informasi lebih mengenai ini, Azazel sedikit menemukan fakta bahwa bagian itu pada pemilik sebelum nya harus nya ada, tapi saat sudah berpindah pemilik menjadi Vali bagian tersebut seperti menghilang, berdiri dan mulai melangkah kearah sebuah lemari berisi banyak dokumen, mulai mencari-cari arsip yang sudah dikumpulkan nya mengenai Sacred Gear tersebut.

Menemukan sebuah map dengan label Divine Dividing, mengambilnya dan mulai mencari informasi yang dibutuhkan, membaca dengan dahi yang makin mengkerut, seperti menemukan fakta baru yang terlewat, Azazel membawa dokumen itu, mendudukan dirinya dan mulai membaca lagi informasi-informasi yang ada.

Sebuah kesimpulan dari informasi itu didapatkan Azazel, pemilik sebelum Vali meninggal sebelum melakukan pertarungan rival dengan Ddraig, dan dari data tersebut bahwa pemilik Albion itu bertarung dengan seseorang yang tidak dikenal, jika apa yang dipikirkan Azazel benar, maka yang bertarung dengan pemilik Albion sebelum Vali mengambil sesuatu dari Scared Gear Divine Dividing, yang membuat Vali sekarang belum bisa mencapai balance breaker nya dengan sempurna.

'Tapi bagaimana? Dan siapa yang melakukan nya?' kalimat itu terus terulang dalan pikiran Azazel, menyandarkan punggunya untuk merilekskan tubuhnya, banyak hal yang terus dipikirkan nya, ingin mengetahui siapa yang telah bertarung dengan Vali tadi, dan mengungkap tentang Sacred Gear Vali ini, menghela nafas, melihat tumpukan dokumen disamping nya.

Mengangkat alis nya, mengambil sebuah kertas dari tumpukan tersebut, sebuah profil siswa Academy Kuoh, melihat lebih, seorang siswa kelas satu, pemilik dari Sacred Gear Twice Critical, Azazel memanggil anak buahnya.

"Raynare"

Seorang gadis dengan sepasang sayap hitam dipunggungnya, dengan rambut hitam sepunggung dan mata violet, berlutut didepan Azazel, menyerahkan sebuah kertas yang dibacanya tadi pada Raynare

"Aku ingin kau mengawasi pemuda itu" Raynare membaca profil dari orang yang akan diawasi nya tersebut

"Baik" mengucapkan dengan tegas, Raynare merentangkan sayap nya dan pergi dari tempat itu. Azazel hanya memandang kepergian anak buah nya itu dengan datar, menghela nafas lagi dan mulai membaca dokumen-dokumen penelitian mengenai Scared Gear.

TBC

REVIEW

Banyak juga yang bertanya, aku akan berusaha untuk menjawab.

:Jawaban dari pertanyaan Anonymous Hybrid, iya Naruto merasakan aura dari Azazel, tapi karna kondisi dirinya yang masih lelah karna perjalanan, jadi dia mengabaikan saja, disitu juga Azazel merasakan aura Naruto, tapi kedua nya menekan aura nya ketitik dimana sulit untuk dirasakan

:Jawaban dari pertanyaan Uzumaki 21, maaf kalau hanya aku jawab beberapa, disini Kyuubi adalah kitsune, berpenampilan seperti manusia tapi kalau posisi bertarung bisa berubah, kalau hubungan nya dengan Naruto itu masih dichapter-chapter depan, dan masalah umur juga sama aku jelaskan nanti dichapter-chapter selanjutnya

:jawaban dari pertanyaan, mengenai kekuatan Naruto, pokonya Naruto memiliki kemampuan naga itu dulu kalau dijelaskan lebih detail nanti gak seru kedepan nya, dan apa punya Sacred Gear, hmmm gimana aku belum mikirin aku kasih apa nggak? Dan Naruto disini itu manusia.

Itu dulu yang bisa aku jawab dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, kalau memang pertanyaan nya belum aku jawab, itu karna kalau dijawab sekarang nanti tidak seru ceritanya, shishishi

"Bagi manusia kematian adalah ketakutan terbesar"

"Hati yang dipenuhi rasa takut memang sulit untuk dikendalikan" by God Enel ( One Piece)

Dan kalau mau cerita nya saya lanjutkan tolong review anda