Kyungsoo dan Jongin saling menatap mereka mendengar suara-suara aneh itu
"itu suara apa?" tanya Kyungsoo
"pasti pasangan gila itu"
"Baekhyun?"
"yaaa siapa lagi? Sudah lah sayang tidak usah didengarkan mereka"
Kyungsoo menarik Jongin "ayo kita lihat mereka"
"Mwo? Maksudmu mengintip?"
.
.
.
MY GIRLS
.
.
CAST
KIM JONGIN
DO KYUNGSOO (GS)
BAEKHYUN (GS)
CHANYEOL
OTHER MEMBER EXO
GENDERSWITCH AREA
.
.
RATED : M
.
BAHASA NON BAKU
TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA
.
Selamat membaca
.
CHAPTER 3
.
.
.
Disinilah Kyungsoo dan Jongin sekarang, didepan pintu kamar Baekhyun. Kyungsoo berada didepan Jongin paling semangat menempelkan telinganya di pintu. Sementara Jongin hanya berdiri dibelakang Kyungsoo menahan wanita itu agar tidak mengacaukan misi 'mari mengintip' yang mereka lakukan saat ini.
Kyungsoo berbalik menatap Jongin
"ayo buka pintunya sedikit aku mau lihat apa yang mereka lakukan" ucap Kyungsoo perlahan
Jongin membulatkan matanya ia heran kenapa Kyungsoo sangat semangat ingin melihat apa yang terjadi dikamar itu. Jongin menahan tangan Kyungsoo agar tidak gegabah
"sebaiknya tidak usah soo, noona pasti marah besar"
"Kalau kau tidak mau lebih baik aku saja yang melakukannya"
Kyungsoo segera mengarahan tangannya kepintu dan membukanya tapi segera ditahan oleh Jongin. Kali ini Jongin yang maju lebih depan dan membuka perlahan
"kita hanya melihatnya sebentar setelah itu kita harus segera kabur"
Kyungsoo menggangguk mantap tidak sabar. Jongin membuka pintunya perlahan dan nampaklah dua sosok manusia berbeda jenis saling menindih tidak memakai satu helai benangpun ditubuh mereka, ya mereka telanjang. Kali ini posisinya Baekhyun diatas Chanyeol menggerakkan tubuhnya perlahan sambil berteriak tertahan. Sedangkan Chanyeol memegang pinggul Baekhyun mendesis keenakan
"Ouuuhhh Chan ahhh ahhh"
"kau terbaik sayang ooohhh"
Sementara kedua orang yang mengintip berdiri kaku melihat kejadian panas diantara dua sejoli itu. Kyungsoo ingin menghentikan kegiatan itu tapi ia merasa tidak punya hak, hatinya sangat sakit melihat lelaki yang sangat dicintainya benar-benar mengkhianatinya sekarang –memang dari dulu lelaki itu sudah menghianatinya tapi rasa itu selalu tertutupi karena Kyungsoo sangat mencintai Chanyeol-
Berbeda dengan kondisi Jongin, ia merasa menyesal telah mengikuti saran Kyungsoo mengintip kegiatan panas yang dilakukan oleh noonanya. Kegiatan mari mengintip itu mengakibatkan sesuatu dari pusat kenikmatannya mulai bangun dan mengeras
"Oh Shit" Jongin mengumpat perlahan
Kyungsoo tidak bergeming dari posisinya, ia terus memperhatikan kegiatan itu sampai pada akhirnya Jongin menutup pintunya perlahan dan segera menarik paksa tangan Kyungsoo menuju kamarnya.
"kenapa kau menarikku huh, aku masih ingin melihatnya sialan" Kyungsoo setengah emosi berteriak kepada Jongin
"Sssttt bisa bahaya kalau kita melihatnya terus Soo" Jongin coba menenangkan Kyungsoo, ia bingung kenapa sekarang wanita ini sangat emosi
"kalau kau tidak mau melihatnya lagi kau saja yang menjauh kenapa mengajakku. Aku membencimu Jongin" Kyungsoo berteriak kembali, memukuli badan Jongin ia sangat emosi sekarang suasana hatinya kacau karena melihat lelaki yang dicintainya berbuat sesuatu hal didepan matanya
"astaga soo aku minta maaf kenapa kau sangat emosi sekarang" Jongin coba menahan pukulan Kyungsoo dan menangkap kedua tangannya menatap Kyungsoo mencoba menenangkannya
"Aku membencimu, aku membencimu, aku membencimu" air mata Kyungsoo mulai turun membasahi pipi gembilnya
"Soo kau kenapa? Kenapa menangis seperti ini maafkan aku" Jongin membawa tubuh Kyungsoo dan mendekapnya posesif
"Aku membencimu" Kata-kata itu terus keluar dari mulut Kyungsoo ia menangis dalam pelukan Jongin
"iyaa maafkan aku, jangan menangis lagi" Jongin mengecup dahi Kyungsoo dengan lembut memeluknya kembali dan menangkannya. Sementara Kyungsoo badannya bergetar terus menangisi nasib hidupnya sekarang.
"ada apa in-? omoo Jongin Kyungsoo kalian" Baekhyun masuk kamar Jongin segera setelah mendengar suara Kyungsoo berteriak, ia melihat Jongin memeluk dan mengecup dahi Kyungsoo
"Soo kau kenapa? Sialan Jongin apa yang kau lakukan dengannya sampai menangis seperti ini huh" Baekhyun memukul badan Jongin dan segera mengambil tubuh Kyungsoo berpindah dalam pelukannya. Baekhyun mengelus punggung Kyungsoo mencoba menangkannya
"Yaaa yaaa noona aku tidak melakukan apa-apa, tiba-tiba dia menangis. Aku hanya menenangkannya"
"kau pasti ingin berbuat macam-macam dengan Kyungieku, kau ingin memperkosanyakan?" tiba-tiba tangisan Kyungsoo semakin keras saat Baekhyun menanyakan memperkosa
"Noona aku tidak sebejat itu. aisshh ya soo kenapa kau malah menangis semakin kencang"
"Jongin sialan aku akan membunuhmu, kyungie sudah tenang aku ada disini. Berhentilah menangis ceritakan bagaimana si brengsek ini memaksamu"
"yaaa noona aku tidak begitu"
Chanyeol yang berdiri disamping Baekhyun hanya bisa menatap wanita selingkuhannya itu dengan khawatir, ia juga ingin menenangkan Kyungsoo tapi apa daya tidak ada yang bisa ia lakukan.
"oppa tenangkan Kyungsoo sebentar, aku mau memukuli Jongin sialan" Baekhyun menyerahkan tubuh Kyungsoo dan langsung disambut pelukan hangat oleh Chanyeol. Chanyeol memeluk wanita selingkuhannya itu dengan erat, ia mengelus rambut Kyungsoo menenangkannya, sementara Kyungsoo menangis sambil memukulkan tangannya perlahan ke dada Chanyeol
"Aku membencimu" suara pelan nan lirih dikeluarkan Kyungsoo dan hanya Chanyeol yang mendengarnya
"noona aku tidak melakukannya, noona ini benar-benar sakit kau tega sekali. Aku tidak salah" Jongin terus berteriak saat Baekhyun memberikan pukulan mematikan kepada adiknya itu.
.
.
Kyungsoo yang sudah mulai tenang karena pelukan Chanyeol yang sangat erat dan kata-kata yang membuat Kyungsoo hanya bisa pasrah memaafkan lelaki itu
"Maafkan aku, percayalah aku mencintaimu"
Baekhyun memasuki kamar Jongin saat Kyungsoo sudah mulai tenang ia memberikan minuman hangat kepada wanita itu dan segera disambut olehnya dengan senyuman lembut
"minumlah"
"terimakasih Baek"
"kau baik-baik saja?"
Kyungsoo hanya mengangguk
"maafkan adikku yang kurang ajar padamu"
Kyungsoo baru ingat Jongin, ya Jongin tadi dipukuli oleh Baekhyun. Ia merasa bersalah sebenarnya ini bukan kesalahan lelaki itu. Astaga kenapa dia melupakan Jongin
"kemana Jongin?"
"Kau tenang saja, dia sudah aku usir tidak boleh pulang malam ini"
"Mwo? Baek aku minta maaf sebenarnya ini bukan kesalahan Jongin"
"Maksudmu? Jadi tadi bukan karena adikku itu mau memperkosamu?"
Kyungsoo menggeleng "maafkan aku Baek, suasana hatiku sedang kacau dan Jongin berusaha menenangkanku tapi aku semakin kacau dan berteriak kepadanya. Aku harus minta maaf kepadanya"
Baekhyun menatap Kyungsoo dan tertawa kecil "Astaga Kyungie, , Jadi karena kau merasa kacau? Bukan karena Beruang hitam itu"
"Maafkan aku Baekhyun"
"Sungguh tidak apa Kyung, aku yang minta maaf karena mengganggu kalian tadi"
"dan bagaimana dengan Jongin?"
"Nanti biar aku saja yang mengurusnya kau istirahatlah"
Kyungsoo menggeleng "Aku pulang saja Baek"
"Pulang? Kau yakin? Ini sudah malam Kyung"
"Aku bisa pulang naik taksi"
"Sangat tidak aman bagimu, bagaimana kalau ada paman mesum yang melakukan tindakan yang tidak-tidak"
"Baek kau berlebihan, aku bisa menjaga diriku"
"Aku akan menelpon Jongin, biar dia yang mengantarkanmu" Baekhyun mengambil ponselnya dan segera memanggil kontak adik kesayangannya itu tapi sampai beberapa kali panggilan itu hanya diabaikan oleh Jongin
"Sialan dia pasti marah sekali denganku"
"maafkan aku Baek, nanti aku akan menelpon Jongin untuk meminta maaf kepadanya. Baiklah aku pulang dulu Baek" Kyungsoo segera berdiri dan mengambil tasnya segera ia keluar dari kamar Jongin dan mendapati Chanyeol yang duduk di sofa sambil menonton acara di telivisi. Kyungsoo menatap Chanyeol dan tersenyum sekilas segera ia berlalu menuju pintu tapi suara Baekhyun menginterupsinya
"Kyung, , biar Chanyeol saja yang mengantarkanmu. Oppa bisa kan? Antarkan Kyungsoo sebentar aku khawatir dia pulang sendirian"
Chanyeol hanya mengangguk dan berdiri meraih kunci mobilnya
"Baek aku bisa ulang sendiri sungguh"
"Tidak ada penolakan Kyung, pulanglah dan istirahat dengan baik. Aku tidak mau melihatmu besok dengan wajah kusut"
"hmm baiklah terimakasih baek"
.
.
Didalam mobil keduanya hanya terdiam, Kyungsoo menatap kearah luar jendela yang menampilkan pemandangan jalanan yang sudah sepi
Beberapa menit kemudian mobil yang membawa mereka berdua berhenti didepan apartemen kecil Kyungsoo. Kyungsoo berdehem pelan segera ia keluar dari mobil Chanyeol tanpa sepatah katapun keluar dari mulut manis wanita itu.
Saat Kyungsoo sudah keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki apartemennya Chanyeol menahan lengan wanita itu agar mau menatapnya
"maafkan aku Kyung, kau tau kan aku tidak bisa menolak keinginan baekhyun"
"hmmm iya aku tau oppa, oppa sangat mencintainya kan aku tau itu. harusnya aku yang tau diri sejak awal. Maafkan aku"
Chanyeol segera memeluk Kyungsoo kedalam dekapannya
"kau bicara apa, maafkan oppa karena selama ini menyakitimu"
"Aku mencintaimu oppa, sangat mencintaimu"
Chupp
"Oppa juga"
Kyungsoo kembali memeluk Chanyeol erat tersenyum manis dalam pelukan itu, sementara Chanyeol mengelus rambutnya dengan sangat lembut
"Istirahatlah, , "
Sesaat kyungsoo melepaskan pelukannya dari lelaki kesayangannya itu tersenyum lembut sampai ada seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka menyaksikan kebahagiaan yang mereka ciptakan. Chanyeol yang sadar ada kehadiran seseorang menatapnya dan berusaha tenang.
"Jongin, , "
"hyung, , apa yang kau"
Grepp
Kyungsoo segera berlari dan memeluk Jongin perlahan, sementara Jongin hanya terdiam atas kelakuan Kyungsoo
"Maafkan aku, karena aku kau jadi dimarahi baekhyun eonnie"
Jongin tersenyum dan membalas pelukan Kyungsoo erat
"Aku yang salah, kau tak perlu minta maaf"
Keduanya saling berpelukan erat dan seseorang yang merasa diabaikan mulai menunjukkan ketidaksukaannya
"Maafkan aku mengganggu kalian, tapi aku harus segera pulang"
Kyungsoo yang sadar masih ada Chanyeol disana segera melepas pelukannya merasa bersalah dengan Chanyeol
"tidak apa hyung, terimakasih sudah menenangkan dan mengantarkan kekasihku"
Chanyeol tersenyum kecil "yaa Jongin sama-sama jaga dia dengan baik"
Jongin menggangguk "itu asti hyung jangan khawatir"
Chanyeol pamit dan segera masuk mobilnya melajukannya pulang ke rumah Baekhyun. Kyungsoo menatap mobil chanyeol sampai tidak terlihat lagi, ada rasa bersalah saat ia dengan tidak tahu diri langsung melesakkan dirinya kedalam pelukan Jongin. Tapi Kyungsoo yakin Chanyeol tidak akan marah padanya, karena ia tau Chanyeol mencintainya.
"baby, , kau mengabaikanku" Jongin memegang tangan Kyungsoo merengek seperti anak kecil
"Jongin maafkan aku"
Jongin tertawa kecil "kau sudah merasa baikan?"
Kyungsoo menggangguk kecil dan tersenyum "Maafkan aku yang labil tadi"
Sebenarnya Jongin cukup penasaran apa yang membuat Kyungsoo menangis saat di rumahnya tadi. Tapi semua itu ia tahan, ia rasa tidak seharusnya membahas masalah itu sekarang, terlebih itu juga bukan hak Jongin untuk lebih mengetahuinya.
"Sudahlah Soo tidak perlu membahasnya, aku tidak apa sungguh. Sekarang masuklah kau harus istirahat" Tangannya merapikan anak rambut Kyungsoo yang sedikit berantakan
Entah kenapa Kyungsoo merasa Jongin berbeda kali ini, ia menyukai Jongin yang bersikap gentle seperti ini bukan merengek menjijikan seperti anak kecil. Sesaat ia menjadi gugup. Kyungsoo menggangguk
"hmm iya aku akan istirahat" Kyungsoo segera berbalik dan berjalan menuju apartemennya tapi ia teringat sesuatu dan berbalik kembali
"Ada apa?" Jongin menatap Kyungsoo heran
"kau masuklah, aku tau kau perlu tumpangan. Kau bisa tidur di kamar tamu yang kosong di apartemenku"
Jongin tertawa perlahan "aku tidak apa soo, aku bisa menginap di rumah Sehun atau teman-temanku yang lain"
Kyungsoo meraih tangan Jongin
"kali ini aku memaksa, masuklah. Sebagai ucapan permintaan maafku. Sudah malam tidak ada yang menerimamu dalam keadaan selarut ini"
Jongin menyerah dan sangat senang "baiklah kalau dipaksa"
.
.
Jongin duduk di sofa Kyungsoo menatap acara televisi sambil tangannya mengusakkan handuk dikepala basah setelah ia menumpang mandi di apartemen Kyungsoo. Apartemen ini terbilang sederhana hanya ada beberapa perabot dan beberapa bingkai foto yang diyakini Jongin itu adalah foto lama keluarga Kyungsoo. Jongin terus mengedarkan pandangannya sampai sesuatu berbunyi perlahan menandakan sebuah pesan masuk. Ia menatap ponsel milik Kyungsoo yang diletakkan begitu saja diatas meja. Wanita itu sedang mandi dan ia lupa membawa ponsel itu ke dalam kamarnya. Jongin menatap ponsel Kyungsoo dengan rasa penasaran ia ambil dan membuka pesan itu
From : Chanyeol Oppa
Sayang kau sudah tidur? Sebaiknya segeralah beristirahat. Dan apakah Jongin sudah pulang? Kau tau oppa sangat cemburu melihatmu langsung memeluknya seperti itu, tapi ya sudahlah. Jaljayo sayang
Jongin menatap nanar layar ponsel itu dan segera meletakkannya kembali keatas meja, ia mengusap wajahnya kasar. Nama Chanyeol terus terngiang dalam kepalanya, ia mencoba berpikir positif bahwa itu bukan calon kakak iparnya tapi pikirannya itu hilang saat kembali mengingat pesan singkat itu 'Kau tau oppa sangat cemburu melihatmu langsung memeluknya seperti itu' Itu berarti yang dimaksud adalah seorang Park Chanyeol yang tadi mengantarkan Kyungsoo pulang, yang tadi mengecup dan memeluk Kyungsoo sebagai kekasih bukan sebagai kakak yang berusaha menenangkan adiknya, terlebih itu adalah park Chanyeol calon kakak iparnya.
"Ada apa dengan mereka, mereka bermain di belakang kakakku?" Jongin bergumam sendiri
Disaat semua pikiran-pikiran buruk yang membuat Jongin pusing kyungsoo datang menyentuh lengan Jongin secara perlahan
"Kau melamun? Sudah mengantuk?"
Jongin sedikit terkejut dengan kehadiran Kyungsoo yang duduk disampingnya, ia berusaha tenang dan bersikap biasa saja, seolah tidak tahu apa-apa.
"sedikit mengantuk" Jongin tersenyum
"sudah mandinya? Kau tidurlah, istirahatkan dirimu"
Kyungsoo menatap Jongin dengan gugup dalam keadaan dekat. Sudah sering ia dekat dengan atasannya ini tapi entah kenapa malam ini kyungsoo menyadari Jongin berbeda, ia sangat dewasa dan tampan
"apa kau lapar? Akan ku buatkan makanan untukmu"
Kyungsoo segera berlalu menuju dapur, jantungnya berdetak dengan sangat cepat
'ada apa denganku' Kyungsoo memegangi dadanya dan menggeleng cepat membuang jauh-jauh pemikiran itu.
Jongin masih dalam pemikirannya, memikirkan wanita yang seperti apa Kyungsoo kenapa ia mau berselingkuh dengan Chanyeol dan kenapa calon kakak iparnya berkhianat
Dalam diam mereka menyantap makanan yang dibuat oleh Kyungsoo. Kyungsoo heran dengan Jongin tidak biasanya lelaki itu diam tidak menyebalkan seperti biasanya
"Jongin, , " Kyungsoo memanggilnya lembut
Jongin mendongakkan waahnya dan menatap Kyungsoo
"hmm ada apa?"
"Apa makanannya enak?"
Jongin menatap makananya dan kembali menatap Kyungsoo dengan senyumannya
"ini sangat enak sungguh, terimakasih soo"
Kyungsoo kembali terheran, ada apa dengan Jongin. Selesai dengan makannya, Jongin kembali ke ruang tengah duduk disofa dan menatap layar televisi yang entahlah menayangkan acara tidak menarik untuk Jongin tonton, pikirannya melayang kemana-mana
Kyungsoo membereskan semua peralatan makannya dan kembali ke ruang tengah membawa segelas air putih untuk atasannya itu
"minumlah, ku lihat kau belum minum tadi"
"terimakasih soo" Jongin mengambil gelas itu meminumnya sampai tak bersisa
"Kau tidak tidur?" tanya Jongin saat melihat Kyungsoo hanya berdiam diri duduk disampingnya
"Kau sendiri?" tanya Kyungsoo kembali
"kau mau kutemani tidur, mau ku peluk sambil tidur?" Jongin menunjukkan smirk khasnya
Ini dia yang Kyungsoo cari, ini Jongin yang selama ini ia kenal. Orang jahil yang selalu mengganggunya
Kyungsoo memukul lengan lelaki itu dan ikut tertawa kecil
"Dasar lelaki bodoh"
Jongin tiba-tiba membaringkan kepalanya di paha kyungsoo dan menatap wanita itu lembut. Tangan Kyungsoo secara tiba-tiba mengelus pipi kemudian kepala Jongin dengan lembut. Jongin yang mendapat perlakuan seperti itu memejamkan matanya sebentar kemudian menatap wanita itu kembali
"Kau masih marah padaku? Aku kan sudah minta maaf, kenapa rasanya kau berbeda setelah kejadian hari ini" Kyungsoo bertanya lembut kepada Jongin
"kenapa terus meminta maaf, sudah ku katakan kau tidak mempunyai salah denganku soo. Dan hey aku tidak bisa marah begitu saja dengan wanita cantik sepertimu"
Kyungsoo menepuk dahi Jongin perlahan
"Dasar gombal, terimakasih karena sudah mempedulikanku"
Jongin tersenyum mengambil tangan Kyungsoo dan mengecupnya dengan lembut. Kyungsoo semakin gugup dibuatnya. Jongin segera bangun dan duduk disamping Kyungsoo
"tidurlah Soo aku tidak mau besok kau terlambat karena aku akan memecatmu"
Kyungsoo kembali memukul dada Jongin
"Kau masih tetap bos yang menyebalkan, aku membencimu Jongin"
Jongin menangkap tangan Kyungsoo yang memukulnya menariknya hingga badan Kyungsoo mendekat dengan badannya. Dengan gerakan cepat Jongin mengecup bibir yang selalu mengumpat kata benci kepadanya. Bibir yang membuatnya tidak pernah bosan untuk selalu menyesap rasa manis yang berasal dari sana. Tangan jongin beralih memeluk pinggang Kyungsoo posesif sementara tangan satunya ia tahan tengkuk Kyungsoo agar tidak menghindarinya. Jongin yang awalnya hanya mengecup sekarang mulai berani memberikan sedikit lumatan yang sangat menggairahkan kepada wanita itu
Kyungsoo yang terbuai dengan pesona Jongin menyukai cara lelaki itu, tangannya ia kalungkan di leher Jongin dan mencoba membalas ciuman yang diberikan oleh Jongin kepadanya. Kedua bibir itu saling berpagut dan melumat dengan nikmat, lidah Jongin pun tak kuasa ingin ikut serta menyapa semua yang berada didalam Kyungsoo.
Lama keduanya berciuman sampai sebuah pukulan didada Jongin yang menandakan peringatan dari Kyungsoo. Jongin segera melepaskannya, keduanya mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Kyungsoo merona merah, matanya terpejam, nafasnya masih tersengal. Baru kali ini ia dicium oleh lelaki yang membuatnya selelah ini tapi sangat menyenangkan
.
CHUPP
.
Kembali ciuman itu terasa tapi bukan di bibir melainkan di dahinya. Kyungsoo membuka matanya dan menatap Jongin yang sudah tersenyum didepannya
"Maafkan aku, kalau aku teruskan aku yakin bisa bahaya dan aku yakin tidak akan bisa berhenti. Sekarang tidurlah soo"
Kyungsoo yang mendengar kata Jongin semakin merona, ia tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun.
.
CHUP
.
Hanya sebuah ciuman dipipi yang Kyungsoo hadiahkan untuk Jongin dan ia segera berlari kecil menuju kamarnya. Jongin tersenyum meraba pipinya sendiri dan menatap kepergian Kyungsoo. Sementara Kyungsoo sudah masuk kamarnya menenggelamkan dirinya dalam kasur emuknya menutup wajahnya dengan selimut, jantungnya terus berdetak dengan tak tahu diri. Kyungsoo memegang bibirnya dan tersenyum perlahan. Ia masih ingat bagaimana Jongin melakukannya dengan lembut kemudian rasa nikmat itu datang saat lumatan yang diberikan Jongin pada bibirnya. Ia juga masih ingat Jongin mencium dahinya dan menyuruhnya untuk tidur sungguh sebuah pengantar tidur yang sangat manis. Tapi saat kejadian terakhir dimana ia dengan tak tahu malu mencium pipi Jongin Kyungsoo benar-benar mengutuk dirinya
"Kyungsoo bodoh, , astaga kenapa aku bisa menciumnya seperti itu"
Tapi kemudian ia kembali tersenyum dan bergerak riang di atas kasurnya, entahlah ia senang saat mendapatkan itu semua
"Sepertinya aku sudah sangat gila"
Kyungsoo kembali dalam posisinya membaringkan badannya dengan benar, menaruh kepalanya diatas bantal dan memeluk gulingnya dengan erat. Tak lupa ia menggumamkan doa sebelum tidur dan menyampaikan pesannya kepada Tuhan
"Tuhan setidaknya malam ini izinkan aku memimpikan hal indah tentang lelaki tampan itu"
Kyungsoo meruntuki kebodohannya dan tersenyum perlahan
"Aku sangat bodoh tapi aku ah sudahlah kau harus tidur sekarang Kyungsoo"
"Jaljayo Jongin"
Kyungsoo tersenyum bayangan Jongin terus berputar dalam pikirannya sampai tidur menjemputnya
.
.
.
-TBC-
.
.
Terimakasih kepada kalian semua terus menantikan semua ini
Maafkan aku yang terlalu lama menunda cerita ini
.
~Always Love KaiSoo~
