Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : sibum, kyumin
genre : romance, family
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.
-Sibum-
.
Kibum pov~
.
Pagi ini terasa sama saja seperti pagi yang sebelumnya. Ya, memang dalam kehidupanku ini tak ada yang berubah. Selalu mengulangi pagi, siang, sore, dan malam yang sama. Benar-benar membosankan.
"Selamat pagi Sungminnie chagi!" sapa seorang makhluk yang sudah menjadi kebiasaan di pagi harinya pada sahabatku ini.
"Aish, kenapa kau suka sekali menggangguku sih!" sungut Sungmin risih. Hahaha, lucu sekali kalau melihat sahabatku ini terlihat kesal karena perbuatan namja didepan kami ini.
"Karena aku mencintaimu" jawabnya santai.
Kulihat wajah Sungmin yang tiba-tiba saja memerah. Ada apa dengannya?
"Kita pergi saja Bummie" ajak Sungmin seraya menarik pergelangan tanganku, berjalan cepat menjauhi namja yang mengejar-ngejar Sungmin itu.
"AKU AKAN SELALU MENUNGGUMU MEMBALAS CINTAKU, SUNGMINNIE CHAGI!" teriak Kyuhyun keras. Aigoo, aku tak menyangka ada juga namja yang mencintai sahabatku ini begitu dalam.
Sungmin menarikku hingga menuju kantin.
Kamipun duduk di salah satu kursi yang ada disana.
"Coffe latte satu dan milk tea satu" pesan Sungmin saat seorang pelayan datang.
Aish, anak ini tahu saja kalau aku menyukai coffe latte di pagi hari begini.
"Namja kecil itu suka sekali menggangguku" ujar Sungmin membuka pembicaraan.
"Namja kecil? Maksudmu?" tanyaku bingung.
Darimana Sungmin bisa menyimpulkan kalau Kyuhyun itu namja kecil? Yang benar saja, bahkan tinggi kami berdua tak sampai pada dagunya, kecuali jika kami memakai heels.
"Dia kan anak akselerasi. Bahkan seharusnya dia itu dua tahun dibawah kita. Benar-benar namja kecil bukan?" jelas Sungmin.
Pesanan kami akhirnya datang juga. Kuseruput sedikit gelas berisi coffe latte dihadapanku. Memang aku tak suka jika memakai sedotan, menurutku akan memperlambat saja, jadi kubuang saja sedotannya.
"Darimana kau tahu kalau Kyuhyun itu anak akselerasi?" tanyaku curiga.
Hahaha, sekarang dia bahkan mengikuti caraku meminum minumannya, langsung dari gelasnya tanpa sedotan. Padahal biasanya dia akan mengejekku jika tak menggunakan sedotan. Bahkan kali ini dia meminum setengah isi dari gelas itu dengan cepat. Benar-benar bukan seperti seorang Lee Sungmin. Kurasa dia gugup.
"Aa.. Akuu... emm.. anu..." ujarnya gugup seraya memasang tampang berfikir yang lucu. Aigoo, sahabatku ini. Diumurnya yang sudah tak kecil lagi ini, wajahnya masih terlihat imut bak wajah anak SMP. Aku ragu, apa dia memalsukan KTPnya ya?
"Anu apa Sungminnie chagi?" tanyaku dengan nada mengejek.
"Ah, sudah kutebak dari dulu. Kau juga tertarik pada Kyuhyun bukan?" sambarku cepat sebelum dia mengelak.
Diapun menutup wajahnya yang sepertinya memerah itu. Ah, sia-sia saja kau menutup wajahmu menggunakan kedua telapak tanganmu itu. Sudah terlihat jelas kedua telingamu juga ikut memerah. Aigoo, dia malu.
"Jangan keras-keras Bummie. Bisa saja dia ada disekitar kita" ujarnya masih menutup wajahnya.
Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahuku pelan. Ah, apa dua orang ini memiliki ikatan batin? Ya, dia Cho Kyuhyun.
Kyuhyun menyuruhku menyingkir dengan menggunakan bahasa tubuhnya. Dengan patuh, akupun pindah tempat duduk.
Kemudian Kyuhyun duduk ditempat yang kududuki tadi.
Akupun mengedarkan pandanganku, mencari tempat duduk yang kosong dengan segelas coffe latte ditanganku.
Hhh~ Kenapa tiba-tiba kantin jadi penuh begini?
Kyuhyun yang melihatku tengah mencari tempat duduk, langsung saja menunjuk sebuah tempat yang sudah ada seorang namja disana. Walaupun ada satu kursi kosong disana, tapi mana mungkin aku duduk semeja dengan namja yang tak ku kenal?
'Dia sahabatku, dia baik. Dan tadi aku duduk disana' ujar Kyuhyun tanpa suara.
Ah, apa boleh buat. Tak ada pilihan lagi. Aku juga mau melihat sahabatku bahagia, dan aku yakin kalau Kyuhyun itu orang yang baik.
Kulangkahkan kakiku menuju tempat yang ditunjuk Kyuhyun, tak terlalu jauh memang. Pantas saja kalau Kyuhyun mendengar percakapan kami.
"Permisi" ujarku pelan pada namja yang tengah santai menikmati segelas americano di genggamannya. Diapun menoleh. Tampan sekali sahabat Kyuhyun ini. Apa orang tampan harus bersahabat dengan orang tampan juga?
"Boleh saya duduk disini?" tanyaku lembut.
.
.
Kibum pov end~ .
.
Siwon pov
.
Kemana namja Cho itu? Kenapa meninggalkanku begitu saja?
Akupun menyeruput santai americano yang kupesan tadi.
Hhh~ bosan juga kalau harus sendiri begini.
"Permisi" suara lembut ini. Sepertinya suara yang sudah tak asing lagi ditelingaku.
Akupun menoleh, dan sekarang dapat kulihat dengan jelas sosok indah ciptaan Tuhan berdiri dihadapanku.
Ya Tuhan, kalau seperti ini, mana mungkin aku kuat.
"Boleh saya duduk disini?" tanyanya lembut. Ah! Suara nyaringnya bagaikan candu bagiku.
Kalau saja aku ini bukanlah Choi Siwon, pasti aku akan mengangakan bibir tebalku ini.
Aigoo, dadaku berdetak dengan sangat kencang. Baru kali ini aku dapat melihatnya sedekat ini. Wajahnya benar-benar sempurna.
"Ehm.." suaranya itu membuyarkan lamunanku. Aish, kau benar-benar memalukan Choi Siwon!
"Ne?" tanyaku balik seraya mencoba bersikap senormal mungkin.
"Boleh saya duduk disini?" ulangnya.
"Ehmm... Silahkan" jawabku menyembunyikan rasa gugupku.
"Kau teman Kyuhyun?" tanya Kibummie membuka percakapan.
Kyuhyun? Aku sampai lupa tentang bocah itu.
"Ne. Bagaimana kau tahu, ehmm..." ujarku menggantung.
"Kibum, Kim Kibum" ucapnya seraya mengulurkan tangannya.
Putih. Seputih salju. Apa aku harus membalas uluran tangannya? Harus Choi Siwon. Ini kesempatan untukmu.
"Choi Siwon" balasku seraya menyambut uluran tangannya.
Aigoo, telapak tangannya benar-benar halus. Bagaikan candu bagiku. Tapi aku harus melepaskannya agar tak membuatnya memberiku kesan jelek di pertemuan pertama kami.
"Ah, tadi Kyuhyun yang menyuruhku untuk duduk disini. Katanya dia temanmu Siwon-ssi" jawab Kibummie.
Jadi Cho jelek itu yang menyuruh Kibummie kemari. Apa aku harus marah atau berterimakasih padanya?
"Memangnya dia kemana?" tanyaku lagi. Ah, kalau seperti ini, kami seperti sudah berkenalan sejak lama saja. Aku harus membuatnya senyaman mungkin. Kenapa tak dari dulu saja aku melakukannya? Dasar Choi Siwon babo!
"Dia sedang duduk semeja dengan Sungmin, temanku, disana" ujarnya seraya menunjuk salah satu meja.
Kuikuti telunjuk Kibummie. Ah, dia terlihat tengah menggoda Sungmin yang menunduk malu. Tumben sekali, biasanya Sungmin akan marah-marah kalau digoda si evil itu. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Ah Sungmin-ssi rupanya" ujarku seraya mengangguk-angguk.
"Kau kenal dengan Sungmin?" tanyanya heran.
Kenal? Tak mungkin. Kalau aku berani berkenalan dengan Sungmin-ssi, sekalian saja denganmu Kibummie.
"Aniyo. Hanya saja Kyuhyun sering menceritakan tentang Sungmin-ssi" jawabku lancar.
Ah, lama-lama kami terlihat seperti sudah mengenal sejak lama saja. Kecanggungan tak terlihat sama sekali sekarang. Ini benar-benar perkembangan yang sangat pesat. Semangat Choi Siwon!
"Ah, begitu. Dia benar-benar mengincar Sungmin ya, rupanya" ujar Kibummie.
"Ne, dia juga benar-benar mencintai temanmu itu" balasku.
Memang benar bukan apa yang kukatakan barusan? Bocah tengik itu benar-benar terpesona akan seorang Lee Sungmin.
"Andai saja aku seperti Sungmin" gumam Kibummie pelan.
"Ne?" tanyaku pura-pura tak mendengar.
Walaupun suaranya terdengar lirih, tapi aku bisa mendengarkannya dengan jelas. Apa maksudnya? Apa Kibummie menyukai Kyuhyun? Maldo ANDWE!
"Ani, bukan apa-apa. Beruntung sekali ya menjadi Sungmin, dicintai orang sebaik Kyuhyun" jawab Kibummie seraya mengubah auranya menjadi menyedihkan.
Apa yang barusan dikatakan Kibummie? Apa dia benar-benar menyukai bocah ingusan itu?! Tidak Mungkin! dan TIDAK BOLEH!
"Ah, bukan berarti aku menyukai Kyuhyun. Maksudku itu hanya... eum... permisalan saja. Ya, hanya misalnya saja" terang Kibummie.
Huft. Kukira Kibummie menyukai Kyuhyun. Untung saja tidak. Kalau benar begitu, tak segan-segan kupatahkan seluruh tubuh bocah itu. Benar-benar sadis bukan aku ini?
Drrt... Drrt...
Kurogoh saku celanaku, mencari sebuah benda yang bergetar itu. Siapa sih yang menelpon pagi-pagi begini?! mengganggu saja.
Ah, umma ternyata. Ada apa umma menelponku? Bukankah kami baru saja bertemu tadi?
"Yoboseo?" sapaku terlebih dahulu.
"Hiks... Hiks... Siwonnie" terdengar suara isakan umma. Apa aku salah dengar? Umma menangis?
"Waeyo, umma?" tanyaku pelan.
Kulirik sekilas Kibummie yang tengah menatapku penasaran, dan aku hanya membalasnya dengan senyumanku saja.
"Min.. hiks.. hiks... Minho... hiks.."
DEG!
Ada apa dengan Minho? Apa terjadi sesuatu dengan anak semata wayangku itu? Semoga saja tak terjadi apa-apa. Ya Tuhan, lindungilah Minhoku!
Kutunggu sebentar hingga umma mengeluarkan suaranya lagi. "Minho jatuh dari kasur, Siwonnie. hiks..."
Aku terdiam, hanya mampu duduk membeku sampai cairan yang kuyakini sebagai air mata itu jatuh begitu saja. "Se.. sekarang di... dimana umma?" tanyaku menahan tangis.
"Di rumah sakit dekat rumah. Kemarilah" kini ganti suara appa yang menjawab pertanyaanku. Bisa kupastikan umma sudah menangis hebat.
"Aku segera kesana appa" ujarku cepat seraya membanting kasar ponselku kemudian berlari begitu saja menuju parkiran.
Bahkan aku melupakan Kibummie...
.
.
Siwon pov End~
.
-Sibum-
.
Kibum pov~
.
Ada apa dengan namja tampan itu? Kenapa dia berlari sambil menangis begitu? Memangnya siapa yang tengah menelponnya tadi? Apa begitu darurat hingga dia melempar ponsel serta meninggalkan tas yang tadi dibawanya begitu saja?
Ah, sebaiknya kutanyakan Kyuhyun saja. Mungkin dia mengetahui sesuatu, katanyakan dia temannya.
Kuambil tas dan ponselnya yang ada di meja, kemudian berjalan mendekati tempat yang tadi kutempati.
Eh? Ada apa dengan Sungminnie? Kenapa dia menunduk begitu?
"Ada apa ini?" tanyaku membuat dua orang itu menatapku.
Astaga, lihat saja wajah memerah Sungmin? Pantas saja kalau dia menunduk, mungkin menutupi malu.
"Tak ada apa-apa, nuna" jawab Kyuhyun disertai cengiran.
"Ya! Kau memanggil Kibummie nuna, dan tak memanggilku nuna?!" sungut Sungmin tajam.
Hahahaha, apa Sungminnie cemburu padaku? Yang benar saja.
"Karena wajahmu yang imut ini tak pantas untuk dipanggil nuna, Sungminnie chagi..." ujar Kyuhyun dengan nada menggoda.
Aish, kenapa jadi seperti ini! Aku kesini kan mau menanyakan perihal Siwon-ssi.
"Oh ya, tadi temanmu pergi begitu saja meninggalkan tas dan ponselnya" ujarku seraya menyodorkan tas serta ponsel milik Siwon-ssi.
Kyuhyunpun mengerutkan dahinya, terlihat bingung.
"Memangnya dia pergi kemana? kamar mandi?" tebaknya yang kurasa salah besar itu.
Mana mungkin kalau hanya ke kamar mandi saja sampai menangis begitu?
"Entahlah, aku juga tak tahu. Tadi setelah menerima telpon dari ponselnya, dia membanting ponselnya dan pergi begitu saja sambil menangis" ceritaku.
Kyuhyunpun merampas ponsel milik Siwon-ssi yang ada di tanganku, melihatnya sebentar, kemudian mengambil ponselnya, dan mengembalikan ponsel Siwon-ssi padaku.
Nampaknya dia tengah menghubungi seseorang.
"Ne, ini Kyuhyun, ahjussi" ujarnya.
"Ne? Benarkah? Ah, kalau begitu terima kasih atas informasinya, dan semoga tak terjadi apapun padanya... ne..." itulah yang dapat kudengar dari Kyuhyun.
Kyuhyunpun menatapku serius. Ada apa dengannya?
"Karena sekarang nuna yang memegang ponsel dan tas milik Siwon hyung, jadi nuna yang harus mengembalikannya" ujarnya santai. Ah, aneh sekali anak ini, tadi serius sekarang bisa sesantai ini.
"Mwo?! Kenapa harus aku? Kan kau temannya" ujarku tak terima. Yang benar saja, kenapa harus aku?!
"Eits, kan nuna yang memegang tas dan ponselnya. Jadi, yang berkewajiban mengembalikannya bukan aku, tapi nuna. Dia ada di Rumah Sakit *******. Kalau masalah ruangannya, tanya saja pada resepsionis atas nama Choi Minho. Kami pergi dulu nuna. Annyeong!" ujar Kyuhyun seraya menarik tangan Sungmin menjauhiku.
YA! Apa-apaan ini?! Kenapa kejadian seperti ini terjadi padaku?! Aku harus bagaimana?! Ini pertama kalinya aku bisa sedekat ini dengan seorang namja. Jika apa yang dikatakan Sungminnie benar, kalau selama ini ada sesuatu yang menghalangiku mendekati namja, sekarang dimana 'sesuatu' itu berada? Kenapa tak datang seperti dulu-dulu?!
Hhh~ Daripada aku mendumel pada diriku sendiri, lebih baik aku menuruti perintah Kyuhyun saja. Tak ada salahnya bukan? Dan lagi, aku juga bisa membolos mata kuliah hari ini. Tak terlalu buruk.
Tapi, tunggu dulu. Tadi Kyuhyun bilang Siwon-ssi ada di rumah sakit? Dan lagi, Choi Minho? Siapa lagi namja itu? Apa mungkin kakaknya atau adiknya Siwon-ssi?
Ah, aku tahu. Pasti karena Choi Minho itu, Siwon-ssi menjadi tergesa-gesa dan menangis tadi. Pasti seorang Choi Minho tadi benar-benar berharga untuknya. Ya, pasti begitu. Kau memang cerdas Kim Ki Bum!
.
TBC?/END?
.
Weits, mian updatenya lama+pendek...
yang udah baca, ditunggu reviewnya...
RnR please...
