Annyeong yeorobun^^

Mian telat update'nya..

Hehehe..

Happy Reading for Chapter 3 ^^

When You Will Remember ?

HaeHyuk, slight KyuMin, / Yoona, Tan Hangeng

Hurt/Comfort, Romance

.

.

.

*Donghae POV*

Aku menatap dokter Tan yang sedang memeriksa Hyukkie.

Tapi, entah kenapa pikiranku tidak fokus padanya.

Melainkan pada yeoja yang telah beraninya mencelakai Hyukkie.

" Donghae-ssi. " panggil dokter Tan membuyarkan lamunanku.

" N-ne uisanim. Bagaimana ? Apa Hyukkie baik-baik saja ? " tanyaku.

" Ne. Keadaannya baik. Hyuk Jae-ssi pingsan karena sedikit kehabisan nafas. " jelasnya.

Aku mengernyit heran. " Kehabisan nafas ? " tanyaku.

Cklek.

" Hyukkie ..! " panggil Sungmin hyung begitu masuk ke kamar ini.

Terlihat jelas raut wajahnya yang sangat khawatir.

Kulihat Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya, dengan raut wajah yang tidak berbeda dengan Sungmin hyung.

Ya. Tadi aku memang sempat menelepon Sungmin hyung tentang keadaan Hyukkie. Tapi kalau Kyuhyun, mungkin Sungmin hyung yang memberitahunya.

" Kalau begitu, saya permisi dulu. Jika terjadi sesuatu, kalian bisa panggil saya. " ujar dokter Tan lalu melangkah keluar.

" Hae, apa yang terjadi dengannya ? Wajahnya kenapa sangat pucat begini ? " tanya Sungmin hyung yang kini sudah berdiri disamping ranjang.

" Hyukkie, pingsan karena sedikit kehabisan nafas hyung. " jawabku.

" Mwo ?! Tapi bagaimana bisa ? "

Aku terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan Sungmin hyung.

Apa harus aku memberitahunya ?

" Hae ? " panggil Kyuhyun padaku.

Aku menatap mereka secara bergantian lalu menghela nafas pelan.

" Hyukkie, sepertinya ada yang ingin mencelakainya. " ucapku.

" MWO ?! " pekik Sungmin hyung.

" Kalau begitu, sebaiknya kita menyelidikki hal ini. " kata Kyuhyun memberi ide.

Aku menggeleng. " Tak usah, aku sudah tahu siapa orangnya. Dan sekarang, aku ingin menemuinya. Kalian tunggu disini saja ya. " ujarku dan kemudian melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka.

*Author*

Seorang yeoja sedang meringkuk disudut kamarnya.

Badannya sedikit gemetar karena ketakutan.

" Bagaimana ini ? Bagaimana jika dia mengetahuinya ? " gumamnya sambil memeluk kedua lututnya semakin erat.

Flashback On

" Annyeong oppa. " sapa seorang yeoja yang baru saja memasukki kamar rawat Hyuk Jae dengan senyum palsunya saat melihat Hyuk Jae yang sedang menatapnya bingung.

" Nuguya ? " tanya Hyuk Jae seraya kembali duduk diranjangnya.

" Kau tidak mengenalku ? " ucap yeoja itu balik bertanya.

Hyuk Jae menggeleng sebagai jawaban.

" Ah, kalau begitu. Perkenalkan, aku adalah Yoona, Im Yoona. " ucap yeoja tersebut –Yoona- memperkenalkan dirinya.

" Eoh ? Ne, Yoona-ssi. Ada perlu apa ? " tanya Hyuk Jae dengan senyumnya.

" Aku kesini, hanya untuk membuatmu pergi jauh dari kehidupan Donghae. " jawab Yoona.

Hyuk Jae mengernyit heran. " Maksudmu ? "

" Aissh~ Kau benar-benar lupa ternyata. Ah, kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja kau melupakan dunia ini. " ucap Yoona sambil menyeringai.

Hyuk Jae yang merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres segera beranjak dari atas ranjangnya.

" A-apa yang ingin kau lakukan Yoona-ssi ? " tanya Hyuk Jae sambil menatap Yoona yang sedang berjalan medekatinya.

" Aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya kulakukan. " jawab Yoona kemudian mengambil bantal yang tak jauh darinya.

" Ya~ Apa yang- hmmph.. " perkataan Hyuk Jae terputus saat Yoona membekapnya dengan bantal.

Hyuk Jae pun terjatuh ke lantai dengan Yoona yang mendudukki tubuhnya.

" Hmmmphh.. "

Kedua tangan Hyuk Jae terus berusaha menjauhkan menjauhkan bantal itu dari wajahnya.

Namun nihil. Sepertinya kekuatan Yoona jauh lebih besar darinya.

' Aku, tak akan membiarkanmu berada disisi Donghae oppa. ' batin Yoona.

Tangan kanan Hyuk Jae terlihat berusaha untuk mendorong tubuh Yoona tapi hasilnya hanyalah sebuah benda yang terlepas dari sang empunya.

Tak lama, tubuh Hyuk Jae melemas dan tak sadarkan diri.

Saat itu juga Yoona melepaskan dekapan bantal itu dan tersenyum.

Tapi, senyum itu hilang saat mendegar suara langkah kaki seseorang yang mendekat kearah ruangan tersebut.

Dengan cepat Yoona melempar bantal itu keatas ranjang dan berlari menuju toilet untuk bersembunyi.

Dari luar, hanya terdengar suara seseorang yang memanggil nama Hyuk Jae dengan keras.

" Donghae oppa.. " gumam Yoona mengucapkan nama sang pemilik suara itu.

Selang beberapa menit, suara Donghae yang tadi terdengar olehnya, kini menghilang.

Dan saat itulah kesempatan Yoona untuk kabur, sebelum Donghae melihatnya.

Flashback Off

Ting.. Tong..

Kepalanya mendongak saat mendengar bel rumahnya berbunyi.

Dengan perasaan sedikit ragu, Yoonaa berdiri dan mulai berjalan keluar kamarnya menuju pintu rumahnya.

Diraihnya knop pintu tersebut.

Kedua matanya membulat saat mengetahui siapa orang yang tadi memencet bel rumahnya.

" H-Hae.. " ucapnya.

Donghae segera menariknya ke dalam rumah dan menyentakkan tangan yeoja itu kasar saat mereka berada di ruang tengah.

" Apa yang kau lakukan, hah ?! " bentak Donghae dengan sorot mata tajam.

Yoona menatap Donghae dengan takut.

" A-apa maksudmu ? Aku.. tidak mengerti. " jawab Yoona terbata.

" Jangan berpura-pura tidak tahu kau Im Yoona ! Kau kan dalang dari semua ini ?! Kau bukan, orang yang sudah berniat mencelakai Hyukkie ?! " ucap Donghae dengan nada suara yang semakin tinggi.

" A-aku.. Bukan aku Hae. Lagipula, jangan seenaknya menuduhku. " sergah Yoona.

Donghae tersenyum remeh lalu mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.

" Ini, ini punyamu bukan ? " tanya Donghae seraya memperlihatkan sebuah kalung berinisial Y tepat dihadapan Yoona.

Yoona terkejut melihatnya.

Diraba lehernya seakan mencari sesuatu.

" Masih mau menyangkal lagi, eoh ? Aku tahu ini punyamu, karena kau membelinya bersamaku. " ujar Donghae yang semakin membuat Yoona ketakutan.

Donghae menatap Yoona tajam.

" Apa kau sudah gila ?! Dimana otakmu ?! Kenapa kau berani melakukan ini semua ?! " bentak Donghae marah.

Yoona mengepalkan kedua tangannya erat, kemudian menatap Donghae dengan kedua mata yang sudah memerah. " Ya, aku memang sudah gila ! Aku gila juga karenamu ! Kau yang membuatku seperti ini ! Kau yang sudah membuatku untuk berbuat hal itu padanya ! Kau tahu, karena dia kau tak ingin kembali bersamaku ! Karena namja seperti itu kau menolakku ! Jadi, jika aku tidak bersamamu, dia pun tidak bisa bersamamu ! " jawab Yoona sedikit berteriak.

Plak !

Satu tamparan mengenai pipi kiri Yoona.

Habis sudah kesabaran Donghae menghadapi yeoja didepannya itu.

Yoona menyentuh pipi kirinya yang sudah terlihat memerah dan menatap Donghae.

" K-kau menamparku ? " tanya Yoona tak percaya.

Bagaimanapun juga, ini adalah pertama kalinya Donghae berbuat seperti itu padanya.

" Ne, wae ? Kau tak suka ? Kurasa tamparan itu pun tidak cukup untuk membuatmu tersadar. Sudah berapa kali aku bilang padamu, jika hubungan kita sudah berakhir ! Kita sudah tidak memilikki status apapun lagi ! Aku juga sudah meminta padamu agar tidak pernah menemuiku ! Apa telingamu itu tuli, eoh ?! " jelas Donghae geram.

Yoona menangis terisak.

" Kumohon, mulai sekarang, jangan pernah mengganggu hidupku lagi. Pergi dan lupakan aku. Anggap semua yang kita jalani dulu tidak pernah ada. Kali ini, kau ku bebaskan. Tapi jika sekali lagi kau berani menyentuhnya atau mencelakainya, aku tidak menjamin kau akan selamat dariku. " ancam Donghae dan melangkah pergi meninggalkan Yoona yang kini sudah terduduk sambil menangis kencang.

.

.

.

Kedua mata itu kembali terbuka secara perlahan, lalu mengerjap pelan.

" Hyukkie..! Hyukkie kau sudah sadar..! " seru seseorang yang sedari tadi terus saja duduk disamping ranjang namja manis tersebut.

Hyuk Jae menoleh dan mendapati Sungmin yang sedang tersenyum padanya.

" Su-Sungmin hyung. " panggil Hyuk Jae dengan suaranya yang parau.

Sungmin mengangguk. " Ne, ini aku Hyukkie. Apa ada yang sakit ? " tanya Sungmin khawatir.

Hyuk Jae menggeleng pelan.

" Gwaenchana hyung. " jawab Hyuk Jae.

Diedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar tersebut, lalu kembali menatap Sungmin.

" Donghae, dia.. dimana ? " tanya Hyuk Jae begitu dirinya tidak melihat Donghae berada disana.

" Donghae sedang keluar sebentar Hyukkie. Mungkin tak lama lagi dia akan kembali. " jawab Kyuhyun yang sedang berdiri disamping namjachingu'nya.

.

.

.

Tiga puluh menit terlewati sudah.

Keadaan Hyuk Jae, kini bisa dibilang sedikit membaik.

Sekarang dia sudah bisa tertawa, walaupun dibilang pelan.

Tak lama, pintu kamar rawatnya terbuka.

Memperlihatkan seorang namja tampan dengan senyum lembutnya, lalu berjalan menghampiri Hyuk Jae.

" Hyukkie, kau sudah sadar rupanya. " ucap namja tampan itu –Donghae- dengan perasaan lega.

Hyuk Jae tersenyum tipis. Lalu menoleh pada Sungmin dan juga Kyuhyun yang berdiri disamping kanannya.

" Kyuhyun-ah, hyung, bisakah kalian meninggalkan kami ? Aku ingin berbicara pada Donghae sebentar. " ucap Hyuk Jae yang sedang duduk diatas ranjangnya.

Sejenak Kyuhyun dan Sungmin berpandangan, lalu tersenyum pada Hyuk Jae dan mengangguk.

Donghae mengambil tempat untuk duduk di kursi yang biasa terletak disamping ranjang namja manisnya.

" Apa yang ingin kau bicarakan padaku ? " tanya Donghae begitu sepasang kekasih tersebut keluar.

Hyuk Jae menatap Donghae dalam. " Siapa itu.. Im Yoona ? "

" N-Nde ? " sahut Donghae.

" Aku tanya, siapa itu Im Yoona ? " tanya Hyuk Jae kembali.

" Yoo-Yoona.. Mantan.. Yeojachingu'ku. " jawab Donghae pelan sambil menundukkan kepalanya.

" Bisakah.. Kau menceritakan tentang yeoja itu padaku lebih detail ? Aku rasa, dia juga salah satu bagian dari suatu hal yang kulupakan itu. " ujar Hyuk Jae tenang.

Berbeda dengan Donghae.

Dia terlihat bingung.

Jika dia menceritakan hal tersebut padanya, ia takut kalau Hyuk Jae akan marah dan membencinya.

Karena bagaimanapun juga, dirinyalah yang membuat Hyuk Jae jadi seperti ini.

" Hae ? " panggil Hyuk Jae.

Donghae mendongak.

Dipejamkan kedua matanya sejenak sebelum menceritakan semuanya pada Hyuk Jae.

Sementara Hyuk Jae, hanya diam mendengarkan penjelasan dari namja brunette tersebut.

Walaupun ada sedikit raut kekecewaan pada dirinya. Tapi dia dengan sabar mendengarkan semua itu.

" Mianhae Hyukkie, jeongmal mianhae.. " lirih Donghae setelah mengakhiri penjelasannya.

Hyuk Jae tersenyum. " Gwaenchana.. " jawab Hyuk Jae yang membuat Donghae menatapnya tak percaya.

Semudah itukah, Hyuk Jae memaafkannya sementara dia yang telah menyebabkan kekacauan ini ?

Semudah itukah, Hyuk Jae berkata jika dirinya tidak apa-apa, sementar Donghae telah melukai hatinya, atau bahkan mungkin lebih ?

" Hyu-Hyukkie.. "

" Gwaenchana Hae-ah.. Aku memaafkanmu dan juga Yoona. Yah, meskipun aku tidak mengingat kejaidan itu. Tapi aku memaafkan kalian. " ucap Hyuk Jae sambil tersenyum.

Tulus.

Perkataan yang diucapkan oleh Hyuk Jae sangat tulus didengar olehnya.

Kedua matanya pun memancarkan kebenaran.

Donghae berdiri dari tempatnya dan memeluk Hyuk Jae erat.

" Gomawo, jeongmal gomawo Hyukkie. Hatimu.. Seperti malaikat. " ujar Donghae disela pelukkannya.

Hyuk Je tersenyum sambil membalas pelukkan Donghae.

" Ahni Hae-ah.. Aku memaafkanmu karena aku pikir setiap orang yang bersalah itu berhak mendapatkan maaf dan diberikan kesempatan kedua untuk memperbaikkinya. Makanya aku memaafkanmu. " jawab Hyuk Jae jahil.

Donghae melepas pelukkannya dan menatap Hyuk Jae tajam.

" Maksudmu ? "

Hyuk Jae terkekeh pelan. " Ahni, ahni. Aku hanya bercanda. Aku memaafkanmu. Sudahlah, lupakan masalah itu. Yang sekarang harus kau lakukan adalah, membuatku mengingat kambali masa laluku. " ucap Hyuk Jae yang dijawab senyuman dan anggukkan dari Donghae.

.

.

.

" Ah~ .. Sejuknyaa.. " seru Hyuk Jae senang sambil merentangkan kedua tangannya.

Saat ini, Donghae dan juga dirinya sedang berada ditaman Rumah sakit.

Sedangkan Sungmin dan juga Kyuhyun, sudah kembali ke rumah beberapa jam yang lalu.

" Hyukkie-ah, apa kau haus ? " tanya Donghae setelah mereka berdua duduk disalah satu bangku taman.

Hyukkie mengangguk.

" Arra. Kalau begitu, aku akan mengambil minuman untukmu. Kau tunggu aku disini ya. " ucap Donghae seraya mengacak rambut Hyuk Jae lalu segera melangkah.

Hyuk Jae hanya tersenyum melihatnya.

Dihembuskan nafasnya pelan.

Sudah lama dia tidak menghirup udara segar begini.

" Apa yang dikatakannya itu benar ? Jangan mencoba membohongiku ! " teriak salah seorang yeoja yang juga berada ditaman itu.

Hyuk Jae yang mendengar teriakkan itu, menatap lurus kearah dua orang namja dan seorang yeoja yang sedang berdiri tak jauh darinya.

" Aku tak bohong ! Untuk apa aku membohongimu ?! Dia memang benar-benar berselingkuh ! " ucap salah seorang dari kedua namja itu setengah berteriak.

Hyuk Jae menautkan kedua alisnya dengan padangan yang masih tertuju pada tiga orang itu.

" Ya~, jangan berucap seperti itu sebelum kau memberikan buktinya padaku ! " jawab yeoja berambut pendek itu marah.

DEG !

' Kata-kata itu.. ' ucap Hyuk Jae dalam hatinya.

" Aakh ! " pekik Hyuk Jae seraya memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut sakit saat sebuah bayangan terlintas dikepalanya.

" Aaaarghh ! Sa-Sakiitt.. Aaakh ! " pekik Hyuk Jae semakin menjadi.

Air mata terlihat mengalir membasahi kedua pipinya.

" Hiks.. Hiks.. Hae.. " panggilnya disela isak tangis.

Tak lama, tubuhnya kembali melemas dan akhirnya jatuh pingsan.

*Sungmin POV*

" Kyu.. Eotteokhae ? Apa Hyukkie baik-baik saja ? " tanyaku cemas pada namjachinguku –Kyuhyun- .

Kyuhyun merangkulku erat. " Gwaenchana Min. Tenanglah, ne ? " jawabnya.

Kualihkan tatapanku pada dokter Tan yang sekarang tengah memeriksa keadaan Hyukkie.

Ya, sekitar satu jam yang lalu, Donghae baru menghubungiku dan mengatakan jika Hyukkie kembali jatuh pingsan saat berada di taman Rumah Sakit.

Entah apalagi yang terjadi padanya sekarang ini.

" Eotteokhae uisanim ? Hyukkie gwaenchana ? " tanyaku begitu dokter tersebut selesai memeriksa Hyukkie.

Dia menatapku lalu tersenyum.

" Gwanchana Sungmin-ssi. Tapi lain kali, kesehatannya tolong dijaga. Karena bagaimanapun juga, kondisinya masih bisa dibilang belum stabil. " jelasnya.

Aku mendesah lega, lalu mengangguk pelan.

" Ne, gamsahamnida uisanim. " ucapku sambil tersenyum.

" Ne. Kalau begitu, saya permisi. Jika ada sesuatu, kalian bisa memanggil saya. " ucapnya dan segera melangkah keluar.

" Hyung, apa benar Hyukkie tidak apa-apa ? " tanya Donghae yang sedari tadi hanya diam.

Aku tersenyum lembut padanya.

Aku tahu, dia pasti jauh lebih khawatir dibandingkan diriku.

" Ne Hae. Hyukkie gwaenchana... " jawabku pelan.

" Ngh~ .. "

Sontak seluruh tatapan kami beralih melihat ke arah Hyukkie yang sekarang tengah membuka kedua matanya perlahan.

" Hyukkie..! Hyukkie ini hyung, kau sudah sadar ? " tanyaku sambil memegang erat tangan kanannya.

" Hyung.. " panggilnya dengan suara serak seraya menatapku dengan kedua matanya yang sayu.

" Ne, ini hyung. Kau tak apa ? " tanyaku.

" Hiks.. hyung.. Sungmin hyung.. hiks.. " tangisnya.

Melihatnya seperti itu, kekhawatiranku kembali datang.

" Ne, wae ? Kenapa kau menangis ? Apa ada yang sakit ? " tanyaku cemas.

Dia menggeleng lalu segera duduk dan memelukku erat.

" Hiks.. Hyung.. Sungmin hyung.. " ucapnya disela isak tangis.

" Ya~, wae Hyukkie ? Ada apa ? " tanyaku semakin panik dan membalas pelukkannya.

" Hyukkie, kau kenapa ? " tanya Donghae cemas.

Tak lama, pelukkannya melonggar lalu menatap ke lantai.

" Sungmin hyung.. bisakah kau menyuruh Donghae pergi dari sini ? Aku tak ingin bertemu dengannya.. "

" Nde ?! " pekikku.

Terkejut ?

Tentu saja.

Selama ini, Hyukkie dan Donghae berhubungan dengan sangat baik.

Tapi sekarang ? Kenapa Hyukkie berbicara seperti itu ?

" Hyukkie, wae ? Ada apa ? Kenapa kau menyuruhku pergi ? " tanya Donghae bingung.

" Hyung.. Jebal. Suruh dia pergi. " pintanya sambil menggoyangkan kedua lenganku.

" Tapi... "

" Arra ! Kalau hyung tidak mau menyuruhnya pergi, aku saja yang pergi ! " ucapnya lalu mencoba melepas jarum infus yang menancap di tangan kirinya.

Dengan cepat aku mencegahnya.

" Hyukkie ! Arraseo. Tapi kau janji harus beristirahat, ne ? " ucapku.

Kutatap Donghae dengan perasaan menyesal.

" Hae, mianhae.. "

" Arra hyung. Sebaiknya aku pulang sekarang. Besok, aku akan datang lagi. Annyeong hyung. Hyukkie, aku pulang dulu. " pamitnya lalu segera melangkah pergi.

Aku dapat merasakan perasaan Donghae saat ini.

Dia pasti sangat sedih.

Hyukkie, sebenarnya ada apa denganmu ?

TBC ..

Tadaaaa..

Hehehe..

Hyukkie kenapa hayoo readers ?

Hehe..

R&R Please ^^